THE WAY TO BREAK UP [1/?]

Author : Ocha Syamsuri

Cast : Cho Kyuhyun

Han Chaeri

Genre : Romance, angst, NC-17

Length : series (?)

****

”Semua garis jodoh telah ditetapkan sejak pertama kau menghirup udara di bumi ini, dan kau tidak bisa menolaknya maupun menghidarinya.” –Ocha Syamsuri

****

THE WAY BREAK UP

****

Kini lembaran album foto itu mulai sedikit mengusang. Disudutnya terdapat sedikit bercak kekuningan yang menandakan bahwa album foto itu sudah lama tidak pernah dibuka maupun disentuh oleh pemiliknya. Di bagian akhir album foto itu terdapat sebuah foto dengan sepasang kekasih sedang berangkulan sebagai objeknya. Jelas sekali tersirat rona kebahagiaan yang terpancar dari sepasang kekasih yang terpotret dengan sempurna didalam foto terakhir didalam album foto itu.

Sebuah album seharusnya menjadi sebuah benda yang menyimpan sebagian dari kenangan indah masa lalu seseorang. Sebuah album juga merupakan saksi hidup dari yang menjadi objek foto. Namun album foto yang sedikit usang itu nasibnya tidak sama seperti album foto pada umumnya. Album foto itu tergeletak dengan posisi terbuka, di lembaran yang terbuka hanya terdapat satu foto dengan sebuah tulisan latin tepat di bawah foto itu.

Han Chaeri and Cho Kyuhyun, will be forever ever.

****

”Look!” sebuah majalah bercover-kan sepasang wanita dan pria berpose seksi tergeletak di atas meja setelah di hentakkan sedikit kasar oleh seorang lelaki yang kini sedang berdiri tak jauh dari meja sambil menaruh kedua tangannya di saku celana, raut wajah lelaki itu sedang menunjukkan raut wajah yang tidak bersahabat.

Lelaki itu mengalihkan wajahnya ke sisi jendela sembari menghela nafasnya, meredam kemarahan yang sedang berada di posisi paling puncak di sepanjang hidupnya. Tak pernah ia merasa se-marah ini sebelumnya, terakhir ia merasakan amarah yang memuncak ketika mengetahui wanita yang berada di hadapannya itu sedang makan siang dengan temannya tanpa sepengetahuannya.

Temannya? Tidak juga. Karena ia tidak pernah ingin berteman dengan siapapun yang tertarik dengan kecantikan yang di miliki oleh wanitanya.

”29th July, photoshoot for summer magazine. Oh, you’re too much Cho Kyuhyun!” jawaban singkat dari wanita itu membuat rahang Kyuhyun makin mengeras. Ia menatap wanita itu setajam mungkin, ia sedang berada di puncak kemarahan karena perbuatan wanita itu namun wanita itu hanya bersikap biasa-biasa saja?

”Dan kau ikut menemaniku saat pemotretan itu, kau tidak ingat?” tukas wanita itu sebelum kata-kata pedas meluncur dari mulutnya.

”Seingatku kau tidak berpose semesra itu. Jangan mencoba menyangkal apapun nona Han Chaeri, kau sudah mengetahui dengan jelas apa tujuanku sampai aku memanggilku kesini.”

Chaeri mengibaskan tangannya tidak peduli, ia mencoba bangkit namun kata-kata dari pria itu menahannya itu bergerak lebih jauh, ”kau tidak ingin meminta maaf padaku atas semua foto-foto menjijikkan ini?”

Mata Chaeri membesar, ia mendengus tidak suka. ”Dengan kau mengatai foto-foto itu, itu sama saja dengan kau menghina profesiku Cho Kyuhyun sajangnim.”

”Aku tidak pernah sekalipun mendukung profesimu Han Chaeri, dan tidak akan pernah.”

Chaeri menjatuhkan tubuh mungilnya keatas sofa empuk, ia menyilangkan kakinya. Meredam kemarahan pria itu adalah jalan satu-satunya menghindarkan dari pertengkaran yang berujung pada keselamatan dirinya kelak. Setiap ia bertengkar dengan pria itu akhirnya selalu berakhir dengan menangis semalam merutuki kebodohannya karena memancing pertengkaran, tentunya tanpa sepengetahuan pria itu. Dimana harga dirinya jika pria itu mengetahui ia rela membuang air matanya demi pria itu?

”Bukankah selama ini kau diam saja dan tidak pernah memprotes semua pekerjaanku? Aku ini model Cho Kyuhyun, kau harus terbiasa dengan foto-foto seperti ini.”

”Termasuk berpose setengah telanjang dengan pria brengsek itu?”

”Kau juga ikut, kau pasti sudah melihatnya dengan jelas aku tidak berpakaian seterbuka itu!” geram Chaeri, mengapa pria itu masih tetap menyerangnya dengan kata-kata kasar? Apa pria itu berniat memancing pertengkaran dengannya lagi?

Kyuhyun berjalan memutar menuju kursi di balik meja kerjanya, ia menyenderkan kepalanya di tepian kursinya yang terbuat dari kulit berkualitas nomor satu ketika ia berhasil mendudukkan tubuhnya di atas kursi tanpa perlu berlari dan meraih tubuh wanita itu kedalam pelukannya. Susah sekali mengendalikan tubuhnya ketika berada di dekat wanita itu.

”Batalkan semua kontrakmu, aku akan mengganti semua biaya pembatalan kontraknya. Aku tidak ingin kau bekerja sebagai model lagi,” ujar Kyuhyun mantap, ia memang bukan tipe pria yang suka bertele-tele dalam menyampaikan keputusan. Berkat sikap tegasnya itu pula-lah yang menyebabkan perusahaannya makin membesar dan sukses.

”Kau!” tunjuk Chaeri marah.

Kyuhyun mengangkat bahunya tak peduli, ”aku akan menyuruh orang untuk menghubungi agent model-mu, kau tidak perlu repot-repot mengurusi semuanya.”

”Apa aku bilang aku menyetujui perintahmu Cho Kyuhyun-ssi? Kau selalu seperti ini, seakan-akan aku adalah budak yang selalu menuruti semua perintahmu. Aku tidak akan pernah berhenti dari profesiku sebagai model, walaupun kau begitu menentangnya.”

”Suka atau tidak suka kau tetap akan berhenti dari pekerjaanmu.”

”Kau keterlaluan Cho Kyuhyun! Kalau aku berhenti dari pekerjaanku, lalu darimana aku akan membiayai kehidupanku?” nada suara Chaeri mulai meninggi, tangannya terkepal dengan sangat erat.

