The Reason Why I Can’t Hate You

Author: Miina_Dee

Main Cast: Lee Seunghyun aka Seungri (Bigbang), Kim Jihan (OC)

Support Cast: Kwon Jiyong aka GD, Choi Seunghyun aka TOP, Youngbae aka Taeyang, Daesung

Rating: 16+

Genre: Romance

Warning: Nearly NC, but not an NC at all.

Ps: Maaf ya posternya rada fail -_- karena oh karena bikinnya dari jam Sembilan malem sampai jam 12 malem -_- anyway, enjoy! Dan mohon kritik sama sarannya ya ^^

Disclaim: I don’t own the main male cast, I just own the OC, storyline, and the poster. If you want to take this out, please tell me first ^^

 

8 Maret 2012

Jihan’s Side

Jihan mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. Sesekali matanya melirik ponsel bernuansa merah muda metalik yang entah mengapa terdampar di atas sofa itu sambil berharap ponsel itu berdering. Gadis berambut gelombang itu menghela nafas panjang kemudian memutuskan untuk menyalakan televisi daripada ia secara tidak sadar menghancurkan ponsel keduanya dalam bulan Maret itu.

Dengan bosan ia mengganti-ganti saluran televisi hingga tiba pada satu titik dimana ia bahkan tidak sadar kalau sudah dua putaran ia mengganti keseluruhan saluran tvnya. Tiba-tiba telinga menangkap sesuatu. Melodi itu! Dengan cepat Jihan memundurkan saluran tvnya ke channel dimana telinganya menangkap melodi tak asing itu.

Benar saja, sekarang di layar tvnya sudah terpampang jelas sebuah liputan singkat mengenai perkembangan Bigbang, sebuah grup idola kenamaan Korea Selatan yang baru saja merilis video klip ketiganya untuk album teranyar mereka yang berjudul ‘Alive’. Seorang reporter yang menggunakan bahasa Korea itu sedang mewawancara salah satu member grup idola tersebut.

Seungri-ssi, seluruh penggemar Bigbang pasti terkejut melihat bahwa anda adalah satu-satunya member dengan imej yang ‘panas’ dalam MV ‘Fantastic Baby’ ini. Bagaimana anda menanggapinya?”

Pemuda bernama Seungri itu terkekeh. “Ini bukanlah hal yang baru bagi saya untuk terlibat dalam adegan-adegan yang terkesan sensual. Tapi saya harap VIPs bisa memaklumi dan memahami bahwa ini adalah bagian dari profesionalisme kerja saya.”

Baiklah, kami akan mendatangi member lain..”

Jihan mematikan televisinya. Gadis itu melirik jam dinding di ruang tamu apartemennya dan mendengus. Ia beranjak dari duduknya dan memutuskan untuk mandi lagi sekaligus mendinginkan kepalanya yang mungkin sudah berasap itu.

Sambil menghentak-hentakkan kaki dan gumaman penuh omelan yang tak jelas itu, Jihan menyambar handuk yang tergantung di samping lemarinya dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Segera ia isi bak mandi dengan air hangat dan menuangkan setengah dari isi botol bath foamnya. Sambil menunggu bak mandinya terisi dengan sempurna, Jihan menggosok giginya di depan wastafel yang terletak tepat di samping bak mandi.

“Cih. Apanya yang profesionalitas. Profesionalitas itu harusnya disebutkan jika orang tersebut jarang melakukannya. Tapi dia kan hampir setiap kali seperti itu.”omel Jihan sambil menatap pantulan dirinya di depan cermin wastafel.

“Jihaaaan jihan. Bisa-bisanya kau ini memikirkan pemuda itu jika ia saja mungkin tidak memikirkanmu.” Jihan mengambil segelas air dan berkumur-kumur. Setelah selesai menggosok giginya, gadis berusia dua puluh tahun itu melepas seluruh pakaiannya dan melempar tumpukan pakaian itu ke dalam keranjang pakaian kotor yang terletak di samping wastafel.

