Friend Complex

 

Author: occie_yehyuk

 

Main Cast: Lee Hongki, Choi Jonghun, Song Senghyun, Choi Minwhan, Kwan Yoori

 

Support Cast: Park Yuhee

 

Length: Oneshoot

 

Genre: Romance, Friendship, Family

 

Rating: PG 13+

 

PS: nih FF pertama yang dipublish di sini…mian ya kalau ceritanya geje + ancur…hohohohoho~~*kaya authornya*…. Selain disini FF ini juga di blog pribadiku dan FPku…jangan lupa tinggalkan jejaknya ya…kekekeke~~

 

THIS IS REAL MY IMAGINASION ….DONT PLAGIATOR OR SILENT READER …

DON’T LIKE, DON’T READ AND SEE

 

HAPPY READING …^^^

 

Aku mencoba melangkahkan kakiku keluar dari kereta yang sudah beberapa jam ini aku naiki. Aku sudah tiba di StasiunSeoul, sambil merenggangkan seluruh otot-ototku yang menegang. Aku mengedarkan pandangan, mencari seseorang yang sudah berjanji menjemputku. Aku perlahan berjalan sambil menarik koper besarku.

Sekarang aku sudah tiba di gerbang Stasiun, tapi tidak kunjung tiba juga orang itu. Akupun mulai merogoh saku celanaku mencari ponselku. “dimana si bodoh itu??!” gerutuku. Cukup lama aku harus menunggu sampai orang itu menjawabnya.

“hiiiaaaa~~, kau dimana??” omelku, tapi yang diseberangsanahanya terdengar kekehannya.

“mianhae Yoori, aku sedang ada urusan sebentar…mungkin 15 menit lagi selesai, setelah itu aku kesana….” Jelasnya,

“memang yang lain kemana, tidak ada yang bisa mengantikanmu…??” tanyaku,

“ani,kansejak kemarin sudah aku yang berencana menjemputmu jadi mereka sudah sibuk semua….” Ucapnya, sepertinya dia sedang terburu-buru.

“ciih~, menyebalkan…yasudah cepetan kau selesaikan, setelah itu kau kesini…~~ kalau tidak akan kubunuh kau….” Geramku,

“arrasoo Yoori-ahh, sudah ya….” Akhirnya sambungan telefonpun terputus. Aku yang masih berdiri di depan gerbang Stasiunpun beranjak mencari tempat menunggu disisi gerbang.

Aku amati sekeliling, tidak banyak orang disini. Hanya ada pedagang dan beberapa orang, akupun menyimpan keduatanganku dibalik jaket yang kukenakan. Suasana dingin semakin mengeruak menghantam(?) tubuhku. Aku tahu, inikanmendekati musim dingin.

1 jam….

 

2 jam….

 

3 jam….

Aku kembali mengosokan tanganku, dan meniupkan nafasku ketelapak tanganku yang semakin mengkaku. Tapi sudah beberapa menit yang lalu aku merasa ada seseorang yang memperhatikanku, aku mencoba memberanikan menoleh kearah samping.

 

*hening*

 

Adaseorang namja yang terang-terangan menatapku, tatapan matanya begitu tajam dan detik berikutnya dia tersenyum kearahku. Senyumannya manis, wajahnya juga tampan tapi justru aku merasa aneh, kenapa dia bisa bersikap seperti itu kepadaku yang notabenenya belum dikenal olehnya. “dasar cowo-cowo suka tebarpesona” desisku.

Akupun segera membalikan wajahku, enggan menatap namja asing lama-lama. Baru aku hendak mengeluarkan ponselku, seperti ada yang mendekat kearahku. Aku jadi takut, apa ada yang berniat jahat kepadaku. Akupun segera bangun dan beranjak meninggalkan tempat itu.

Aku melihat namja itu mengikutiku, mau apa sebenarnya orang itu. Aku semakin mempercepat langkahku. Hingga tak sadar aku menabrak seseorang.

“aiishhh, hati-hati donkk….” Omel orang yang kutabrak tadi.

“mianhae…jeongmal mianhae….” Ucapku sambil membungkuk kearahnya.

“Yoori-ahh, kau sedang apa disini….” Ucap orang itu, membuatku langsung menatapnya.