”Apa kau lupa kalau aku adalah suamimu? Sudah tugasku untuk menafkahi hidupmu, dan sudah tugasmu untuk menuruti semua perintahku.”

”Kalau aku tetap tidak mau?” tantang Chaeri.

”Kau sudah mengetahui dengan jelas apa yang akan aku lakukan untuk mengacaukan semua pekerjaanmu.” Jawab Kyuhyun santai, ia juga menyunggingkan senyuman misteriusnya.

”Kau brengsek Cho Kyuhyun!” bentak Chaeri geram. Tidak, ia tidak boleh menuruti perintah pria itu begitu saja. Selama ini ia merasa bahagia dengan hidupnya karena profesinya sebagai model terkenal, ditambah lagi ia memiliki suami sesempurna Cho Kyuhyun, ia semakin merasa hidupnya semakin sempurna.

Cantik, terkenal, mempunyai suami yang berstatuskan ‘pangeran Korea’ karena ketampanan dan kekayaan. Bukankah hal itu adalah hal yang paling diidamkan oleh semua wanita? Hal yang cukup membuat wanita manapun berdecak kagum sekaligus iri.

Ia juga bukan tipe wanita yang hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan apapun. Profesi sebagai model ia pilih bukan tanpa alasan yang jelas. Ia suka mengekspresikan sesuatu melalui sebuah foto. Melalui foto, ekspresi senang atau sedih tanpa diungkapkan dengan kata-kata dapat terukir dengan jelas. Lebih mengasyikkan ketimbang menjadi kepribadian yang penuh kebohongan didepan kamera seperti kebanyakan selebritis jaman sekarang.

Dan pria itu menganggap profesi sebagai model adalah profesi yang menjijikkan? Oh astaga, yang benar saja. Pria itu sudah mengetahui alasannya mengapa ia memilih menjadi model ketimbang diam dirumah dan memerankan posisinya sebagai Nyonya Cho dengan baik.

”Aku punya segalanya Chaeri-ya, dan aku mampu menafkahi seumur hidupmu kalau kau takut kau akan kehabisan uang,” suara Kyuhyun perlahan melembut. Tak ada lagi seringaian maupun ekspresi dingin yang ditunjukkan oleh pria itu.

”Cho Kyuhyun kau keterlaluan!” bentak Chaeri, ia berdiri, nafasnya mulai terdengar tidak teratur. ”Apa aku pernah memintamu untuk memberiku sedikit dari hartamu? Kau berkata seperti itu seakan-akan aku bekerja hanya untuk uang. Oke, aku akui uang adalah segalanya di dunia ini, tapi aku menyetujui lamaranmu bukan karena uangmu.”

”Aku tidak pernah bilang kau gila uang Chaeri-ya, dengar dan turunkan emosimu. Kau selalu seperti ini, selalu berbicara dan berpikir melalui sudut pandangmu sendiri.”

Chaeri menghela nafasnya dalam, ia mengusap air mata yang menetes di wajah cantiknya sedikit kasar, ”sudahlah, kau selalu begini selalu ingin menang sendiri. Benar kata orang-orang, kau dan aku tidak akan pernah cocok sampai kapanpun. Aku lelah bertengkar denganmu. Lebih baik kita berpisah dulu untuk sementara dulu, dan memikirkan lebih lanjut apa pernikahan ini pantas dilanjutkan atau tidak.” Chaeri mengambil tas bermerk terkenal-nya yang tergeletak di atas meja, ia segera berjalan menuju pintu dan menutup pintu ruang kerja suaminya sebelum pria itu melakukan sesuatu yang tentunya akan mengacaukan semua panca inderanya. Cho Kyuhyun adalah tipe yang sangat menakutkan ketika dalam keadaan sangat marah.

Kyuhyun menggeram kesal, ia menjatuhkan semua barang yang berada di atas mejanya. Sekretaris pribadinya hanya diam ditempat tak berani mendekati direkturnya, semua karyawan yang ruang kerjanya berada tak jauh dari ruang kerja Kyuhyun juga tidak berani mendekat ataupun bertanya. Mereka semua mengetahui betapa seramnya direktur mereka ketika dalam keadaan marah, dan tentunya mereka tidak ingin mengambil resiko karena kesokpedulian mereka menanyai penyebab kemarahan pria itu.

Kyuhyun mengangkat ganggang telepon dan memencet rangkaian nomor, ”Mr Lee, tolong jaga istriku dengan baik. Dan segera beritahu aku kalau ada yang mencoba menyakitinya.” Ia menaruh kembali ganggang telepon dengan kasar dan memijat dahinya. Pikirannya sedang kacau saat ini. Ada terselip rasa ketakutan yang menjalar di pikirannya. Selama ini, semarah dan sekesal apapun, istrinya tidak pernah menyebutkan kata berpisah. Dan kali ini dengan mudahnya wanita itu berkata jika ia ingin berpisah dengannya untuk sementara. Berpisah? Bahkan kata-kata itu tidak pernah terlintas dipikirannya sekali pun.

Dan ia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya ketika berada jauh dari wanita itu, bagaimana hidup di sebut hidup jika wanita itu berada jauh dari jangkauannya?

****

Chaeri mempercepat langkah kakinya menyusuri trotoar, ia tidak peduli dengan erangan orang lain ketika ia tidak sengaja menabrak tubuh orang lain. Yang ia lakukan hanyalah secepat mungkin berjalan dan menjauhi gedung perkantoran kepunyaan suaminya.

Sekitar sepuluh menit ia berjalan, matanya mulai berkeliling mencari coffee shop terdekat untuk mengistirahatkan kakinya. Salahnya sendiri mengapa ia memilih berjalan kaki ketimbang pergi dengan menggunakan mobil bergaya sportif kepunyaannya yang saat ini terparkir dengan indahnya di parkiran khusus kantor suaminya, dan sialnya lagi saat ini ia sedang memakai sepatu hak berukuran enam belas sentimeter. Hanya orang setengah waras yang mampu berjalan lama menggunakan sepatu berhak tinggi seperti ini.

Chaeri memilih sebuah coffee shop yang terletak di ujung perempatan jalan, ia langsung memilih tempat duduk di pinggir jendela dan memesan secangkir cappuccino dingin ketika pelayan menghampirinya untuk mencatat menu yang akan ia pesan.

”Bodoh!” desisnya pelan. Sekarang mungkin amarahnya yang memegang kendali untuk tidak menyesali keputusan bodohnya, dan bagaimana beberapa hari berikutnya? Apa ia sanggup berpisah dengan pria itu? Selama ini ia selalu menahan dirinya untuk tidak mengucapkan kata-kata itu karena ia tahu konsekuensi yang akan ia terima dari perkataannya.

