8

Summer Love in Ice

Author             :Shantyfyn

Main cast        :Jang Sora

Cho Kyuhyun – Super Junior

Minor cast       :Kim Heechul – Super Junior

Victoria – f(x)

Kwon Ji Yong (GD) – Bigbang

Genre              :Little bite Comedy and Romance

Length             : Oneshoot

NB                      : This fanfiction for my old sister (Eonni) and just for fun, ok. Plot and story are mine. The casts aren’t mine. Sudah pernah dipost di blog, facebook pribadi and SJFF2010.

***

Continue reading

9

My Love Story part 1

{KyuHye Couple} My Love Story

 part 1/?

Author: Lee Hye Joon

Main cast : Cho kyuhyun, Lee Hye joon, Shim Changmin, Victoria Song

Rating : segala umur

Genre : romance, humor, friendship

SELAMAT MEMBACA….

***

Namaku Xien Nie, umurku 17tahun,kelas 2 SMA di Internasional School of Biejing. aku tinggal di Beijing,Cina.

 

aku seorang Elf…

kalian tahu Elf, Elf adalah nama fans untuk para pengemar dengan 13 orang cowok tampan korea, siapa lagi kalo bukan “SUPER JUNIOR”. aku mengidolakan Lee Donghae, dengan ketampanannya,dengan senyumannya dengan suaranya dengan desahan napasnya ketika menyanyi,dengan kisah hidupnya pokoknya semua tentang dirinya…

lalu suatu hari….

“mama, aku nggak mau pindah???pokoknya nggak mau!!”

Continue reading

9

Chocolate Love [prolog]

Main Cast:

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Victoria Song (Fx)
  • Jo Chaerin

Support Cast:

Cho Nara, Jang Hyunseung (BEAST), other Super Junior member~

Length: PROLOG ~ ^^

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

 

——————

.

I try laughing. I try calling your name,

In case you’d come back.

Without having cried, deceiving myself,

I call out your name once again.

.

“hey lihat itu”

“apa?”

“bintang jatuh!”

“ha?”

“ayo buat permohonan!!”

“benarkah?”

“ppalli!!”

“ara~ “sudah~”

“Chaerin, apa yang kau minta?”

Continue reading

3

[Freelance] Mafia’s Princess part 3

Helloo I’m back !

Mafia’s Princess (Part 3)

author                     : ifaaaa
Genre                      : Romance, Action
Cast                        : Cho Kyuhyun , Nichkhun , Song Victoria , (OC) Cho Ha-Ra
Length                    : Part 2-?

Diclaimer      : This Fanfict is mine, also all of the story is mine except kyuhyun,khuntoria and other cast are belong to them self. Don’t take my ff without my permission.

Pernah dipost di : ahnjunkyong.wordpress.com

NO SILENT READER !

Previously :

aku melirik ke arah ‘jam tanganku’ dan menekan tombol merah, beberapa saat kemudian layar transparan berukuran sedang muncul di hadapanku. Aku terlonjak kaget melihat apa yang ditunjukkan dalam layar itu. Kyuhyun! kyuhyun dalam bahaya!
***

Nichkhun’s pov.

Aku sampai di kawasan Insa-dong lalu melihat kearah sekitar. Ya! itu, aku melihat sekitar 3-4 orang dipinggir jalan. Kyuhyun! itu kyuhyun sedang dibekap oleh tiga orang berbadan sixpack.

Aku tetap diam didalam mobil, mengamati mereka sebentar lalu salah seorang anak buah Cho Kang Woo mengambil pistolnya dan megarahkan pistol itu tepat ke kepala kyuhyun, bersiap untuk menembak kyuhyun kapan saja.

Aku langsung mengambil dua buah pistolku dan memegangnya masing-masing ditangan kanan dan kiriku.

Continue reading

8

[Freelance] Mafia Princess part 2

Helloo I’m back !

Mafia’s Princess (Part 2)

author                         : ifaaaa
Genre                         : Romance, Action
Cast                : Cho Kyuhyun , Nichkhun , Song Victoria , (OC) Cho Ha-Ra
Length                        : Part 2-?

Diclaimer        : This Fanfict is mine, also all of the story is mine except kyuhyun,khuntoria and other cast are belong to them self. Don’t take my ff without my permission.

Pernah dipost di : ahnjunkyong.wordpress.com

NO SILENT READER !

Previously :

“oh yaya. Kau benar-benar gadis yang unik.”

Nichkhun menatap mata Victoria. Ada sesuatu didalam gadis ini yang membuatnya langsung… jatuh cinta sejak pertama mereka bertemu.

“victoria?”

“ya?”

Nichkhun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia bingung bagaimana caranya untuk menyampaikan isi hatinya pada Victoria.

