2

Andante Part 2

Tittle               : Andante (part 2)

Author           :  Arina Okladia

Genre                        : Romance & Drama

Main Cast     :           –    Cho Kyuhyun

–         Kwon Ah Rina (fictional)

–         Kim Jong She (fictional)

–         Mir (MBLAQ)

–         Kwon Ji Young (g-dragon)

Support Cast        :   –     Super junior

–          Park Bom

–         Kim Hyun Joong

Leght              : Chapter

Rating            : PG 13

  Continue reading

5

Andante Part 1

Tittle               : Andante (part 1)

Author           :  Arina Okladia

Genre                        : Romance & Drama

Main Cast     :           –    Cho Kyuhyun

–         Kwon Ah Rina (fictional)

–         Leeteuk

–         Kim Jong She (fictional)

–         Mir (MBLAQ)

–         Kwon Ji Young (g-dragon)

Support Cast        :   –     Super junior

–          Sooyoung

Leght              : Chapter

Rating            : PG 13

 

FLASH BACK

5tahun yg lalu

Kwon Ah Rin POV

“Oppa! Aku mau duduk di bangku dekat sungai itu, sangat nyaman bila bisa berdua denganmu saja melihat keindahan sungai itu”

“haha, ayo kita kesana Rina”

Aku dan Ji Young Oppa akhirnya duduk di bangku pink menghadap ke sungai, sambil menunggu matahari terbenam..

“Rina-ah”

“ya, oppa?”

“aku harap kita akan terus bersama… selamanya”

“kita akan slalu bersama slamanya… saranghyeo oppa”

Ji Young oppa mencium keningku..

FLASHBACK END

5tahun sudah aku dan Ji Young oppa tidak bertemu, semenjak dia pindah ke Malaysia.. tapi sampai sekarang aku masih ber-email ria dengannya.

‘klingg’

“wahh ada massage dari Ji Young oppa!” aku yg begitu semangat membuka inbox-ku

From : jiyoungbb@ygent.com

“pagi ini di Malaysia begitu menyebalkan.. aku tidak kebagian sarapan di dorm ini”

Replied to : jiyoungbb@ygent.com

“poor you oppa :p. so? Bagaimana trainee nya? Kau ikut suatu grup boyband atau apa?”

From :  jiyoungbb@ygent.com 

“YG sedang mengerjakan sebuah project boyband.. hmm, kita tunggu saja perkembangannya. Heyy yeoja chingu ku! Kau jangan coba-coba berpaling dariku ya! Awas kau hihi”

Replied to : jiyoungbb@ygent.com

“aku tidak akan meninggalkanmu namja chingu kuuuuu!! :*”

From :  jiyoungbb@ygent.com 

“I’ll belive you okay ;) sudah dulu ya aku  segera di karantina. Sebaiknya kau maklumi kalau aku tidak mengabari mu untuk sementara waktu..  Saranghaeyo J

Replied to : jiyoungbb@ygent.com

“naddo sarangheo oppa J

Ji Young oppa akan memulai masa karantina nya… aku pun sudah tak bias menahan tangis, air mata rind uterus membasahi pipi ku.. “Right!! Ini demi Ji Young oppa! Aku harus mendoakannya bukannya menangisinya! Kwon Ji Young! FIGHTING” kataku dalam hati, perlahan airmata yang tadinya membasahi pipi ku berubah menjadi tekad ku untuk memberi semangat pada Namja chingu-ku yang 5 tahun sudah mendampingi ku disaat sedih maupun senang.

Keesokan Harinya

Kriiinngggg!!! Jam weker berderin sangat kencang

“aaaaahhhh brisikkk!!!! Jam berapa sihhhh!?” gerutuku karena belum mau bernjak dari tempat tidur

“JAM 9!?”

