7

The Reason Why I Can’t Hate You

Author: Miina_Dee

Main Cast: Lee Seunghyun aka Seungri (Bigbang), Kim Jihan (OC)

Support Cast: Kwon Jiyong aka GD, Choi Seunghyun aka TOP, Youngbae aka Taeyang, Daesung

Rating: 16+

Genre: Romance

Warning: Nearly NC, but not an NC at all.

Ps: Maaf ya posternya rada fail -_- karena oh karena bikinnya dari jam Sembilan malem sampai jam 12 malem -_- anyway, enjoy! Dan mohon kritik sama sarannya ya ^^

Disclaim: I don’t own the main male cast, I just own the OC, storyline, and the poster. If you want to take this out, please tell me first ^^

 

8 Maret 2012

Jihan’s Side

Jihan mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. Sesekali matanya melirik ponsel bernuansa merah muda metalik yang entah mengapa terdampar di atas sofa itu sambil berharap ponsel itu berdering. Gadis berambut gelombang itu menghela nafas panjang kemudian memutuskan untuk menyalakan televisi daripada ia secara tidak sadar menghancurkan ponsel keduanya dalam bulan Maret itu. Continue reading

22

[Freelance] Cruelty of Love [part 3]

Author : chabikyu

Cast      : Cho Kyuhyun (Super Junior), Seungri (BigBang), Yoon SeoJin (OC or You), Lee Yoorin (OC or You) and other.

Genre   : Romance

Rating  : PG13-15

Disclaimer : All cast belong to themself. This story just my imagination and fiction. So don’t sue me or whatever that.

And thanks for Indah to her nice idea.

 

 

Seperti biasa aku terbangun dipagi hari tapi saat ini bukanlah jam bangunku, terlalu pagi sepertinya. Aku menggerakan tubuhku namun kaku, dan aku baru sadar jika semalam aku tertidur sambil memeluk Kyuhyun. Aku menghempaskan tangan Kyuhyun yang melingkar dipinggangku dengan lembut. Pria ini, kenapa seperti malaikat tanpa dosa jika tertidur, benar-benar tampan, sangat bertolak belakang ketika ia bangun. Continue reading

9

[Freelance] Biarkan Aku Pergi part 1

BIARKAN AKU PERGI (part1)

Author : seungwon

Cast Biarkan aku pergi :

Cho Kyuhyun SUJU as tunangan yoona SNSD
Yoona SNSD as tunangan kyuhyun SUJU
IU as pacar seungri big bang
Seungri as pacar IU

cameo : anak-anak SNSD (terutama jessica),donghae,ryewook,eunhyuk.yoo seungho,yooseob

rating :semua umur hehe
Genre :selingkuh

~_~__~_~_~__~_~__~_~_~__~_~__~_~_~__~_~_~__~_~_~__~_~_~

Biarkan aku pergi

Café bluesky 14:00

Kyuhyun hanya duduk menatap kosong ke jendela yang terbuka.Dia tampak sedang memikirkan sesuatu.”Apa kamu yakin ingin hubungan kita berakhir seperti ini?” kata kyuhyun memecah keheningan.

Di depannya duduk IU. penyanyi cantik itu mengenakan gaun putih yang indah,yang membuat semua mata tertuju padanya.”Entahlah,tapi sepertinya lebih baik seperti ini saja!” ujarnya.

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas,dia melanjutkan “Tapi aku ingin kau selalu disampingku setiap saat!”

“Tapi ini tidak benar oppa!ini salah…” ujar IU sambil menahan air mata yang seakan-akan ingin jatuh ke pelupuk matanya.

“Kenapa?” protes kyuhyun.

Continue reading

15

Café

Halo!! Ane muncul lg dg ff oneshot. Sekarang nih lagi tergila-gila dengan lagu yg berjudul sama dg ni ff. Dan lagi kesem-sem sama pencipta lagunya. Siapa lagi, main cast ff ini. Kwon Jiyong..hoho

Tolong di rate ya!!!

****

“Maaf, hubungan kita sampai disini saja” katanya dan berlalu meninggalkanku yang masih terpaku manatap kepergiannya.

Lagi-lagi, untuk yang kesekian kalinya aku diputuskan. Di café yang sama dan tempat duduk yang sama. Oh Tuhan…apa dosaku??

Aku merutuki diriku sendiri. Sampai akhirnya terdengar suara merdu yang berasal dari panggung yang ada café ini.

Lagu yang dinyanyikan gadis itu sangat cocok dengan suasana hati ku sekarang..ouhhh

Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun café

 

OH please don’t leave me alone na eotteokharago

Moduga jamdeun bam wae nal honja duryeogo

 

Tell me the truth eojewa dareun oneul neujeottago

Yaksokhaetteon seoro nanudeon maldeul da geojit irago

Don’t make me fool

 

Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun café

 

You don’t need me anymore geu mareun marajweo

Geudaeneun jigeum naega shiltaneun deut jashineul sogigo

Nalgeun jeo chaeksang wie saegyeonoheun uri dul ireumkkajido

Gieoksoge chueoksoge geunyang mudeodunchaero OH OOH

 

Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun cafe

 

Neo wiroweo hal ttaemyeon eonjedeun neol kidarigo inneun

Neo geuriweo bogo shipeun narimyeon neol bureugo inneun

Naega tajudeon kkeopiwa jeobeo dun chakgalpiwa

Geudaemaneui hayanjib wiro heureuneun bi baby

 

Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun cafe

 

Neo wiroweo hal ttaemyeon eonjedeun neol ..

