17

[FICLET] MY MEMORIES

Author : Ocha Syamsuri

Cast : Han Chaeri

Park Jungsoo

Length : Ficlet

Pov : Chaeri’s pov

*****

“Kenangan seharusnya menjadi jembatan untuk mempertahankan sebuah hubungan.” Ocha Syamsuri

***

Kini aku hanya bisa merindukanmu melalui bintang yang kubisa kulihat setiap malam

Kini aku hanya bisa mencintaimu melalui kenangan-kenangan

Kini aku hanya bisa memilikimu melalui bayanganmu yang masih melekat dihati Continue reading

10

I LOVE UR DAD [PART 2]

Tittle: I Love Your Dad

Author : riska_fasyah

Rating :General

Length : Short Story

Genre : Romance

Cast :

Leeteuk as Park Jung Soo

Yourself as Song Hyun Ae

Kid as Park Je In (anak perempuan Leeteuk )

Part 2

Suasana diluar sudah mulai tampak tenang,aku membawa Je in keruang tengah dan duduk disofa yang berada tepat didepan televisi.Aku mendekap tubuhnya erat,nafas gadis kecil ini sudah mulai teratur dan dia kembali tertidur sepertinya.Keadaan masih dalam keadaan gelap, tetapi tiba-tiba terdengar suara pintu depan yang dibuka.Aku segera menoleh, kebiasaanku yang sering lupa Continue reading

30

MY LOVELIFE

Author : Ocha Syamsuri

Cast : Kang MinRae

Lee Jinki / Onew

Han ChaeRi

Cho Kyuhyun

Genre : Romance, angst

Rating : BO (Bimbingan Orang Tua), PG-12

Disclaimer : semua cerita hanya karangan aku, hanya imajinasi aku sebagai fangirl yang cuma bisa ngayal aja. so, just for fun guys

****

“Semua kisah cinta mempunyai awal dan akhir cerita sendiri, entah itu bahagia atau terluka.” Ocha Syamsuri

****

MY LOVELIFE

**** Continue reading

20

I LOVE YOUR DAD PART 1

Tittle: I Love Your Dad

Rating :General

Length : Short Story

Genre : Romance

Author:  Riska Fasyah Bayenti

EDITOR : Ocha Syamsuri

Cast :

Leeteuk as Park Jung Soo

Yourself as Song Hyun Ae

Kid as Park Je In (anak perempuan Leeteuk )

***

Part 1

*Song Hyun Ae POV*

Aku berjalan memasuki kamarku, kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur yang yang kuikrarkan sebagai tempat tidur ternyaman didunia. Hahhh..benar-benar nyaman dan hangat, kulihat jam didinding kamarku, sudah pukul sembilan malam rupanya.

Aku baru pulang dari tempat kerjaku. Hufh, entahlah apa tepat tempatku bekerja sekarang ini bisa kusebut sebagai tempat kerja. Sebenarnya aku digaji cukup lumayan tapi entah kenapa aku merasa seperti tidak bekerja saja disana. Entahlah, mungkin dilain waktu aku akan menceritakan lebih detailnya.

Aku memaksakan tubuhku untuk bergerak dan berjalan menuju ke kamar mandi. Aku perlu merefreshkan tubuhku. Continue reading

21

7 YEARS WITHOUT LOVE PART I

Author : Ocha Syamsuri

Cast : Han Chaeri

Lee Donghae

Support cast : Masih dalam proses

Genre : Romance

Rating : BO (Bimbingan Orang Tua), PG-13

Disclaimer : semua cerita hanya karangan aku, hanya imajinasi aku sebagai fangirl yang cuma bisa ngayal aja. so, just for fun guys

POV : Ceritanya cuma aku ambil dari sudut pandang Chaeri dan Donghae

“Mencintai adalah sebuah alasan untuk bisa bernafas setiap hari” Ocha Syamsuri

***

7 YEARS WITHOUT LOVE

Han Chaeri POV

Aku memeluknya dengan sangat erat. Tak bosan-bosannya aku mensyukuri telah memiliki namja yang berada di sampingku ini. Aku beruntung sekali bisa mencintai dan di cintai seperti ini. Dan juga bisa di
cintai oleh namja super sempurna ini adalah hal yang luar biasa didalam hidupku. Aku tidak menginginkan hal yang lain selain hidup bersamanya. Aku mencintainya melebihi jumlah udara yang kuhirup setiap hari.

