17

Pra-Married Syndrome 1

 

 

 

 

Tittle:: [SungRi Couple] PMS = Pra Married Syndrom 1 of 2

Author:: IdeaFina a.k.a Jung Yuuri (@ideafina)

Maincast::

  • Yesung Super Junior
  • Jung Yuuri (author)

Support cast::

  • Jung Yunho DBSK
  • Shim Changmin DBSK
  • Cho Kyuhyun Super Junior
  • Kim Ryeowook Super Junior
  • Leeteuk Super Junior
  • Kim Heera (OCs)
  • Lee Reina (OCs)

Genre:: Romance (abal-abal), comedy (maybe?)

Rate:: G

Disclaimer:: This story, Yesung, and Yunho is MINE! >///< Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!\

Continue reading

3

Roses Along the War [4/?]

Title                     : Roses Along the War 4

Author                : Specialshn featuring. Ifasehitte

Length/Genre    : Chaptered/Action, Romance, Friendship

Tags/Casts          : Lee Donghae, Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, OC’s

Disclaimer          : rightfully ours, do not plagiarize. Also published on our blog, specialshin.wordpress.com and ifasheitte.wordpress.com

 

Specialshin and Ifasheitte Proudly Present.

Chapter 4 written by Ifasheitte

***

Sebuah mobil Aston Martin berhenti dengan suara decitan ban yang cukup keras, tapi sang pengemudi tidak kunjung turun dari Aston Martinnya dan tetap didalam. Lalu kaca mobil bagian depan diturunkan, terlihat seorang pria dengan bentuk hidung dan bibir yang hampir sama dengan Hara, pria itu menurunkan kacamatanya, meletakkannya di dashboard.

Kemudian dia menggerakan sesuatu yang mirip headset di telinganya, “ehm.. aku sudah sampai, tolong turun ke bawah. Kurang dari dua menit kau tidak muncul dihadapanku aku akan pulang.” Ucap pria itu lalu menekan tombol kecil pada benda yang menempel ditelinganya.

Pria itu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku nya, psp berwarna hitam. Sambil menungguk Hara datang, pria itu memainkan pspnya.

Beberapa saat kemudian Hara muncul dari balik gerbang besar dan tinggi milik Crazioneer itu, dia menghampiri pria itu kemudian mengambil pspnya dengan paksa.

“aku butuh bantuanmu”

Continue reading

15

Stop the Falling Rain

“You will always have a special place in my heart….”

Sunghee POV

This is legato. You have to play it smoothly,” kataku lembut pada muridku yang sedang memainkan tuts tuts di hadapannya dengan lincah. Jari jarinya menari bebas diatas black and white buttons itu. Menari. Dance. Kata itu selalu mengingatkanku pada sesuatu.

Alice-begitu aku memanggilnya- menyelesaikan permainan dengan memuaskan, menurutku. Alicia Ventresca adalah murid pianoku. Aku mengajar di salah satu sekolah seni di San Diego. Negara ini berbatasan dengan Mexico. Tidak heran Alice adalah seorang gadis berdarah campuran Mexican-American. Umurnya baru menginjak 8 tahun tetapi dia adalah anak kecil tercerdas yang pernah kutemui.

Aku tersenyum dan mengelus rambut emasnya. “You played it perfect sweetie. I don’t think there’s anyone better than you,” kataku memuji membuatnya tersenyum senang,

Aku mengambil tasku, dan mengeluarkan sebatang lolipop yang biasa ku berikan padanya bila berhasil melancarkan suatu lagu dalam waktu kurang dari dua minggu. Alice senang menerimanya. “Thaaanks Autumn,” katanya memanggilku dengan nama inggrisku. Mengapa aku memilih Autumn sebagai nama Englishku? Ada sejarah sendiri untuk itu.

Aku hanya tersenyum, lagi lagi. “You deserve it, for sure.” Kataku membuatnya tersenyum kegirangan. Senyum yang selalu kulihat pada diri seseorang yang seharusnya sudah kulupakan. Senyumnya yang seperti ini kerap kali membuatku teringat padanya.

Aku hendak mengancingkan kembali tasku ketika sebuah benda jatuh menghempas lantai dengan suara kecil. Ah benda itu. Tiba tiba muncul di depan pintu rumahku dan memporak porandakan sebagian dari akal sehatku.

Alice menunduk dan mengambilnya. “Wedding? Hey… this is your  dancer, right?” kata Alice. Gadis hebat. Betapa ia berbicara kepadaku seolah olah dia adalah gadis di usia awal 20. Siapa yang menyangka gadis cerewet ini hanyalah berusia delapan tahun?

So… he is getting married in three days?” katanya lagi. Membuatku menelan ludahku. Aku menunjukkan senyum termanisku kepadanya. “I guess…. He is,”jawabku tercekat enggan mengumbar kelemahanku di depan gadis cilik ini. Continue reading

8

Roses Along the War [3/?]

 

 

Specialshin and Ifasheitte Proudly Present.