Neo geuriweo bogo shipeun narimyeon neol ..

Naega tajudeon kkeopiwa ..

Geudaemaneui hayanjib wiro heureuneun bi baby

 

Oh tidak..aku seorang namja. Tidak seharusnya aku menangiskan? Ayolah Kwon Jiyong, kau harus kuat.

Namaku Kwon Jiyong, usiaku 23 tahun. Usia yang sudah cukup untuk menikah, tapi..detik ini aku diputuskan oleh pacarku. Sungguh malang nasibku ini. Dan kalian tau? Aku selalu diputuskan ditempat yang sama. Sebuah cafe favoritku.

Penyanyi cafe itu sudah menyelesaikan lagunya. Aku sedikit bernafas lega, karena aku berhasil menahan air mataku. Dan sekarang aku hanya akan menghabiskan Ice Coffee Espresso yang baru saja kupesan. Yah..paling tidak bisa mengobati sakit hatiku.

Tiba-tiba, seorang gadis tanpa permisi duduk dibangku yang sebelumnya diduduki oleh mantanku.

”Hai, naega Hyunjin. Lee Hyunjin. Neo?” tanyanya tiba-tiba mengagetkanku.

“Jiyong, Kwon Jiyong” jawabku gugup. Sejurus kemudian dia tersenyum, senyum yang sangat manis menurutku.

“Hmm…kulihat tadi kau sangat menghayati lagu yang kunyanyikan. Apa kau baru saja putus dengan pacarmu??” pertanyaannya berhasil membuka luka yang baru saja tertutup.

”Huaa…kenapa kau membicarakannya lagi?? Aku ingin menangis” histerisku. Dan hanya dibalas dengan tawanya.

”Hahaha..kau sungguh lucu. Aku juga pernah mengalami hal yang sama. Pengalaman menyakitkan yang terjadi di cafe. Makanya aku menyukai lagu tadi” ceritanya. Waw, dia berhasil membuatku tertarik.

”Benarkah..??” tanyaku.

”Ya, mungkin aku lebih parah darimu. Aku diputuskan oleh tunanganku. Tapi tiba-tiba dia memutuskanku tanpa alasan yang jelas. Tapi..untuk apa aku menyesalinya. Hidupku tidak berhenti sampai disitu kan??” ceritanya antusias. Ekspresinya sangat menggemaskan.

”Hyunjin-ah, ini syrupmu” seorang pelayan memberikan syrup pada gadis bernama Hyunjin ini.

”Terima kasih Yongbae” Hyunjin tersenyum.

”Jiyong-ah. Mana pacarmu??” tanya Yongbae, dia adalah temanku. Dan tentu pertanyaan itu adalah ejekan. Karena dia tau aku baru diputuskan.

”Aku tidak ada waktu untuk bercanda, Yongbae-ah. Kembalilah ke pekerjaanmu” suruhku pada Yongbae. Hyunjin tertawa melihatku.

”Hahaha…Seungri-ah. Apa Seunghyun oppa sudah kembali?? Aku ingin meminta bayaranku hari ini” teriak Hyunjin pada koki yang ada didapur.

”Belum, tunggulah beberapa menit lagi. Dia terkena macet” teriak Seungri.

”Kau bekerja disini?” tanyaku padanya. Dia mengalihkan pandangannya padaku.

”Ya. Sebagai penyanyi part time” jawabnya.

“Kau tau? Suaramu itu bagus sekali. Mau bekerja sama denganku? Jika aku mempunyai lagu baru maka kita akan berduet. Bagaimana?” tawarku.

”Benarkah?? Kalau begitu kuterima tawaranmu. Aku tunggu” katanya ceria.

”Hyunjin-ah!!” teriak Seunghyun saat memasuki cafe.

”Jangan berteriak seperti itu hyung” tegur Yongbae yang sedang melayani pelanggan. Seunghyun hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dan berjalan menuju bangku kami.

”Ini bayaranmu. Maaf menunggu” Seunghyun memberikan amplop cokelat kepada Hyunjin.

”Terima kasih Seunghyun oppa. Kalau begitu aku pergi dulu. Daesung oppa sudah menunggu dari tadi” Hyunjin beranjak dari duduknya dan keluar cafe.

”Daesung-ah! Jangan telat besok!!” teriak Seungri pada Daesung yang hampir saja keluar cafe.

”Ya..ya. Aku tau!” Daesung melambaikan tangannya.

”Siapa dia??” tanyaku pada Seunghyun.

”Hyunjin, adik sepupunya Daesung yang baru saja pulang dari Daegu. Daesung yang merekomendasikannya. Dan hasilnya lumayan” jawab Seunghyun, aku hanya menaggukkan kepalaku.

”Dia cantikkan??” Seungri menyenggol bahuku. Dan refleks aku menganggukkan kepalaku.

”Dan kurasa dia lebih baik dari pacar-pacarmu dulu” sambung Yongbae.

”Hey! Aku baru saja putus!” teriakku tidak terima.

”Tapi kau suka kan~~~” goda Seunghyun.

”Yah..tidak kupungkiri dia gadis yang manis” jawabku.

”Oh iya, kudengar tadi kau mengajaknya kerjasama. Bagaimana kalau kau membuat lagu duet saja” usul Yongbae. Sepertinya ide Yongbae itu ada baiknya juga. Aku tersenyum. Dan langsung merangkul Yongbae.

”KAU PINTAR SEKALI!!!” aku menjitak kepalanya.

”Sakit tau!” erangnya.