“Jonghunnnn~~….” Teriakku sambil berhambur(?) kepelukannya, aku bisa bernafas lega karena bertemu dengannya.

“ada apa? Kenapa kau disini?” tanyanya beruntun tapi aku hiraukan karena aku masih tidak tenang karena orang aneh itu.

“kau belum dijemput Hongki??” tanyanya, aku hanya mengangguk pelan.

“wahh, bener-bener nih anak…kemarin dia yang minta jemput kamu…sekarang dia tidak datang….” Gerutu Jonghun, aku perlahan melepaskan pelukanku.

“biar ku telfon dia….” Jonghun bersiap menelfon Hongki, tapi aku langsung mencegahnya.

“tidak usahlah Jonghun-ah, akukanbaik-baik saja….dan sekarang sudah ada kau….” Kataku sambil tersenyum kearahnya.

“tapi Yoori-ahh….” Ucapan Jonghun terpotong karena ada suara motor yang berhenti tidak jauh dari tempat aku dan Jonghun berada.

“Hongki-ah??” ucapku, dia melepas helmnya dan senyuman lebar terkembang di wajahnya. Seperti tidak terjadi apa-apa, sebenarnya aku kesal sekali kepadanya. Tapi karena kejadian tadi emosi itu menguap begitu saja, tapi justru sekarang aku malas melihatnya.

“Yoori-ah, mianhae aku telat…tadi benar-benar tidak bisa ditinggal….” Jelasnya,

“Jonghun-ah, lebih baik sekarang kita pulang aja yuk…disini dingin sekali….” Ajakku sambil menarik Jonghun pergi, aku tidak pedulikan tatapan bingung Hongki.

“heii..~..heii~~ kalian mau kemana??” teriak hongki, tapi aku dan Jonghun menghiraukannya.

 

===

#Rumah kediaman keluarga Song….

 

Aku dan Jonghun sudah tiba dirumah, tepatnya ini adalah rumah keluarga Song. Keluarga yang sudah hampir 15 tahun aku tinggali. Ya, aku tinggal disini setelah ummaku menitipkannya dan pergi keluar negeri. Aku sekarang hanya memiliki umma, appaku meninggal saat usiaku 3 tahun.

Aku sudah menganggap mereka seperti saudara kandungku sendiri, bahkan aku lebih memiliki banyak kenangan dengan Keluarga Song dari pada dengan ummaku sendiri. Entah aku merasa umma membenciku, bahkan sudah hampir 5 tahun aku tidak pernah bertemu dengannya. Terakhir kali umma kesini saat aku kelas 2 SMP. “sedihnya…” batinku.

Tapi itu tidak terlalu ku rasakan karena aku memiliki orang-orang yang menyayangiku disini. Song ahjusii dan Song ahjumma, kemudian 4 sahabat terbaikku. Ya, teman sejak aku kecil, sejak aku tinggal disini.

“kau sudah sampai?? Appa dan Umma sedang pergi ke Busan….” Ucap Senghyun sambil membersihkan gitar-gitar kesayangannya. …**Sahabatku yang pertama, Song Senghyun, dia sudah seperti saudara kandungku sendiri dan keluarganya begitu baik kepadaku. “apa lebih baik aku ganti marga ya jadi Song YooRi…” batinku,*halahgakpenting*

“waduhh, nampaknya kau lelah sekali Yoori-ahh…aku ambilkan minum ya….” Sahut Minwhan. **Sahabatku yang kedua, Choi Minwhan, dia orang yang sangat perhatian kepadaku, “sebenarnya tidak denganku saja seh….” Batinku. Dia itu begitu ramah dan baik hati, pantas banyak sekali yeoja yang mendekatinya.

“neee~~, Gomawo Minan-ah…” ucapku sambil meraih stik drum milik Minhwan..*hobbynya gebukin drum pagi, siang, sore*#gkdaygnnya

“wajahmu pucat, sebenarnya tadi kau kenapa??” Tanya Jonghun yang menatapku tajam. **Sahabatku yang ketiga, Choi Jonghun, kakaknya Minhwan tapi mereka itu Cuma beda 1 tahun dan keluarganya memutuskan untuk menyetarakannya jadi disekolah Minwhan dan Jonghun seangkatan deh. Jonghun lebih pendiam dari yang lain, tapi kalau sudah mengeluarkan senyum mautnya…tidak ada satu yeojapun yang dapat menolak pesonanya.*saahhhh

“tidak ada apa-apa Jonghun….” Jawabku mencoba menenangkannya.

