Me is Genoid [The Adventure part 8]

Author             : Viehyun♥

Genre              : AU,Fantasy,Romance and friendship

Type                : countinue

Rating                         : PG

Cast                 :

Cho kyuhyun aka kyuhyun (Marcus)= GENOID

Kim heechul aka Casey = MANUSIA

You aka Nam Hyo Ra = MANUSIA

Lee hyuk jae aka eunhyuk(Spencer) = GENOID

Choi siwon aka siwon (Andrew) = GENOID

Lee donghae aka Aiden = ANGGEL/IBLIS

Leeteuk aka Dennis= ANGEL

Lee sungmin aka Vincent =ANGEL

Hangeng aka Joshua=ANGEL

Ryeowook aka Nathan= ELF

Kangin aka Jordan =BERSERKERS

Kibum aka Brian= SAMAEL

Sindong aka Mathew= PUCA

Yesung aka Jeremy = MOTHMAN

Zaumi =  SELKIES

Support cast    : Tiffany SNSD

cover credit     : the original photo doesn’t belong to me, but I edited it as needed

Disclaimer       : I only own the plot, the characters are all belong to themselves, do not take it out without permission

SAY NO TO PLAGIAT, AND SAY NO TO BASHING

THIS STORY 100% MY IMAGINATION

Annyeonghaseyo……reader udah lama kita g ketemu brp bulan yah? Duh sebelumnya author sangat meminta maaf soalnya lama banget ngepost ff ini, tapi makasih buat yang udah nunggu…. Sebenernya ada masalah sama e-mail author g tau kenapa g bisa dibuka gitu..baru bisa bukanya sekitar 2 minggu kemarin, tapi dari pada reader denger cerocosan author mending kita langsung ke cerita oke…

-Me is Genoid sebelumnya-

“maafkan aku, ini semua salahku.” Ujar kyuhyun bersalah setelah Dennis selesai di obati oleh Nathan.

“itu bukan salahmu, tapi kelalainku.” Balas Joshua ternyemun kearah kyuhyun.

“sudahlah, tak ada yang salah disini. Yang penting semuanya selamat.” Jawab Dennis menengahi.

“tapi kau menjadi terluka.” Ucap kyuhyun masih merasa ia yang bersalah disituasi ini.

“ini akan sembuh dengan cepat apa lagi sudah di obati Nathan dan obat dari Jordan.”jawab Dennis bijaksana.

“sudah malam..istirahat saja kalian semua. Kita lanjutkan besok.” Ujar Jordan pada semua tamu yang ada di rumahnya.

“ku rasa hal itu hanya untuk mahluk sepertimu dan kyuhyun saja. Apa kau lupa kami mahluk apa?” ucap Brian sedikit bergurau.

“hahaha.. kau ini.” jawab Jordan sambil tertawa.

“baiklah aku  dan kyuhyun istirahat dulu, tapi ku sarankan Dennis juga beristirahat hari ini. tuan –tuan immortal.” Jawab Jordan dengan nada sama dengan Brian.

-Me is genoid part 8 strat-

Kyuhyun POV

Hari ini matahari bersinar cukup terang namun tidak terlalu panas di kulitku, ku lihat beberapa orang sedang duduk mengitari meja yang kurasa adalah meja makan. Tapi orang yang ku cari tidak nampak diantara mereka.

“apa Dennis belum pulih ?” tanyaku pada Jordan yang sibuk menata sepiring besar daging di meja itu.

“hem? Oh..Dennis ia sedang di halaman depan.” Jawab Jordan sambil menunjuk taman yang tampak di balik jendela rumahnya.

Setelah mendengar jawaban Jordan segera ku jumpai Dennis yang ternyata sedang menikmati sinar matahari pagi di dekat sebuah pohon mepel yang daunnya sudah mulai menguning.

“hari ini cerah, tapi anginnya dingin, mungkin musim gugur sudah akan datang.” Ucap Dennis ketika aku berdiri di sampingnya.

“kurasa juga begitu.hah..berarati waktuku semakin sempit.” Jawabku sambil ikut memejamkan mata dan merasakan hangatnya cahaya matahari meraba kulitku.

“aku pernah mendengar sebuah pepatah, pelangi pasti akan datang setelah hujan bahkan setelah badai. Jadi tenanglah mungkin saat ini hujan sedang datang padamu tapi nanti pelangi yang akan datang padamu.” Ujar Dennis tersenyum lembut padaku.

