THE KINGDOM chapter 13

Judul                : The Kingdom

Penulis             : Honey Park.

Karakter           : OC, TVXQ ft. Super Junior, Rain, MBLAQ, SNSD, SHiNee, dll.

Pairings            : YunJae, KangTeuk, EunHae, HeeWon, YooSu, dll.

Genre               : Romantic/drama, komedi, gender switch.

Chapter            : Chapter 13: War and Birth of the Royal

Ringkasan        : Tak seorangpun tahu bagaimana wajah Putri Jaejoong. Bahkan orang tuanya pun belum pernah melihat wajahnya sejak ia tumbuh. Wajah Putri Jaejoong selalu ditutupi, sehingga tak ada seorangpun yang tahu. Dan suatu hari kerajaan tetangga menginginkan pangeran mereka menikah dengan Putri Jaejoong. Bagaimana tanggapang sang pangeran dan Putri Jaejoong atas keputusan orang tua mereka?

Disclaimer       : the story, plot, and OC BELONG to ROYAL COMPANY, that’s mean MY COMPANY!

Ayo,, siapa yang udah nunggu2 anaknya YunJae brojol?!

Akhirnya author memutuskan anaknya YunJae brojol di chap ini….

Seneng ga,, seneng ga?? *naik turunin alis*

Hehe… enjoy it…

Royal Company presented …

Royal Entertainment production …

The Kingdom

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!”

Pertempuran berhenti sesaat saat terdengar jeritan yang sangat dikenal oleh semua orang. Setelah semua melamun sekitar sepuluh detik, pertempuran kembali digelar (?). Yunho pun kembali bertarung dengan musuhnya dengan asyik (?). Namun saat sedang asyik-asyiknya bertarung, Ryeowook berteriak di pintu masuk istana.

“Putri Jaejoong akan melahirkan!”

Semua cengo. Mendadak otak mereka menjadi sangat loading.

1 detik…

2 detik…

3 detik…

“MWO?!” terdengar seruan Yunho yang membuat musuhnya budek seketika.

Yunho pun segera berlari kearah Ryeowook dan melupakan bahwa sekarang dirinya tengah berada ditengah-tengah pertempuran yang panas meskipun hujan badai.

“Apa benar apa yang kau katakan, Ryeowook?!” Yunho mengguncang kerah tubuh Ryeowook.

“YA! YUNHO! Jangan mengguncang tubuhnya seperti itu Yunho! Ryeowook bisa mati nantinya!” bentak Donghae yang entah sejak kapan berada disana.

“Mianhae.” Yunho menghentikan kegiatannya mengguncang tubuh Ryeowook. “Apa benar apa yang kau katakana?” Tanya Yunho sedikit tenang.

Ryeowook menganggukkan kepalanya dan Yunho segera berlari secepat kilat menyambar bumi menuju kamar Eunhyuk. Ryeowook sedikit lemot dan saat sadar ia segera menyusul Yunho. Sesampainya dikamar Eunhyuk, Yunho mendapati Jaejoong tengah terduduk lemah di lantai. Eunhyuk menggenggam tangan Jaejoong.

“Boojae!” seru Yunho.

Ia segera menghampiri Jaejoong yang tengah meringis kesakitan. Jaejoong duduk bersandar pada ranjang dan kakinya tertekuk. Hanboknya terlihat basah oleh sesuatu.

“Yun..niehhh… appo… enghhh…” erang Jaejoong.

“Ryeowook, apa kau sudah memanggil bidan (?) istana?” Tanya Yunho pada Ryeowook.

“Memangnya kita punya bidan istana, pangeran?” Tanya Ryeowook cengo.

“Mau bidan, paraji, dokter spesialis kandungan atau apapunlah! Yang penting bisa membantu persalinan Jaejoong!” kata Yunho frustasi.

“Aaahhh… Yunhhh… bayinya…. Aaahhhh….” Erang Jaejoong lagi dan menjambak rambut Yunho.

“Bayinya kenapa?” Tanya Yunho panik sementara Ryeowook langsung melesat mencari(?) apa yang disuruh Yunho.

“Nghhhh…. Bayinya keluar…. NGHHHHHH….” Jaejoong mengakhiri jawabannya dengan sebuah dorongan dan memperkuat jambakannya dirambut Yunho.

“MWO!!” seru Yunho yang kepalanya tertarik oleh jambakan Jaejoong.

“Yunho! Duduklah dibelakang Jaejoong!” perintah Eunhyuk tanpa menghiraukan Yunho yang dijambaki Jaejoong.

