12

Suju & Indonesia : Balada Tanah Abang dan PABSD Ala Super Junior

Suju & Indonesia : Balada Tanah Abang dan PABSD Ala Super Junior

Main Cast: Zhou Mi,Heechul,Hanggeng,

Other Cast: Liat aja ndiri… OppadeuL SJ yah yang 15 aja dech..

Genre: 100000% GAJE, Friendship, Humor *aneh*, Drabble.

Author: Chaa ELFBlackjack Cassiopeia

Rating : PG 13 *SU kalau di TV XD*

Warning : FF bikin gila.. jangan dibaca bila anda tidak gila. Dapat menyebabkan kantuk, ketawa sendiri De eL eL

Disclaimer : all cast milik Allah, Zhou Mi is Mine XD

PS : Comment lo, hidup mati gua *jiahh*

Continue reading

Advertisements
2

[Freelance] I Love You Endlessly part 3

I Love You Endlessly Part 3

Tittle : I Love You Endlessly -3-

Author : Flyingfish & Gameri

Backsounds : (I Love you -Taeyon-) (Haru-haru-big bang-)

Cast : Kim Kangin,Zhoumi,Choi Siwon,Henry,Cho Kyuhyun,Lee Donghae,Kim Hyeri,Hyeonnie

 Support Cast: Member Super Junior,Park Sunghyo

Genre : Romance

Desclaim : FF 100% is mine and don’t be plagiator 

Type: continue

Annyeong, chingudeul…!! Waa setelah berhasil nyelesain part 1 & 2,author udah nyiapin part 3 nya loh hehe oiya tapi mianhae chingu kalo masih ada salah dalam penulisan.bagi yang belom baca part 1&2 nya bisa liat di sini http://ariefhary.wordpress.com/2011/05/27/i-love-you-endlessly/

http://ariefhary.wordpress.com/2011/05/27/i-love-you-endlessly-part-2/

selamat membaca ya chingu :D

 

 

 

Aku ingin hatiku menjadi bagian dari hatimu tapi darahku telah menjadi bagian dari darahmu.Aku harus pergi.Jeongmal mianhae.Chagiya ”I LOVE YOU ENDLESSLY”

 

Author pov-

“Eomma..eommaa aaaa”Hyeri tiba2 menangis saat tidur.Lalu kedua oppanya yang sedang asyik bermain langsung ke kamar Hyeri

“Chagiya tenanglah”Hae langsung mengangkat Hyeri yang masih mengigau sambil menangis lalu mengelus2 punggung Hyeri

“Eommaa jangan pergi”Hyeri masih mengigau lalu menjerit-jerit

“Hyung apa badannya panas?”Kyu langsung panic lalu memegang kening Hyeri

Continue reading

7

[Freelance] I Love You Endlessly part 2

I Love You Endlessly Part 2

 

 

Tittle : I Love You Endlessly -2-

Author : Flyingfish & Gameri

Backsound :Marry U (super junior the 4th album)

Cast : Kim Kangin,Zhoumi,Choi Siwon,Henry,Cho Kyuhyun,Lee Donghae,Hyeonnie

 Support Cast: Member Super Junior

Genre : Romance

Desclaim : FF 100% is mine and don’t be plagiator 

Type: continue

 

Annyeong, chingudeul…!! Waa setelah nyelesain part 1nya,part 2 juga udah jadi loh hehe,jeongmal mianhae ya chingu banyak kata2 yang penulisannya salah.harap dimengerti J.bagi yang belom baca part 1nya bisa liat di sini http://ariefhary.wordpress.com/

Selamat membaca chinguya ^^

 

 

 

Walaupun kau tidak lagi bersamaku,Aku tetap disini untuk mencintaimu. chagi”I LOVE YOU ENDLESSLY”

 

-Author POV-

Mata kangin membulat, lidahnya kaku, lututnya lemas. Sesaat ia merasa jantungnya sudah tak lagi berdetak. Ia menyaksikan istrinya sendiri jatuh kedalam sungai yang cukup dalam. Donghae terduduk lemas dari jauh, ia sudah tidak dapat menangis lagi. Jiwanya terlalu terpukul, dunia mereka seakan runtuh seketika.

***

Continue reading

10

[Freelance] I Love You Endlessly part 1

I Love You Endlessly Part 1

Tittle : I Love You Endlessly -1-

Author : Gameri / Flying fish  

Rating : All ages

Backsound :Coagulation(super junior the 4th album)

Cast : Kim Kangin,Zhoumi,Choi Siwon,Henry,Cho Kyuhyun,Lee Donghae ,Kim Hyeri,Hyeonnie,Hyunwon

Support Cast: Member Super Junior,Park Sunghyo

Genre : Romance

Desclaim : FF 100% is mine and don’t be plagiator 

Type: continue

Ps: Annyeong, chingudeul…!!  Ini fanfic pertama author lho hehe Jeongmal mianhae kalo banyak banget salah2 kata dalam penulisan ini hehe.yaudah selamat membaca ya

Selama aku masih bisa melihatmu,itu sudah sangat cukup walaupun aku tidak bisa memilikmu.But you must know chagi”I LOVE YOU ENDLESSLY”

-Author Pov-

Kangin mengencangkan dasi yang melekat di kerah bajunya. Ia berdiri di kerumunan orang yang sedang serius memperhatikan upacara pernikahan yang sedang berlangsung. Dentingan piano membuat suasana haru dan bahagia bercampur menjadi satu. Kangin merasakan mukanya memanas, matanya mulai membasah, namun buru-buru ia menyeka air mata yang sudah hampir jatuh ke pipinya. Dilihatnya seorang pria dan wanita yang tengah berdiri berdampingan sedang memasangkan cincin ke masing masing pasangannya. hatinya semakin sesak ketika melihat pasangan yang berbahagia itu tengah tersenyum senang. Kangin hanya dapat berdoa, mendoakan kebahagiaan sang mempelai wanita. Selama aku masih bisa melihatmu,itu sudah sangat cukup walaupun aku tidak bisa memilikimu.But you must know chagi”I LOVE YOU ENDLESSLY”ucap Kangin dalam hati

Continue reading

15

Love, Mission, Betrayal [part 8/8 end]

By: NamHeeRin

Genre: action, romance

Tags : eunhyuk, heechul, hangeng, siwon, leeteuk, yesung, zhoumi [series]

-previous-

Setelah selesai menceritakan masa lalunya,Heerin pun terdiam, keempat pria juga merasa tak nyaman, karena kelakuan buruk mereka diceritakan ulang, meski sekarang Heerin sudah tak mempermasalahkannya lagi. Park Ajusshi lah yang memecah kesunyian.

”Baiklah, sekarang aku akan menceritakan asal mula aku memecahkan persahabatan kalian.” Ucap Park Ajusshi.

—–

“Hal ini bermula saat 3tahun lalu, tepatnya seminggu sebelum orangtuamu tewas.” Kata Park Ajusshi, yang mulai menceritakan panjang lebar.