“errrr… kau, mau jadi kekasihku tidak?”

****

Author’s pov
“kau mau menjadi kekasihku?”
Victoria kaget dengan pernyataan tiba-tiba dari Nichkhun.
“a..aku, haha kau bercanda ya Nichkhun-ah!”
“aniyo. Jika kau tidak mau juga tidak apa-apa kok.”
“tidak! aku mau kok!” Ujar Victoria setengah berteriak.
“wow, bersemangat sekali Song Qian?” Nichkhun memencet hidung Victoria(.____.)
“aaw, eh darimana kau tau nama asliku?”
“hehe, sebenarnya sudah sejak lama aku menyukaimu. Jadi aku sudah mengetahui segalanya tentangmu, Qian”
“tahu semuanya? aku rasa tidak!”

Victoria mencibir.
ting.. tong..
“sepertinya ada tamu Victoria-ah.”
“sebentar.” Victoria berlalu menuju pintu dan membukanya.
“annyeong onnie!!!” sapa seseorang dengan suara keras membahana(?) ditambah cengiran lebar dibibirnya.
“Ha-Ra!” Victoria langsung memeluk Hara singkat.
“kenapa kau tidak meneleponku dulu kalau kau mau kesini?” Victoria mengacak-acak rambut Hara.
“hhh…kan kemarin aku sudah memberitahu onnie kalau aku akan kesini!”
Victoria mengetukkan jari telunjuknya ke keningnya sendiri.

mencoba mengingat-ingat.
Continue reading

17

[Freelance] Unrequited

Author : Ry Yuiri

Main Cast : Victoria (fx), Nichkhun (2 pm),

Support cast : Choi Minho (SHINee), Yoona (SNSD), Chansung (2pm)

Genre : Romance

Category : Oneshot FF

Rating : AG

Tag : Victoria, Nichkhun

“Anyeong Haseo (benar tidak tulisannya?) ini adalah FF pertama saya lho. Benar-benar FF pertama saya. Saya tergerak untuk membuat FF saat menonton virtual couple Khuntoria di salah satu episode WGM. Saya kemudian mulai berimajinasi, apa yang terjadi  ya ketika syuting mereka telah berakhir? Dan pada akhirnya, FF ini jadi J. Mungkin karya ini tak sebagus yang saya ataupun kalian kira. Tapi yah, let’s enjoy it J.”

Salam, Ry Yuiri.

____________________________________________________________________________________

Beberapa minggu…

Ah tidak, hari ini telah berbulan-bulan kiranya selepas berakhirnya syuting reality show We Got Married bersama dengan Victoria. Sudah berbulan-bulan kiranya, aku tak pernah bertemu langsung dengan yeoja itu. Tak pernah lagi menyaksikan candanya, ataupun mendengar suaranya yang lucu.

Kenapa aku malah menghitung hari-hari itu?

Apa aku benar-benar telah jatuh cinta?

Jujur saja,  aku tak pernah ‘benar-benar’ jatuh cinta. Maksudku, aku jatuh cinta namun tak pernah ‘benar-benar’ jatuh cinta. Menurutku, wanita-wanita itu hanya seorang pelipur lara. Hanyalah sebuah hadiah yang dikirim ke permukaan bumi demi menyenangkan pria-pria kesepian. Bukankah takdir alam memang berkata seperti itu?

Namun mengapa aku merasa kosong seperti ini?

“Nichkhun-hyung, beberapa menit lagi kita akan naik ke atas panggung,” Chansung memecahkan pikiranku, meleburkannya ke dalam pecahan-pecahan kecil. Dia menghampiriku dengan kostum peraknya. Sungguh tak jauh berbeda dengan kostum milikku.

Aku tak segera sadar begitu saja. Aku meliriknya terlebih dahulu, kemudian mulai menghayal lagi. Chansung mengernyitkan alisnya yang penuh glitter perak, dia duduk berseberangan denganku. “Kau kenapa, Hyung? Sakit?”

Aku menatap Chansung lagi, tersenyum sesaat seolah-olah tak ada apa-apa. Aku menjawab tatapannya, “Aniyo, capek mungkin. Haha. Sudahlah, kenapa kita malah berada di sini? Seharusnya kita telah berada di belakang panggung.”

Dalam diam, aku meninggalkan Chansung yang masih menampakkan wajahnya yang penuh akan pertanyaan. Secepat aku meninggalkannya seorang diri, secepat itu pula ia melupakan kejadian tadi.

Mungkin, melupakan adalah jalan yang terbaik, apa kau punya pendapat?

***

Victoria memijat lehernya perlahan-lahan,  ia merenggangkan seluruh ototnya hingga lemas. Tak ayal, sesekali ia memukul-mukul kepalanya ringan akibat migran yang menyerangnya secara membabi buta.

