Summer Love in Ice

Author             :Shantyfyn

Main cast        :Jang Sora

Cho Kyuhyun – Super Junior

Minor cast       :Kim Heechul – Super Junior

Victoria – f(x)

Kwon Ji Yong (GD) – Bigbang

Genre              :Little bite Comedy and Romance

Length             : Oneshoot

NB                      : This fanfiction for my old sister (Eonni) and just for fun, ok. Plot and story are mine. The casts aren’t mine. Sudah pernah dipost di blog, facebook pribadi and SJFF2010.

***

 

Trep… trep… trep…

 

Ku ketuk – ketuk jari – jari mungilku ini di atas meja, melampiaskan rasa kekesalanku pada seseorang. Huft… sepertinya helaan nafasku tadi seperti orang frustasi menunggu uang beasiswa yang tidak kunjung cair, atau lebih parah dari itu. Aduh, gara – gara si jelek Kyuhyun itu aku jadi mengandai – andai sesuatu yang tidak jelas seperti itu.

 

Terik matahari siang ini sangat menyengat dan itu membuatku kepanasan meski sudah berteduh di bawah atap sebuah restorant. This is Summer, Guys.  Kebanyakan orang Korea memang tidak menyukai Summer, musim panas dan aku sangat menyetujui hal itu. Mengapa tidak?, saat musim panas melanda negeri ini, suhunya akan meningkat tajam melebihi suhu musim panas di Negara tropis yang katanya hampir tiap tahunnya dihabiskan dengan musim panas, ya itu karena mereka hanya memiliki dua musim.

 

Owh Tuhan, seandainya aku memiliki uang yang banyak, ingin sekali aku berlibur keluar negeri, bukannya malah dipaksa kerja part time seperti ini. Musim panas kan waktunya bermalas – malasan sepuasnya. Eomma sungguh jahat, malah menuruti perkataan si jelek Kyuhyun itu. Arghhh… bisa gila aku kalau terus seperti ini.

 

Aku mengusap acak wajahku, menggertakan gigi – gigi yang siap memangsa siapa pun yang membuatku marah. Ku lirik lagi jam tanganku. Satu jam, si jelek Kyuhyun  sudah telat masuk kerja selama satu jam. Tidak tahu apa dia kalau diluar sana banyak sekali pelanggan restoran yang datang dan hanya aku yang melayani mereka semua. Pemilik restoran ini terlalu pelit untuk mengupah karyawan lainnya, yah maklum saja ini hanya restoran kecil yang muncul dadakan di pantai saat musim panas.

 

“Awas saja kalau si jelek Kyuhyun itu sampai menunjukkan batang hidungnya,” ku remas – remas celemek yang menempel di badanku dengan sengit. “Atau jangan – jangan si jelek itu sedang tebar pesona pada gadis – gadis dipantai,” hatiku mencelos hanya dengan membayangkannya saja. Aku tahu betul kalau si jelek Kyuhyun paling suka tebar pesona hanya karena ada seorang ahjumma yang selalu memanggilnya tampan. Konyol.

 

Andwaeeeee. Oke, aku belum siap kehilangan si jelek Kyuhyun. Tenang Sora-ya. Kuhempaskan badan ini menuju kursi kosong tanpa pelanggan. Memasang wajah super lesu yang kupunya, ekspresi orang belum makan dari kecil. Kupalingkan wajahku ke arah sebelah kiriku.

 

Ting…

Aku telan air liurku yang masing berlinangan ditenggorokanku. IGE MWOYA?. Seorang ahjussi mengerlingkan matanya padaku. Oh My G Dragon, ampunilah dosa – dosaku ini. Heechul ahjussi, seorang pelanggan restoran ini tersenyum sensual seolah – olah ingin menggodaku. Mataku membulat besar, ehm… atau lebih tepatnya melotot. Kukepalkan tangan kananku dan ku acungkan padanya. Hiahh, tidak tahu apa dia kalau aku sudah marah. Bisa ku habiskan seluruh isi dapur restoran ini masuk kedalam perutku. Eh?, itu menakutkan tidak yah?. Aishhh…bodoh, mengapa malah memikirkan itu?.

 

Heechul ahjussi memang tampan tapi umurnya itu jauh berbeda denganku. Nanti aku dikira sedang jalan dengan Uncle ku lagi. Bletak,,,kupukul kepalaku ini dengan sendok. Otakku makin kacau kalau siang – siang begini, apalagi kalau ditambah cuaca yang semakin panas.

