[Freelance] Cruelty of Love [part 3]

Author : chabikyu

Cast      : Cho Kyuhyun (Super Junior), Seungri (BigBang), Yoon SeoJin (OC or You), Lee Yoorin (OC or You) and other.

Genre   : Romance

Rating  : PG13-15

Disclaimer : All cast belong to themself. This story just my imagination and fiction. So don’t sue me or whatever that.

And thanks for Indah to her nice idea.

 

 

Seperti biasa aku terbangun dipagi hari tapi saat ini bukanlah jam bangunku, terlalu pagi sepertinya. Aku menggerakan tubuhku namun kaku, dan aku baru sadar jika semalam aku tertidur sambil memeluk Kyuhyun. Aku menghempaskan tangan Kyuhyun yang melingkar dipinggangku dengan lembut. Pria ini, kenapa seperti malaikat tanpa dosa jika tertidur, benar-benar tampan, sangat bertolak belakang ketika ia bangun.

 

“Kyuhyun-ah bangun, sekarang sudah pagi. Kau mau tidur sampai kapan?” kataku mengguncang-guncang tubuhnya lembut.

 

“Hmmmm.” Hanya itu jawabannya, sepertinya ia benar-benar kelelahan.

 

Akupun bergegas kearah lemari pakaianku dan mengambil baju rumahku, lalu berjalan santai kekamar mandi. Setelah mandi kulihat dia tetap saja terlelap dengan indahnya dikamarku, sebaiknya aku siapkan saja sarapan terlebih dahulu.

 

Sepanjang aku menikah dengannya tidak pernah sekalipun aku memasakan makanan untuknya, karna yah dia jauh lebih memilih makan diluar atau disiapkan oleh pacar-pacarnya mungkin disbanding memakan masakanku. Dan hari ini aku malah sungguh berniat untuk membuatkannya sebuah masakan special, setidaknya ini semua sebagai ucapan terimakasihku atas kebaikannya beberapa hari ini.

 

Walau aku bukanlah anak yang rajin, tapi Seungri oppa sering sekali memuji masakanku, aku juga tidak tahu sih rasanya emang enak atau ia malah terpaksa memujiku untuk membuatku senang, pria itu kan memang sangatlah gombal.

 

“Akhirnya kau bangun juga Sleeping ugly.” kataku saat melihatnya dengan kondisi acak-acakan keluar dari kamarku dan malah menuju kearah meja makan.

 

“Eh? Apa katamu? Bukannya selama ini slalu saja kau yang telat bangun, yah kau tidak usah memutar balikan fakta.” Jawabnya kesal.

 

“Ne, aku tahu tapi setidaknya hari ini aku lebih dulu bangun daripada kau.”

 

“Baiklah, terserah kau sajalah.” Katanya menyerah, keliatan sekali jika ia masih sangat mengantuk.

“Ngomong-ngomong tumben kau masak sebanyak ini, untukku? Tumben sekali”

 

“Yah, anggab saja ini untuk ucapan terima kasih dari ku karena kau mau menemaniku tadi malam, tapi kau tidak usah terlalu ge-er dulu” kataku dengan ekspresi ntah-aku-sendiri-tidak-tahu-seperti-apa, pastinya sangat malu.

 

“Thanks honey, tapi aku tak yakin jika makanan ini rasanya tidak aneh.”

 

“Kau benar-benar menyebalkan Cho Kyuhyun, jika kau tak mau yah tidak usah dimakan.” Aku sudah sedikit terbiasa dengan seluruh kata-kata kurang ajarnya ketika aku sedang ingin berbuat baik terhadapnya.

 

Dia malah mengambil piring dan memasuki makanan-makanan itu, sudah kuduga dia pasti sangatlah munafik. Ia mulai memasukan sesendok bulgogi kedalam mulutnya, sedangkan aku malah sedikit deg-degan melihat ekspresinya, sangat malu sekali pastinya jika ia memuntahkan makanan itu. raut wajahnya aneh saat mengunyah makanan itu, pasti rasanya tidak enak -___-.