“hem, tapi pelangi akan datang jika setelah hujan ada cahaya matahari yang membiaskan air-air hujan itu bukan? Dan aku berharap disisiku ada cahaya itu.” gumamku sambil membalas senyum lembut Dennis.

“aku rasa cahaya itu sudah ada bersamamu” ujar Dennis sambil berbalik dan melihat kearah rumah Jordan. Disana sudah berderet orang-orang yang telah menemaniku selama didunia ini. dan kurasa Dennis benar, cahaya itu memang sudah ada disisiku.

“ayo makan, kalian tidak lapar?” teriak Jordan semangat.

“ayo cepat aku sudah lapar!” ujar Nathan ikut berteriak kearah ku dan Dennis agar mempercepat langkah kami.

“oke..!!” jawabku dan Dennis sambil berlari kecil menuju mereka.

“Hari ini apa yang akan kita lakukan ?” tanyaku di tengah tengah acara makan kami.

“kurasa kita kembali kerencana awal aku, Jeremy dan Brian akan kembali lagi ke rumah dan kalian melanjutkan apa yang ku tugaskan waktu itu.” jawab Dennis sambil menghisap sedikit air yang ada di gelasnya.

“baiklah, setelah ini kita akan bergerak lagi menuju tempat sahabat lama kita.” Jawab Joshua sambil menaruh sendoknya di atas piringnya yang kosong.

Author POV

“apa ini?” pekik hyora ketika melihat satu stel pakaian yang menurutnya sangat aneh dan berlebihan tergeletak di atas ranjangnya.

“itu baju yang harus kau pakai hari ini.” jawab Eunhyuk acuh sambil membenahi pakaiannya sendiri.

“dan apa yang kau pakai itu?” tanya wanita itu sambil menunjuk apa yang menempel di tubuh eunhyuk.

“kau tidak tau ? ini adalah pakaian khas saat zaman kekaisaran Chuan.” Jawab eunhyuk bangga sambil menunjukan bajunya yang berwarna merah menyala.

“memang kita mau kemana?” tanya hyora  sambil mengangkat baju yang di persiapkan untuknya dengan hati-hati.

“ke China.” Jawab eunhyuk singkat.

“mwo? Untuk apa ke China?” tanya hyora dengan terkejut membuat bola matanya tampak membulat sempurna.

“kita akan menuju tempat heechul berada sekarang.” Ujar eunhyuk masih sibuk merapikan pakaiannya.

“aku tidak mau memakai baju seperti ini, lagi pula kenapa kita ke China harus masih memakai pakaian seperti ini, orang China saja mungkin sudah tidak memakai pakaian ini lagi, ini kan abad 21.” Oceh wanita bernama hyora itu sambil menaruh kembali baju berwarna senada dengan baju eunhyuk dengan malas diatas ranjangnya kembali.

“kalau kita kesana saat abad 21, aku juga malas memakai baju seperti ini.” jawab eunhyuk yang akhirnya menatap kearah hyora.

“maksudmu?” tanya hyora tak mengerti.

“kita kesana saat benar-benar masih zaman kekaisaran chuan, sekarang kau mengerti. Cepat pakai bajumu siwon sudah menunggu.” Ucap eunhyuk sedikit kesal, sambil meninggalkan ruang kamar hyora .

Hyora masih terpaku melihat pakaian khas Chainis itu diatas ranjangnya . dipikirannya kini hanya berputar pertanyaan-pertanyaan “apa benar ia akan kesana saat masih kekaisaran chuan ? berarti ia akan pergi ke masa lalu?”

>>>>

>>>>

“dimana Hyora?” tanya siwon saat melihat eunhyuk menuruni tangga rumah besar itu dengan wajah yang sedikit ditekuk.

“dia masih siap-siap.” Jawab eunhyuk ketus.

‘ada apa, kenapa wajahmu seperti itu?” tanya siwon kembali.

“apa baju ini benar-benar jelek?” tanya eunhyuk pada siwon sambil mengangkat sedikit kain bajunya.

“em…kurasa warnanya yang berlebihan.” Jawab siwon hati-hati takut menyinggung perasaan eunhyuk.

“kenapa hyora, sangat enggan memakai baju yang ku berikan? Padahal itu ku pilih langsung untuknya.” Gumam eunhyuk sambil menatap sendu pakaian yang ia kenakan. Siwon hanya tersenyum melihat tingkah laku rekannya itu. dan berbalik untuk meninggalkan eunhyuk di ruang tengah itu sendiri.

