0

Secret of Life

CAST

:: Henry Lau

:: Zhoumi

:: Tan Hanggeng

:: Victoria

:: Kim Kibum (slight)

 

GENRE

:: Family :: Angst :: Tragedy

 

RATED

:: Aman

 

DESCLAIMER

:: All member’s SuperJunior (13ELIEFE to PROM15E) belongs to GOD, their PARENTS, SMENT, FanBase, and absolutely ELF. But this FanFict real belong to me ^^

 

Happy reading gurlsssss ;)::

 

::

Seorang namja duduk terisak di sebelah peti mati berwarna hitam gelap. Tak hentinya ia menangis sesegukan membuat para pelayat lain merasa iba. Bukan para pelayat itu tak ingin menghampiri namja tampan itu, hanya saja mereka takut jika namja itu tiba-tiba mengamuk dengan kondisi kalutnya sekarang.

Continue reading

Advertisements
21

Monster Fiancee : My Housekeeper! :(

Cast : Cho Kyuhyun, Han Soo Seok, others

Backsound : Mirotic-TVXQ (gak nyambung sama cerita)

Diclaim : They’re belong to God. Kyuhyun not belong to SMent! Story’s mine

A/N : Aku tahu, kehadiranku adalah sesuatu yang gak di harapkan. Dan se-enak jidadnya muncul langsung nge-spam WFF. Aku kangen sama reader di sini…

Warning! : Kyu yang sangat OOC karena di sini dia cerewet, bawel, Super romantis! Kayak ibu-ibu rumah tangga! Dan PINTAR memasak!

Clikc ‘Back’ sebelum anda muntah dan flame Fict saya!

xxx

“You wanna be my Housekeeper?”

xxx

Aish! Rasanya aku ingin menarik kata-kata itu lagi dari mulutku!
Benci sekali rasanya setiap berhadapan dengannya.

Okay, mungkin alasan pertama kurang masuk akal.

Tapi, kalau ada dia di apartemen ku, rasanya aku sulit bernafas.

Dan alasan kedua adalah! Dia cerewet! Menyebalkan! Dan semua keburukan ada padanya!

Karena aku dan dia sama-sama bergolongan darah A, kami tidak akan pernah akur.

Dan kalian pasti tahu kan, golongan darah A itu sama-sama mempunyai sifat Narsisme yang akut, jadi saat berdua dengannya kami akan saling memuji diri-sendiri .__.)

Ini yang paling penting…Dia terlalu tampan untuk menjadi housekeeperku!!!

**

“Sooya!”

“Hmm?”

Kyuhyun mengerutkan kedua alisnya tanda dia tidak menyukai jawaban gadis di hadapannya ini.

“Kau sudah mengerjakan tugas fisikamu?”

Pertanyaan itu membuat Soo Seok -gadis di hadapannya- tertawa licik.

“Biar saja Hye Ra (Ijin nama ya Ga~~) yang mengerjakannya”

Pria berambut coklat tua itu terkejut. Dia melepas apron green peasnya, menarik tangan gadis yang sedang serius menjadi Netizen*  itu masuk ke dalam kamarnya.

“Ayo! Mana tugasmu?!” tagih Kyuhyun mengulurkan tangannya. Soo Seok menggaruk telinganya.

“Nanti saja, aku sedang mengurus me2day ku”

Kyuhyun segera mencegat pintu satu-satunya yang ada di kamar itu dan menggeleng keras.

“Tidak Han Soo Seok!”

“Ungh…please?”

“Absolut ikke**!”

Soo Seok semakin memajukan bibirnya. “Aku tidak suka kalau kau mulai memakai bahasa Dannish! Baiklah! Ayo kerjakan tugasnya!”

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan dan kembali memakai apronnya.

**

“Kalau kau membencinya, kenapa kau tidak memecatnya menjadi housekeeper mu heh?”

Soo Seok menoleh malas ke arah Hye Ra yang masih sibuk mengerjakan pr lainnya milik Soo Seok.

“Alasan pertama! Dia cukup tampan, atau malah terlalu tampan untuk menjadi housekeeperku. Alasan kedua! Aku terpaut kontrak dua tahun dengannya. Kalau tidak aku akan mengganti dua puluh juta won untuk si ‘Tampan’ itu. Arraseo?!”

Hye Ra tersentak kaget. “Aigo! Banyak sekali. Kenapa dua puluh juta, hah?”

