1

Autizz_fam{Crazy}

Author : Hyuniminnie a.k.a Lee Hyunjin

Title : Autizz_fam{Crazy}

Cast : Autizz family

Genre : Gajelas, tentuin aja ndiri..*evilaugh*

Author said : mian lama ngepost. Soalnya, author lagi sibuk bgt. Maklum lah abis ngelahirin, suami gak ada dirumah. Lagi promo*ngelirik Umin*. Silahkan membaca cerita gax jelas ini…hehe

****

“Annyong!!!Appa pulang!!!” sahut Heechul dari luar rumah. Hyunmin segera berlari keluar rumah saat mendengar kalau Appa tercintanya sudah pulang.
“APPA!!!” teriaknya dan langsung memeluk Heechul.
“Kau kangen Appa ya?” tanya Heechul dan Hyunmin hanya menganggukkan kepalanya.
“Yeobo!” panggil Yoomin. Dan langsung memeluk Heechul. “Bagaimana liburannya??” Heechul tersenyum senang.
“Sangat menyenangkan!” jawab Heechul. Sementara Appa yang lain mengangkat koper Heechul*kasian Appa jadi kuli..hahahaha*.

Semuanya masuk kedalam rumah dan Heechul menceritakan pengalamannya selama berlibur di Beijing. Sementara Hyunjin, Hyunwoo, dan Jongmin membongkar tas oleh-oleh yang disiapkan oleh Heechul untuk anak-anaknya*mata anak-anaknya langsung bling2*.
“Appa! Semua ini untuk kami??” tanya Hyunjin.
“Ne, juga untuk adik-adikmu. Oh iya, ini khusus untuk si kembar. Seongra dan Minra” Heechul memberikan sebuah kalung hati*u know what I mean?? Kakakak*
“Hyung!! Nih!” Donghae memberikan Bangshin kepada Heechul. “Lain kali jika kau pergi liburan lagi bawa saja dia! Gara-gara dia aku tidak bisa latihan dengan tenang” Donghae duduk disamping Yoomin sambil memanyunkan bibirnya. Yoomin megusap pipi Donghae dan akhirnya Donghae tersenyum kembali.
“Huh dasar! Bilang aja minta dimanjain” omel Yesung.
“Bilang aja Appa mau” celetuk Jongmin, dan dalam hitungan detik Jongmin sudah menajdi korban kebrutalan Yesung*KDRT!!!!*.
“Udah ah, Yoomin-ah! Jalan-jalan yuk!” ajak Heechul. Yoomin langsung mengangguk setuju, sementara Donghae tersenyum setelah Yoomin membisikkan sesuatu ke telinganya*ehem*.
“Curang! Harusnya Hyunmin diajak juga kan?” Hyunmin ngomel.
“Bukannya kau ada janji untuk belajar bareng dengan Changmin hari ini?” Hyunjin mengingatkan.
“Oh iya, aku lupa!” Hyunmin segera mengambil ponselnya.
“Yoboseo!!”…*bagian Chang-Hyun di skip..hahaha**Hyunmin bawa parang*.
“Jagi! Aku sudah siap, ayo kita berangkat!” Yoomin menarik lengan Heechul dan mereka ngeloyor keluar rumah.
“Onni! Chul Appa sama Eomma mau kemana?” tanya Jiyeon pada Hyunjin.
“Mau bulan madu kali!” jawab Hyunjin asal,dan bangkit dari kubur*nah lho?* maksud saya bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju kamarnya.
“Onni ngasal nih! Trus Ho Appa, Taec Appa, ma Su Appa pada kemana?” tanya Jiyeon lagi, kali ini tidak penting siapa yang menjawab.
“Ke kuburan!!” jawab Jongmin asal. Jiyeon memanyunkan bibirnya, “nie orang serumah kok pada aneh sih?” batinnya*bukannya emang udah pada aneh?**ditimpuk*.
“Yang serius dong!!”
“Lagi ada kerjaan dong anakku sayang” jawab Dongwoon yang entah sejak kapan ada di antara orang-orang aneh itu. Oh iya, saya lupa. Dongwoon sudah tinggal serumah dengan mereka karena beliau sudah resmi menjadi suami dan Appa di keluarga itu*back to the cerita (?)*.
“Owh!!,,Hyunmin onni mau kemana??*nie anak nanya mulu daritadi..ck*.” Jiyeon merasa aneh dengan kelakuan onninya yang biasanya gak pernah seheboh teingnya berdandan sekarang malah beberapa kali melihat kaca, sampai-sampai tu kaca retak*beneran disambit Hyunmin authornya*.
“Hyunwoo oppa!!” Hyunwoo yang sedang asik makan pecel sambil maen laptop sampai tersedak mendengar teriakan keras dari Jiyeon.
“MWOYA!!!” marah Hyunwoo. Dia melambai-lambaikan tangannya meminta bantuan pada saudara kembarnya. Tapi tu kembaran malah asik nempelin poster Suju di dinding rumah (?).
“Sapa suruh makan pecelku!!! Itu kan hadiah dari Seungho!!”
“Hehe…” Hyunwoo hanya nyengir dan meneguk air yang gak tau asalnya dari mana tiba-tiba udah ada di tangannya*pake sulap!!*.
“Semuanya!!! Hyunmin pergi dulu ya…bye2” tu anak main ngeloyor keluar rumah sambil dadah2 ria, dan karena jalan matanya kagak dipake dia nabrak pintu. “Ouchh!!” erangnya sambil mengusap-usap keningnya.
“Gak papa?” tanya Dongwoon. Tersirat wajah kekhawatiran dari wajah pria tampan itu.
“Ne Appa..gak papa kok” Hyunmin tersenyum gaje dan pergi meninggalkan rumah.
“Balikin lagi gak!!” Jiyeon masih mengamuk pada Hyunwoo.
“Mana bisa saeng!! Udah dihancurin nih di sini!!” Hyunwoo menunjuk perutnya yang buncit itu*disambit Hyunwoo*.
“Gak mau tau!! Pokoknya balikin-balikin!!” Jiyeon menghempas-hempaskan kakinya dan merengek-rengek.
“Nih adekku yang satu kok jadi rewel banget sih?? Iya deh, yok kita keluar. Oppa beliin lagi!!” Hyunwoo memengadahkan tangannya pada Donghae.
“Mwo??” tanya Donghae datar.
“Pake nyanya lagi?? Tuh…” Hyunwoo menunjuk Jiyeon yang lagi ngambek.
“Nih…” Donghae malah memberikan Bangshin pada Hyunwoo. Hyunwoo cengo.
“Bukan Bangshin!!!” Hyunwoo mengejar Donghae ke taman belakang.
“Yeon,,kau kenapa??” tanya Jongmin*dia kagak tau apa-apa, karna daritadi sibuk ngurusin poster*.
“Kembaran Oppa tuh!!masa makan pecel aku!!!” lapor Jiyeon. Jongmin cengo, dan tersenyum. Dia berjalan meninggalkan Jiyeon yang lagi nangis meratapi pecelnya yang tinggal sisa-sisa kacang doang.
“Yuk!!” ajak Hyunwoo setelah mendapatkan uang dari Donghae. Jiyeon hanya mengikuti Hyunwoo.
“Woo!! Mau kemana??” tanya Jongmin yang baru keluar dari toilet.
“Beli pecel di warung Mpok Ipah!!” jawab Hyunwoo. “Mau ikut??” sambungnya, Jongmin mengangguk dan berjalan kearah kedua saudaranya.
“Appa!! Kok sepi???” tanya Hyunjin yang barusan turun dari lantai dua kepada Dongwoon satu-satunya orang yang ada diruang keluarga.
“Kamu mau kemana??” tanya Dongwoon balik. Hyunjin menggelengkan kepalanya. “Gak kemana-mana”.
“Bagus deh!!” Dongwoon kembali memusatkan perhatiannya pada televisi yang menyiarkan penampilan 2PM. Hyunjin ngeloyor kedapur, dan menemukan hal yang sangat-sangat mengerikan.
“Yak!! HEEBUM!!!!” teriaknya ketika melihat hal mengerikan itu. Heebum mengguling-gulingkan Ddangkoma bak segulung benang wol.
“WAE??” tanya Yesung yang kaget mendengar teriakan Hyunjin.
“OH NO!!!!” Yesung panik, dengan tingkah lebaynya, dia mengambil Ddangkoma yang sudah tak berdaya karena perlakuan Heebum dan menimang-nimangnya. “HAE!!!” panggilnya. Donghae yang dipanggil pun langsung datang.
“Wae??” tanyanya malas.
“Jagain Heebum nih. Aku mau ngobatin Ddangkoma dulu” Yesung meninggalkan dapur meninggalkan Donghae yang cengo.
“Hyunjin-ah, bantuin Appa jagain Heebum ya??” pinta Donghae. Hyunjin mengambil gelas dan membuka kulkas. Kemudian berjalan kearah Appanya.
“Ogah!!” jawabnya santai, dan ngeloyor ke ruang keluarga mengambil posisi yang enak untuk menonton TV.
“Yah!! Waeyo???” Donghae merengek pada Hyunjin.
“Appa gimana sih?? Aku kan gak bisa nyentuh kucing!!!” Hyunjin bergidik ngeri. Donghae menepuk dahinya. “Appa lupa!!” dia berjalan ke arah dapur dan mengambil Heebum. Dongwoon masih serius menyaksikan TV tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun*serius amat??*.

