I LOVE MY ANGEL, KYU! – Part 1

Author                       : Whindalee

Cast                            :

–         Park Hye Jae (OC)

–         Kyuhyun as Angel Kyuhyun

–         Leeteuk as Hye Jae’s Hyung

–         Donghae as Donghae

Support Cast            :

–         Park Min Ho as Hye Jae’s appa

–         Park Min Young as Hye Jae’s eomma

Genre                        : Family, Romance, Sad, Tragedy, Friendship & Brothership.

Length                       : Continue

Rating                        : PG-15

 

Annyeong ^^! Ini adalah ff keduaku..

FF ini requestan seseorang dan special kupersembahkan untuknya..

Happy reading!!

 

***

Park Hye Jae Pov

 

“Tuhan, semoga besok aku masih punya kesempatan melihat senyum diwajah eomma dan hyungku! Semoga besok ada keajaiban untukku.”, doaku sambil memejamkan mata.

Akupun terlelap dalam tidurku dan masuk ke alam mimpi yang indah.

Aku terdampar di padang rumput yang sungguh luas, sejauh mataku memandang yang kulihat hanyalah hamparan daratan hijau dengan langit yang sungguh biru. Indah.. Indah sekali.

“Hye Jae!”, panggil seseorang dari kejauhan.

Aku tidak tahu siapa yang memanggilku, tapi suara itu mengingatkanku pada seseorang yang sudah lama tidak kudengar. Sosok itu semakin mendekat kearahku. Aku melihatnya samar-samar menebak siapa orang yang memanggilku. Tapi tangisanku pecah saat melihat sosok itu ada dihadapanku.

“Appa.. Bogoshippo appa! Aku benar-benar kehilanganmu, appa!”, aku memeluk erat sosok itu yang ternyata adalah appa.

“Na do, Hye Jae..”, sahut appa sambil mengelus kepalaku dengan lembut.

“Appa, saranghaeyo! Bogoshippoyo…!”, ucapku dalam tangis dan tidak mau melepaskan pelukanku. Appa juga membalas pelukanku.

“Appa juga, Hye Jae! Sudahlah jangan menangis. Appa kan sudah disini!”

“Ne, appa.”, ujarku sambil melepaskan pelukan dari appa dan tersenyum padanya.

“Boleh aku ikut denganmu, appa? Aku benar- benar merindukanmu. Aku tidak mau appa pergi meninggalkanku lagi!”, pintaku padanya.

“Belum saatnya, Hye Jae… Eomma dan Leeteuk masih sangat membutuhkanmu. Apa kau tega meninggalkan mereka berdua?”, tanya appa dengan wajah serius.

“Aniyo.. Appa! Tapi aku tidak mau appa pergi lagi dariku..”, ucapku sedikit merengek.

“Appa tidak akan pergi kemana-mana, Hye Jae! Appa akan selalu ada disini.”, kata appa sambil menaruh telapak tangannya didadaku. Akupun kembali menangis.

“Hye Jae, appa mohon berhentilah menangis! Suatu saat nanti, kita pasti akan dipertemukan kembali!”, ucap appa mendekatkan wajahnya dan memegang kedua bahuku.

“Park Min Ho-ssi, sudah saatnya!”, panggil seorang namja berambut putih yang memakai setelan jas hitam rapi.

“Siapa dia appa? Appa mau kemana? Appa tidak akan pergikan?”, tanyaku panik memegang tangan appa dengan erat.

“Mian.. Hye Jae! Appa harus pergi sekarang!”, jawabnya sambil melepaskan peganganku.

“Andwe.. Appa! Andwe! Jebal…”, teriakku pada appa, yang membuat tangisanku semakin keras. Lalu appa memelukku dengan erat dan membisikan sesuatu.

“Hye Jae.. Namja itu yang akan menjagamu nanti. Sampai waktunya kita bertemu lagi. Arra?”

“Mwo? Maksud appa?”, tanyaku bingung.

“Mianhae, appa tidak bisa jelaskan sekarang. Nanti kau juga akan tahu sendiri!”, ucap appa yang semakin lama tubuhnya memudar.. memudar.. sampai akhirnya menghilang dari hadapanku.

“APPAAAA…!!”, teriakku dan akhirnya akupun terbangung.

 

Keringat dingin sudah mengalir ditubuhku, nafasku juga sudah tidak beraturan. Tiba-tiba jantungku berdetak sungguh cepat. Sebenarnya sejak kecil aku sudah divonis memiliki kelainan jantung. Hanya donor jantung yang dapat menolongku.

