4

Destiny

sekarang part 5, terakhir^^

part sebelumnya, baca disini

 

Destiny

 

Semakin hari hubunganku dengan Taemin semakin membaik. Aku pun merasa menjadi yoja paling bahagia karena ada Taemin yang selalu menemaniku meskipun umur kami berbeda.

Tapi aku tidak peduli. Sejak dulu aku menerimanya sebagai namjachinguku, aku memang tidak pernah mempedulikan statusku sebagai noona. Karena bagiku, cinta itu hanya ada aku dan dia. Bukan umurku, dan umurnya.

***

Minggu malam yang indah adalah ketika aku duduk di jendela kamarku, dan Taemin duduk di jendela kamarnya. Kemudian kami menceritakan kegiatan kami, teman-teman kami, tugas-tugas kami, semuanya, yang terjadi dalam satu minggu. Kami jarang sekali bertemu, tetapi kami selalu menyempatkan waktu ketika minggu malam di jam dan tempat yang sama untuk berdua saja. Seperti saat ini.

“Bagaimana harimu?”

Badannya masih terlihat sedikit lembab karena baru saja selesai mandi. Rambutnya pun dibiarkan basah. “Menyenangkan, noona. Aku bertemu banyak sekali murid training dari daerah yang lain.” jawabnya sambil mengacak-acak rambut basahnya. Sedikit terlihat… seksi.

“Apakah ada yang cantik?”

“Tentu saja cantik semua. Tetapi bagiku noona yang tercantik!”

“Ey… Bohong!” tuduhku. Dia tidak pernah sekali pun mengatakan bahwa aku cantik.

“Ya! Noona itu cantik! Seperti aku…”

Seperti dia? Aku tidak mengerti. “Maksudmu?”

“Noona tidak pernah memperhatikan? Kita itu mirip! Apalagi jika noona tersenyum. Kata orang, jika kita mirip dengan kekasih kita, maka dia adalah jodoh kita.”

Jodoh? Benarkah? Mengapa aku senang mendengarnya mengatakan kita berjodoh? Ah, sepertinya aku akan lebih sering tersenyum setelah ini… Karena kita memang berjodoh…

*** Continue reading