Tapi ia tidak menyalahkan dirinya sepenuhnya. Laki-laki itu harus diberi pelajaran. Tak semua hal bisa pria itu kendalikan semaunya, dan ia ingin memberi pelajaran kepada pria itu walaupun ia tahu akibat dari keputusannya ini. Ia akan berpisah selama beberapa saat dari pria yang sudah beberapa tahun menjadi suaminya. Dan tentunya ia akan tersiksa dari rasa rindu yang menyiksa tubuh dan pikirannya.

****

”Chaeri-ssi, ini adalah jadwal pemotretanmu untuk seminggu ini. Coret saja pemotretan ataupun show yang kau tidak suka.” Salah satu manajer dari agent modelnya menyodorkan beberapa lembar kertas. Chaeri mendesah lega, ia pikir Kyuhyun akan berbuat ekstrim dengan menggunakan berbagai cara untuk membatalkan kontraknya, namun tampaknya pria itu tidak benar-benar melakukannya. Apa pria itu berubah pikiran? Tapi itu tidak mungkin. Chaeri sangat mengenal dengan jelas bagaimana karakter suaminya, seorang Cho Kyuhyun tidak akan semudah itu mengubah keputusannya. Dan sekarang ia sedikit takut memikirkan apa-apa saja kemungkinan yang akan dilakukan oleh pria itu untuk menyampaikan niatnya.

”Aku dengar kau sedang bertengkar dengan Cho Kyuhyun,” Chaeri menoleh dan segera membuang wajahnya ketika mengetahui siapa yang mengajaknya bicara. Victoria Song. Buat apa ia sok baik mengajaknya berbicara? Seingat Chaeri, wanita itu jarang bahkan hampir tidak pernah mengajaknya berbicara seperti ini.

Chaeri memutuskan untuk mengabaikannya dan berkonsentrasi dengan jadwal pemotretan yang berada ditangannya, ”seingatku kita tidak memiliki suatu hubungan yang cukup dekat untuk membicarakan tentang suamiku Victoria-ssi.” Ujar Chaeri tanpa mengalihkan pandangannya dari tulisan-tulisan yang berderet dengan indahnya di atas kertas yang bentuknya sedikit kusut karena Chaeri memegangnya terlalu erat.

Victoria membalas senyuman orang-orang yang tersenyum padanya, ketika ia menoleh kearah Chaeri ia langsung mengubah raut wajahnya. ”Kita akan sering bertemu, dan sebaiknya kau bersikap baik denganku.”

Chaeri menghentikan kegiatannya sebentar, ia tersenyum sinis sambil menatap wanita yang berada disampingnya, ”jadi kau memutuskan untuk pindah ke agensiku ini Victoria-ssi?”

Victoria menganggukkan kepalanya dengan anggun, ”kurasa agensimu ini tidaklah terlalu buruk, dan kurasa sudah waktunya aku menggeser posisimu sebagai model andalan agensi ini.”

”Ambisimu terlalu menakutkan Victoria-ssi, terlalu menakutkan sampai aku tidak bisa membayangkan apa yang akan kau lakukan seandainya kau tidak bisa mewujudkan ambisimu itu,” Chaeri sedikit memiringkan kepalanya, ”kau tidak bermaksud untuk bunuh diri kan seandainya kau tidak berhasil?” Chaeri tersenyum puas saat melihat reaksi marah yang kentara jelas terlihat dari raut wajah Victoria.

Victoria mencondongkan badannya sedikit, ”apa kau tahu kalau aku dan Cho Kyuhyun itu adalah mantan kekasih?” bisiknya sambil menyeringai puas.

Badan Chaeri menegang. Sial, mengapa ia sama sekali tidak mengetahui hal ini? Wanita itu pasti sedang tertawa puas.

Chaeri mengekeh kecil, ”mantan kekasih?” Chaeri berdiri dan merapikan dressnya yang sedikit terlipat, ia membalikkan badannya dan tersenyum kecil, ”hanya mantan kekasih dan kau sudah merasa puas Victoria-ssi? Apa kau lupa kalau saat ini pria itu adalah suamiku? Atau lebih tepatnya bisa kusebut sebagai milikku.” Chaeri tersenyum puas, dan segera meninggalkan wanita itu. Ia puas sekali bisa menjatuhkan wanita itu. Wanita itu terkenal dengan keramahannya, namun sudah menjadi rahasia umum jika keramahan yang ditunjukkan wanita itu hanyalah topeng untuk menutupi sifat aslinya.

Dan tiba-tiba rasa amarah menyergap dipikiran Chaeri, bagaimana pria itu selama ini tidak pernah mengatakan jika ia pernah berpacaran dengan wanita itu?

”Chaeri-ssi,” panggil seseorang. Chaeri menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya, ia segera tersenyum dan menundukkan kepalanya saat melihat siapa yang menyapanya. ”Ini adalah Jung Yunho, dan ia adalah patnermu untuk satu minggu ini.”

”Halo Jung Yunho-ssi, aku Han Chaeri.” Chaeri menundukkan kepalanya, menyapa dengan formal.

”Senang bisa bekerja sama dengan wanita cantik sepertimu Chaeri-ssi,” puji Yunho. Wajah Chaeri sedikit memerah, walau bagaimanapun ia tetaplah seorang wanita biasa yang akan merasa malu jika dipuji oleh pria tampan.

”Kalian mengobrol saja, aku ada pekerjaan lain. Kalau kalian masih tidak mengerti dengan konsepnya kalian bisa menanyakan kepadaku langsung,” Manajer Lee menepuk bahu Yunho dan mengedipkan matanya sebelum ia menghamburkan dirinya di kerumunan model-model.

”Chaeri-ssi bisa kita mengobrol di café terdekat dari sini? Dari tadi pagi perutku belum tersentuh makanan sama sekali, dan sekarang aku sangat lapar,” tanya Yunho dan tersenyum, Chaeri sedikit terperangah melihat senyuman pria tampan yang berada didepannya, namun ia cepat tersadar dan buru-buru menganggukkan kepalanya, ”ohh tentu saja, aku tahu café yang menyediakan makanan yang super lezat.” Gugupnya.

****

Kyuhyun menghentakkan laporan keuangan bulanan yang barusan saja di serahkan oleh salah satu karyawannya. Biasanya ia akan memaklumi kesalahan kecil yang dilakukan oleh karyawannya namun kali ini ia tidak bisa menolerannya. Kesalahan sekecil apapun didalam laporan keuangan akan mempengaruhi keuntungan yang diterima perusahaannya.