Tapi kemungkinan seperti itu sangatlah kecil, karena mana ada orang yang mau memberikan jantungnya. Kecuali jika orang itu sudah bosan hidup. Diumur yang mau 17 tahun ini, aku merasa penyakitku ini bertambah parah dan mungkin waktuku di dunia ini memang sudah tidak lama lagi.

 

“Appayo.. Eomma.. Hyung!”, teriakku sambil menahan sakit.

Tiba-tiba seorang namja yang tak kukenal masuk kekamarku karena mendengar teriakanku.

“Hye Jae! Apa sakitmu kambuh lagi?”, tanyanya panik.

“Neo, nugu?”, sahutku lemah.

“Aish.. Aku sepupumu, KYUHYUN! Chankhamman, akan kuambilkan obatmu! Ajumma, Teuki hyung! Bisakah kalian kesini? Sakitnya Hye Jae kambuh..”

“Mwo? Dia sepupuku? Aku tidak mengenalnya. Aku merasa seperti pernah melihatnya, tapi dimana ya?”, ucapku dalam hati sambil memegang dadaku menahan rasa sakit yang semakin menjadi.

“ARGH! Appayo..!”, teriakku sambil menangis.

“Hye Jae, tenang ya Kyuhyun sedang mengambilkan obat untukmu!”, sahut Leeteuk oppa yang baru masuk kekamarku diikuti eomma dibelakangnya mencoba menenangkanku.

Lagi-lagi aku membuat mereka khawatir dengan keadaanku yang seperti ini.

“Oppa, eomma, disini sakit sekali.. aku tidak sanggup! Aku merasa takut setiap penyakit ini kambuh.”, rintihku yang terus menangis sambil memegang dadaku karena jantungku ini berdetak semakin cepat.

“Hye Jae, kau harus kuat! Masih ada eomma, Teuki oppa, dan Kyuhyun yang akan menjagamu!”, ucap eomma yang ikut menangis.

“Mianhae.. Jeongmal mianhae! Aku hanya bisa menyusahkan kalian!”, ucapku terisak-isak.

“Aniyo.. Jangan bicara seperti itu Hye Jae! Aku, Kyuhyun, dan eomma sangat menyayangimu!”, sahut Leeteuk oppa sambil mengelus kepalaku dan memegang tanganku erat.

“KYUHYUN.. KENAPA KAU LAMA SEKALI?”, teriak Leeteuk oppa panik.

“Ne, mian. Ini obatnya.”, jawab namja itu.

“Apa memang benar dia sepupuku? Eomma dan Leeteuk oppa seperti sudah mengenal lama namja itu. Kenapa aku tidak mengenalnya?”, batinku.

Leeteuk oppa membantuku bangun untuk meminum obat. Setelah diminum aku merasakan sakitku perlahan mulai berkurang. Kulihat eomma, Leeteuk oppa, dan namja itu menampakan wajah kelegaan. Seringkali aku membuat eomma dan Leeteuk oppa khawatir seperti ini.

 

“Sudah, eomma! Aku sudah merasa lebih baik.”, ucapku sambil menyeka air matanya. Eomma pun tersenyum padaku, Leeteuk oppa merangkulku, dan namja itu memperhatikan kami sambil tersenyum.

“Eomma? Apa kau mengenalnya?”, tanyaku sambil menunjuk kearah namja itu.

“Dia itu sepupuhmu, Hye Jae! Bukankah sudah lama dia tinggal disini. Kenapa kau bertanya seperti itu?”, jawab eomma bingung.

“Jinjja? Ah.. Sepertinya aku harus istirahat kembali, eomma! Mian, bisakah kalian meninggalkanku dengannya?”, pintaku pada eomma dan Leeteuk oppa.

“Arraseo..”, ujar eomma sambil mencium keningku.

“Kyuhyun, tolong jaga Hye Jae!”, ucap Leeteuk oppa sambil menepuk bahu namja itu.

“Tenang hyung, aku akan menjaganya!”, sahutnya seraya tersenyum.

 

Kyuhyun Pov

 

“Oh.. Jadi yeoja ini yang harus kulindungi.”, ujarku saat melihat foto keluarga yang cukup besar terpajang di ruang tengah.

