Angel Bride [part 1]

Author                 : Park Eun Ra

Main Cast            : Park JungSoo a.k.a Leeteuk leader Super junior

Song Hani

Support Cast       : member super junior, dll

Genre                   : Romance

Rate                      : PG-15

Length                 : chapter

Disclaimer          : FF ini 100% berasal dari author, dan ada sedikit tambahan ide dan beberapa saran dari teman.

Warning              : hmmm, mungkin ini FF ga masuk akal banget. Jadi harap maklum ya.

Pernah di publish di blog pribadi http://duckymonkey.wordpress.com/ dan http://bit.ly/gAQnIS

Annyeong yeorobuen..

Ini FanFic pertama aku nih.. (akhirnyaaa, setelah sekian lama pengen bikin, hehe..)

maaf banget kalo jelek, ataupun ada kesalahan dalam penggunaan kata dan lain sebagainya, maklum masih newbie.. ^^

Habis baca jangan lupa komentnya ya…

(*kritik dan sarannya sekalian).  don’t be a silent reader, please!!!

 

SELAMAT MEMBACA J

———————-

I’m so lonely, broken angel
I’m so lonely, listen to my heart
One n’ only, broken angel
Come n’ save me, before I fall apart

 

 

Musim semi April 2010

Cuaca pagi itu sangat bersahabat. Sejuk. setiap sudut kota Seoul dihiasai dengan warna cerah dari berbagai jenis bunga yang mulai mekar. Pemandangan bertambah indah dengan hijaunya dedaunan dari pohon pohon besar yang tumbuh dan berderet rapi di sepanjang jalan. Jalanan masih sangat sepi. Memang ini masih sangat pagi, jadi belum begitu banyak orang orang yang lalu lalang untuk beraktivitas. Tapi walaupun demikian, disalah satu sudut kota, tepatnya dipinggiran sungai Han, tampak seorang gadis tengah berlari pagi dengan wajahnya yang keliatan sangat bahagia. Cantik, MANIS, IMUT, apalagi kata-kata yang bisa menggambarkan sosoknya. Wajahnya yang oriental, Mata nya yang bulat dan berkelopak, ditambah dengan wajah imut itu seolah olah paduan dari imutnya Jang Nara dan Ji Yeon T-Ara.

“huaaaaaaaaaaaahhh, sejuknyaaaaaa.” Desah nya lembut.

Sejenak dia menghentikan aktivitas lari paginya, dan berdiri menghadap ke arah sungai, perlahan menutup rapat matanya dan mulai menghirup udara. Sejenak dia seakan mengumpulkan semua udara bebas ke paru2nya.

“waahh, sudah lama sekali aku ga ngerasain udara sesejuk ini,” ucapnya sambil melirik jam tangan. Saat itu masih sangat pagi, tepatnya pukul 6.30 pagi waktu Korea. Tak banyak orang yang lalu lalang, hanya ada beberapa orang yg juga melakukan aktivitas lari pagi sepertinya.

“apakah dia masih tidur??” bisik gadis itu ke dirinya sendiri sambil memiring2kan kepalanya seperti orang bodoh (~,~”). “ah, sudahlah, biarkan saja. Mungkin dia masih capek. Sebaiknya aku lanjutkan saja lari pagiku,”ucapnya lagi seraya menepuk-nepuk kedua pipinya pelan. “kajja.. SONG HANI, HWAITING !!!”

 

*Song Hani POV*

Nafasku masih tersengal sengal karena lari pagi barusan, tapi rasanya sangat segar. Sudah lama sekali aku tidak lari pagi, apalagi beberapa bulan terakhir adalah jadwalnya musim dingin di korea. jika aku lari pagi keluar yang ada tubuhku bisa membeku dan terbujur kaku. Ya mungkin sekali sekali sih tidak masalah, hehe..

santai ku langkahkan kakiku ke apartemen tempatku tinggal. Kebetulan Lokasi aparetemenku Tak jauh dari sungai Han.

“akhirnya sampai juga.” ucapku pelan setelah menutup pintu apartemen. Buru buru aku ke dapur, meletakkan belanjaan di atas meja. Kebetulan tadi sebelum kembali ke apartemen aku menyempatkan mampir ke pasar tradisonal dan membeli bahan bahan makanan.

“aaaahhh, segarnya.” Kurasakan air dingin dengan segarnya menyentuh dan membasahi tenggorokanku yang kering. Sejenak ku layangkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan. Masih sangat tenang. Tak ada kegiatan apa- apa. “apa dia masih tidur??” pikirku.

Ku langkahkan kaki menuju kamarku yang berada ujung ruangan, Tapi langkahku terhenti saat melihat onggokan selimut di sofa ruang tamu sekaligus ruangan santai.. Uuppss, bukan onggokan selimut, tapi itu tubuh seseorang, seseorang yang sangat ku kenal, yang tertutup penuh oleh selimut.