Soo Seok menghisap lollipopnya keras-keras, menyalurkan kekesalannya.

“Dia yang memutuskan! Aku ditipu, awalnya appa menawarkan karena dia tampan. Tapi, ternyata! Cih! Dia lebih cerewet dibanding dengan eomma!”

Hye Ra terkekeh sebentar. Mengembalikan buku tugas Soo Seok yang telah terisi jawaban.

“Terserah, tapi kurasa appamu ada rencana menjodohkanmu dengan pria itu”

Soo Seok tersedak salivanya sendiri. “Kau pikir kita sedang bermain drama apa?! Mana mungkin appa menjodohkanku! Ini abad ke-21 tahu!”

Hye Ra mengendikkan bahunya. “Mungkin saja, mengingat pria itu pintar berbahasa Dannish, Mandarin, English, Prancis, dan dia kuliah di Inha University”

Soo Seok memutar bola matanya tanda dia tidak menyukai arah pembicaraan ini.

“Cih, awas saja appa akan menjodohkanku dengan si bawel itu! Aku akan mencoret namaku dari daftar keluarga Han!”

Hye Ra terkikik. “Kau akan menelan ucapan mu itu nanti”

**

Soo Seok menelan ludahnya begitu pria tinggi keturunan China lewat di hadapannya, melewatinya begitu saja, seolah kehadiran Soo Seok dalam matanya is nothing.

“Zhou Mi” panggil Soo Seok akhirnya, yeah, kalau bukan dia yang memanggil, sampai kapan mereka akan perang dingin terus seperti ini?

Pria bernama Zhou Mi itu menoleh dan menatap datar Soo Seok. “Ada apa?”

Gadis berumur enam belas tahun ini menggesekkan ujung sepatunya gugup. “Apa kau bisa ke apartemenku nanti?”

Pria itu berfikir sebentar. “Boleh, kau tunggu aku saja di gerbang, bye” dan, akhirnya, dua menit itu berakhir.

Apa yang harus Soo Seok rasakan? Gembira karena Zhou Mi mau main ke apartemennya lagi? Atau sedih karena pembicaraan mereka hanya sepanjang ini?

**

Hye Ra terkikik setelah gadis yang lebih muda darinya ini menceritakan soal insiden berbicara dengan Zhou Mi.

“Zhou Mi dingin padamu kan karena kejahilanmu sendiri, Sooya”

Soo Seok mendesah berat, dia menumpukan dagunya pada kedua tangannya. “Aku benci diriku yang dulu. Rasanya ingin mengulang lagi di kelas satu”

Hye Ra membulatkan matanya. “Heh! Harusnya kau bersyukur masuk kelas akselerasi dan bisa di kelas tiga ini!”

Soo Seok menggeleng. “Aku mau ke kelas satu lagi kalau Zhou Mi menolak mengikuti kelas akselerasi”

Gadis temannya ini mengendikkan bahunya. “Coba saja kalau bisa. Dan kalau Zhou Mi masih menganggapmu sahabat”

“Aaa~jangan bilang seperti itu! Zhou Mi pasti mau kok menganggapku sahabatnya”

Hye Ra menyentil kening Soo Seok. “Kau sudah menipunya. Kau pura pura tenggelam dan mempermalukannya. Aku sangsi sih kalau dia mengenalmu. Mungkin saja dia juga lupa namamu”

Soo Seok mengembungkan pipinya. “Pasti mau!”

**

“Maaf apartemennya berantakan”

Zhou Mi tersenyum sedikit dan itu cukup membuat Soo Seok mendesah lega.

“Kau memang selalu berantakan”

Soo Seok tersenyum senang, walaupun dia mengutuk Kyuhyun dalam hatinya karena lupa membereskan ruang tengah.

“Kau mau minum apa, Mi?”

Zhou Mi duduk di sofa putih besar, teritori milik Soo Seok, yang bahkan Kyuhyun tidak pernah mendudukinya. “Apa saja”

Soo Seok memiringkan kepalanya. “Kalau ku kasih air putih diisi garam kau masih mau?”

Zhou Mi tertawa pelan. “Tidak Han Soo Seok!”

Lalu, getaran hangat di dada Han Soo Seok mengalir pelan.

Baginya, ini sangat menyenangkan.

.