Chapter 3 written by Specialshin

 

 

Hara tersenyum melecehkan memandang Revolver Sungmin yang lengkap dengan peredam tersebut mengarah tepat ke keningnya. “Kau tidak akan membunuhku, Lee Sungmin. Kau bilang kau sayang padaku,” ucap Hara santai.

“Sebagai sahabat, ya.” Ucap Sungmin tegas seakan tidak ada yang bisa mengganggu gugat pernyataannya. “Tch…” Hara mendecak sinis. Donghae mendesis memperingatkannya tetapi Hara mengabaikannya.

“Setidaknya title ‘sahabat’ cukup untuk membuatmu tidak membunuhku,” ucap Hara ringan, tidak mengalihkan pandangan meremehkan tetapi waspadanya pada Sungmin. “Kalau kau menyentuh Yoonji, aku akan melakukannya,” ucapnya menarik pelatuk pistol dengan ujung ibu jarinya, menandakan dia serius.

Hara masih meremehkan rupanya. “Atau cepat cepat saja kubunuh dia, siapa tahu kau langsung sadar kalau hidup tanpa dia juga tidak apa apa,” ucapnya mengabaikan peringatan kedua Donghae yang sudah mengenali tatapan berbahaya Sungmin.

“CHO HARA DIAM!” teriak Sungmin diiringi tembakan yang dilepaskannya, sedikit miring ke kiri sehingga berdesing melewati telinga Hara beberapa senti, dan mendarat mulus menembus tembok di belakangnya. Hara terlihat shock sementara Donghae hanya mengangkat kedua bahunya. “Sudah kubilang, kau tidak menurut,” ucapnya ringan.

Hara terlihat emosi. Tidak disangkanya Lee Sungmin berani melakukan itu demi seorang Yoonji. “Tch,” decaknya lagi dan mengeluarkan silver string elastic dari kotak kecil di pinggangnya, dan dengan gesit melemparkan tali itu ke bawah lewat jendela. “Lebih cepat kutemukan jalang itu lebih baik,” katanya sambil melompat turun dan menghilang dari pandangan.

Sungmin terpaku sementara mencoba mencerna apa yang akan dilakukan gadis licik itu pada kekasihnya dan meraih ponsel dengan cepat. “Yoonji, kau dimana!?” katanya terburu buru.

Yoonji terdengar gemetar di ujung sana. “Ani.. aku tidak tahu.. maksudku, tadi ada gadis aneh mengacungkan pistolnya kearahku dan… Donghae

Continue reading

17

Roses Along the War [2/?]

Specialshin and Ifasheitte Proudly Present.

Chapter 2 written by Ifasheitte

 

 

 

“Cho… Hara?”

***

Gadis dengan rambut digelung keatas, pakaian serba hitam dan lengkap dengan kacamata hitamnya itu berjalan mendekat kearah Sungmin dan Donghae, ia menarik kacamata hitamnya terlepas dari wajahnya kemudian melepas ikatan rambutnya sehingga gelungan rambutnya tergerai memperlihatkan rambutnya yang setengah kecoklatan itu tergerai bebas.

Tangan gadis bernama Cho Hara itu tergerak menyentuh bahu Sungmin lalu menggerakannya seolah-olah sedang membersihkan bahu Sungmin, lalu dia tersenyum dibalas oleh tawa kecil dari Sungmin.

“dingin…” Hara menengadahkan kepalanya lalu menatap Sungmin lagi, kali ini tangannya terlepas dari bahu Sungmin dan beralih menggosokkan kedua teapak tangannya sendiri. Donghae dengan cepat menarik tangan Hara, membuat Hara menoleh bingung “apa?”

Donghae menariknya untuk berpindah berdiri dihadapannya lalu melepas  jaket hitamnya dan memakaikannya pada bahu Hara. “begini lebih baik.”

“gomawo…” ucap Hara singkat kemudian menoleh ke arah Sungmin lagi. Kali ini Sungmin yang mengernyit bingung, Hara memang suka memandanginya, mengganggunya, apalagi jika Sungmin sedang menghabiskan waktunya dengan Yoonji, Hara malah semakin  gencar untuk terus mengganggu Sungmin.

“aku sangat menyukaimu.” Ucap Hara enteng sambil terus tersenyum pada Sungmin.

Sungmin dan Donghae yang mendengarnya hanya menghela nafas keras, tapi dalam maksud yang berbeda. Hara memang sudah biasa mengucapkan kata-kata manis pada Sungmin, sampai Sungmin selalu mual jika Hara mengatakannya karena… ya, Sungmin hanya menganggapnya sahabat tidak lebih.

Seperti yang sudah dijelaskan, Sungmin hanya melihat Yoonji. Hatinya sudah didipenuhi oleh Yoonji tanpa secelah pun yang tersisa untuk Hara.

Dan Donghae? Dia juga sudah terbiasa mendengar kata-kata itu yang Hara ucapkan untuk Sungmin, Donghae memang terlihat biasa saja tapi jauh di dalam hatinya ia ingin kata-kata itu tertuju untuknya, bukan untuk Sungmin.

Continue reading