(flashback)

Ruang kerja itu terlihat sunyi, hanya ada Park Ajusshi yang sedang sibuk dengan berbagai berkas di meja kerjanya. Lalu, terdengar suara pintu yang diketuk, dan dipersilakan masuk oleh Park Ajusshi, dan masuklah sesosok pria yang telah lama dikenal oleh Park Ajusshi, yaitu ayah Heerin, Zhoumi.

“Wah, tumben sekali kamu datang kemari, apa ada hal penting yang terjadi?”Tanya Park Ajusshi.

“Jungsoo-yaa, can you do me a favor? It’s really important for me, for my daughter’s future.” Kata Zhoumi sambil menyebut nama Park Ajusshi.

Melihat mimic serius Zhoumi, dan merasa bahwa hal yang akan dibicarakan benar-benar penting, Jungsoo pun memasang telinga dengan tajam dan berkata, “just tell me, I’ll do my best.”

“Aku tahu bahwa waktuku dan istriku sudah tak banyak lagi. Organisasi musuh sudah mengetahui keberadaan dan informasi tentang kami, hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka mendapatkan kami. Tolong jangan menyela, ini memang faktanya. Yang aku ingin kaulakukan untukku adalah menghancurkan persahabatan Heerin, dengan keempat sahabatnya.

“Jangan melihatku dengan tatapan seperti itu. Aku bukannya ingin kau benar-benar menghancurkan hubungan mereka, aku ingin kau menguji keempat pria itu, apakah mereka benar-benar tulus dengan Heerin atau tidak, dan juga, apakah mereka akan mengorbankan segala yang mereka miliki demi Heerin. Jika kau telah melakukannya, dan suatu saat hubungan mereka membaik, lakukan lagi, berkali kali, sampai mereka tak memiliki keraguan untuk tetap bersama Heerin apapun yang terjadi. Aku ingin yang terbaik untuk anakku, seperti aku beruntung bertemu denganmu. Bisakah kau melakukannya?” jelas Zhoumi.

Setelah berpikir sejenak, dan menghirup napas, akhirnya Jungsoo berkata, “Baiklah, aku akan melakukannya. Lagipula aku sudah menganggap Heerin seperti anakku sendiri, dan aku ingin yang terbaik untuk anakku. Kapan kali pertama ini harus dilakukan?”.

“When my wife and I already passed away, which won’t be a long time since today. Thank you for you help, I’ll go.” Ucap Zhoumi.

Seminggu kemudian, Jungsoo mendapat kabar bahwa Zhoumi dan istrinya telah meninggal, dan ia tahu bahwa ini saatnya ia harus melakukan misinya. Dalam hati ia meminta maaf pada Heerin, sebelum ia menekan angka di telepon yang hendak ia hubungi.

“Hello, who’s there?”Tanya suara di seberang telepon.

“You don’t need to know me. I just want you and your friends to go away from the girl you be friend with, and be her big enemies.” Ucap Jungsoo.

“Apa-apaan ini? Kami tak akan terpengaruh oleh ancaman omongkosong darimu.”ucap suara di seberang.

“Ini bukan sekedar omong kosong, Siwon-ssi, aku bisa melakukan berbagai hal pada orangtua kalian jika kau dan temantemanmu yaitu Hangeng-ssi, Heechul-ssi, dan Eunhyuk-ssi,  tak menjauhi gadis bernama Nam Heerin. Jika kau perlu bukti, lihat ke arah taman di sebelah kananmu, dan kau tahu bahwa aku tak bercanda. Lakukan, dan kau harus tahu bahwa aku selalu memantau kalian.” Ucap Jungsoo lalu mematikan sambungan telepon.

Ia pun menekan tombol yang mengaktifkan bom kecil di taman di dekat keempat pria itu, dan melihat ekspresi mereka melalui kamera CCTV.

(end of flashback)

“Jadi, begitulah, Heerin-ah, sebenarnya aku dalang di balik kehancuran persahabatan kalian, namun aku bangga akhirnya kalian berhasil  melewati rintangan ini. Tolong maafkan aku Heerin-ah. Heerin?Apa yang terjadi? Mukamu begitu pucat.” Kata Park Ajusshi saat melihat Heerin.

Heerin hanya terus mencari barang di tasnya, namun sepertinya barang yang ia cari tak ada. Ia terlihat semakin panic, dan kelima pria lain disana mulai beranjak dari kursinya dan segera menghampiri Heerin.

“Heerin-ah, apa yang terjadi? Jawab aku!” seru Siwon panic.

Heerin terlihat hendak bangun dari kursi dan melangkah keluar ruangan, namun tiba-tiba ia tak sadarkan diri, beruntung Siwon dengan sigap menahan jatuhnya tubuh Heerin.

“Apa yang terjadi? Apa yang harus kita lakukan? Segera bawa ia ke rumah sakit!” ucap Heechul.

Eunhyuk terlihat agak syok, namun tiba-tiba ia teringat dengan Yesung, dan berharap semoga Yesung mengetahui apa yang terjadi. Ia segera menekan nomor telepon Yesung dan menghubunginya.

“Hello, apakah ini Yesung? Aku Eunhyuk, teman Heerin. Apa sebenarnya hubunganmu dengan Heerin? Tolong jawab dengan jujur, ini penting.” Ucap Eunhyuk.

Tak terdengar apapun dari ujung lain telepon, namun tak lama kemudian Yesung menjawab, “I’m her medicine’s supplier, and why do you say it’s important? Is there anything wrong with Heerin?”.

“Ah, syukurlah, berarti kau tahu apa yang harus dilakukan. Tadi tiba-tiba Heerin pingsan setelah mencari-cari benda di tasnya, mungkin obatnya. Apa yang harus kami lakukan?” Tanya Eunhyuk.

Yesung langsung terdengar panic begitu mengetahui bahwa Heerin pingsan. Yesung meminta Eunhyuk memeriksa kondisi Heerin, yang diserahkan pada Hangeng karena Eunhyuk tak terlalu ahli, sehingga Heerin ditidurkan di kamar terdekat dahulu. Setelah mendengar hasil beberapa pemeriksaan sederhana, suara Yesung terdengar makin panic.

“Her condition has been very serious, just take her to Superior Hospital and ask for a doctor named Lee Sungmin. He’ll know what to do. I’ll meet you there. Hurry up.” Ucap Yesung lalu segera mematikan hubungan telepon.

Mereka semua bergegas membawa Heerin ke rumah sakit yang dimaksud. Setibanya disana, mereka langsung menanyakan dokter tadi, namun susternya mengatakan bahwa sang dokter sedang sibuk. Eunhyuk bersikukuh memberitahu nama Heerin, dan dengan segera dokter itu menemui mereka di ruang UGD. Mereka pun dipersilakan keluar karena akan diadakan pemeriksaan lebih lanjut, dan di luar mereka bertemu dengan Yesung, yang langsung menghampiri mereka.

“I think it’s the time for you all to know the truth.” Ucap Yesung.

—–

“Apa yang harus kami ketahui? Cepat jelaskan semuanya.” Kata Heechul.