 

“Sora-ya, come here,” ucap Heechul ahjussi dengan intonasi lembut yang dibuat – buat. Ini masih siang ahjussi tampan nan genit. Ya! Sora, apa yang akan kau lakukan kalau ini malam hah?. Aduh, tuh kan otakku makin kacau. Aku bersiap mengambil sapu, akan kupatahkan leher ahjussi itu. Aku kan pemegang sabuk hitam pencak silat. Perlu diingat hanya pemegang bukan peraih, jadi kalau ada salah – salah mohon dimaafkan yah J.

 

“Ehmmmm…. ” sepertinya aku kenal dengan suara dehem itu. Ku tengok meja kasir, dapat ku lihat Ny. Kim Hyo Rin maha agung melototiku. Tanda ‘jangan macam – macam kau dengan pelanggan restoran ini’. Sinyal kegelapan memang selalu dapat tersampaikan dengan baik olehnya. Aku langsung berbalik badan, menghindari Ny. Kim dan ahjussi genit itu. Daripada aku dijadikan steak oleh Ny. Kim, lebih baik aku kabur. Huahh… nanti dia bisa untung besar karena dagingku yang manis dan lezat ini.

 

Aishh… aku jadi lupa kalau tadi aku sedang menunggu si jelek Kyuhyun. Semoga saja si jelek Kyuhyun itu tidak kecantol dengan gadis – gadis pantai itu. Sekarang dapatku bayangkan cara si jelek Kyuhyun untuk tebar pesona. Si jelek Kyuhyun mengerlingkan sebelah matanya seperti Heechul ahjussi tadi, sambil bilang, “Hai ladies,” lalu ia akan membasahi kedua telapak tangannya dengan air liurnya dan mengelapnya ke rambutnya itu. Hoekss. Atau bisa jadi dia akan berlaga sok cuek tanpa memperdulikan sekelilingnya, lalu ia akan berkata “Kenapa melihatku seperti itu? Baru lihat pria tampan yah?,” kalau cara kedua yang dia ambil, ku rasa….

 

Bletrakk…

 

Aduh, sakit. Aku kan tidak memukul kepalaku sendiri. Lalu siapa yang berani – beraninya memukul kepalaku ini?.

 

“Sakit tidak bodoh?,” mataku melotot kaget, seperti mendengar suara bisikan setan yang terkutuk. Tiba – tiba bulu kudukku berdiri lalu bergoyang disko ajep – ajep. Ku palingkan kepalaku kearah kiri dan memiringkannya.

 

“Angnyheong haseeooo (annyeong haseyo),” teriak si jelek Kyuhyun dengan ice cream yang masih menancap dimulutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ia lalu menggigit ice cream itu, kemudian mengusap puncak kepalaku yang tadi ia pukul. “Tadi sakit tidak bodoh?,” tanyanya lagi. Aku hanya menggeleng. Dia terlihat mengangguk – anggukan kepalanya. Pipinya tertarik ke belakang hingga membentuk senyuman, tampannya… eh? Kok rasanya itu bukan senyuman biasa yah.

 

Bletrak…

 

“Aphayo Setan jelek,” ringisku saat kepalan tangannya menjitak kepalaku. Aduh…aduh aku salah apa ini?, dua kali, dua kali si setan jelek Kyuhyun ini menjitak kepalaku. Astaga, semoga aku tidak amnesia, sebab jika itu terjadi kasian sekali dengan penggemar – penggemarku, seperti Heechul ahjussi misalnya. Hehehehe.

 

Setan jelek bernama Kyuhyun itu tiba – tiba berlari menarik tanganku. Ditariknya juga celemek yang masih menempel di badanku, tapi celemek itu malah menyangkut dileherku. Aduh, tidak keren sekali sih. Jadi tidak sekeren adegan saat So Ji young menarik celemek Cho Ga Eul di drama Boys Over Flowers. “Pelan – pelan setan, kepalaku bisa putus kalo kau paksa seperti itu,” aku marah – marah sebab ia memaksa celemek itu copot tanpa melepaskan ikatannya dibalik leherku. Akhirnya akulah yang melepaskannya. Tuh kan makin tidak keren saja.

 

“Aishh… tidak keren sekali sih kau ini,” umpatnya yang lalu melemparkan celemek sialan itu. Si setan jelek Kyuhyun itu malah menyalahkan aku, bukannya dia yang membuatnya tidak keren huh. Rasanya ingin kujadikan ia perkedel dan kuberikan pada Ny. Kim yang pelit itu.

