I LOVE MY ANGEL, KYU! – Part 4

Author                       : Whindalee

Cast                            :

–         Park Hye Jae (OC)

–         Kyuhyun as Angel Kyuhyun

–         Leeteuk as Hye Jae’s Oppa

–         Donghae as Donghae

Support Cast            :

–         Park Min Ho as Hye Jae’s appa

–         Park Min Young as Hye Jae’s eomma

–         Bisa kamu temukan sendiri

Genre                        : Family, Romance, Sad, Tragedy, Friendship & Brothership.

Length                       : Continue

Rating                        : PG-15

 

Sebelumnya..

 

“Mianhae… Hye Jae! Jeongmal mianhae….”, jawabku pelan.

“Mwo? Mianhae? Bukan itu yang ingin kudengar dari mulutmu!”, sahut Hye Jae dengan melepaskan tanganya dari lenganku.

“Mian, Hye Jae. Kalau itu aku tidak bisa!”, ucapku dengan berat hati.

“Ha… Ha… Ha… Sudah kuduga kau akan mengatakan itu! Kau bohong padaku, kau bukanlah malaikat!”, bentak Hye Jae.

“Aku malaikat, tapi aku bukan Tuhan, Hye Jae! Permohonan ini sungguh tidak masuk akal!”, sahutku emosi.

Hye Jae tidak membalas ucapanku, dia hanya terus menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan aku meninggalkannya sendiri di kamar agar dia bisa menenangkan pikirannya. Saat aku buka pintu, aku terkejut bukan main.

“DONGHAE?!”, ujarku panik dan tak percaya.

 

Selanjutnya…

 

Donghae Pov

 

Saat aku ingin menyentuh knop pintu, terdengar suara Hye Jae sambil menangis.

“Bisakah kau membuat hidupku lebih lama? Berulang kali kau katakan padaku kalau kau malaikat dan bisa melakukan apapun yang kau mau! Bisakah kau mengabulkan permohonanku ini? Aku tidak mau meninggalkan orang-orang yang aku sayangi! Ottokhe? Kau bisa melakukannya untukku kan?”, ucapnya yang terdengar olehku dari luar kamar.

“Hye Jae, kau sedang bicara dengan siapa?”, gumamku pelan di depan kamar. Lalu kuurungkan niatku untuk masuk ke dalam kamar rawat Hye Jae.

“Kau katakan padaku kalau kau bisa melakukan apapun. Jadi kumohon buatlah hidupku lebih lama lagi.. Jebal!”, sambungnya lagi. Aku jadi semakin tidak mengerti apa yang Hye Jae katakan.

“Kyuhyun-ah, kenapa diam saja? Katakan padaku kalau kau bisa melakukannya untukku! Kau itu malaikat kan? Permohonan ini pasti mudah bagimu kan?”, ujarnya dengan suara yang semakin keras.

“Mwo? Kyuhyun seorang malaikat?”, batinku terkejut sekaligus tak percaya. Tak terasa air mataku terjatuh melewati pipi.

“Andai saja ada yang bisa kulakukan untukmu, agar kau bisa hidup lebih lama lagi, Hye Jae!”

Namun aku terkejut saat pintu kamar rawat Hye Jae terbuka dari dalam. Buru-buru aku menyeka air mataku.

“DONGHAE?!”, ujar Kyuhyun dengan wajah yang terkejut.

“Ah, mianhae! Aku mau jenguk Hye Jae!”, ucapku yang langsung masuk ke kamar rawat Hye Jae tanpa meminta izin darinya. Di dalam kulihat Hye Jae yang menangis sambil menutup wajahnya, akupun menghampirinya.

“Hye Jae, wae? Apa ada yang membuatmu sedih?”, tanyaku sambil mengelus kepalanya.

“Donghae sunbae? Oh.. Aniyo..!”, sahut Hye Jae dan aku tahu dia berbohong.

Aku juga berpura-pura tidak mendengar pembicaraan Hye Jae dan Kyuhyun tadi. Sebisa mungkin aku bersikap normal seperti tidak ada hal buruk yang terjadi sebelumnya.