Tanpa mandi, kusambar langsung blazer ber lambang Seiso Academy itu. Oh iya aku bersekolah di Seiso Academy sebuah academy music ternama di Seoul, instrument ku adalah biola.. ya biola yang selama ini menemani ku dalam susah sedih dan membawa ku ke Seiso.

Bergegas aku berlari menuju Seiso, jarak rumah ku hanya 3 blok dari Seiso, untungnya bel berbunyi ber samaan dengan aku yang baru menapakkan kaki ku disini.

“Rina-ah!!” suara cempreng yang familiar pun memanggilku dari jauh

Jong She-ah!”

“kenapa baru datang? Aku menunggu mu dari tadi tauu”

“mianhae..” ucapku sambil memonyongkan bibirku

“oke oke! Ayo ke kelas, kau sudah menyiapkan lagu untuk praktek hari ini?”

“Praktek?-_-“

“jangan bilang kau lupa?-_- oke mungkin mustahil menulis sebuah music sheet dalam waktu 2jam tapi cobalah ke Music Room, banyak lagu-lagu lama yang bisa kau contek”

Tanpa ragu-ragu aku langsung melesat menuju Music Room sampai suatu ketika aku berfikir melupakan sesuatu, aku berbalik badan dan mengucapkan

“Kamsahamnida Jong She-ah!!!”

Dengan kecepatan maksimal aku telah sampai ke Music Room dengan tergopoh-gopoh dan aku mendengar seseorang bernyanyi diiringi petikan gitar.. merdu.. sangat merdu…

“Niga neomu pogosip’eun nalen
Neomu kyeondigi himdeul naleneu
Neoreul saranghanda ipgae maemdola
Honja dasi tto CRYING FOR YOU
Honja dasi tto MISSING FOR YOU
Baby! I love you! I’m waiting for you”

Sejenak ku terhentak saat namja itu menyadari kehadiran ku sedari tadi.

Mianhae.. silahkan lanjutkan apa yang sedang kau lakukan sekarang” ucapku kikuk, ternyata namja itu tampan…sangat tampan.

“ada perlu apa kau kesini?” Tanya nya datar

“aku hanya ingin mencari beberapa music sheet lama untuk ku contek” Rina-ah! Baboya! Untuk apa kau menunjukan kebodohan mu.

“kau bisa pakai sheet-ku” sambil menyodorkan music sheet

“serius?! Aaahh Kamsahamnida… hmm kalau boleh tau siapa nama mu?”

Namja itu sedikit tersentak saat aku memberikan pertanyaan yang menurutku masih dalam batas formal

“Kyu hyun, Cho Kyu Hyun imnida”

“Kim Ah Rina imnida, tapi kau bisa memanggilku Rina”

Namja itu mengangguk tanda mengerti, dia pun langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun, aku pun tersentak dari lamunan ku dan langsung berlatih dengan sheet yang tadi namja itu berikan.. tittlenya “BECAUSE IM STUPID”  aku pun menganalisis sedikit demi sedikit dan ternyata.. brilliant sangat brilliant! Tidak ada satu not pun yang salah! Sangat mudah dimengerti! Music sheet ini membuat biola ku menjadi biola ajaib mengalun sangat indah.. sebenarnya siapa itu Cho Kyuhyun. Aku pun jatuh dalam lamunan ku.

“Kwon Ah Rina!” seonsaengnim pun akhirnya memanggil nama ku di Absen.

“lagu ini berjudul ‘Because I’m Stupid’” kataku mulai memainkan biola ku

Sambil menggesek biolaku pun aku bernyanyi kecil, karena aku sempat mendengar bagian reff dimana Namja itu menyanyikan nya

“Niga neomu pogosip’eun nalen
Neomu kyeondigi himdeul naleneu
Neoreul saranghanda ipgae maemdola
Honja dasi tto CRYING FOR YOU
Honja dasi tto MISSING FOR YOU
Baby! I love you! I’m waiting for you”