Ia lalu masuk ke dalam bak mandi penuh busa itu dan berusaha menenangkan dirinya. Tak lupa ia menyalakan lilin-lilin kecil di sekeliling bak mandinya yang mengoarkan aromaterapi favoritnya. Ia biarkan dirinya terlelap dalam buaian hangatnya air bak mandinya yang sudah tercampur busa dan aroma lavender yang menelusup ke dalam hidungnya dan menenangkan setiap syaraf-syaraf tegang di tubuhnya.

***

Seungri’s Side

Seungri memarkirkan mobilnya di basement apartemen kekasihnya masih sambil berusaha menghubungi kekasihnya itu. Jangan-jangan dia marah, pikir Seungri. Pemuda yang sekarang memiliki sebuah tindik di telinga kanannya itu bergegas masuk ke lift yang membawanya ke lantai dimana apartemen kekasihnya berada.

Tak sampai sepuluh menit, ia sudah berada di depan pintu apartemen kekasihnya dan dengan lihai jemari pemuda yang dijuluki ‘Panda’ itu memasukkan kunci cadangan miliknya sehingga ia tak perlu repot-repot menekan bel.

Pemuda itu mengedarkan pandangannya ke seisi apartemen mungil dengan dominasi warna merah muda itu. Ia mendapati ponsel kekasihnya hanya tergeletak di atas sofa. Seungri menarik napas panjang sejenak dan tersenyum kecil. Kakinya sudah tau kemana ia harus melangkah. Mengikuti instingnya, Seungri melangkah pasti ke dalam kamar kekasihnya, dan terus ke dalam kamar mandi dengan nuansa warna pastel itu.

Benar saja, kekasihnya, Kim Jihan, sedang tertidur di dalam bak mandi yang penuh dengan busa dan dikelilingi lilin-lilin aromaterapi. Merasa tak enak hati, Seungri memutuskan untuk duduk saja di samping bak mandi dan menunggu Jihan terbangun. Sesekali tangannya menyibak air dan mengelus kaki Jihan yang mulus. Pemuda itu terkekeh kecil mengingat apa yang ia lakukan ini bisa mengarah ke sesuatu yang tak seharusnya terjadi.

Jihan tiba-tiba bergerak. Seungri yang terkejut berusaha bersikap sewajar mungkin agar kekasihnya tidak berpikir yang aneh-aneh tentangnya. Gadis dengan suara menyenangkan itu terbangun. Wajahnya tampak kaget karena melihat kehadiran Seungri di kamar mandinya.

“Kau mandi karena capek menunggu telepon dariku?”tanya Seungri sambil bangkit dari posisinya dan pergi bersandar di dinding samping pintu kamar mandi itu. Jihan memanyunkan bibirnya tanda kesal sementara Seungri hanya terkekeh.

Maybe yes, maybe no.”jawab Jihan singkat sambil membersihkan dirinya di dalam bak mandi. Ia membiarkan Seungri menunggunya selesai dari kegiatan mandinya. Seungri sendiri menikmati pemandangan di depannya. Meski tubuh polos kekasihnya itu terlindungi oleh busa, ia masih bisa melihat kilasan-kilasan kulit putih susu Jihan yang tampak ketika gadis itu mengusap-usap tubuhnya.

Tiba-tiba gadis bermata coklat itu menatap Seungri tajam dan dengan cepat tangannya menarik tirai yang menghalangi pandangan Seungri atas dirinya. Gadis itu berdiri dan menarik handuk putih yang tergantung di teralis tirai itu. Samar-samar, Seungri bisa melihat siluet Jihan. Gadis itu berwajah imut itu memiliki S-line yang mengagumkan. Seungri memutuskan keluar dari kamar mandi sebelum darah segar mengalir keluar dari lubang hidungnya.