”Kerjakan kembali laporan ini, dan serahkan kepadaku sebelum makan siang. Kalau kau melakukan kesalahan lagi, kau akan kupecat.” Kyuhyun melempar laporan keuangan ke lantai, ia langsung membalik kursinya ke belakang dan melihat pemandangan kota Seoul dari balik jendela besar yang berada di balik meja kerjanya.

Karyawan yang dimaksud langsung mengambil laporan keuangan yang sudah berserakan di atas lantai, ia langsung keluar dari dalam ruangan sang direktur sebelum direkturnya bertambah marah.

Semua karyawan segera mengerubutinya ketika ia baru saja menutup pintu ruang kerja sang direktur. Mereka sangat penasaran apa saja yang dikatakan oleh direktur mereka ke karyawan itu.

Baru beberapa langkah menjauhi ruangan Kyuhyun, karyawan itu jatuh terduduk kelantai. Badannya bergetar dan ia menangis, ”a-aku takut sekali, aku kira aku akan dibunuh oleh Kyuhyun sajangnim.”

”Tenanglah, direktur kita itu pada dasarnya sangat baik, hanya saja saat ini ia sedang dalam keadaan marah. Sebaiknya kau jangan mencari masalah dengan direktur kalau kau tidak ingin dipecat.”

Sekretaris pribadi Kyuhyun melihat keadaan itu hanya menggelengkan kepalanya, ia memandangi pintu ruang kerja Kyuhyun sesaat sebelum ia masuk kedalam ruangannya.

Sekretaris pribadi Kyuhyun atau biasanya dipanggil dengan sekretaris Kim hanya mendesah melihat kelakuan direktur mudanya. Tak pernah ia melihat keadaan direktur yang telah ia layani hampir dua puluh tahunan separah ini, apalagi Kyuhyun adalah tipe manusia yang minim ekspresi. Tanpa ia mencari tahu ia sudah mengetahui penyebab direkturnya bisa semarah ini. Siapa lagi kalau bukan Miss Chaeri, ia biasa menyebut istri direkturnya dengan nama seperti itu.

****

”Jadi hanya karena itu kau menemuiku dan mengacaukan semua jadwal pemotretanku, sekretaris Kim? Hanya karena kau ingin mengadu kepadaku apa yang terjadi dengan tuan-mu itu? Katakan padaku, apa tuan-mu yang sengaja mengirimmu untuk memanas-manasiku?” Chaeri menggenggam tangannya kesal. Raut wajahnya terlihat kesal sekali. Ia tidak habis dengan jalan pikiran laki-laki itu. Apa laki-laki itu sudah kehabisan ide sampai-sampai ia mengirimkan sekretaris pribadinya untuk membujuknya pulang? Salah, jika laki-laki itu berpikiran ia akan termakan dengan permainan konyol ini.

Wajah sekretaris Kim sedikit memucat, ia tidak menyangka jika rencana sepihaknya ini malah membuat hubungan direkturnya makin memburuk. Ia tadinya berpikir dengan mendatangi langsung ‘sang sumber masalah’ dan menceritakan langsung keadaan direkturnya akan membuat hubungan mereka sedikit membaik. Atau setidaknya akan mempengaruhi mood sang direktur. Karena sekecil apapun yang terjadi dengan wanita cantik yang berada didepannya ini akan membawa dampak ke seluruh karyawan yang menggantungkan nasibnya di perusahaan yang dikelola direkturnya.

”Maaf Miss Chaeri, saya kira anda salah paham. Saya menemui anda atas inisiatif saya sendiri. Dan saya minta maaf kalau-” Chaeri mengangkat tangannya sebelum sekretaris Kim berbicara lebih lanjut.

”Sudahlah, aku tidak akan menyalahkanmu. Aku percaya denganmu. Dan tolong sampaikan dengan tuan-mu untuk lebih cepat menghubungi pengacara yang paling hebat dan segera tanda tangani surat cerai yang kukirimkan beberapa hari yang lalu. ” Chaeri berdiri, ia mengambil tasnya dan bersiap untuk pergi sebelum sekretaris Kim mengucapkan sesuatu yang menghentikan kakinya untuk melangkah lebih jauh.

****

Bulir-bulir keringat merayapi pelipisnya. Ia tidak peduli lagi dengan rasa gugup yang menjalari seluruh sendi tubuhnya. Ia harus mengatakannya langsung, tidak bisa ditunda lagi. Ini menyangkut nasib ribuan karyawan, dan juga ini adalah nasib dari direkturnya, nasib dari seseorang yang menyelamatkannya dari takdir buruk yang seharusnya menjadi bagian dari masa depannya.

”Tapi keadaan direktur Cho parah sekali Miss.” Satu kalimat meluncur begitu saja ketika melihat Chaeri hendak beranjak pergi meninggalkannya dan satu kalimat ini sangat efektif, buktinya Chaeri kembali duduk ditempatnya semula dan mendengarkan semua penuturannya tanpa sedikitpun menyela.

”Saya tahu tidak seharusnya saya berbicara seperti ini, namun saya tidak ingin keadaan direktur lebih parah lagi Miss. Saya mohon sekali agar sekali saja anda melihat keadaannya secara langsung. Dari luar ia memang seperti seorang pangeran yang berhati dingin tapi anda seharusnya lebih tahu kalau direktur kami itu orangnya sangat ekspresif sekali apalagi jika itu menyangkut tentang anda Miss Chaeri.”

Sekretaris Kim mendesah penuh kelegaan saat melihat wanita didepannya menganggukkan kepalanya. Sepertinya rencananya berjalan dengan sempurna.

”Aku mengerti, terima kasih sekretaris Kim sudah mengingatkan aku agar aku menemuinya langsung dan memaksanya untuk cepat menandatangani surat cerai itu. Tenang saja kupastikan nasibmu dan nasib semua karyawan tidak akan terpengaruh jika itu yang kau takutkan.”

Wajah sekretaris Kim memucat, kegugupannya berubah menjadi berkali lipat. Tidak, bukan ini inti dari semua ucapannya. Ia ingin Chaeri dan direkturnya segera berbaikan lagi, bukannya malah mempercepat perceraian mereka. Sial, kenapa semuanya menjadi berbalik begini?

”Miss Chaeri,” panggil sekretaris Kim ketika melihat Chaeri hendak beranjak pergi lagi.