“Sudah, uljima Hye jae!”, ucapku sambil tersenyum.

“Aku akan mengabulkan permohonanmu itu, Hye Jae! Aku akan membuat hidupmu jadi lebih lama lagi..”, ucapku dalam hati.

 

Lima hari kemudian

 

Hye Jae Pov

 

“Hye Jae, kajja kita pulang!”, ujar Kyuhyun padaku.

Aku tidak menjawabnya karena sejak pertengkaran kami lima hari lalu, aku sudah tidak bicara padanya. Aku hanya bersikap dingin pada Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun tidak punya salah padaku, justru aku yang terlalu egois padanya.

“Kau masih marah padaku?”

“Aniyo..”

“Lalu, kenapa kau mendiamkanku belakangan hari ini?”

“Gwaechanna!”

Lalu akupun berjalan keluar dari kamar tempat ku dirawat sebelumya dengan membawa tas yang berisi bajuku sendiri.

“Sini kubantu!”, ujarnya menawarkan diri.

“Tidak perlu!”, akupun menepis tangannya saat hendak membantuku.

“Aigo, kenapa kau keras kepala sekali sih?”

“……” aku hanya diam. Dan akhirnya Kyuhyun mengambil tasku dengan paksa.

“Aish…”, umpatku kesal.

Kami pun berjalan menuju mobilnya. Kyuhyun yang mengendarai mobil putih kekar itu dan aku duduk disampingnya.

“KYA!! Kau mau bawa aku kemana? Kau mau menculikku?”, ucapnya panik, karena aku tahu jalan yang kami lewati ini bukanlah jalan yang benar menuju rumahku.

“Aigo.. Kau diam saja disitu dan jangan cerewet!”

“Bagaimana bisa aku tenang, kalau kau mau menculikku!”

“Aish, siapa yang mau menculikmu? Sudah kau diam saja! Arra?!”, perintahnya padaku.

“Arraseo..”, sahutku mengalah.

Selama perjalanan aku bertanya-tanya dalam hati, akan dibawa kemana aku oleh si evil itu dan apa yang akan dia lakukan padaku?

“Aku tidak akan macam-macam padamu!”, ujarnya menenangkanku.

“Ya.. Lagi-lagi kau membaca pikiranku? Kau curang!”, ucapku kesal.

“He.. He.. He..”, tawanya sambil tersenyum evil.

Saat sampai ditempat tujuan aku tidak menyangka kalau aku diajak ke taman rekreasi. Sudah sangat lama aku tidak kesini, seingatku terakhir aku datang ke tempat ini bersama appa.

“Apa kau senang?”, ujar Kyuhyun mengagetkanku dari lamunan.

“Untuk apa kita kesini?”, tanyaku bingung.

“Kita akan bersenang-senang hari ini, kajja!!”, ajaknya sambil menarik tanganku memasuki area bermain itu.

 

Di dalam taman itu Kyuhyun selalu membuatku terus tersenyum dan aku merasakan hal yang aneh dihatiku. Ada apa denganku? Kenapa aku selalu merasa bahagia jika ada didekatnya? Apa aku benar-benar menyukainya?

“Aish, aku tidak boleh berpikir seperti itu! Bagaimana kalau dia membaca pikiranku sekarang?”, batinku.

“Hye Jae… Kajja, kita naik itu!”, ucapnya sambil menunjuk ke arah komedi putar.

“Mwo? Andwe! Aku tidak mau.. Seperti anak kecil saja!”, tolakku langsung.

“Aish.. Kau itu, kajja!”, ujarnya yang lagi-lagi seenaknya menarikku.

Lalu kamipun menaiki komedi putar itu, Kyuhyun memilih tempat duduk yang berupa kuda dan dia terlihat sangat senang.

“Ish, dasar bocah!”, ejekku dengan suara pelan.

“Hye Jae.. Aku dengar itu!”

“Hah?!”, sahutku pura-pura bodoh.