@Heechul+Yoomin
“Jagi!! Aaaaaa~~” Yoomin menyuruh Heechul membuka mulutnya untuk menyuapkan makanan. Dan direspon baik oleh Heechul.
“Maaf, ini pesanan Anda” seorang namja manis mengantarkan pesanan mereka.
“Mian, tapi kami tidak memesan ini” kata Heechul ramah.
“Yak!! Taemin-ah!! Bukan disitu, kau ini tidak becus. Sudah berapa kali kau salah mengantarkan makanan, hah?” marah manajer restoran itu.
“Mianhae, aku sungguh minta maaf” namja yang bernama Taemin itu membungkukkan badannya.
“Kau kupecat!!” wajah Taemin menjadi pucat mendengar ucapan bosnya itu.
“Tapi, aku harus membayar uang apartemenku!!” Taemin memohon kepada bosnya. Heechul dan Yoomin yang melihatnya menjadi iba.
“Aku tidak peduli!!” orang itu meninggalkan Taemin yang terduduk lemas. Heechul beranjak dari duduknya dan menghampiri Taemin.
“Bisa kita bicara sebentar??” Taemin menganggukkan kepalanya mendengar ajakan Heechul. Yoomin yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan melanjutkan makannya.
Setelah beberapa saat, Heechul kembali dengan merangkul Taemin yang memancarkan senyum cerahnya.
“Annyonghaseyo!! Eomma!!” kalimat Taemin barusan membuat Yoomin tersedak. Dia melihat kearah Heechul meminta penjelasan.
“Mulai sekarang dia anak kita, aku ingin mengangkatnya menjadi Oppa Hyunmin” jawab Heechul, Taemin tersenyum. Yoomin membelalakkan matanya.
“Kau serius jagi??” tanya Yoomin lagi.
“Ya, kasian dia. Harus tinggal sendiri. Appa dan Eommanya meninggal karena kecelakaan beberapa minggu yang lalu” jelas Heechul setengah berbisik. Yoomin tersenyum dan langsung mengusap-usap kepala Taemin.
“Mulai sekarang panggil aku Eomma, ok?” Taemin tersenyum dan mereka memutuskan untuk pulang kerumah. Dan memboyong Taemin tentunya.

@Hyunmin
“Kita mulai belajarnya!!” Changmin memberikan aba-aba.
“Changmin-ah!! Kau simpan dimana tas pink-ku??” teriak Sungmin yang mengganggu acara ‘belajar’ Changmin dan Hyunmin.
“Aishhh,,Hyung!! Aku sedang belajar!!” teriak Changmin tak kalah nyaring.
“Oh!! Maaf, aku tidak tau” Changmin mendengus kesal.
“Kita mulai!!” mereka mulai belajar dengan serius, Changmin menggenggam terus tangan Hyunmin*nie belajar ato pacaran sih?*.
Tanpa mereka sadari, seseorang sedang memperhatikan mereka dengan kesal. Perlahan orang itu mendekati Changmin dan Hyunmin.
“Ehem!!belajar atau pacaran sih?” Changmin dan Hyunmin kaget, dan segera melepaskan genggaman masing-masing.
“Wookie!!”
“Lanjutkan aja, gak papa kok” Ryeowook memonyongkan mulutnya*kek si Taekyoung di YAB*.
“Yak!! Wookie-ah, kau cemburu ya?” goda Changmin. Hyunmin mencubit pinggang Changmin, melihat adegan itu Ryeowook semakin kesal.
“Udah tau, pake nanya lagi!!” katanya kesal dan duduk di sofa. Hyunmin beranjak dari duduknya dan mengambil posisi disamping Ryeowook.
“Jagi,,jangan ngambek dong. Gak ganteng kalo manyun gini..” Hyunmin menyenggol tangan Ryeowook, tapi sama sekali tidak diperdulikan oleh Ryeowook*kacang..hahaha*. Changmin mendekati mereka dan mengambil posisi di samping Hyunmin*Hyunminnya melayang…ck*.
“Biarin!!” jawab Ryeowook ketus seketus-ketusnya (?).
“Yak!! Wookie-ah,,kita kan udah ada perjanjian. Setidaknya kita bisa damai. Appa-Appa Hyunmin aja bisa, masa kita nggak??” kata Changmin dengan santainya. Hyunmin melotot kearah Changmin,.
“Hey,.kalian!!belajar atau ngobrol sih??” tanya Sungmin yang datang sambil nentengin gitarnya. Melihat Ryeowook yang wajahnya ditekuk dan Hyunmin yang lagi ngebujuk tu orang, membuat Sungmin bingung.
“Hyung tolongin dong!! Wookie ngambek lagi..” rengek Changmin.
“Ogah!!aku tidak mau masuk kedalam masalah cinta segitiga kalian. Sudah cukup capek ngurusin Hyunjin yang bawel minta ampun..*me:Min!!Lu minta gw tabok??**min:kan lu yang nyuruh ngomong kek gitu. Di naskah aja cam itu!!**me:emg iya??**min:jagi gw begog nih..**me:(nabok umin pake panci)*. Sungmin langsung ngeloyor keluar, tepatnya halaman depan.
“Wookie!!!” kedua orang itu masih ngebujuk si Ryeowook.