Kami memang saling mencintai tapi kami tidak bisa merefleksikan cinta kami secara nyata. Dia Lee Donghae, telah memiliki seorang calon istri, dan calon istrinya itu adalah sahabat karibku sendiri. Walaupun aku dan Lee Donghae telah saling mengenal sejak tujuh tahun yang lalu
dan terikat dalam suatu pernikahan tapi aku tetap tidak tega menyakiti hati sahabatku ini.

Aku cukup puas bisa berdekatan dengan suamiku seperti ini walaupun aku harus menahan hati melihatnya bersanding dengan yeoja lain.

“Demi tuhan Lee ChaeRi ! Hentikan sandiwara ini.. Aku tidak ingin melukaimu lebih dalam ini. Kau itu istriku! Apa kau gila menyuruhku menikahi yeoja itu?”

Aku menggelengkan kepalaku dan tetap membenamkan badanku kedalam pelukannya.

“Aku hanya tidak ingin melukai sahabatku sendiri oppa. Dia sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri. Selama kita berpisah dia lah yang terus membantuku.”

“Dan kau tidak memperdulikan perasaanku? Kau egois Lee Chaeri !”

“Oppa, jangan panggil aku Lee Chaeri di depan Kim Hyuna. Panggil aku Han Chaeri.”

“Andwae.. Sampai kapanpun kau adalah istriku, dan margamu adalah Lee. Kau adalah satu-satunya sumber oksigenku yang kuhirup setiap hari. Aku mohon Chaeri-ya, jangan siksa aku seperti ini.”

“Oppa…”

***

Lee Donghae POV

Astaga!

Apa istriku ini sudah gila?

Kenapa dia tetap saja menginginkan aku menikah dengan sahabatnya? Aku sudah pernah merasakan yang namanya HIDUP TAPI TIDAK ADA PERASAAN selama tujuh tahun karena berpisah dengannya dan kini setelah kami bertemu lagi dia malah menyuruhku menikahi seorang yeoja yang bahkan melihatnya pun aku tidak bisa. Mataku, hatiku, dan pikiranku semuanya di penuhi dengan nama Lee Chaeri. Bagaimana bisa aku menikahi yeoja itu?

Aku merasakan kemejaku yang basah karena airmata malaikat kehidupanku ini.

“Chaeri-ya, lebih baik kau membunuhku saja daripada kau menyuruhku melukaimu seperti ini. Dari dulu aku tidak pernah mengijinkanmu menangis, dan kau melupakan laranganku yang satu itu?”

Dia mengangguk didalam pelukanku. Aku mengelus rambutnya dan mengecup puncak kepalanya. Lee Chaeri adalah oksigenku, bagaimana mungkin aku hidup tanpa ada dirinya?

“Lee Chaeri berhenti menangis atau kau akan kubawa ke atas ranjang?”

Aku hampir frustasi melihatnya menangis seperti ini. Aku tidak ingin dia terluka, walau sedikit pun.

“Oppa, kau mesum sekali.”

Dia berkata dengan suara tertahan lalu menangis lagi.

Ya Tuhan, aku ingin tertawa karena kata-kata ‘MESUM’nya itu tapi aku tahan mengingat tangisannya semakin keras.

“Chaeri-ya, berhenti lah menangis. Nanti aku akan membelikanmu es krim stroberi ukuran jumbo deh.”

“Oppa, kau jahat.. Kau kira aku anak kecil? Aku sudah 26tahun oppa.”

“Chaeri-ya..”

“Es krimnya double jumbo ya oppa..”

Aku terkekeh mendengarnya. Lee Chaeri, istriku, sikapmu tidak pernah berubah dari tujuh tahun yang lalu. Kau selalu seperti ini. Kau selalu membuatku merasa seperti satu-satunya seorang namja yang bisa
memilikimu.