Sementara itu di kediaman Jordan tampak Joshua yang terus membujuk Jordan untuk ikut serta dalam misinya.

“ayolah, kami membutuhkanmu.” Bujuk Joshua pada Jordan yang enggan melihat kearahnya.

“sudah ku bilang aku tidak mau, apa untungnya untukku membantu anak bernama kyuhyun itu.” jawab Jordan yang akhirnya menatap kearah Joshua namun dengan tatapan tajam.

“kalau begitu bukan untuk kyuhyun atau kami, tapi untuk Dennis,” ujar Joshua dengan intonasi yang ditekan saat mengatakan nama Dennis.

“aku tidak mau, anak itu pasti akan gagal. Kenapa aku harus repot-repot membantu jika hasil akhirnya sudah terlihat.” Ucap Jordan dengan mengontrol emosinya yang hampir meledak.

“seyakin itukah kau? Kalau kyuhyun akan gagal?” tanya Joshua mengintrogasi.

“jangan tutup matamu, sudah berapa kasus seperti ini ditangani dan kurasa yang berhasil itu nol persen.” Jawab Jordan masih mempertahankan pandangannya.

“apa kau lupa kita pernah berhasil, meski itu satu kali.” Jawab Joshua dengan mulai mencoba meyakinkan Jordan kembali.

“bagaimana bisa aku lupa anak itu, tapi masalahnya itu hanya 1 berbanding 1miliar kasus bukan ? lagi pula anak yang kita selamatkan dulu, tidak membalas budi kita, kau tahu bukan dia malah menusuk Dennis dan kita dari belakang, KAU TAHU ITU?” teriak Jordan yang sekarang tak bisa menahan emosinya.

“baiklah terserah padamu tapi aku tahu kyuhyun berbeda dari anak itu, dan bukankah kau bilang hal ini 1 berbanding 1 miliar kasus, tapi jangan kau remehkan angka 1 itu.” ujar Joshua yang meninggalkan ruangan Jordan.

“terima kasih telah menyelamatkanku.” Ujar kyuhyun saat Dennis duduk disampingnya.

“itu memang kewajibanku sebagai pemimpin disini.” Jawab Dennis lembut.

“bagaimana bisa kau tahu aku dalam bahaya?” tanya kyuhyun penasaran.

“itu rahasia kaum seperti kami.”ujar Dennis singkan.

“ne?” tanya kyuhyun tak mengerti.

“nanti kau akan mengerti.” Jawab Dennis penuh misteri.

“sedang apa kalian duduk disini?” tanya Jeremy tiba-tiba dari balik pintu.

“bukankah kau pasti sudah tahu.” Goda Dennis saat Jeremypun ikut duduk di kursi panjang itu.

“hem..kau ini, aku hanya ingin terlihat seperti manusia yang penasarankan.” Jawab Jeremy dengan sedikit cemberut tapi tak lama ia sudah tersenyum kembali.

“ketika kita berkumpul seperti ini, aku merasa kembali ke 100 tahun yang lalu.” Gumam Jeremy sambil menatap langit yang begitu biru.

“apa selama itu kalian tidak berkumpul?” tanya kyuhyun terkejut mendengar gumamman Jeremy.

“kami hanya akan berkumpul jika ada kasus.” Jawab Jeremy sambil melirik kyuhyun.

“berarti aku kasus pertama sejak seratus tahun yang lalu?” tanya kyuhyun semakin terkejut.

“bukan berarti seperti itu, kau tahu kau sangat beruntung karena kasusmu terpilih oleh Dennis agar ditangani, sebelumnya banyak kasus sepertimu tapi ditolak Dennis.” Jelas Jeremy sambil sesekali melihat Dennis dan Kyuhyun.

“wae?” tanya kyuhyun tak percaya.

“tanya saja pada Dennis, aku juga tidak tahu, tapi pasti kelak aku akan tahu.” Jawab Jeremy penuh kenyakinan.

“baiklah aku kedalam dulu, kurasa kyuhyun akan banyak mengajukan pertanyaan padamu.” Ujar Jeremy pada Dennis sebelum meninggalkan Dennis dan kyuhyun berdua.

“jangan tatap aku seperti itu.” ucap Dennis ketika kyuhyun terus menatapnya begitu lama.

“jelaskan apa yang dikatan Jeremy padaku!” pinta kyuhyun tak sabar.