”Hahahahaha….”

****

Aku mendapat nomornya setelah bersusah payah memohon pada Daesung. Dasar anak itu sangat protektif pada Hyunjin. Segera aku menghubunginya. Yah,,tak kupungkiri aku sekarang gugup.

”Yoboseo? Apa benar ini Hyunjin, Lee Hyunjin?” tanyaku saat telponku sudah tersambung.

”Ya, nuguseyo??” tannya. Huh..suaranya sangat merdu sekali.

”Ini aku Jiyong, yang waktu di cafe” jawabku.

”Oh, Jiyong-ssi. Ada apa??” tanyanya.

”Hmm..tidak. Aku hanya ingin memberi tau kalau lagu garapanku sudah selesai. Bisa kita bertemu besok?” tanyaku akhirnya.

”Benarkah? Wah..aku senang sekali. Baiklah, kita bertemu besok di cafe” sahutnya ceria.

”Baiklah di cafe” dia menutup sambungan.

Aku berlonjak di atas tempat tidur. Dan semua keteganganku hilang sudah.

Sekarang aku harus tidur.

****

Pagi-pagi sekali aku sudah ada di cafe. Aku datang bertepatan dengan datangnya Daesung.

”Jiyong-ah, apa kau menghubungi dongsaengku semalam?” selidiknya. Dengan ragu aku menganggukkan kepalaku. Dan tiba-tiba dia memelukku.
”Wah!! Bagus sekali. Aku harus berterima kasih denganmu. Hmm, bagaimana caranya ya? Ha! Kau akan makan dan minum gratis untuk hari ini. Biar aku yang bayar” aku menatap Daesung tidak mengerti.

”Kau kenapa?” tanya Daesung yang menatap wajah bingungku.

”Apa kau salah makan obat??” tanyaku. Ya, setauku Daesung adalah orang yang sangat pelit.

”Ani, aku baik-baik saja” jawabnya santai.

”Terus, kenapa kau mentraktirku??” tanyaku padanya. Dia tersenyum membuat kedua matanya menghilang.

”Karenamu adikku bisa jatuh cinta lagi..hahahahaha” jawab Daesung dan menyeretku masuk ke cafe. Aku masih berpikir keras tentang apa yang dikatakan Daesung barusan.

Jatuh cinta lagi, denganku? Benarkah??

”Benarkah??” tanyaku histeris pada Daesung. Dan dijawab dengan anggukan oleh Daesung.

”Dia menyukaimu” bisik Daesung. Senyum merekah dari bibirku. Dan aku banyak berharap hari ini.

****

Setelah latihan sebentar. Aku dan Hyunjin sudah siap untuk ditampilkan. Dan aku ingin memberikan kejutan padanya setelah kami tampil hari ini. Lagu duet yang kuciptakan yang terinspirasi olehnya.

”Baiklah, sekarang kita akan melihat penampilan duet kita. Jiyong dan Hyunjin, silahkan mulai” Seungri memberikan kata sambutan. Kami berdua naik keatas panggung dan duduk di kursi yang memang disediakan.

”Lagu ini adalah hasil ciptaanku sendiri. Judulnya ’My Valentine’. Semoga kalian menikmatinya” kataku sebelum memulai penampilan kami.

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

neoneun nal tteonatjiman geuraedo nae sarang

 

ijeneun neol saenggakhaedo apeujiga anha

neoreul miwohaetdeon gamjeongdeuri jogeumssik noga

johasseotdeon gieokdeulman dasi saenggagi na

deo isang niga mipji anha

 

(hamkke haetdeon sigandeuri) neomuna kkumgata)

(dasineun oji anketji) niga animyeon

 

nan mollasseulgeoya. jeongmal mollasseulgeoya.

geuraeseo neoege gomawo

 

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

neoneun nal tteonatjiman geuraedo nae sarang

 

niga cheom tteonasseul ttae jeongmal neomu apasseo

neomu apa niga miwotjiman

sigani galsurok sangcheoneun amulgo chueokdeureun keojyeo

 

jogeumssik misoreul chatge dwaesseo, Oh Yeah

 

(hamkke haetdeon sigandeuri) ijeneun sojunghae

(dasineun oji anketji) neo ttaemune

naneun neukkyeobongeoya sarangi mueonji

geuraeseo neoege gomawo

 

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

neoneun nal tteonatjiman geuraedo nae sarang

 

ulmyeo neol butjamneun nareul beorigo tteonatdeon ni moseup

meoreojyeo gadeon dwitmoseup

barabomyeonseo gwayeon seupgwancheoreom beeobeorin neol jiul su isseulkka

 

nan eonjenga neoreul tteoollyeodo useul su isseulkka,

geuttaen jasini eobseosseo, niga neomuna miwosseo.

hajiman sigani jinani saenggagi jogeumssik bakkyeosseo.

ije misoreul jieumyeonseo

I’m thinkin’ about you all the time

and I realized that u will always be my valentine

 

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

neoneun nal tteonatjiman geuraedo nae sarang

Aku berdiri dari dudukku dan sekarang jongkok dihadapannya. Mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru tua. Membuat Hyunjin menatapku bingung. Aku masih melahjutkan lagunya…

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

Hyunjin menutup mulutnya, kaget. ”Hyunjin-ssi. Be my valentine, please” kataku mengungkapkan perasaanku. Hyunjin tidak kuasa menahan senyumnya.

”I’ll be your valentine, Jiyong-ssi” jawabnya. Semua pelanggan cafe mulai ricuh. Tepuk tangan membahana di seluruh cafe.