“Chaeri-ya, jangan mengelap ingusmu di kemejaku ya.”

“OPPA!”

Hahaha, senang sekali rasanya bisa mengerjainya seperti ini. Dan senang sekali ternyata reaksinya tetap sama seperti tujuh tahun yang lalu.

Lee Chaeri, kau ingin aku menikahi yeoja itu? Itu tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun. Aku tidak ingin kehilangan kau lagi, sumber oksigen satu-satunya tempatku bernafas.

***

Aku tersenyum kecil melihat wajahnya terlekuk sepuluh seperti itu. Sesekali ia mengacak rambutnya kesal. Aku memang sengaja memberinya tugas yang sedikit sulit. Ini adalah balasan karena dia berani
menangis di hadapanku.

Ada dua hal yang paling kularang di hidupnya, pertama ia menatap namja lain, kedua ia menangis di hadapanku dan di belakangku. Darahku akan mendidih kalau ia menatap namja lain dan aku tidak akan segan-segan untuk menyingkirkan namja itu dari kehidupannya.

Lee Chaeri itu milikku, hanya aku yang boleh menyentuh dan memilikinya. Karena aku pemiliknya, aku juga tidak mengijinkan dia menangis. Duniaku terasa runtuh jika melihat airmata itu mengalir di wajahnya. Aku tidak akan pernah mau menyakitinya. Dia itu milikku, permaisuri di singgasana cintaku.

Aku melirik ponselku yang bergetar di atas mejaku, dan senyumku makin mengembang takala melihat pesan darinya.

From : My Oxygen

Oppa~ aku kutuk kau!! Arghh~ kau tega memberiku tugas super sulit seperti ini..

Tanpa menghentikan senyumanku aku mengetik sederet kalimat membalas pesannya.

To : My Oxygen

Panggil aku Presdir Lee Donghae. Ini adalah kantor Lee Chaeri..

Tak lama kemudian pesan balasan darinya pun datang.

From : My Oxygen

Oke, presdir Lee Donghae yang terhormat.. Jangan harap kau bisa menyentuh diriku malam ini..

Aku terkekeh lagi dan melirik ke tempat meja kerjanya. Ia menoleh kearahku dan memeletkan lidahnya. Ia segera melanjutkan pekerjaannya saat salah satu supervisor berkeliling mengawasi kerja para karyawan.

Aku memang sengaja menaruh meja kerjanya berada di jangkauanku, agar aku bisa melihatnya setiap hari dan juga memantaunya. Aku tidak suka ia berhubungan dengan namja manapun walaupun hanya sebatas teman.

Aku menghirup udara sedalam-dalamnya. Sudah lama aku tidak bisa bernafas selega ini. Kulihat sekretarisku menatapku aneh, mungkin saja ia menganggapku setengah gila sekarang ini, tapi aku tidak peduli.

***
Aku terus terhanyut di dalam pekerjaanku sampai ketika sekretarisku masuk ke dalam ruanganku, ia menyerahkan beberapa berkas yang harus ku tandatangani.

“Beberapa hari ini anda terlihat sangat bercahaya Direktur Lee.” ujarnya lalu menyerahkan selembar berkas terakhir yang harus aku tandatangani.

Aku mengambil berkasnya dan menorehkan tandatanganku lalu menyerahkannya kembali.

“Benarkah? Memangnya selama ini wajahku bagaimana? Seram begitu?” ujarku setengah bercanda.

“Ah~ ye? Bukan begitu Direktur. Ahh, maafkan aku telah bersikap lancang.”

“Tidak apa-apa, katakan saja.”

“Aku sudah hampir tiga tahun menjadi sekretarismu, dan baru hari ini aku melihat anda benar-benar hidup.”

“Maksudmu selama ini aku mati?”

“Ani, maksudku selama ini anda memang hidup tapi hanya tubuhmu. Anda memang bekerja seperti biasa tapi anda tidak pernah tersenyum dan bercahaya seperti saat ini. Anda biasanya hanya menyahut jika ditanya, dan tidak suka jika diajak mengobrol terlalu lama. Bahkan selama tiga tahun ini baru hari ini kita mengobrol. Ahh, maafkan kelancanganku.”