“aissh, dasar orang satu itu selalu menyulitkanku.” Gumam Dennis mencerca Jeremy yang telah pergi.

“begini, lebih baik kau tahu sendiri alasanku memilih kasusmu, karena kurasa itu yang terbaik, bukan dari mulutku atau mulut siapapun.” Jawab Dennis bijaksana.

“mengapa seperti itu?” tanya kyuhyun tak setuju.

“sudah kubilang itu cara terbaik untukmu dan kami tentunya, sudahlah jangan terlalu kau fikirkan, nanti kau pasti mendapat jawabnya.” Ucap Dennis sambil merangkul pundak kyuhyun dan menepuknya pelan.

“kalau begitu kami pergi duluan “ ujar Dennis yang sudah berdiri di ambang pintu dengan Brian dan Jeremy yang berdiri dibelakangnya, saat matahari mulai berwarna keorangean.

“berhati-hatilah di perjalanan.” Jawab kyuhyun sambil terenyum kearah Dennis yang sudah mulai mengeluarkan sayap putihnya.

“jaga diri kalian dan kalian harus kembali dengan selamat nanti.” Balas Dennis dengan diikuti kepakan sayap putihnya dan menghilah diatas langit bersama Brian dan Jeremy.

“sekarang bagaimana dengan kita?” tanya kyuhyun pada Joshua yang terduduk dikursi.

“kita harus membujuk Jordan untuk ikut bersama kita.” Jelas Jorshua namun raut wajahnya sangat murung.

“ada apa ?” tanya Nathan saat melihat ekspresi Joshua yang putus asa.

“Jordan menolak untuk ikut bersama kita, padahal ku kira setelah melihat Dennis yang berada dipihak kita ia akan berubah fikiran.” Jawab Joshua yang diikuti tepukan lembut nathan dipundak Joshua agar pria itu bersabar.

“kenapa ia tidak mau?” tanya kyuhyun tak mengerti.

“kalau begitu kita bermalam lagi disini dan meneruskan perjalanan kita nanti pagi, siapa tahu besok Jordan berubah fikiran.” Usul Nathan tanpa menjawab pertanyaan kyuhyun.

“apa Jordan masih mau menampung kita, dia saja tidak ingin ikut dengan kita?” tanya kyuhyun pesimis.

“akan kucoba membujuknya, agar kita bisa bermalam disini satu malam lagi. “ jawab Nathan menenangkan.

>>>

>>>

Kyuhyun terduduk diteras rumah Jordan dengan mendongak memperhatikan langit yang berwarna biru gelap. Fikirannya menerawang teringat akan kedua orang tuanya yang ada didimensi lain itu. sekilas bayangan wajah Hyora terlukis di langit gelap itu dan membuat kyuhyun menghela nafasnya.

“sedang apa kau disini?” tanya seseorang di belakang kyuhyun. dan saat ia menengok ternyata Jordan yang bertanya padanya.

“hem…aku hanya menenangkan diri saja.” Jawab kyuhyun dan tersenyum pada Jordan yang sekarang duduk disampingnya.

“apa rencanamu setelah pergi dari sini?” tanya Jordan dengan nada yang sedikit ketus.

Kyuhyun berusaha mengendalikan emosinya, siapa tahu kalau ia bersabar menghadapi Jordan nanti ia akan mau ikut bersama rombongannya.

“Joshua bilang setelah dari sini kami akan menuju rumah sahabat Dennis yang lain untuk meminta bantuan.” Jawab kyuhyun dengan jujur.

“pasti Mathew.” Jawab Jordan menebak.

“apa? Ah, mungkin..aku kurang tahu sahabat-sahabat Dennis.” Ujar kyuhyun melirik Jordan yang ada disampingnya.

“apa aku boleh bertanya padamu?” tanya Jordan sungkan.

“tentu saja, kenapa kau menjadi bersikap seperti ini padaku?” tanya kyuhyun heran dengan Jordan yang berubah menjadi sopan.

“apa aku bisa percaya padamu?” tanya Jordan serius dan menatap kyuhyun intens.

“nde?” tanya kyuhyun bingung.

“asal kau tahu kasus seperti ini pernah terjadi, tapi pada akhirnya orang yang kami tolong mengkhianati kami.” Jelas Jordan dan tampak raut kesal diwajahnya saat menceritakan itu.