Selesai aku mengalunkan lagu itu tapi tiba-tiba seonsaengnim memanggilku kembali

“Kwon Rina, sheet ini karangan siapa?” katanya kagum

“hmm…” gumamku sambil melihat music sheet ini

“Cho Kyuhyun yang membuatnya” serentak aku mengagetkan seisi kelas, aku tidak menghiraukan mereka jadi aku kembali duduk

“hei! Rina-ah!! Kau tidak tau siapa Cho Kyuhyun!?” Jong She bertanya padaku dengan panik

hmm.. tadi aku bertemu dengannya di Music Room, dia sangat tampan tapi aku tidak pernah melihatnya selama aku sekolah si Seiso”

PLETAKK .. sebuah jitakan mendarat di kepalaku

“yeoja-baboya! Dia itu anggota SUPER JUNIOR!! Hello?? SUPER JUNIOR! The evil maknae of SUPER JUNIOR!? Apa kamu tidak pernah nonton tv!?” kata Jong She member penekanan pada kata SUPER JUNIOR

“ADUUHHH!! Sakit! Aku tidak perna dengar itu, apa? Namanya? Super Man?”

“SUPER JUNIOR!! Babo-ya!!”

“lalu jika dia selebritis, kenapa dia ada di Seiso?”

“babo-ya! Kyuhyun appa adalah donator terbesar di Seiso, sebenarnya dia murid sah di Seioso tapi kelasnya sendiri dan dia tidak bergaul dengan murid-murid disini, yaa sesekali teman selebritisnya menemuinya di Seiso..hihi seperti Mir oppa”

“HAH!!? Mir!! MBLAQ kan!!!? Aaaaa saranghaeyo Mir oppa!!!”

“babo babo babo!!! Giliran Mir tau masa SJ gaktau, heh tapi jangan lupakan Ji Young mu itu, sudah 7bulan tidak memberimu kabar, sebaiknya kau putus saja dengannya”

“sudah kubilang dia itu sibuk, Jong She.. cepat atau lambat dia pasti akan mengirimi ku e-mail lagi”

“yehh kepala batu!! Yasudah lebih baik kita makan! Aku yang traktir!!” kata Jong She penuh semangat.

Perjalanan aku dan Jong She pun terhenti saat kerumunan ramai pun menarik perhatian kami di Live Room, oh iya perlu ku beritahu Seiso memiliki fasilitas yang sangat lengkap yang membuatku bangga bersekolah disini.

Dari kejauhan kulihat…. MIR OPPA! Aihhhh Namja ini sangat tampan, tapi bukan hanya ada Mir oppa seorang, ada semua anggota Super Junior termaksud dia… Cho Kyuhyun.

Dari sumber yang kudengar Mir oppa memang deka dengan anggota SJ dia yang membuat sebagian komposisi lagu SJ.. wahh Mir oppa hebat!

Sooyoung ketua Radio Seiso pun telah membuka acara..

“yak! Kali ini kita sudah bersama SJ + Mir! Mereka akan jamming-jamming sama kita nih akustikan selama 1jam kedepan yak ini dia.. Bonamana acoustic version”

Super junior pun mulai mempersiapkan Mic mereka masing-masing sedangkan Mir yang sudah siap dengan gitarnya member aba-aba untuk memulai

“….Bounce to you, bounce to you,
Nae gaseumeun neol janghae jabil sudo
Eobseul mankeum ddwigo itneungeol
Break it down to you, down to you,
Nae gaseumi neo, neol gajji
Motandamyeon meomchul georanda”

Suara mereka merdu…..sangat merdu.. apalagi ditambah petikan gitar Mir oppa yang lembut menyesuaikan dengan suara mereka.

Tapi satu sumber suara membuatku terhentak

“How to keep loving you?
Naega jinjja nege jaralge idaero nal sseogyeo dujima”

Selain lirik yang dalam, suara orang yang menyanyikannya membuatku hanyut.. yap dialah Cho Kyuhyun pemilik suara dewa itu

Mereka pun berlanjut ke lagu berikutnya.. sampai akhirnya live session itu pun selesai, beberapa siswi tidak melewatkan kesempatan berfoto dengan para member, aku lebih memilih ke central park menyegarkan diri sedikit.

