MWO???!! – Part 6

Author                       : Whindalee

Cast                            : All Member Super Junior

Support Cast            :

–   Kim Nana (OC)

–    Park Hye Jae (OC)

Genre                        : Brothership, Family, Comedy, Tragedy, & Friendship.

Length                       : Continue

Rating                        : PG-13

 

Sebelumnya…

 

“Ish.. Seenaknya saja dia menutup telepon! Akukan belum selesai bicara!”, gumamku sendiri sambil memajukan bibirku.

Akupun kembali masuk keperusahaan, disana Nonaa Hye Jae dan Leeteuk hyung ternyata masih menungguku di tempat yang sama.

“Kajja.. Heechul-ssi! Kau tidak maukan para dewan direksi menunggu kita?”, ucap Leeteuk hyung dengan merangkulku.

“Ah.. Ne, hyung!”, jawabku pasrah.

“Kali ini aku pasti mati!!!”, ucapku dalam hati, karena aku tidak tahu apa yang akan dibicarakan saat rapat akan berlangsung. Keringat dinginpun sekarang sudah membasahi tubuhku, aku tahu pasti sekarang wajahku pucat. Tapi kami tetap berjalan menuju ruang rapat diikuti Sekretaris Park Hye Jae.

Selanjutnya…

 

Park Hye Jae Pov

 

Saat kulihat Heechul-ssi melangkahkan kakinya keluar gedung untuk menghubungi seseorang dan melihat punggungnya yang begitu kekar. Aku merasa kalau dia bukanlah Heechul-ssi yang kusukai, dari cara berjalan, ekspresi wajahnya, hingga cara bicaranya padaku sungguh berbeda.

“Apa Heechul-ssi baik-baik saja, hyung?”, tanyaku pada Leeteuk hyung.

Iya, Leeteuk hyung ingin aku memanggilnya dengan sebutan hyung karena dia sudah menganggapku sebagai keluarganya. Hanya Leeteuk hyung pula yang tahu tentang perasaanku pada Heechul. Dia mendukungku sepenuh hati agar bisa menjadi yeoja chingu Heechul, karena menurut Leeteuk hyung, setelah Heechul mengenalku sifat buruknya semakin lama semakin berkurang.

Leeteuk hyung berpikir kalau aku akan membawa dampak baik untuk Heechul dan keluarganya. Tapi aku masih berpikir panjang mengenai masalah ini, aku merasa tidak pantas untuknya, dia terlalu baik untukku. Lagipula, aku tidak pernah merasa kalau dia menyukaiku.

“Gwenchanna… Dia baik-baik saja, Hye Jae! Hanya saja dia jadi sedikit aneh sejak kecelakaan waktu itu..”, jawab Leeteuk hyung mengagetkanku yang sedang melamun.

“Oh… Ne!”, sahutku singkat. Tak lama aku melihat Heechul kembali menghampiri kami yang sedari tadi menunggunya.

“Kajja.. Heechul-ssi! Kau tidak maukan para dewan direksi menunggu kita?”, ucap Leeteuk hyung sambil merangkul heechul.

“Ah.. Ne, hyung!”, jawabnya lemas.

Aku jadi khawatir saat melihat wajahnya sedikit pucat dan berkeringat seperti itu. “Sebenarnya ada apa denganmu, Heechul?”, ucapku dalam hati. Saat tiba di ruang rapat aku melihat para dewan direksi sudah duduk berjejer dengan rapi di meja yang cukup panjang.

Mereka serentak berdiri dan membungkukan badan mereka ketika melihat kami memasuki ruangan.

“Annyeong… Leeteuk-ssi, Heechul-ssi!”, ucap mereka serempak.

“Ne, silahkan duduk kembali!”, jawab Leeteuk hyung sambil memberikan senyumnya itu. Kulihat wajah heechul yang semakin kikuk dan khawatir.

Lalu akupun menghampiri Leeteuk hyung,

“Hyung, sepertinya kau yang harus memimpin rapat kali ini!”, bisikku di telinga Leeteuk hyung.

“Wae? Kenapa aku?”, tanyanya binggung.

“Coba hyung lihat wajah Heechul-ssi sekarang! Apa kau tidak khawatir jika dia yang memimpin rapat kalau kondisinya seperti ini?”, jelasku sambil menengok kearah Heechul untuk meyakinkan Leeteuk hyung.

“Ne.. Arraseo! Aku akan memimpin rapat ini!”, jawab Leeteuk hyung dengan tegas.

 

Rapatpun sudah berjalan hampir satu jam dengan situasi yang serius, namun kondusif. Selama rapat berlangsung pandanganku selalu tertuju pada Heechul. Aku terus menghawatirkannya, sebab kupikir dia sedang sakit sekarang. Saat dimintai komentar dan saran oleh Leeteuk hyungpun, Heechul hanya menjawab, “Ne!” dan “Arraseo”.

“Kau berubah Heechul-ssi!”, ucapku dalam hati sambil terus memperhatikannya dari samping.

Setelah rapat selesai, aku melihat kelegaan diwajah Heechul yang menepuk-nepuk dadanya pelan, seakan baru lepas dari tawanan penculik yang mengejarnya. Aku menyipitkan mataku melihat kelakuan Heechul seperti itu. “Ah.. Sudahlah!”, batinku.