Yunho segera bangkit dan sedikit menggeser Jaejoong dan duduk dibelakang Jaejoong. Eunhyuk mengambil selimut dan menggelarnya di selangkangan Jaejoong. Ia menggulung lengan bajunya dan mulai mengintip selangkangan Jaejoong dari balik roknya.

“Umma, apa yang umma lakukan?” Tanya Yunho.

“Aku sedang melihat apakah bayinya sudah mau keluar apa belum.” Jawab Eunhyuk enteng.

Jaejoong menyender pada dada bidang Yunho dan menggenggam erat tangan Yunho sebelah tangannya grepe-grepe(?) mencari kepala Yunho.

“Umma…aaahhhh…. Aku tidak kuat…. Enghhhhh….” Jaejoong mengeratkan pegangannya pada Yunho dan menjambak Yunho dengan keras.

“AAAAAAAAW!” teriak Yunho kesakitan karena dijambak Jaejoong dengan keras.

Jaejoong bisa merasakan sesuatu sedang menerobos dari dalam tubuhnya ingin keluar.

“Aaaaaahhhhh…” Jaejoong mendesah saat sesuatu memasuki daerah intimnya.

“Bayinya sudah dekat.” Gumam Eunhyuk dan mengangkat rok Jaejoong.

Yunho hanya cengo saat ummanya mengatakan itu.

“Sepertinya sudah pembukaan terakhir.” Kata Eunhyuk layaknya bidan(?) professional.

“Huuuhhh… huuuhhh…. Huuuhhh…. Umma… AAAAAAAAHHH!” Jaejoong melakukan sesuatu diluar dugaan.

Ia mendorong bayinya dengan kuat hingga Eunhyuk harus siap siaga dan Yunho harus menahan sakit karena Jaejonng terus menjambak rambutnya. *semoga Yunpa tidak botak setelah ini, ne*

“Ayo, Joongie. Sedikit lagi. Ya terus seperti itu. Dorong lebih kuat.” Pinta Eunhyuk.

Jaejoong mendorong dengan kuat hingga akhirnya pecahlah suara bayi ditengah peperangan yang berkecamuk diluar sana. Halah….

OEK…OEK…OEK…OEK…OEK…(?)

Ryeowook datang bersama dengan tabib istana dan beberapa perawat istana. Salah satu perawat segera mengambil air hangat dan handuk untuk memandikan bayi yang masih sedikit berlumuran darah.

“Nghhhhh….huh…huh…huh…” Jaejoong masih terdengar mengerang menahan sakit.

“Boojaejoongie, gwenchana?” Tanya Yunho cemas.

Jaejoong kembali meremas tangan dan menjambak Yunho, ia kembali mendorong.

“Umma, Boojae kenapa?” Tanya Yunho panik.

“Tenang Yun. Jaejoong akan melahirkan anak kedua kalian.” Jawab Eunhyuk enteng.

“MWO?!”

“AAAAAAAAAAAAAAHHHHH!” Jaejoong sedikit menjerit saat mendorong dengan kuat agar anak keduanya bisa segera melihat dunia.

OEK…OEK…OEK…OEK…OEK…(?)

Jaejoong terengah-engah dan menyandarkan kepalanya kebahu Yunho. Ia sangat lelah setelah melahirkan anak kembarnya. Yunho mengecup puncak kepala Jaejoong. Tak lama kemudian, Eunhyuk menggendong sebuah bungkusan(?) yang berisi bayi.

“Joongie, ini anak pertamamu. Laki-laki.” Kata Eunhyuk. “Dan anak keduamu perempuan.” Lanjut Eunhyuk saat seorang perawat istana membawa bungkusa(?) yang lain.

Sementara Jaejoong dan Yunho saling bertatapan dengan bahagia. Tabib istana tengah memeriksa Jaejoong. Ia memasukkan plasenta bayi Jaejoong kedalam sebuah kendi(?) dan membersihkan daerah intim Jaejoong. Ia kemudian mengobati daerah intim Jaejoong yang sedikit bobol karena dilewati oleh dua bayi sekaligus.

—————————-

Sementara itu diluar, pertarungan semakin memanas. Pasukan Rain terlihat bertarung dengan segenap kekuatan mereka namun tiba-tiba gerakan Rain terhenti saat mendengar sebuah isakan. Ia melihat sekitarnya, mencari asal isakan itu. ia kemudian berjalan sambil sekali-kali mengayunkan senjatanya. Saat ia menemukan sebuah celah, betapa terkejutnya ia kala menemukan putrinya tengah berjongkok memeluk kedua kakinya.