”CHUKAE!!!” teriak Seunghyun, Yongbae, Daesung, dan Seungri berbarengan. Aku memeluk Hyunjin dan kami membungkukkan badan kepada seluruh pelanggan cafe.

****

Inilah kisahku. Semuanya terjadi di cafe, tempat favoritku. Dan juga tempat favoritnya. Berawal dari lagu berjudul cafe, dan kisah cinta yang sama-sama berlatar di cafe. Dan tentunya tempat kami pertama bertemu, dan mengetahui perasaan kami. CINTA.

Cafe, my LOVE

By. Kwon Jiyong

23

[Freelance] Cruelty of Love [part 1]

Author : chabikyu

Cast     : Cho Kyuhyun (Super Junior), Seungri (BigBang), Yoon SeoJin (OC or You), Lee Yoorin (OC or You) and other.

Genre   : Romance Life

Rating : PG15

Disclaimer : All cast belong to themself. This story just my imagination and fiction.

Ps         : ini ff nya rada menjijikan wajarkan sajalah. Oke, kalau gasuka gausah baca, no bash yah. Thanks before.
Hal ini sama sekali tak terpikirkan sebelumnya olehku, kedua orang tuaku dengan teganya menjodohkan anaknya sendiri dengan seorang lelaki yang sama sekali tidak aku kenalin, padahal mereka tahu sendiri jika aku sudah memiliki seorang pacar yang sangat aku cintai dan dia juga mencintaiku. Kuakui calon suamiku itu memang sangat tampan dan keren tetapi aku merasa jika dia bukanlah pria baik-baik walaupun dia berasal dari keluarga yang sangat terpandang. Aku sangat menyesal telah hidup sebagai aku dan menjadi anak dari seorang keluarga Yoon, selalu dikekang dan harus mengikuti seluruh kemauan orang tuaku tanpa terkecuali.

Janji suci itu telah usai, dan sekarang aku telah resmi menjadi istri orang diumurku yang baru menginjak 21 tahun, sedangkan pria itu yang bernama Cho Kyuhyun saat ini telah sah menjadi suamiku. Aku tak tahu bagaimana kehidupan rumah tanggaku nanti, kami berdua menikah tanpa cinta, aku sangat tahu jika dia juga sama sekali tidak mencintaiku. Padahal dari dulu aku mempunyai impian untuk menikah sekali dalam seumur hidupku dengan seorang pria yang kucintai dan mencintaku, sama sekali tidak seperti ini.

Aku terdiam sendiri di balkon lantai dua hotel berbintang ini sedangkan acara pernikahanku sama sekali belum slesai, kuluapkan seluruh emosiku, aku sama sekali tak peduli jika make up yang terpoles di wajahku hancur berantakan, aku tak peduli dengan mungkin orang-orang yang mencariku, aku tak peduli dengan semuanya, yang ada di benakku saat ini hanya satu yaitu Lee Seunghyun atau biasanya dia dipanggil dengan Seungri. Sedang apa Seungri oppa saat ini? sudah seminggu lebih aku dilarang untuk bertemu dengannya dan hari ini sepertinya kami akan benar-benar segera berpisah.

“Ternyata kau ada disini.” Suara itu menyadarkanku dari lamunanku tentang Seungri, reflek aku langsung menghadap kebelakang, mencari tahu siapa orang yang telah menggangguku itu.

“Sedang apa kau disini?” tanyaku datar.

“Aku kemari untuk menyusulmu jagiah, ngomong-ngomong siapa namamu tadi? Yoon Yoojin?” aku memutar bola mataku kesal saat mendengar apa yang dikatakannya, sepertinya aku benar-benar salah telah mendapatkan suami seperti dia.

“Yoon Seojin, pabbo.” Ketusku malas.

“Baiklah nona Yoon SeoJin, hmmm, kita sama-sama tahu jika kita berdua tidak saling mencintai, bukan? Dan aku juga sudah memiliki gadis yang jauh lebih baik daripadamu.”

“Aku juga.” Jawabku memotong, secara tidak langsung aku sadar jika ia ingin menghinaku.

Dia tersenyum sinis lalu menarik tangan kiriku. Mau apa dia? Diliriknya jari manisku dan dengan perlahan dia mengeluarkan cincin pernikahan kami. Tak lama dia juga membuka cincin yang tertera dijari manisnya itu.

“Yah Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan? Kau sudah gila apa.” aku sangat terkejut melihat apa yang dia lakukan barusan, dengan santainya dia melemparkan cincin pernikahan kami kearah kolam renang yang terletak dibawah, aku merasa semakin sakit dan sedih karena mengetahui suamiku sama sekali tidak menghargai pernikahan kami. Ternyata yang dikatakan umma dan appa sama sekali tidak memiliki kebenaran sedikitpun, lelaki ini benar-benar jahat. Aku membencimu Cho Kyuhyun.

“Inikan yang kau mau? Aku tak sudi memakainya. Dan jika ada yang menanyakan kemana cincinmu bilang saja kau tak suka memakai cincin atau apalah, semoga kau tidak sebodoh apa yang aku pikirkan” Katanya lalu tanpa disuruh dia pergi meninggalkanku. “lebih baik kau kedalam, orang tuamu tadi kebingungan mencarimu.” Hanya suaranya dia benar-benar telah pergi. Aku menangis lagi sekarang, tangisanku memang tidak bisa mengubah apa-apa tapi setidaknya hanya ini yang bisa aku lakukan. Padahal awalnya aku pikir lelaki itu benar-benar baik dan aku yakin bahwa lambat laun aku juga akan mencintainya, ternyata itu hanya khayalanku saja.