”Kau tenang saja Kim Ryeowook-ssi. Aku tidak akan menceritakan kepada siapapun tentang pertemuan kita hari ini. Lain kali aku akan menraktirmu makan siang.” Chaeri berbalik dan beringsut pergi tanpa memperdulikan panggilan sekretaris Kim yang terus menyebut namanya.

****

Chaeri berjengit dan mengibaskan tangannya untuk mengusir udara pengap dari dalam kamar yang telah ia tinggalkan dua minggu ini. Sejak pertengkarannya dengan Kyuhyun dua minggu yang lalu ia memang memilih untuk tinggal di apartemen manajernya. Sebenarnya ia hanya berencana untuk pergi dari rumah sekitar tiga atau empat hari, dan lalu ia akan mencari cara agar Kyuhyun mau meminta maaf. Namun segalanya berubah ketika ia tidak sengaja melihat suaminya sedang makan malam di sebuah restoran mewah dengan seorang wanita yang beberapa hari yang lalu memberitahunya dengan gamblang jika ia adalah mantan kekasih dari suaminya.

Wanita mana yang tidak akan marah bila melihat suaminya sendiri berulang kali menuduhnya berselingkuh sementara dirinya sendiri ternyata juga sedang selingkuh dengan wanita lain. Dan wanita lain itu pernah mempunyai hubungan yang istimewa dengan suaminya. Apakah ia tidak berhak merasa marah sekaligus dicurangi? Apa sikap protektif yang sekarang-sekarang ini sedang digencar oleh suaminya karena ingin menutupi tingkah busuknya yang ternyata jelas-jelas sedang berselingkuh?

Dan bukan salahnya dirinya kan jika ia mengirimkan surat cerai ke suaminya beberapa hari yang lalu?

Chaeri menaruh tas tangannya, ia menguncir rambutnya asal dan mulai memunguti pakaian yang tercecer dilantai satu-persatu. Pekerjaannya sebagai seorang model terkenal bukan berarti melupakan statusnya sebagai seorang istri.

”Cho Kyuhyun!! Sialan kau! Mati kau!” Chaeri mengumpat dan menyalurkan emosinya ke pakaian yang tengah diinjaknya. Mesin cuci yang biasa ia gunakan tiba-tiba rusak, ia juga tidak mempunyai seorang pembantu untuk mengurusi pakaian kotor. Walaupun uang yang dihasilkan Kyuhyun bisa menggaji seribu pembantu, ia tidak ingin orang lain menginjak rumahnya. Ia ingin mengurus rumahnya sendiri. Lebih tepatnya ia tidak ingin suami maupun rumahnya diurus oleh wanita manapun, termasuk pembantu yang telah ia bayar dengan mahal sekalipun.

Seusai menjempit pakaian terakhir yang ia jemur di bagian belakang khusus ruang menjemur apartemennya, Chaeri menuju dapur untuk memasakkan makanan untuk makan malam. Semarah apapun ia dengan laki-laki itu, ia tetaplah seorang istri yang harus menjalankan kewajibannya seperti seharusnya yang ia lakukan.

Ini piring terakhir yang ia taruh di atas meja. Ia melirik ke arah jam dinding yang berada di sudut ruang makan. Sudah pukul delapan malam namun Kyuhyun belum juga pulang. Apa suaminya itu sedang banyak pekerjaan di kantor dan memutuskan untuk menginap di kantor? Tapi apa itu mungkin? Bukankah selama ini sesibuk apapun ia, Kyuhyun selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah dan makan malam bersama dengannya.

Jika bukan karena termakan omongan sekretaris Kim mengenai keadaan Kyuhyun, ia tidak akan pernah menginjakkan kakinya dirumah ini sebelum laki-laki itu meminta maaf atas sikapnya. Dan juga sebelum Kyuhyun menjelaskan hubungannya dengan wanita itu.

Setidaknya ia masih punya hati nurani untuk sekedar melihat keadaan suaminya yang katanya sangat terpuruk itu.

Sekali lagi ia melirik jam dinding yang jarum pendeknya menunjuk angka sepuluh. Dan ini sudah terlalu malam untuk beralasan terjebak kemacetan atau bertemu dengan klien. Chaeri bukanlah seorang yang selalu curiga dan berpikiran negatif, ia akan bertanya jika menurutnya itu tidak sesuai dengan logikanya.

Apa ia harus menghubungi sekretaris Kim untuk menanyai keberadaan suaminya? Tapi bagaimana menanyainya?

Cukup lama ia bergelut dengan pikirannya sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi orang terdekat suaminya setelah ia tentunya.

”Hallo miss,” suara sekretaris Kim terdengar. Chaeri menghembus lega mendengar suara sekretaris Kim.

”Maaf Ryeowook-ssi mengganggumu malam-malam seperti ini, err-” suara Chaeri terdengar ragu. Ia menggigiti bibir bawahnya.

”Anda ingin menanyakan keberadaan Kyuhyun sajangnim kan?” potong sekretaris Kim cepat.

Chaeri mengangguk dan dengan cepat ia bersuara karena sadar sekretaris Kim tidak bisa melihatnya, ”apa Cho Kyuhyun masih ada dikantornya?”

Suasana hening terjadi selama beberapa detik tapi tak lama kemudian suara sekretaris Kim kembali terdengar, ”Kyuhyun sajangnim baru saja pulang. Mungkin sekarang ia sedang berada di perjalanan menuju kerumah. Anda tidak perlu khawatir miss.”

”Terima kasih Ryeowook-ssi.” Chaeri segera menutup ponsel lipatnya. Dilihatnya lagi jam dinding, dari dulu ia tidak menyukai dengan kata-kata menunggu. Tapi pria itu sedikit banyak telah mengubahnya.

****

Chaeri memijat tengkuknya yang sedikit pegal. Tadi manajernya menelpon agar ia segera datang ke kantor agensinya karena ada wawancara mendadak dari sebuah majalah fashion terbitan New York. Dan wawancara itu baru selesai sepuluh menit yang lalu. Kalau bukan karena paksaan manajer yang sudah ia anggap seperti saudara kandungnya sendiri, tanpa berpikir panjang ia akan segera menolaknya. Terlebih lagi karena semalam ia berniat menunggu ‘suaminya’ dan membicarakan soal kelanjutan pernikahan mereka. Dan juga karena ia sedikit penasaran dengan keadaan Kyuhyun. Kim Ryeowook bilang jika keadaan Kyuhyun jauh dari kata baik. Maka dari itu ia rela membuang jauh rasa gengsinya hanya untuk memastikan keadaan pria itu baik-baik saja.

”Kau lelah? Maaf kalau aku menganggumu malam-malam seperti ini.”