“Heerin mengidap penyakit yang sekilas seperti hemophilia, yaitu darah sukar membeku, namun menimbulkan rasa sakit jika penyakitnya mulai bereaksi, karena itu aku memberinya obat penahan rasa sakit.  Disebabkan oleh kelainan factor pembekuan, namun untuk lebih jelasnya belum diketahui, karena biasanya ini merupakan penyakit turunan, sedangkan orangtua Heerin tak ada yang mengidap penyakit yang sama. Penyakit ini juga belum memiliki cara penyembuhan yang tepat, bahkan untuk menghambat perkembangan penyakitnya saja tidak bisa.” Jelas Yesung.

“Why don’t you tell us earlier, when we first met?”Tanya Eunhyuk gusar.

“That’s not my decision whether to tell you guys or not, it’s Heerin’s.” jawab Yesung.

“Jadi maksudmu, kemungkinan Heerin untuk bisa sembuh tak ada?”Tanya Siwon pelan.

“Aku tak suka mengatakannya, tapi, ya. Sungguh sulit menutupinya, apalagi dengan jenis pekerjaan seperti ini, sehingga aku membuat julukan The Red Lady dan menyebarkannya.” Ucap Yesung.

“Apa maksud julukan itu?” Tanya Hangeng.

“Musuh-musuh Heerin berpikiran bahwa julukan itu berarti seorang wanita berdarah dingin yang sering membunuh hingga tubuhnya dipenuhi darah, dan aku bersyukur ada yang mengartikan begitu, karena tujuan sebenarnya supaya ketika orang-orang melihat Heerin mengeluarkan darah, mereka tak berpikir bahwa itu merupakan kelemahannya, yang bisa memperburuk pekerjaannya.

“Jika dilihat kira-kira 2-3tahun yang lalu, Heerin sering tiba-tiba mimisan atau terluka sedikit namun mengalami pendarahan yang banyak, karena ia belum atau jarang mengonsumsi obat yang kuberikan sekarang. Sekarang hampir tak pernah, dan kupikir karena keadaannya memang membaik, ternyata ia mengonsumsi obatnya dalam dosis berlebihan, sehingga darahnya tersumbat di dalam tubuh dan mengakibatkan penyakitnya berkembang makin parah.” Jelas Yesung.

“What can we do now?” Tanya Heechul.

“Kita semua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya.” Jawab Yesung pelan.

Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruang UGD dan segera berjalan ke arah mereka, tanpa perlu menanyakan siapa keluarga pasien.

“Perkenalkan, saya Lee Sungmin, bisa dibilang saya merupakan dokter pribadi Heerin, karena saya, Yesung, dan Heerin telah kenal cukup lama.” Ujar dokter itu.

Keempat pria lainnya memperkenalkan diri masing-masing kemudian menanyakan kabar Heerin.

“Syukurlah, ternyata keadaannya tak seburuk yang diduga, meski tetap tergolong kritis. Ia hanya tibatiba colaps karena keadaan emosi yang tak stabil yang berlangsung agak lama, dan terkesan tak diduga, sehingga otaknya harus bekerja melebihi batas, memicu penyakitnya bereaksi. Tapi, sekarang kondisinya sudah lebih baik dan sudah sadar. Ia akan segera dipindahkan ke ruang rawat, kalian bisa memilih tipe ruangnya di administrasi. Untuk sekarang ia akan beristirahat dulu di ruang UGD.” Jelas Sungmin.

Setelah dipindahkan ke ruang rawat, Heerin masih tertidur, ditemani oleh Siwon, sedangkan Yesung berdiskusi dengan Sungmin, dan Eunhyuk Heechul Hangeng ada yang membeli makanan maupun membawa perlengkapan yang mungkin Heerin butuhkan. Saat Siwon sedang membelai lembut rambut Heerin, tiba-tiba Heerin membuka kelopak matanya perlahan.

“Syukurlah akhirnya kau sadar, bagaimana, apakah ada bagian yang sakit? Atau aku akan memanggil Sungmin untuk memeriksa keadaanmu, tunggu sebentar.”ucap Siwon, lalu segera beranjak dari kursi, tetapi Heerin menahan tangan Siwon, sehingga Siwon menoleh padanya.

“Jangan panggil dia dulu. I want to talk to you.” Ucap Heerin lemah, dikarenakan kondisinya belum terlalu baik.

Heerin pun melepaskan genggamannya ke tangan Siwon, lalu Siwon kembali duduk dan menatap Heerin.

“Kuanggap kau sudah mengetahui tentang penyakitku, dan dulu aku tak memberitahu kalian karena aku tak ingin dikasihani dan ingin hidup seperti biasa, meski sekarang sudah tak bisa. Aku juga tahu bahwa penyakitku tak dapat disembuhkan, maka aku tak berharap yang muluk-muluk. Siwon-ah, promise me something. After I die, find another woman to live with, and be happy with her.” Pinta Heerin.

“I can’t and won’t do that.” Jawab Siwon yakin.

“You need to, I want you guys to be happy, and I don’t want you all miss me like crazy.”ucap Heerin sambil bergurau.

“Kita lihat saja nanti, sekarang kau beristirahat dulu.” Kata Siwon tak ingin membahas hal itu lebih lanjut.

Siwon beranjak dari kursinya, mencium dahi Heerin, berlanjut ke kedua pipinya, kemudian ke bibirnya pelan, namun ketika Heerin bereaksi menyambutnya, ciuman itu pun berubah menjadi lebih dalam, dan akhirnya dihentikan oleh dehaman dari pintu. Siwon pun menegakkan tubuhnya, dan Heerin tersenyum malu ke arah ‘pengganggu’  mereka yang ternyata Sungmin diikuti Yesung.

“Kalian ini, ditinggal sebentar saja sudah begitu, bagaimana jika ditinggal seharian? Kasurmu hanya bisa untuk satu orang, Heerin-ah.” Sindir Sungmin.

“Apa yang kalian maksud? Kami tak mengerti. Ah, kau ingin memeriksa Heerin kan? Silakan kalau begitu, aku keluar sebentar.” Sahut Siwon pura-pura bodoh.

Siwon pun berjalan keluar, dan memberi sinyal ringan pada Yesung untuk mengikutinya. Yesung meminta izin pada Heerin untuk membeli minuman, kemudian keluar menuju Siwon yang sedang bersandar di dinding tak jauh dari kamar Heerin.

“How’s her condition?” Tanya Siwon.

“Tak bagus, penyakitnya sudah mencapai tingkat paling parah, dia beruntung dapat bertahan sejauh ini. Kita hanya bisa menunggu sampai tiba waktunya.”jawab Yesung.

“Berapa lama lagi waktu yang ia miliki?”Tanya Siwon.

“Untuk orang biasa mungkin sehari, tapi melihat kemampuan Heerin, mungkin 3 hari, itu juga sudah merupakan keajaiban.”kata Yesung.

Siwon hanya menatap hampa ke depan, pikirannya melayang entah kemana. Akhirnya ia memutuskan bahwa ini belum waktunya  ia bersedih, yang harus ia lakukan sekarang membuat Heerin bahagia, bagaimanapun caranya.