Choi Minho membawa beberapa minuman dingin, ia menyodorkannya ke Victoria yang tengah sibuk dengan pemijatan oleh dirinya sendiri. “Capek?” tanyanya.

Victoria tidak merespon, ia meraih minuman kaleng tersebut dan meneguknya hingga setengah. “Gomawo,”  Victoria akhirnya berkata.

Sunyi menyelimuti mereka berdua.

Victoria membuka suara di tengah kesunyian mereka, “Minho-sshi… saya sudah lama merasa aneh.”

“Aneh? Maksudnya aneh kenapa?”

“Ehm…” Victoria mengerutkan keningnya, menatap dalam-dalam ke atap meskipun ia tahu bahwa ia tak fokus. Dia mengekspresikan dirinya yang tengah berpikir.  Minho tersenyum, merasa geli melihat wajah imut Victoria.

Victoria melanjutkan, “Kenapa ya, fans-fans akan brutal saat melihat artis idolanya pacaran? Apa mereka tak ingin orang yang dia sayangi bahagia?”

Minho tertawa sembari memegangi perutnya. Ia tertawa bukan karena pertanyaan polos Victoria, namun ia tertawa karena melihat gaya bicara Victoria yang lucu saat menanyakan hal itu. “Kau kenapa, Minho-sshi?”

Ania…” Minho berhenti memegangi perutnya yang geli. Ia mencoba untuk serius. “Saya tidak tahu, mungkin Noona bisa tanya sama mereka.”

Victoria memonyongkan bibirnya, ia mendesah kesal.

“Jadi, kita sekarang berbicara tentang Nichkun-Hyung ya?” Minho menebak-nebak asal sembari tertawa geli. Ia tak tahu kalau wajah Victoria seketika berubah menjadi merah bagaikan buah kesemek.

Victoria mengalihkan pembicaraan cepat , “AH! Saya akan ke ruang make-up … pemotretannya bakal dimulai dan jangan telat, Minho-sshi.”

Victoria meninggalkan ruangan dengan muka yang memerah. Dia menggigit bibirnya pelan. Apa yang akan terjadi jika saya benar-benar jatuh cinta dengan seseorang yang tak semestinya saya cintai?

***

Dempulan bedak tipis disapukan di sekitar wajah  cantik Victoria. Lipstick bening dioleskan pada permukaan bibirnya yang mungil.

Saat ini, wajah Victoria bagaikan seorang putri.

TV yang terpasang dalam ruang rias menampilkan konser 2pm sedari tadi. Victoria tak dapat menahan dirinya untuk tidak menyaksikan mantan suaminya tampil dalam acara tersebut. Sesekali Victoria tersenyum saat melihat Nichkhun menampilkan image-nya yang cool. Di atas panggung, Nichkhun bagaikan sebuah bintang yang bersinar terang. Paling terang di atas langit.

Victoria terkejut saat layar televisi tiba-tiba beralih menampilkan duet mesra antara Nichkhun dan Yoona. Mereka berduet di atas panggung yang sama. Mereka berduet. Berduet dengan mesra. Mereka berduet sembari saling menggenggam tangan masing-masing. Mereka bernyanyi sambil saling menatap. Menatap dengan ekspresi bahagia.

Nichkhun sedang bekerja, Victoria hanya dapat menyimpulkan fakta itu. Itu hanyalah pekerjaan. Ya… hanyalah pekerjaan.

Namun ekspresinya, senyumannya, tatapan matanya….

Tunggu dulu, Apakah… Nichkhun juga menganggap Victoria hanya tuntutan pekerjaan? Victoria baru memikirkan fakta itu. Atau jangan-jangan Nichkhun berbaik hati kepadanya hanya untuk menaikkan rating acara, iya kan?

Omo… Khunna!” seorang gadis yang Victoria tak kenal berteriak tak jauh darinya. Khunna? Apa bedanya sebutan itu dengan Khuntoria?

Di mata Nichkhun, semuanya mungkin sama saja.

Gadis yang tadinya berteriak berkata lagi, “Uwa… Mereka sangat serasi iya kan? Aku sudah dari dulu berharap mereka akan dipasangkan. Akhirnya semuanya terwujud… Aigoo! Sungguh, sangat serasi!” perkataannya bagaikan pedang yang menusuk ulu hati Victoria.

Pada intinya, cinta ini akan terkubur dengan sendirinya, iya kan?

Tak lama berselang, pelukan dari belakang dilakukan oleh Nichkhun. Ekspresi Yoona terkejut, seolah-olah hal itu tidak masuk dalam skenario panggung. Merupakan kejadian yang natural.

