I LOVE MY ANGEL, KYU! – Part 6 (END)

Author                      : Whindalee

Cast                            :

–         Park Hye Jae (OC)

–         Kyuhyun as Angel Kyuhyun

–         Leeteuk as Hye Jae’s Oppa

–         Donghae as Donghae

Support Cast            :

–         Park Min Ho as Hye Jae’s appa

–         Park Min Young as Hye Jae’s eomma

–         Bisa kamu temukan sendiri

Genre                        : Family, Romance, Sad, Tragedy, Friendship & Brothership.

Length                       : Continue

Rating                        : PG-15

 

Sebelumnya..

 

“Ne, appa! Setelah kejadian ini aku jadi ingin menghargai hidupku lebih baik appa. Appa tidak marahkan?”, tanyaku sambil menyandarkan kepalaku dibahunya.

“Appa tidak marah, Hye Jae! Jalanilah hidupmu dengan penuh senyuman. Kalau begitu kembalilah sekarang!”, ujar appa padaku.

“Ne… Appa!”, sahutku.

Kali ini yang memudar adalah tubuhku, aku melihat appa yang masih duduk melambai-lambaikan tangannya padaku.

“Saranghamnida, Hye Jae!”, teriak appa.

“Na do, appa……” dan kemudian akupun menghilang dari hadapannya.

“Hye Jae, kau sudah sadar? Operasimu berhasil, Hye Jae!”, ujar eomma dengan wajah lembut seperti malaikat yang turun dari langit.

“Ne, eomma!”, sahutku singkat.

 

Selanjutnya..

 

Satu bulan kemudian

Kyuhyun Pov

 

“Ya, Hye Jae! Tunggu aku..”, teriakku sambil berlari mengejar Hye Jae.

“Kyu, disini indah ya!”, ucapnya peuh semangat.

“Ne, disini memang indah Hye Jae.”, sahutku.

 

Saat ini kami semua berada dibukit Cheng Ju. Ajumma dan Leeteuk hyung sedang sibuk menyiapkan makan siang untuk kami. “Sepertinya ini tempat yang tepat untuk perpisahan.”, ucapku dalam hati.

Ketika kulihat Hye Jae tersenyum padaku, rasanya aku tidak ingin kembali ke tempat asalku. Aku ingin terus ada disampingnya. Jujur saja aku mulai menyukainya, tapi aku berusaha tidak menunjukan perasaan ini, karena aku dan Hye Jae hidup di alam yang berbeda.

“Hye Jae, sudah waktunya aku kembali.”, ujarku dengan berat hati.

“Mwo? Apa yang kau katakan?”, tanyanya terkejut.

“Kini tugasku sudah selesai, Hye Jae. Aku harus kembali.” Ucapku pelan.

“Wae? Kenapa kau meninggalkanku seperti Donghae sunbae? Kenapa kau pergi saat aku mulai menyukaimu? Wae, Kyuhyun? Wae?”, ucapnya dengan tangisan yang pecah, air matanya sudah tidak bisa lagi ditahan olehnya.

“Mianhae, Hye Jae.. Kau tidak boleh menyukaiku. Dunia kita berbeda Hye Jae!”, ujarku sambil memeluknya.

“Tidak bisakah kau terus disampingku? Walau aku tidak boleh menyukaimu.”, ucapnya lirih.

“Aku tidak bisa Hye Jae. Aku harus benar-benar kembali! Setelah aku kembali, kau akan melupakan semua kenangan yang ada bersamaku. Aku akan benar-benar menghilang dari kehidupanmu!”

“Wae? Sekejam itukah?”, katanya yang masih terus menangis.

“Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu diawal pertemuan kita? Aku akan pergi dan menghilang setelah tugasku selesai.”, ujarku berusaha tersenyum.

“Ne.. Lalu bagaimana aku bisa mengantar kepergianmu?”, tanyanya sambil melepaskan pelukannya.

“Senyummu, Hye Jae! Meskipun kau akan melupakanku, tapi aku tidak akan pernah melupakan senyummu itu. Aku akan terus mengingatnya.”

“Arraseo.. aku akan tersenyum untukmu.”, ujar Hye Jae sambil menyeka air matanya dan memberikan senyuman terindah untukku.

“Begitu lebih baik, Hye Jae. Ah y, aku ingin memberikan sesuatu padamu!”, ujarku sambil mencari-cari benda yang kumaksud di saku celana.

“Mwo? Apa itu?”, tanyanya dengan wajah yang penasaran. Kuberikan ponsel yang ada disakuku kepadanya.

“Donghae memberikan ini padaku sebelum dia pergi. Aku rasa sudah waktunya kau mengetahui semuanya.”, jelasku serius.