“Gwaenchana, aku senang kau memperhatikan aku.”

“Ngomong-ngomong kalau boleh tau, apa penyebab anda bisa seperti ini direktur?”

“Aku hanya menemukan kembali sumber oksigenku..”

***

Lee Chaeri POV

Arghh~ dasar ikan nemo menyebalkan!

Kepalaku sudah cukup sakit memikirkan bagaimana menyelesaikan tugas ini. Sepertinya ia sengaja
menyalah gunakan kedudukannya sebagai Presiden Direktur untuk mengerjaiku habis-habisan.

Aku meregangkan tubuhku sehingga timbul bunyi yang cukup keras. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling kantor. Ini sudah jam 12 siang, pantas saja jika sudah sepi. Aku melirik ke ruangannya dan aku
menghela nafasku saat melihat dia masih hanyut dalam pekerjaannya. Dia selalu seperti itu. Aku mengambil bekal makananku yang sengaja aku bawa dari rumah. Segera saja aku memasuki ruangannya. Suasana kantor sekarang sudah sepi, aku tidak perlu lagi bertata krama.

Aku menaruh bekalnya di atas meja tamu, lalu berjalan kearahnya. Aku duduk diatas pangkuannya dan tanpa menghiraukan protesannya aku menyimpan filenya lalu mematikan komputernya.

“Kita makan dulu oppa..” ajakku lalu menariknya ke kursi tamu yang terletak tak jauh dari meja kerjanya.

“Aku kira kau masih ngambek karena tugas itu.”

“Ngambeknya nanti akan ku teruskan, sekarang kau makan dulu oppa.” Aku menaruh beberapa makanan ke atas wadah lalu menyuapinya makan. Lee Donghae memang seperti ini, ia selalu minta di suapin seperti anak kecil. Tapi tak apalah, aku senang melakukannya.

***

Sepulang dari kantor, kami mampir dulu ke supermarket karena persediaan makanan di Apartemen kami. Baru-baru ini aku memang tinggal di Apartemennya. Ia tidak mengijinkanku tinggal di Apartemen miniku dulu. Katanya ia tidak mau lagi melihatku hidup susah seperti tujuh tahun yang lalu.

“Oppa, jangan masukkan apapun lagi. Kau pikir kita mau berpesta hah?”

Aku menaruh kembali semua makanan yang dia taruh kedalam trolly. Astaga dia ini.. Masa semua makanan dia masukin semua ke dalam trolly. Dia pikir aku mau jualan apa?

“Tapi kita memerlukan semua itu kan?” protesnya tak terima.

“Tapi hanya secukupnya oppa, ini saja sudah terlalu banyak untuk kita berdua.”

“Tapi..”

Aku menghentikan ocehannya dengan sebuah kecupan kecil di bibirnya. Manusia ikan yang berotak mesum ini memang harus di cium begini baru dia berhenti mengoceh. Aku merangkul lengannya lalu mendorong trolly menuju meja kasir.

***

Lee Donghae POV

Hal yang paling aku sukai dari sumber oksigenku ini adalah ia selalu merasa cukup dan tidak pernah mengeluh. Kami pernah mengalami hal-hal tersulit tapi ia tidak pernah mengeluh, ia bahkan selalu bersyukur. Entah bersyukur dalam konteks apa.

Setelah memakirkan mobilku, aku menelpon petugas apartemen menyuruh mereka untuk membawakannya ke apartemenku. Aku menggendong istriku dengan hati-hati agar ia tidak terbangun. Ia pasti amat kelelahan sampai-sampai tertidur di dalam mobil.

Aku menaruh istriku ke atas ranjang lalu melepaskan high heelsnya dan menyelimutinya. Suara bel apartemen berbunyi, aku segera menuju ke pintu. Petugas keamanan menyerahkan barang belanjaanku. Setelah memberikan beberapa won ke petugas itu aku menuju ke dapur dan menaruh barang itu.

Setelah selesai merapikan diri dan mengganti pakaian, aku tidur di sebelah istriku lalu memeluknya sebelum aku terlelap.