“Pasti semalam dia tertidur setelah menonton televisi.” pikirku sambil tersenyum.

Pelan ku langkahkan kakiku menuju jendela di belakang televisi, dan kubuka tirainya, sehingga siluet cahaya matahari langsung masuk dan menyinari seluruh ruangan. Sejenak kupandangi pemandangan yang ada di luar, kebetulan kamarku menghadap ke arah sungai han, jadi viewnya sangat indah.

“aaaa, Hani-ah, kenapa di buka???” Segera kupalingkan wajahku ke sumber suara. Aku tersenyum simpul. Dibukanya selimut yang menutupi wajahnya sebentar, beberapa detik kemudian menarik selimut nya lagi dan menutupkan kewajahnya kembali. Suaranya masih berat memperlihatkan bahwa dia masih sangat mengantuk. Perlahan ku dekati dia dan duduk di samping nya.

“oppa, irona.. “ ucapku seraya berusaha membuka selimutnya.

Dia tidak bergerak. Bahkan selimutnya tak bisa kutarik.

“oppa, irona, palliii…” ucapku lagi, kali ini masih dengan suara pelan dan sabar. Tapi dia masih tidak bergeming. Berkali kali kucoba membangunkannya dengan lembut, tapi tetap saja dia tidak bergeming. Kalau begini habis juga kesabaranku. Sejenak kukumpulkan tenagaku, kutarik nafasku dalam- dalam, dan…

“PARK JUNGSOO, IRONAAA!!!!!!!”

Seketika selimut itu terkuak dan, “YA, SONG HANI, tidak bisakah kau tidak berteriak seperti itu??? aishh jinja”.

“Ya ya ya ya, Oppa.. kenapa malah tidur lagi???” cepat kutarik kembali selimutnya yang ditutupkannya segera ke suluruh tubuhnya.

Setalah melakukan perlawanan yang cukup lama, akhirnya dia menyerah dan bangun dari tidurnya. Aku masih berdiri di depannya sambil melipat kedua tanganku didada.

“aku sudah bangun.” Gerutunya sambil mengacak ngacak rambutnya sendiri sedikit kesal.

Aku terkekeh geli, merasa menang karena akhirnya aku bisa membangunkannya sekaligus merasa lucu melihat tampangnya yang masih acak acakan.

“naah, klo dari tadi begini kan aku ga usah susah- susah berteriak membangunkan oppa.” ucapku santai dan terkekeh geli.

“sekarang kau mau aku melakukan apa??” tanyanya sambil mendongakkan wajahnya yang kusut dan rambut yang acak acakan, tentu saja dengan tampang yang masih kesal.

Yaiiiiiiiiiiiiiii, aku gemas sekali padanya.

“sekarang oppa bangun, rapikan ruangan ini, lipat selimutnya dan letakkan dikamarku. Bisakan anak baik?? Aigoooo, Leeteuk pintar.” ucapku sambil mengedipkan sebelah mata kemudian mengacak acak rambutnya gemas, dan berlalu dari hadapannya.

“Hani-a, aku masih ngantuk, aku baru tidur jam 2 pagi, kau tidak kasihan padaku??”

“salah sendiri kenapa nnton sampai larut, sekarang oppa harus bereskan semuanya. Aku mandi duluuuuu” ujarku sedikit berteriak. Aku tau dia pasti kesal. Tapi tidak apa apa, sekali sekali aku ingin mengerjainya.

“ingat, saat aku selesai mandi semuanya sudah harus rapi.” ingatku kembali sambil tersenyum manis kemudian masuk ke kamar mandi. Setelah menutup pintu kamar mandi aku tertawa puas karena berhasil mengerjainya.

Sebenarnya kasian juga sih, semalam dia tertidur saat nonton. Tapi ya sudahlah sekarang aku mandi dulu. Badanku rasanya sudah lengket karena keringat.

 

*Leeteuk POV*

“ingat, saat aku selesai mandi semuanya sudah harus rapi.” Tukasnya sebelum masuk ke kamar mandi.

“aiisshh, dasar anak itu, kelakuannya tak jauh berbeda dengan si evil magnae Kyuhyun.” umpatku kesal dan mengacak rambutku lagi.

Mau tidak mau segera kurapikan ruangan itu, daripada aku dimarahinya, dan tak dijinkan menginap lagi.

Cukup lama ku bereskan ruangan itu, “cis, kenapa ruangan ini berantakan sekali??” gerutuku. Aku sadar sebenarnya aku yang membuat ruangan itu tampak berantakan. Semalam setelah menyelesaikan tugasku seperti biasa siaran di Sukira, tiba tiba aku rindu sekali pada Hani, jadi kuputuskan untuk pulang ke apartemennya bukan pulang ke dorm bersama eunhyuk. Sebelum sampai ke apartemen, ku beli makanan kecil untuk cemilan, kebetulan di tasku ada beberapa film baru yang belum ku tonton. Sampai di apartemennya aku memintanya menemaniku nonton, untungnya dia tidak menolak padahal jelas sekali diwajahnya bahwa dia sangat mengantuk. Tapi sepertinya ditengah- tengah film aku jatuh tertidur di sofa, karena sama sekali aku tidak ingat bagaimana cerita lengkap dari film yang semalam kami tonton.