Mendamaikan diri… melepas semua rasa rindu kepada Ji Young oppa walau sebenarnya tidak akan pernah bisa terhapuskan, aku mulai mengayunkan tangan, menggesek biolaku.. menumpahkan seluruh perasaan ku, dan tanpa sadar lagu yang mengalun adalah “Because I’m Stupid” ciptaan Cho Kyuhyun.. pernah kubilang kalau aku memainkan lagu itu. Biola ku terasa seperti megayun sendiri.. sangat merdu.. dan aku sadar dari tadi ada seorang namja yang memperhatikanku dari kejauhan dan wajahnya terasa sangat familiar di mata ku, jantungku mau copot saking tidak percaya nya.. MIR OPPA MEMPERHATIKAN KU!!!

“mm..eh..mm” aku tergagap melihatnya sekarang

“eh? Hehe silahkan lanjutkan permainan mu bagus kok. Mian aku telah mengganggumu” ucapnya sambil mendekatiku.. AAA DIA MENDEKATIKU!

“boleh kan aku duduk disini?” ucapnya sambil duduk di depanku

“Bang Chul Yong imnida, kau bisa panggil aku Mir hehe” lucunya dia selalu terkekeh pada saat dia berbicara

“hmm a-a-ku tau kok..” jawabku sangat gugup

“hah? Kau tau dari mana?”

“a-a-a-aku seorang Mi-miracle” jawabku tergagap, aihh Rina babo-ya!

“hihi jarang sekali ada Miracle, sebagian besar siswi disini kan ELF.. pantas saja kau dari tadi memperhatikanku bukan anak-anak SJ hihi”

Wajahku merah padam tak sanggup menanggung malu, tapi ternyata Mir oppa dari tadi memperhatikan ku! KYAAAA senangnyaaa XD

“nama mu siapa? Hihi” tanyanya

“mm.. Kwon Ah Rina imnida, tapi kau bisa memanggilku Rina”

“hiihi Rina nomu yeppo”

TBC

15

Away #2

Away #2

Rumah sedang kosong. Tidak kutemukan satu orang pun di dalamnya. Setelah meletakkan komik di meja Mir, segera aku terbang menuju studio tempat MBLAQ biasa berlatih. Seungho pasti ada di sana bersama Cheondung dan Byunghee.

Kuintip ruang latihan MBLAQ, memastikan apakah aman masuk ke dalam sana. Masih ingat ‘tragedi kamar Seungho’ bukan? Aku tidak mau hal itu terjadi lagi. Sebenarnya saat itu aku tidak melihat ‘itu’. Aku berani bersumpah. Yang kulihat saat itu hanya…

Ah! Lupakan saja!

Di sana, duduk di kursi sebuah piano. Sendirian, sambil sesekali melihat kertas di depannya. Sebuah nada sederhana mengalun merdu memenuhi ruangan yang kosong tanpa seorang pun kecuali dia. Melodi yang sangat indah.

Dia, Yang Seungho. Seseorang yang duduk di kursi sebuah piano tersebut.

Baru kali ini aku melihatnya bermain piano. Benar-benar seperti seorang pemain yang andal. Jari-jarinya menari di atas tuts berwarna hitam putih tersebut dengan lincah. Aura bintangnya terpancar. Seolah-olah dia ingin mengatakan bahwa dialah Leader MBLAQ, Yang Seungho.

Dan, dia sangat tampan dan keren.

Tanpa kusadari aku sudah berada di depannya. “Mosshita…” gumamku.

Seungho berhenti memainkan pianonya. “Saki? Bukankah kau sedang bersama Cheolyong?”