“hallo semuanya…ternyata pada ngumpul disini semua ya….” Sapa Hongki yang baru saja sampai. ….**Sahabatku yang terakhir, namja bodoh dan super aneh, Lee Hongki ,*ditendangmahongstar*. Dia sahabatku yang paling menyebalkan, rasanya aku ingin menelannya hidup-hidup..*berlebihan deh*hehehe. Suka merusak suasana, aku bingung kenapa banyak yeoja yang mau dengan dirinya tapi aku akui saat bersama dengan Hongki kita akan dibuat nyaman bersamanya…*walaupun harus sabar-sabar*

Aku dan Jonghun hanya diam, menghiraukan bocah bodoh yang satu ini. Hingga Minhwan membawa minuman untukku.

“loch, buat aku mana….??” Tanya Hongki, “dasar manusia yang satu ini gak pernah berubah…” batinku.

“kanbaru datang jadi gak dibikinin dehh….” Jawab Minwhan sambil beranjak duduk disampingku, Hongki manyun sambil melirik gelas minumanku.

“minum saja kalau haus….” Ucapku pelan, tapi aku yakin dia juga mendengarnya dan segera saja dia menyambar gelas itu dan meneguknya dalam sekali tegukan.

“haus banget Hong, habis dari mana seh?” Tanya Minwhan, orang yang ditanya sedang asyik mengelap peluh yang membasahi wajahnya.

“iya nieh…tadi ada kegitan dadakan, jadinya aku telat deh jemput Yoorinya…Mianhae Yoori-ahh….” Ucapnya, tapi aku masih malas melihatnya.

“kalau memang begitu kenapa tidak beritahu aku atau Minwhan saja…biar kami yang jemput….” Kata Senghyun sambil meletakan gitarnya.

“katanya kalian sedang sibuk jadinya tidak bisa menjemputku….” Celetukku, Hongki sekarang hanya cengengesan sambil garuk-garuk kepalanya yang ketombean,#kabur

“kami tidak ada kegiatan apa-apa…daritadi juga disini….” Sahut Minwhan, seketika emosiku yang sudah hilang mendadak kembali.

“Hongki~~~…awas ya kau, membuatku menunggu lama…!!!” geramku sambil beranjak mengejarnya, karena dia sudah lari duluan dan hasilnya aku dan Hongki malah kejar-kejaran.

“sini kau, aku ingin mengulitimu~~~…” teriakku,

“Mianhae Yoori-ahh,….” Katanya, yang lain hanya terkekeh melihat tingkahku dan Hongki. Tapi tiba-tiba Hongki berhenti dan akupun menabrak tubuhnya, sekarang Hongki tepat memeluki. Akupun berusaha melepas pelukannya.

“cihh~~, dasar bodoh!!” ucapku sambil memukul kepalanya.

“aishhh…Yoori-ahh, appo….” Rengeknya, aku langsung pergi meninggalkannya. Tidak kupedulikan teriakan-teriaknya.

 

===

#SeoulUniversity Park

 

Ini hari pertama aku dan keempat sahabatku menyandang status sebagai Mahasiswa dan setelah ini kami mungkin akan jarang kumpul-kumpul bersama. Kenapa?? Karena kami akan masuk dalam jurusan yang berbeda-beda, mungkin Jonghun dan Hongki masih satu jurusan…mereka masuk jurusan Music and acting. Kemudian Minwhan dan Senghyun masuk jurusan Music and Art. Sedangkan aku sendirian saja mengambil Managemen Bisnis, ini semua atas permintaan umma tempo hari. Walaupun umma seperti itu, aku tetap menyayangi umma karena dia satu-satunya yang kumiliki.

“hei~~, Yoori-ahh, melamun saja nih,…ayo kekantin….” Ajak Senghyun.

“ne…~kaja!” kataku sambil mengikuti langkahnya. Entah hari ini aku baru bertemu dengan Minwhan dan Senghyun.