“aku pernah mendengar cerita itu sebelumnya tapi aku tidak tahu persis ceritanya. Mungkin aku tidak dapat menjanjikan apapun pada kalian, yang jelas aku sangat berterima kasih pada kalian semua karena telah membantuku disaat sulit ini, mungkin aku berjanji aku tidak akan mengkhianati kalian semua seperti orang itu, karena aku merasa setelah masalah ini selesai bukankah aku akan mati, lalu apa yang harus aku minta lagi kalau aku mati.” Jelas kyuhyun pada Jordan.

“benarkah? Bagaimana kalau mereka para anggel menawarkanmu untuk hidup kembali dan bisa berkumpul kembali dengan orang yang kau sayangi?” tanya Jordan mengetes kyuhyun.

“aku percaya aku disini sekarang adalah takdir, dan aku percaya setelah ini selesai aku akan matipun itu adalah takdir yang digoreskan tuhan padaku. Lagi pula mana mungkin aku mempercayai Anggel yang jelas-jelas mereka adalah penjahat. Berkumpul dengan orang yang ku sayang? Itu hanya janji palsu, mana mungkin itu terjadi jika aku tidak bisa berkumpul dengan kalian lagi para mahluk immortal. Dan satu hal aku adalah cho kyuhyun bukan orang yang  berkhianat pada kalian  itu.” jawab kyuhyun panjang lebar.

Jordan terdiam sejenak setelah mendengarkan jawaban kyuhyun atas pertanyaannya. Sekilas senyuman terlihat di wajah Jordan saat kyuhyun memalingkan wajahnya mendongak melihat ke langit kembali.

“sudah malam, tidurlah bukankah besok kau akan melakukan perjalanan lagi.” pinta Jordan dengan wataknya yang telah kembali.

“oke.” Jawab kyuhyun dengan tersenyum dan masuk ke dalam rumah kayu itu.

“dennis, apa ini alasanmu menerima anak itu? “ gumam Jordan setelah kyuhyun masuk.

>>>>

>>>>

“apa semuanya sudah siap?” tanya Nathan ketika kyuhyun dan Joshua telah berdiri di halaman rumah Jordan, bersiap untuk berangkat.

“sudah, hah…mungkin kita akan pergi tanpa Jordan.” Jawab Joshua lesu.

“siapa bilang?” ujar seseorang di belakang tiga orang itu, dan mereka bertiga segera menengok menuju sumber suara yang tak asing lagi untuk mereka.

“Jordan, kau ikut?” tanya Joshua tak percaya.

“tentu, ayo pergi. kalian sudah membuang-buang waktu.” Jawab Jordan dan menarik lengan Joshua untuk segera berangkat.

Sementara di rumah putih bernuansa Eropa terlihat seorang gadis bernama Hyora yang sedang terduduk gelisah menunggu seseorang.

“kalian lama sekali.” Bentak Hyora saat Eunhyuk dan Siwon datang.

“tenanglah, kenapa kau terburu-buru begitu.” Jawab Eunhyuk kesal.

“tentu saja, bukankah ini tentang nyawa Heechul.” Jawab Hyora tak kalah kesal.

“baiklah kita pergi.” Ajak Siwon seraya membuka gerbang putih yang berdiri tegak di depan mereka.

“dimana ini?” tanya Hyora saat ia sudah berpijak di tanah kering yang sangat berbeda dengan pijakannya satu detik yang lalu.

“ini adalah darata China.” Jawab Siwon memandang lurus kedepan.

“kemana kita sekarang?” tanya Eunhyuk setelah sadar mereka benar benar ditengah padang pasir yang luas.

“ikuti aku.” jawab Siwon dan langsung melangkahkan kakinya.

>>>>

>>>>

“tempat macam apa ini?” tanya Kyuhyun saat ia memasuki hutan gelap dan penuh dengan kabut.

“ini hutan terlarang, kau jangan jauh-jauh dari ku kalau tidak ingin tersesat.” Jawab Nathan yang berdiri tepat dihadapan Kyuhyun.

“tutup hidungmu, kalau kau tidak ingin berhalusinasi.” Perintah Jordan pada Kyuhyun saat melihat kabut putih tebal yang mendatangi mereka.

“halusinasi?” tanya Kyuhyun bingung dengan menutup hidung dan mulutnya dengan secari kain.

“manusia biasa sebenarnya dilarang masuk ke hutan ini, tapi kita terpaksa lewat hutan ini, karena waktu kita yang sudah terbatas.” Jelas Joshua pada Kyuhyun.