Chaeri menoleh sejenak ke manajernya yang mengambil duduk disebelahnya dan melanjutkan memijat tengkuknya. ”Tidak apa-apa. Apa besok pagi aku ada jadwal?”

Manajer Lee memeriksa iPad yang selalu ia bawa kemanapun. Dengan teknologi yang semakin meningkat, ia tidak memerlukan lagi agenda besar yang berisi semua jadwal artisnya yang harus ia jinjing kemanapun. Kehadiran iPad sedikit banyak telah membantunya dalam menghandle semua jadwal artis yang ia manajeri.

”Besok pagi?” mata manajer Lee menyusuri layar iPadnya, ”hey, kau beruntung sekali. Kau tidak ada jadwal sampai sore hari. Kenapa? Kau ingin menghabiskan pagi harimu dengan suamimu yang super sibuk itu?” goda manajer Lee.

Chaeri hanya tersenyum tipis, ”ya dan tidak. Ya karena besok pagi aku akan menghabiskan waktuku dengan Kyuhyun, tidak karena kami tidak melakukan sesuatu seperti yang ada dipikiran mesummu itu Lee Hyukjae.”

Hyukjae terkekeh, ia memasukkan kembali iPadnya kedalam sarungnya. ”Jangan malu-malu seperti itu Chaeri-ssi, aku sudah mengenal kalian lima tahun lebih. Dan aku sangat mengerti bagaimana kehidupan seks pengantin baru itu.” Hyukjae mengedipkan matanya saat mengatakan kata yang terakhir ia ucapkan.

”Pengantin baru apa? Kami sudah menikah tiga tahun Lee Hyukjae-ssi.”

Hyukjae menepukkan tangannya seakan mendapatkan sebuah pemikiran yang cemerlang, ”ya itu benar, kalian sudah menikah selama itu. Tapi kenapa kalian belum juga mendapatkan anak? Aku percaya kalau suamimu itu orangnya sangat sibuk, tapi aku tidak percaya kalau ia akan tahan tidak menyentuhmu.”

”Hei, pemikiranmu mesum sekali Hyukjae-ssi. Sudahlah, aku mau pulang dulu. Sampai jumpa besok sore monyet mesum.”

”Hei!!” belum sempat Hyukjae melontarkan protesnya, Chaeri sudah terlebih dulu menutup pintu dan tertawa terbahak-bahak.

****

Pagi-pagi sekali Chaeri bangun dan menyiapkan makanan untuk Kyuhyun. Ia tahu jika pria itu pasti akan melewatkan sarapan paginya, dan akan terus terlena dengan pekerjaannya tanpa menyempatkan diri untuk mengisi perutnya dengan makanan. Semarah dan sekesal apapun ia dengan Kyuhyun ia tidak pernah mengacuhkan keadaan Kyuhyun. Baginya kesehatan Kyuhyun adalah nomor satu.

Chaeri mengunci mobilnya setelah mengambil paper bag yang berisi makanan kesukaan Kyuhyun. Ia menyapa para pegawai apartemen yang berpapasan dengannya. Chaeri langsung keluar dari lift ketika ia sudah sampai di lantai apartemennya ia segera melenggang menuju apartemennya.

”Tidak terkunci?” kening Chaeri mengernyit saat mendapati pintu apartemennya dalam keadaan tidak terkunci, hanya di tutup sekedarnya. Hati Chaeri mencelos, apa jangan-jangan ada pencuri yang masuk kedalam rumahnya?

Dengan sedikit takut ia membuka pintu lebar-lebar dan segera masuk kedalam apartemennya. Ruang tamu apartemennya masih rapi, sama rapinya seperti semalam sebelum ia tinggalkan. Chaeri menuju ke dapur, ia berjengit. Kenapa kompornya masih hidup? Siapa yang memasak? Tidak mungkin Kyuhyun yang memasak. Seumur hidup Kyuhyun tidak pernah menyentuh dapur kecuali untuk mengambil minum, itu pun kebanyakan dirinya yang mengambilkan minum untuk pria yang tiga tahun resmi menyandang sebagai suaminya.

Chaeri segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya, ekspresinya makin bertambah aneh saat melihat pintu kamarnya sedikit terbuka. Tidak biasanya Kyuhyun tidak menutup rapat pintu kamar. Baru saja ia hendak memegang knop pintu tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Chaeri tak mampu menutupi ekspresi kagetnya ketika melihat siapa yang membuka pintu kamarnya dari dalam. Victoria? Mengapa ia bisa ada di apartemennya? Dan mengapa ia bisa berada di dalam ruangan yang menurutnya sangatlah tidak pantas untuk dapat di masuki oleh orang asing sesukanya.

”Kenapa kau bisa berada disini?” tanya Chaeri pelan. Diantara kalimat makian yang sudah bertumpuk di pikirannya, hanya pertanyaan itu yang mampu keluar dari mulutnya.

Victoria tersenyum meremehkan, ”rupanya kau sudah pulang, kebetulan aku sedang memasak sarapan untuk kami. Kalau kau mau kau bisa sarapan bersama dengan kami.” Victoria mengibaskan rambutnya dan keluar dari kamar tanpa merasa bersalah sedikit pun. Ia juga sengaja menabrak bahu Chaeri saat berpapasan dengannya.

Chaeri mengepalkan tangannya yang sedang memegang paper bag. Rasa marah, kesal dan cemburu sudah bercampur aduk. Tinggal menunggu waktu untuk memuntahkannya keluar.

”Qiannie, apa kau sudah menyiapkan pakaian-” Kyuhyun baru keluar dari kamar mandi, langkah kakinya otomatis berhenti saat melihat sesosok yang ia amat rindukan dua minggu ini. ”Chaeri-ya..” lirih Kyuhyun.

Chaeri mendengus, menahan amarahnya. ”Kenapa? Apa kau kaget karena aku menangkap basah kau sedang berselingkuh? Baru dua minggu aku keluar dari apartemen ini, tapi kau sudah berani membawa wanita lain kerumah ini.” Chaeri berjalan angkuh ke arah tempat tidurnya. Ia duduk diatas tempat tidurnya, menaruh paper bag yang berisi makanan di sampingnya.

”Maaf kalau aku mengganggu acara berselingkuhmu. Tadinya aku hanya ingin membawakanmu sarapan, tapi aku tidak menyangka ternyata sudah ada wanita lain yang sukarela memasakkanmu makanan.” Chaeri mengelus ranjang yang telah dua minggu ia tinggalkan. Sejenak rasa mualnya muncul saat membayangkan Kyuhyun dan wanita itu telah bergumul di atas ranjang yang selama tiga tahun ini menemaninya.

