I LOVE MY ANGEL, KYU! – Part 5

Author                       : Whindalee

Cast                            :

–         Park Hye Jae (OC)

–         Kyuhyun as Angel Kyuhyun

–         Leeteuk as Hye Jae’s Oppa

–         Donghae as Donghae

Support Cast            :

–         Park Min Ho as Hye Jae’s appa

–         Park Min Young as Hye Jae’s eomma

–         Bisa kamu temukan sendiri

Genre                        : Family, Romance, Sad, Tragedy, Friendship & Brothership.

Length                       : Continue

Rating                        : PG-15

 

Sebelumnya..

 

“Apa yang ada dipikiranmu sekarang? Sampai kau mau memberikan jantungmu pada Hye Jae!”, bentaknya.

“……” aku hanya diam.

“YAA!!”, teriaknya memanggilku.

“Aku mau mengabulkan permohonannya untuk hidup lebih lama, Kyuhyun!”, jawabku yang tidak kalah keras.

“Mwo? Maksudmu?”, tanyanya bingung.

“Ne, kalau kau tidak bisa membuat umur Hye Jae lebih panjang! Maka aku yang akan melakukannya!”, ucapku.

Selanjutnya..

 

Kulihat wajah Kyuhyun terkejut bukan main karena perkataanku barusan.

“Jadi kau sudah tahu siapa aku sebenarnya?”, tanyanya ragu-ragu.

“Aku sudah tahu semuanya, Kyuhyun!”, jawabku sambil menatap tajam kearahnya.

“Sudah kukira.”, sahutnya santai. Beberapa saat kami terdiam…

“Kyuhyun, kumohon jangan beritahu pada Hye Jae kalau aku yang mendonorkan jantung untuknya. Sampai Hye Jae benar-benar pulih! Jebal, Kyuhyun-ah!”, ucapku memohon memecahkan keheningan.

“Kau yakin ingin memberikan jantungmu?”, tanyanya serius.

“Ne, aku sudah sangat yakin!”

“Arraseo.. Kalau mau mu seperti itu.” Kemudian Kyuhyun meninggalkanku sendirian di atas dan akupun mengikutinya dari belakang. Tiba di kamar Hye Jae, kulihat dia sudah sadar. Aku merasa senang sekaligus sedih ketika melihatnya.

“Hye Jae, ottokhe? Apa masih sakit?”, tanyaku sedikit khawatir.

“Aniyo.. Mianhae sudah membuat sunbae khawatir!”

“Ani, Hye Jae!”, sahutku langsung.

“Gomawo, Donghae-ah!”, ucap Leeteuk hyung yang baru kusadari kalau dia juga ada disini.

“Oh, gomawo untuk apa hyung?”, tanyaku bingung.

“Kau bisa ikut denganku sebentar?”

“Ne..”, akupun mengikuti Leeteuk hyung keluar kamar, saat di luar kamar rawat Hye Jae, Leeteuk hyung mendonggakkan kepalanya menatap langit-langit menahan air matanya yang akan jatuh.

“Aku sudah tahu semua dari Kyuhyun. Kau yakin mau melakukan ini?”, tanyanya dengan wajah yang serius.

“Ne, hyung. Aku ingin Hye Jae terus hidup!”

“Aku tidak tahu bagaimana membalas budimu, Donghae-ah!”

“Dengan hyung terus menjaga Hye Jae dan selalu membuatnya tersenyum, itu sudah cukup untukku, hyung!”

“Gomawo, Donghae. Gomawo..”, ucapnya sambil membungkuk-bungkuk padaku dengan air mata yang sudah tidak bisa dibendungnya lagi.

“Hyung.. Sudahlah!”, sahutku sambil memegang kedua bahunya untuk berhenti melakukan hal itu.

“Hyung, boleh aku ajak Hye Jae keluar sebentar? Aku ingin menyampaikan salam perpisahan padanya.”, ujarku sambil tersenyum pada Leeteuk hyung.

“Ne, Donghae!”

Akupun mengajak Hye Jae ke taman RS dengan mendorong kursi rodanya. Kemudian kuhentikan kakiku di bawah pohon besar yang rindang dan aku duduk di batu besar berhadapan dengan Hye Jae.

“Hye Jae, mianhae. Aku harus menyampaikan ini padamu.”, ucapku pelan sambil menatap wajah Hye Jae yang pucat.

“Wae geuddae, sunbae?”

“Sore ini aku akan ke Jepang untuk melanjutkan pendidikanku di sana! Aku pasti akan merindukanmu, Hye Jae.”, ujarku. Sebenarnya aku ingin menangis didepannya saat ini, tapi aku berusaha menahannya walau hatiku terasa sakit.

“Mwo? Jepang? Kenapa mendadak, sunbae?”, sahutnya dengan wajah yang terkejut.

“Mianhae, hye Jae!”, ucapku sangat pelan.

