MWO???!! – Part 9 [END]

Author                       : Whindalee

Cast                            : All Member Super Junior

Support Cast            :

–   Kim Nana (OC)

–    Park Hye Jae (OC)

Genre                        : Brothership, Family, Comedy, Tragedy, & Friendship.

Length                       : Continue

Rating                        : PG-13

 

Sebelumya..

 

Saat permainan tengah berlangsung, bola yang Donghae service ke daerah lawan, langsung diterima oleh Shindong dengan pukulan yang cukup kuat hingga bola itu mengenai pohon kelapa, yang akhirnya buah itu jatuh dan akan mengenai Heechul.

Namun, aku jadi lebuh terkejut lagi saat Kyuhyun berlari kearahnya berusaha menolong Heechul dengan berteriak,

“KYUHYUN…..”. Aku jadi bingung kenapa Kyuhyun memanggil namanya sendiri? Kulihat Kyuhyun mendorong tubuh Heechul agar terhindar dari buah kelapa yang akan menimpanya. Tapi naas, kulihat kepala mereka berdua terbentur ke pohon yang ada didekat mereka saat ini.

“CHULLIE… KYUHYUN…!!”, teriakku menghampiri mereka dengan berlari, yang lainnya juga tidak kalah panik saat melihat kejadian itu.

Selanjutnya..

 

Leeteuk Pov

“Kyu.. Chullie! Irona..”, ujarku sambil menepuk-nepuk pipi mereka pelan.

Saat Sungmin berniat meletakan kepala Kyuhyun kepangkuannya, Sungmin terkejut karena dari kepala Kyuhyun keluar darah segar yang terus mengalir.

“Hyung, darah hyung!”, teriak Sungmin panik.

“Kajja, kita bawa mereka ke rumah sakit terdekat! Palli…!”, ucapku yang tidak kalah panik dengan yang lainnya.

Aku membantu Sungmin membopong Kyuhyun untuk masuk ke mobil Yesung sekaligus menahan luka dikepalanya agar darah tidak terus mengalir. Sedangkan Heechul dibopong oleh Siwon dan Shindong ke mobil Siwon.

“Tolong buka pintunya..!”, ujar Shindong.

“Ne..”, sahut kangin membantu membukakan pintu mobil Siwon.

“Kajja.. Kita bertemu di rumah sakit segera!”, teriakku lagi karena aku benar-benar khawatir dengan keadaan Kyuhyun dan Heechul saat ini.

 

Selama perjalanan menuju rumah sakit, aku melihat Sungmin yang terus meneteskan air mata sambil mengatakan,

“Kyunnie.. Jebal! Irona.. Kyu, irona!”, ucapnya sambil terisak-isak.

“Tenang, Sungmin. Kyuhyun itu kuat! Apa kau lupa? Dia pasti baik-baik saja, Minnie!”, ujarku menenangkan Sungmin.

“Tapi hyung.. Aku takut kalau hal buruk terjadi menimpa Kyuhyun dan Heechul hyung..”, sambung Sungmin yang masih terus menangis.

“Ne.. Tenang, Sungmin hyung!”, ujar Eunhyuk yang ikut menenangkan Sungmin.

 

Ketika kami tiba di rumah sakit, Kyuhyun dan Heechul langsung dilarikan ke ruang UGD. Tidak sengaja kamipun bertemu kembali dengan Uisa Hankyung yang ternyata sedang bertugas di daerah ini dan kebetulan Uisa Hankyung lah yang akan menangani Kyuhyun dan Heechul.

“Uisa, kumohon selamatkanlah dongsaengku! Jebal, uisa!”, kataku pada Uisa Hankyung dengan cemas.

“Ne.. Aku akan berusaha sebaik mungkin! Kalian tunggulah disini!”, jawab Uisa Hankyung memegang bahuku sambil memasuki ruangan UGD meninggalkan kami semua.

Kamipun menunggu Kyuhyun dan Heechul di luar ruangan UGD dengan cemas dan khawatir. Tidak lama kemudian Uisa Hankyung keluar dari ruangan dengan wajah yang membuat kami semua cemas.

“Begini.. Adakah diantara kalian yang memiliki golongan darah A? Kyuhyun sudah kehilangan banyak darah dan saat ini dia sedang kritis! Sedangkan keadaan Heechul baik-baik saja, dia hanya menderita luka benturan dikepalanya dan mungkin akan segera sadar.”, jelas Uisa Hankyung.

Kami semua terkejut mendengar pernyataan Uisa Hankyung, seakan tidak percaya dengan ucapannya.