 

“Tidak enak yah?”

 

“Hmmm, rasanya aneh tapi sepertinya aku cukup lapar, jadi tak apalah jika aku makan-makanan ini.” ahh masakan ku emang tidak enak, yasudahlah berarti Seungri oppa selama ini membohongiku, aku memang tidak bisa apa-apa.

 

Aku malah duduk berhadapan dengannya, memperhatikan ia memakan makanan itu semua sedangkan aku tidak selera makan.

“Enggg kenyang, aku harus segera mandi saat ini, kau makanlah.” Katanya lalu beranjak dari meja makan berukuran sedang ini. Makanan yang tersisa tinggal sedikit lagi, sepertinya ia sangat terpaksa memakan semuanya. Fiuh tak apalah, setidaknya tumben sekali kan jika ia menghargaiku.

 

—————

 

“Seojin-ah tolong ambilkan notebook-ku di ruang tv.” Teriak Kyuhyun dari ruangan depan, emang aku pesuruh apa. Dengan sedikit tidak iklas ku ranjakan kakiku mengambil Notebooknya dan membawanya keruangan depan.

 

“Yah kau lama sekali.” Katanya yang sudah berada didepan pintu.

 

‘Masih untung aku mau mengambilkan.”

 

“(cup) Aku pergi dulu sayang, kau hati-hati yah.” Aku masih mematung didepan pintu, apa yang dilakukannya tadi? Mencium pipiku? Apa ada yang salah dengan dirinya? Yah, ini adalah hal yang paling mustahil dalam hidupku. Untung sekarang dia sudah pergi, aku yakin sekarang mukaku sudah seperti cabe busuk.

 

Well, hubunganku dengan pria itu semakin hari sudah makin membaik, tapi aku masih belum bisa mencintainya, oke mungkin aku sering merasa ada ‘sesuatu’ bila berada didekatnya, tapi tetap saja aku masih mencintai Seungri.

 

Hari ini aku ada kuliah, errrr sungguh membosankan. Sebenarnya aku sendiri bingung, untuk apa aku capek-capek kuliah sedangkan aku sudah memiliki suami yang kaya raya? Kuliah hanya membuang-buang waktu saja, masih banyak hal-hal penting yang harus kukerjakan selain kuliah, seperti tidur-tiduran ataupun menonton drama dan aku juga merupakan ibu rumah tangga.

 

Di universitas ini aku tidak mempunyai teman, tentu saja karna aku merupakan anak pindahan dan anak baru disini, masuk saja baru berapa kali dan sialnya tidak ada yang mau mendekatkan diri kepadaku, padahal kan aku bukanlah gadis yang sombong-___-

 

“Boleh aku duduk disini?” Tanya seseorang meleraikan lamunanku, yeah sepertinya aku akan mendapatkan teman.

 

“Silahkan.” Kataku agak canggung, errrr aku memang sering salting jika baru berkenalan dengan seseorang, dan apalagi dia seorang pria.

 

“Aku Lee Jinki anak kelas music, kau?

 

“Yoon Seojin, kelas sastra, senang berkenalan denganmu”

 

Aku membicarakan banyak hal dengan Jinki, ternyata dia sangat seru dan cocok jika berbicara denganku, baru saja beberapa jam berkenalan tapi kami sudah sedekat ini.

 

“Kau tahu…………………” kata-kata Jinki terpotong karena tiba-tiba matanya terarah ke suatu sudut/

 

“Kau kenapa Jinki-ah?” tanyaku bingung.

 

“Kau tahu dia?” aku mengarahkan pandanganku kearah telunjuk Jinki. Yoorin ? ohh jadi dia juga mahasiswi kampus ini ckckck.

 

Aku menganggukan kepalaku petanda ‘Ya, aku mengenalnya.”

 

“Hmm dia cantik yah, begitu dewasa dan elegant.”

 

‘Uhuk’ aku tersedak oleh minumanku, sepertinya aku memerlukan ember untuk memuntahkan isi perutku, apa bagusnya gadis seperti dia, walau aku sendiri tahu sih bahwa aku tak lebih baik dari dia haha.