Gadis yang merupakan fans Khunna itu berteriak lagi. Melengking. Menyayat telinga Victoria.

Victoria membeku, tulang-tulangnya serasa meleleh. Suara-suara seakan lenyap tak berbekas.

Victoria merasa lengannya ditarik oleh seseorang. “Vic-Noona, pemotretannya bakal dimulai,” Minho menarik lengan Victoria keluar dari ruangan, tidak memperdulikan Victoria yang bahkan belum berganti kostum pemotretan.

Minho berbisik, “Kau terlalu mudah untuk ditebak, Noona…”

***

Beberapa menit setelah pentas, twitter milikku kebanjiran. Mereka mempermasalahkan duetku tadi dengan Yoona. Semua itu memang telah direkayasa dan itu adalah pekerjaan, kenapa mereka begitu sibuk mengurusi urusan orang lain?

Banyak yang kegirangan, dan banyak pula yang menudingku dengan mengatasnamakan Khuntoria. Aku tak tahu harus membalas yang mana dan bagaimana. Salah-salah, karirku lah yang dipertarukan.

“Oppa…” suara manja itu berbisik di telingaku. Menggelitik naluriku.

Yoona.

Gadis itu duduk tepat di sampingku, mengintip-intip kegiatan yang tengah kulakukan. “Lagi apa?” tanyanya.

“Biasalah. Twitter.”

Yoona membulatkan mulutnya pertanda ia telah mengerti.

“Oppa… Yoona bahagia banget tadi,” Yoona berkata dengan manja. Kemudian ia melanjutkan, “Apa Oppa juga senang?”

Yoona itu memiliki senyuman yang imut. Aku akui itu. Dulu, dulu sekali, aku sempat tergoda dengan senyumannya yang imut. Sebentuk lengkungan tipis yang sangat indah.

Aku mengangguk sekilas atas pertanyaan yang diberikannya. Gadis itu bersorak, tersenyum malu-malu.

***

Job Khunna kebanjiran pelanggan.

Aku lelah ketika harus membagi waktuku antara Khunna dan 2pm. Banyak yang bertubrukan satu panggung sehingga aku harus siap-siap kelelahan karena mesti ganti pakaian dan make-up dengan cepat.

Aku mulai bosan kerja.

Nah, apalagi hari ini. Setelah aku bercapai-capai ria dance dengan 2pm. Aku mesti bolak-balik ruang ganti untuk tampil lagi dengan Yoona di sebuah acara award.

“Nichkhun-sshi!” seorang pria paruh baya menyapaku. Aku menerka-nerka bahwa ia adalah script-writer acara ini.

Ne?”

“Saat kau tampil nanti, tolong rangkul Yoona ya, di lehernya, di pinggangnya atau yang mana saja itu semua terserah kamu.” Lelaki itu menjelaskannya kepadaku dengan semangat. Ah, lagi-lagi hal ini terjadi.

Ne…” aku tak bisa berkomentar lebih banyak. Apa yang semestinya kuperbuat? Bukannya ‘benar’ bahwa aku dan artis-artis lainnya itu hanyalah sebuah boneka hiburan?

Aku tak peduli.

Award music kali ini benar-benar megah seperti tahun-tahun sebelumnya. Awalnya, aku sedikit gugup mesti bernyanyi berdua di panggung sebesar ini. Apalagi dengan tuntutan bahwa aku mesti beradegan rangkul-rangkulan dengan Yoona.

Aku tak menduga bahwa Victoria juga akan ada.

Dia berada di sana. Duduk satu meja dengan anak-anak kami –ah… maksudnya, mantan anak-anak kami. Dia tampak cantik dengan setelan gaunnya yang anggun. Dengan rambut ikal yang panjang dan senyuman yang manis. Sungguh, dialah yang tercantik.

Aku bernyanyi sambil sesekali menatap wajahnya. Aku tak peduli di sampingku ada Yoona. Mataku hanya menuju dirinya.

Aku lupa kalau aku mesti beradegan mesra.

Apa yang mesti aku lakukan?

Kenapa aku mesti melakukan adegan ini di hadapan Victoria? Oh ya ampun. Apapun. Asal jangan di hadapan Victoria.

Tidak bisa. Aku seorang yang professional.

Aku merangkul pundak Yoona sehingga semua penonton berteriak histeris. Wajah Victoria terkejut, aku tahu itu. Namun ia hanya bisa tersenyum. Bertepuk tangan pelan.

Sungguh, aku merasa bahwa aku adalah lelaki paling bodoh sedunia.