Baru saja mereka berdua menepis keheningan dan mulai berbicara ringan. Suara ‘blam’ pintu yang sangat keras menghentikan pembicaraan mereka. Soo Seok dan Zhou Mi sama-sama menoleh ke arah pintu masuk apartemen itu.

“SOOYA!!!” teriakkan yang sudah menemani Soo Seok selama setahun terakhir ini membuat si majikan menggerutu.

Kyuhyun berlari dan memeluk Soo Seok sangat erat sampai gadis itu harus memukul punggungnya keras agar mau melepaskan pelukannya.

Kyuhyun menatap tidak suka Zhou Mi yang duduk di sofa teritori Soo Seok.

“Ya! Sooya! Aku tidak boleh duduk di situ! Kenapa pria ini boleh, hah?!”

Soo Seok menatap Zhou Mi dengan wajah penuh guratan merah. Dia mengibas-ngibaskan tangannya di depan Kyuhyun. “Ini hanya untuk temanku tahu!”

Pria yang menjabat sebagai Housekeeper ini mengerucutkan bibirnya. “Liburan kemarin, Hye Ra tidak boleh duduk di sofa ini!”

Zhou Mi berdiri dengan tenang. “Baiklah, ini kan yang kau mau?” tanyanya pada Kyuhyun.

Pria itu segera duduk di sofa dan segera melingkarkan tangannya di pundak Soo Seok.

“Yeah, pintu keluar di sana” tunjuknya pada pintu satu-satunya di apartemen itu.

Zhou Mi mengerut tidak suka. Tapi, dia membungkuk dan tersenyum pada Soo Seok.

“Tidak usah memaksaku untuk main ke sini lagi, oke?”

Soo Seok menggeleng keras, dia melepaskan tangan Kyuhyun keras. Pada akhirnya, menarik tangan pria tinggi itu agar mereka berdua keluar dari apartemen.

“Dia housekeeperku Mimi! Ayo, kuantar pulang”

Zhou Mi tertawa keras. “Aku seolah menjadi perempuan rapuh saja, sampai harus kau antar pulang”

Gadis dengan mata coklat eboni itu mengerucutkan bibirnya.

“Baiklah, besok kau menemaniku ke Center game, kan?”

“Tidak tahu, lihat besok saja, oke? Lagipula, housekeepermu kelihatan sangat posesif pada majikannya, ya?” tanya Zhou Mi dengan senyum menggoda. Soo Seok menggeleng tidak suka.

“Dia hanya benci kalau ada pria yang main ke apartemen”

Zhou Mi lagi-lagi tertawa, dia menggusak rambut Soo Seok keras keras. “Sama saja, babo!”

“MIMI!”

**

“Aku tidak suka kalau kau terus seperti itu. Sampai kapan kau akan menahanku untuk berteman dengan pria?”

Kyuhyun berhenti memotong daging sapi di hadapannya itu. Dia menoleh, menatap Soo Seok yang sedang bersandar di counter. “Apa maksudmu?”

Soo Seok memutar bola matanya bosan. “Waktu itu Cheon Doong kau buat sampai menangis! Henry tidak mau lagi mengenalku! Dan apa perlu kusebutkan satu satu, Cho Kyuhyun?!”

Kyuhyun terkikik, dia meneruskan memotong dagingnya. “Aku hanya menuruti perkataan appamu. Aku harus menjagamu dari pria-pria belang itu”

Gadis bermarga Han ini mencibir. “Aku sudah enam belas tahun, tahu!”

“Terserah…aku harus menjagamu sampai nanti ada pria yang mengambilmu”

Soo Seok tertegun sebentar, lalu tertawa. “Kau seperti appaku”

“Yeah, biar saja”

**

Soo Seok membuka kelopak matanya perlahan, dia menggeliat pelan dan menoleh.

Melihat wajah yang sudah setahun menemaninya. Gadis itu mengangguk pelan lalu menutup matanya lagi. Otaknya bekerja cepat, secepat dia membuka matanya.

“CHO KYUHYUN!!”

Pria yang sekarang tengah memeluk pinggangnya melenguh, memutar tubuhnya.

“Pagi, Sooya”

“DI MANA KAMARMU, CHO KYUHYUN?!” Soo Seok menendang tubuh Kyuhyun sekuat tenaga.

Dan, gadis itu percaya. Kalau hari-harinya akan bertambah buruk dengan kehadiran pria yang menjabat sebagai housekeepernya.