“Ne.. Golongan darahku A, uisa! Ambillah darahku sebanyak yang Kyuhyun butuhkan.”, sahutku tanpa basa-basi mendekati Uisa Hankyung.

“Ne, golongan darah kami juga A!”, sahut Donghae dan Sungmin bersamaan.

“Baiklah kalian bertiga tolong ikut aku..!”, ajaknya pada kami untuk memasuki ruang UGD.

Didalam aku melihat Kyuhyun terbaring lemah dengan wajah yang pucat dan lilitan perban dikepalanya. Aku sungguh tidak tega melihat kondisinya seperti ini. Disampingnya ada Heechul yang juga masih tidak sadarkan diri, setidaknya kami lega dengan keadaan Heechul yang lebih baik dibandingkan Kyuhyun.

“Kyunnie.. Bertahanlah! Kami akan segera menolongmu.. Kumohon, Kyu!”, ucap Sungmin yang kembali meneteskan air matanya.

“Kajja, kalian kemarilah! Kyuhyun harus segera ditolong!”, perintah Uisa Hankyung.

“Ne..”, sahutku. Lalu darahku, Sungmin, dan Donghaepun diambil sebanyak yang dibutuhkan Kyuhyun saat ini. Setelah selesai kamipun kembali keluar ruangan.

“Kyu.. Cepatlah sadar!”, ucapku dalam hati di depan pintu UGD.

 

1 jam…

2 jam…

 

Kami terus menunggu didepan ruang UGD. “Aish.. Kenapa Uisa Hankyung belum keluar juga?”, ujar Donghae gelisah.

“Tenang, Hae! Uisa sedang berusaha menolong dongsaeng kita.”, sahut Eunhyuk sambil memegang pundak Donghae.

“Ne, hyung!”, jawab Donghae pelan.

Tak lama kemudian Uisa Hankyung keluar dari ruang UGD.

“Kyuhyun sudah melewati masa kritisnya, tapi aku tidak yakin kapan ia akan sadar. Karena luka dikepala belakangnya cukup parah! Sebaiknya kalian berdoa untuk Kyuhyun!”, jelas Uisa Hankyung yang memberikan kabar baik sekaligus kabar buruk tentang Kyuhyun.

Kangin yang merasa tidak percaya dengan ucapan Uisa Hankyung pun menarik kerah bajunya.

“Mwo? Yang kau katakan itu bohongkan uisa?”, bentak Kangin pada Uisa Hankyung.

Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa saat Kangin melakukan hal itu, karena aku masih tidak percaya dengan apa yang kudengar tadi.

“Sudahlah, hyung! Uisa Hankyun… Dia sudah menolong Kyuhyun sampai saat ini! Setidaknya.. Kyuhyun sudah melewati masa kritisnya, hyung…!”, ujar Sungmin terisak-isak memenangkan Kangin. Lalu dia melepaskan tangannya dari kerah baju Uisa Hankyung.

“Mianhae… Jeongmal mianhae, uisa!”, kata Kangin menyesali perbuatannya.

“Gwenchanna”

“Lalu Heechul? Ottokhe?”, tanyaku penasaran.

“Heechul sudah bisa dipindahkan ke kamar rawat inap. Dia akan segera pulih, kalian tidak perlu khawatir dengan Heechul!”, jelasnya.

“Mian.. Aku harus meninggalkan kalian karena masih ada pasien lain yang akan kuperiksa! Kalau ada apa-apa segera panggil aku, Leeteuk-ssi! Aku permisi dulu!”, ujar Uisa Hankyung sambil membungkukkan sedikit badannya.

“Gamsahamnida..”, ucapku.

“Cheonmaneyo, Leeteuk-ssi!”, sahutnya sambil berjalan menjauhi kami di ruang UGD.

 

Dua minggu kemudian..

 

Heechul Pov

Dua minggu sudah aku kembali ketubuhku yang sebenarnya dan sudah dua minggu juga Kyuhyun belum sadar dari tidurnya yang panjang itu. Sejak kejadian itu rasa penyesalan selalu ada dibenakku, aku merasa sangat bersalah padanya. Kini Kyuhyun dirawat di rumah karena eomma berpikir jika Kyuhyun dirawat di sini, eomma bisa menjaga dan merawatnya 24 jam. Appa juga shock dengan kejadian yang menimpa Kyuhyun.

“Kyuhyun.. Apa kau tidak merindukan eomma, appa, dan hyungdeulmu?”, ucap eomma sambil menahan air matanya yang akan terjatuh.

“Jangan menangis..”, ujar appa sambil memegang bahu eomma.