@rumah Autizz
“Gimana?? Udah kenyang??” tanya Dongwoon melihat Jiyeon yang baru datang dengan kedua Oppanya.
“Kenyang dong…” Jiyeon langsung ngeloyor kedapur buat minum.
“Pasti kenyanglah!! Makannya 3 porsi, semuanya diembat!! Aku jadi gak makan apa-apa deh!!” Jongmin menekuk mukanya (?).
“Udahlah hyung!! Gitu aja ngambek,,yang penting kan udah dapet teh esnya..” Hyunwoo mengusap-usap punggung Jongmin agar tenang.
“Duh, Anak Appa kelaperan ya??Tuh dibelakang masih banyak makanan. Sisa si Heebum makan” kata Yesung dengan santainya. Seluruh orang yang ada ruang tengah menahan tawa. Sementara Jongmin semakin menekuk mukanya.
“Udah pulang??” tanya Hyunjin. Ketiganya mengangguk. “Yak!! HYUNWOO!! Siapa yang ngebolehin mainin laptopku?!” Hyunjin menarik laptopnya dan memukulkannya kekepala Hyunwoo.
“Aisshhh,,noona!! Minjam bentar napa?? Gitu aja udah marah!!” Hyunwoo ngomel karena perlakuan Hyunjin.
“Biarin!!”
“Kami pulang!!!” Heechul dan Yoomin masuk ke ruang keluarga. Yoomin mengambil posisi disamping Dongwoon*Appa Hae cemburu loh Eomma!!*
“Oh iya, ada yang ingin aku perkenalkan ke kalian. Masuklah!!” panggil Heechul kepada orang yang masih ada diluar. Beberapa detik kemudian masuklah seorang namja berparas cantik.
“Annyonghaseyo! Lee Taemin imnida..” katanya sambil setengah membungkuk.
“Dia anakku, kakak dari Hyunmin!” Heechul memperkenalkan Taemin.
“TAEMIN??”. “HYUNJIN??” Kedua orang itu kaget.
“Kami pulang!!” ketiga Appa pulang dan langsung duduk di sofa sambil meminum segelas air putih.
“Loh Taemin?? Mau ngajak Hyunjin jalan ya??” tanya Junsu pada Taemin.
“Jalan?? Kau kenal dengannya??” tanya Donghae yang gak tau sejak kapan udah ikut ngumpul.
“Iya,,dia kan yang sering datang kerumah buat ngajakin Hyunjin jalan. Tapi beberapa minggu ini kau tidak kelihatan” Taecyeon membantu menjelaskan.
“Hyung!! Kenapa kau merangkulnya seperti itu?? Apa Hyunjin memilih Taemin untuk menjadi pacarnya??” tanya Junho. Hyunjin membelalakkan matanya.
“Oppa!! Jangan ngasal deh!!” Hyunjin melempar Junho dengan bantal*untung bukan laptop*. Junho mendengus kesal.
“Dia anakku..” jawab Heechul dengan santainya.
“Kita bakal jadi saudara Taemin!! Mulai sekarang aku akan memanggilmu Oppa!!” kata Hyunjin dengan riangnya.
“Tapi aku masih menyukaimu, Hyunjin” kata Taemin didalam hati*duh..duh..aku jadi gak tega ama Taemin..huhu*.
“Selamat datang di keluarga kami!!!” sambut seluruh orang.
“Appa!! Ddangkoma kenapa??” tanya Seongra yang melihat ddangkoma dibaluti oleh perban.
“Pasti abis berantem ama Heebum” celetuk Minra, dan tepat sasaran. Heechul menelan air liurnya melihat tatapan beringas Yesung.
“Kemarikan Bangshin dan Heebum!!” kemudian dia masuk kekamarnya. Menghindari terkaman Yesung*hahaha*.
“YAK!! POSTERKU!!! Kenapa bisa ada disini???” kaget Hyunjin ketika melihat poster Sujunya tertempel dengan rapi di dinding ruang keluarga.
Jongmin menelan air liurnya, dan mencoba untuk berdiri dari duduknya. Setelah berhasil dia langsung kabur menghindari serangan menggenaskan dari Hyunjin.
“JONGMIN!!!!!!!!”

Author said : inilah akhir dari episode ini,,jiahahaha bagus kah, gila kah, atau biasa aja..atau mungkin sama sekali gak bagus..huhu. Episode ini beberapa kali mengalami perubahan akibat mati lampu dan gak kesave…sebenarnya cerita yang awal bagus banget menurutku. Tapi karena bencana alam itu jadi apa adanya seperti ini..*poorme*. Jadi, mohon rate ama koment-nya ya. No Bashing…ok??

Gallery
9

Autizz_fam [Again & Again]

Author : Hyuniminnie a.k.a Lee Hyunjin

Title : Autizz_fam [Again & Again]

Genre : Gajelas banget

Cast : semua keluarga autizz.

Author said : cerita keluarga autis berlanjut!! Oh iya, mau numpang promo*digeplak admin* kunjungi juga Hyunjin’s home ya!!

****

’Ting Tong’
Suara bel rumah berbunyi. Hyunjin segera berlari kearah pintu..
”Sung…” kata-katanya terhenti ketika mengetahui kalau yang datang bukanlah orang yang diharapkannya.
”Annyonghaseyo, benar ini rumahnya Yoomin?” tanya laki-laki itu.
”Benar. Nugu?” Hyunjin balik bertanya.
”Dongwoon imnida” jawabnya.
”Dongwoon?? Umma!!ada tamu!!” teriak Hyunjin. “Silahkan masuk” Hyunjin mempersilahkan laki-laki itu dan segera berlari kedalam.
”Nugu Hyunjin-ah? Oh!!Dongwoon-ah!!” Yoomin kaget ketika melihat Dongwoon ada dihadapannya.
Seluruh orang yang ada dirumah saat itu keluar untuk mengetahui siapa yang bertamu ke rumah mereka pagi-pagi*kompak banget yak ni keluarga?*.
Kelima orang Appa, Hyunjin, Jongmin, Hyunwoo, Hyunmin, Jiyeon, Seongra, dan Minra duduk diruang keluarga setelah mereka melihat siapa tamu itu.
”Onni, siapa dia?” tanya Hyunmin diikuti dengan anggukan Jiyeon.
”I don’t no, dia bilang namanya Dongwoon” jawab Hyunjin yang asik mengutak atik hpnya.
”Noona, kau sedang menunggu siapa?” tanya Jongmin heran.
”Ah, kau Oppa. Seperti tidak tau saja. Pasti Onni sedang menunggu Sungmin Oppa, ya kan?” Hyunmin menyenggol Hyunjin. Hyunjin tersenyum.
”Semuanya!!perkenalkan, ini Dongwoon. Appa kalian yang baru” Yoomin membuat semuanya terkejut.
”Again and again and again…” Junsu, Junho, dan Taecyeon memulai nyanyian mereka.
“Istriku mau kawin lagi…” sambung Yesung dan Donghae.
“Again and again and again…” Junsu, Junho, dan Taecyeon mengulang nyanyian mereka.
“Kami punya Appa baru lagi…” dengan gembiranya Hyunjin, Jongmin, Hyunwoo, Hyunmin, Seongra, dan Minra menyambung nyanyian itu.
“Annyonghaseyo, Dongwoon imnida” Dongwoon memperkenalkan diri.
“Ajussi, ayo bergabung bersama kami!” ajak Hyunjin.
“Yak! Hyunjin-ah, dia lebih muda dariku. Kenapa kau memanggilnya seperti itu?” Junho ngambek.
“Hahaha,,Oppa..sudah Hyunjin bilangkan kalau wajahmu tidak mendukung” Hyunjin menarik tangan Dongwoon untuk duduk bersama mereka semua.
“Aisshh, kau ini. Donghae-ah!!” Junho naik darah.
“Wae??” Donghae menahan tawa.
“Onni, jangan begitu dengan Appaku. Dia itu sangat gentle” puji Jiyeon.
“Jiyeon-ah, kau memang anak yang paling baik” Junho memeluk Jiyeon.
Mereka semua berbincang-bincang*tentunya dengan kegajean mereka,,hahay**digetok yang main*.

‘Ting Tong’
“Biar aku yang buka” teriak Hyunjin, dan segera berlari ke arah pintu dengan semangatnya.
”Duh yang lagi jatuh cinta” ejek Hyunwoo.
”Mwo? Sama siapa?” tanya Donghae.
”Appa gimana sih, masa yang seperti itu nggak tau” Jiyeon menggeleng-gelengkan kepalanya.
”Bukannya nggak tau, yang sering datang kesini buat ngedeketin Hyunjin kan banyak. Jadi Appa bingung” jawab Donghae jujur.
”Siapa-siapa namanya?” tanya Junsu mencoba mengingat-ingat.
”Yang aku ingat sih, Wooyoung, Jaybum, Junki, Taemin, Gikwang,.hah, banyak banget Appa lupa” Taecyeon menyerah.
”Sepertinya dia mengikuti jejak Ummanya” komentar Dongwoon.
”Betul, tapi nggak ngikutin penyakit Ummanya” sambung Yesung.
”Mwo??Aku nggak dengar?” tanya Yoomin.
”Aniyo, jagiya. Hanya sedikit berkomentar” jawab Yesung dengan santainya*padahal dalem ati udah kek disayat-sayat tuh*.
”Annyong!!apa kabar semua?wow, pendatang baru” kata seorang laki-laki dengan gembiranya.
”Ajussi!!” teriak Jongmin sambil berlari memeluk Eunhyuk yang baru datang. Diikuti Hyunmin, Seongra, Minra, dan Jiyeon dibelakangnya.
”Eunhyuk-ah, mana Yeongra?” tanya Donghae.
”Lagi ngambil barang-barang” jawabnya datar.
”Aishh, kau ini. Harusnya kau yang membawa barang-barang itu, kenapa membiarkan istrimu yang membawanya?” Junsu mengomeli Eunhyuk.
”Annyong!!ajumma bawa oleh-oleh!!” teriak Yeongra, dengan dua tas kecil di tangannya.
”Heh..pantas aja Eunhyuk tidak bantu..” Junho tersenyum.
”Makanya, jangan sembarangan nuduh dulu” serangan Eunhyuk menusuk tepat di hati Junsu*hati-hati jatuh cinta Junsunya…haha*
”Hey!!nuguseyo?” tanya Yeongra kepada Dongwoon.
”Ajumma, dia Appa baru kami” Jiyeon memperkenalkan Dongwoon sambil membongkar tas yang dibawa Yeongra.
”Mwo??Onni!!!” teriak Yeongra.
”Yak!Ajussi..kenapa kau yang datang?” ambek Hyunjin.
”Wae? Kau tidak suka Ajussi datang?” Eunhyuk merangkulkan tangannya ke Hyunjin.
”Mandi dulu, bau tau!!” Hyunjin berusaha melepaskan dirinya dari Eunhyuk. Tapi, Eunhyuk sama sekali tidak melepaskannya.
”Ajussi!!!” erang Hyunjin. Semuanya tertawa, melihat kedua orang itu.