 

Di dalam foto itu kulihat Park Min Ho-ssi memegang kedua bahu istrinya yang sedang duduk. Disamping kiri dan kanan mereka ada seorang namja bernama Park Jungsoo atau sering dipanggil Leeteuk dan seorang yeoja bernama Park Hye Jae. Mereka tersenyum bahagia di dalam foto itu.

Ya, aku adalah malaikat pelindung yang bertugas untuk melindungi seseorang sebelum orang tersebut menemui ajalnya. Memang terdengar agak kejam, tapi itulah kehidupan manusia.

Adakalanya manusia harus meninggalkan semua orang-orang yang disayanginya didunia. Tapi jangan menganggapku sebagai malaikat maut, aku adalah malaikat pelindung.

Tugasku kali ini adalah melindungi yeoja yang merasa dirinya kini sudah tidak berguna, karena penyakit jantung yang dimilikinya sejak kecil dan telah kehilangan seorang appa. Sebenarnya aku prihatin melihat keadaannya yang seperti ini, setelah nanti ku kembalikan semangat hidupnya, maka dia akan segera menemui ajalnya.

“Sungguh kejam! Tapi ini sudah menjadi tugasku..”, batinku. Dan jika semua tugasku selesai, aku akan kembali ke langit tanpa ada satu orangpun yang mengingatku.

 

“Baiklah.. Ini akan menjadi pekerjaan yang mudah!”, ucapku santai sambil menyilangkan kedua tanganku.

“Sepertinya penampilanku harus diubah. Bagaimana kalau begini!”

Aku merubah penampilanku dengan kekuatan yang kumiliki, ku ubah rambutku yang putih menjadi coklat kemerah-merahan. Jas hitam yang kupakai sudah berganti jadi baju kaos rumahan.

Akupun berjalan menuju cermin yang ada di ruang tengah untuk memastikan penampilanku sekarang tidak buruk.

“Aku bersyukur menjadi malaikat pelindung yang tampan! Karna mau diubah bagaimanapun penampilanku, aku tetap tampan kan?”, gumamku sendiri sambil memegang dagu.

“Sekarang aku harus melakukan sesuatu agar mereka menerimaku sebagai keluarganya!”, ujarku memejamkan mata. Mantra-mantra telah kuucapkan di dalam hati yang kuharapkan semua tugasku bisa berjalan dengan lancar.

“Ok… Semua sudah selesai! Tinggal tunggu besok pagi.”, kataku sambil duduk di sofa yang empuk dan nyaman.

“Hoooaaaamm… Baru sebentar menyamar jadi manusia, kenapa aku langsung mengantuk?”, ucapku sambil menguap dan menutup mulukku dengan tangan.

Aku mencoba tidur di sofa, namun..

“Appayo.. Eomma.. Hyung!”, teriak Hye Jae dari kamarnya. Akupun langsung berlari kekamarnya, saat kubuka pintu kulihat tubuhnya sudah basah oleh keringat, wajahnya pucat, dan nafasnya terlihat sesak.

“Hye Jae! Apa sakitmu kambuh lagi?”, tanyaku panik.

“Neo, nugu?”, sahutnya lemah. Aku terkejut mendengar pertanyaannya, karena ku takut dia semakin curiga buru-buru ku jawab walau bingung harus berkata apa.

“Aish.. Aku sepupumu, KYUHYUN! Chankhamman, akan kuambilkan obatmu! Ajumma, Teuki hyung! Bisakah kalian kesini? Sakitnya Hye Jae kambuh..”, teriakku membangunkan mereka malam-malam begini sambil keluar kamar.

 

Kulihat namja bernama Leeteuk itu menghampiriku dan ajumma yang ku anggap sebagai keluarga sementara. Sebenarnya aku takut saat mereka melihatku, kalau-kalau kekuatanku tidak berlaku pada mereka juga.

“Ah.. Kyuhyun. Wae? Ada apa dengan Hye Jae?”, tanya Leeteuk hyung cemas.

“Sebaiknya hyung dan ajumma lihat sendiri! Aku akan ambil obat Hye Jae dulu.”, jawabku lega sambil berlari kearah dapur.

“Ah, untunglah! Kukira mereka akan curiga juga seperti Hye Jae!”, ujarku sambil mengelus dada.

Kuambil obat yang ada dikotak kesehatan yang ada di dapur. Tiba-tiba ucapan Hye Jae muncul lagi dibenakku.

“Neo, nugu?”