“Kau duduklah disini!”, ajak Kyuhyun menyuruhku untuk duduk dibelakangnya yang masih ada tempat untuk satu orang lagi.

“Ani… Ani..!!”, ucapku langsung.

“Tuan putri, kuda ini sudah jinak! Kau tidak perlu takut! Lagipula kapan lagi kau akan naik kuda bersama malaikat?”, ucapnya percaya diri sambil mengulurkan tangannya padaku.

Entah kenapa aku tidak bisa menolak uluran tangan itu, akupun menyambut tangannya dengan tangan kananku dan duduk dibelakangnya.

“Pegangan yang kuat, Tuan Putri!”

“Mwo?”

“Aish.. Ini! Seperti ini.”, ucapnya sambil menarik kedua tanganku yang kini melingkar dipinggangnya. Hangat.. Hangat sekali tubuhnya, akupun menyandarkan kepalaku dipundaknya.

“Kenangan ini tidak akan pernah kulupakan”, ucapku dalam hati. Setelah puas bermain, Kyuhyun mengajakku berfoto bersama di depan komedi putar dan membeli ice cream.

“Kau lihat, aku tampankan?”, ucapnya sombong sambil melihat hasil foto kami.

“Ish..”, dengusku kesal.

“Bagaimana kalau kita beli ice cream? Kau mau rasa apa?”

“Coklat!”, jawabku langsung.

“Arraseo.. Tunggulah disini! Aku tidak akan lama.”, ujarnya sambil berlari menjauh dariku.

“Ne..”, sahutku setengah berteriak.

3 menit..

5 menit..

10 menit..

“Ish.. Kenapa dia lama sekali?”, ucapku mulai kesal.

Tiba-tiba ada seseorang yang tidak sengaja menyenggolku, untung saja aku tidak terjatuh. Tapi aku tidak bisa melihat wajahnya karena dia membawa banyak balon.

“Mianhae..!”, ujarnya. Mwo? Suaranya mirip sekali dengan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah! Apa itu kau?”, tanyaku pelan.

Kemudian orang itu memberiku semua balon yang dia pegang sebelumnya dan…

“Ini ice cream pesananmu!”, ucapnya sambil tersenyum padaku.

Akupun terkejut dan melepaskan semua balon yang kupegang.

“YA.. KENAPA KAU LEPAS? Aigo, susah payah aku mendapatkannya!”, ucapnya agak kecewa.

“Ah, mianhae! Aku terkejut, Kyuhyun-ah! Untuk apa kau melakukan ini?”, ujarku malu-malu.

“Gwaechanna! Balon itu tidak seberapa! Aku hanya ingin membuatmu bahagia, Hye Jae!”

“Gomawo..”, ujarku yang hampir menangis karena terharu.

“Andwe! Kumohon jangan menangis disini!”, ucapnya panik.

“Aku menangis karena bahagia, Kyu!”, ujarku tersenyum padanya dan sambil menyeka air mataku yang terjatuh.

“Eoh, arraseo! Kajja, makan ice cream itu nanti mencair!”, perintahnya.

“Ne..”

Kamipun menikmati ice cream itu dengan perasaan bahagia.

“Mungkin kau akan jadi lebih tampan jika diwajahmu ada ini!”, ucapku sambil mengoleskan ice cream ke pipi Kyuhyun dan aku berlari menghindarinya.

“YA!! Ini lengket Hye Jae!”, sahutnya kesal dan mencoba mengejarku. Kamipun saling mengejar dan tertawa bersama.

Tiba-tiba

Deg.. Deg.. Deg.. Jantungku! Kenapa kambuh disaat seperti ini?”, ujarku dalam hati.

Kyuhyun yang tahu perubahan ekspresi wajahku yang tiba-tiba, langsung mencemaskanku.

“Hye Jae, sebaiknya kita pulang sekarang!”, ucapnya sambil membantuku berjalan.

“Ne..”, sahutku pelan yang kemudian kami menuju mobil.