————————-

Aku tinggal bersama dengannya disebuah apartement elit di Seoul, sekarang aku tidak lagi di daegu, artinya aku sudah berbeda kota dengan Seungri. Seluruh prabotannya lengkap dan tersusun rapi, benar-benar seperti apartement idamanku sewaktu dulu, tapi yang membedakannya hanya suamiku saja, aku hanya ingin Seungri.

“Apartementnya lumayan, ngomong-ngomong kau kerja apa? kata ibuku umurmu hanya sekitar 2 tahun diatasku, apa kau juga masih kuliah? ” tanyaku membuka pembicaraan.

“Istri macam apa kau ini, sama sekali tidak mengetahui apa pekerjaan suaminya, aku sudah kerja yah karena aku pintar maka dari itu aku sudah tamat.” Cih sombong sekali anak ini.

“Kau tidak pernah memberitahukannya jadi mana aku tahu pabbo.”

“Aku menejer diperusahaan ayahku dan calon pemiliknya asal kau tahu. Tapi aku juga mempunyai pekerjaan lain yang membuat keuntungan jauh lebih besar dari gaji sebagai menejer dikantor ayahku.” Aku benar-benar penasaran dengan apa pekerjaan tambahannya itu. sebagai pelayan restoran? Itu kemungkinan yang sangat bodoh untuk seorang seperti dia.

“Apa?” tanyaku antusias.

“Ternyata istriku ini cepat sekali penasaran hahahaha. Aku tak akan memberitahumu, bukannya akan lebih asyik jika kau mencari tahu sendiri.” Pria ini benar-benar sialan, membuatku semakin muak saja dengannya. Jujur, aku sangat penasaran dengan semua ini dan aku hanya bisa mengembungkan pipiku kesal.

“Kau tidur dikamar sana dan aku disana.” Tunjuknya menjelaskan lalu pergi kekamarnya begitu saja aku sedikit bersyukur karna kami tidak sekamar dan dia telah berjanji kepadaku kalau dia tidak akan menyentuhku sedikitpun kecuali aku yang meminta, dasar aneh, sampai kapanpun aku juga tidak akan mau disentuh olehnya.

Dengan sigap aku membawa barang-barangku kekamar tersebut lalu membereskannya, kamar ini sungguh bagus dan ada pemandangan indah kota Seoul jika kau melihat kearah jendelanya.

———————–

Sudah sekitar sebulan aku menjadi istrinya. Dan benar saja apartemen ini seperti neraka jika dia pulang, begitu tragiskah nasibku yang harus memiliki suami iblis seperti dia. Dia memang sama sekali tidak pernah melakukan kekerasan fisik terhadapku, tapi kekerasan batin itulah yang lebih menyakitkan, pria brengsek itu seringkali menghina dan merendahkanku sesuka hatinya.

Aku juga sering mendapat telpon ancaman dari wanita tak jelas yang menyuruhku untuk menjauhi Kyuhyun, rata-rata dari mereka mengakui sebagai pacarnya.

“Kau dari mana? Selingkuh lagi?” marahku ditengah malam ini.

“Kalau iya kenapa?”

“Ya Cho Kyuhyun cobalah sedikit saja kau menghargai aku sebagai istrimu.” Kataku marah ketika, sekarang sudah jam1an lebih dan pria ini baru saja menginjakan kakinya ke apartemen ini.

“Ada yang salah? bukannya ini hal yang biasa? kau seharusnya memaklumi karna kita sama sekali tidak saling suka kan?”

“Yah aku sama sekali tidak cemburu, tapi kau benar-benar sudah keterlaluan. Apa kata orang-orang nanti jika mengetahui jika seorang suami dengan teganya selingkuh secara terang-terangan didepan istrinya sendiri.”

“Lalu kau mau aku melakukan apa?” tanyanya lirih, tatapan tajam itu mengarah kearahku jujur, aku takut melihat tatapan itu.

“Bukannya sudah kubilang, kau hanya perlu sedikit menghargaiku. Hanya itu.” kataku melembut, semoga saja emosinya tidak meledak, aku sangat takut sekali jika dibentak oleh seseorang, apalagi orang seperti dia, pasti sangat menyeramkan.

“hahahahha kau ini lucu sekali. Maaf, sepertinya aku tak bisa mengabulkan permohonanmu itu sayang.” Katanya terbahak lalu pergi begitu saja meninggalkanku.

“Hey tunggu”

“Apalagi?” tanyanya lalu membalik badan dan kembali menatapku.

“hmm, pekerjaan tambahanmu itu adalah penjual wanita yah?” aku takut-takut menanyakan hal itu terhadapnya, tadi malam ntah darimana hal itu terlintas dibenakku dan hal itu membuatku tidak bisa tidur. Tapi sepertinya aku mampu berpemikiran seperti itu dengan alasan, keuntungan yang besar padahal keliatannya dia santai-santai saja, dan dia memiliki banyak selingkuhan yang rata-rata merupakan gadis murahan, apalagi kalau bukan itu?

“apa?” tanyanya terkejut, jangan-jangan hal itu benar lagi dan cepat atau lambat dia juga pasti akan menjualku. Itu tidak akan pernah terjadi. Dan tak lama suara tawaan keras terdengar lagi olehku. Apanya yang lucu? Dasar aneh.