***

Saya menyerah, Victoria berbisik dalam hati. Artis seperti dirinya tak diperbolehkan untuk jatuh cinta. Seolah-olah hal itu merupakan hukum alam tanpa persetujuan. Alih-alih, toh dirinya akan sakit hati. Teriris.

Mereka akhirnya selesai bernyanyi. Wajah Nichkhun maupun Yoona berseri-seri bahagia, mungkin hanya itu yang dapat disimpulkan oleh Victoria.

MC yang sedari tadi menggoda Nichkhun dan Yoona akhirnya melayangkan pertanyaan yang menohok batin Victoria, “Nichkhun-sshi… sekarang kamu pilih siapa diantara Victoria atau Yoona?”

Keringat dingin membanjiri tubuh Victoria, dadanya berdentum-dentum gemetaran. Victoria menunjukkan kegugupannya dengan meremas-remas jemarinya, kuat.

Nichkhun tertawa lepas, meski tak ada yang tahu apa penyebab pastinya. Sementara saat ini, ada banyak mata yang menatap Victoria. Splash dari kamera menghujani dirinya, membuatnya kelimpungan sedikit.

“No comment,” jawab Nichkhun cepat. Tampaknya, Sang MC tak puas oleh jawaban Nichkhun, ia kemudian bertanya lagi, “Kalau begitu, kau bahagia saat bersama siapa, Yoona atau Victoria?”

Seketika, senyuman itu lepas dari wajah Nichkhun.

***

Oh ya ampun, mengapa hal ini harus terjadi?

MC sialan ini terus saja menanyaiku dengan pertanyaan-pertanyaannya yang juga sialan. Apa yang mesti aku katakan?

Ini di hadapan publik. Itu masalahnya.

“Aku bahagia dengan kedua-duanya,” jawabku singkat. Aku tak peduli lagi jika MC itu puas atau tidak. Terserah dia saja.

Tampaknya memang MC-nya belum puas. Dan sebelum dia mulai bertanya-tanya pertanyaan-pertanyaan aneh lagi, aku memutuskan untuk menarik lengan Yoona keluar dari panggung.

Suara teriakan mulai terdengar lagi dan kemudian aku berpikir bahwa aku melakukan hal bodoh lagi.

***

Akhirnya, segala kejadian menakutkan itu telah usai.

Perasaanku masih kacau balau akibat kejadian tadi, apalagi, pertanyaan-pertanyaan dari para fans menderaku bertubi-tubi. Bahkan member 2pm pun, ikut-ikutan seperti mereka. Membuat emosiku memuncak mencapai ubun-ubun.

Beberapa menit  setelah berganti pakaian di ruang ganti, aku bermaksud menemui Sulli dalam ruangan khusus untuk f(x).  Seperti biasa, kami akan membicarakan masalah reality show yang kami pegang bersama sebagai MC. Hitung-hitung, ruangan tersebut mungkin beberapa ruangan setelah ruangan ini.

Kembali lagi ketika aku melangkahkan kakiku keluar ruangan, pertanyaan-pertanyaan itu menderaku bertubi-tubi, tak henti-hentinya mereka bertanya sehingga aku akhirnya memberi respon senyuman untuk membuat mereka mengerti. Namun sayangnya, mereka terlihat semakin tak mengerti. Semakin meledak-ledak layaknya orang kesurupan.

Ada sesuatu yang menghentak-hentak jantungku dan meletup-letup bagai berondong jagung ketika aku benar-benar berada di muka ruangan itu, kini. Ujung jemariku sulit menyentuh gagang pintu. Apakah Victoria ada di dalamnya? Bagaimana aku mesti menemui Victoria jika Victoria benar-benar berada di dalam?

Aku memberanikan diri untuk memutar gagang pintu dan menghambur ke dalamnya. Tubuhku menegang menyaksikan pemandangan yang terpapar di hadapanku.

Tubuhku seketika remuk redam, menyelam dalam lautan petir basah.

***

“Noona, kau tidak apa-apa?” Minho duduk berhadapan dengan Victoria yang tengah memucat. Mimik gadis itu menggambarkan bahwa ia terguncang hebat. Sangat mudah membaca keadaan gadis itu.

Victoria tak menjawab apa-apa atas pertanyaan Minho.

Minho tak menyerah, “Noona, kita sudah kenal sejak lama, saya tahu bagaimana seorang Victoria-sshi. Victoria-sshi tidak mudah menyerah akan apapun. Sesulit apapun rintangan itu, Victoria-sshi selalu yakin kalau Victoria-sshi pasti dapat menaklukkannya. Saya yakin dengan Victoria-sshi, saya percaya.” Minho tersenyum lembut. Menggenggam jemari Victoria yang mendingin akibat rasa shock yang menerkamnya.