Sejak saat itu, mereka semua selalu melakukan berbagai hal yang akan membuat Heerin tertawa, atau malah mengernyit kebingungan, yang penting Heerin melupakan kesedihannya dan bersenang-senang. Ketika Heerin sedang istirahat, mereka berempat kembali terdiam dan berada dalam aura kegelapan.

Sekarang merupakan hari ketiga, atau bisa disebut hari pertaruhan bagi Heerin dan keempat pria itu. Hari itu, mereka meminta izin untuk diperbolehkan membawa Heerin keluar wilayah rumahsakit. Mata Heerin ditutup dan tak ada yang berniat memberitahunya mengenai tempat tujuan mereka. Heerin hanya bisa pasrah dan berharap ini bukan hal bodoh lain yang akan mereka lakukan.

Setibanya di tempat tujuan, dan penutup mata Heerin telah dibuka, ia begitu terkejut sampai tak sempat mengatakan apapun. Ternyata mereka membawanya ke taman tempat mereka sering berkumpul dahulu, yang terletak di dekat rumah Hangeng, di pinggir danau.

Heerin dituntun menuju sebuah meja putih yang terletak di tengah taman, dan disana tersedia kursi untuk 2 orang. Heerin tak sempat bertanya, karena Siwon segera duduk di seberangnya sambil tersenyum manis. Heechul mengambil alih sebagai pramusaji mereka. Hangeng yang memasak berbagai hidangan, dan Eunhyuk datang sambil membawa sebuah bingkisan kecil ke hadapan Heerin.

Heerin membuka bingkisan itu, ternyata itu merupakan barang-barang yang pernah Heerin berikan pada masing-masing di antara mereka sebagai tanda persahabatan mereka. Heerin terlihat bingung, namun Eunhyuk menjelaskan bahwa barang yang dulu mereka lemparkan pada Heerin merupakan replica, dan barang aslinya selalu mereka pakai.

Tiba-tiba Yesung dan Sungmin datang dan mereka mulai menyanyikan berbagai lagu kesukaan Heerin. Heerin begitu terharu sampai ia menitikkan air mata kebahagiaan. Namun, ternyata itu semua belum cukup. Seusai makan, Yesung Sungmin Heechul Hangeng dan Eunhyuk menyanyikan lagu Marry You, dan Siwon bersimpuh di hadapannya.

“I know that you want me to be happy, but the only thing that can make me happy more than anything now is if you agreed with my propose. Will you marry me, Heerin-ah?”Tanya Siwon.

Tanpa pikir panjang, Heerin mengangguk dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Entah dari mana, saksi telah datang dan mereka mengucapkan janji setia serta bertukar cincin. Setelah itu, karena hari makin malam, mereka kembali ke rumahsakit dan Heerin pun langsung tertidur karena kelelahan.

“Sleep tight, darling, have a peaceful dream.”bisik Siwon sambil mencium bibir Heerin pelan, kemudian ia keluar dari ruangan itu dan menuju ke atap rumahsakit, memandang langit yang penuh bintang, dan tertidur disana.

Keesokan paginya, Siwon terbangun karena merasakan getar dari handphonenya. Ia sudah bisa menebak apa yang terjadi, ia hanya tersenyum sedih melihat awan pagi dan berbisik pelan, “Goodbye my wife.”

The end

13

NIGHTMARE BRITHDAY (one shoot)


Genre : friendship, humor

Cast : all member suju, henry, SHINee, zhoumi

Credit : anak kost dodol dikomikin

 

 

30 juni 2010, 23:15 pm, dorm super junior.

 


Eteuk dan hyukie baru saja pulang setelah menyelesaikan siarannya di kiss the radio. Dorm tampak sangat sepi dan gelap. Ya wajar saja, ini sudah sangat malam.

Sepertinya dongsaeng ku sudah pada tidur. begitu pikir eteuk.

Setelah melepaskan sepatunya, hyukie segera berpamitan kepada hyung nya untuk masuk ke kamar. Eteuk mengangguk dan kemudian melangkah santai kearah kamarnya.

Ckreeekk..!! –pintu kamar dibuka-

Eteuk diam, bengong, membelalakan mata, shock…

TARAAAA!!!

KAMARNYA SEPERTI KAPAL KARAM RATUSAN TAHUN!! Continue reading

Gallery
8

Why I Can’t In Love With You? part 2

Why I Cant In Love With You part 1

Donghae tersentak kaget saat gadis itu berbalik.Ia salah tingkah.

“Apa kau mau membeli es krim???Tapi maaf tokonya sudah tutup!!”

Matanya yang bulat mengerjap – mengerjap. Ia bingung dengan pertanyaan gadis dihadapannya ini.

“Es krim??Apa itu??Apa  enak??” tanya Donghae polos

Gadis tersebut tertawa geli melihat kepolosan Donghae.

“Kau tidak tahu es krim??Kau bercandakan??”

Donghae menatap sinis gadis tersebut.Ia kesal melihat reaksi yang ditunjukan gadis itu.Apa aneh kalau dia tidak tahu apa es krim??Apa es krim lebih enak dari darah??

Gadis tersebut merogoh isi tasnya kemudian mengeluarkan 1 es krim dari dalam.Kemudian memberikannya kepada Donghae yang masih  menatap gadis itu tajam.

“Makanlah ini enak!!”

Donghae diam, dia hanya memandang heran es krim yang sedang dipegang gadis itu tanpa mengambilnya.

Gadis itu menarik tangan Donghae dan meletakan es krim itu ditangannya.

“Ini gratis!!Tapi lain kali kau harus membayarnya ya!!”

“Baiklah aku pulang dulu sudah larut malam sekarang.”

Gadis itu membungkuk sebentar kemudian berlalu meninggalkan Donghae yang masih terpaku menatap kepergian gadis itu.

Donghae membuka es krim ditangannya kemudian menjilatnya.Rasanya enak tapi tidak se enak rasa darah.

“Enak .. tapi sepertinya kau lebih enak …..”

***

Jinki menatap sinis gadis aneh yang merebut tempatnya berbaring tadi.Ia perlahan mendekat kearah gadis yang sudah tertidur pulas itu.

Tanpa sadar taringnya muncul diantara sela – sela giginya yang putih.Ada perasaan ingin memangsa gadis didepannya ini.

‘Gadis menyebalkan sepertimu cocok untuk aku hisap darahnya!!Aku akan membuatmu mati dengan merasakan kenikmatan!!’

Jinki perlahan mendekati leher gadis itu.Mulutnya telah terbuka dan siap mengigit tetapi tiba – tiba …

Jinki merasakan seseorang mendorongnya kasar.Ia terguling lagi untuk yang ke2 kali. Ia melihat siapa orang yang berani mengganggunya saat bersiap untuk menghisap darah.

“Ya!!Kau!!!Apa yang kau akan lakukan padaku hah???”

Ternyata gadis itu terbangun.

Jinki menatap gadis didepannya sinis. Ada kebencian yang tersorot dari matanya yang bulat.Ada perasaan kesal yang kental didalam hatinya.