“aaaah, akhirnya selesei juga.” Gumamku. Kuangkat selimut dan melangkah memasuki kamar Hani kemudian meletakkannya di kasur. Saat keluar dari kamar Hani sayup- sayup ku dengar suaranya dari kamar mandi. Kebetulan kamar mandi terletak disamping kamarnya. Waaaah, dia sedang menyanyi.

“Lagu apa yang sedang dia nyanyikan?” pikirku. Karena penasaran kudekatkan telingaku ke pintu kamar mandi. Aaahh, kurang terdengar, kudekatkan lagi telingaku, dan saat telingaku hampir menyentuh pintu, tiba tiba “AAAAAAA, OPPAAAA….!!!!!!!”

Bukan main kagetku tanpa ku sangka pintu kamar mandi terbuka, dan dia sudah berdiri di depan ku dengan pakaian lengkap dan tampang menakutkan.

Seakan waktu berhenti, Belum sempat aku berkata apa apa, dalam hitungan seperkian detik, byuuuuuuuuuuuurrrrrr.. sekujur tubuhku basah kuyup.

“YAAA, SONG HANI !!!!!”

 

*Hani POV*

“oppa, mianhe.” ucapku dengan suara pelan saat leeteuk oppa keluar dari kamar mandi. Tanganku terulur padanya mengangkat baju gantinya. Karena guyuranku tadi semua bajunya basah, terpaksa dia langsung mandi. Aku terus menunduk menatap lantai dan tak berani menatap wajahnya.

Diambilnya baju ganti dari tanganku dan berkata, “yaa, kenapa wajahmu di tekuk begitu?” tanyanya. “gwencana Hani-a”. Kali ini dia tertawa kecil  kemudian mengacak rambut basahku sambil masuk ke kamar dan menutup pintu untuk mengganti handuk kimononya dengan pakaian yang sudah aku siapkan.

Tanpa pikir panjang langsung ku ambil kain untuk mengeringkan lantai yang basah. Dari tadi aku memang belum sempat mengeringkannya karena sibuk memikirkan apa dia akan marah padaku karena telah ku guyur tanpa terlebih dahulu mendengar penjelasannya.

Kurapikan ruang makan, dapur, kuletakkan bahan bahan belanjaan yang tadi ku beli ditempatnya.

“aaah, rambutku, sepertinya harus kupotong sedikit”, ku kucek sedikit mataku yang tertusuk rambut.

Ya, rambutku sudah mulai menyentuh pinggangku, dan poniku juga sudah mulai panjang sehingga kadang manusuk nusuk mataku.

 

*leeteuk POV*

“Hani, aku pergi dulu, sudah siang, aku harus segera ke dorm.” seruku di depan pintu kamar, sambil mencari sosoknya yang tak terlihat di seluruh ruangan. Apartemen Hani bisa dibilang cukup luas. Apalagi dia hanya tinggal sendirian. Paling juga aku yang sekali sekali datang ke sini dan tidur menemaninya.

“Hani-aaa..” panggilku lagi. kuedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan. “aku mau per..” kata kataku terhenti saat melihatnya sedang membereskan dapur, kuperhatikan sekali kali dia menarik rambutnya kebelakang, karna mengganggu pandangannya. Rambutnya lembut, panjang, lurus, sedikit pirang dan tebal. Hani memang merawat rambutnya dengan sangat baik.

“oppa, sudah mau pergi?” tanya Hani tiba tiba menyadarkan ku sambil terus melakukan kegiatan bersih bersihnya.

“o..aa.. ituu.. nee, aku harus kembali ke dorm.” jawabku terbata bata. Untunglah Hani tidak menyadari kalau dari tadi aku sedang memperhatikannya

“oo.. kalau begitu hati hati dijalan ya, sampaikan salamku pada oppadeul.” Seru Hani tanpa menghentikan kegiatannya.

“ne.. aku berangkat dulu.. anyyeooong.” salamku sambil berjalan menuju pintu dan keluar dari apartemennya.

Baru beberapa langkah keluar dari lift sejenak ku berdiri tertegun memikirkan sesuatu. “Aaaa, aku hampir lupaa!!” kutepuk jidatku. segera aku berbalik dan kembali ke apartemen Hani. Tanpa mengetuk pintu aku langsung masuk.