 

“Kau tak apa Seojin-ah?”

 

“Ne. Yoorin itu seangkatan dengan kita?”

 

“Tidak, dia baru semester awal, dan yeah dia sangat terkenal disini. Ia juga mendapatkan julukan putri terbaik di universitas ini.” Kedengarannya keren, tapi ini begitu berlebihan. Yoorin tak lebih dari sekedar sampah, dimataku.

 

“Terus apalagi kebagusan dari anak itu?”

 

“Yang terkeren karena dia adalah adek walau bukan adek kandung, dari seorang Cho Kyuhyun, kau pasti juga mengenal orang itu, dia sangat fenomenal di Korea Selatan.”

 

Aku tersedak lagi, sepertinya aku tidak ditakdirkan untuk minum hari ini. Jelas aku mengenal Cho Kyuhyun yang dekat dengan Yoorin, ternyata hubungan mereka controversial sekali ckckckc.

 

“Cho Kyuhyun? Errrrr dia siapa?” tanyaku pura-pura tak tahu, aku yakin Jinki akan memakluminya, secara aku kan bukan warga asli Seoul.

 

“Dia adalah anak dari tuan Cho JinHee*aslingarang*, tuan Cho sangat terkenal di Seoul dengan berbagai perusahaannya seperti supermarket, tempat perbelanjaan, pesawat terbang, hotel, dan masih banyak lagi, jadi tentu saja Cho Kyuhyun itu sangat berkuasa. Dia juga alumni dari universitas ini, maka dari itu dia sangat dikenal. Karena Kyuhyun aku jadi tak berani mendekati Yoorin, karena Kyuhyun slalu saja menjaga Yoorin dengan baik.”

 

Suamiku mengagumkan ternyata, itu berarti aku termasuk beruntung juga menjadi ‘istri’ dari seorang seperti dia.

 

“Kau menyukai Yoorin, huh?”

 

“Tentu saja… ehh tidak aku hanya mengaguminya.”

 

“Jujur saja Jinki-ah, kau mau mencoba membohongiku? Aku akan menjaga rahasiamu, tenang saja.”

 

“Ne, aku menyukainya, semenjak pertama kali aku kenal dengannya. Dia sungguh baik kepada orang-orang, walau dia begitu sempurnah tapi dia sama sekali tidak sombong. Tapi aku sadar siapa aku, orang biasa sepertiku mana bisa dekat dengan orang sempurnah seperti Lee Yoorin. Dan juga Kyuhyun tidak akan membiarkan orang sepertiku bisa berdekatan dengan Yoorin.”

 

Ohh oke ternyata si Yoorin itu two face sekali disini, begitu menjijikan euhh.

 

“Kau takut dengan Kyuhyun?” aku menahan diriku agar tidak tertawa, ntah kenapa ini terasa lucu sekali.

 

“Bisa dibilang begitu, orang-orang disini rata-rata takut dengan pria itu, karena pernah ada orang yang mencoba melawannya dan keesokan harinya orang itu tiba-tiba saja mati serta keluarganya juga ikut merasakan pernderitaan.”

 

Kenapa seperti komik-komik yang aku baca yah, apa aku harus menjadi ‘gadis super’ yang melawan ‘pangeran berkuasa’ lalu pangeran itu jatuh cinta terhadapku, ckckckc ini sungguh menggelikan.

 

“Yah kau kenapa tertawa seperti itu…… berhentilah Seojin, sebelum ada yang menyadari bahwa kau mentertawakan pria itu.” Kata Jinki sedikit berbisik kearahku.

 

“Hahahahhaaha everybody fear with someone who name Cho Kyuhyun? Hahaha it so funny.” Aku tertawa terbahak dan berkata cukup keras hingga suara deheman seseorang mengganggu rutinitasku.

 

“Kau bicara apa, nona?” aku tertegun lalu mengarahkan pandanganku kebelakang, melihat siapa orang yang menegurku itu.