“Aich dasar aneh!!

Jinki kesal mendengar perkataan gadis tersebut yang menghinanya. Dengan cepat Ia telah berada disamping gadis itu dan mencekik lehernya.

“Gadis sepertimu cocoknya hilang dari dunia ini!!” bisik Jinki parau ditelinga gadis itu.

“BUK!!”

Jinki terduduk dan memegang wajahnya yang baru saja dipukul oleh gadis itu. Matanya menunjukan kemarahan yang sudah sangat memuncak.

“Ya!!Laki – laki aneh sepertimu cocok di pukul seperti itu!!!”

Gadis itu berlari pergi meninggalkan Jinki yang masih terduduk memegangi wajahnya yang memerah akibat pukulan tadi.

“Kau tidak akan pernah bisa lepas dariku ….”

***

Minho terus mengikuti gadis itu dari belakang. Tatapan matanya tajam. Sampai mereka tiba disebuah taman dikaki bukit. Gadis itu berbalik,  kontan membuat Minho terkejut.

“Lihat indah bukan??”

Minho tercekat melihat pemandangan didepannya. Indah. Belum pernah ia melihat pamandangan seindah ini. Dengan berbagai macam sinar yang kontras dengan gedung – gedung pencakar langit yang menjulang . Inikah The Bright??Berbeda sekali dengan The Dark yang gelap dan suram.

“Wajahmu yang seperti itu lebih baik dibanding wajahmu tadi :D

Minho menatap gadis tersebut lembut.Entah kenapa ada perasaan yang membuatnya luluh didapan gadis ini??Perasaan ingin memangsa gadis didepannya ini seolah menguap dari tubuhnya.Tapi dengan cepat Minho menepis perasaan tersebut.

Minho hanya menyeringai sekilas. Matanya kembali menatap keindahan kota.

“Hei, aku belum tahu siapa namamu??”

“Minho.” jawabnya pelan.

“Han Soong Hee imnida :D ” sambil mengulurkan tangannya.

Minho menatap uluran tangan didepannya sinis.Kemudian ia membalasnya cepat.

‘Kau memang cocok menjadi mangsa pertamaku Soong Hee’

***

Yunho terkejut.Ia berbalik untuk melihat asal suara tersebut. Seorang gadis memakai dress putih dengan rambut sepunggung yang tergerai indah. Ada perasaan kagum saat melihat gadis didepannya itu.Cantik.

Gadis itu mengerjap – ngerjapkan matanya yang bulat. Ia memiringkan kepalanya menatap Yunho bingung.

“Kau tertarik dengan rumah itu?? tanya gadis itu yang telah berdiri disamping Yunho.

“Aku hanya bingung kenapa rumah semewah itu bisa ditumbuhi ilalang.”

Gadis itu tersenyum tipis.

“Karena yang tinggal dirumah ini hanya seorang gadis saja.”

Yunho menatap gadis disampingnya sekilas. Kemudian kembali menatap rumah mewah didepannya.

“Kau mau masuk kedalam??”

“Apa boleh??”

“Tentu.Karena aku pemilik rumah itu.”

Yunho tersentak kaget. Gadis ini sendiri dirumah sebesar ini??Apa dia bercanda??Tidak.Dia serius, mata gadis itu menatap Yunho yakin.

Yunho tersenyum licik sebelum akhirnya menjawab.

“Baiklah, dengan senang hati  …”

Yunho berjalan pelan dibelakang gadis itu. Bola matanya berubah menjadi merah dan taringnya muncul diwajahnya yang tampan.Hatinya bergejolak, ingin rasanya ia menghisap darah  gadis didepannya sekarang.Tangannya sudah hampir mencekik gadis didepannya tiba – tiba ..

“Ya!!Siapa namamu??”

Gadis itu berbalik.Yunho dengan cepat menurunkan tangannya yang sudah hampir mencekik leher gadis itu.

“Yunho.” jawab Yunho ketus.

“Lee Yunnie imnida :D

“Yunnie, tadi kau bilang. kau tinggal sendiri bukan??Aku baru datang dari luar negri dan tidak punya tempat tinggal.Boleh aku tinggal bersamamu??”

Yunnie berpikir sejenak. Wajahnya tertunduk.Ada perasaan takut dihatinya bersama dengan Yunho yang baru dikenalnya.Tapi disatu sisi, ia tidak ingin sendirian.Mungkin dengan mengizinkan Yunho tinggal bersamanya, ia dapat melupakan kejadian masa lalunya yang …

Yunho menatap Yunnie tajam.Ia pikir dengan tinggal bersama Yunnie, ia bisa memangsanya dengan mudah. Lagipula ia juga tidak mau tinggal bersama ke 9 saudaranya dirumah yang telah ayahnya siapkan untuk mereka.

Yunho masih menatap Yunnie tajam untuk mendengar jawabannya.

“Baiklah.” jawab Yunnie lirih.

Yunho tersenyum puas. Rencananya untuk mengisap darah Yunnie, akan berjalan mudah.Ia yakin dia yang akan menyelesaikan tugas ini terlebih dahulu dibanding ke 9 saudaranya.

‘Yunnie, aku tidak sabar untuk menghisap darahmu ..’

***

KyuHyun sudah berada diwarung pinggir jalan bersama gadis yang menegurnya tadi.

“Ya!!Kau mau pesan apa??”

KyuHyun menatap gadis didepannya bingung. Ia lebih tertarik untuk memesan berbotol – botol darah  daripada memesan berbagai nama makanan didepannya.

“Aich!!Baiklah biar aku yang pesan!!

Gadis itu mengabil daftar menu dari KyuHyun. Ia memesan berbagai makanan di daftar menu itu.Tak lama pesanannya pun datang.

“Ini makanlah!!” kata gadis itu sambil menyodorkan ayam goreng kepada Kyuhyun.

Kyuhyun hanya termangu menatap ayam goreng didepannya.

“Aich!!Kau tidak mau makan??Yasudah biar aku saja yang makan!!”

Gadis itu makan dengan rakusnya.Ia makan tanpa sisa sedikitpun dipiring.Sumuanya bersih.

“Aghh” gadis itu berdahak kekenyangan.

KyuHyun melihat gadis didepannya itu sinis.Ingin rasanya ia menghisap gadis didepannya saat ini juga.Apalagi gadis ini baru selesai makan.Pasti darahnya jauh lebih enak dibanding tadi.

“Bibi, berapa semuanya??”

“10 ribu won.”

“Ya!!Cepat kau bayar!!”

Kyuhyun kaget mendengar perkataan gadis itu.Bayar??Kau tidak salah??

“Hah??Apa aku tidak salah dengar??”

“Andwe!!Cepat kau bayar semua ini!!”

Kyuhyun menatap gadis didepannya penuh kebencian.Jadi niatnya menegurnya  tadi untuk membayari semua makanannya.Picik.

“Aku tidak punya uang!!”

“Aich!!Jadi kau … Akh sial sekali aku bertemu lelaki miskin seperti kamu.”