“Minan-ah, Jonghun dan Hongki belum datang??” tanyaku,

“sudah, mereka ada dikantin….” Jawabnya, “aishh…mereka pagi-pagi gini dah nongkrong di kantin….” Batinku.

 

#kantinSeoulUniversity

“hei~~ kalian disini…~~” teriak Hongki membuat aku, Minwhan dan Senghyun menoleh kearah sumber suara. Setelah sampai, kami segera bergabung dengan Hongki dan Jonghun.

“kalian lama sekali~~” gerutu Hongki, aku malas berbicara dengannya.

“hei~, Yoori-ah pagi-pagi dah manyun aja…nanti tambah jelek loch…” langsung aja aku lempar dengan tas yang ku bawa.

“aiishhh…appoo…dasar yeoja galak…~” ucap Hongki, “ciihh~~” batinku. Seperti biasa yang lain hanya tertawa melihat tingkahku dan si bodoh Hongki.

“kau jadi masuk jurusan Managemen Bisnis..??” Tanya Jonghun.

“nee~~….” Jawabku,

“yahhh, berarti kita berpisah donk….” Ucap Hongki sambil berancang memelukku segera aku menahannya.

“ne, aku akan bahagia tanpa dirimu Hongki-ahhh….” Kataku sambil terkekeh, Hongki hanya memanyunkan bibirnya.

“sudah…sudah…sebentar lagi masuk…~~ ayoo” ajak Jonghun, kamipun bangkit dan berjalan meninggalkan kantin. Sepanjang perjalanan itu, aku tahu sekali puluhan pasang mata memperhatikan kami. Tapi bagiku hal seperti ini sudah biasa, karena tidak berbeda jauh saat aku SMP, SMA ataupun sekarang.

 

===

Beberapa bulan kemudian…..

#SeoulUniversity Park

 

Sudah hampir beberapa bulan aku menjadi mahasiswa baru, kegiatanku dipenuhi oleh kegiatan kampus. Walaupun seperti itu, kami masih dapat menyempatkan waktu untuk ngumpul-ngumpul bersama. Tapi, hari ini sepertinya aku akan sendirian di kampus, karena Senghyun sedang tidak ada jadwal kuliah, dengan begitu Minwhanpun sama.

Sejak semalam Jonghun dan Hongki tidak ada kabar, mereka menghilang bersama.*dasar JongKi couple*hehehe. Aku menunggu teman ku Park Yuhee, karena jadwal hari ini agak siang.

“itu yang namanya Kwan Yoori….” Aku mendengar seseorang berbisik-bisik dibelakangku, tapi sepertinya volume suaranya terlalu kencang sehingga aku masih dapat mendengar dengan jelas.

“ihhhh, wajahnya biasa saja…kenapa Jonghun mau dekat-dekat dengannya….” Sambung temannya.

“iya, Minwhan juga,huhuhu….”

“Senghyunku juga, ngapain sech yeoja itu nempel-nempel terus….”

“apa lagi Hongki, ihh…centil banget dia ma Hongki….” Kupingku semakin panas mendengar ucapan mereka. Akupun berbalik dan menatap tajam ke arah mereka.

“heeii~~ yeoja-yeoja gak ada kerjaan…mana mau Jonghun, Hongki, Senghyun dan Minwhan suka sama yeoja seperti kalian…yang suka usil dengan orang lain…~~~!” bentakku kemudian aku meninggalkan mereka. “ciihh~~, selalu saja seperti ini…~” akupun berjalan menuju kamar mandi.

 

FLASHBACK

“itu yeojanya…..”

            “cihh, tidak ada apa-apanya denganku….”

            “ayo, kita beri dia pelajaraan…dia tidak pantas dekat-dekat dengan Jonghun, Hongki, Senghyun, dan Minwhan…cihh~~”

            “kajja~~”

Aku hari ini pulang lebih lambat, karena Lee saenim meminta bantuanku. “Apa mereka masih menungguku ya, mana sekolah sudah sepi…??” batinku. Akupun mempercepat langkahku, tapi buku-buku besar yang ku baca sedikit mempersulit langkahku.

Ketika melewati taman belakang, ada sekelompok yeoja yang menghalangi jalanku.