“Jungmi!” seru Rain.

Jungmi mengangkat kepalanya dan Rain segera memeluk Jungmi.

“Kenapa kau ada disini?” Tanya Rain bingung.

Jungmi menggelengkan kepalanya dan terus menangis. Kedua tangannya menutupi matanya yang terus mengalirkan air mata. Rain segera melesat pergi mencari tempat yang aman untuk putrinya. Ia lalu menemukan banyak orang di sebuah kamar.

“Raja Rain?!” kata Yunho terkejut saat Rain memasuki ruangan dimana ia dan yang lai berada.

“Itu…” ucapan Eunhyuk terpotong oleh Rain.

“Aku ingin menitipkan Jungmi. Jangan tanya aku kenapa Jungmi bisa ada disini karena aku juga tidak tahu.” Cerocos Rain.

YunJaeHyuk mengangguk. Jungmi memeluk Rain dengan erat. Yunho yang kebetulan free(?) akhirnya mengambil Jungmi dari gendongan Rain. Ia lalu menyerahkan Jungmi pada Eunhyuk.

“Umma, aku titip boojae dan anakku. Aku harus kembali kepertempuran.” Kata Yunho lalu mengecup Jaejoong.

“Ne.” jawab Eunhyuk sambil menggoyang tubuh Jungmi.

“Hati-hati, Yunnie.” Pesan Jaejoong saat Yunho mengecup keningnya.

“Ne. Ayo, Raja Rain. Kita kembali ke pertempuran.” Ajak Yunho.

Rain mengangguk dan merekapun meninggalkan ruangan itu. Rain berlari kembali ke medan pertempurannya dan Yunho kembali ke taman depan istana.

“Sssshhh, uljima Jungmi-ah. Tidak apa-apa. Halmoni ada disini.” Eunhyuk terlihat kewalahan menenangkan Jungmi.

“Umma, biar aku yang menenangkan Jungmi.” Pinta Jaejoong.

“Jangan, Joongie-ah. Kau baru saja melahirkan. Tidak apa-apa, biar umma saja.” Tolak Eunhyuk namun tangisan Jungmi malah semakin keras.

“Tidak apa, umma. Aku hanya akan memeluk Jungmi.”

Eunhyuk akhirnya menyerahkan Jungmi pada Jaejoong (nie anak pundah-pindah melulu-_-). Jaejoong memeluk Jungmi.

“Uljima. Onni disini. Hm, kenapa menangis?” bisik Jaejoong ditelinga Jungmi.

“Umma…” isak Jungmi.

“Kau ingin bertemu umma?” Tanya Jaejoong.

“Umma…” isak Jungmi lagi.

Jaejoong menoleh pada Eunhyuk bingung. Eunhyuk mengangkat bahunya.

“Ne. Umma disini, sayang. Jangan menangis, ne.” bujuk Jaejoong.

“Umma…” isak Jungmi memeluk leher Jaejoong.

Jaejoong menggoyang-goyangkan tubuhnya dan membiarkan Jungmi menangis.

“Umma…” isak Jungmi lagi.

Tiba-tiba sebuah cahaya terang menyinari ruangan itu. eunhyuk dan Jaejoong menutupi mata mereka dari cahaya yang menyilaukan itu. saat cahaya itu sedikit redup, Jaejoong membuka matanya dan tercengan. Sesosok atau lebih tepatnya seseorang berjalan mendekati dirinya. Jaejoong semakin tercengang saat melihat wajahnya, sangat cantik bagai bidadari. Ia kemudian mengambil Jungmi dari pelukan Jaejoong. Ia tersenyum pada Jaejoong dan Jaejoong menganggukkan kepalanya.

“Aegya, kenapa menangis jagi? Umma disini.” Akhirnya ia mengatakan sesuatu.

Jaejoong mengerjapkan matanya saat mendengar suara yang begitu lembut bagaikan awan(?).

“Jangan menangis, ne. Umma sangat sedih saat kau menangis. Berhenti menangis, ne.” bujuknya.

Tidak terdengar apapun dari mulut Jungmi. Tubuhnya juga sudah berhenti bergetar. Terlihat tangan Jungmi sudah menjuntai di punggung sosok itu. Sosok itu tersenyumdan mengusap kepala Jungmi. Ia kemudian kembali menyerahkan Jungmi pada Jaejoong.

“Maaf aku datang  tiba-tiba. Namaku Song Hyekyo.” Katanya sambil tersenyum.