**

Netizen : Pengguna Internet

Absolut Ikke : Absolutely Not!

**

Engh….bisa di bilang ini kayak Series. Yeah, Saya buat Cho Kyuhyun lebih tua daripada Zhou Mi, hahaha….

Dan Kyuhyun menjadi sangat OOC!

Maaf ya sparkyu…

Galau KIMCHI? Not, i am not!

Percaya deh semuanya yang gak nonton.

Kalau takdir, kita pasti bertemu *sesuai yang aku sering tulis*

@sooya_9 untuk mem-flame saya

Click here for read my Fiction. Yeah, aku gak post di sini lagi kayaknya deh.

Paling di blog pribadi doang

16

[Freelance] Just Smile Like That For Me

Title                 : Just Smile Like That for Me

Author                        : ChoHyunGiLee

Genre              : Romance, Fluff, BoyxBoy Love

Cast                 : Super Junior’s Kyumin (Cho Kyuhyun/Lee Sungmin), Eunhyuk, Zhoumi

Kategori          : One-Shot

 

 

Just Smile Like That for Me

Kyuhyun sedang bermalas-malasan di depan laptopnya hari itu. Akhirnya, setelah hari-hari yang penuh kesibukan dengan jadwal promosi album terbaru Super Junior M, hari ini dia mendapat hari libur yang berharga. Dia sedang surfing internet untuk mencari bagaimana kemajuan album terbaru mereka saat salah satu artikel menarik perhatiannya.

‘IS THIS THE END OF KYUMIN?’ by: HyunGilovekyumin

Kyuhyun mengerutkan alisnya begitu membaca judul besar itu. Penasaran, dia langsung mengklik-nya. Di sana dia melihat beberapa foto candid dirinya bersama dengan Zhoumi. Dia berbicara dengan Zhoumi, bercanda dengan Zhoumi, tertawa dengan Zhoumi, berpelukan dengan Zhoumi, dan sejenisnya. Kyuhyun membatin bingung. Dia memang dekat dengan Zhoumi sejak dulu. Apa masalahnya dengan Sungmin? Bukankah dia memang selalu seperti itu bila bersama dengan Zhoumi dan tidak menimbulkan masalah selama ini?

Akhirnya Kyuhyun sampai di gambar terakhir. Gambar itu berukuran paling besar, bisa bergerak, dengan bingkai merah besar di sekelilingnya. Di bawahnya, sang pemilik artikel menuliskan, ‘Aku mengerti ini Super Junior-M. Dan aku juga tahu bahwa Super Junior-M berarti Qmi. Tapi tetap saja hatiku sakit melihat foto-foto ini. Poor Sungmin-oppa. Dia sekarang harus menyaksikan semuanya di depan matanya langsung. Bahkan, Kyuhyun oppa mengabaikannya. Karena Zhoumi! Untung Henry ada di sana. Untuk semua Qmi shipper dan Zhoumi bias, aku MINTA MAAF, tapi aku benci Qmi! Aku benci Zhoumi! Dan untuk Kyuhyun-oppa, meskipun biasku adalah dia, aku kecewa padanya. Apakah ini akhir dari Kyumin?’

Kyuhyun membelalakkan matanya kaget membaca komentar itu. Dia kemudian memperhatikan gambar bergerak itu dengan seksama dan tersentak kaget. Gambar itu diambil saat interview album terbaru mereka dua hari yang lalu. Kyuhyun berdiri di samping Zhoumi seperti biasa, dan di sebelah kanannya adalah Sungmin yang berdiri di samping Henry. Di gambar itu, nampak dirinya  sedang asyik berbicara dengan Zhoumi hingga tidak menyadari Sungmin di sampingnya mengajaknya bicara, sepertinya ingin menanyakan sesuatu padanya. Sungmin nampak kaget tapi langsung menguasai diri dan segera berbalik ke arah Henry, bertanya padanya.

Kyuhyun membuka mulutnya kaget. Dia bahkan tidak sadar ada kejadian seperti itu selama interview. Sungmin, hyung kesayangannya, mengalami kejadian seperti itu karena dirinya. Dan dia sama sekali tidak menyadarinya. Sungmin adalah orang yang sangat sensitive. Dia paling benci diabaikan. Perasaan bersalah langsung memenuhi seluruh indra Kyuhyun. Kejadian tiga hari yang lalu memasuki ingatannya.