’Ting Tong’
”Jongmin-ah, kau saja yang buka pintu” perintah Hyunjin.
”Ye..kau sudah nyerah ya Noona?” tanya Jongmin sambil berjalan menuju pintu.
”Yaiyalah Onni nyerah, abis di samck down sama Ajussi” jawab Hyunmin.
”Pakai jurus apa, Onni?” sambung Jiyeon.
”JURUS BAU!!” teriak mereka berdua bersamaan.
”Yak!!kalian!!!” geram Eunhyuk, dan berlari mengejar kedua gadis itu yang sudah kabur duluan.
Semuanya tertawa, dan yang paling keras tertawa adalah Dongwoon.
”Yak, Dongwoon-ah. Kau sangat diterima dikeluarga ini. Jadi, jangan malu-malu. Biar aku perkenalkan satu-persatu orang-orang yang ada dikeluarga ini, agar kau tidak terlalu canggung, OK?” tawar Junsu. *Junsu Appa baik…^0^*

”Yang pertama, kita mulai dari yang pertama masuk kekeluarga ini..” Junsu memulai, sementara Dongwoon mendengarkan dengan seksama*cieilah bahasaku..ck*
”Jongwoon hyung, kami biasa memanggilnya Yesung. Dia yang pertama..anaknya bernama Jongmin..” Junsu menunjuk Jongmin yang sedang dikerumuni oleh Hyunmin dan Jiyeon agar mereka terhindar dari terkaman Eunhyuk. Dongwoon manggut-manggut*kayak marmut..haha*. ”selanjutnya Donghae, dia bisa dibilang Appa paling berkuasa diantara kami*Appaku is the best..hahaha**digaplok*..anaknya Hyunjin dan juga kembaran Jongmin, Hyunwoo. Mereka kembar, tapi setelah diteliti ternyata Appa mereka berbeda. Untung anakku tidak..” Junsu melihat Hyunjin, dan Hyunwoo yang sedang tertawa disamping Hyunjin. Dongwoon tampak berpikir keras mencerna perkataan Junsu*lemotku beralih ke Dongwoon..hahaha*. ”Yang ketiga Heechul hyung, tapi sekarang beliau tidak ada disini. Sedang liburan ke China*koko~*. Anaknya yang itu..” Junsu menunjuk Hyunmin yang sedang manyun karena Eunhyuk berhasil menangkapnya dan mengeluarkan jurus andalannya*udah pada tau kan?*. ”Namanya Hyunmin. Selanjutnya tentu saja aku. Dan anak kembarku Seongra dan Minra” Junsu menunjuk Seongra dan Minra yang sedang mengubrak abrik isi tas Yeongra. ”Yang kelima, Selanjutnya, Junho. Dia mempunyai anak satu-satunya dan yang pasti paling dia sayang. Jiyeon. Taecyeon. Sampai sekarang dia belum mempunyai momongan” Junsu menunjuk Jiyeon yang sedang membantu Jongmin memakai beberapa pakaian yang ada didalam koper Eunhyuk dan Yeongra. Sekarang gaya Jongmin sudah seperti rapper dengan kalung FD super besar*Saykoji kalah..hahaha*. Dongwoon tertawa melihat kelakuan semua kedua anak itu.

”Oh iya, noona!! Aku lupa! Diluar ada namja, aku lupa namanya siapa” kata Jongmin dengan santainya. Hyunjin langsung berdiri, berlari tapi menabrak Hyunwoo yang masih tertawa.
”Kalau duduk liat-liat dong!” marah Hyunjin.
”Yee..yang ada itu kalau jalan liat-liat!” Hyunwoo manyun.
”Up to you lah…” Hyunjin berlari meninggalkan ruang keluarga dan berlari ke ruang tamu.
“Noona gila tuh!!” Hyunwoo melirik ke Jongmin.
”Gimana rasanya ditubruk*kek kopi aja tubruk..haha* sama Noona??” Jongmin menahan tawanya.
”Sakit bego!! Aku gak mau jatuh cinta kalau seperti ini” Hyunwoo mengusap-usap kepalanya yang kejedot tembok sewaktu ditabrak oleh Hyunjin.
”Wae??” kaget Jongmin.
”Bisa gila!!!” Hyunwoo berjalan menuju taman belakang dengan membawa es batu untuk menghilangkan benjol di kepalanya*malang nian nasib adikku ini..ckck**Hyunwoo:gara2 lu bego!!**aku:masa sih??*..

”Sung…” Hyunjin hendak meneriakkan nama Sungmin, tapi malah orang lain yang ada dihadapannya.
”Halo Hyunjin!!” sapa beberapa namja. Wooyoung, Gikwang, dan Junki. Hyunjin menghela nafas.
“Hai~” jawab Hyunjin lemas.
“Emm,,aku ingin ngajak jalan-jalan. Kau mau kan??” tanya Wooyoung.
”Aku juga!!” sambung Gikwang.
”Me too~” Junki tak mau kalah. Hyunjin memijat-mijat kepalanya, berpikir keras*jiah..gila aja nolak diajak jalan ma 3 namja super cutex ini*
”Tapi~~” baru saja Hyunjin ingin menjawab terdengar suara klakson mobil. Hyunjin tersenyum senang (?). ”Tapi aku sudah ada janji” Hyunjin berlari kedalam mengambil tas dan jaketnya.
”Memangnya yang datang Sungmin hyung ya?” tanya Hyunwoo pada Jongmin. Jongmin menggelengkan kepalanya, dan berlari keluar diikuti oleh Hyunwoo.
”Annyong jagiya! Mian aku telat, tadi ada masalah dengan Ryeowook” Sungmin masuk kedalam rumah dan langsung dipeluk oleh Hyunjin*biar yang lain pada keren, tapi tetep nomor satu mah Umin..hahaha*
”Mian ya~, aku tinggal. Kalau kalian mau jalan-jalan ajak Jongmin dan Hyunwoo aja mereka pasti gak bakal nolak” Jongmin dan Hyunwoo langsung berlari kedalam dan mengambil jaketnya.
”Kalian mau kemana??” tanya Donghae.
”Mau jalan-jalan, diajak kecengan Noona!” jawab Hyunwoo.
”IKUT!!!!” teriak para Appa kecuali Dongwoon. Semuanya berlari keluar.
”Kami siap hyung!” kata Jongmin dan Hyunwoo semangat. Hyunjin tersenyum melihat kedua dongsaengnya mengerti maksudnya.
”Kami juga sudah siap!” para Appa keluar. Ketiga namja itu cengo ngeliat para Appa juga ingin ikut. Hyunjin dan Sungmin tertawa dan berjalan menuju mobil.
”Appa!! Kami pergi ya! Kemungkinan pulangnya akan malam!” teriak Hyunjin. Tapi para Appa sibuk menyusun jadwal kemana mereka akan pergi jalan-jalan. Ketiga namja itu menepuk dahi mereka masing-masing sampai merah.
”Kalian mau kemana?” tanya Yoomin yang berada disamping Dongwoon yang memeluk pinggangnya.
”Mau ja…” Donghae mengehentikan kalimatnya ketika melihat posisi Yoomin. ”ehem..mau jalan-jalan. Daripada dirumah! Bikin panas aja!” lanjut Donghae sambil mengalihkan pandangannya kearah Hyunwoo. Ia menarik namja itu dan memeluknya.
”Appa waeyo??” tanya Hyunwoo. Tapi Donghae tidak menjawabnya*suit..suit, cemburu nie*
Junsu memberikan kode kepada Dongwoon, menandakan kalau sang penguasa sudah mulai ngambek. Dengan cepat Dongwoon mengerti dan melepaskan pelukannya.
”Jagiya~~” Yoomin menggandeng tangan Donghae, dan mencium pipinya.
”Ih, Umma!!kalau mau bermesra-mesraan jangan disini!” marah Hyunmin yang baru datang, diikuti beberapa saudarinya dibelakang.
”Oppa! Mau kemana?” tanya Minra pada Jongmin.
”Hyung mau ngajak jalan-jalan! Kalian mau ikut??” jawab Jongmin dan menunjuk ketiga namja yang kepalanya sudah hampir menyentuh tanah.
”IKUT!!!!!!” teriak semuanya.
”Ya sudah, ayo siap-siap!! Para Appa dimobil Dongwoon, kalian semua naik mobil siapa aja terserah deh!” koor Yoomin.
”Ne Umma!!” jawab semuanya.
”Trus Umma dengan siapa??” tanya Seongra.
”Dengan Donghae Appa,.” jawab Yoomin sambil tersenyum kearah Donghae. Dan Donghae langsung tersenyum puas. Para Appa hanya geleng-geleng, dan Dongwoon memanyunkan mulutnya*gini nih kalo magnae..ck*. Junho langsung menarik Dongwoon untuk masuk kemobilnya. Jongmin dan saudara-saudaranya menarik ketiga namja itu.