“Jaejoong. Jung Jaejoong.”

“Jaejoong-ah, ini untukmu. Minumlah dan berikan setetes cairan ini pada kedua anakmu, racun yang tersisa ditubuhmu akan lenyap begitu juga pada tubuh kedua anakmu. Aku juga sudah mengisi kembali milik Jungmi.” Ia menyerahkan sebuah botol Kristal kecil pada Jaejoong.

“Khamsahamnida.” Jaejoong mengambil botol itu.

“Katakan pada Jungmi, aku menyayanginya dan sampaikan rasa terima kasihku pada Rain.” Katanya.

Jaejoong mengangguk.

“Waktuku sudah habis. Terima kasih mau menjaga Jungmi-ku.” Katanya lalu menghilang perlahan.

Jaejoong mengerjapkan matanya berkali-kali. Kemudian ia mendengar Eunhyuk memanggil-manggil dirinya. Jaejoong lalu menoleh.

“Apa yang terjadi?” Tanyanya pada Jaejoong.

“Aku bertemu ummanya Jungmi.” Jawab Jaejoong polos.

“Mwo?” seru Eunhyuk.

“Ini. Ia memberikan ini untukku.” Kata Jaejoong menunjukkan sebuah botoh Kristal kecil yang dipegangnya pada Eunhyuk.

“Apa itu?” Tanya Eunhyuk.

Jaejoong mengangkat bahunya. “Aku tidak tahu. Tapi umma Jungmi bilang aku dan anak kembarku harus minum ini agar sisa racun ditubuhku hilang.” Jelas Jaejoong.

Eunhyuk membulatkan bibirnya.

“Tapi aku akan menunggu Jungmi bangun dan menanyakannya. Ummanya bilang kalau milik Jungmi juga sudah diisi ulang. Atau mungkin aku lebih baik menanyakannya pada Raja Rain.” Lanjut Jaejoong.

“Sepertinya begitu.” Kata Eunhyuk meng-amini.

———————————-

Sementara itu terlihat Donghae yang uring-uringan karena musuhnya sama sekali tidak berkurang sedikitpun meski sudah banyak yang tumbang. Akhirnya dengan frustasi Donghae menghampiri Yunho dan memarahi Yunho.

“Ya! Yunho-yah! Kenapa mereka tidak ada habisnya?! Aku sudah muak!” sembur Donghae.

“Aish~ appa! Kau pikir aku tidak muak. Kepalaku masih terasa aneh setelah dijambak-jambak oleh Jaejoong tadi! Sebaiknya appa protes pada orang yang mengirim mereka!” Yunho balik mengomeli Donghae.

Tanpa mereka sadari mereka tengah di awasi dan orang yang tengah mengawasi mereka terlihat tertawa puas saat melihat wajah Yunho dan Donghae yang frustasi.

“HAHAHAHAHAHAHA…! Mereka sepertinya sudah kewalahan. Aku akan segera mengakhiri ini. Aku akan menghancurkan istana mereka dan membunuh semua yang ada didalam istana termasuk si Jaejoong dan anaknya itu. NYAHAHAHAHAHA…!” katanya ngakak setan.

Orang yang tengah ngakak setan itu tidak lain dan tidak bukan adalah Hwangbo. Ia kemudian meninggalkan tempatnya dan melesat pergi entah kemana. Dan tanpa disadari, ia sudah berada di benteng Kerajaan Super Shin Ki. Ia kemudian siap dengan kuda-kudanya dan merapalkan(?) sebuah mantra.

“LkjaHDiufhasidufiasdghfahgdsicfhaiuhsdiuahfadghsfiaahsdoifhanilsdhfigfuidhgfiuagspfoqeiftgoqierupqueoihruiewyriutrgitugruohoweurhuiwergiuhjlwerilgwiuoery(author juga kaga ngarti ini mantra apa). Simsalabim kutu kupret! HANCURKAN SEMUANYA!” seru Hwangbo mengakhiri mantra aneh bin ajaibnya.

Kilat kembali menyambar-nyambar bumi, angin bertiup kembali dengan kencang, hujan semakin deras ditambah dengan bumi yang tiba-tiba ikut bergetar bagaikan kedinginan dihujam hujan badai. *halah*

Langit bertambah gelap namun Hwangbo masih asik dengan tawanya yang menggelegar. Donghae yang mendengarnya bergidik ngeri. Ia rasanya mengenal suara tawa yang didengarnya.

“Sepertinya aku mengenal tawa setan ini.” Gumam Donghae lalu mengibaskan pedangnya.