Aku tersadar. Segera aku duduk di sebelahnya, kemudian mengambil kertas partitur di depannya. “Dia sedang piket.” Kubaca sekilas kertas partitur tersebut. Sad Memories… Bukankah ini lagu yang dibuatnya beberapa hari yang lalu?

“Tidak membantunya?”

Aku menggeleng. “Ya! Seungho-ssi!” Aku mengembalikan kertas partitur tersebut. “Mengapa kau tidak mengatakan kau bisa bermain piano?”

Seungho tersenyum, kemudian mulai memainkan piano dari awal lagu. “Apakah itu penting?”

Aku menatapnya tajam. Selalu saja begitu. Beberapa bulan sudah aku menjadi dewa pelindungnya. Tetapi dia tetap seperti itu, tidak berubah sama sekali. Tidak pernah sepaham denganku, sedikit pun!

“Saki… Apakah kau dulu seorang manusia juga?”

“Tentu!”

“Lalu bagaimana bisa menjadi dewa pelindung?”

Continue reading

13

Away #1

selamat puasa~~~ selamat puasa~~~

mohon maaf jika L~ banyak salah~~~

happy reading, special for A+, love ya all ^^

Away #1

 

“Fujioka Saki. Sudah saatnya kau turun ke bumi untuk menjadi dewa pelindung…”

***

Bug.

Tubuhku terjatuh dekat pintu sebuah apartemen. Benar-benar pendaratan yang buruk. “Eh? Dimana ini?” Aku melihat sekelilingku. Di dekat pintu tersebut terdapat beberapa tulisan huruf berbentuk sedikit aneh. Aku mendekatinya untuk memastikan. “Hangul?”

“Ne, hyung…” kata seseorang di dalam sana. Tiba-tiba pintu dibuka. “Omo! Nuguseyo? Mengapa ada di depan dorm kami?”

Aku mematung. Terkejut karena orang tersebut bisa melihatku. “Kau bisa melihatku?”

Orang di depanku sedikit bingung. “Jogi… Aku tidak berbicara bahasa Jepang…”

Ternyata benar, aku memang berada di Korea. “Ah, maaf. Apakah kau bisa melihatku?” tanyaku. Kali ini aku berbicara dengan menggunakan bahasa Korea.

“Tentu saja!”

“Andwae…” lagi-lagi aku terkejut. Mengapa aku dikirim ke Korea? Bukankah sensei sudah berjanji untuk mengirimku kembali ke Osaka?

“Eh? Aneh sekali yoja ini… Sudahlah aku sudah terlambat ke sekolah.” Katanya, kemudian pergi meninggalkanku yang masih mematung.

“Nuguseyo?”

Aku menoleh. Kali ini seorang namja sedikit chubby sedang menatapku tajam. “Eh? Kau juga bisa melihatku?”

  Continue reading

12

Rap’s Teacher

Author : Hyuniminnie a.k.a Lee Hyunjin

Title : Rap’s Teacher

Genre : Comedy, Gaje

Author said : gak PD bwt ngepost ni FF cacat. Tapi, berharap kalian suka. Don’t be Silent Reader ok? Yang Silent reader, q doain kamu biar sadar..aminn

****

Disebuah rumah, yg gedeeeee buanget. Hidup seorang cewek yg hobinya ngayal. Namanya Fani. Dia punya bapak namanya Lee Donghae. Sekarang mereka ada disalah satu ruangan yang ada di rumah itu, tepatnya ada di sebelah barat rumah dekat pohon pisang kesayangan Bapak Donghae.

“Nak, kamu ngayalin apa lagi hari ini??” Tanya Donghae pada anakanya yang lagi komat kamit gak jelas sambil tangannya gerak-gerak gak jelas.

“Ihh…Papa gangguin aja deh!! Skarang Fani lagi ngayal ada dipanggung besar, dikelilingin banyak penonton. Seru deh!” cerita Fani heboh. Donghae antusias mendengar cerita anaknya yang paling disayang itu.