 

“Kyuhyun, kita mau kemana sih?, kau tidak lihat Ny. Kim marah – marah sambil menggigit kaki pelanggan,”

“Jangan mengeluarkan gurauan garingmu itu sekarang, Sora bodoh”

“Tarik kembali ucapanmu tadi Setan”

“Yang mana?”

“Yang itu?”

“Yang mana sih, tidak jelas kau ini Sora bodoh”

“Hiahh,, kenapa diulangi?”

“Memang aku bilang apa?”

“Kau bilang ‘Sora bodoh’, puas”

“Owh jadi kau mengakuinya”

“Sudahlah Kyu, kasian pembaca FF ini makin tidak mengerti dengan pertengkaran kita”

“Itu sih salah Authornya, Sora-ya, bukan salah kita”

“Iya yah, Authornya jeongmal paboya,”

 

(hai sepasang iblis yang terkutuk, terkutuklah kau….. *Author mikir keras*)

 

“Kyuhyun, kita mau kemana sih sebenarnya?,” rengekku sambil menarik lengannya. Ia terlihat gusar dengan tingkahku jika sudah begini. Aku hanya bisa memamerkan senyum tiga jariku. Kukedip – kedipkan mataku padanya dan menunjukkan ekspresi aegyeo ku yang sangat tidak aegyeo ini, intinya aegyeo gagal sih.

 

Kyuhyun memutar bola matanya kesal tanpa menghiraukanku sama sekali. Ia kembali menarik tanganku dan kali ini dengan sedikit kasar. Tsk, aku benci dia kalo berlaga seperti itu. Sok keren, tapi memang keren. Hehehehe. Ia semakin keren jika dilihat dari belakang seperti ini. Owh Tuhan, kuatkan hatiku ini. Yaampun, aku malah seperti orang kerasukan seperti ini yah. Ini pasti salah Authornya.

 

Eh? Apa itu? Aku diajak ke kedai ice cream ahjumma genit.

 

“Untuk apa kita kesini?,” aku mulai naik darah ketika Victoria ahjumma mendekati kami. Sebenarnya sih umur Victoria ahjumma hanya berbeda empat tahun denganku tapi tapi tapi. Halah kebanyakan tapi, yang jelas aku kesal dengannya jika ia mulai menggoda Kyuhyun.

 

Si setan jelek Kyuhyun malah tersenyum pada Vic ahjumma itu. Huahhh, minta dibunuh rupanya si setan ini. Ku remas – remas ujung bajuku. Cuaca siang ini semakin panas saja rupanya. Huah, this summer is so hot.

 

“Hai Noona, kau terlihat cantik hari ini,” goda si setan jelek Kyuhyun. Hoeks. Ku peragakan orang memuntah di depannya. Si setan itu hanya melirikku sesaat lalu memalingkan wajahnya. Owh, jadi ini maksud dia menarikku ke sini, untuk melihat keahliannya menggoda wanita lagi. “Noona, tolong ambil kan pesananku tadi,” kata si setan jelek Kyuhyun itu sambil senyum – senyum sendiri bak orang waras.

 

“Ice cream?,” tanyaku padaku si jelek Kyuhyun, dan ia hanya mengangguk. “aku tidak mau, sudah kenyang, tadi saat istirahat makan siang aku sudah ditraktir Ji Yong oppa makan ice cream,” Si setan itu melotot padaku.

 

“MWOYA?,” pekiknya, suaranya itu sangat memekaknya telingaku yang berada di sampingnya. “Noona, ice creamnya yang super jumbo,” teriak si setan Kyuhyun itu.

 

Kepalaku langsung menghadap kea rah Kyuhyun. “Sudah ku bilang aku sudah kenyang, lagi pula tadi Ji Yong oppa membelikan yang super juga,”. Tolakku mentah – mentah.

 

Ice cream pesanan si setan Kyuhyun pun datang.

 

Tadaaaaaaa……

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Yang ini ice creamnya beda dari yang lain dan kau harus memakannya,” ujar Si setan Kyuhyun dengan tatapan bengis. Lalu ia menyendokkan ice creamnnya ke mulutku dengan paksa. Aku hanya pasrah saja, membuka mulutku lebar – lebar. “Ada yang beda tidak?” aku menggeleng. “Aish… kau makanlah sendiri ice creamnya,”.

Kyuhyun menopang dagunya dengan tangan sebelah kanannya sambil terus memperhatikanku, takut – takut aku tidak memakannya dan tiap kali aku memakan seseondok ice cream dia selalu bertanya, “Ada yang beda tidak?”.