“Aneh! Kenapa kekuatanku tidak mempan padanya? Apa aku salah mengucapkan mantra?”, gumamku sendiri.

“Ah.. Akan kucoba ulangi!”. Kembali kuucapkan mantra-mantra di dalam hatiku sambil memejamkan mata.

“Semoga kali ini tidak gagal!”, ujarku penuh harapan.

“KYUHYUN.. KENAPA KAU LAMA SEKALI?”, teriak Leeteuk hyung dari kamar Hye Jae. Aku lupa harus mengambil obat Hye Jae dan langsung aku bergegas mengantar obat yang daritadi kupegang.

“Ne, mian! Ini obatnya.”, sahutku sambil memberikan obat itu ke Leeteuk hyung, yang kemudian obat itu segera diminum oleh Hye Jae. Kulihat mata mereka sembab karena menangis.

Hye Jae sudah terlihat sedikit lebih baik dari sebelumnya. Aku tersenyum melihat Leeteuk hyung memeluk Hye Jae, dan Hye Jae yang sedang menyeka air mata ajumma.

“Eomma.. Apa kau mengenalnya?”, tanya Hye Jae pada ajumma sambil menunjukku.

“Mwo? Lagi-lagi gagal! Wae? Apa sebegitu putus asanya dia sampai kekuatanku tidak mempan?”, ucapku dalam hati. Sebisa mungkin aku tidak menampakan wajahku yang terkejut ini.

Ajumma yang merasa heran menjelaskan pada Hye Jae kalau aku adalah sepupunya. Tapi dia malah ingin istirahat ditemaniku.

“Kyuhyun, tolong jaga Hye Jae!”, ucap Leeteuk hyung sambil menepuk bahuku.

“Tenang hyung! Aku akan menjaganya.”, sahutku memaksa tersenyum.

Leeteuk hyung dan ajumma kemudian meninggalkan kami berdua di kamar.

 

“Katakan padaku siapa kau sebenarnya? Aku sungguh tidak mengenalmu. Aku merasa kau ini orang asing dan bukan sepupuku!”, ujarnya dingin.

“Hem.. Begini kalau aku jelaskan semuanya, apa kau akan percaya?!”, tanyaku mendekatinya.

“Berhenti! Jangan coba mendekatiku!”, bentaknya sambil menatapku tajam.

“Ish.. Yeoja ini sepertinya mengerikan!”, batinku.

“Arraseo.. Arraseo.. Jadi apa kau mau dengar penjelasanku? Kau harus tahu semuanya karena hanya kau yang tidak mengenaliku.”, tanyaku lagi.

“Jadi benarkan kau bukan sepupuku? Lalu apa yang kau lakukan pada Leeteuk oppa dan eomma? Sampai mereka menerimamu dalam keluargaku?”

“Ne.. Jadi kau mau dengar ceritaku tidak?”, sahutku mulai emosi.

“Ne, palli. Ceritakan semuanya!”, ucapnya sambil merubah posisi tubuhnya jadi duduk dan bersandar.

“Arraseo… Begini, aku adalah malaikat pelindung! Dan sekarang….”, kataku terputus.

“Mwo? Aku mau dengar kejujuran dari mulutmu! Bukan cerita dongeng seperti ini. Ha.. Ha.. Ha.. Disaat seperti ini, kau masih bisa bercanda ya?”, ujar Hye Jae menertawakanku.

“Aish.. Kalau bukan karena tugas, sudah ku tinggalkan yeoja ini!”, batinku kesal.

“Aigo, aku belum selesai cerita! Jadi tolong jangan potong perkataanku!”, kataku yang semakin kesal dengan kedua tangan yang kutaruh dipinggang.

“……” Hye Jae tidak menjawab.

“Mau kulanjutkan?”, tanyaku menahan emosi.

“Ne..”, sahut Hye Jae dingin.

“Aku adalah malaikat pelindungmu. Mulai sekarang aku akan selalu menjaga dan melindungimu, sampai waktu itu tiba! Kau hanya punya waktu yang singkat di dunia ini, Hye Jae!”, ucapku asal tanpa memikirkan perasaannya.

Kulihat Hye Jae menundukkan kepalanya, sepertinya dia menangis.

“Ah, mianhae! Bukan maksudku membuatmu menangis! Aku pabo, Hye Jae.”, ucapku menyesal sambil mendekati Hye Jae berusaha menenangkannya.