”KELUARGA INI MEMANG ANEH!!!!” teriak Wooyoung, Gikwang, dan Junki bersamaan.
”Tapi kenapa kita bisa menyukainya ya??” tanya Gikwang. Wooyoung dan Junki terdiam. Lamunan mereka terhenti ketika semua keluarga itu menarik mereka.
”HUAAAAAA!!!!!” mereka bertiga berlari mengelilingi rumah dan para keluarga autis itu mengejar mereka.

”Jagiya~, kita jalan berdua aja ya” Donghae dan Yoomin sudah didalam mobil tanpa meperdulikan keadaan diluar. Yoomin menganggukkan kepalanya. Donghae menghidupkan mesin mobil, dan Yoomin teringat sesuatu.
”Yeobo!!kau tidak bisa menyetir!!” teriak Yoomin, Donghae melongo.

****

Author said :hahaha…mian kalo part yang ini kepanjangan dan geje abis..mian juga buat para pemainnya yo. Aku ceritakan semua yang terjadi pada keluarga kita, tanpa di skip sedikitpun(?)..jiahahaha makin geje aja authornya ini!!,,sudah ah, capek ngetiknya. Kita lanjutin lain kali ya..ANNYONG!!..jangan lupa koment, don’t be silent reader.

Gallery
20

Autizz_fam [Which One That Very Strauge??]

Author : Hyuniminnie a.k.a Lee Hyunjin

Title : Autizz_fam [Which one that very strauge??]

Genre : tentuin aja ndiri, yg jelas nie cerita sangat2 tidak jelas*ditimpuk reader*

Cast : yang pastinya Autizz family

Author said : Sekarang kita bercerita tentang kisah sebuah keluarga yang sedikit aneh,.mengapa dibilang aneh? Baca saja dulu, maka kalian akan mengerti..hehe..Sok dinikmatin..bukan makanan ya..tapi ceritanya, kalau mau sambil makan juga boleh..tapi makanannya dari anda sendiri..*ditimpuk raeder*

<<AUTIZZZZ>>

”Yoomin-ah!!aku pergi dulu ya!!” teriak Yesung.
”Hyung, tunggu aku! Yoomin-ah, aku pergi dulu ya!!” teriak Donghae tak kalah nyaring.
”Appa!!kalau pulang bawa makanan ya” kata Hyunjin manja kepada Donghae.
”Minta beliin sama Appa Junsu aja ya, Appa pulang malam hari ini” jawab Donghae. Hyunjin menatap Appanya yang lain yaitu Junsu.
”Appa hanya dirumah hari ini, tidak kemana-mana” jawab Junsu, ketika menyadari Hyunjin menatap kearahnya.
”Sudah, biar Appa Yesung yang belikan” Yesung membuat Hyunjin tersenyum.
”Appa!kalau Noona dibeliin, Jongmin juga dong” pinta Jongmin pada Appanya. Yesung mengangguk mengiyakan.
”Kalian berdua, kapan mau berangkat?udah terlambat tuh” kata Yoomin tiba-tiba.
”Umma!!mau dibeliin makanan gak?aku dan Noona udah pesan dengan Appa Yesung” kata Jongmin. ”Jangan minta sama Appa Donghae, dia pelit” sambungnya.
’PLETAKK’ sebuah buku mendarat tepat dikepala Jongmin.
”Apa kau bilang? Appaku pelit?” teriak Hyunjin.
”Memang iya kan?” Jongmin melempar balik buku itu, dan terjadilah perang buku antara Hyunjin dan Jongmin.
Sementara kedua Appa mereka sudah kabur duluan karena takut terlambat.
”Hyunjin-ah, Jongmin-ah!!hentikan!!buku Appa sudah hancur tau!” teriak Taecyeon.
”Noona duluan Appa” Jongmin melas.
”Tidak perduli siapa yang duluan. Cepat bereskan!” perintah Taecyeon. Kedua kakak beradik itu segera menurutinya.

”Noona, menurutmu aneh mana, Appa Yesung atau Appa Donghae?” tanya Jongmin setelah mereka selesai membereskan buku-buku milik Taecyeon yang berserakan akibat ulah mereka.
”Tentu saja Appa Yesung, anaknya aja aneh” jawab Hyunjin.
”Iiihh, maksudmu aku aneh? Yang aneh itu Appa Donghae, selain aneh dia juga pelit” Jongmin naik darah.
”Aku tidak mau dimarahi oleh Appa lagi. Lebih baik kita tanyakan kepada seluruh orang yang ada dirumah ini. Appamu atau Appaku yang aneh” Hyunjin memberi usul.
Kedua kakak beradik itu melancarkan misinya. Dimulai dari Ummanya, Yoomin.
”Umma, menurutmu aneh mana?Appa Yesung atau Appa Donghae?” tanya mereka berdua.
”Dua-duanya. Kalau tidak aneh bukan Appa kalian” jawab Yoomin singkat dan jelas. Keduanya saling pandang-memandang. Dan mereka segera berlari ke taman dan mendapatkan Appa mereka yang lain, Junho.
”Oppa, anehan mana..Appa Yesung atau Appa Donghae” kata Hyunjin membuat Junhotersentak.
”Hey, aku Appamu. Seenaknya saja memanggilku seperti itu” ambek Junho.
”Wajahmu sama sekali tak mendukung” jawab Hyunjin dan segera berlari meninggalkan Junho yang kesal, dan tak lupa ia menarik Jongmin.
”HYUNJIN!!!!”
Mereka berlari ke dapur dan mendapati Junsu yang sedang minum.
”Appa!!” teriak mereka berdua.
”Yak! Kalian membuatku tersedak” Junsu memukul-mukul dadanya yang sakit.
”Mianhae Appa”
”Ne, gwenchana. Ada apa?” kedua kakak beradik itu menanyakan hal yang sama. Dan jawabannya adalah…
”Semua Appa kalian itu aneh. Kecuali Appa,.hehe” Hyunjin dan Jongmin menghela nafas.
”HYUNJIN!!!” teriak Junho yang masih mencari kedua anak itu.
”Jongmin-ah. Kabur!!!” mereka berdua kembali berlari meninggalkan Junsu yang masih nyengir-nyengir.*Junsu emang nggak aneh, tapi sarap…hahaha…**Lari!!!Yoomin bawa panci!!*

Sampailah mereka ditempat Taecyeon berada.
”Hah, Appa….” kata mereka terengah-engah.
”Kalian kenapa sih, kok kelihatan capek banget?” tanya Taecyeon khawatir.
”Menghindar dari terkaman monster baby face, Appa” jawab Jongmin yang membuat Hyunjin tertawa.
”Ha?? Sudahlah, kenapa mencariku?” kedua anak itu menanyakan hal yang sama. Dan jawaban Taecyeon adalah..
”Yang aneh itu Umma kalian” tiba-tiba…
”Yak! Apa kau bilang?” tanya Umma mereka.
”Yoomin-ah” kaget Taecyeon.
”Noona, lebih baik kita pergi” ajak Jongmin. Sekali lagi mereka tidak mendapatkan jawaban yang pasti.