“Sungmin-hyung, kau kenapa? Aku belum melihat senyummu seharian ini. Apakah kau sedang ada masalah?”

“Tidak apa-apa Kyu. Aku hanya sedikit tegang.”

“Tegang? Karena debut pertamamu di Cina besok?”

“Iya. Aku harap semuanya berjalan lancar. Aku agak kesusahan belajar bahasa Cina. Semoga aku tidak begitu merepotkan.”

“Tenang saja, hyung. Kau orang yang hebat, kau selalu yang terhebat. Aku yakin kau pasti akan melakukannya dengan baik.”

“Semoga saja, Kyu. Terimakasih.”

“Sama-sama, hyung. Tapi tetap saja kau belum tersenyum. Tersenyumlah, aku paling suka senyummu, Sungmin-hyung.”

“Kyuhyun-ah…”

“Begini saja, jika besok hyung merasa kesulitan, bilang padaku. Aku akan membantumu setiap saat. Aku akan berada di dekatmu sesering mungkin. Aku berjanji. Jadi tersenyumlah.”

“… aku mengerti, Kyuhyun-ah. Aku akan berusaha melakukan yang terbaik.”

“Nah, begitu. Saranghae-yo, hyung.”

“… nado saranghae Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun mendesah dan menutup laptopnya. Dia merasa bodoh. Dia memang merasa aneh dengan sikap Sungmin sepulang dari interview itu. Tentu saja Sungmin tetap seperti biasanya, tersenyum padanya seperti biasa dan tertawa dengannya seperti biasa. Tapi ada yang aneh dengan senyumannya. Biasanya matanya akan melembut saat dia tersenyum padanya, hanya padanya. Hal itulah yang paling Kyuhyun sukai. Senyuman khas Sungmin yang hanya ditujukan padanya. Tapi saat itu Kyuhyun tidak begitu memikirkannya. Dia mengira Sungmin hanya merasa kelelahan.

Apalagi Sungmin bersikap seperti biasa hingga hari ini. Dia tetap membangunkan Kyuhyun dengan ciuman di kening seperti biasa, menyuruhnya untuk sarapan sebelum bermain game, dan membuatkan ddukboki kesukaannya untuk sarapan (pembantu libur mode : ON). Tapi Kyuhyun tidak menyadarinya sama sekali. Paboranikka! Gumamnya pada dirinya sendiri.

Dia seharusnya tahu ada hal yang mengganggu hyung favoritnya itu. Mereka sudah berpacaran selama 2 tahun. Dan menjadi teman sekamar hampir 3 tahun. Jadi seharusnya dia langsung menyadarinya. Hyungnya itu lebih memilih untuk diam dan memaafkan saat sesuatu menyakiti hatinya. Selalu seperti itu. Sungmin memang orang yang baik dan pemaaf.

Kyuhyun kemudian berdiri dan beranjak keluar kamar, bermaksud mencari Sungmin. “Sungmin-hyung?” panggilnya mencari-cari di seluruh ruangan. Dia kemudian berhenti saat mendengar suara orang berbicara dari arah dapur dan segera berjalan ke sana.

Dan di sanalah dia, Sungmin, dengan daster terusan hello kitty kesukaannya, sedang mencuci piring, ditemani oleh Eunhyuk yang duduk di kursi. Mereka nampak sedang mengobrolkan sesuatu tentang ddangkoma dengan serius hingga tidak menyadari kedatangan Kyuhyun. Kyuhyun mendengar Sungmin tertawa menanggapi komentar Eunhyuk. Dan saat itu Kyuhyun sadar dia merindukan suara tawa itu.

Kyuhyun tidak berusaha repot-repot menyapa mereka. Dia langsung berjalan cepat melewati Eunhyuk dan memeluk pinggang Sungmin dari belakang, membuat Sungmin berteriak kaget.

“Omo! Kyuhyun-ah! Kau membuatku kaget!” kata Sungmin begitu melihat siapa orang di belakangnya. “Ada apa? Kau sudah lapar lagi?” tanya Sungmin kemudian.

Kyuhyun bisa mendengar suara dengusan Eunhyuk dari kursi di belakangnya, tapi dia mengabaikannya. Dia malah mengeratkan pelukannya di pinggang Sungmin, membuat Sungmin mengerutkan alisnya bingung.