 

Aku melanjutkan tawaku karna melihat ekspresi ‘orang itu’ ketika melihatku. Kenapa hari ini orang-orang begitu lucu?

 

“Tuan Cho Kyuhyun ya? Untuk apa kemari? Mau melabrakku?” mati-matian aku menahan mulutku agar tidak mengeluarkan tawa.

 

“Sialan, kau lagi ternyata.” Dia berdecak kesal lalu pergi bersama Yoorin. Ntah kenapa ada yang aneh di hatiku ketika melihat punggung mereka berdua yang pergi menjauh, terasa sakit, dia benar-benar membuatku iri.

 

“Seojin-ah sepertinya dia mengenalmu dan dia hmmm takut padamu.” Aku melanjutkan kembali tawaku yang sempat terputus tadi.

 

——————-

 

“Pria yang bersamamu tadi siapa?”

 

“Yang tadi? Lee Jinki, kenapa memang?”

 

“Tidak, tumben saja kau berdekatan dengan manusia, ahahhaha. Biasanya kan kau bermain dengan hewan.” Ejeknya -___- well kenapa aku harus hidup dengan pria kurang ajar seperti dia?

 

“Shut up stupid. Ngomong-ngomong tuan Cho Kyuhyun, kau kerajinan sekali menjemput ‘adek tersayang’ mu itu.”

 

“Itu memang rutinitasku.”

 

“Ohh kau juga seorang supir pribadi ternyata, hahaha.” Aku merasa puas karena berhasil membalas ejekannya.

 

“Bilang saja kau cemburu.”

 

“Itu mustahil, tuan. Oh iya aku baru tahu ternyata kau cukup famous juga di universitasku, dan terlalu overprotektif dengan adekmu itu.”

 

“Pasti orang tadi membicarakan hal yang tidak-tidak terhadapmu.”

 

“Tapi bukankah itu kenyataannya?”

 

“Itu omong kosong. Hal ini tidak akan slesai jika kau lanjutkan terus. Aku akan ke party temanku, kau mau ikut tidak?”

 

“Kapan?”

 

“Jam 7, jika kau tak mau aku akan mengajak Yoorin.”

 

Grrr lagi-lagi nama itu, tapi aku menjadi sedikit bangga, setidaknya kata-kata Kyuhyun barusan dapat kumaksudkan dengan Yoorin sebagai pelariannya.

 

“Baiklah aku mau.” Kataku lalu beranjak dari ruang tv. Sekarang sudah jam 6 berarti hanya ada waktu kurang dari satu jam untukku bersiap-siap. Well, wajar saja dia mengajakku lebih dulu ketimbang Yoorin.

 

—————————-

 

Tempat ini sungguh asing dimataku, sedangkan Kyuhyun dia malah meninggalkanku sendirian karena seorang gadis tak jelas yang mengajaknya pergi. Suami macam apa dia, benar-benar tidak bertanggung jawab.

 

Aku menelusuri tempat ini, hotel berbintang yang penuh dengan aroma alcohol yang menyengat dihidungku, membuat kepalaku terasa berdenyut tak karuan. Udaranya dingin tapi entah kenapa dari tadi aku terus saja mengeluarkan keringat.

 

 

Kurasakan beberapa pasang mata menatapku aneh, aku sungguh tak suka diperhatikan, jika sudah begini aku pasti akan berjalan sambil menundukkan kepalaku dan membuat aku semakin terlihat seperti orang idiot.

 

Dan tentunya aku malah tetabrak sesuatu, keadaan lampu disini lumayan gelab, sehingga aku tak dapat melihat dengan jelas orang yang kutabrak ataupun menabrakku itu, ditambah ia mengenakan kacamata hitam yang tersusun indah diantara kedua bola matanya.

 

“Kau mencari sesuatu agasshi?” ujar orang itu kepadaku, tapi aku merasa aku sedikit familiar dengan suaranya.

“agasshi kau tak apakan?” lagi-lagi dia menegurku, tapi ntah kenapa pikiranku masih saja terasa buram, persaanku abstak.