“Coba saja kalau roh kita masih tertukar. Pasti yang sedang tidur seperti itu hyung, saeng!”, ucapku dalam hati sambil memandang Kyuhyun yang masih terbaring lemah dengan bantuan alat-alat rumah sakit ditubuhnya.

 

Flashback

Kurasakan mataku masih sulit dibuka, aku melihat sekeliling ruangan, semuanya terlihat putih.

“Apa aku sudah mati? Apa ini surga?”, ucapku pelan.

“Chullie, kau sudah sadar? Apa masih ada yang sakit”, aku mendengar suara yang kukenal memanggilku.

“Ah.. Ternyata aku masih hidup!”, batinku.

“Chullie?”, tanyanya lagi yang ternyata Leeteuk hyung dan kulihat wajahnya begitu khawatir.

Tapi.. “Chullie? Jungsoo memanggilku Chullie?”, ujarku dalam hati. Lalu akupun beranjak dari tempat tidur berniat menuju kamar mandi.

“Arrgghhh..!”, rintihku sambil memegang kepalaku yang masih sakit ini.

“Kau mau kemana, Chullie? Kondisimu belum pulih benar.. Tolonglah istirahat lagi!”, pinta Leeteuk hyung padaku.

“Aniyo… Aku hanya ingin kekamar mandi sebentar, Jungsoo-ah!”

“Oh, arraseo! Biarku bantu..”, ucapnya padaku sambil membantuku berjalan yang kemudian Siwon juga membantuku.

 

Saat dikamar mandi, aku melihat wajahku yang dulu yang telah lama kurindukan. Aku menyentuh wajahku dengan rasa tidak percaya dan tak terasa air matapun terjatuh dari sudut mataku. Aku menangis karena bahagia telah kembali ketubuhku yang sebenarnya.

“Hyung, wae? Kenapa menangis?”, tanya Siwon.

“Gwenchanna.. Dimana Kyuhyun?”, tanyaku pada mereka sambil tersenyum bahagia.

“……” Siwon dan Leeteuk hyung hanya diam.

“Dimana Kyuhyun?”, tanyaku lagi.

“Kyuhyun ada di kamar sebelah, Chullie!”, jawab Leeteuk hyung dengan lemas.

“Kenapa ekspresi mereka aneh sekali!”, batinku.

Tanpa menunggu lagi aku berjalan menuju kamar sebelah yang dimaksud Leeteuk hyung, walau jalanku masih agak sempoyongan. Tapi aku tidak memperdulikannya karena aku merasa sangat bahagia sekali.

Tiba disana kulihat dongsaengku sudah berkumpul dan mata mereka terlihat seperti habis menangis. Akupun berjalan mendekati Kyuhyun yang masih tertidur. Wajahnya begitu polos saat tidur, kulihat senyum kecil menghiasi wajahnya itu.

“Kyu.. Aku sudah kembali ketubuhku yang sebenarnya, Kyuhyun! Cepatlah sadar!”, bisikku ditelinga Kyuhyun yang masih tidur.

“Hyung..”, panggil Eunhyuk.

“Mwo? Kyuhyun baik-baik sajakan?”, Kulihat ekspresi wajah mereka yang menandakan bahwa kondisi Kyuhyun tidak baik sekarang.

“Hyung… Uisa Hankyung bilang dia tidak tahu kapan Kyuhyun akan sadar! Luka dikepalanya membuat Kyuhyun sempat koma, hyung!”, jelas Ryewook padaku.

“Mwo? Hahahaha.. Kalian pasti bercandakan? Tanggal berapa ini? Apa ini hari ulang tahunku? Kalian jangan mengerjaiku seperti ini! Kyuhyun, buka matamu!”, ujarku sambil tersenyum.

“Kami tidak bohong, hyung!”, sahut Ryewook.

“Ani… Kyuhyun! Jebal, buka matamu! Kau sedang bercandakan? Aku menyerah, Kyuhyun!”, teriakku sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya yang masih tertidur dan tidak terasa air mataku mengalir melewati pipi.

“Kyuhyun, jebal! Irona.. Aku akan memanggilmu dongsaeng lagi! Aku mau tertawa denganmu, aku mau bermain game denganmu, akan kubuatkan jajangmyun juga untukmu! Akan kulakukan semua yang kau mau, Kyuhyun! Tapi buka dulu matamu, Kyu.. Aku menyesal dengan apa yang telah kulakukan padamu selama ini. Jebal.. Kyuhyun! Mianhae.. Mianhae.. Jeongmal mianhae!”, ujarku sambil menangis terisak-isak dan terduduk disamping tempat tidur Kyuhyun.