“Gwaechanna, sunbae! Tapi kapan sunbae akan kembali ke Seoul? Aku takut tidak bisa melihat sunbae lagi.”, mendengarnya berbicara seperti itu, akhirnya air mataku terjatuh.

“Aku tidak akan kembali, Hye Jae! Aku akan disana selamanya. Kau tidak perlu takut karena aku akan terus mengingatmu.”, ujarku tanpa bisa menahan air mata yang terus mengalir.

“Wae, sunbae? Apa kau marah padaku?”, tanyanya dengan mata yang mulai bergenang.

“Aniyo… Hye Jae. Aku tidak akan pernah bisa marah padamu atau membencimu.”

“Sunbae!”, ujarnya sambil menyeka air mataku dan tersenyum padaku.

“Mungkin senyum itu adalah senyuman terakhir yang bisa kulihat, Hye Jae! Saranghamnida..”, ucapku dalam hati.

“Hye Jae, boleh aku memelukmu? Setidaknya sebagai tanda perpisahan kita.”

“Ne.. Sunbae! Aku pasti akan sangat merindukanmu dan mianhae, karena aku tidak bisa membalas semua kebaikanmu selama ini. Semoga ke sunbae di Jepang… Sunbae akan mendapatkan yeoja yang lebih baik dariku.”, ucapnya yang akhirnya menangis dipelukanku.

“Sudah, Hye Jae! Uljima, sunbae janji akan hidup bahagia disana.”, ujarku dalam pelukannya sambil menepuk-nepuk pelan bahunya.

“Kita kembali kekamarmu ya! Disini mulai dingin..”, ucapku sambil melepaskan pelukan darinya dan kembali mendorong kursi rodanya.

“Aku akan menyimpan semua senyummu dihatiku, Hye Jae! Walau kau tidak menyukaiku, tapi aku sudah mendapatkan senyuman dan pelukan terakhir untukku. Aku bahagia jika kau bahagia. Aku akan selalu menjagamu dan melihatmu dari atas nanti!”, ucapku dalam hati sambil terus melangkahkan kaki ke dalam RS.

 

 

Leeteuk Pov

 

Saat ini aku berada diruangan Uisa Yesung, kami sedang membicarakan operasi jantung yang akan Hye Jae jalani.

“Uisa.. Dengan donor jantung ini Hye Jae akan sembuhkan?”, tanyaku pada Uisa Yesung.

“Ne, selama Hye Jae menerima jantung barunya, semua akan baik-baik saja! Tapi kau yakin Donghae-ssi mau memberikan jantungnya?”

“Aku sudah bicara dengannya, uisa. Awalnya aku ragu, tapi dia tetap bersikukuh ingin memberikan jantungnya untuk Hye Jae. Aku ini egois, uisa. Aku membiarkan orang lain menderita untuk menyelamatkan dongsaengku.”, ujarku sambil menahan air mata.

“Leeteuk-ssi, semua ini membuktikan bahwa banyak orang disekeliling Hye Jae yang menyayanginya, sampai berani memberikan nyawanya untuk Hye Jae.”, kata Uisa Yesung untuk menenangkanku.

“Ne, uisa. Tapi aku merasa kalau aku adalah oppa yang tidak berguna untuk Hye Jae. Bahkan disaat seperti ini aku tidak bisa melakukan apapun.”, ujarku sedikit emosi dan kembali menangis.

“Leeteuk-ssi, kau sudah menjaga Hye Jae sampai saat ini, kau bilang tidak berguna? Sudahlah, Leeteuk-ssi sebaiknya kita persiapkan semuanya untuk operasi malam ini!”, sahut Uisa Yesung bijak.

“Ne, aku akan cari Hye Jae dan mengatakan padanya kalau dia sudah mendapatkan donor jantung!”, ucapku sambil beranjak dari tempat duduk dan keluar dari ruangan Uisa Yesung.

 

Baru aku berniat mencari Hye Jae dan Donghae, kebetulan kulihat Donghae yang mendorong kursi roda Hye Jae sedang berjalan menghampiriku. Buru-buru aku menyeka air mataku dan bersikap seperti biasanya.

“Oppa, kau menangis?”, tanya Hye Jae dengan wajah cemas.

“Aniyo, mataku kelilipan tadi.”, sahutku bohong.

“Oppa, kau tidak bisa berbohong padaku, katakan apa yang sebenarnya terjadi? Apa ada hubungannya dengan penyakitku?”, ucapnya padaku.

“……”, aku hanya diam.

“Oppa..”, panggilnya lagi sambil menarik tanganku.

“Hye Jae, malam ini kau akan menjalani operasi. Kau siap?”, tanyaku langsung.

“Mwo? Operasi? Apa oppa sudah mendapatkan jantung baru untukku? Siapa pendonornya oppa? Aku ingin mengucapkan terima kasih padanya. Jebal oppa!”, tanyanya bertubi-tubi.