“Kyu, ada apa?” tanya Sungmin menyadari sesuatu yang tidak beres terjadi pada dongsaengnya itu. Dia kemudian mematikan kran, melepaskan sarung tangannya dan berbalik. Alisnya mengerut saat dia mendongak dan melihat ekspresi Kyuhyun.

“Kau kenapa, Kyuhyun-ah? Sakit?” tanya Sungmin khawatir. Dia berusaha meletakkan tangannya ke kening Kyuhyun untuk mengecek suhu badannya saat Kyuhyun memeluknya lagi lebih erat, membuatnya kaget.

“Kyu?” tanyanya bingung.

Kyuhyun tahu Sungmin sebenarnya bisa melepaskan diri dari pelukannya jika dia mau, mengingat dia jauh, sangat jauh, lebih kuat dari Kyuhyun dalam hal kekuatan. Tapi seperti Sungmin yang biasanya, dia memilih diam.

“Mianhaeyo, Min hyung,” kata Kyuhyun tanpa melepaskan pelukannya. Suaranya teredam di pundak Sungmin yang kokoh.

“Eh?” tanya Sungmin lagi, semakin bingung.

Kyuhyun kemudian melonggarkan pelukannya, memberikan kesempatan pada Sungmin untuk mendongak memandangnya bingung.

“Mianhae, Sungmin hyung. Congmahl mianhae-yo,” ulangnya sambil menatap mata Sungmin. Sungmin membelalakkan matanya.

“Untuk apa?” tanyanya.

“Karena telah mengabaikanmu, hyung. Karena aku tidak menepati janjiku. Mianhae,” jawab Kyuhyun bersungguh-sungguh.

“Kyuhyun-ah, aku tidak mengerti-“ kata-kata Sungmin terputus begitu Kyuhyun memeluknya lagi.

“Aku minta maaf karena mengabaikanmu selama kita di Cina kemarin, hyung. Aku sudah berjanji untuk selalu berada di sampingmu. Tapi aku malah mengabaikanmu. Aku tidak tahu apa yang membuatku menjadi seperti itu, hyung. Aku benar-benar kesal dengan diriku sendiri saat ini, hyung. Mianhae-yo,” kata Kyuhyun dengan cepat, berusaha mengungkapkan penyesalannya.

Sungmin dengan lembut melepaskan pelukan Kyuhyun di pingganya. Dia kemudian mendongak. “Kau tidak perlu meminta maaf, Kyu. Aku tidak memikirkannya,” katanya sambil menatap mata Kyuhyun. Kyuhyun tahu, meskipun Sungmin berkata seperti itu, sorot matanya berkata lain. Sorot mata itu menggelap, seakan-akan teringat kembali dengan sesuatu yang menyedihkan, yang dengan susah payah berusaha dia lupakan.

Kyuhyun menggeleng. “Kau memikirkannya, Sungmin hyung. Aku tahu itu. Kau hanya terlalu baik untuk mengatakannya padaku, untuk marah padaku,” kata Kyuhyun lagi.

“Kyu…” kata Sungmin tidak tahu harus bicara apa.

“Mianhae-yo, hyung. Aku berjanji, tidak, aku bersumpah tidak akan mengabaikanmu lagi,” kata Kyuhyun tegas, suaranya terdengar yakin.

Akhirnya, setelah terasa seperti selamanya, Sungmin mengangguk. “Tidak apa-apa, Kyu. Aku bisa mengerti,” jawabnya.

“Apakah kau sedih?” tanya Kyuhyun serius, menatap lurus mata Sungmin.

Sungmin terdiam selama beberapa saat sebelum menjawabnya. “Sedikit,” katanya pelan.

“Mianhae-yo,hyung. Mianhae, mianhae, mianhae,” kata Kyuhyun lagi berulang-ulang, membuat Sungmin menepuk-nepuk pundaknya.

“Aku sudah tidak apa-apa, Kyu. Berhentilah meminta maaf,” perintahnya lembut.

“Kalau begitu tersenyumlah.”

“Eh?”

“Tersenyumlah padaku seperti senyummu yang hanya kau tujukan padaku, hyung. Tersenyumlah seperti itu. Bukan seperti  senyummu dua hari ini. Aku akan lega saat kau melakukannya.”