 

“Seungri oppa.” Aku tak mengerti dengan apa maksud dari perkataanku barusan, kata-kata itu seperti reflek keluar dari mulutku. Dan ketika aku ingin melanjutkan kalimatku untuk berminta maaf padanya, tapi orang itu malah berbalik arah lalu berjalan pergi meninggalkanku, dan aku hanya bisa terbengong menatap kosong kearah punggungnya.

 

Aku berjalan pergi mengikutinya, berusaha untuk memastikan, gelagatnya benar-benar membuatku sedikit curiga. Dia berjalan kearah kerumunan orang-orang yang sedang berpesta sambil menikmati wine-wine yang tersedia, sehingga membuatku sedikit harus berdesak-desakan untuk bisa mengikuti jejaknya.

 

Tak perlu berapa lama, aku langsung kehilangan jejak orang itu, benar-benar bukan takdir. Aku hanya mengambil napas pasrah lalu meranjakan kakiku keluar dari hotel ini, aku sangat merasa bosan, sedangkan Kyuhyun dia masih tak jelas berada dimana. Makhluk itu sama sekali tidak mau memperdulikanku, jika aku diajaknya pergi lagi aku pasti akan berpikir ulang untuk setujuh.

 

Di sekitar kolam renang aku melihat seorang pria menatap kearah rembulan, pakaiannya seperti orang tadi tapi memang sepertinya itu dia. Dengan perasaan sedikit gugup dan penasaran aku langsung berjalan kearahnya, lalu tanpa ragu aku menyentuh pundaknya agar dia berbalik badan kearahku. Dia menghadap kearahku, kacamata yang tadi diakenakannya sekarang sudah terlepas, tak ada lagi yang menghalangi mata sayu namun menyejukan itu

 

Lama, aku merasa waktu berjalan sangat lama saat ini, atau mungkin saat ini waktu sedang terhenti. Aku menatapnya kaku, antara terkejut sekaligus tak mengerti, begitupun tatapan orang itu terhadapku. Aku kaku, tak tahu harus memeluknya ataupun menamparnya, karna selama ini ia tak pernah sama sekali mengabariku.

 

Tiba-tiba aku merasakan tanganku ditarik mundur oleh sesuatu, dan ketika ku melihat kearah itu, ternyata kyuhyun yang melakukannya dan mendorong tubuhku ke belakang badannya, apa-apaan dia, mengacaukam acara orang saja, kulihat Seungri juga menggunakan ekspresi kagetnya ketika melihatku diperlakukan seperti itu oleh Kyuhyun. sedangkan Kyuhyun dia memasang ekspresi, sepertinya panic, eh?

 

“Aku tak menyangka kita bertemu lagi ditempat ini Mr. Cho.” Kata seungri dengan suara khas dinginnya. Kurasakan Seungri oppa menatapku aneh, matanya menyapun ujung rambut hingga ujung kakiku. Apa dia gila, dia sudah mengenalku lama dan kenapa wajahnya menunjukkan seperti baru pertama melihatku, dan pandangan itu, aku membenci pandangan seperti itu. aku malah semakin menatapnya heran sedangkan tanganku masih digenggam erat oleh Kyuhyun.

 

“Kau mau apa?” kyuhyun menjawabnya tak kalah dingin.

 

Seungri malah tersenyum menyeringai, pandangannya beralih dari Kyuhyun dan menghadap kearahku, lagi-lagi tatapan bodoh itu.

“Dia siapa? Istrimu itu, eh?” tanyanya masih tak lepas dari pandangannya kearahku. Yah, kenapa seungri menjadi sangat aneh begini. Apa dia terlalu depresi aku tinggalkan makanya menjadi sedikit sakit jiwa seperti ini? alasan yang terlalu gr itu.

 

“Kau benar-benar brengsek, bajingan.”