 

*Hani POV*

kupandangi meja diruang tamu itu sejenak, “perasaan baru kemarin meja ini ku bersihkan, kenapa sekarang sudah berdebu lagi?!”. Batinku. Tanpa pikir panjang langsung aku bersihkan debunya.

Tiba tiba aku mendengar pintu dibuka, “oppa, balik lagi?? Ada yang tertinggal??” tanyaku. Tanpa menjawab pertanyaanku, Kulihat dia tergesa gesa masuk kekamarku.

Aku hanya mengedikkan bahuku. ah, mungkin dia meninggalkan sesuatu dikamarku, pikirku. Aku kembali berjongkok membersihkan meja ruang tamu.

“hani, berdirilah!!” ucap Leeteuk oppa sedikit mengagetkanku. Tanpa kusadari ternyata leeteuk sudah berdiri di sampingku. Dengan patuh aku berdiri dan berhadapan dengannya. Jarak kami begitu dekat, Mataku tepat berada di depan lehernya. Tanpa berkata apa apa dia langsung memajukan badannya dan melingkarkan kedua tangannya padaku, seolah olah dia ingin memelukku. Bisa kurasakan aroma wangi tubuhnya. Tiba tiba perasaan takut itu muncul.. Tidak, tidak, aku takuuutt..

Tapi sebelum perasaan takut itu menguasai diriku, aku merasakan tangannya mengelus rambutku lembut, seolah olah menarik sebuah garis kebelakang, “KLEK” terdengar suara jepitan, dan kuarasakan jepitan itu menahan rambutku yang daritadi jatuh kedepan.

“naah, dengan begini kau bisa kerja dengan lebih konsentrasi. Aku berangkat.” sambil mengacak poniku leeteuk berlalu meninggalkanku yang masih mematung.

 

*leeteuk POV*

“aaahh, gawat kalau aku terlambat, sebentar lagi kan sudah mau comeback, member bisa membunuhku kalau telat.” Segera ku kebut mobil audy ku ke jalan raya. Kubuka atap mobil untuk merasakan udara pagi itu. wusssshhhh, terasa sekali udara dingin berhembus, tapi sangat sejuk. Udara masih bersih, karena belum banyak mobil yang berkeliaran.

Tanpa memalingkan tatapanku ke jalan kembali terlintas dibenakku peristiwa diapartemen tadi. “hmmm, ternyata dia masih takut.”

Masih terbayang di mataku tiba tiba tubuh hani menegang saat aku memasangkan jepitan kerambutnya yang kubeli beberapa waktu lalu tapi belum sempat kuberikan padanya karena jadwalku yang padat untuk latihan. Terlihat jelas dimata Hani, dia shock bahkan Hani seakan kehilangan kesadaran saat kupandangi wajahnya ketika berniat mencium keningnya. Tapi niat itu langsung kubatalkan. Kurasa belum saatnya. Aku masih harus menunggu dengan sabar.

Bounce to you, Bounce to you Nae gaseumeun nuhl hyanghae jabhil soodo uhbseul mankeum ddwigo inneunguhl

Handphoneku berbuyi, ada panggilan masuk..

From: My Angel

Apakah dia merindukanku?? Hehe… Sejenak pikiran itu merasukiku. Langsung kuturunkan kecepatan mobilku. Dan menekan tombol accept di Hp ku.

“Yeuboseyo.” jawabku ringan.

Oppa, nanti siang latihan??” tanyanya cepat.

“ne.. wae??”

aniyo.. hmmm..” terdengar dia ragu ragu. “aku nanti siang ke tempat latihan ya, kubawakan makan siang untuk semuanya, eotthe??”

“hmmm.. boleh, bawakan makanan yang banyak ya, aku sudah lama tidak mencicipi masakanmu. Jangan lupa, harus ukuran extra, karena kau tau sendiri nafsu makan anak anak itu, apalagi shindong, perutnya seolah tidak pernah penuh, araso??”. Terdengar dia terkikik geli mendengar penjelasanku.

Ne, arasso..”jawabnya singkat.

Sejenak kami saling diam.

oppa..” panggilnya.

“ne..” jawabku.

jangan lupa sarapan dulu sebelum latihan ya. Mianhe tadi aku lupa membuatkan sarapan untukmu.” suranya sedikit lemas. Aku tahu dia pasti masih merasa bersalah karena kejadian tadi.

Entah kenapa aku seakan kehilangan kata kata. Aku bingung mau menjawab apa. Aku ingin menenangkannya dan mengatakan padanya untuk tidak memikirkan kejadian tadi, tapi aku tau dia pasti tidak suka. Begitulah aku, mungkin sehari hari orang mengenalku adalah seorang yang periang, ramah, suka ngelucu, dan gampang sekali mencairkan suasana. Tapi itu semua tidak berlaku jika aku berhadapan dengan seorang yeoja bernama Hani. lebih tepatnya Song Hani, Istriku. Entah kenapa saat berhadapan dengannya, serasa semua isi otakku hilang, aku tidak bisa berpikir. Kamus lucuku, ataupun gurauan gurauan kecil yang biasa aku lontarkan pada rekan rekanku, teman, dongsaeng, atopun fans seolah olah menghilang dari kepalaku. Sejenak ku hembuskan nafasku pelan kemudian berkata,“ne, Algessemnida.”

hati hati dijalan Oppa, sampai ketemu nanti siang.” kali ini suaranya terdengar lebih riang.