Akupun berniat mengajak Leeteuk hyung dan Heechul untuk makan siang bersama di café yang ada diperusahaan ini.

“Hyung, Heechul-ssi, bagaimana kalau kita makan siang di café perusahaan saja?”, tanyaku pada mereka.

Biasanya kami bertiga selalu makan di café keluarga milik dongsaeng Leeteuk hyung, namun entah kenapa aku ingin makan di café perusahaan siang ini.

“Mianhae.. Hye Jae! Masih ada yang harus kukerjakan diruanganku. Aku akan makan disana! Kalian makan berdua saja!”, ucap Leeteuk hyung dengan senyumnya yang khas.

“Ne, hyung…”, jawabku singkat. Sebelum beranjak dari ruang rapat Leeteuk hyung membisikanku sesuatu,

“Gunakan kesempatan ini dengan baik! Fighting…”, bisiknya padaku sambil mengelus kepalaku.

“Mwo? Ish… Hyung!”, sahutku malu dan aku merasa wajahku memerah.

“Hya… Hye Jae! Coba kau bercermin, wajahmu itu jadi merah sekarang!”, goda Leeteuk hyung.

“Ah… Sudahlah hyung! Kajja Heechul-ssi kita ke café sekarang!”, ucapku yang masih menahan malu sambil berjalan keluar ruangan.

“Ne….”. Aku dan Heechul pun meninggalkan Leeteuk hyung sendirian di ruang rapat.

 

Saat menuju café, aku memperhatikan gerak-geriknya. Dia seperti sedang memikirkan sesuatu. “Andai saja kau bisa membagi bebanmu padaku. Itu pasti jadi lebih baik Heechul!”, batinku.

“Heechul-ssi, apa kau baik-baik saja?”, tanyaku untuk menghilangkan kesunyian diantara kami berdua.

“Ah.. Ne!”, jawabnya singkat. Aku kaget saat mendengar jawabannya, karena dulu dia sendiri yang menegurku…

 

Flashback

“Heechul-ssi, kau mau bertemu klien dimana? Karena klien yang memintamu untuk menentukan tempatnya!”, tanyaku. Saat itu aku hanya berdua dengannya diruangan kerja Heechul.

“Ya… Hye Jae! Sudah berapa kali aku katakan, kalau kita hanya berdua tidak perlu bicara seformal itu dan kau cukup panggil namaku saja! Arra!”, ucapnya dengan tegas sambil menatap mataku.

“Aniyo…. Bukankah itu tidak sopan?”, jawabku sambil mengalihkan pandanganku kearah jendela, karena aku tidak sanggup melihat matanya yang membuat jantungku selalu berdetak kencang.

“Jangan membantahku, Hye Jae! Aku harap ini peringatanku yang terakhir!”, ucapnya padaku dengan tatapan mata yang semakin melekat.

“Ne… Arraseo!”, jawabku sambil tersenyum dalam hati.

Flashback End

 

Aku jadi heran ketika dia tidak marah padaku karena aku masih bicara formal padanya. “Apa dia tidak memperhatikan apa yang kukatakan tadi?”, ucapku pelan.

Saat tiba di café, Heechul pun buru-buru menarik kursi yang akan kududuki.

“Silahkan duduk, Hye Jae!”, ucap Heechul yang membuatku merasa semakin aneh dengan sikapnya. Lalu akupun duduk dikursi yang Heechul telah sediakan untukku. Aku berniat untuk memesan makanan dan memanggil pelayan.

Kemudian pelayan itupun menghampiri kami.

“Anda mau pesan apa?”, tanyanya dengan ramah.

“Heechul-ssi, kau mau pesan apa?”, tanyaku dengan formal lagi. Namun lagi-lagi dia tidak menegurku. “Ini pasti bukan kau, Heechul!”, batinku.

“Owh… Ne.. Aku mau jajangmyun saja!”, jawabnya dengan santai.

Seketika aku terkejut dengan perkataannya itu. Jajangmyun?! Itu bukan makanan favorite mu, Heechul. Hampir setiap hari, saat makan siang bersama dengannya, pasti tak ada makanan lain selain bbokeumbbop (nasi goreng kimchi) yang akan dipesannya.

Lalu akupun memesan makanan bibimbap pada pelayan, yang kemudian meninggalkan kami berdua. Tatapanku masih lekat melihat Heechul, dia yang tahu aku memperhatikannya memberikan senyuman manis padaku.

Akupun merasa risih dengan sikapnya, dengan mengumpulkan keberanian akupun bertanya,

“Neo…! Nugu? Katakan padaku kau bukan Heechul kan?”, tanyaku sambil berdiri.

Kulihat wajah Heechul langsung berubah menjadi gugup dan panik. Sampai-sampai salah tingkah.

“Siapa kau sebenarnya?”, tanyaku lagi sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya.

 

 

 

 

 

 

Tbc

Please comment & like

Gomawo… ^^

One thought on “MWO???!! – Part 6

  1. maap ya aku mau ngasih tahu, harusnya Hye jae manggil Leeteuk oppa bukan Leeteuk hyung, hyung itu panggilan kakak bwt cowok ke cowok, klo cewek ke cowok harusnya panggil oppa, itu setahu saya maap klo ada yg salah hehhehe

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s