“Appa, hujannya semakin deras. Aku sulit melihat musuh!” teriak Yunho disamping Donghae.

“Appa tahu, Yun. Kita harus segera menemukan biang kerok dari masalah ini. Mereka bukan maklhuk biasa. Mereka pasti dikirim oleh seseorang semacan penyihir.” Donghae balik berteriak karena suara hujan yang gaduh.

“Ne! Tapi aku tidak tahu dia ada dimana dan siapa.” Teriak Yunho lalu menahan sebuah serangan.

“Yun, kau cari dibenteng. Urusan ini biar appa yang mengurusnya.” Perintah Donghae.

“Baik appa.”

Yunho segera melesat pergi dari arena pertempuran menuju benteng yang mengelilingi istana. Saat memasuki lorong-lorong benteng Yunho berapasan dengan Rain.

“Yunho.” Sapa Rain.

“Raja Rain, sedang apa kau disini?” Tanya Yunho heran.

“Aku sedang mencari seseorang. Aku mendapatkan penglihatan ada sesuatu yang jahat disekitar benteng ini.” Jawab Rain. “Lewat sini.” Ajaknya.

Yunho mengikuti Rain menuju atap benteng. Mereka melihat seseorang berjubah hitam tengah ngakak.

“Kau! Kau pasti yang mengirim mereka semua?!” bentak Yunho.

Sosok itu menoleh dan tertawa melihat Yunho dan Rain.

“Pangeran Yunho dan Raja Rain. Apa kalian menikmati semua ini? Aku tidak menyangka kau akan membantu kerajaan ini, Rain.” Katanya.

“Sudah kuduga kau merupakan dalang semua ini. Setelah kau mengambilnya, kau ingin melakukan hal yang sama lagi?” Tanya Rain dingin.

“Oh, maafkan aku soal istri dan anak dewamu itu. Aku hanya meminta air mata dewa dengan baik, tapi istrimu itu menolak. Dan tujuanku sekarang bukan kekuatan. Yang aku inginkan sekarang adalah Pangeran Yunho. Dan sekarang ia ada dihapanku.” Sosok yang ternyata Hwangbo itu menyeringai mengerikan.

“Apa yang kau inginkan dariku?” Tanya Yunho tajam.

“Aku ingin kau ikut denganku dan menikahi anakku, kalau kau ingin istri dan keluargamu selamat.” Ancam Hwangbo.

“Apa maksudmu?! Aku tidak mungkin meninggalkan Boojae dan putra juga putriku!” seru Yunho.

“Apa maksudmu putra dan putrid hah?!” gertak Hwangbo.

“Istriku baru saja melahirkan, aku tidak mungkin meninggalkan mereka.” Teriak Yunho esmosi.

“APA?! TIDAK AKAN KUAMPUNI! “ Hwangbo merentangkan kedua tangannya dan sebuah sambaran petir menghantam istana Kerajaan Super Shin Ki.

“TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!” teriak Yunho histeris. *author lebay bener ngetiknya*

Rain tanpa diduga-duga langsung menyerang Hwangbo.

PLETAK

TRANG

BLETAK

GUBRAK

BRUK

BOOM

Sementara Rain melawan Hwangbo, Yunho terlihat pasrah melihat istana hancur. Namun saat debu yang menyelimuti istana mulai menipis Yunho tersenyum dan menolehkan kepalanya. Ia memandang Hwangbo dengan geram.

“CHIAAAAAAAAAT!” Yunho bergabung dengan Rain melawan Hwangbo.

Mereka bertiga pun mulai bergulat. Mengeluarkan semua kemampuan terbaik mereka. Berguling, menghindar, kepletot(?), saling tampol menampol, tangkis menangkis, dan jatuh bangun. Akhirnya Hwangbo menggunakan mantranya untuk menyerang Rain.

“Hantaman kilat harimau dari timur ke perut ke semuanya!” teriak Hwangbo.

Sebuah cahaya hitam keunguan bergumpal-gumpal hendak menerkam Rain. Namun…

“ANDWEEEE!”

BLASH!

~TBC~

Nyahahahaha…..*author ngakak setan*

Author memutuskan untuk memotong ceritanya sampe situ…. *diganyang readers*

Selow,, author udah siapain epilognya….

Epribadih kalem don yow…. *ngemeng apa sie??*

Ok,, author akan tetap berkarya meski tidak ada yang komen…

Jadi untuk para readers setia jangan bosan dengan cerita geje saya,, ne…^^

One thought on “THE KINGDOM chapter 13

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s