Victoria tak merespon sama sekali, tatapannya lurus tak menentu. Minho kemudian melanjutkan perkataannya, “Dan ketika Victoria-sshi benar-benar tak sanggup menanggung semuanya, saya akan tetap disini. Berada di sampingmu.”

Perkataan Minho membuat Victoria mengangkat wajahnya. Mereka saling bertatapan. Victoria menatap kedua bola mata Minho dengan sayu, menguarkan kesedihan yang mendalam yang ada di dalam hatinya. Sementara itu, debaran halus mulai berkembang dalam hati Minho. Debaran-debaran itu tak lama menjadi semakin terasa tatkala Victoria semakin dalam menatap wajahnya. Tatapan sayu yang indah. Sepasang mata itu mencari-cari ketulusan yang sesungguhnya.

Victoria menemukan ketulusan di dalam mata Minho. Segalanya perlahan-lahan mencair. Jemari lentik Victoria mulai meremas jemari Minho.

Mereka berciuman.

Victoria berciuman dengan Minho, merasakan bibir lembut namja itu untuk pertama kalinya. Bahkan, bersama Nichkhun pun, ia tak pernah melakukan ini.

Deru nafas mulai terdengar di wajah kedua insan tersebut. Aroma manis menguar diantara keduanya. Perasaan Victoria menghangat, meski tidak hangat seutuhnya.

Tiba-tiba, pintu terbuka.

Dan dengan ekspresi keterkejutan yang terpancar dari wajahnya, Nichkhun menyaksikan mereka berdua.

“Nichkhun-sshi…” Victoria berkata pelan setelah melepaskan ciumannya dengan Minho. Selama beberapa detik, hening menyelimuti mereka. Keheningan ganjil itu membuat mereka larut dalam pikiran masing-masing.

“Ehm…” Nichkhun bersuara. Perasaannya tercampur aduk. “Aku..Ehm…Sulli ada?”

Nichkhun tak dapat menata perkataannya. Perasaannya benar-benar tercampur sehingga untuk mengucapkan satu kata pun sangat sulit dilakukan. Bibirnya seakan terkunci  akibat menyaksikan pemandangan menyakitkan tadi.

Sama dengan Nichkhun, mulut Victoria juga turut pula terkunci. Gadis itu tak dapat mengucapkan apapun lagi, lidahnya kelu.

Minho memecah suasana, “Dia sedang tidak ada. Mungkin keluar bersama dengan member lainnya…” ujarnya tenang. Nichkhun bergegas pergi dari hadapan mereka, sementara Victoria semakin terpuruk pada keadaannya.

Nichkhun melihatnya berciuman dengan orang lain, apa yang mesti dia lakukan?

Tapi yah, Victoria berpikir, dirinya tak ada ikatan apapun dengan Nichkhun. Mungkin namja itu biasa saja melihatnya berciuman dengan lelaki lain. Mungkin di mata Nichkhun, dirinya bukan apa-apa.

Victoria menyerah akan perasaannya.

***

Secepat mungkin, aku ingin keluar dari situasi ini.

Aku masih tak dapat mempercayai ini, kejadian ini sungguh amat sulit untuk dipercaya. Bagaimana mungkin Victoria dapat berciuman dengan orang lain tepat di hadapannya?

Aku melangkah cepat-cepat sejauh mungkin dari ruangan tadi. Aku tak tentu arah. Segalanya terjadi begitu cepat sehingga aku belum siap akan semuanya. Tubuhku masih didera shock yang lumayan mengentak-hentak, membuatku kelimpungan.

Banyak orang yang menyapaku hanya sekedar menanyakan keadaan atau memberi salam, namun aku sedang tidak ingin untuk merespon mereka. Aku tidak bisa.  Ada bunyi nyaring di telingaku sehingga aku tak dapat mendengar suara apapun selain itu, tidak ada.

Aku berjalan cepat bagaikan berada di atas angin. Kemudian aku memasuki sebuah ruangan secara acak. Apapun itu, asalkan aku dapat meredakan emosiku yang meledak-ledak ini.

Ternyata, ruangan itu dipenuhi oleh anggota SNSD dan Yoona ada diantaranya. Aku tak berkata apa-apa namun mereka langsung heboh melihatku. Aku tak tahu apa yang mereka lihat dariku sehingga mereka menjadi heboh mendadak,  namun melihatku hening selama beberapa detik, mereka membiarkan aku dan Yoona berduaan.

“Oppa… Kau kenapa? Kamu berkeringat banyak…” Yoona bertanya sambil membungkukkan dirinya agar data menatap mataku. Aku tetap terdiam.

Kenapa aku berada di sini? Aku juga tidak tahu.