“Chullie, tenanglah. Kita doakan yang terbaik untuk Kyuhyun, semoga dia cepat sadar Chullie! Lagipula kalau Kyuhyun melihatmu seperti ini dia pasti akan sedih!”, kata Leeteuk hyung sambil memelukku. Air mataku semakin deras mengalir saat ada dipelukan Leeteuk hyung.

“Aku pabo, hyung! Tidak seharusnya aku marah pada Kyuhyun. Aku menyesal hyung. Mianhae.. Kyu!”, ucapku dalam tangis yang semakin pecah.

“Sudahlah Chullie! Aku yakin Kyuhyun juga sudah memaafkanmu..”, sahut Leeteuk hyung sambil menepuk-nepuk pundakku dengan lembut.

Kulihat dongsaengku yang lainnya juga menangis sepertiku. “Kyuhyun… Irona! Bogoshippo, saeng!”, ucapku dalam hati.

Flashback end

 

Sampai saat ini semua keluargaku terus menjaga dan merawat Kyuhyun di rumah. Setiap aku melihat wajah Kyuhyun yang sedang tertidur, entah kenapa air mataku selalu terjatuh.

“Ish.. Hyung! Bukankah kau sudah berjanji pada kami tidak akan menangis lagi didepan Kyuhyun?!”, ucap Yesung membuatku terkejut. Buru-buru aku menyeka air mataku.

“Ne.. Mianhae! Hyung, hanya merindukan Kyuhyun saja, saeng! Kalau begitu hyung pergi dulu, tolong jaga Kyuhyun untukku ya!”, pintaku pada Yesung sambil berjalan keluar kamar Kyuhyun.

Sekarang aku akan menuju tempat untuk melamar Hye Jae. Ya, sudah dua minggu aku jadian dengan Hye Jae setelah kembali ketubuh ini. Tidak ada rasa ragu-ragu lagi dalam benakku, sudah kuputuskan Hye Jae lah yang terbaik untukku. Dan mala mini aku berniat melamar Hye Jae di dekat Sungai Han, semua sudah kupersiapkan untuknya.

Aku merasa gugup sekali, karena akan melamar yeoja chingu yang sudah lama kucintai. Selama perjalanan ke Sungai Han jantungku terus berdetak kencang dan tidak lupa selalu kulirik jam tanganku. Karena aku takut Hye Jae sudah menungguku lama disana.

Pikiranku kini sungguh tidak karuan, aku merasa sedih jika mengingat Kyuhyun yang belum juga sadar, tapi aku juga merasa bahagia karena aku akan segera melamar Hye Jae.

Tidak terasa aku sudah tiba di Sungai Han. Lalu aku sengaja memarkirkan mobilku agak jauh dari tempat yang sudah kusiapkan untuk melamar Hye Jae.

“Oppa.. Kenapa lama sekali? Aku takut sendirian disini!”, ujar Hye Jae manja padaku.

“Mianhae.. Tadi aku harus menjaga Kyuhyun dulu..”

“Oh, gwenchanna oppa!”, jawabnya sambil tersenyum padaku. Kulihat malam ini chagiya ku begitu cantik, dia memakai gaun berwarna putih pemberianku dengan tatarias natural diwajahnya yang membuatku tidak ingin melepaskan pandanganku padanya.

 

Tanpa basa-basi akupun menepuk tanganku memberi aba-aba.

PLOK.. PLOK.. PLOK…

Duar…

Duar..

Duar..

Kembang apipun menghiasi langit malam dan membuat langit semakin indah ditambah bintang-bintang yang sudah menerangi kami berdua.

Ditengah Sungai Han juga sudah kupersiapkan lampu yang cukup besar dengan tulisan “WOULD YOU MARRY ME” yang kini sudah menyala. Kulihat Hye Jae juga terkejut dan menahan air matanya.

Lalu ku keluarkan kotak kecil berwarna merah dari saku celanaku yang kemudian kubuka dan kutunjukan pada Hye Jae. Akupun berlutut didepannya,

“Would you marry me, Hye Jae?”, ucapku serius sambil memegang tangannya. Kulihat Hye Jae akhirnya meneteskan air mata yang daritadi sudah ditahannya.

“Ne.. Oppa! Aku mau!”, jawabnya langsung memelukku.

“Jinjja… Saranghaeyo yeongwonhi!”, ucapku bahagia.

“Na do, oppa!”, sahutnya.

Kusematkan cincin yang dari tadi kupegang ke jari manis kirinya. Tangisan Hye Jae pecah saat aku memasangkan cincin ini dijarinya.