“ne.. kamu hati hati juga nanti ke SM, kalau panas naik taxi saja.” Tukasku cepat.

ne.. annyeong

“annyeong.” KLIK.. telfonpun putus.

Kembali kututup atap mobil dan menaikkan kecepatan sehingga kali ini benar benar ngebut.

 

Geudaega geudaega nan geudaega

“Saranghae saranghae neol saranghae” rago marhal ddae nareul midge dwae
Geudaega geudaega nan geudaega

gamanhi gamanhi nae nooneul bomyeo wooseul ddae nado wootge dwae
Niga joheun iyoo

 

*(you you, when you say “love you love you, i love you” you make me believe
you you, when you silently silently look into my eyes and laugh you make me laugh
the reasons why i like you)

-Why I Like You-

 

 

*Hani POV*

Fiuuuww, akhirnya aku bisa bernafas lega. Paling tidak Leeteuk oppa tidak marah atas kejadian tadi. Aku pikir dia sedang mengintipku dikamar mandi, ternyata dia sedang mendengarkan ku bernyanyi di kamar mandi.. “aaaaggghhhhh.” teriakku kesal sambil menjambak rambut ku sendiri.

TREKkk.. ada benda kecil jatuh. Jepitan rambut. itu jepitan rambut yang tadi dipakaikan Leeteuk oppa padaku. Ku pungut benda itu. ukurannya sedang, warnanya putih warna kesukaannya, ditengahnya ada ukiran mawar, sedangkan di sampingnya ukiran daun.

“cantik.” gumamku sambil meraba ukirannya dengan jari jariku. “oppa, gomawo.” tersenyum kembali kupasangkan jepitan itu dirambutku. Sekarang aku harus memasak makanan yang banyak, karena aku tadi sudah janji mau mengantarkan makan siang untuk oppadeul super junior.

Introduce??? Neeee.. Mian.. aku lupa, karena terlalu sibuk mengurusi leader yang satu itu. *ditabok angel.

Ya, aku song hani -hmm, sekarang namaku Park Hani ^^ – sudah hampir satu tahun statusku adalah istri dari Park Jungsoo, ato lebih dikenal dengan nama panggung leeteuk, leader super junior. Kalian pasti penasaran berapa umurku, dan kenapa aku memanggil seluruh anggota super junior dengan oppa. Kalian tidak akan menyangka, aku lahir pada tanggal yang sama dengan Heechul oppa, tapi aku lahir sepuluh tahun setelah dia. YUP, tepat sekali, umurku sekarang bahkan belum genap 17 tahun, bahkan usiaku lebih muda dari pacar kyuhyun sekalipun. Diantara semua member, pacar kyuhyun lah yg paling muda, tapi posisi magnae nya lagsung kurebut saat tiba tiba Leeteuk menikahiku. Tidak masuk akal??? Ya, tapi begitulah kenyataannya, aku menikah dengan Leeteuk pada umur 16tahun. Kenapa?? Tidak ada yang tau alasannya kecuali aku dan Leeteuk.

Upps, kalian kaget mendengar kyu pacaran?? Hehe, bukan hanya kyuhyun, tapi semua member sudah punya pacar, hanya saja yang baru terekspose keluar adalah hubungan Shindong oppa dan nari onnie.

Bagaimana dengan pernikahan ku dan Leeteuk?? Hubungan kami sudah menjadi pembicaraan hangat saat sebelum Pernikahan. Banyak berita miring yang diumbar sebelum pernikahan kami terjadi. Tapi Leeteuk oppa tak pernah mempermasalahkannya.

 

***

“yaaa, akhirnya selesei juga.” ucapku sambil merapikan kotak terakhir kedalam keranjang makanan. Kupijit tengkukku yang sedikit terasa pegal. Kulirik jam dinding di ruang makan, “sudah hampir jam makan siang, aku harus siap siap, tidak boleh terlambat, kasian oppadeul kalau harus kelaparan menungguku.”

cepat ku ambil handuk di jemuran, dan berlari kekamar mandi. Aku harus mandi lagi, gara gara tadi memasak tubuhku sudah bau dapur, dan bercampur keringat.

Tak lama kemudia aku sudah rapi. sebelum berangkat kembali kuperhatikan dandananku di kaca kamar. Hmmm, tidak berlebihan, cukup simpel dengan dress putih selutut, rambut di lepas dan sedikit bagian depan ku tarik kebelakang kemudian ku jepit dengan jepitan pemberian Leeteuk oppa.