”Yoomin-ah, Hyung!!apa aku tidak cocok jadi Appa?” tanya Junho melas.
”Heh??” Taecyeon dan Yoomin bingung.
”Aku bukan ’Oppa atau Hyung’,,aku kan Appa mereka” sambung Jonho, dan sekarang hampir menangis.
”Yak! Taecyeon-ah, apa yang kau lakukan? Kenapa Junho sampai seperti ini?” tanya Junsu khawatir dan segera mengambil posisi tepat disamping Junho.
”Hyung! Aku bukan ’Oppa atau Hyung’ kan?” rengek Junho. Junsu menjadi bingung dengan yang dikatakan Junho berulang-ulang kali itu.
Sementara Hyunjin dan Jongmin yang memperhatikan tingkah Appa mereka yang satu itu menjadi bingung.
”Noona, sepertinya yang aneh itu bukan kedua Appa kita. Melainkan Appa Junho” Jongmin memberikan pendapat.
”Kau benar Jongmin-ah…” Minhae mengangguk setuju.

<<AUTIZZZZ>>

Author said : Sekian dulu ceritanya yo…kita lanjutin cerita-cerita keluarga yang aneh ini nanti,,kalau ada yang mau ditanyakan, silahkan tinggalkan pertanyaan itu di forum komentar..Di part yg pertama ini castnya belum keluar semua. Dan sedikit bocoran, cast dicerita keluarga tidak jelas ini sangaaaaattttt buanyak..hehe

KAMSAHAMNIDA…^0^

12

Rap’s Teacher

Author : Hyuniminnie a.k.a Lee Hyunjin

Title : Rap’s Teacher

Genre : Comedy, Gaje

Author said : gak PD bwt ngepost ni FF cacat. Tapi, berharap kalian suka. Don’t be Silent Reader ok? Yang Silent reader, q doain kamu biar sadar..aminn

****

Disebuah rumah, yg gedeeeee buanget. Hidup seorang cewek yg hobinya ngayal. Namanya Fani. Dia punya bapak namanya Lee Donghae. Sekarang mereka ada disalah satu ruangan yang ada di rumah itu, tepatnya ada di sebelah barat rumah dekat pohon pisang kesayangan Bapak Donghae.

“Nak, kamu ngayalin apa lagi hari ini??” Tanya Donghae pada anakanya yang lagi komat kamit gak jelas sambil tangannya gerak-gerak gak jelas.

“Ihh…Papa gangguin aja deh!! Skarang Fani lagi ngayal ada dipanggung besar, dikelilingin banyak penonton. Seru deh!” cerita Fani heboh. Donghae antusias mendengar cerita anaknya yang paling disayang itu.

”Kamu jadi penyanyi??” tanya Donghae lagi. Tapi Fani malah menggelengkan kepalanya.

”Loh, terus jadi apa? Dancer??” tebakan Donghae salah lagi. ”Terus apa? Masa jadi tukang pel panggung??” Fani memonyongkan bibirnya.

”Papa tega banget. Masa anaknya yang cantik nan imut ini dido’ain jadi tukang pel. Aku tu lagi ngayal jadi rapper. Kan seru tuh!” Donghae manggut-manggut sambil geleng-geleng(?).

”Kamu mau belajar rap gak??” Fani dengan antusias langsung menganggukkan kepalanya. Dia menarik lengan kemeja Donghae.

”Mau banget Pa!! Papa mau ngajarin??” Donghae menggeleng.

”Bukan, nanti Papa cariin gurunya” Donghae mengambil ponselnya.

”SEKARANG!!” pinta Fani didepan telinga Donghae.

”Sakit telinga Papa kalau kamu teriak gitu” Donghae mengusap telinganya.

”Maunya sekarang~~” sekarang Fani meminta sambil ngigitin bajunya Donghae.

”Idih, ni anak. Kayak kucing aja ngigitin baju” Donghae menggelengkan kepalanya.

”Bukan kucing Pa, tapi tikus” koreksi Fani. Donghae hanya tersenyum, dan mulai menyuruh sekertarisnya Siwon untuk mencarikan guru rap untuk Fani.

”Bagus deh kalau kamu tikus, kalau kucing bisa-bisa Papa kamu makan lagi”

 

***

 

”Pak, gurunya sudah datang” lapor Siwon pada Donghae yang lagi asik meratiin anak kesayangannya yang lagi tampil dipanggung, yang pastinya hanya terjadi dialam khayalan anaknya itu aja.

”Oh bagus, suruh dia masuk segera” masuklah seorang cowok tegap dan berwajah sedikit garang. ”Nak, gurunya sudah datang” Fani langsung berdiri dan memperhatikan wajah calon gurunya itu.

”Hm,,namanya siapa??” tanya Fani.

”Nama saya TOP” jawab cowok itu.

“Namanya aneh, coba tunjukin cara rapnya” perintah Fani, Donghae hanya tersenyum melihat audisi dadakan dari anaknya itu.

TOP mulai menunjukkan aksi ngerapnya, dan ekspresi Fani>>>>>

“Kok jadi aneh gitu sih?? Suaranya berat banget” Fani mengubah suaranya seperti suara TOP ngerap.

”Hah??” TOP mengernyitkan alisnya.

”Kalau gitu kamu gak lulus jadi guru anak saya” kata Donghae sambil menyisip tehnya.

”What?? Awas kalian!! Apa kalian tidak tau kalau ibu saya sangat galak??” TOP malah bercucuran air mata.

”Gak! Sudah pergi ah!!” usir Fani enteng. ”SELANJUTNYAA!!!” teriak Siwon setelah TOP meninggalkan rumah dengan bercucuran air matanya.

Selanjutnya masuklah seorang cowok imut yang sebagian wajahnya tertutup oleh rambut.
”Kamu model atau rapper??” tanya Donghae.

”Ah, saya mah rapper Pak. Bukan model” jawab cowok itu.

”Kok rambutmu kayak gitu??” tanya Fani.

”Ini teh salah potong, mba tukang guntingnya kesukaan ngeliatin poto artis Indonesia jadinya modelnya gini deh”

”Serah deh, nama?” tanya Fani lagi.

”Mir”

”Lanjut aja” Mir mulai ngerap, dan ekspresi Fani >>>>>

”Yang kamu omongin tadi apa? Kok kayak lajunya kereta api ya?? Bisa-bisa kalau aku belajar dari kamu bibirku bisa jadi BIMOLI(Bibir Monyong Lima Senti)”

”Gitu ya? Yaudah deh, makasih udah dibolehin masuk kerumah besar ini” Mir malah tersenyum.

”Sebenarnya kamu dapat orang itu darimana??” tanya Donghae pada Siwon.

”Saya nemu di depan rumah lagi nyoba ngintip-ngintip lewat pagar rumah yang tingginya mencapai 5 meter itu, pake loncat lo Pak” jawab Siwon dengan kekaguman yang luar biasa.

”Yaudah Pa, aku terima dia jadi guru maling aku aja!!” Fani tersenyum senang, dan Donghae dan Siwon ternganga lebar mendengar ide dari Fani.

”Hehe” Donghae dan Siwon nyengir.

 

***

 

Sudah hampir sepuluh orang yang dibawa Siwon untuk menjadi guru rap Fani. Mulai dari Minho, Junhyung, Taecyeon, Nickhun, CAP, Dujun, Key, Simon, Kibum, dan yang terakhir..GD.

“Pa, aku mau dia jadi guru aku!!!” Fani histeris.

”GAK!!” tolak Donghae.

”Loh kok gitu?? PAPA!!!!!” teriak Fani di telinga Donghae.

”Skali gak tetap gak!!” Donghae bersikukuh.

”Alasannya apa??” tanya Fani dan GD barengan.

”Dia ngalahin tinggi badan Papa!!” jawab Donghae.

”Apanya, udah pasti sixpack-an Papa, gantengan dia sih. Dan udah jelas lebih tinggi Papa dari pada dia” Fani merengut kesal.

”Nah itu dia~~…dia lebih rendah dari Papa. Papa kan jadi minder” jawab Donghe.

”Apanya yang mau diminderin, kan tinggi Papa?” Fani masih bingung.