Sungmin nampak sedikit kaget bercampur bingung mendengar perkataan Kyuhyun. Tapi dia mengabulkan permintaan dongsaeng tersayangnya itu tanpa banyak bertanya. Dia akhirnya tersenyum lembut pada Kyuhyun, matanya menghangat karena cinta dan rasa bahagia, meskipun dia sendiri tidak menyadarinya.

Kyuhyun tersenyum melihatnya. Senyuman itu akhirnya bisa dilihatnya lagi. Senyuman milik Sungmin yang hanya dialah yang bisa membuatnya muncul.

“Saranghae-yo, Sungmin hyung,” kata Kyuhyun lembut, mengusap-usap pipi Sungmin dengan sebelah tangannya. “Aku hanya mengatakan ini padamu. Jangan pernah meragukannya,” lanjutnya.

Sungmin menutup matanya sejenak, merasakan belaian lembut tangan Kyuhyun di pipinya. Dia kemudian tersenyum dan membuka matanya lagi. “Aku tahu. Nado, saranghae, Kyuhyun-ah,” jawabnya sambil memandang Kyuhyun lembut.

Senyuman Kyuhyun semakin lebar. Dia kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Sungmin, bermaksud menciumnya. Sungmin, yang menyadari apa yang akan Kyuhyun lakukan, langsung menutup matanya. Bibir mereka tinggal berjarak satu centimeter lagi, dan jantung mereka berdua berdetak semakin cepat.

“Yah! Yah! Jika kalian lupa, aku masih ada di sini!” terdengar suara seseorang, jelas sangat kesal, dari belakang mereka.

Kyuhyun dan Sungmin serentak berhenti dan menoleh melihat siapa yang berbicara. Dan wajah kesal Eunhyuk muncul di hadapan mereka. Duduk di kursi di belakang mereka entah sejak kapan.

“Apakah hobimu memang menganggu percintaan orang lain, hyung?” tanya Kyuhyun terdengar kesal. “Sana cari Donghae hyung!”

Eunhyuk mendelik padanya. “Halo?! Aku dari tadi sudah duduk di sini, Kyuhyun-ah. Bahkan sebelum kau datang! Aku diam saja karena takut mengganggu perdebatan kalian. Tapi ini sudah mulai berlebihan. Setidaknya pergilah ke kamar dulu dan lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan di sana! Aku tidak butuh siaran langsung tanpa sensor!” katanya marah-marah.

Wajah Sungmin memerah mendengarnya. Dia kemudian berusaha melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun. Tapi Kyuhyun malah mengeratkan pelukannya. “Jangan pedulikan dia, Sungmin hyung,” kata Kyuhyun sambil meyeringai.

Dan akhirnya mereka berdua melanjutkan apa yang seharusnya terjadi sekitar 2 menit yang lalu jika Eunhyuk tidak menginterupsi mereka, membuat Eunhyuk buru-buru berdiri dan meninggalkan ruangan sambil berguma-gumam, “Dasar magnae tidak tahu sopan santun! Semoga aku tidak mimpi buruk malam ini!” mengiringi kepergiannya.

 

Fin.

 

 

 

A/N        : Untuk Zhoumi bias dan Qmi shipper, bener-bener mianhae ya~

Tidak ada maksud apapun ko,, hanya fiction biasa. ^^

Rokkugo Rokkugo Rokkugo Marhaemar!!

 

 

26

YOU ARE NOT SORRY

Author: dindrul

“Aku minta maaf, Sungmin..”

Sungmin menatap Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca, mencoba untuk menahan airmatanya. Dia telah berada di situasi seperti ini beribu-ribu kali. Tetapi tetap saja, Sungmin tidak bisa tidak berkaca-kaca, meskipun pada akhirnya ia tidak akan menangis, tetapi tetap saja, mata yang berair tetap berair. Ini seperti, meminta maaf sudah menjadi kebiasaan Kyuhyun setelah ia memutuskan untuk berpacaran dengan Sungmin. Dan diantara jutaan kata maaf yang Kyuhyun telah katakan kepadanya, Sungmin tidak dapat menemukan satu diantaranya yang dimaksudkan untuk dikatakan. Selalu dengan skenario yang sama: Kyuhyun membuat kesalahan, Kyuhyun meminta maaf, dan selesai semua masalah. Selalu seperti itu. Ryeowook berkata bahwa Sungmin terlalu baik, namun memaafkan pacarmu jauh lebih mudah daripada kehilangannya. Continue reading