Aku melihat sebotol air putih yang belum terbuka. Aku meraihnya cepat dan meneguk beberapa. Air segar mengalir ke tenggorokanku, meredakan panas yang meguar dari seluruh tubuhku. Pikiranku mulai dingin.

Wajah Yoona masih bertanya-tanya, dan aku tetap dalam diam. Lagi-lagi tanpa mengucapkan sepatah dua kata, aku menghempaskan diri di atas sofa panjang hitam. Aku memejamkan mata sebentar. Segalanya telah berakhir.

Ya, tak ada yang dapat menyangkal kalau-kalau segalanya telah berakhir.

Aku kemudian membuka mata. Mengerjap-ngerjap akibat penerangan yang secara tiba-tiba. Dan kemudian, selepas aku membuka kedua mataku, aku telah mencoba untuk melupakannya.

***

Beberapa tahun kemudian…

Dulu, lama sekali, Victoria dan Nichkhun mengubur sebuah time capsule yang berisikan kenangan-kenangan mereka. Mereka menguburkan benda tersebut di bawah pohon yang rindang selepas syuting episode terakhir We Got Married. Victoria sebenarnya tak ingin pergi ke sana karena ketika ia berada di sana, maka kenangan-kenangan lama itu akan menguar, memuncak kembali dalam hidupnya.

Victoria awalnya tidak ingin berniat untuk menggali time capsule itu kembali. Namun alarm pertanda hari ini telah waktunya tidak jemu-jemu mengingatkannya. Ia tidak ingin tindakannya itu akan mengusik kecemburuan suaminya.

Ya, dia telah menikah sejak setahun yang lalu.

Sejak kejadian ciumannya itu, dirinya dan Nichkhun tak pernah lagi bertegur sapa. Mereka hanya sekedar melempar senyum bagaikan orang asing. Apalagi, dia dan Minho pacaran sejenak. Hubungannya dengan Nichkhun akhirnya meregang dan pada akhirnya, mereka kehilangan kontak satu sama lain.

Victoria menikah dengan seorang pengusaha asal China yang tua tiga tahun di atasnya. Victoria telah meninggalkan dunia entertainment sejak dirinya menikah. Meskipun begitu, dia mengakui kalau ia bahagia. Perlahan-lahan, ia mulai mewujudkan impiannya. Bahwa dirinya akan membuka toko roti, yang kemudian berisikan makanan khas Cina, Korea dan seperti janjinya, masakan Thailand. Sementara Nichkhun, ia keluar dari 2pm dan kembali ke Thailand. Untuk alasan pastinya, Victoria juga tak tahu.

Victoria turun dari mobilnya sendirian. Pohon itu kembali mengingatkannya kepada saat-saat yang hangat itu. Vicotria memandang sayu, ia berjalan perlahan menyentuh kulit dari pohon tersebut, merasakan teksturnya yang kasar. Kemudian, tatapannya teralih ke tanah tempat time capsule itu terkubur.

Victoria telah membawa alat perkakasnya dari rumah, ia mulai menggali tanah yang terhampar di hadapannya. Ia sangat ingat bahwa time capsule itu terkubur di sini. Terkubur dengan berbagai kenangan-kenangan itu.

Dia terpekik saat sekop kecilnya menyentuh sesuatu yang keras. Dan disanalah, time capsule itu berada. Sebuah kotak yang berbentuk harta karun dan bertuliskan Khuntoria pada tutupnya. Victoria tersenyum pahit.

Dengan sapu tangan merah muda yang ia bawa, dia membersihkan tanah yang menumpuk pada benda tersebut. Ia mengeluarkan kunci yang tersimpan di dompetnya, perasaannya campur aduk. Kemudian, benda itu terbuka. Berbunyi klik pelan.

Udara semakin dingin dan angin bertiup sayup-sayup. Victoria hampir mengeluarkan seluruh isinya. Dia tersenyum geli saat melihat DVD episode we got married. Berbagai foto-foto saat mereka memasak bersama, dimana mereka benar-benar terlihat seperti sepasang suami istri nyata.

Kemudian, foto saat mereka mengandarai kuda di Thailand. Belum lagi foto-foto ketika dirinya dibawa oleh Nichkhun menemui keluarganya. Sesuatu yang menyesakkan menghantam dada Victoria, mereka memang tak mengatakan cinta. Mereka mungkin hanyalah virtual couple dimana segalanya terlihat tidak nyata. Namun, seluruh kebahagian terpancar dari kedua bola mata mereka.

Victoria merasa asing ketika ia mengeluarkan sepucuk surat dari dasar kotak tersebut. Setahu Victoria, mereka tidak pernah menyelipkan apapun ke sana. Namun mengapa surat itu ada disana? Apakah mungkin ada seseorang yang pernah membuka time capsule ini sebelum dirinya?