”Kamu jadi penyanyi??” tanya Donghae lagi. Tapi Fani malah menggelengkan kepalanya.

”Loh, terus jadi apa? Dancer??” tebakan Donghae salah lagi. ”Terus apa? Masa jadi tukang pel panggung??” Fani memonyongkan bibirnya.

”Papa tega banget. Masa anaknya yang cantik nan imut ini dido’ain jadi tukang pel. Aku tu lagi ngayal jadi rapper. Kan seru tuh!” Donghae manggut-manggut sambil geleng-geleng(?).

”Kamu mau belajar rap gak??” Fani dengan antusias langsung menganggukkan kepalanya. Dia menarik lengan kemeja Donghae.

”Mau banget Pa!! Papa mau ngajarin??” Donghae menggeleng.

”Bukan, nanti Papa cariin gurunya” Donghae mengambil ponselnya.

”SEKARANG!!” pinta Fani didepan telinga Donghae.

”Sakit telinga Papa kalau kamu teriak gitu” Donghae mengusap telinganya.

”Maunya sekarang~~” sekarang Fani meminta sambil ngigitin bajunya Donghae.

”Idih, ni anak. Kayak kucing aja ngigitin baju” Donghae menggelengkan kepalanya.

”Bukan kucing Pa, tapi tikus” koreksi Fani. Donghae hanya tersenyum, dan mulai menyuruh sekertarisnya Siwon untuk mencarikan guru rap untuk Fani.

”Bagus deh kalau kamu tikus, kalau kucing bisa-bisa Papa kamu makan lagi”

 

***

 

”Pak, gurunya sudah datang” lapor Siwon pada Donghae yang lagi asik meratiin anak kesayangannya yang lagi tampil dipanggung, yang pastinya hanya terjadi dialam khayalan anaknya itu aja.

”Oh bagus, suruh dia masuk segera” masuklah seorang cowok tegap dan berwajah sedikit garang. ”Nak, gurunya sudah datang” Fani langsung berdiri dan memperhatikan wajah calon gurunya itu.

”Hm,,namanya siapa??” tanya Fani.

”Nama saya TOP” jawab cowok itu.

“Namanya aneh, coba tunjukin cara rapnya” perintah Fani, Donghae hanya tersenyum melihat audisi dadakan dari anaknya itu.

TOP mulai menunjukkan aksi ngerapnya, dan ekspresi Fani>>>>>

“Kok jadi aneh gitu sih?? Suaranya berat banget” Fani mengubah suaranya seperti suara TOP ngerap.

”Hah??” TOP mengernyitkan alisnya.

”Kalau gitu kamu gak lulus jadi guru anak saya” kata Donghae sambil menyisip tehnya.

”What?? Awas kalian!! Apa kalian tidak tau kalau ibu saya sangat galak??” TOP malah bercucuran air mata.

”Gak! Sudah pergi ah!!” usir Fani enteng. ”SELANJUTNYAA!!!” teriak Siwon setelah TOP meninggalkan rumah dengan bercucuran air matanya.

Selanjutnya masuklah seorang cowok imut yang sebagian wajahnya tertutup oleh rambut.
”Kamu model atau rapper??” tanya Donghae.

”Ah, saya mah rapper Pak. Bukan model” jawab cowok itu.

”Kok rambutmu kayak gitu??” tanya Fani.

”Ini teh salah potong, mba tukang guntingnya kesukaan ngeliatin poto artis Indonesia jadinya modelnya gini deh”

”Serah deh, nama?” tanya Fani lagi.

”Mir”

”Lanjut aja” Mir mulai ngerap, dan ekspresi Fani >>>>>

”Yang kamu omongin tadi apa? Kok kayak lajunya kereta api ya?? Bisa-bisa kalau aku belajar dari kamu bibirku bisa jadi BIMOLI(Bibir Monyong Lima Senti)”

”Gitu ya? Yaudah deh, makasih udah dibolehin masuk kerumah besar ini” Mir malah tersenyum.