“permisi~~, “ ucapku, tapi mereka hanya diam saja. aku menatap mereka, “kenapa mereka menatapku seperti itu.” Batinku.

“cepat bawa dia…~~” perintah salah satu dari mereka dan akupun ditarik paksa oleh mereka.

“heii~ lepaskan apa mau kalian….” Teriakku, tapi mereka menghiraukannya. Setelah mereka sampai di gudang sekolah mereka melemparkanku ketumpukan kursi yang membuatku tubuh terasa sangat sakit.

“aiishh…appo…” desahku sambil memegang lenganku.

“hei, kau tahu kenapa kita bawa kesini….” Ucap yeoja tinggi dan kurus itu. Tapi aku diam saja.

“kau itu tidak pantas dekat-dekat dengan mereka, kau itu jelek~~” sahut yeoja pendek dan gendut itu.

“cihh~~~” desisku.

“jadi ini semua karena sahabat-sahabatku, harusnya kalian yang ngaca…kalianlah yang tidak pantas….” Bentakku di depan wajah mereka.

“berani sekali yeoja jelek ini~~….”

PLAAAAKK….

Yeoja yang besar dan tinggi seperti moster menamparku, kau tahu betapa sakitnya pipiku. Aishhh…dapat kurasakan ada darah yang keluar dari hidungku. Belum aku mengatakan apapun lagi, mereka sudah menghantam tubuhku, menendang perutku bertubi-tubi.

Darah sudah mengalir dari mulutku, sakit sekali rasanya…. “ tollonngg aku~~~” akupun tidak dapat membuka mataku dan tubuhku tersungkur ke lantai.

“rasakan kau yeoja jelek~~”

BRAAAKK~~

Aku mendengar suara pintu yang terbuka, aku tidak tahu siapa yang datang. Tapi aku berharap mereka akan menolongku.

“apa-apaan ini..!!” bentak suara yang ku kenal. “Hongki-ahh…” batinku.

“Yoori-ahhh…~~” teriak suara yang disusul oleh rangkulan seseorang. “Minan-ah….” Desisku.

“Kalian ini sebagai seorang yeoja tidak pantas berbuat seperti ini…..” aku tahu kali ini Senghyun.

“kalian akan dapat balasannya….” Suara itu, Jonghun. “terima kasih Tuhan kau mengirim mereka…” sedetik kemudian aku sudah tidak sadarkan diri.

FLASHBACK END

 

Setelah kejadian itu, mereka jadi jauh lebih protektif kepadaku dan yeoja-yeoja itu dikeluarkan dari sekolah. *Alhamdulillah*hehehe. Aku keluar dari kamar mandi tetapi seseorang menghalangi jalanku.

Aku terus mencoba keluar tapi malah aku yang didorong sehingga aku kembali masuk dalam kamar mandi.

“aisshhh…apa-apaan kalian…~~” bentakku.

“hei~~, mahasiswa baru jangan belagu dehh…” ucap mereka, perasaan aku tidak punya urusan dengan orang-orang ini.

“siapa ya?? Sudah aku sibuk….” Ucapku sambil beranjak pergi tapi mereka menahanku. Salah satu dari mereka ingin menamparku, segera saja aku menahannya.

“mau apa kau??!” geramku. Terjadi perkelahian antara aku dan mereka, untung Jonghun sudah mengajariku sedikit caranya berkelahi. Tapi, hampir saja salah satu mereka ingin menendangku.

“ada dosen…ada dosen….” Ucap salah satu dari mereka. Merekapun kabur dengan cepat menghilang seperti asap…*geje dah*

Aku mencoba memegang perutku yang sakit, dan mencoba bangkit, setidaknya tidak begitu parah daripada saat SMA dulu. Aku menyeka darah yang keluar dari sudut bibirku. “sepertinya robek deh…” gumamku..*emngnya kertas bisa robek*hoho.

“aku harus bisa menyembunyikan dari mereka….” Ucapku sambil melangkah meninggalkan kamar mandi itu.

 

===

#Lapangan Basket Kampus

 

Pelajaranpun akhirnya berakhir, aku menunggu Yuhee di bawah pohon dekat Lapangan basket sambil melihat mahasiswa-mahasiswa lain yang sedang bermain basket.

“heii~~ melamun saja….” ucap seseorang, akupun langsung menoleh.