Ia mengempaskan tubuhnya di atas tempat tidur Jihan sembari menunggu gadis itu keluar dari kamar mandi. Matanya yang dihiasi lingkaran gelap permanen itu memandang lurus ke arah langit-langit kamar tidur Jihan yang dihiasi stiker-stiker bintang yang menyala dalam gelap.

***

Jihan’s Side

Setelah beberapa menit menunggu Seungri terbangun yang tampaknya tidak mungkin akan terjadi, Jihan memutuskan mengguncang bahu kekasihnya itu. Tiba-tiba Jihan terkesiap, tangan Seungri menangkap tangannya. Pemuda itu mengerjap-ngerjapkan matanya sejenak dan menatap Jihan. Ia bangkit dari tidurnya dan duduk sambil memandangi Jihan dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Merasa diperhatikan, Jihan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu. “Apa… ada yang salah dari penampilanku?”

Seungri menggeleng dan menyunggingkan sebuah senyum. “No, you’re beautiful.” Pujian tulus dari Seungri itu menghasilkan sebuah senyuman manis dari Jihan. Jihan merapikan kemeja hitam kebesarannya itu dan menarik Seungri agar mengikutinya keluar dari kamar tidur itu.

Tanpa mengalihkan tatapannya, Seungri mengikuti kemana arah Jihan menariknya. Gadis itu rupanya ingin bersantai di atas sofa, pikir Seungri. Jihan mengempaskan dirinya di atas sofa diikuti Seungri di sampingnya.

“Kau tau, aku sedang kesal dengan mu. Jadi jauh-jauh sana.”ujar Jihan dengan tatapan lurus ke depan sambil menggeser tempat duduknya menjauhi Seungri. Pemuda itu hanya tersenyum kecil dan menggeser tubuhnya mendekati Jihan. Tangannya dengan sigap menangkap pinggul Jihan agar gadis itu tidak menjauh lagi.

“Kesalnya kenapa sih, sayang?”tanya Seungri sambil memainkan rambut panjang Jihan.

“Sudah gak usah dipikirin.”tepis Jihan yang kemudian meraih remote TV dan menyalakan TVnya. Tayangan di saluran terakhir sebelum Jihan mematikan TVnya tadi masih sama, tentang album terbaru Bigbang. Kali ini mereka bahkan sedang menayangkan keseluruhan dari video klip ‘Fantastic Baby’ yang sedang ramai diperbincangkan di berbagai portal dan situs-situs jejaring social di berbagai belahan dunia itu.

Jihan mendengus keras dan mematikan TV itu lagi secepat ia menyalakannya tadi. Seungri mengangguk-angguk paham. Ia memperbaiki posisi duduknya hingga sekarang ia lebih tinggi dari Jihan. Pemuda itu meletakkan dagunya di bahu Jihan.

“Profesionalisme, sayang.”

“Profesionalisme yang berkali-kali.”

“Jiyong hyeong dan Tabi hyeong sudah terlalu sering. Apalagi Yongbae hyeong.”

“Daesung oppa?”

“Kau kan tau kasusnya baru saja mereda.”

“Oh, oke fine.

“Kim Jihan~”

“Hmm.”

“Aku akan memberimu dua pilihan. Pilihan pertama, kau boleh terus merajuk seperti ini tapi aku akan melakukan you-know-what atau kau mau berhenti merajuk, dengarkan penjelasanku, dan..”

“Wah! Pilihan kedua tentu saja!”seru Jihan tiba-tiba memotong perkataan Seungri. Gadis itu mengubah sikapnya dari dingin menjadi ‘ceria’ yang agak dipaksakan. Jelas saja ia memilih pilihan kedua, ia tak mau pemuda gila itu melakukan yang aneh-aneh padanya. Jihan bahkan mengubah posisi duduknya sehingga ia bisa melihat Seungri dengan jelas sekarang.

Seungri tersenyum penuh kemenangan. Ia menarik tangan kanan Jihan dan menggenggamnya erat-erat. “Jihan, love, mau aku beradegan bagaimanapun dengan model-model itu, kalau memang aku tak bernafsu ya tidak akan terjadi apa-apa. Lain kalau dengan kamu.. awwww!”