Emosi Kyuhyun memuncak.Sudah daritadi dia bersabar, tetapi kesebarannya sudah habis.Ia memiringkan wajahnya dan bersiap untuk memangsa gadis didepannya.Ia memang tidak pandang tempat dan situasi untuk mendapatkan semua keinginananya. Apalagi gadis didepannya ini berencana memanfaatkannya.

Brrak!!

Kyuhyun dan gadis itu kaget mendengar gebrakan meja.

“Ya!!Jadi kalian tidak ada uang untuk membayar ini semua hah??” Bibi pemilik warung marah.

“Andwe bibi!!Kami kami kami …”

“Ya cepat kalian cuci semua piring kotor dibelakang!!Bersihkan semua meja yang kotor!!Kalian boleh pergi setelah warung ini tutup!!”

“Aku tidak mau!!” Mata Kyuhyun melotot

“Kau …”

“Akh bibi baik kita lakukan semuanya!!”

Gadis itu menarik Kyuhyun cepat dan mengajaknya kebelakang untuk mencuci piring kotor.

“Baru kali ini aku bertemu dengan gadis sepicik kau!!”

“Aku juga baru pertama kali bertemu pria semiskin kau!!”

Mereka ber2 saling adu mulut.Tidak ada yang mau kalah.Mereka terus ribut sampai warung itu tutup.

“Aich!!Aku berharap tidak akan pernah  bertemu dengan pria sepertimu lagi!!

Gadis itu pergi meninggalkan Kyuhyun yang menatap kepergiannya dengan penuh kebencian.Kyuhyun telah membulatkan tekadnya untuk memangsa gadis itu.

‘Aku akan menghabisimu!!Kau tunggu saja …’

***

YooChun berlari secepat kilat.Matanya memburu gadis yang  menjatuhkan cincin tadi.Sesekali ia berhenti dan memutar kepalanya untuk mencari sosok gadis tersebut.

Matanya berhenti saat melihat seorang gadis sedang memilih beberapa pernak – pernik di sebuah toko diseberangnya. Kakinya berjalan cepat.

Yoochun mendekati gadis itu perlahan.Kemudian menepuk pundaknya pelan.Gadis itu menoleh.

Ia tersenyum manis untuk menarik perhatian gadis didepannya.

Gadis itu menatapnya sinis.

“Kau gadis yang menjatuhkan ini kan??” sambil menunjukan cincin

Gadis itu menatap cincin itu lama. Kemudian mengambilnya kasar.

“Gomawo.” kata gadis itu kemudian langsung melanjutkan memilih pernak – pernik.

Yoochun termangu melihat reaksi gadis itu.Hanya seperti itu??Padahal dia sudah mengeluarkan senyuman paling mematikan yang bisa membuat para vampir wanita pingsan melihatnya.Tapi gadis didepannya itu hanya menunjukan reaksi seperti itu.Mengecewakan.

Yoochun melancarkan serangan lagi untuk menarik perhatiannya.

“Hmff kalau boleh tahu siapa namamu??”

“Aku Song Ae.” jawab gadis itu dingin.

“Hei aku sudah menemukan cincinmu yang terjatuh, setidaknya bisa kah kau …”

“Aku tidak berharap kau mengembalikan cincin itu!Aku lebih senang kalau cincin itu hilang untuk selama – lamanya!!”

Song Ae memotong perkataan Yoochun. Lalu berlalu meninggalkan Yoochun, yang menatap kepergiannya sinis.

Yoochun menyeringai.Baru kali ini dia diperlakukan seperti ini oleh seorang wanita.Apalagi wanita ini manusia.

‘Song Ae, sepertinya aku makin penasaran denganmu …’

***

Zhoumi berjalan perlahan mendekati gadis yang duduk sendirian itu. Langkahnya ringan, nyaris tidak ada bunyi sama sekali.Akhirnya Ia sudah berada tepat disamping gadis itu.Gadis itu menoleh.Ia menyadari kedatangan Zhoumi.

“Hai, boleh aku duduk disini??”

Gadis itu mentap Zhoumi sekilas, kemudian kembali membaca bukunya.

“Apa yang kau baca??”

“Buku ramalan.” jawab gadis itu singkat.

“Aku Zhaomi. Siapa namamu??”

“Aya Haruka”

“Kau sudah lama di …”

“Hei bisakah kau diam??Mereka semua merasa terganggu karena omonganmu!!”

“Mereka??”

Zhoumi memutar kepalanya mengamati perpustakaan. Tidak ada orang didekat mereka.

“Hanya kita ber2 disini.Tidak ada yang lain.”

“Karena kau tidak melihatnya.” jawab Aya yang tetap fokus dengan buku didepannya.

Zhoumi kembali melihat sekitarnya. Memang tidak ada manusia disekitarnya  selain Aya tapi banyak makhluk dari bangsa lain diruangan ini.Makhluk yang bisa dikatakan sejenis dengan dirinya.

Zhaomi menyeringai menatap Aya. Ternyata Aya gadis yang unik.Ia tidak menyangka Aya bisa melihat makhluk dari bangsa lain.

“Kau ternyata bisa melihat mereka juga.” ujar Zhaomi lirih.

Aya menaruh buku yang dibacanya dan menatap Zhoumi tajam.

“Kau bisa melihat mereka juga??”

“Tentu saja.” angguk Zhoumi yakin.

“Menarik.”

“Senang berkenalan denganmu Zhoumi.”

Aya mengulurkan tangannya.Zhoumi membalas uluran tangan Aya cepat.

‘Aku  senang menjadikanmu yang pertama Aya.’

***

Changmin duduk diayunan taman. Matanya terus menatap burger ditangannya.

‘Ini sepertinya enak tapi sepertinya yang memberikannya yang lebih enak.’

“Hei, kau belum memakannya??”

Suara seseorang membuyarkan pikiran ChangMin.Ia mendongak menatap gadis didepannya.Gadis yang tinggi dengan rambut acak -acakan. Gadis yang memberikan burger ini kepadanya tadi.

Gadis itu duduk disamping ayunan Changmin.

“Kalau kau tidak mau memakannya biar aku saja yang memakannya!!”

Gadis itu dengan cepat mengabil burger ditangan ChangMin.

“Kau tidak mau makan kan??”

“Ya sudah aku makan ya!!”

Gadis itu pun memakan burger yang diberikannya tadi.Changmin hanya memerhatikan gadis itu makan.Tangannya terus memegangi perutnya yang kelaparan.Ingin sekali rasanya ia menghisap darah gadis didepannya.

Darah vampir ChangMin bergejolak.Ia tidak bisa menahan lagi perasaannya untuk menghisap darah.Ia berdiri dari duduknya dan mendekat kearah gadis itu.Perlahan tapi pasti Changmin mendekat dan duduk didepan gadis itu.Ia memiringkan kepalanya dan mendekati lehernya.

“Khau shedyang aphya?” tanya gadis itu dengan mulut penuh makanan.

Changmin tak menghiraukannya. Ia terus saja mendekatkan wajahnya keleher gadis yang sebentar lagi menjadi santapannya.Gadis itu terus memundurkan duduknya dan ..

AU!!