“owh, Hongki-ahh…ada Jonghun juga….” Ucapku, sambil tersenyum kearah mereka. Merekapun duduk mengapitku.

“hei tunggu, kenapa wajahmu….” Hongki memegang wajahku dan memgeleng-gelengkannya.

“aishhh, gwenchana….” Ucapku sambil menepis tangannya. “alasan apa yang harus aku berikan pada mereka…” batinku.

“bibirmu kenapa??” tunjuk Jonghun, aku hanya diam mendengar pertanyaan mereka. “kalau aku bilang, …ini tadi aku tidak sengaja nabrak tembok….mereka tidak akan percaya lukanya kan dibibirku….” Batinku. “atau bilang, aku lagi sariawan….” Gumamku dalam hati, memangnya mereka bocah TK apa yang percaya hal itu.

Kamipun diam, karena aku tidak menjawab pertanyaan mereka. Tapi dilihat dari wajah mereka, aku tahu mereka sudah tahu jawabannya.

“kau tidak ada jadwal lagikan….?” Tanya Jonghun, aku hanya mengeleng pelan.

“yaudah ayo kita pulang aja….” Sahut Hongki, kamipun beranjak pergi. tapi ketika aku mencoba bangun, aku merasa kepalaku seperti berputar. Sekeliling terlihat buram. “pasti karena pukulan yang kena pelipisku…” desahku pelan.

Baru selangkah aku berjalan, tubuhku ambruk dan dengan sigap Hongki menahanku. Seketika semuanya berubah gelap, aku masih sadar, masih dapat mendengar apa yang mereka katakan. Tapi tubuhku terlalu lemah.

 

***

#Rumah Senghyun

Hongki dan Jonghun segera membawa Yoori pulang, wajah mereka begitu panic. Minwhan dan Senghyunpun tidak kalah panic melihat kondisi Yoori dan Song ahjumma langsung merawatnya.

“kenapa Yoori bisa pingsan Jonghun-ah….” Tanya Senghyun.

“tidak tahu, Hyunie-ah…tapi yang jelas ada sesuatu yang aneh….” Jawab Jonghun yang langsung dibenarkan oleh Hongki.

“sepertinya kejadian itu terjadi lagi….” Ucap Hongki.

“Yoori dipukuli lagi….” Ucap Minwhan, yang langsung di hadiahi tatapan tajam dari Hongki, Jonghun dan Senghyun.

“jangan kencang-kencang….sepertinya Yoori tidak ingin bercerita kepada kita….” Ujar Hongki.

“pasti dia takut kita khawatir….” Sahut Jonghun.

“berarti kita harus bergantian menjaganya…seperti dulu, lagipula aku suka risih melihat namja-namja itu menatap Yoori seperti itu….” Kata Hongki, yang disetujui oleh Minwhan dan Senghyun.

“oke kalau begitu…kita atur jadwalnya, mulai sekarang kita harus mengantar – jemput Yoori…” jelas Jonghun.

“oke..~~” sahut yang lain bersamaan. Hari ini semuanya akan menginap di rumah Senghyun.

“malam ini kita begadang sambil nonton film yuk…banyak yang baru nih….” Ucap Senghyun sambil menunjukan kaset-kasetnya.

“banyak makanan juga….” Sahut Minwhan, sambil mengeluarkan makanannya.

“seppp dewhh~~…” jawab Hongki. Merekapun memulai menonton film bersama, Yoori yang merasa tergangu dengan suara tertawa mereka keluar dan berjalan menghampiri mereka.

“kalian berisik sekali~~, nonton apa seh??” Tanya Yoori sambil mengucek-ngucek matanya.

“Yoori-ah, kau sudah sadar….” Kata Senghyun, kemudian Minwhanpun menghampiri Yoori.

“kaukanbaru sadar, sudah dikamar saja….” ujar Minwhan sambil memapah Yoori

“Minan-ah, gwenchana aku bisa sendiri…bagaimana aku tidak bangun, tawa kalian itu keras sekali….” Ucap Yoori sambil duduk di antara mereka. Mereka malah cengengesan gak jelas.

“lagi nonton apaan seh??” Tanya Yoori.