Jihan mencubit lengan Seungri sekeras ia bisa. “Ih! Kamu nih! Sejak kapan jadi mesum begitu?”

“Sejak tadi melihatmu di kamar mandi.”jawab Seungri polos. Jihan makin gemas mendengar dan melihat kelakuan kekasihnya itu.

Ya! Lee Seunghyun!”

Wae? Itu kan memang kenyataan. Hahaha! Ya sudahlah aku akan serius, tapi..”

“Tapi apa?!”tanya Jihan ketus.

Ppopo dulu.”jawab Seungri sambil mengetuk-ngetukkan telunjuknya di depan bibir Jihan. Gadis itu mendengus tak percaya dan bangkit dari duduknya. Ia berjalan ke dapur dan menenggak segelas air mineral. Pria itu benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya, pikir Jihan.

Bisa-bisanya ia meminta hal seperti itu disaat ia sedang kesal seperti ini. Jihan kembali ke ruang tamu namun ia tak mendapati sosok Seungri disana. Gadis itu menoleh ke dapur. “WAAAAA!”

Jihan memekik ketika merasa bahwa kakinya tak lagi menjejak di atas lantai. Rupanya Seungri diam-diam bersembunyi dan mengangkat tubuhnya layaknya pengantin baru yang sedang berbahagia. Secara tak sadar, Jihan melingkarkan kedua tangannya di leher pemuda itu sebagai efek dari ketakutannya akan kaki yang tak menjejak ke tanah.

Seungri membawa Jihan ke kamar tidurnya dan mengempaskan gadis itu ke atas tempat tidur ukuran dua orang itu. Jihan yang masih terkejut makin terkejut setelah melihat Seungri yang sedang melepas kaus yang ia pakai saat ini. Gadis itu menutup mulutnya tak percaya bahwa pikiran Seungri akan sepicik itu.

YA! Apa yang sedang kau lakukan?!”

“Membuka baju.”

Neo jinjja paboya! Untuk apa?!”

“Agar kau tidak cemburu lagi terhadap model-model video klip yang meraba-raba absku itu.”jawab Seungri sambil memamerkan cengiran khasnya.

YA YA YA! Stop it! Oke, aku…mengerti. Aku paham, bahwa there was nothing happen. It was just a pure professionalism. Got it.

“Benarkah? Kau yakin? Jangan sampai menyesal ya setelah ini.”tanya Seungri lagi. Jihan mengangguk cepat dan menyerahkan baju kaus Seungri yang sudah terlepas dari badan pemiliknya itu.

“Iya! Cepat pakai bajumu sana!”

Setelah Seungri selesai memakai kausnya, Jihan berusaha bangkit namun terhalan oleh badan Seungri.

“Permisi, oppa. Aku mau keluar.”

“Siapa bilang urusan kita disini sudah selesai?”tanya Seungri yang kemudian mendorong tubuh Jihan hingga gadis itu terjatuh di atas tempat tidur. Sementara ia sendiri naik dan merangkak di atas Jihan yang juga sedang bergerak naik ke atas hingga pada satu titik dimana kepala Jihan sudah menyentuh kepala tempat tidurnya.

YA! YA! Lee Seunghyun kau jangan macam-macam!”ancam Jihan. Seungri hanya terkekeh dan terus merangkak bak harimau yang mendatangi mangsanya yang sudah tak berdaya. Seungri yang sudah sampai di atas Jihan menggunakan tangannya sebagai tumpuan agar tubuhnya tak jatuh menimpa tubuh Jihan.

VI like this.”Seungri mengucapkan frase yang menjadi trademarknya pada setiap lagu yang ia nyanyikan sendiri tanpa anggota Bigbang yang lain. Jihan menatap Seungri takut-takut dan meneguk liur agar ia tak gagap berbicara.