”Papa lebih tinggi dari dia, kan gak asik tuh”

”Bapak aneh” tanggap Siwon dan GD barengan.

”Udah deh, kamu gak usah jadi guru aja. Jadi pacar aja ya!!” Fani menggaet tangan GD.

”Iya deh, gapapa. Mending sama kamu..hehe” GD mencubit pipi Fani.

”Ah, kamu bisa aja” Fani menempeleng kepala GD keras. Sampai-sampai cowok itu terpelanting 50 meter(?).

”Trus siapa yang jadi gurunya Fani??” tanya Siwon.

” Yojeum manhi yawin nareul bomyuh chingudeuri marhae. Nuh gateun ae dashi mannajineun mallago marhae. Heundeuruh nohgo ddo woollyuh nohgo~” komat-kamit seseorang dari balik jendela mengalihkan pandangan keempat manusia itu.

Fani langsung tersenyum. ”Dia aja Pa!!” tunjuk Fani.

”Hah??” kaget Donghae melihat perawakan dari cowok yang ditunjuk Fani itu. Baju compang-camping dan topi ala petani dikepalanya sambil megang gunting gede.

”Sonsaengnim!!!!” teriak Fani. Cowok itu melihat kearah suara yang berasal dari cewek cantik dan imut.

”Saya??” tanyanya bingung. Fani mengangguk.

”Namanya siapa??” tanya Siwon.

”Eunhyuk” jawabnya.

”Haha..Eunhyuk Sonsaengnim! Ajarin saya ngerap ya” pinta Fani. Eunhyuk langsung tersenyum.

”Pasti Neng!!” jawabnya.

”Yah~~,,kenapa dia nak!! Dia kan tukang kebun!! Ah kayak nggak ada yang lain aja!!” Donghae histeris lagi.

”Yang penting dia kan lebih tinggi dari Papa” Fani nyengir kuda.

”Yuk kita ngerap bareng!!!!!!!” koor Fani. Dan pada hari itu, di seluruh rumah besar itu diharuskan untuk ngerap atas permintaan putri dari pemiliki ruma, FANI!

“Anakku emang the best+aneh…kkkkk”

END

Gallery
16

Jebal, be my girl Kyurin-ah!!

Author said: huahh..udh lama gak post FF, banyak bgt tugasku+ujian tengah semester. Dan sekarang udh selesai, do’ain dpt nilai yg bagus-bagus ya!!. Oh iya, special dedicated for my chingu,,Park Kyurin. Ini FF perdana-ku yg special tuk my bestfriend bersama istrinya yg baru seumur jagung. akhirnya my evil pny istri juga. Jadi gak perlu gangguin aku sama Umin lagi…happy reading chinguu~~

-evilevilevilevil-

“Kyurin-ah, saranghae..” kata Kyuhyun tiba-tiba, saat mereka berdua sedang makan siang di café kampus.

“Mwo? Jinjayo???” Tanya Kyurin enteng, sambil melahap jajangmyoennya.

“Aku serius!!” yakin Kyuhyun.

“Hah, aku harus mengetesmu dulu” Kyurin beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan Kyuhyun yang sedang melongo.

“MWO? Tes?? Apa yang dipikirkan yeoja itu? Menolak namja setampan aku?? Micheo aniya??” omelnya sambil melemparkan sumpit dengan kasar.

”Animnida, yeoja itu tidak gila” suara seorang yeoja ampuh membuat Kyuhyun mengalihkan perhatiannya.

”Noe?” Kyuhyun berdiri dari duduknya, senyum merekah dibibirnya. Dia segera berjalan dan memeluk yeoja itu. ”Bogoshipo!!!” teriaknya.

”Nado, bagaimana kabarmu?” tanya yeoja itu sambil melepaskan pelukan Kyuhyun.

”Baik, kau sendiri?? Hmm..kelihatannya kau semakin sehat, kelihatan lebih gemuk” Kyuhyun tersenyum lagi, membentuk bulan sabit dengan matanya. ”Hah, Hyunjin-ah!! BOGOSHIPO!!” Kyuhyun memeluk yeoja yang bernama Hyunjin itu lagi.

”Ne..ne, wajar kalau kau bersikap seperti ini. Sudah lama kita tidak bertemu. Hmm, boleh aku memesan makanan??” tanya Hyunjin.

Kyuhyun tersenyum, ”Biar aku yang pesan. Chogiyo!!” Kyuhyun memanggil pelayan. ”Aku pesan Ramyeon” teriaknya membuat Hyunjin sedikit kaget.

”Kau masih ingat makanan kesukaanku??” tanya Hyunjin.

”Tentu, aku tidak akan pernah melupakan itu” jawabnya.

Sementara tak jauh dari tempat mereka berdua duduk, seorang yeoja yang tak lain adalah Kyurin merungut sebal. ”Apa-apaan dia? Baru saja mengucapkan cinta padaku, sekarang sudah bermesraan dengan yeoja lain. Nappun namja! Jo Kyuhyun NAPPUN!!” geramnya, hingga buku tebal yang sedang dipegangnya menjadi kusut.

Kyurin pergi meninggalkan pemandangan yang membuat darahnya naik. ”Sebaiknya aku ke perpustakaan. Itu akan membuatku lebih santai” Kyurin melangkahkan kakinya menuju perpustakaan, tentu saja dengan perasaan yang panas.

***

”Ah maaf” Kyurin sedikit kaget saat ia secara tidak sengaja menjatuhkan sebuah kamus kekepala yeoja yang sedang asik membaca sebuah buku fiksi.

”Ne, gwenchana..” yeoja itu tersenyum pada Kyurin, dan Kyurin semakin kaget sewaktu melihat dengan jelas wajah yeoja itu.

”Kau??”

”Ah, Hyunjin imnida. Aku bukan mahasiswa disini. Jadi, wajar kalau kau tidak pernah melihatku sebelumnya.

”Oh, Kyurin imnida..” Kyurin mencoba seramah mungkin.

”Hyunjin-ah!!” teriak Kyuhyun dari luar pintu kampus. Dia langsung menghampiri Hyunjin. ”Eh, Kyurin? Dia Hyunjin, dia…” Kyuhyun mencoba mengenalkan Hyunjin pada Kyurin.

”Aku ada kelas, permisi!” kata Kyurin dengan ketus dan meninggalkan Kyuhyun yang sedang ternganga lebar lagi, dan Hyunjin dengan senyum misteriusnya.

”Ada apa dengan yeoja itu?? Dasar aneh” Kyuhyun memanyunkan bibrnya.

”Tapi kau menyukainya kan?? Dasar! My evil jatuh cinta pada yeoja yang lebih evil darinya!!” Hyunjin mengacak-acak rambut Kyuhyun.

”Yak!! Awas kau!!” Kyuhyun mengejar Hyunjin yang sudah lari duluan.

***

Kyurin POV

Apa-apaan mereka berdua? Pamer kemesraan dihadapanku? Dasar kau, Kyuhyun BABO!! Siapa tadi? Hyunjin? Ok, dia memang kelihatan lebih imut dibanding denganku-author PD-tapi,..akhhhh, untuk apa juga aku memikirkannya.

Aku melangkahkan kakiku kearah yang tidak jelas. Sebenarnya aku berbohong saat kubilang aku ada kelas. Habisnya dadaku sesak jika melihat mereka berdua. Sebaiknya aku makan di cafe favoritku, PUMPKIN CAFE.

Sejarah dari cafe itu sangat unik. Tentu saja sejarah dari pemiliknya. Dari cerita yang kudengar, pemilik cafe itu ada dua orang yang saling mencintai saat mereka pertama kali bertemu. Dan sang namja, pada saat mereka pertama bertemu itu tanpa basa-basi dia langsung menyatakan perasaannya. Dan hal yang tak terduga terjadi, sang yeoja juga tanpa ragu menerima pernyataan namja itu. Ah,,sungguh cerita yang menurutku liar. Tapi, yang membuatku kagum sampai sekarang mereka masih bersama. Dan terdengar kabar kalau mereka telah menikah. Aku juga ingin menikah dengan….

Argghhh, kenapa yang kupikirkan namja bodoh itu. Jo Kyuhyun, hilanglah kau dari pikiranku sekarang juga. Aku komat kamit membacakan mantra untuk mengusir bayangan Kyuhyun, tapi….