“sudah nonton aja, seru tahu….” Ucap Senghyun, Yoori melihat Jonghun dan Hongki yang begitu serius menonton sampai tidak menegurnya.

Merekapun akhirnya begadang bersama.

 

***

 

#SeoulUniversity

 

Hari ini aku dan Jonghun pergi ke kampus bersama, “bukannya mereka hari ini tidak ada jadwal ya….” Gumamku dalam hati. Aku ingin sekali bertanya tapi aku mengurungkan niatku.

Tumben sekali siang-siang seperti ini kampus tetap ramai, karena biasanya jam segini tidak seramai ini. Aku melihat kerumunan orang berkumpul.

“Jonghun-ahh, disana ramai-ramai apa ya….” Kataku sambil menunjuk kerumunan itu.

“aniya, sudah ayo ke kelasmu….” Ucap Jonghun, karena dia tidak suka hal-hal seperti itu.

“ayo kita lihat dulu” rengekku, kalau sudah seperti itu Jonghun tentu akan menurutiku.

“kaja..~” ucapku sambil menarik Jonghun.

 

Setelah sampai, terlihat seorang namja dan beberapa yeoja. “kenapa mereka menonton hal seperti ini…” gumamku, tapi aku terus mengamati namja yang tengah menjadi tontonan itu.

“Hongki-ah,…” desisku.

“Jonghun, itu Hongkikan…sedang apa dia disana….” Ucapku, Jonghun hanya mengangkat bahunya tanda tidak mengetahuinya. Akupun berjalan menghampiri Hongki.

“kalian dengar ya aku itu tidak suka kalian….” Ucap Hongki.

“tapi, tadi kau bilangg~….”

“aku bilang kalian jangan dekati aku lagi….” Potong Hongki dengan volume yang cukup kencang.

“Hongki, kau sedang apa..??” Hongkipun menoleh ke arahku dan tersenyum, aku yang melihat itu seketika merinding melihat senyumannya.

“nahh~~, aku ingin kenalkan kepada kalian…ini kekasihku, jadi jangan kalian dekatin aku lagi, arasso….” Ucap Hongki sambil merangkulku. Aku melihat kearah yeoja-yeoja itu, dan benar saja. yeoja itu yang kemarin menyerangku.

“nee~~, jangan sekali-sekali kalian menganggu Yoori, dia kekasih kami….” Sahut Jonghun yang sudah berada di sampingku dan mengeluarkan senyuman yang sama seperti Hongki. Aku sungguh terkejut mendengar perkataan mereka.

“mereka tidak takut pasarannya turun ya…kenapa mengatakan hal seperti itu didepan umum seperti ini….” Batinku. Tapi aku tahu kenapa mereka berbuat seperti ini, sepertinya aku tidak bisa merahasiakan sesuatu kepada mereka.

“sudah ayo kita pergi….” ajak Jonghun, aku masih kaget dengan mereka. Aku jadi teringat sesuatu, sejak dulu aku berteman dengan mereka, aku tidak pernah melihat mereka dekat dengan seorang yeojapun selain AKU. Aku baru menyadari itu.

 

===

#SeoulUniversity Park

Aku sudah selesai, tidak ada jadwal. Aku bersama dengan Yuhee, teman sekelasku. Dia anaknya sangat baik dan sangat pintar terkadang susah juga mengerti ucapanya.*dasar babo*

“aku ingin mengenalkan kau dengan sahabat-sahabatku….” Ucapku, Yuhee hanya tersenyum mendengarnya. Sepertinya salah satu diantara mereka cocok dengan Yuhee.

“Mianhae Yoori, menunggu lama ya….” Ucap Minwhan, aku langsung mengeleng.

“ani, lagipula ada Yuhee yang menemaniku….” Jawabku.

“jadi Jonghun dan Hongki belum datang….” Kata Senghyun sambil membawa tas gitarnya.

“ne~~…ehh, itu mereka….” Kataku, Jonghun dan Hongki berjalan mendekati kami.

“lama sekali kalian~~….” Ucap Senghyun,

“oya, aku mau kenalkan teman sekelasku kepada kalian, kenalkan…kenalkan…Park Yuhee….” Ucapku semangat.

“Park Yuhee imnida….” Ucap Yuhee sambil membungkuk ke arah mereka.