 

“Kau menyebutku apa? bajingan? Kau pikir kau tidak. Aku yakin kau pasti sama sekali tidak mencintai istrimu ini, tapi dia lumayan.” Kali ini Seungri oppa menyerahkan seringainya itu untukku, aku ingat sekali dia selalu seperti itu ketika usai ataupun sebelum mengerjaiku, tapi sekarang dia mengeluarkan seringai itu disaat seperti ini. Kali ini aku yang menatap Seungri dalam, menatapnya kesal, marah sekalipun benci, membuatku teringat kesaat dimana aku pernah menuduhnya selingkuh waktu dulu, ketika untuk pertama kalinya aku menggunakan tatapan seperti itu kearahnya, dan dia dengan mati-matian mencari bukti dan menjelaskan semuanya terhadapku, walau awalnya aku sedikit tidak mempercayainya.

jangan pernah menatapku seperti itu lagi, aku merasa kau bukanlah Yoon Seojin ku, kumohon berjanjilah, aku mencintaimu’ kata-kata itu terngiang jelas dibenakku, aku menundukkan kepalaku kembali, sangat menyedihkan jika aku harus menatap pria itu terus.

 

“Terserah kau sajalah, yang jelas jangan pernah sedikitpun kau berani untuk menyentuhnya. Tunggulah suatu saat semuanya akan terbalas.” Lalu Kyuhyun menarikku pergi dari tempat ini,

 

——————-

 

“Kau tidak apakan?”

 

“….” aku tak menjawab pertanyaannya, sudah berkali-kali dia menanyakan hal yang sama, dihitung dari pulangnya kami dari hotel itu.

 

“Yah jawab aku Seojin!”

 

“Siapa suruh kau meninggalkanku tadi.” Ucapku malas, jujur aku masih terbayang dengan kejadian tadi. Seungri, bagaimana bisa dia melupakanku, lalu menatapku rendah seperti aku adalah bangkai menjijikan. Atau mungkin tadi itu bukan Seungri, hmm maksudku orang yang sangat mirip dengannya. Tapi, aku benar-benar merasakan jika ia adalah Seungri yang kukenal.

 

“Kau marah?” Kenapa dia jadi sok khawatir seperti ini padaku, ada rasa nyaman yang tiba-tiba muncul dihatiku, aku merasa cukup senang, mungkin.

 

“Tentu saja bodoh. Ngomong-ngomong dia tadi siapa?”

 

“Dia musuhku.” Aku terlonjak kaget, aku yakin mataku pasti berakomodasi sempurnah saat ini, dan untung Kyuhyun memfokuskan pandangannya ke arah jalan, jika ia melihat pasti ia akan mengejekku lagi.

 

“Ke..kenapa bisa?”

“Tidak ada yang tidak bisa.”

 

“Maksudku, hey kalian sudah dewasakan, untuk apa bermusuh-musuhan, lagian kalian terlihat saling ingin membunuh satu sama lain tadi itu.”

 

“Dia yang duluan, dia telah membunuh kekasihku.”

 

———————————–

 

Someone Pov

 

Tetap terasa sama, hampa dan gelab. Tempat ini benar-benar seperti neraka kecil yang nyata bagiku. Aku ingin keluar, tentu saja, dari dulu aku slalu mencoba untuk keluar dari sini. Tapi sekarang aku benar-benat lelah untuk mencoba lagi. Aku takut……………

 

Apakah Tuhan telah lupa denganku……….

 

aku menundukkan kepalaku, menatap sebuah kertas berupa foto yang sudah tersobek-sebek dengan jarak hanya beberapa centi dariku, tapi aku tak bisa meraihnya, aku slalu gagal untuk meraihnya.

 

Aku tersenyum menatap kearah kertas itu, dia adalah motivasiku serta alasanku untuk tetap bertahan. aku yakin dia pasti akan datang dan membebaskanku dari neraka ini.

 

“Aku menantimu dan akan slalu menunggumu, disini. Kumohon datanglah.”

 

“Arrrrgggtt.” Aku berteriak frustasi, tiba-tiba bayangan lain muncul kepikiranku dan menatapku sinis, kepalaku benar-benar terasa sangat pusing sekarang.