“Aish, bukankah dia ke Jepang? Dia pasti sudah mendapatkan yeojachingu disana.”, ucapnya berusaha tertawa.

“Kau akan tahu nanti! Simpanlah ponsel itu baik-baik”, ujarku mengingatkannya.

“Ne.. Akan kusimpan baik-baik!”, ucapnya sambil menganggukan kepala.

“Hye Jae, sudah waktunya aku kembali! Aku tidak akan pernah melupakanmu.”, kataku sambil mencium keningnya.

“Na do, Kyuhyun.”, ucapnya sambil tersenyum padaku. Akupun berjalan menjauh darinya, wujudku juga sudah seperti asalnya. Kulambaikan tanganku sambil terus tersenyum dan menatapnya.

“Saranghaeyo, Hye Jae!”, teriakku dan kemudian aku menghilang.

 

Park Hye Jae Pov

 

“Saranghaeyo, Hye Jae!”, teriak seseorang.

“Hey, siapa yang berteriak seperti itu?”, ucapku binggung, akupun mencari asal suara itu, tapi tidak kutemukan siapa orang yang memanggilku. Tidak terasa air mataku jatuh dari sudut mata kananku. “Kenapa aku menangis? Dan bukankah ini ponsel milik Donghae sunbae? Kenapa ada padaku ya?”, ucapku dalam hati kebingungan.

“Hye Jae, makan siang sudah siap! Kajja kita makan dulu..”, teriak Leeteuk oppa menghampiriku, akupun langsung menghapus air mataku.

“Kau menangis Hye Jae? Wae?”, tanyanya dengan wajah cemas.

“Ani, oppa. Aku juga tidak tahu kenapa aku menangis.”, ujarku sambil mengaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal.

“Ish… Dasar aneh!”, sindir Leeteuk oppa sambil menyipitkan kedua matanya.

“Aish.. Sudahlah oppa. Kajja kita makan.”, ajakku dengan menarik lengan Leeteuk oppa.

“Eomma, kenapa piringnya ada empat? Kitakan hanya bertiga.”, tanyaku heran saat melihat empat piring yang sudah tersedia di meja makan.

“Jinjja?! Eoh, mungkin eomma lupa dan menaruhnya disini!”, ujar eomma tidak percaya yang kemudian mengambil piring lebih itu.

“Oppa, sepertinya eomma sudah mulai pikun..”, bisikku pada Leeteuk oppa yang ada disebelahku.

“Aigo.. Jangan kurang ajar, Hye Jae!”, ucapnya sambil bertolak pinggang.

“He… He… He… Mian, oppa! Aku hanya bercanda.”, ucapku sambil duduk dan bersiap menyantap makanan buatan eomma.

Namun, entah kenapa aku merasa ada yang hilang dari kehidupanku. Aku merasa sedikit sepi, walaupun ada eomma dan Leeteuk oppa disampingku. Tapi bukan kepergian Donghae sunbae ke Jepang yang membuatku merasakan kehilangan seperti ini.

 

“Jangan melamun, Hye Jae!”, ujar Leeteuk oppa sambil menyenggol tanganku.

“Ah.. Ne..”, sahutku kikuk. Akupun menikmati makan siang bersama dengan mereka. Senang sekali rasanya mereka terus ada disampingku. ^^

 

***

 

Setelah aku benar-benar pulih dari operasi jantungku satu bulan yang lalu. Aku kembali melanjutkan sekolah, saat disekolah aku merasa sangat kesepian. Biasanya setiap pagi Donghae sunbae selalu ada menungguku di depan kelas. Baru kali ini aku merasa kehilangan Donghae sunbae.

Saat dikelas aku juga selalu menatap bangku kosong yang ada disebelahku. Dulu seperti ada yang duduk dibangku itu, aku juga seperti pernah mengalami kejadian yang lucu dengan orang yang sangat dekat denganku, tapi aku tidak tahu siapa orang itu.

Hari-hari disekolahku berjalan sebagaimana mestinya. Setidaknya sekarang aku punya lebih banyak teman dibandingkan dulu. Mereka selalu perhatian padaku, aku juga menyayangi mereka.

Sampai saat ku pulang sekolah sendirian dan melewati taman rekreasi, kakiku melangkah dengan sendirinya masuk kearea itu.

“Aku seperti pernah kesini bersama seseorang, tapi bukan dengan appa. Siapa ya?!”, gumamku sambil berpikir kemudian terus berjalan sampai tiba di depan komedi putar. Entah kenapa air mataku menetes saat melihatnya.