”Jagiya! Apa yang kau lakukan? Komat-kamit tidak jelas” suara ini, tak lain milik, Kyuhyun?

”YAK!! Micheo aniya!!” teriakku kesal, wajahku mulai memanas karena malu. Dia memanggilku apa tadi? Jagiya?? OH My…

”Anio, aku masih waras. Kau yang tidak waras, komat-kamit tidak jelas” Kyuhyun mengambil tempat duduk tepat dihadapanku. ”Ini tempat favoritku, kau juga sering kesini ya??” tanyanya sambil melihat kesekeliling.

”Ne” jawabku seadanya.

”Ya, cafe ini milik hyungku. Jadi aku sering datang kesini. Yang lebih asik, aku dapat discount” katanya berbisik. Membuatku mengulum senyum menahan tawa.

”Hmm..apa kau menerimaku??” tanya Kyuhyun membuatku menghentikan senyumku.

”Sudah kubilang aku akan mengetesmu dulu” jawabku.

”Jajangmyeon datang!!” Hyunjin membawa 2 piring jajangmyeon di tangannya.

”Aduh, gak usah repot-repot bawain kesini. Aku bisa kedalam kok” Kyuhyun menyambut Hyunjin, tapi matanya tertuju pada jajangmyeon itu. Dasar, pikirannya sekarang pasti dipenuhi dengan ‘betapa enaknya jajangmyeon ini’.

”Kyurin-ssi, silahkan dinikmati. Kubuat dengan tanganku sendiri. Selamat makan, aku kedalam dulu” Hyunjin tersenyum ramah padaku. Hey, dia membiarkan namchinnya makan berdua dengan yeoja lain? Dasar aneh.

”Kenapa melamun? Kalau tidak mau biar aku saja yang makan” Kyuhyun menarik piring jajangmyeonku, tapi kutahan.

”Aku juga lapar!”

***

”Kyurin-ah, terimalah daku!!” teriak Kyuhyun dari tengah-tengah kampus. Kyurin menutupi wajahnya dengan buku-buku yang ada ditangannya, menutupi malu.

”Kyurin-ah, jagiya…jebal~~” lagi-lagi Kyuhyun bertingkah gila.

”Ok! Kalau kau tidak mau menatapku sekarang, aku akan…” dia kelihatan berpikir. ”aku akan…ha! aku akan bermain PSP satu minggu penuh tanpa makan dan minum!!” ancaman Kyuhyun membuat Kyurin berhenti melangkah.

”Yak! Kau gila sekaligus aneh! BABO!!” teriak Kyurin dan melanjutkan langkahnya keluar dari lingkungan kampus. ”Dia sudah gila apa? Sudah jelas-jelas mempunyai yeochin yang cantik dan baik. Masih saja berniat selingkuh, bahkan terhadapku yang sudah pernah bertemu dengan yeoja yang bernama Hyunjin itu” langkah Kyurin terhenti ketika dilihatnya sosok yang sangat dikenalnya untuk 2 hari ini, Hyunjin. Dia sedang~~

”Tidak mungkin, pasti aku salah lihat” gumam Kyurin sambil mengucek-ucek matanya. Hyunjin sedang berciuman dengan namja, dan namja itu bukan Kyuhyun. ”Aku harus memberitahu Kyuhyun sekarang” aku berlari menuju kampus lagi.

”Kyuhyun-ah!” panggilku padanya yang sedang menyantap jus jeruknya. Senyum mengembang dikedua bibirnya.

”Apa kau berubah pikiran??” tanyanya senang. Kyurin memutar kedua bola matanya.

”Bukan itu, tapi kulihat Hyunjin sedang berciuman dengan namja lain?” bisik Kyurin ditelinga Kyuhyun. Tapi reaksi Kyuhyun>>

”Apa hubungannya denganku??” pertanyaan itu membuat Kyurin ternganga lebar.

”Apa maksudmu??” tanya Kyurin. ”Bukankah dia yeochin-mu??” Kyurin mengerutkan keningnya.

”Hahahaha, tentu saja bukan! Siapa juga yang mau dengan yeoja galak sepertinya” Kyuhyun bergidik ngeri-kyu minta dibanting-.

”Jadi maksudmu~” Kyurin masih bingung.

”Aahh…jangan bilang kau mengira dia pacarku!” tebak Kyuhyun. Kyurin menundukkan kepalanya, dan menganggukkan kepalanya.

”HAHAHAHAHAHA!!!” tawa keras keluar dari Kyuhyun.

”YAK! Jangan tertawa seperti itu, aku semakin malu! BABO!!” Kyurin menepuk kepala Kyuhyun, membuat Kyuhyun berhenti tertawa.

”Hah, baiklah..makanya kalau aku bicara dengarkan sampai tuntas, BABO! Hyunjin itu sahabatku, dia sudah lama tinggal di Jepang. Dan baru pulang 2 hari yang lalu. Hmm,, ikut aku!” Kyuhyun menarik Kyurin menuju Pumpkin Cafe. Dimana disana mereka bertemu Hyunjin tengah berbincang dengan seorang namja.

”Hyunjin-ah!! Hyung!!” panggil Kyuhyun. Kedua orang itu langsung tersenyum saat melihat orang yang memanggil mereka.

”Kyu, kau membawa yeochin-mu??” tanya namja itu.

”Hmm, jadi apakah kalian berdua sudah…” Hyunjin tersenyum penuh arti.

”Belum, bahkan dia mengira aku berpacaran denganmu. Kalau itu terjadi, aku pasti akan mati dibunuh Sungmin hyung” Kyuhyun melirik kearah namja yang bernama Sungmin itu.

”Ya, aku akan membunuhmu dengan cara halus. Tidak ada jajangmyeon dan GAME” Sungmin menekankan kalimatnya. Kyuhyun bergidik ngeri.

”Jadi, ini…” Kyurin masih bingung.

”Oh iya, ini Sungmin hyung. Pemilik cafe ini, dan dia adalah suami dari Hyunjin” jelas Kyuhyun. Kyurin baru mengerti sekarang.

”Bahkan sebentar lagi kami akan memberikan keponakan untuk Kyuhyun” sambung Sungmin.

”Jinja??” tanya Kyuhyun kaget.

”Loh, yeobo. Kau belum memberitahu Kyu??” tanya Sungmin.

”Hehe, aku kira dia sepintar yang kalian bilang. Tapi dia sama sekali tidak sadar dengan perubahan pola makanku yang bertambah 5x lipat dari biasanya. Ternyata Jo Kyuhyun itu babo” kata Hyunjin seenak teingnya.

”Yak, apa yang kau katakan?” Kyuhyun kelihatan tidak terima.

”Jadi, apa keputusanmu Kyurin-ah. Menerimanya??” tanya Hyunjin tanpa mempedulikan Kyuhyun.

Kyurin tertunduk malu, dan menganggukkan kepalanya. ”Mwo? Jeongmal?? HUAAAA!!! TUHAN TERIMA KASIH!! Jagiya!! GUMAWO!!!” Kyuhyun mengangkat Kyurin dan membawanya berputar-putar.

”AaAA~~~~~~~ KYU, turunkan aku!! PUSING!!” Kyurin meronta-ronta.

”Kyu, kasihan. Turunkan dia” suruh Sungmin. Dan Kyuhyun mengikuti permintaan itu.

”Gumawo Kyurin-ah!” Kyuhyun mengecup kening Kyurin, membuat pipi Kyurin memerah.

”Chukae!! Akhirnya evilku mempunyai yeochin juga” Hyunjin mendekati Kyurin. ”Kalau Kyuhyun macam-macam denganmu, bilang saja padaku atau Sungmin oppa. Kami tidak akan segan-segan untuk menghukumnya” kata Hyunjin dengan senyum evilnya.

”Hyunjin-ah, kau lebih evil dibandingkan denganku” Kyuhyun menarik Kyurin dan memeluknya.

Akhirnya, kedua orang itu memulai kehidupan baru mereka. Dan katanya mereka juga ingin mengikuti jejak Sungmin dan Hyunjin, yang langsung menikah setelah 1 bulan pacaran. Sungguh ajaib dua pasangan ini.

-evilevilevilevil-

Author said: mian kalo jelek,,dan terlalu pendek. Ini FF dadakan soalnya..hehe. Leave some koment please!!