 

——tbc—–

 

Kalo missal ada yang bingung tanyain aja, maaf banget yah ini lanjutannya lama, soalnya laptop aaku sempat diinstal ulang+ cerita part 3 nya diubah total. Cerita di part ini emang abstak banget hhhh, soalnya aku bingung sendiri(?).

Aku benar-benar butuh komen kalian, mau kritik sama saran boleh tapi kalo bash gausah, aku gampang down soalnya (?) .. oke thanks before, hope you like..

22 thoughts on “[Freelance] Cruelty of Love [part 3]

  1. Puas bgt part ini panjang! =)
    Huh, dasar kyu kebo! “P
    Ikh~ ngap sih hrs bahas cwe lain?! Sebel sebel sebel…
    Someone pov’a siapa y kira2?! Yoorin kah?! Hmm….
    Seru de! LANJUT!!!

    Scepet’a ajj de pny anak 4 ajj ^_~
    awas ajj klo ampe seojun\\in tersakiti!

    Fighting~

  2. baru td pagi aku kepikiran tntng ff ini, kapaaaan publish lg…
    eh trnyata publish~
    aiiih senangnyaaa

    jgn2 yg pas someone, itu pov’a seungri ya
    tp dy kyk berkepribadian ganda gtu….
    wkwkwk maaf, itu td cuma pemikiran ._.v

    pls pls pls eonni…..
    lnjutannya jgn lama-lama ya
    aku penasaran bgt

    DA to the E to the BAK
    DAEBAK!!

  3. wah..akhir’ny ni FF publish jg part 3’ny..
    aq nunggu lama bgt kira’in author’ny lupa..(curcol.com)

    mnrt aq cerita ttp menarik..
    mlh lbh seru lg cz konflik2 baru mulai brmunculan n thu sukses bgt bkn para reader (khusus’ny aq) jd tmbh penasarn sm jln cerita’ny..
    jd penasaran bwt baca next part’ny..
    smoga qt smw gk hrs nunggu lama lg..
    >.<

  4. ceritanya bkin penasaran… ko kyu perhatian y ma seojin????? tanda tanya besar…. cz sebelumnya kn ,,jgnkan perhatian,,malah selalu kasar #kalo ga salah,,,terlalu lama jd agak lupa ceritanya heheheheh ~ditabok author~
    thor lanjutnya jgn lama2 ya….
    someone pov to jgn2 kekasih kyu hmmmmmm

  5. wah jgn2 kyuhyun mw ngebunuh seojin untk blas dendam yha? cz td dia blg SMUANYA AKAN TERBALAS

    Uwaaaaaaaaaaa seojin mw d bunuh? oh tidak! jgnnnnnnnnnnnnn / plak reader sinting

  6. kereeen thor ^^
    lanjut y!!
    eh ya, itu bnran seungri? tp kok gtu bgt ama Seojin? ==’
    jangan2 kepribadian ganda? apa malah kembar? apa hanya mirip? #plak..
    author: crwet bner ni reader XD
    hhe..

    lanjutannya yah ^^

  7. thor, gak boong ceritanya bagus bangeet, lanjutin yaa aku tunggu..
    ngomong ngomong author punya blog pribadi nggak? aku mau liat ff lainya boleh?

  8. Wah,tdi someone’pov.a itu Seojin ya? ato Seungri? *ato siapa?*
    Kyu,ko’ jdi baik ya?Pnsran jgn lma” ya’ Nextpart.a :)

  9. Uhmm. ,
    makin pnasaran. .
    Gag bisa d.tebak >,<
    kyu nna aneh. .
    Sifatt nna b.beda jauh ma yg di part 2. .
    Next chap nna jgn Lma2 iia thor. . :)

    • …………………………wth ..
      ohh gitu yah ching? hayo siapa?
      ehh kamu Hyejin kan?

      unyuuu makacih atas cemungudh nyaahh

  10. eh someone itu siapa ??
    mantan kekasih kyuhyun kah ato yg lain ??
    kyuhyun ma seungri saling berhubungan, kyuhyun mulai suka ma seojin ya ?? penaran lanjut ke part selanjutnya !!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s