“Kau pikir aku serendah itu?” tanyanya disela tawanya. “Kau mabuk yah? Tapi sebenarnya itu sedikit benar, namun pekerjaan ku lebih jauh daripada hal seperti itu. Baiklah, kukasih sedikit bocoran, tampaknya kau begitu setres memikirkan apa pekerjaan suamimu ini. Pekerjaanku itu memang sedikit berbau dunia hitam, tapi itu jauh lebih terhormat. Hahahaha, pemikiran yang sungguh bodoh.” Lalu dia pergi begitu saja meninggalku yang masih terbengong-bengong. Lantas apa pekerjaannya itu? apa aku harus menguntitnya.

———————–

Hari ini aku sedang malas-malasnya untuk membersihkan Rumah, sebuah moment yang tepat untuk mengikuti dia. Pagi-pagi sekali aku telah siap dengan seluruh perlengkapan menguntitku, untung saat ini musim dingin, jadi tidak aneh jika aku mengenakan baju seperti ini.

Dia pergi kekantor seperti biasa dengan Ferrari hitam metalik yang baru saja dibelinya beberapa minggu lalu, jadi mobilnya yang lama sempat ingin dia serahkan kepadaku tapi berhubung aku tak bisa mengendarai mobil, sepertinya mobil itu dia berikan kepada teman wanitanya atau mungkin disimpannya dirumah orang tuanya, aku yakin dia tidak akan menjual mobil itu karena terlihat sekali bahwa dia merupakan ciri orang yang takkan rela jika barang yang pernah ia gunakan lalu digunakan kembali oleh orang lain.

Aku mengikutinya dengan menggunakan taxi, sepertinya uangku akan habis hanya untuk membayar taxi tapi akan lebih gila lagi bukan jika aku berjalan kaki.

Ini sepertinya kantor ayahnya, gedung ini sungguh besar dan mewah. well, aku baru tahu jika keluarga suamiku itu sangatlah kaya raya, berarti suatu keuntungan besar orang tuaku yang sedikit sederhana itu dapat berteman dengan keluarga Cho sampai ketahap perjodohan seperti ini sayang sekali aku tidak memiliki hobby memoroti uang orang lain, jika itu adalah hobby ku pasti akan terasa menyenangkan sekali memiliki suami seperti dia, aku yakin walau hanya sebagai menejer saja tapi gajinya pasti cukup besar dan belum lagi…………eh? Diakan berkata bahwa pekerjaan tambahannya itu memiliki keuntungan yang lebih besar, oh God, aku tak terbayang berapa pendapatan yang dihasilkannya dalam sebulan.

Sangat lama aku menunggu dikantin perusahaannya, jam pulang masih sekitar beberapa jam lagi tetapi menurut info yang sering aku dapatkan dari penjaga kantin jika tuan muda Cho Kyuhyun yang terhormat dan sangat menyebalkan itu sering pulang sebelum waktunya, padahal dia slalu sampai kerumah pada malam hari.

Aku berpikir untuk menunggunya didepan saja, sia-sia saja jika aku kelolosan kepulangannya. Dan yeah keberuntunganku, ketika aku beranjak menuju kedepan gerbang, kulihat ia sedang menaiki mobilnya dan melajuinya. Tapi sekarang aku panic karena mengingat aku hanya dapat menggunakan taxi untuk menguntitnya. Aku sedikit berlari kearah gerbang dan syukurlah ketika aku keluar, ada taxi yang lewat. Tanpa babibu aku langsung menaiki taxi itu dan menyuruh supirnya untuk mengikuti mobil Kyuhyun. Perjalanan yang cukup jauh, aku duduk was-was sambil melirik mobil Kyuhyun dan terkadang melihat ke argo taxi.

Dan tak lama mobil itu berhenti desebuah rumah yang sangat besar namun rumah itu bernuansa gelap dan suram, kira-kira mau apa dia kemari? Aku memikirkan berbagai kemungkinan kenapa pria itu mampir kerumah ini. Lalu pintu pagar besar gerbang itu dibuka oleh beberapa orang yang sepertinya  pengawal. Apa dia simpanan tante-tante girang? Aku ragu untuk turun, suasana disekitar ini sungguh sepi, rumah mewah ini berdiri jauh dari keramaian, cukup aneh.

“Nona, kau jadi turun tidak?” tanya seseorang dan hal tersebut memecahkan konsentrasiku saja, dasar supir taxi sialan.

“Baiklah, sepertinya aku turun sekarang tapi kau tunggu aku yah.” Kataku lalu turun dari taxi itu dan menuju kearah rumah tersebut. Firasatku sungguh tak enak, bagaimana jika terjadi sesuatu olehku. Yah, jangan hanya gara-gara aku menguntit Kyuhyun, keesokan harinya aku hanya tinggal nama.

“Permisi.” Kataku mengetok pagar yang terbuat dari besi dan tinggi menjulang itu.

Berapa saat kemudian pintu tersebut terbuka dan muncullah beberapa sosok manusia menyeramkan didepanku, tubuh mereka tinggi dan tegap tapi memiliki bebera coretan luka dan tato disekitar tubuhnya, benar-benar seperti preman pasar tapi mereka terlihat cukup keren dan tampan, jantungku berdetak tak karuan, keringat dinginku bercucuran dan  aku sangat-sangat panic saat ini. Tersirat dibenakku untuk kabur saja, tapi ketika aku melirik ke belakang supir taxi tadi sudah pergi dan tak ada lagi ditempatnya. Sial, aku harus bagaimana. Mereka semua yang berjumlah kira-kira 6 orang itu menatapku dengan tatapan tajam.