“Oppa.. Gomawo! Aku sungguh bahagia..”, ucapnya dengan wajah berseri-seri.

“Na do, yeongwonhi!”

 

Tiba-tiba…

“HYUNG…..!!!”. Aku dan Hye Jae seketika menengok kearah asal suara. Aku menangis saat melihat sosok itu mendekatiku sambil berlari dan masih memakai piyama tidur.

“Kyuhyun! Kau sudah sadar? Bogoshippo saeng..”, ucapku bahagia sambil memeluknya.

“Ne.. Hyung! Oh, tadi kau panggil aku apa?”, tanyanya heran.

“Dongsaeng, Kyuhyun!”, sahutku.

“Gomawo, hyung!”, sahutnya sambil membalas pelukanku.

“Kyu, aku sudah melamar Hye Jae dan sekarang kau sudah sadar. Hari ini aku benar-benar bahagia saeng.”

Hye Jae yang melihatku dan Kyuhyun saling melepaskan rindupun tersenyum bahagia. Akupun membisikan sesuatu pada Kyuhyun.

“Setidaknya aku sudah membayar hutang nyawaku padamu, saeng! Dulu kau pernah menolongku dari kecelakaan dan dua minggu yang lalu aku sudah menolongmu kan? Jadi kita impas! Arra?”, bisikku dengan pelan.

“Mwo? Hyung buatku koma dan tidur selama dua minggu , kau bilang ini impas, hyung?”, ucap Kyuhyun kesal sambil memajukan bibirnya.

“Igo.. Ne, akan kulakukan apapun untuk membayar kesalahanku yang lalu, Kyu!”, ujarku sembari mengelus kepalanya yang diperban dengan pelan.

“Jinjja, hyung?! Baiklah kalau begitu aku mau video game keluaran terbaru dan PSP yang pernah kau rusak dulu dengan PSP yang terbaru. Ottokhe?”, pintanya bersemangat.

“Arraseo, akan hyung belikan untukmu, saeng!”, ucapku sambil tersenyum padanya.

“Gomawo, hyung!”

“Cheonmaneyo, saeng!”

Lalu Kyuhyun berjalan menghampiri Hye Jae dan mengatakan,

“Chukkhae, Nonna.. Kuharap rahasia kita akan tersimpan sampai selamanya!”, ucapnya dengan mengedipkan mata.

“Ne, aku akan selalu menyimpannya, Kyu!”, jawab Hye Jae sambil memegang pundak Kyuhyun.

“Gomawo nonna..”

“Cheonmaneyo, Kyu!”

“Hya.. Apa yang kalian sembunyikan dariku?”, tanyaku penasaran menghampiri mereka.

“Itu rahasia, hyung!”, ujarny sambil tersenyum evil.

“Ish…”, umpatku kesal.

 

“KYUHYUN….! Aish, cepat sekali kau larinya! Apa kau tidak lelah? Aku saja yang sehat merasa lelah.”, teriak Leeteuk hyung diikuti dongsaengdeulku.

“Hyung..”, ucap Hye Jae sedikit membungkuk.

“Ne”, balasnya.

“Ish.. hyung! Pantas saja kalau kau lelah, kau kan sudah tua hyung.. Apa hyung lupa?”, ejek Kyuhyun.

“Mwo? Kau bilang apa tadi?”, tanya Leeteuk hyung kesal.

“Aniyo.. Aku hanya bilang kau sudah tua, hyung. Apa aku salah?”, teriak Kyuhyun sambil berlari untuk menghindari kejaran Leeteuk hyung.

“Hya… Sini kau! Akan ku pukul kepalamu yang terluka itu!”, teriak Leeteuk hyung mengejar Kyuhyun.

“Mianhae… Hyung!”, sahut Kyuhyun.

“Ha…. Ha…. Ha….”, kamipun tertawa bersama melihat Leeteuk hyung yang masih mengejar-ngejar Kyuhyun.

“Kuharap keluargaku akan terus seperti ini.. Selalu ada tawa dan senyuman di wajah kami semua!”, ucapku dalam hati.

 

 

 

 

 

The End… ^^

 

Akhirnya selesai juga FF pertamaku ini..

Mian ya kalau ceritanya gak nyambung sama judul! Atau mungkin membosankan.

Berikutnya aku mau buat FF yang kedua judulnya.. (masih dirahasiakan! Hehehe..)

FF ini bisa juga dibaca diblog pribadiku, http://whindalee.wordpress.com

Tunggu ff ku yang selanjutnya ya.. ^^

Gomawo udah setia baca sampai sini..

2 thoughts on “MWO???!! – Part 9 [END]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s