 

“Kyu, aku kenyang” rengekku sambil melemparkan sendok.

 

“Makan terus” suaranya sedikit meninggi seperti orang yang frustasi. Aish, jangan – jangan si setan jelek bin labil ini sedang datang bulan yah. “kalau si Ji Yong itu saja, kau pasti langsung menurutinya, sampai kau memanggil ia dengan sebutan oppa,” katanya kali ini dengan suara volume kecil tapi masih dapat kudengar.

 

“Itu karena setelah JiYong oppa mentraktirku ice cream jumbo mengharuskanku memanggilnya oppa,”

“Cih, hanya luluh dengan semangkuk ice cream, kenapa aku tidak kau panggil oppa juga,”

“Kenapa sih kau ini? Biasanya juga tidak masalah tidak ku panggil oppa,”

 

Kyuhyun kembali menyendokkan ice cream ke dalam mulutku. Eh? Apa ini? Kok keras sih?. Ku keluarkan benda keras itu. Cincin?. “Kyu… ”.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kulihat Kyuhyun menyunggingkan senyumannya.

 

“Would you marry with me?” tiba – tiba si setan itu bertanya seperti itu. Woy setan jelek nan labil bernama Cho Kyuhyun. Apa yang sedang kau lakukan huh?. Berpacaran saja belum, tiba – tiba malah mengajak menikah.

 

Oke. Aku dan kyuhyun hanyalah teman dekat yang berawal dari hubungan Sunbae dan Hobae saat kami SMA dan berlanjut hingga di perguruan tinggi. Aku memang memiliki perasaan khusus padanya tapi tak pernah berharap lebih karena sepertinya ia terlalu memperlakukanku seperti adiknya sendiri. Dan aku sama sekali tidak tahu kalau ternyata dia juga… dia juga… dia juga… (author jahat bikin gagap Sora eonni sesaat).

 

KYUHYUN JUGA MENCINTAIKU.

 

Teriakku dalam hati, letupan – letupan kegembiraan seakan meleleh berserakan dengan acak hingga membuat pikirannyaku melayang dan hanya bisa diam seribu bahasa. Awalnya ku kira kisah cintaku akan berakhir di hati Ji Yong oppa sebab hanya dia pria yang menunjukkan rasa sukanya padaku. Upsss… yang ini si setan Kyuhyun jangan sampai tahu, bisa mati aku nanti.

 

Bletrak…

 

Sakitttttt. Si Kyuhyun itu malah menghancurkan perasangan berbunga – bungaku saja.

 

“Jawab bodoh,” bentaknya.

“Tapi…”

“Aku tidak terima jawaban tapi ataupun tidak, ingat itu”

“Ya!..”

“Owh iya, dan juga jawaban Ya!”

“Aku mau”

“Apa?”

“Aku mau menikah denganmu”

“Aku mau?”

“Aku mau menikah denganmu, Kyuhyun”

“Apa sih aku tidak dengar?”

“AKU MAU MENIKAH DENGANMU, CHO KYUHYUN” tanpa sadar aku mengucapkannya dengan suara bervolume full. Sial, pasti si setan Kyuhyun itu sengaja. Seketika suasana kedai ice cream ini menjadi ricuh, menyorakiku dan Kyuhyun. Mukaku berubah menjadi merah.

 

Cup…

 

MWOYA?. Tadi… tadi… tadi… itu apa?. Kyuhyun menciumku. Mencium bibirku.

 

“Ya!, Cho Kyuhyun yang itu belum boleh,” teriakku kencang disertai dengan suara tertawa orang – orang di kedai ice cream yang melihatnya. Si setan jelek Kyuhyun itu malah berlari menjauhiku, menuju ke pantai.

 

Dan ini akhir dari Summer ku tahun ini, dipenuhi dengan Love yang tertimbun di dalam Ice Cream.

 

The End

8 thoughts on “Summer Love in Ice

  1. Horee, saya yg prtma ninggalin jejak xD

    manteb bngt ff nya! Alur, penokohan, huwaa semua ny keren deh! Tp agak kecewa jg krna heechul vic sm gd numpamng lewat doank, ahihi. But overall keren kok :D

    sekul donk. Yayayaah? ;) *reader byk mau ny*

  2. aku kayaknya udah pernah baca, tapi dimana yaaaa? tapi keren kok!! suka sama karakter kyu yang evil. enak bacanya hhahahah

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s