“Wae? Kenapa melihat tempat itu aku jadi merindukan seseorang? Apa yang terjadi padaku sebenarnya? Tapi aku yakin pernah kesini sebelumnya.”, ucapku dalam hati sambil menyeka air mataku.

“Oh y, bukankah tempat ini yang ada difotoku?”, ucapku yang baru teringat kalau ada foto didompetku dengan latar belakang yang sama seperti disini.

“Ne.. Ini tempat yang sama!”, ujarku yakin.

Saat melihat foto itu aku merasa ada yang hilang difoto ini. Lagi-lagi air mataku terjatuh tanpa bisa kutahan.

“Bogoshippoyo..”, ucapku pelan tanpa tahu siapa orang yang kurindukan. Akupun berniat pulang ke rumah, tapi tidak sengaja aku menjatuhkan ponsel milik Donghae sunbae yang selalu kusimpan disaku jaketku.

“Mianhae, sunbae. Bolehkan aku melihat-lihat sedikit isi ponselmu? Aku yakin kau tak akan marah jika aku melihatnya.”, ujarku yang sebenarnya ragu. Lalu akupun melihat isi ponselnya.

“Kya.. Sunbae! Kau manis sekali waktu masih kecil.”, ucapku sambil tersenyum-senyum sendiri.

Kemudian mataku terpaku saat melihat sebuah file video yang berjudul TO HYE JAE! Karena penasaran akupun memutar video itu. Saat video itu dimulai, kulihat Donghae sunbae memakai baju yang sama saat mengucapkan salam perpisahan padaku sebelum dia akan pergi ke Jepang.

“Annyeong.. Hye Jae! Bagaimana keadaanmu? Kau pasti terlihat lebih sehat sekarang.”, ujarnya sambil tersenyum.

“Sunbae…”, ucapku pelan.

“Mianhae, Hye Jae.. Sudah saatnya kau mengetahui sebuah kebenaran. Mianhae, kalau aku sudah membohongimu selama ini. Kau tahu, sunbae senang jika kau masih bisa tersenyum sampai saat ini!”, ujarnya seperti sedang menahan air mata.

“Aku semakin tidak mengerti apa yang Donghae sunbae ucapkan di video ini.”, ujarku dalam hati.

“Hye Jae, sebenarnya aku tidak pergi ke Jepang! Akulah orang yang mendonorkan jantung untukmu..”, ujarnya tersenyum dalam tangis.

Deg.. jantungku terasa berhenti berdetak. Air mataku juga tiba-tiba mengalir saat mendengarnya.

“Mianhae, Hye Jae karena aku tidak mengatakan yang sebenarnya padamu! Aku takut kau menolak jantungku jika kau mengetahuinya. Aku hanya ingin melihatmu terus hidup, Hye Jae! Dan aku juga sudah mengabulkannya sekarang bukan? He.. He.. Mian, Hye Jae! Aku cenggeng..”, ucapnya yang terus meneteskan air mata.

“Aku senang sudah mengabulkan permohonanmu, Hye Jae! Walaupun aku bukan malaikat.. Kau tahu kenapa aku memberikan jantung ini? Selain aku menyukaimu, hatiku selalu sakit saat melihat orang-orang disekelilingmu menangis takut kehilanganmu. Kau beruntung Hye Jae punya banyak orang yang saying padamu…”, ucapnya terputus karena tangisannya.

Tangisanku pecah saat mendengarnya, kututup mulutku dengan tanganku untuk menahan suara tangisan.

“Mian, Hye Jae! Sebenarnya aku tidak mau menangis. He.. He.. Mianhae!”, ujarnya berusaha tertawa dalam tangis.

“Begitu banyak orang yang akan menangis jika kau pergi , Hye Jae! Sedangkan jika aku yang pergi tidak akan ada yang menangis untukku! Kau tahu kan kalau aku yatim piatu? kau tidak perlu menghawatirkan ku. Aku tulus memberikan jantungku, Hye Jae! Aku bahagia dan aku akan terus hidup karena jantungku ini akan tetap berdetak dalam tubuhku. Hye Jae… Saranghae…”, ucapnya tersenyum dengan air mata yang masih mengalir.

“Sunbae..”, panggilku terisak-isak.

“Kunyanyikan khusus untukmu, Hye Jae! Gomawo karena sudah mengisi hari-hariku dengan senyummu! Senyum itu tak akan kulupakan sampai kapanpun.. Kau tahu hal yang membuatku bahagia disaat terakhir adalah bisa melihatmu tersenyum dan pelukan waktu di RS itu adalah pelukan terakhir untukku.”