”Sebenarnya kamu dapat orang itu darimana??” tanya Donghae pada Siwon.

”Saya nemu di depan rumah lagi nyoba ngintip-ngintip lewat pagar rumah yang tingginya mencapai 5 meter itu, pake loncat lo Pak” jawab Siwon dengan kekaguman yang luar biasa.

”Yaudah Pa, aku terima dia jadi guru maling aku aja!!” Fani tersenyum senang, dan Donghae dan Siwon ternganga lebar mendengar ide dari Fani.

”Hehe” Donghae dan Siwon nyengir.

 

***

 

Sudah hampir sepuluh orang yang dibawa Siwon untuk menjadi guru rap Fani. Mulai dari Minho, Junhyung, Taecyeon, Nickhun, CAP, Dujun, Key, Simon, Kibum, dan yang terakhir..GD.

“Pa, aku mau dia jadi guru aku!!!” Fani histeris.

”GAK!!” tolak Donghae.

”Loh kok gitu?? PAPA!!!!!” teriak Fani di telinga Donghae.

”Skali gak tetap gak!!” Donghae bersikukuh.

”Alasannya apa??” tanya Fani dan GD barengan.

”Dia ngalahin tinggi badan Papa!!” jawab Donghae.

”Apanya, udah pasti sixpack-an Papa, gantengan dia sih. Dan udah jelas lebih tinggi Papa dari pada dia” Fani merengut kesal.

”Nah itu dia~~…dia lebih rendah dari Papa. Papa kan jadi minder” jawab Donghe.

”Apanya yang mau diminderin, kan tinggi Papa?” Fani masih bingung.

”Papa lebih tinggi dari dia, kan gak asik tuh”

”Bapak aneh” tanggap Siwon dan GD barengan.

”Udah deh, kamu gak usah jadi guru aja. Jadi pacar aja ya!!” Fani menggaet tangan GD.

”Iya deh, gapapa. Mending sama kamu..hehe” GD mencubit pipi Fani.

”Ah, kamu bisa aja” Fani menempeleng kepala GD keras. Sampai-sampai cowok itu terpelanting 50 meter(?).

”Trus siapa yang jadi gurunya Fani??” tanya Siwon.

” Yojeum manhi yawin nareul bomyuh chingudeuri marhae. Nuh gateun ae dashi mannajineun mallago marhae. Heundeuruh nohgo ddo woollyuh nohgo~” komat-kamit seseorang dari balik jendela mengalihkan pandangan keempat manusia itu.

Fani langsung tersenyum. ”Dia aja Pa!!” tunjuk Fani.

”Hah??” kaget Donghae melihat perawakan dari cowok yang ditunjuk Fani itu. Baju compang-camping dan topi ala petani dikepalanya sambil megang gunting gede.

”Sonsaengnim!!!!” teriak Fani. Cowok itu melihat kearah suara yang berasal dari cewek cantik dan imut.

”Saya??” tanyanya bingung. Fani mengangguk.

”Namanya siapa??” tanya Siwon.

”Eunhyuk” jawabnya.

”Haha..Eunhyuk Sonsaengnim! Ajarin saya ngerap ya” pinta Fani. Eunhyuk langsung tersenyum.

”Pasti Neng!!” jawabnya.

”Yah~~,,kenapa dia nak!! Dia kan tukang kebun!! Ah kayak nggak ada yang lain aja!!” Donghae histeris lagi.

”Yang penting dia kan lebih tinggi dari Papa” Fani nyengir kuda.

”Yuk kita ngerap bareng!!!!!!!” koor Fani. Dan pada hari itu, di seluruh rumah besar itu diharuskan untuk ngerap atas permintaan putri dari pemiliki ruma, FANI!

“Anakku emang the best+aneh…kkkkk”

END