“Cari siapa?” tanya salah satu dari mereka dengan suara sangarnya.

“Tidak, aku hmmm aku, aku.” Aku bingung harus berkata apa karena mereka semua sudah menatapku dengan pandangan yang tak bisa aku artikan dan pasti tersirat pikiran jahat diotak mereka yang kotor itu. Beberapa dari mereka melirikku sekilas lalu berbisik ke arah yang lainnya dan kemudian tersenyum jahat. Ini semua gara-gara Cho Kyuhyun brengsek itu. Kalau aku mati nanti orang pertama yang akan aku hantui itu pasti dia. Ya Tuhan aku mohon bantu aku.

“Apa kau nyasar nona manis?”

“Jika kau mau kami antar pulang kau harus ikut kami dulu.”

“Tidak usah, terimakasih, sekarang aku telah ingat aku harus kemana. Permisi” kataku lalu ingin beranjak pergi namun tanganku ditahan oleh salah satu dari mereka.

“Tak usah buru-buru, kau hanya perlu ikut kami sebentar saja.” Pria yang lumayan tampan dan berkulit agak gelap itu menarik tanganku dan membawaku masuk kedalam rumah itu.

“Yah lepaskan.” Teriakku memberontak dan alhasil bertambah satu orang lagi yang membawaku dan menarikku paksa. Jelas, aku pasti kalah dan sekarang aku hanya bisa pasrah.

“Aku bawa dia kedalam dan kalian tetap berjaga disini, oke.” Kata yang satunya lagi lalu berjalan cepat sambil menarikku kasar.

Pria berkulit-sedikit-gelap-namun-sangat-tampan itu mengetok pintunya dan tak lama pintu itu terbuka. Aku terkejut melihat siapa yang membukakan pintu, aku pikir paling-paling berntuknya tak jauh dari lelaki aneh seperti mereka, melainkan seorang gadis anggun yang kira-kira umurnya sedikit dibawahku. Pakaiannya cukup sopan dan dandanannya biasa saja, aku berani bertaruh jika dia bukanlah gadis murahan, tapi pikiranku itu kubuang jauh-jauh karena melihat orang-orang macam apa yang ada di pintu gerbang tadi.

“Siapa dia Taecyeon-ah?” Tanyanya halus.

“Saya juga tidak tahu Yoorin nona, tapi aku curiga dengannya makanya aku membawanya kemari.” Kata pria yang dimaksud. Sial sekali dia apa yang harus dicurigai dari orang sepertiku, apa tampangku seperti teroris dan menyeramkan.

Wanita yang disebut Yoorin itu menatapku tajam, gadis itu bisa sangat polos tadinya dan sekarang menatapku seperti ingin menerkamku saja.

“Siapa kalian?” Tanyaku takut-takut tapi malah dibalas dengan tatapan mematikan dari mereka semua yang berada disekitarku, sontak aku memalingkan wajahku dan memandang kearah lain..

“Seharusnya kami yang menanyakan hal itu terhadapmu.” Kata pria satu lagi yang berkulit sangat putih dan berwajah imut, sangat tidak cocok dijadikan seorang preman sepertinya.

“Kau benar Khunnie.” Kata si taecyeon mengangguk setujuh.

“Sebaiknya kita apakan gadis ini?” tanya wanita tadi.

“Kami menginginkan dia.” Kata taecyeon dan siapa itu hemm khunnie serentak dan menatapku mesum

“Tapi aku ingin menyiksanya dulu.” Kata si Yoorin itu, sialan ternyata dia cantik-cantik tapi menghanyutkan. Aku tetap mengedarkan pandanganku kearah lain, sama sekali tidak berani untuk menatap mereka. Hampir rata-rata tekstur ruangan dan barang-barang disini bercorak khas italy dan juga jepang. Dan sekarang aku sudah tahu mereka itu apa, pasti mereka semua para Mafia atau yakuza atau gangster atau agen rahasia atau apalah itu namanya yang tidak penting sekali untuk hidup itu. aku tersentak menyadari sesuatu, aku takkan baik-baik saja pastinya setelah keluar dari sini. Aku harus kabur jika ingin selamat. “Yah kau tatap aku.” kata Yoorin melanjutkan.

“Hmmm.” Dan aku malah kembali memalingkan muka, tapi tangannya malah menarik daguku kasar agar mataku bisa menatap kearahnya. Aku menghentakkan tangannya dari daguku, lalu mendorongnya menjauh, sepertinya kesempatan untuk berlari dan kabur karna dua orang pengawal tadi sedikit lengah dan lebih memfokuskan kearah gadis itu.
“Hey kau berhenti jika tak ingin hidupmu sia-sia.” Teriak gadis itu dari tempatnya tadi, aku bingung mencari pintu keluar tidak mungkin aku melewati gerbang tadi. Tanpa pikir panjang kuarahkan kakiku kearah samping rumah ini, semua pintu tertutup jika aku berhenti mereka juga pasti akan menyiksaku lebih baik sebisa mungkin dulu aku kabur agar memperlambat semuanya.

kulihat ada sebuah pintu yang terbuka, jika aku lanjut berlari pasti itu akan lebih memudahkan mereka menangkapku, tapi….. yasudahlah, dengan niat yang tangguh aku melangkahkan kakiku masuk kembali kerumah itu. terdengar sorak-sorak keributan didalam sini dan samar aku mendengar suara gadis tadi berkata panic didalam sebuah ruangan.