Perlahan-lahan, Victoria membuka lipatan kertas itu. Kemudian membaca isinya yang dituliskan dengan agak berantakan.

To My Victoria…

Saat aku sedang menuliskan surat ini, aku melihat kau yang sedang bahagia bersama dengan pendamping hidupmu yang sebenarnya. Berita itu disiarkan besar-besaran sehingga aku yang tak ingin melihat pun, terpaksa melihatnya. Hahaha, apa aku terlihat jahat, Victoria?

Pertama-tama, maaf ya, tulisanku tak pernah bagus. Kita berdua adalah pendatang, tapi, bertahun-tahun aku berada di Korea, tulisanku tak pernah berubah menjadi bagus.

Maafkan aku yang melanggar janji untuk membuka time capsule ini lebih dulu dibandingkan dengan dirimu. Namun ketahuilah, mungkin ketika saat itu datang (saat kita telah diperbolehkan membuka benda ini,  aku mungkin sudah tidak ada di sana. Aku tak sanggup

.Aku mencintaimu Victoria. Bukanlah ‘pernah’ mencintai, namun tetap mencintaimu. Sampai saat ini pun, aku mencintaimu. Aku tak tahu kenapa, kaulah satu-satunya wanita yang pernah membuatku seperti ini. Jatuh cinta sejadi-jadinya. Kau masih ingat kan saat-saat aku membawamu ke rumahku? Perasaanku menghangat saat melihatmu bersama keluargaku. Apalagi, ibuku telah menganggapmu benar-benar sebagai istriku dan sebagai menantunya.

Dan kemudan, hari ini, kau telah menemukan suamimu yang sebenarnya.

Tidak usah takut bahwa aku akan menculikmu atau apa, aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Aku yakin, suatu saat Tuhan akan mendengarkan doaku. Aku rela dengan sepenuh hatiku. Aku hanya akan melihatmu dari tempat-tempat yang tidak terlihat olehmu. Aku akan menjadi apa pun. Aku akan tetap ada di dekatmu, bersamamu, meski suatu saat nanti aku meninggal dan tak berwujud lagi. Tapi cintaku akan terus ada di sisimu. Terus bersemayam di hatimu. Aku pasti akan selalu ada kapanpun kau memanggil namaku. Aku akan menjadi angin yang menyejukkanmu saat kau diterpa terik mentari. Aku akan menjadi satu-satunya bintang di langit saat kau melihat di kegelapan malam. Aku akan menjadi nyanyian dan lirik lagu untuk membuatmu tentram dan tenang. Apapun, kapanpun, cintaku akan selalu bersamamu. Cintaku akan selalu melindungi kalian.

Dari seseorang yang selalu mencintaimu dengan tulus.

Kemudian, surat kejujuran itu pun berakhir. Victoria mengusap matanya yang telah berair sejak tadi. Wajahnya memerah akibat kesedihan yang menderanya. Ia akhirnya tersadar kalau ternyata, dahulu cinta itu pernah ada. Mereka pernah saling mencintai. Mereka pernah mempunyai perasaan saling memiliki. Dan amat disayangkan, cinta itu akan terwujud ketika mereka saling mengucapkan secara nyata. Dan meskipun seperti itu, semuanya tetap sama saja. Tak ada yang dapat diubah.

Cinta yang pernah kami tumbuhkan, pada akhirnya tetap menjadi sesuatu yang tak berbalas dan selamanya akan tetap seperti itu.

 

TAMAT.

Thanks for reading :)

 

4

[Frelance] Last Lost

BY          : IRENA PARADISA AZARINE

Call me Erin !!

Add my facebook please !!

http://www.facebook.com/profile.php?id=100000467093692

You also can read my first FF on www.imajunasiku.blogspot.com

THANKS FOR YOUR ATTENTION

READ IT < PLEASE ..

LAST LOST

Actors            :

  • Taeyeon        (SNSD)
  • Key                 (SHINEE)
  • Siwon             (SUPER JUNIOR)
  • Park bom      (2NE1)
  • Victoria          (Fx)

Theme           :

Kesalahan dimasa lalu …

Persahabatan !

NARRATIVE:

Cerita ini bercerita tentang seorang perempuan yang bernama taeyeon. Ia hidup bersama paman dan bibinnya yang memperlakukannya seperti pesuruh, ia tak mengetahui sama sekali tentang orang tuannya. Setiap ia bertanya kepada paman dan bibinnya, mereka hanya menjawab “jalani saja hidupmu !! ada atau tak ada orang tuamu. Hidupmu juga akan seperti ini”. Ia sangat bersyukur karena bisa bersekolah, karena beasiswannya, dan dana bantuan dari

Continue reading