“Choi Minhwan imnida….”

“Song Senghyun imnida….”

“Choi Jonghun imnida….”

“Lee Hongki imnida….” Ucap mereka, kenapa ekspresi mereka dingin seperti itu. Kalau seperti ini terus bagaimana mereka punya kekasih.

“Yoori-ah, ayo pulang…aku lapar…~~” ucap Hongki, kamipun beranjak meninggalkan kampus bersama. Tapi ketika tiba di parkiran, ada seorang namja menghampiriku.

“annyeong….” Ucapnya, terlihat sekali dia gugup.

“annyeong….” Balasku, aku tersenyum kearahnya.

“Yoori ya??” aku langsung mengangguk kearahnya.

“ini untukmu….~~” ucapnya sambil memberikan amplop pink dan sebuah bingkisan.

“untukku??” kataku sambil menerimanya, tapi namja itu hanya diam saja dan seketika wajahnya berubah pucat. Aku hanya bisa mengerutkan dahiku. “ aneh sekali namja itu….” Batinku.

“aku permisi du.uu..lu Yoor..i akhh….” Ucapnya terbata-bata, kemudian dia lari dengan secepat kilat. *berlebihan*

“aneh sekali….” Ucapku kepada Yuhee, dia hanya geleng-geleng tidak mengerti.

 

###

Disisi lain….

“berani sekali namja itu mendekati Yoori kita~~….” Desis Hongki dengan hawa membunuhnya.

“nee~~….” Jawab Senghyun dan Minwhan.

“sepertinya kita harus lebih mengawasi Yoori…~~” ucap Senghyun dengan senyum yang tidak jauh berbeda dengan Hongki.

“Yoorikanhanya milik kita~~…” sahut Minhwan dengan nada dingin dan matanya yang tajam memandang namja itu. Jonghun tidak mengatakan apapun tapi dia juga membenarkan semua perkataan teman-temannya.

###

Akupun berbalik dan mendapati 4 orang namja yang kelilingi oleh aura hitam..*bahasanya*

“heii~~ kalian kenapa sech??” tanyaku, seketika aura hitam itu menghilang dan yang ada kekehan aneh dari mereka.

“sudah ayo pulang~~” ajakku,

“hei~, kau dapat apa….” Celetuk Hongki sambil merebut bingkisan yang berada ditanganku.

“aishhh…itu punyaku~” teriakku, Hongki langsung membukanya dan ternyata isinya coklat. Hongki langsung saja memakannya, berbagi dengan Senghyun dan Minwhan.

“coklatnya enak~~” ucap Minwhan,

“yasudahlah kalian habiskan saja….” geramku, namun…

“apa ini…??!!” kali ini Jonghun yang mengambilsuratyang kudapat.

“heiii~, itusuratuntukku…” kataku mencoba meraihnya.

“sepertinya tidak penting, masih jaman ya pakesurat….” Ucap Jonghun datar, dan sekarangsuratitu sudah berada di Hongki.

“ya nih, gak penting….” Katanya sambil membuka dan membuatsuratitu berubah bentuk menjadi pesawat-pesawatan dan langsung diterbangkan olehnya.

“aiishhh~~ kalian ini….semua menyebalkan, kalian cemburu ya aku dapat itu….” Ucapku dengan menatapnya mengoda.

“ANDWAEEE..~~~” ucap mereka bersamaan, aku hanya terkekeh dan berjalan bersama Yuhee.

“Yoori-ah, tunggu…” merekapun berlari mengikutiku, *dasar baboooo*

 

-THE END-

NB:

Huaahh, kelar juga nieh FF Primsnya….

Judul’a maksain banget ya,hehehehe*bingungmaujudulinapa*

Buat reader yang udah baca….jangan lupa ya coment dan sarannya….

Ditunggu sekali buat authornya lebih semangat,hohoho

 

Buat coment dan likenya….

Gamsahamnida….^^

 

Twitter:@occie_makie

Author: Occie YeHyuk

 

 

6 thoughts on “Friend Complex

  1. wahhhh
    aku juga mau dikelilinga 4 pangeran tampan#kyaaa
    bikinin sequel bagus nih
    bikinin yah :D
    puppy eyes#ketap ketip*bahasa apa ini*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s