“…………oppa tadi ada penyusup……” dengarku tak jelas. Baiklah, ini artinya aku akan benar-benar mati setelah ini, seluruh orang yang hidup disini pasti akan mencariku dan membunuhku dengan keji.

Kudengar beberapa langkah kaki akan beranjak dari tempat itu. kulangkahkan kakiku menjauh dan untunglah ada banyak benda yang bisa dijadikan tempat persemubunyian. Aku memutuskan untuk bersembunyi dibalik sebuah lemari yang cukup besar ini.

“Gadis itu harus ketemu hidup ataupun mati.” Pernyataan dari seorang pria yang tak kukenali itu suara siapa langsung saja membuatku tambah panic.

‘bruak’ sebuah pot bunga jatuh akibat kepanikanku itu, aku menarik napas panjang lalu berlari dari tempat persembunyianku itu dan mereka semua sepertinya menyadari keberadaanku.

“Berhenti atau kutembak kau.” Kata seseorang dari mereka. Sontak, kakiku langsung kaku dan sulit untuk kuarahkan. Aku berbalik dan merabah-rabah kantong jaketku dan lagi aku melemparkan benda yang kudapatkan dari kantongku itu kearah orang yang mengacungkan pistolnya, dan tumben sekali sasaranku tepat diarahnya lalu tak kuhilangkan kesempatan untuk kabur ini. Aku berlari kearah belakang, sambil mencari tempat persembunyian tentunya.

“Kau telah dikepung lebih baik kau menyerahkan diri.” Teriak seorang wanita, tapi suara nya beda jauh dengan suara Yoorin tadi, sedikit imut dan sexi tapi juga berat. Perlahan aku menghadap kebelakang dan melirik kearah wanita yang berteriak itu. seorang gadis yang kira-kira seumuran denganku, berkulit putih mulus dan berambut blonde. Tapi dia tidak sendiri, puluhan orang lebih mengelilingiku dan aku juga tidak akan kuat lagi jika berlari, tak lama Yoorin datang kemari dan tanpa keraguan dia mendekat kearahku.

‘Plakk’ anak itu menamparku dangat keras dan sepertinya sedikit cairan asin keluar dari sudut bibirku.

“Itu balasan karena kau berani-beraninya mendorongku.” Katanya keji.

Aku menendang kakinya cukup keras, kudengar dia merintih kesakitan, dengan perlahan kumundurkan badanku dan yah, pintu lagi, sepertinya mengarah kedapur. Semuanya menatapku nanar, tapi aku tetap melangkah mundur, sedikit lagi sepertinya. Dan ketika aku hampir sampai ke arah pintu kurasakan badanku sedikit terpental kedepan kembali, sepertinya aku tertabak sesuatu.

———–Tbc——–

1

[Freelance] Mansion Himuro part 1

Title : Mansion Himuro – Part 1

 

Author : Lee Hyo Woo

 

Main Cast : >   You #15thn

Ø  Seungri (Lee Seung Hyun) #15thn

Ø  Ji Yong (G-Dragon Big Bang) #16thn

Ø  Lee Chae-rin (CL-2NE1) #15thn

Support Cast : > Gong Min-ji (Minzy-2NE1) #16thn

Ø  Choi Seung Hyun (T.O.P-Big Bang) #16thn

Ø  Park Sandara (Dara-2NE1) #16thn

 

 

Rating : PG-15

Genre :  ga jelas maunya sih horror (?)

PS : terinspirasi dari beberapa film horror dan misteri dari tempat-tempat serem

You POV

Besok  ulang tahun ku dan sahabat ku, Chae-rin. Aku, Ji Yong, Chae-rin. Aku sudah lama menunggu hari ini, apa hadiah yang akan Ji Yong berikan?? Biasanya dia yang pertama memberikan hadiahnya hehe… aku memang sudah lama menyukainya, tapi aku tidak pernah mengungkapkannya, aku takut persahabatan kami rusak.

Hari yang kutunggu datang, saat aku bangun Seung Hyun, Min-ji, Dara, dan Seungri sudah ada di kamarku. “Happy Birthday!!!!” teriak mereka saat aku membuka mataku “ini baru jam 00:01” protesku, aku masih ngantuk. Tapi tunggu! Ji Yong dan Chae-rin ga ada! Kemana mereka?? Mereka kan sahabat terdekatku, rumah mereka bahkan desebelah rumahku.

“dimana Ji yong dan Cheae-rin??” tanyaku sambil beranjak duduk.

“hmm… Ji Yong dirumah Chae-rin” jawab Min-ji ragu-ragu.

“oh..” komentarku, aku bingung mau bilang apa lagi, ini terlalu mengagetkan. Sejak kapan mereka dekat?? Biasanya mereka kan selalu bertengkar. Kenapa aku jadi kesal??!! Aahh…

Ji Yong POV

Hari ini **** dan Chae-rin ulang tahun. Aku sudah mempersiapkan hadiah untuk mereka, dengan 7tiket liburan di Jepang. Tepat jam 00:00 aku sudah berada dikamar Chae-rin “Happy Birthday!!!!” teriakku. Chae-rin langsung bangun mendengar teriakkanku “kkyyaa!!! Apa-apaan kau!! Apa itu?” bentaknya sambil menunjuk ular yang ada di lenganku “hadiah mu… kau suka??” kataku sambil memberikan ular itu padanya, senyum manis terukir diwajahnya yang masih terlihat ngantuk. “aniyo!” jawabnya cuek. Ahh… dia mulai lagi! Baiklah aku akan mengikuti permainanmu.

Continue reading