Himdulgo jichyo itdon nege himi doejwoso
Gurigo hangsang neyophe issojwoso
Ijesoya marhaneyo Gomabdago
Gurigo gudega issoso Hengboghadago
This is for you

Nunmuri da marugi jone Tto hullyoya hessotdon gu nare
Odum sogeso ne sonul jabajwoso Amu marobshi jikhyo bwajwoso
Gomawoyo

Donghae sunbae terdiam sesaat menyeka air matanya dan memberikan senyuman bahagia

Naboda do himdurossultende Naboda do gogjonghessultende
Gudega isso irosol su issokgo Nul gomaum maumdul ppunijyo
Na jugo shiphun gon Nomuna manhi innunde
Halsu obnun hyonshire himdurotjyo Narul midoyo sonul jabayo
Gudewa hamkkemyon Gu otton ilduldo
Halsu issul God gatha yongwonhi

Nunmuri da marugi jone Tto hullyoya hessotdon gunare
Odumsogeso ne sonul jabajwoso Amu marobshi jikhyo bwajwoso

Do isang himdulji anhulgoyeyo Himdurodo gudega itjanha
Marhaji anhado Modungol al su innun
Guderanun sarami isso Nan hengbogheyo

“Suaraku jelek ya, Hye Jae! He.. He.. He.. Mianhae! Aku harap kau bisa hidup bahagia. Aku akan tetap di sini, Hye Jae!”, ucapnya terisak-isak sambil memegang dadanya.

“Uljima, Hye Jae! Jebal uljima..”, ujar Donghae sunbae padaku dalam tangisnya.

“Gomawo.. Hye Jae! Saranghae.. Jeongmal saranghae!”, ucapnya sambil tersenyum bahagia dan melambaikan-lambaikan tangannya.

Video itu pun berakhir.

“Donghae sunbae…!!”, teriakku memanggilnya dengan tangisanku yang pecah.

“Kenapa kau lakukan ini, sunbae? Pabo….”, ujarku terisak-isak.

“Kau pabo, sunbae. Aku sudah jahat padamu, tapi kenapa kau melakukan ini? Wae, sunbae? Kau juga curang. Kau boleh menangis, kenapa aku tidak boleh menangis?”, ucapku sambil menutup wajahku yang tertunduk dengan kedua tanganku.

“Apa kau bahagia disana, sunbae? Gomawo.. Dikehidupan mendatang aku akan membalas semua kebaikanmu. Semoga kita akan dipertemukan kembali nanti.”, ucapku dalam hati yang masih terus menangis.

“Di siang hari tidak baik ada yeoja yang menangis. Apalagi di tempat seramai ini! Ambilah, ini untukmu..”, ujar namja yang ada didepanku sambil memberikan balon dan ice cream padaku. Aku seperti pernah mengalami kejadian ini.

“Neo, nugu?”, tanyaku sambil menatap wajahnya. Aku tidak merasa asing dengan wajah namja itu, bahkan aku seperti sudah mengenalnya lama wajahnya mirip dengan seseorang.

“Annyeong… Kyuhyun imnida!”, sahutnya sambil kembali menyodorkan balon dan ice cream yang dipegangnya. Akupun menerima pemberiannya.

“Mwo? Kyuhyun-ah?”, ucapku heran karena aku juga pernah mendengar nama itu sebelumnya.

“Ne.. Lalu siapa kau?”, tanyanya sambil duduk disebelahku.

“Hye Jae.. Park Hye Jae imnida.”, sahutku.

“Owh.. Arraseo! Salam kenal, Hye Jae.”, ujarnya tersenyum sambil menyodorkan tangannya padaku untuk berjabat tangan.

“Ne, salam kenal juga, Kyuhyun!”, ucapku membalas senyumnya dan berjabat tangan. Kemudian kami pun tersenyum bersama.

“Aku seperti menemukan sesuatu yang telah lama hilang selama ini.”, ujarku dalam hati sambil menatap wajahnya.

 

 

 

 

 

 

 

The End…

 

Endingnya ngegantung y? Hehehe mian.. >.<

Rencananya klo ada respon bagus aku mau buat sequel ff ini!

Baca terus ff ku y di blog http://whindalee.wordpress.com

Gomawo chingudeul..

6 thoughts on “I LOVE MY ANGEL, KYU! – Part 6 (END)

  1. huhu cerita nya sedih .. >…O< . aku udah baca semua part nya .. dan bagian yang paling aku suka sekaligus bikin aku nangis .. bagian pas Donghae oppa rela mendonorkan jantungnya dan pas video donghae oppa itu sumpah aku sampe merinding bacanya kereeen! daebak buat ff nyahh. bikin ff lain yg lebih seru ya ^_^ hwaiting! #cerewet banget sih aku =_='a

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s