Ku ambil keranjang makanan itu dan segera berangkat, kupakai sepatu balet putih ku agar tidak ribet.

Saat keluar lift ku lirik jam tanganku. sudah terlambat. sebaiknya aku naik taxi saja.

***

*author POV*

Di salah satu ruang latihan Gedung SM.

“Bounce to you, Bounce to you Nae gaseumeun nuhl

hyanghae jabhil soodo uhbseul mankeum ddwigo inneunguhl
Break it Down to you, Down to you Nae gaseumi nuh,

nuhl gatji mothandamyuhn muhmchul guhranda (Nal barabwara) “

“Bolkkamalkka, bolkkamalkka, bolkkamalkka na gateun namja.

Bonchemanche, bonchemanche, bonchemanche dorasuh bwado
Bogobwado, bogobwado, bogobwado na bakke uhbda.

BONAMANA, BONAMANA, BONAMANA Na bakke uhbda “

 

“ahaaaa, semuanya ayo semangat, bulan depan kita comeback !!!” Seru leeteuk disambut teriakan dari semua member. Mereka semua tampak bersemangat karena beberapa hari lagi mereka akan comeback dengan single terbaru mereka tapi sekaligus letih setelah untuk sekian kalinya menyeleseikan latihan dance bonamana.

Tidak terasa bulan depan adalah comeback album mereka yang ke 4. Berarti mereka telah debut selama 5 tahun. Waktu yang cukup lama. Sudah banyak hal yang mereka lalui bersama, baik suka maupun duka. Aah, sepertinya itu tidak usah dijelaskan, karena kalian ELF pasti sudah tau apa saja yang terjadi dalam jangka waktu 5tahun itu.

“hyuuuunggg, istirahat dulu yaa, aku lapaaarr.” rengek si magnae Kyuhyun.

Leeteuk memperhatikan kyuhyun melalui kaca, kemudian satu persatu diperhatikan juga 8 member lainnya. Mereka nampak letih dan lelah, hanya saja tak mau memberi tahu Leeteuk, dan yang paling berani adalah si evil magnae kyuhyun.

Leeteuk pun tersenyum simpul dan berkata, “ne, semuanya istirahat dulu..” mereka segera bergerak ke pinggir ruangan dan mencari cari minuman di dalam tas masing- masing.

Tiba tiba Leeteuk teringat pesan Hani kalau dia akan membawakan makan siang untuk semuanya. “ehmm, hari ini semuanya tidak usah makan di luar karena hani akan membawakan ma…” belum sempat Leeteuk menyeleseikan kata katanya tiba tiba pintu ruangan terbuka, dan muncullah seorang gadis sambil tersenyum manis.

“annyeonghaseyo…” sapanya sambil sedikit membungkukkan badan.

Seperti di komando, serentak semua member memalingkan wajah k sumber suara.

“aaaa, Hani-aaa, annyeonghaseyoo…” jawab mereka membalas salam dari gadis itu yang ternyata Hani.

“waaaa, hani-aaaa, kau hari ini terlihat cantik sekali.” ucap ryewook memuji.

“aigoooo… kyoptaaaa.” ucap sungmin ikut ikutan memuji.

“hani-a, apa itu yang kau bawa? makanan?” tanya shindong yang langsung di jitak oleh heechul. “hyung, appooo…” ringisnya sambil mengusap usap kepalanya.

“kau itu, yang difikiranmu hanya ada makanan. Suruh dulu Hani masuk, bukan begitu Hani??” tanya heechul pada hani sambil menarik hani agar masuk ke ruangan, dan menutup pintu.

Hani hanya tersenyum melihat kelakuan oppaduelnya itu.

*leeteuk POV*

“annyeonghaseyo.” suara itu membuatku terdiam. Aahh, dia sudah sampai, tanpa memperhatikannya ku balikkan badanku menghadap ke cermin.

“aaaa, Hani-aaa, annyeonghaseyo…” jawab member dan mempersilahkan dia masuk.

Kuperhatikan gerak geriknya dari cermin. Tiba tiba jantungku seakan berdetak 3 kali lebih kencang dari biasanya. Dia menggunakan dress putih selutut, kaki jenjangnya terlihat jelas. Sedangkan sedikit bagian rambut nya didepan ditarik dan di jepit kebelakang dengan jepitan yang ku berikan padanya tadi pagi. Poninya rapi menutupi keningnya. Sederhana tapi terkesan ANGGUN !!!

Aku tak mengalihkan pandanganku darinya. Tetap memperhatikan gerak geriknya melalui cermin, menjaga jaga kalau samapi dia ketakutan di kelilingin para namja ini.

*Author POV*

“ada apa hani?? Kenapa tiba tiba datang dan tidak memberi tahu??” tanya heechul saat hani sudah duduk di ruangan itu.