“Mianhae, Hye Jae! Pendonor itu dirahasiakan oleh pihak rumah sakit. Oppa juga tidak tahu siapa orang yang dermawan itu.”, sahutku berbohong sambil menatap kearah Donghae.  Donghae pun hanya mengangguk kecil dan tersenyum bahagia padaku.

“Eoh.. Padahal aku ingin mengucapkan terima kasih padanya! Tapi kenapa orang itu mau memberikan jantungnya padaku. Apa dia sudah tidak punya tujuan hidup?”, ucapnya sedikit kecewa dan bingung.

“Orang itu pasti punya alasan yang tepat untuk memberikan jantung miliknya padamu, Hye Jae!”, ujarku sambil mengelus kepalanya.

“Hyung..! Aish, aku sudah mencari kalian kemana-mana, ternyata disini!”, kata Kyuhyun dengan nafas yang terengah-engah.

“Kau tahu Kyuhyun, aku sudah mendapatkan jantung baru!”, ucap Hye Jae bahagia pada Kyuhyun yang baru saja tiba.

“Jinjja?! Kau sangat beruntung, Hye Jae.”, sahut Kyuhyun pura-pura terkejut.

“Ne, aku akan hidup lebih lama lagi.”, ucapnya dengan wajah berseri-seri, kulihat Donghe ikut melepaskan senyumnya.

“Operasi akan dilakukan jam 7 malam! Kau sudah siap Hye Jae?”, ucap Uisa Yesung yang baru keluar dari ruangannya.

“Arraseo, uisa. Tapi aku takut operasi itu gagal.”, sahut Hye Jae dengan wajah gelisah.

“Semua akan baik-baik saja, jika kau sudah bertekad.”, sambung Uisa Yesung memberikan semangat.

“Ne, operasinya pasti akan berjalan lancar, Hye Jae! Aku akan berdoa untukmu.”, ucap Donghae.

“Gomawo, sunbae!”

“Cheonmaneyo, Hye Jae. Arraseo.. Sudah saatnya aku pergi. Aku pamit, Hye Jae, Leeteuk hyung, Kyu! Tolong jaga Hye Jae untukku.”, ucapnya sambil menatap kami bergantian dan membungkukan sedikit badanya.

Kulihat raut kesedihan tersirat di wajah Donghae dengan senyum yang terus ada diwajahnya untuk menyembunyikan kesedihannya itu.

“Jaga dirimu baik-baik!”, ujarku.

“Pasti hyung! Annyeonghi gyeseyo..”, jawabnya sambil berlari menjauh dari kami. Aku tahu dia pasti menangis sekarang.

“Mianhae, Donghae! Jeongmal mianhae… Gomawo, jeongmal gomawo..”, ucapku dalam hati sambil melihat Donghae yang sudah berlari jauh.

 

Park Hye Jae Pov

 

Lagi-lagi aku terdampar di padang rumput hijau yang luas, seperti dimimpiku yang sebelumnya. Tapi kini bunga-bunga dengan warna-warni yang indah menghiasi tempat ini. Akupun terhanyut dengan keindahan disini dan duduk ditengah bunga-bunga yang sedang bermekaran ini.

 

“Hye Jae…”, panggil seseorang yang kutahu itu adalah suara appa.

“Appa, kau dimana?”, tanyaku sambil menengok ke kanan dan ke kiri.

“Appa disini, Hye Jae!”, sahut appa yang ternyata sudah duduk disebelahku.

“Appa, bogoshippo appa.”, ucapku sambil memeluknya.

“Na do.. Hye Jae!”

“Appa datang untuk menjemputku?”, tanyaku sambil melepaskan pelukan.

“Appa rasa kau tidak bisa ikut dengan appa, Hye Jae. Karena appa lihat kau akan lebih bahagia jika terus bersama eomma dan Leeteuk. Benarkan?”, tanya appa padaku.

“Ne, appa! Setelah kejadian ini aku jadi ingin menghargai hidupku lebih baik appa. Appa tidak marahkan?”, tanyaku sambil menyandarkan kepalaku dibahunya.

“Appa tidak marah, Hye Jae! Jalanilah hidupmu dengan penuh senyuman. Kalau begitu kembalilah sekarang!”, ujar appa padaku.

“Ne… Appa!”, sahutku.

Kali ini yang memudar adalah tubuhku, aku melihat appa yang masih duduk melambai-lambaikan tangannya padaku.

“Saranghamnida, Hye Jae!”, teriak appa.

“Na do, appa……” dan kemudian akupun menghilang dari hadapannya.

 

“Hye Jae, kau sudah sadar? Operasimu berhasil, Hye Jae!”, ujar eomma dengan wajah lembut seperti malaikat yang turun dari langit.

“Ne, eomma!”, sahutku singkat dengan tersenyum.

 

 

 

Tbc

Tinggal 1 part lagi… Terus baca y! Jgn lupa RCL nya chingu.. ^^

Gomawo..

3 thoughts on “I LOVE MY ANGEL, KYU! – Part 5

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s