Changmin dan gadis itu jatuh terjungkal dari ayunan.

“Akhh sakit sekali..”

“Ya!!Kalau kau lapar mestinya kau tidak perlu sampai seperti itu!!Aku kan tidak akan memakannya tadi!!”

Changmin menatap gadis didepannya sinis. Ia gagal memangsa gadis didepannya.

“Hei!!Wajahmu jangan seperti itu!!Nanti aku belikan burger yang baru!!”

“O ya, kita belum kenalan!!Siapa namamu??Aku Minhae.”

Changmin menatap Minhae sinis.

“Changmin.”

“Wah nama kita hampir sama ya??Sama – sama pakai min!!” Minhae terkekeh.

Changmin mengela nafasnya.Ia heran, baru kali ini ada gadis yang tidak takut kepadanya. Minhae sangat santai bersamanya. Padahal bisa saja Ia memangsanya sekarang.Ya Changmin memang paling tidak bisa menahan diri kalau dia sudah lapar. Tanpa belas kasih dan tak lihat tempat dia akan memangsa, mangsanya dengan cepat.Sampai mangsa itu tidak dapat bernafas.

“Hei, kenapa diam??”

Changmin tersenyum sinis.

“Minhae, sepertinya menyenangkan kalau memakan bersamamu ..”

Minhae hanya tersenyum mendengar perkataan Changmin.Walaupun ia, tidak paham dengan maksud perkataan ChangMin.

***

JaeJoong berjalan secepat hembusan angin malam.Langkahnya ringan.Matanya mencari – cari gadis yang menabraknya tadi.Langkahnya berhenti,tepat disebuah toko yang bertuliskan “My Flowers”.

JaeJoong melihat seorang gadis dengan rambut panjang sepunggung tergerai tengah memasukan bunga – bunga kedalam toko itu.Dengan cepat ia langsung menghampiri gadis itu dan membantunya.

Gadis itu kaget melihat JaeJoong sudah berdiri didepannya.Dan tengah membantunya membawa bunga masuk kedalam toko.

“Kau kan pria yang tadi ..”

JaeJoong tersenyum tipis.

“Izinkan aku membantumu.”

“Akh tidak usah, aku bisa melakukannya sendiri.”

JaeJoong tidak memperdulikan perkataan gadis itu.Ia terus membawa masuk bunga – bunga kedalam.Gadis itu hanya tersenyum melihat kebaikan JaeJoong.Baik??Benarkah ini niat baik JaeJoong??.

“Pria yang baik ..” gumamnya.

Merekapun akhirnya selesai memasukan semua bunga kedalam toko.JaeJoong bergegas pergi tapi ..

“Hei tunggu, sebagai ucapan terima kasihku.Aku buatkan kau secangkir coklat hangat bagimana??Lagipula malam ini dingin sekali bukan??”

JaeJoong tersenyum puas.Rupanya ia tidak salah memilih mangsa.Padahal ia hanya berpura – pura pergi untuk melihat reaksi gadis itu.Ternyata perkiraan nya benar.Gadis itu akan mencegahnya.Gadis yang mudah dibohongi.

JaeJoong berbalik.

“Apa tidak merepotkan??”

Gadis itu menggeleng sambil tersenyum.

“Ayo masuk.”

JaeJoong duduk ditengah – tengah bunga yang indah. Gadis itu sedang membuatkan coklat hangat untuknya.Ia terus memperhatikan gadis itu.Cantik.Cocok menjadi mangsanya.

“Ini minumlah.”

JaeJoong mengambil gelas yang diulurkan padanya.

“Siapa namamu??Aku baru melihatmu didaerah ini.”

“JaeJoong.”

“JaeJoong, aku Hyun Jae :D

“Gomawo sudah membantuku tadi :D :D

JaeJoong tersenyum puas. Sepertinya ia, sudah menarik perhatian mangsanya.

‘Hyun jae, kau memang gadis yang tepat sebagai mangsa pertamaku.’

***

Junsu perlahan mendekati gadis yang tengah duduk di tengah lapangan basket  itu .Secepat kilat, ia sudah berdiri dibelakang gadis itu.Naluri vampirnya bergejolak, matanya berubah merah dan taringnya muncul diantara sela – sela giginya.Ia perlahan mendekatkan wajahnya dileher gadis itu, ia tidak peduli.Apabila ada orang yang akan melihatnya.Tiba – tiba ..

“Nuguseyo??”

Gadis itu menoleh,tepat kearah wajah Junsu dan ..

Cup :*

Junsu dan gadis itu terlonjak kaget.Dengan cepat Junsu menggosok bibirnya dengan punggung tangannya.

“Ya!!Kau apa yang akan kau lakukan padaku tadi hah??” marah gadis itu galak

“Aku hanya ingin mengambil daun yang ada dirambutmu saja tahu!!!”

“Aich!!Aku tahu pasti kau laki – laki hidung belangkan??Dan kau tadi mencoba …. KYa!!Aku tidak sanggup membayangkannya!!” gadis itu histeris

Junsu menatap gadis didepannya sinis.Ingin sekali rasanya, ia menghisap darah  gadis ini sampai mati.

“Ya!!Kenapa kau melihatku seperti itu??”

Junsu tidak menjawab.Ia berjalan mendekati gadis itu.Matanya menatap tajam.

“Ya!!Kau mau apa??”

Gadis itu perlahan mundur dan menyilangkan tangannya didepan.

Junsu tidak memperdulikannya,ia terus maju.

BUK!!!

“Rasakan itu!!Kau pantas menerimanya!!”

Junsu terduduk dan memegang perutnya.Sakit.Pukulan gadis itu tepat mengenainya.Junsu menatap kepergian gadis itu,matanya penuh dengan kebencian.

‘Akan ku buat kau bertekuk lutut dihadapanku ..”

***

Donghae tiba disebuah kastil tua yang terletak di pinggir kota Seoul.Kastil megah dengan interior barat yang kental.Tempat yang cocok sebagai tempat tinggal bagi kaum mereka.

“Jadi ini tempat kami tinggal.”

Donghae melangkahkan kakinya masuk, saat terdengar seseorang memanggilnya

“Donghae!!”

Donghae menoleh.Dilihatnya Yoochun dan Minho yang tengah berjalan kearahnya.

“Aku tidak menyangka kalian ber2 akan datang bersamaan.” Sindir Donghae.

“Aku juga tidak menyangka, kalau kau duluan yang akan sampai.” balas Minho tajam.

“Ya!!Sudah kita masuk!!Sampai kapan kalian ber2 akan diam disitu??” teriak Yoochun dari pintu gerbang.

Donghae dan Minho menatap YooChun sinis.Secepat hembusan angin mereka ber2 telah berdiri disamping YooChun.Merekapun masuk kedalam kastil.

***

Yoochun, Donghae dan Minho memperhatikan setiap interior didalam kastil ini.Megah.Sangat cocok untuk mereka, vampir dari golongan atas.Mereka  dengan cepat memasuki ruang utama dari kastil ini.

“Kalian terlambat!!”