***

Aku tidak pernah berhenti bersyukur bahwa wanita yang berada didalam
pelukanku ini adalah wanita yang telah kumiliki seutuhnya. Aku tidak
akan pernah berpikir untuk meninggalkannya lagi ataupun menuruti
permintaannya seperti tujuh tahun yang lalu. Seperti apapun ia
memohon, hal itu tidak akan pernah aku lakukan lagi. Cukup sekali saja
kebodohan yang kulakukan.

Yeoja yang berada didalam pelukanku ini menggeliat pelan, ia membuka matanya perlahan dan tersenyum tipis.

“Oppa, aku ingin mandi.” Suara seraknya membuat sistem aliran darahku terhenti.

“Oppa..” Ujarnya lagi. Kini ia mengelus wajahku. Aku mencium kedua kelopak matanya dan pipinya. Aku tidak sanggup untuk mencium bibirnya. Aku pasti akan menerkamnya pagi ini jika aku melumat bibirnya.

***

“Oppa, turunkan aku..”

Aku tidak menghiraukan teriakannya dan tetap menggendongnya menuju ke kamar mandi.

Ternyata aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menyentuhnya.

***

Lee Chaeri POV

Aku tersenyum malu mengingat perlakuannya tadi. Astaga, kami tadi melakukan ITU didalam kamar mandi. Dan ku akui dia sangat hebat tadi saat melakukan ITU.

“Chaeri-ya, jangan senyum-senyum begitu, kau membuatku ingin membawamu kembali ke Apartemen.” ia melirik kearahku dan menyunggingkan senyuman usilnya.

“Oppa~ kau benar-benar gila ya. Masa melakukan itu didalam kamar mandi?”

“Wae? Bukannya kau yang mendesah paling keras tadi?”

Aku memukul kepalanya cukup keras. “Dasar yadong!!”

Dan ia kembali menertawaiku, membuatku semakin malu saja.

***

Lee Donghae POV

Mukanya yang kemerahan menahan malu membuat pengendalian diriku sedikit goyah. Aku mohon Lee Chaeri, hentikan ekspresimu itu. Aku ada rapat penting hari ini, aku tidak ingin menikmati tubuhmu dulu, bisa-bisa aku lupa diri nanti.

“Dasar yadong!!”

“Berhenti mengatakan itu atau aku akan memutar kembali ke apartemen.” Bibirnya mengerucut menahan kesal. Maafkan aku istriku tersayang, tapi aku sangat senang menggodamu seperti ini.

***

Aku membalas salam hormat dari para karyawan yang ku lewati saat menuju ke ruanganku. Sementara Lee Chaeri berjalan tiga meter di belakangku. Sebenarnya aku tidak ingin begini, aku ingin memberitahu
jika wanita ini adalah milikku. Tapi karena permintaan bodohnya itu aku harus menahan diriku. Tapi kujamin hal ini tak akan lama. Secepatnya aku akan mengumumkan jika ia adalah milikku.

Baru saja aku mau memasuki ruanganku tiba-tiba saja rasa enggan menghinggapiku. Yeoja yang bernama Kim Hyuna ini dengan lancangnya duduk di atas kursiku. Ia tersenyum ke arahku lalu dengan serta merta menghambur ke pelukanku. Aku melirik ke arah istriku dan ku lihat ia menatapku dengan ekspresi yang sulit aku deskripsikan. Aku melepaskan pelukannya dengan kaku lalu mengambil ponselku dan mengetik sebaris kalimat.

To : My Oxygen

Jangan pikirkan apa yang kau lihat tadi. Aku hanya mencintaimu. Cinta yang sama seperti dulu.

Aku tersenyum saat melihat oksigenku menyunggingkan senyumannya setelah membaca pesanku tadi.

“Oppa, kau tidak kangen kepadaku?” ucap Hyuna dengan nada manja.

“Hyuna-ssi, ini di kantor. Aku mohon jaga tingkah lakumu.” Aku berusaha menahan ucapanku agar tidak berkata ketus terhadapnya.

“Mianhae oppa, tapi aku sangat merindukan oppa. Kita kan sudah seminggu tidak bertemu.”