Hani mengerutkan keningnya. Tanpa memberitahu?? Tadi aku kan sudah pesan ke Leeteuk oppa kalau aku akan datang, batin Hani. Hmmmm… di liriknya Leeteuk yang masih berdiri membelakangi nya dan menghadap ke cermin, mata mereka bertemu. Kemudian di liatnya Leeteuk mengangkat tangan kirinya dan membuat lambang V minta maaf dan tersenyum solah olah merayu hani agar tidak menjitaknya. benar dugaan hani, penyakit pikunnya kambuh.

“tapi sudahlah, toh aku sudah ada disini, dan mereka sepertinya juga baru istirahat.” pikir hani.

“oppa, sudah pada makan?” tanya hani yang langsung dijawab oleh semua member termasuk Leeteuk dengan penuh semangat.

“BELUUUUUUUUUMMMM!!!!” hani harus menutup telinga dengan telapak tangannya jika tak mau gendang telinganya rusak karena suara mereka sangat keras.

*Hani POV*

“Yaaa YA YA !!! jangan Berteriak, aku belum tuli !!!” balas ku tak mau kalah.

“omma, jangan maraahhh…” ucap eunhyuk dan donghae oppa bersamaan sambil memperlihatkan puppy eyes mereka dan aegyo pada saat besamaan.

aigoooo, mereka paling pintar merayuku, aku paling tidak tahan melihat mereka berlaku imut kepadaku, gerutu ku di dalam hati. Ya, di lingkungan member aku memang sering dipanggil omma, dan Leeteuk di panggil Appa..

“Algessemnida.” ku hembuskan nafasku berat dan mereka bertepuk tangan riang.

Segera kubuka keranjang makanan yang ku bawa dan mengeluarkan semua isinya. Satu persatu kubuka tutupnya dan wanginya langsung menyebar  memenuhi seluruh penjuru ruangan.

“waaaaah, masitgettaaa.” ucap mereka semua takjub.

Tak bisa kutahan, akhirnya aku tertawa kecil melihat ekspresi mereka yang seakan menahan air liur supaya tidak menetes. Bahkan shindong oppa sudah mulai colek colek untuk mencicipi. Karena aku juga sudah tidak tahan melihat ekspresi mereka, dan takut dibunuh elf karena membiarkan mereka kelaparan, ku bagikan sumpit kepada mereka masing masing. Beberapa menit kemudian mereka sudah asik dengan makanan yang kubawa, semuanya terlihat sangat menikmati.

Perlahan aku beranjak ke belakang mereka dan memberikan space yang lebih agar mereka dapat menikmati makananku dengan lebih leluasa. Ku edarkankan pandangan ke seluruh ruangan. Luas. Karena merasa bosan ku utak atik handphoneku.

“kau tidak makan?” tanya sebuah suara mengalihkan perhatianku. Ah, itu Leeteuk oppa, dia sudah duduk disampingku sambil membawa kotak berisi masakan yang tadi ku masak.

“aniyo, tadi aku sudah makan sebelum kesini.” jawabku berbohong. Karena dari pagi sebenarnya aku belum makan.

“sudahlah tidak usah berbohong, kau pasti belum makan, wajahmu pucat.” ucap Leeteuk oppa dan mengacak rambutku. “buka mulutmu, biar aku suapkan.”

Seakan disihir dengan mantra penurut kubuka mulutku, dan Leeteuk oppa langsung menyuapiku. Sesaat kami merasa ruangan itu kosong, tak ada orang lain, yang ada hanya kami berdua, aku menikmati saat saat itu, jantungku berdebar debar tidak karuan. walaupun sebenarnya Leeteuk oppa sering menginap di apartemenku, tapi tetap saja kalau berdekatan begini selalu membuat jantungku melompat lompat seakan ingin keluar dari tempatnya.

“hahaaaaaaaaaa, pengantin baru lagi suap suapan.” ucap siwon sambil mengerlingkan matanya menggodaku.

Aku dan Leeteuk oppa langsung salah tingkah, dapatku rasakan wajahku memanas, dan pastinya sudah merah seperti kepiting rebus. Yesung oppa tak kalah jahil, dia mendekatkan wajahnya padaku dan memutar mutar kepalanya seakan meneliti setiap pori pori wajahku.

Karena sudah tak tahan di goda seperti itu ku dorong tubuhnya kebelakang. Entah karena doronganku yang terlalu keras atau dia hanya berpura pura, dia sedikit terjungkal kebelakang. Member tertawa kencang melihat kelakuan kami. Aku menyurukkan tubuhku dibelakang Leeteuk oppa, mencoba mencari perlindungan.

“Toloooooooggggggg!!!” tiba tiba saja teriakan itu  membahana di lorong. Kami semua kaget dan langsung berdiri kemudian berhamburan keluar ruangan. Begitu juga dengan ruangan lainnya.