Mereka ber3 langsung melihat kearah asal suara itu.Dilihatnya Zhoumi yang sedang menyender di tiang bangunan.Menatap mereka sinis.

“Kau yang terlalu rajin datangnya!!” sindir YooChun tajam

Yang dibalas Zhoumi dengan tatapan yang tak kalah tajam.

“Apa aku terlambat??”

Dilihatnya ChangMin sedang berdiri didepan pintu sambil memegang sebuah burger ditangannya.

“Apa yang kau bawa itu??”

“Tidak penting kau tahu.Apa yang aku pegang Minho.”

Minho tersenyum sinis.

“Sepertinya yang kau pegang hanyalah sampah.”

“Ya!!Kalian ini berisik sekali!!”

JaeJoong tiba – tiba muncul dibelakang ChangMin sambil membawa setangkai mawar merah ditangannya.

“Kau sudah datang rupanya JaeJoong!!”

“Aku tidak menyangka kau akan lebih dulu datang dariku Donghae!!”

“Aku juga tidak menyangka, kalau kau baru saja datang JaeJoong.”

JaeJoong menoleh,disampingnya telah berdiri Yunho yang menatapnya sinis.

“Yunho? sejak kapan kau berada disana?”

Minho menatap Yunho tajam yang dibalas seringai oleh Yunho.

“Sejak aku tiba di sini” ujar Jinki pelan seraya berjalan menuju sebuah sofa besar yang terletak di pojok ruangan. Di hempaskan tubuhnya di sofa itu kasar.

“Jinki, kenapa dengan wajah mu?”

Jinki menatap Minho kesal. Yang dibalas senyum remeh oleh Minho.

“Baru hari pertama saja kau sudah seperti itu, bagaimana hari berikutnya?” ujar Yoochun terkekeh geli. Jinki menatap Yoochun kesal. Ia meregangkan kepalanya ke kiri dan kenan, lalu menatap Yoochun tajam. Kedua bola matanya berubah menjadi merah. Seketika lebam diwajahnya menghilang,diganti dengan taring yang mencuat dari pinggir bibirnya.

“Kalian sedang apa?”

Jinki menoleh, Kyuhyun berjalan pelan mendekati Jinki yang sedang duduk di sofa.

“Jinki terluka” ujar Jae Joong pelan.

“Jinki lemah” ujar Yoochun. yang dibalas Jinki dengan tatapan tajam. Secepat hembusan angin, Jinki telah berada di hadapan Yoochun, Jinki berbisik pelan di telinga Yoochun.

“Aku tidak segan-segan membunuhmu meski kau adalah saudaraku, Yoochun!!” ujar jinki pelan, lebih seperti mendesis. Yang dibalas Yoochun dengan tatapan tajam.

Kedua bola mata Yoochun berubah menjadi merah, perlahan dari sudut bibirnya menyembul sebuah taring. Yoochun dan Jinki hendak saling menerkam ketika mereka mendengar sebuah suara dari arah pintu.

“Ada apa ini ramai-ramai?”

Semua yang berada di ruangan itu menoleh ke arah pintu masuk, Junsu berjalan perlahan mendekati mereka semua yang berada di ruang tengah.

Jinki dan Yoochun saling bertatap dan mengurungkan niatnya untuk saling menerkam. Secepat kilat menyambar, Jinki telah kembali berada di sofa. Duduk.

“Sepertinya kalian belum menemukan mangsa ya ?” ujar junsu menatap wajah mereka yang berada di ruang tamu satu persatu.

“Bukan urusan mu” ujar Zhoumi pelan. Matanya mulai berwarna merah, ia menatap Junsu tajam. Junsu mendongak ke arah Zhoumi. Sebuah seringai muncul di wajahnya. Dalam hitungan detik Junsu telah berada di hadapan Zhoumi yang sedang berdiri di pojok ruangan.

“Bagaimana denganmu Mimi?” ujar Junsu dengan nada mengejek. Zhoumi menatap Junsu tajam. ” jangan sampai kau seperti hyungmu, Leeteuk!!Nasib yang memalukan!!!!!”

“Bagaimana dengan Wookie Junsu, apa kau lupa?” ujar Zhoumi tenang. Wajah Junsu mengeras.

“Jangan pernah menyebut nama itu dihadapanku!!!”

Zhoumi tersenyum puas. Junsu menatap Zhoumi kesal.

“Wae? ada larangan? menyebutkan nama Ryeowook? adik sepupumu yang kabur dengan bangsa manusia sebelum usia nya mencapai 25?”

Wajah Junsu mengeras. Dalam hitungan detik tangan Junsu telah berada di leher Zhoumi , bibir Junsu telah siap menggigit leher Zhoumi.

“Hentikan Junsu!!!”

Junsu terdiam. Ia berbalik menatap suara itu. SooMan menatap Junsu tajam. Junsu mencelos dan segera menjauhi Zhoumi yang tersenyum puas.

“Apakah kalian telah menemukan mangsa kalian?”

“Ne” ujar kesepuluh putera Sooman bersamaan. Sooman tersenyum puas.

“Bagus, segera mangsa mereka dan buktikan bahwa kalian adalah vampire sejati”

Kesepuluh putera Sooman tersenyum licik.

“Ingat!!!sekali kalian menentukan mangsa , kalian tidak boleh merubah mangsa kalian. Jika sampai itu terjadi, kalian akan berubah menjadi abu secepat kalian mengedipkan mata.”

“Kami tidak akan gagal ayah.” ucap mereka yakin.

“Aku harap begitu …”

“Kenapa wajahmu seperti tidak yakin pada kami Ayah??” tanya JaeJoong sambil menatap Sooman sendu.

Sooman tersenyum pilu.Ditatapnya, wajah anaknya 1 persatu.Ia cemas.Ia tidak mau hal yang menyakitkan itu akan terulang lagi.

“Andwe!!Ingat jangan pernah membiarkan sisi baik kalian muncul!!Mungkin kalian lihat misi ini, hal yang mudah.Tapi yang perlu kalian ketahui, ini tak semudah kelihatannya!!”

“Apa maksudmu ayah??Dari awal kau selalu mengatakan hal itu!!Sebenarnya apa maksudnya??” tanya Jinki penasaran.

“Kalian sudah dewasa, aku yakin kalian suatu saat akan mengerti hal ini!!!”

Kesepuluh putra Sooman menatap Sooman tajam.Mereka bingung apa maksud dari perkataan ayah mereka.Tidak terlintas sama sekali dibenak mereka.Hal yang dimaksud.

“Jangan KECEWAKAN aku!!” Sooman menatap putra – putranya tajam.

Dibalas dengan tatapan yang tak kalah tajam.

“Aku tidak menerima adanya KEGAGALAN!!”

“Kalian mengerti??”

“Ne, ayah!! Jawab mereka tertunduk.

Saat mereka mengangkat kepala mereka, Sooman telah hilang dari hadapan mereka.

“Baiklah!!Mari kita mulai perburuan ini!!” seru Minho senang yang dibalas dengan seringai oleh ke9 saudaranya.

Continue…

thanks for read :D leave critic n comen ok?