”Itu tidak seperti yang kau bayangkan Chaeri-ya. Aku dan Qiannie tidak ada apa-apa. Jangan berpikiran macam-macam.”

Chaeri terkekeh, ”apa aku bilang kalau aku marah?” ia berdiri dan merapikan gaunnya dengan anggun. Ia mendekati Kyuhyun dan mengelus wajah tampan Kyuhyun. ”Kau telah menyakiti hatiku terlalu dalam Kyuhyun. Tadinya aku berniat untuk berbaikan denganmu, tapi aku tidak menyangka akan seperti ini. Kau tidak perlu menjelaskan apapun, aku telah melihatnya dengan kedua mataku sendiri.” Chaeri menghirup udara sebanyak-banyaknya dan menghembuskannya kembali dalam satu kali hembusan. ”Wanita itu, aku tahu kalau dia itu adalah mantan kekasihmu. Ahh tidak, mantan tunanganmu. Makanya itu Kyuhyun-ah..”

Chaeri menurunkan tangannya ke bahu Kyuhyun yang masih sedikit basah, ”ceraikan aku.” ujar Chaeri pelan.

Tidak! Kyuhyun menggeleng. Chaeri pasti salah paham dengan semua yang terjadi pagi ini. Ia tidak ingin wanita yang begitu ia cintai terus terjebak dalam kesalahpahaman. Tidak, sebenarnya ini sepenuhnya salahnya. Wanita manapun pasti akan marah dan salah paham ketika menghadapi mantan tunangan suaminya berada didalam kamar yang seharusnya menjadi tempat yang tidak bisa dimasuki oleh siapapun.

”Dan kau pasti sudah tahu kan kalau sampai kapanpun aku tidak akan menceraikanmu?” Kyuhyun memegang tangan Chaeri yang berada di bahunya dan meremasnya pelan.

”Kau tidak boleh egois Kyuhyun-ah. Aku, sekuat apapun aku, aku tetaplah seorang wanita yang lemah dan butuh perlindungan. Dan ini terlalu menyakitkan hatiku.” Air mata yang mati-matian ia tahan akhirnya jatuh dan merembes di wajah cantiknya. Kyuhyun makin menyalahkan dirinya ketika melihat Chaeri mengeluarkan air mata. Chaeri bukan tipe wanita yang mudah menangis. Ia akan menangis ketika hatinya tidak lagi dapat menahan beban. Dan pastilah wanita itu merasa sakit hati.

Kyuhyun tidak menyangka semuanya akan terjadi seperti ini. Awalnya ia hanya tidak merasa enak dengan Victoria yang menawarkannya untuk memasakkannya sarapan. Ia mengutuk dirinya sendiri yang mabuk-mabukan dan Victoria berbaik hati untuk mengantarnya pulang ke apartemennya. Ia tidak menyangka jika pagi ini Victoria masih berada di apartemennya dan malah menawarkan untuk memasakkannya sarapan. Ia yang merasa tidak enak hanya bisa mengiyakan. Dan jika tahu akan seperti ini jadinya, sumpah demi apapun ia tidak akan pernah mengiyakan ajakan Victoria atau mantan tunangannya itu.

”Kumohon, berhentilah menangis Chaeri-ya.” Kyuhyun menangkupkan kedua tangannya ke wajah cantik istrinya, ia menghapus airmata Chaeri dan menciumi mata Chaeri. Chaeri hanya bisa menangis, rasa sakit hatinya tak mampu ia tutupi lagi. ”Aku mencintaimu Chaeri-ya.”

”Kalau kau mencintaiku, kumohon ceraikan aku Kyuhyun-ah.”

”Tidak. Sampai matipun aku tidak akan pernah menceraikanmu.” Jawab Kyuhyun tegas.

”Kalau begitu, aku yang akan menuntut cerai darimu.” Chaeri melepaskan tangan Kyuhyun dan menuju ke tempat tidurnya untuk mengambil tasnya. Baru saja ia hendak mengambil paper bag yang berisi makanan untuk Kyuhyun tiba-tiba saja tangannya di tarik dan paper bagnya terjatuh kelantai.

”Yak, kau apa-apaan-” belum sempat Chaeri meneruskan perkataannya, bibirnya telah dikunci rapat oleh Kyuhyun. Chaeri memukul dada Kyuhyun, berharap Kyuhyun berbaik hati untuk memberinya kesempatan untuk menarik nafas karena saat ini bibir Kyuhyun dengan ganasnya melumat bibirnya. Bukannya memperlambat tempo ciumannya, Kyuhyun malah mengunci tubuh Chaeri masuk kedalam pelukannya.

”Pffttt.. Kyu..” desah Chaeri saat Kyuhyun mengalihkan tubuhnya menuju ke tempat tidur tanpa melepaskan ciumannya. Berbanding terbalik dengan ciumannya yang sangat kasar, Kyuhyun pelan-pelan merebahkan tubuh Chaeri ke atas tempat tidur mereka seakan-akan Chaeri itu adalah sebuah krystal yang mudah pecah.

Kyuhyun makin memperdalam ciumannya, ia sedikit kesal karena Chaeri belum juga membalas ciumannya malah berusaha melepaskan ciumannya.

”Kyu…” desahan Chaeri semakin jadi ketika lidah Kyuhyun menjalari seluruh permukaan lehernya. Chaeri menarik nafas dalam, seakan baru menemukan oksigen untuk mengisi paru-parunya. Tali gaun Chaeri sudah meloroh setengah, dan Kyuhyun tidak melepaskan kesempatan ini untuk menurunkan bibirnya menuju daerah favoritnya.

Chaeri mengcengkram seprai tempat tidurnya. Ia sempat terlena dengan semua sentuhan yang ia rindukan dua minggu ini. Tapi rasa amarah dan kesalnya masih mendominasi pikirannya. Dengan semua sisa kekuatan yang ia punya, ia mendorong Kyuhyun sehingga Kyuhyun terduduk di atas tempat tidur dan ia duduk di atas pangkuan Kyuhyun. Ia berniat bangkit namun ia mengurungkannya ketika ia mendengar langkah kaki yang mendekat ke arah kamarnya. Ia menyeringai sinis. Setidaknya sakit hati harus dibalas sakit hati kan?