Tak jauh dari pintu ruangan latihan terlihat seorang wanita pingsan.

Aku segera berlari menghampiri tubuh itu diikuti seluruh member super junior, dan entah siapa lagi yang sudah mengelilingi kami. Aku langsung berlutut dan meletakkan telingaku di dadanya, mencoba mendengar detak jantungnya.

Firasat buruk langsung menerpaku.

*Leeteuk POV*

Hani meletakkan telinganya ke dada wanita yang pingsan itu, kemudain bangkit dan terduduk lemas. Kuperhatikan wajah istriku dengan seksama, dia terlihat pucat.

“hani-aa, gwencana??” tanyaku khawatir.

“oppa, otokhee… dia.. diaa..” jawabnya terbata bata.

“dia?? Hani waeeee?? Jawab aku, palliii..” aku mulai gelisah melihat reaksinya. Ku pegang kedua lengannya dan Kutatap matanya dalam- dalam. “hani-a, tatap mataku.. katakan apa yang kamu ketahui!!” pintaku.

Ditatapnya mataku dengan pandangan nanar, “dia.. dia.. bisa meninggal.” ucapnya terbata bata.

“ANDWEEEE!!!” pekik staff perempuan disamping hani Histeris. Kulihat staff itu menangis, sepertinya tadi dia yang berteriak minta tolong.

“kita harus segera membawanya kerumah sakit.” ucap perempuan itu cepat.

“terlambat!!!” tiba tiba hani berkata pelan, sambil menundukkan wajahnya.

Kami semua kaget.

“YAA.. KAU KAN BUKAN DOKTER, KENAPA BERKATA SEPERTI ITU?!” bentak staff perempuan tadi. Sekilas kulihat di papan namanya tertulis Lee Min Ju.

“Yaa, Minju shi, kau kan tidak harus berteriak seperti itu.” tukasku.

“sudahlah, jangan ribut!!” ucap hani melerai kami. “sekarang cepat ambilkan aku pisau dan pulpen. Palliii..” perintahnya cepat.

Kami semua terdiam, menatapnya bingung. “ PALLIIIIIIIII !!!!!” teriak Hani kencang karena sadar karena tak ada dari kami yang bergerak.

Kami semua kaget. Tapi entah datang darimana, tiba tiba seseorang menyodorkan benda yang tadi hani minta, pulpen dan pisau. Dibukanya pulpen dan dikeluarkan isinya sehingga hanya tinggal pembungkusnya. Kemudian di bersihkannya pisau menggunakan air didalam botol yang terletak di dekat nya.

“apa yang akan kau lakukan??” tanya Min Ju-shi cemas.

Hani tidak menjawab, dia meraba leher wanita tersebut seolah olah mencari sesuatu.

“YAA.. APA YANG KAU LALUKAN?!” teriak Minju shi lagi.

Kali ini hilang sudah kesabaran ku, dan…

“MINJU SHI, BISAKAH KAU DIAM?? KALAU KAU TAK MAU DIAM MAKA PISAU INI AKAN MEMOTONG LIDAHMU!!!”

Semua tersentak kaget, kata kata itu keluar dari mulut Hani. Dari sudut mataku dapat ku lihat ryewook beringsut kebelakang yesung mencari persembunyian, takut jika tiba tiba hani yang sedang memegang pisau itu mengamuk. Begitu juga dengan eunhyuk yang langsung memeluk donghae. Shindong yang bahkan badannya paling besar terlihat takut dan langsung gemetar. Sedangkan aku sendiri seperti tersambar petir mendengar perkataannya barusan.

 

-TBC-

Miaaannn (*bowing) teuki oppa aku pasangin sama anak kecil. Tapi tenang aja, leeteuk oppa bukan pedovil kok. Hehehe…

Btw, gimana?? Jelek ya?? Bahasanya ngebosenin? Huhuhu, maklumin aja ya..

Hmmm, Tungguin kelanjutannya ya.. kamsahamnida..

*don’t forget to comment please J

10 thoughts on “Angel Bride [part 1]

  1. Aq kira itu lgu’a 2NE! yg lonely :)
    Hohoho~ soo oppa kaia kebo! ^^v bobo trs..
    Bnrn deh,, PENASARAN! Mw d apain tuh ama hani? Knp sih sbnr’a?
    Siapa itu cwe yg pingsan?
    Poko e wedding’a soo oppakudu musti LANCAR ^^d

    LANJUUT~

  2. aaah ~ kereeen ..
    sukasukasuka banged sama cerita.a ..
    ee itu si hani sama tuki pengantin baru ?
    pantes kalo deketan degdegan terus ..
    hiihii tandukny hani keluar ntu *di tabok tuki .
    lanjutkan chingu ~ ayo lanjutkan tak sabar bca part selanjutny ..
    hwaiting

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s