“Umm, Seungri oppa bagaimana kalau aku masakkan sesuatu? Mau ya?”tanya Jihan polos berusaha bernegosiasi dengan kekasihnya itu.

“Tak mau. Kau sudah begitu kejam kesal padaku dan memperlakukanku dingin seperti itu.”

“Ta..tapi..” Seungri meletakkan jari telunjuknya di bibir Jihan. Ia kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Jihan yang menutup mata.

Semakin dekat hingga di antara wajah mereka sekarang hanya terpaut beberapa sentimeter. Jihan masih menutup matanya hingga ia merasakan guncangan di atas tempat tidurnya itu.

Ia membuka mata dan mendapati Seungri berbaring di sampingnya. Jihan menghela napas lega. “Tak mungkin aku melakukan sesuatu yang tak kamu izinkan.”ujar Seungri sambil membuka sebelah matanya yang tertutup. Pemuda itu membalik tubuh Jihan sehingga gadis itu sekarang membelakanginya. Seungri pun melingkarkan tangannya memeluk Jihan dari belakang.

“Kim Jihan, I won’t cheat or lie to you. Because I love you so much and I don’t want to lose you.” Seungri mengecup tengkuk Jihan dan mengeratkan pelukannya sementara Jihan hanya tersenyum dan memejamkan matanya. Menikmati setiap momen seperti ini yang akan jarang terjadi mengingat Bigbang sedang dalam masa promosi album terbaru mereka.

Jihan terkekeh sejenak mengingat betapa kesalnya ia tadi terhadap Seungri namun segera setelah pemuda itu disini, bersamanya, semua kesal itu menguap menjadi butir-butir kerinduan. Seungri memang bukan pacarnya yang paling romantis, namun hanya Seungri yang mampu membuatnya kehilangan kata-kata kemarahan. Hanya Seungri yang mampu mengubah kekesalannya menjadi rasa rindu yang menjadi-jadi.

Hanya Seungri yang bisa membuatnya merasakan perasaan seperti ini. Perasaan seolah-olah Seungri adalah ‘The One’. Entah apakah perasaannya benar atau tidak, yang ia tahu ia tak mau berpisah dengan pemuda dengan julukan ‘Panda’ ini.

Jihan memutuskan memejamkan matanya dan membiarkan perasaan ini menjalar ke seluruh tubuhnya, dan menyatu dengan setiap sel-sel yang menyusun dirinya agar ia tak perlu berpisah dengan Seungri.

7 thoughts on “The Reason Why I Can’t Hate You

  1. Ada juga nih yang bikin ff bagus *berbobot baik bahasa dan cerita* tentang si bocah genit ini -.- riri dsini mepesona bener, jadi bayangin mv strong baby..

    Punya blog pribadi ga say?? Bagi dong..

  2. haha,,,
    T’nyata Panda sgt “profesional” bgt ya..
    Tp slt deh sm co2 yg bisa meredakan amarah para ce..
    Apa lagi sikap gentle’a Seungri..
    Keren..

    Jia Jung

  3. konflik ringan, tp disampaikan dg bhsa yng bgus, dan hasilnya ok. Hnya di bberapa perkataan, menurutku, pakai kta bku saja spt ‘gak’ menjadi ‘tak’. Ttp smua it murni personal taste..

  4. Sipanda kirain cuma yadong doang diotaknya
    bisa juga dia ngehargai cinta diatas nafsunya
    Sumpah liat tampangnya si Panda
    Yg kepikir cuma tatapan mesumnya doANG. Hhhhhihihihihihihi!!!!!

  5. Penulisanmu bagus dan rapi…penggunaan kata juga tepat dan bisa membawa feeling reader dgn baik…
    Aw..aw..seungri,maknae ini emang hot sih tp demen ma karakternya di ff ini…
    Kalau aku jadi cweknya jg bakalan kesel apalagi pas mv ‘strong baby’… Tapi untung seungri tipe setia ma Jihan meski penggoda dan usil bgt khehehehe…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s