“Sudah kubilang jangan mendekatiku!!”, bentaknya. Matanya merah dan terus mengeluarkan butiran bening itu.

“Sssssttt.. Jangan buat mereka terbangun, Hye Jae.”, ujarku.

“Jadi aku akan segera mati!”, tanyanya pelan.

“Ini sudah jadi tugasku, Hye Jae! Kumohon jangan mempersulit aku! Untuk sementara aku akan menjadi bagian keluargamu. Setelah semua selesai aku akan kembali tanpa meninggalkan jejak dikeluargamu dank au bisa bertemu dengan appamu!”, jelasku panjang lebar.

“Mwo? Appa? Jinjja , aku bisa bertemu dengan Appa nanti?”, ujar Hye Jae sambil menyeka air matanya.

“Ne, kau akan bertemu dengannya nanti!”

“Aku memang sudah menyadarinya, kalau waktuku tidak akan lama lagi. Jika aku pergi nanti, pasti eomma dan Teuki oppa tidak akan merasa susah lagi karena terus menjagaku dan menangisiku! Gomawo..”, ucapnya sambil tersenyum bahagia padaku.

 

Tes..

“Apa ini?”, tanyaku dalam hati sambil menyentuh wajahku yang basah karena air mata.

“Aku menangis? Apa ini yang namanya perasaan?”, pikirku dalam hati. Sebab malaikat sepertiku ini tidak peka dengan perasaan manusia. Aku menangis, aada apa dengan ku?

“Boleh ku tahu siapa namamu?”, tanya Hye Jae membuyarkan lamunanku barusan.

“Oh.. Ah.. Panggil saja aku KYUHYUN! Karena sekarang aku ada dikeluargamu maka margaku adalah Park! Ottokhe?”, ujarku sambil mengedipkan mata.

“Terserah kau saja! Jadi kau ini malaikat maut kan?”, tanyanya asal.

“Aish.. seenaknya saja kau bicara! Aku malaikat pelindung! Arra?”, sahutku kesal.

“Tapi tugasmu ini lebih pantas dengan malaikat maut! Ah iy, aku juga seperti pernah melihatmu sebelumnya. Tapi dimana y?”

“Jinjja? Kau pernah melihatku? Apa di bumi ada manusia yang setampan diriku?”, ujarku percaya diri. ^_^

“Ish..”, sahut Hye Jae muak.

“Ah, ne. Aku pernah melihatmu di dalam mimpiku! Kau orang yang ada dimimpiku tadi bersama appa. Tapi yang kuingat rambutmu itu putih.”, ucap Hye Jae sambil mengerak-gerakkan jari telunjuknya ke arah kepalanya sendiri.

“Mwo, mimpi? Aigo, ternyata aku juga terkenal di alam mimpi y? He.. He.. He.. Ah ne, aku harus merubah penampilanku setiap mendapatkan tugas.”, jawabku langsung.

“Kau malaikat maut yang punya percaya diri tinggi!”, ujar Hye Jae menyunggingkan senyumnya.

“Aish.. Sudah berapa kali kukatakan, aku malaikat pelindung! Sudahlah sebaiknya kau istirahat sekarang dan aku akan tidur disini!”, sahutku emosi sambil berjalan menuju sofa yang ada dikamarnya.

“Kau tidak akan berbuat macam-macam kan?”, tanyanya dengan wajah ketakutan.

“Aku punya harga diri dan aku ini malaikat, Hye Jae! Mulai besok kau panggil aku oppa! Arra? Sudah tidur sana!”, sahutku kesal dengan mengelengkan kepala.

“Arraseo..”

Lalu kami pun terlelap dalam tidur.

 

 

 

 

 

Tbc

Mian klo ffnya membosankan.. Maklum waktu buat part 1 ini lagi banyak godaan! Pikiran jadi kemana-mana deh..

Hehehehe.. Mianhae! Untuk selanjutnya bakal lebih seru koq!

Ikutin terus kelanjutannya y..

Gomawo.. ^^

2 thoughts on “I LOVE MY ANGEL, KYU! – Part 1

  1. FFnya bagus thor, tpi stiap percakapan jgn slalu ada tanda seru ( ! ) di akhir kalimat jdi feelnya kurang dan berasa klo ngomongnya itu pada tereak2. ini cuma saran aja kok thor. ttep daebak^^b dan klo dikoreksi lgi pasti lbih daebak^^b

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s