Aku merasakan jantungku semakin cepat berdetak. Keringat dingin sudah mengalir ditubuhku, tapi sebisa mungkin aku menyembunyikan rasa sakitku ini.

“Kita kembali ke rumah sakit saja ya, Hye Jae!”

“Andwe.. Aku tidak mau ke RS lagi!”, sahutku langsung.

“Arraseo..”, ucap Kyuhyun sambil terus mengendarai mobilnya. Entah kenapa pandangaku semakin lama semakin kabur.

“Kau yakin tidak mau ke RS?”, tanya Kyuhyun lagi.

“Ne.. Aku lelah, Kyuhyun! Aku mau tidur dulu!”, ucapku yang akhirnya semua menjadi gelap.

 

Donghae Pov

 

Jeolmeul naren jeolmeumeul moreugo
Saranghal ttaen sarangi boiji anhatne
Hajiman ije dwidoraboni
Urin jeolmgo seoro sarangeul haetguna

Nunmul gateun siganui gang wie
Tteonaeryeoganeun geon han dabarui chueok
Geureohke ije dwi doraboni
Jeolmeumdo sarangdo aju sojunghaetguna

Eojenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero

“Ah.. Ponselku bunyi! Chankhaman.. Chankhaman! Mana ya ponselku?”, ucapku sambil mencari-cari.

“Oh, ini dia!”, akupun langsung mengangkat telepon itu.

“Yeoboseyo.. MWO? Hye Jae masuk rumah sakit lagi? Arraseo.. aku akan segera kesana!”, buru-buru kusudahi pembicaraan ditelepon, karena aku panik saat Kyuhyun memberitahu kalau Hye Jae masuk rumah sakit lagi.

Secepat mungkin aku mengendarai motor sportku agar segera sampai di RS.

“Sepertinya, aku memang harus melakukannya!”, ucapku dalam hati.

Setelah tiba di RS aku pun langsung berlari menuju kamar Hye Jae dirawat yang sebelumnya sudah Kyuhyun beritahu padaku. Saat di depan pintu kamarnya, aku mencoba mengatur nafasku yang terputus-putus ini.

“Hye Jae, dia mungkin tidak bisa bertahan sampai minggu depan, kalau tidak segera mendapatkan donor jantung!”

Deg.. Rasanya jantungku seperti tertusuk sebilah pisau, hatiku juga sakit sekali ketika mendengar Uisa Yesung mengatakan hal itu. Akupun segera masuk ke dalam .

“Apa dengan donor jantung Hye Jae bisa terus hidup?”, tanyaku tanpa basa-basi membuat Kyuhyun dan Uisa Yesung terkejut dengan kedatanganku.

“Ne.. Itu sangat menolong Hye Jae!”, sahut Uisa Yesung yakin.

“Kalau begitu aku bersedia memberikan jantungku!”

“Mwo? Kau sudah gila, Donghae? Kalau kau memberikan jantungmu padanya, itu sama saja kau bunuh diri!”, ujar Kyuhyun dengan wajah kaget dan tidak percaya dengan ucapanku barusan.

“Sebaiknya kita bicara di luar! Uisa, tolong jaga Hye Jae sebentar!”, ujar Kyuhyun sambil menarikku dengan paksa keluar kamar. Tanganku terus ditarik, sampai akhirnya dilepaskan di lantai paling atas rumah sakit.

“Apa yang ada dipikiranmu sekarang? Sampai kau mau memberikan jantungmu pada Hye Jae!”, bentaknya.

“……” aku hanya diam.

“YAA!!”, teriaknya memanggilku.

“Aku mau mengabulkan permohonannya untuk hidup lebih lama, Kyuhyun!”, jawabku yang tidak kalah keras.

“Mwo? Maksudmu?”, tanyanya bingung.

“Ne, kalau kau tidak bisa membuat umur Hye Jae lebih panjang! Maka aku yang akan melakukannya!”, ucapku.

 

 

 

 

 

 

Tbc

Comment & likenya y..

Gomawo.. ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s