Chaeri melepaskan gaunnya dan melemparkannya begitu saja ke lantai sehingga menampilkan kedua payudaranya yang tanpa disia-siakan langsung di hisap oleh Kyuhyun. Ia buru-buru melepaskan handuk yang melilit pinggang Kyuhyun dan segera mengurut penis Kyuhyun yang telah menegang minta di manjakan. Chaeri mencium bibir Kyuhyun sambil mengurut penis Kyuhyun dengan lembut. Setelah dirasa cukup tegang, Chaeri meregangkan kakinya dan melenguh tertahan saat tubuh mereka bersatu. Chaeri memendamkan wajahnya di leher Kyuhyun sambil sesekali menciumi leher Kyuhyun.

”Chaeri-ya, kumohon bergeraklah.” Pinta Kyuhyun lalu kembali mengurut payudara Chaeri dengan lidahnya. Chaeri menurut, ia bergerak seirama sambil sesekali meraba lengan Kyuhyun yang lumayan kekar. Chaeri bisa merasakan milik Kyuhyun yang sangat menegang didalam sana, dan bersiap memuntahkan isinya. Chaeri juga merasakan jika ia akan orgasme sebentar lagi. Ia melirik ke arah pintu kamarnya yang memang terbuka lebar, ia tersenyum sinis saat melihat Victoria sedang berdiri didepan pintu. Tubuh wanita itu bergetar menahan tangis. Wanita itu sepertinya tidak bisa lagi mengontrol tubuhnya.

Melihat itu Chaeri malah makin bersemangat meliukkan tubuhnya, memberi kepuasan yang tak terhingga untuk pria tampan yang berada di pelukannya ini. Kyuhyun memeluk Chaeri erat-erat saat ia berada di puncak kepuasan. Begitu pula dengan Chaeri, ia menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun, merasakan kenikmatan itu sambil memejamkan matanya.

Chaeri menyeringai lagi, ia menegakkan tubuhnya dan memandang Kyuhyun dalam, ”Kyuhyun-ah aku mencintaimu.”

”Aku juga mencintaimu Chaeri-ya, istri-ku.” Kyuhyun meraup wajah Chaeri dan melumat bibir Chaeri pelan. Chaeri melirik ke arah Victoria dan mengedipkan matanya lalu menegakkan tubuhnya lagi karena Kyuhyun masih ingin bermain di daerah dadanya. Chaeri tersenyum puas saat Victoria menangis sesegukan dan membalikkan badannya lalu pergi secara perlahan.

”Chaeri-ya, bergeraklah lebih cepat..”

Bukankah sakit hati itu harus dibalas dengan sakit hati juga?

*****

Chaeri terbangun dan tersenyum tipis saat menyadari ia tengah tertidur di dalam pelukan suaminya. Ia mengelus tangan Kyuhyun yang melingkari perutnya dan membalikkan badannya untuk melihat sosok tampan suaminya dari dekat.

”Apa kau ada jadwal pemotretan hari ini?” tanya Kyuhyun tanpa membuka matanya. Chaeri mengelus wajah Kyuhyun dan mengecup bibir Kyuhyun pelan.

”Kurasa sore nanti aku ada rehearsal untuk pementasan rancangan musim semi.”

”Batalkan. Aku ingin mengajakmu ke Roma sore nanti, aku ada rapat penting disana. Dan kurasa ibuku sangat merindukanmu.”

”Eomonim? Apa kau belum bilang padanya kalau kita akan bercerai Kyuhyun-ah?”

Tubuh Kyuhyun menegang, ia membuka matanya dan menatap Chaeri tajam, ”apa maksudmu dengan bercerai Chaeri-ya? Jangan berbicara yang aneh-aneh. Kita baru saja berbaikan.”

”Aku tidak bercanda Kyuhyun-ah. Jangan kau kira dengan satu kali berhubungan intim maka itu akan membuatku melupakan sakit hatiku.” Chaeri menyentakkan tangan Kyuhyun yang memeluk tubuhnya dan bangkit dari tempat tidurnya. Ia memunguti gaunnya di lantai dan segera masuk kedalam kamar mandi untuk berpakaian.

Chaeri keluar dari kamar mandi setelah merapikan riasannya. Ia melihat Kyuhyun duduk di pinggir tempat duduknya menunduk sambil memijat keningnya. Kyuhyun hanya memakai celana pendek, dan kaos oblong berwarna putih. Kyuhyun mendongak saat Chaeri keluar dari kamar mandi.

”Kau pulang jam berapa? Aku akan menjemputmu.”

Chaeri melirik Kyuhyun dari pantulan cermin riasnya, ia mengoleskan lip balm ke bibirnya. ”Bukankah kau akan ke Roma malam ini? Lagipula letak apartemenku tidak jauh dari kantor agensiku. Jalan lima menit saja sudah sampai ke apartemenku.”

”Aku, aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun Chaeri-ya.” Kyuhyun menatap Chaeri frustasi. Ia tak tahu lagi bagaimana caranya meyakinkan istrinya bahwa hanya dialah wanita satu-satunya yang Kyuhyun puja selama hidupnya. Bahkan saat bersama Victoria pun yang ia rasakan hanyalah perasaan suka sebagai teman, bukannya cinta seperti yang ia rasakan ke Chaeri.

Chaeri mengendikkan bahunya, ”terserah padamu. Yang jelas aku akan mencari jalan apapun agar aku bisa bercerai darimu.”

”Dan aku akan mengerahkan semua tenagaku agar kau bisa kembali kepadaku.” Suara Kyuhyun mendingin, ”dan aku sangat serius Han Chaeri-ssi.”

Tubuh Chaeri bergidik. Ia tahu kalau ancaman Kyuhyun pasti tidak akan main-main. Ia tidak bisa menebak apa saja yang akan dilakukan oleh pria keturunan iblis ini.

”Te-terserah kau.” Gugup Chaeri, ia mengambil tasnya dan cepat-cepat keluar dari kamarnya.

Sial, kenapa ia malah merasa ketakutan seperti ini? Cho Kyuhyun pasti mempunyai seribu rencana untuk mengikatnya kembali, dan rencana itu pastilah rencana yang sangat menakutkan.

**TBC**

14 thoughts on “THE WAY TO BREAK UP [1/?]

  1. daebak….. keringetan bacanya…
    miga chaeri nya hamil, terus ga jadi deh cerai nya…
    victoria ngeselin banget deh, ngerusuhin aja. tapi aku suka chaeri manas2in si vic… rasakan itu… muahahahaha…
    ditunggu kelanjutannya

  2. Waw… Ceritanya keren banget thor. Sampe-sampe nggak tau mau komen apa. Ditunggu kelanjutannya aja deh thor

  3. annyeonghaseyo ^^ aku new reader di sini, salam kenal author ><
    oh ya ff ini kapan di lanjutin ? penasaran banget loh sma next chap-nya

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s