Aku tidak menghiraukan ocehannya dan meneruskan pekerjaanku yang sempat tertunda.

***

Aku dan Lee Chaeri itu sudah menikah sejak tujuh tahun yang lalu. Mungkin karena aku memutuskan menikah di usiaku yang masih sangat muda sehingga membuat kedua orang tuaku menentang pernikahan ini. Singkat cerita, kami memutuskan kawin lari dan hidup di kota terpencil.

Walaupun kami hidup penuh dengan kesusahan tapi kami tidak pernah bertengkar. Hari-hariku saat itu penuh dengan kebahagiaan. Aku tidak peduli dengan badanku yang menghitam karena pekerjaanku sebagai kuli. Aku juga tidak peduli dengan tangan-tanganku yang menjadi kasar. Aku hanya ingin mencari nafkah untuk menghidupi keluarga kecilku.

Kami terus saja menikmati hari-hari kami sampai akhirnya hari itu datang. Hari dimana Chaeri memintaku untuk mengejar karirku di Seoul. Dan dengan bodohnya aku mengiyakan permintaannya, dan pergi ke Seoul seorang diri.

Jika aku tau sulitnya hidup seorang diri tanpa ada dirinya, tentu aku akan terang-terangan menolak permintaan konyolnya itu. Dia adalah oksigenku, bagaimana aku bisa hidup berjauhan dengannya?

Kembali kepersoalan utama, ketika aku kembali dari Seoul dua tahun sesudahnya, aku mendapati kabar jika istriku kabur entah kemana. Aku sudah mencari keberadaannya di seluruh Korea, bahkan ke Jepang. Tetapi hasilnya tetap nihil. Dan entah sejak kapan aku jadi enggan berbicara dengan orang lain. Yang ada di pikiranku hanya istriku seseorang.

Setelah beberapa bulan aku sibuk mencari istriku, orang tuaku mendatangiku dan memintaku untuk kembali lagi. Awalnya aku menolak tetapi dengan bujukan dan iming-iming mereka akan membantu mencari istriku, akhirnya aku menyetujuinya.

Beberapa tahun setelahnya aku mewariskan seluruh harta orang tuaku, dan aku juga menjabat sebagai Presiden Direktur di semua perusahaan orang tuaku.

Aku baru tau jika orang tuaku itu amat egois, mereka seenaknya memaksa dan menjodohkan aku dengan salah satu anak relasi mereka. Aku menolak? Tentu saja.. Tapi karena aku tidak tega dan juga karena tidak tahan dengan desakan mereka, akhirnya aku menyetujuinya.

Dan itu kebodohanku yang kedua.

Aku sudah mencoba untuk menerima yeoja yang di jodohkan denganku, tapi sekeras apapun aku mencoba, makin keras pula ingatanku akan penyesalanku karena telah meninggalkan istriku.

Setahun setelah perjodohan konyol itu, secara ajaib aku bertemu lagi dengan istriku. Dan ajaibnya lagi dia adalah sahabat dari yeoja yang di jodohkan oleh orang tuaku itu. Yang seharusnya aku lakukan saat ini adalah menariknya kembali sebagai Nyonya Lee. Tapi karena perjodohan itu, istriku menolak dan malah memaksaku untuk menikahi sahabatnya itu, karena dia merasa hutang budi dengan yeoja itu.

Sayangnya aku tidak mau lagi menjadi orang bodoh, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menikahi yeoja itu. Jika bisa memilih, aku lebih baik melepaskan semua yang aku punya dibandingkan melepaskan istriku, sumber oksigenku.

***

TBC …..

AIGOO!! FF MACAM APA INI?? HANCUR BANGET -_______________-

Maaf banget udah ngepost FF hina dan busuk seperti ini… *deep bow*

Ehmm, sebenarnya aku ngebuat FF ini dalam dua versi. Ceritanya hampir sama, cuma berbeda versi.. Versi satunya bakal aku post, tapi nanti.. setelah FF ini tamat..

Dan, kalau ingin ngebaca kelanjutan dari FF ini.. Kembali ke peraturanku..

Komen sedikit = lanjutan lama