Kyuhyun hanya mengangguk mengerti terhadap penjelasan Joshua, kini ia hanya mengikuti Joshua dan Nathan yang ada dihadapannya, sedangkan Jordan berjalan di belakang Kyuhyun. perjalanan di dalam hutan terlarang itu cukup melelahkan menurut Kyuhyun karena kini mereka belum keluar juga dari hutan itu padahal perasaan Kyuhyun sangat yakin bahwa mereka sudah berjalan hampir satu jam lebih menyusuri hutan itu.

“apa masih jauh?” tanya Kyuhyun pada tiga orang yang bersamanya.

“kurasa sebentar lagi.” jawab Jordan seraya memperhatikan lingkungan sekitarnya sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“apa kau lelah?” tanya Nathan pada Kyuhyun.

“tidak, aku hanya takut kita tersesat.” Jawab Kyuhyun berbohong karena sebenarnya kakinya sudah sangat tidak sanggup menopang berat tubuhnya saat ini.

“bertahanlah, kita akan sampai sebenatar lagi dan jangan lupa tetap tutup hidungmu.” Ucap Joshua yang memimpin di depan.

Mereka berempat terus menyusuri hutan terlarang yang berselimut kabut tebal.  Beberapa kali Joshua mengayunkan pedangnya untuk memotong ranting-ranting yang menghalami jalan mereka. Sedangkan Jordan dan Nathan terus mengawasi daerah sekitar mereka takut ada sesuatu yang mengerang mereka tiba-tiba.

BRUUK tiba-tiba Kyuhyun tersungkur ketanah hitam yang cukup berlumpur. Kakinya saat itu benar-benar tidak bisa menutup tubuhnya lagi. Jordan yang berdiri di belakang Kyuhyun langsung menangkap tubuh Kyuhyun sebelum tubuh Kyuhyun benar-bena tersungkur. Namun kain yang menutupi hidung Kyuhyun terlepas, sehingga Kyuhyun menghirup kabut yang ada di hutan itu, hal itu membuat Nathan cemas dan langsung menutupi hidung Kyuhyun dengan jubahnya.

“Kyuhyun, apa kau baik-baik saja?” tanya Joshua saat Kyuhyun sudah di pangkuan Jordan sekarang. Namun tak ada jawaban dari Kyuhyun, pria itu hanya terkulai lemah dan menutup matanya.

“kurasa ia kelelahan, sebaiknya kita istirahat dan memcari air untuk Kyuhyun.” usul Nathan pada kedua rekannya. Dan langsung di setujui.

Jordan membopong tubuh Kyuhyun ketempat yang mereka rasa cukup nyaman dan aman untuk beristirahat. Sedangkan Joshua pergi mencari sumber air karena air mereka sudah habis. Nathan duduk disamping Kyuhyun sambil menghapus peluh yang berada di dahi dan leher Kyuhyun dengan hati-hati. Beberapa menit telah berlalu dan sekarang benar-benar sunyi tak ada obrolan antara Jordan dan Nathan semenjak kepergian Joshua yang sampai saat ini belum kembali juga. Kyuhyunpun belum sadar juga dari pingsannya. Jordan sudah mulai cemas dengan keadaan Kyuhyun, karena ia merasa Kyuhyun tadi sudah menghirup kabut yang ada di hutan ini, jika Kyuhyun tidak berhalusinasi maka pilihan lainnya Kyuhyun bisa mati.

Kyuhyun POV

Aku berjalan menyusuri sebuah padang rumput yang hijau dengan tak seorangpun yang berada disisiku. Ku edarkan pandanganku, sejauh aku memandang tak ada seorangpun yang bisa aku temukan. Dimana Joshua, Nathan dan Jordan yang sebelumnya bersamaku. Apa mereka meninggalkanku? Tega sekali mereka meninggalkanku di tempat seperti ini sendiri?

“hah, harus kemana sekarang?” gumamku saat aku terus berjalan menyusuri padang rumput itu tanpa tujuan.

“aku haus.” Ucapku lagi saat aku menelan ludahku dan merasakan kerongkonganku yang sangat kering.

SRUKKKRUSUKKK

“siapa itu?” pekikku ketika mendengar suara bising dari balik semak belukar.

Ku langkahkan kakiku dengan perlahan sampai tak menimbulkan bunyi sedikitpun. Ku dekati semak-semak itu, ketika ku buka tak ada apapun disana.

WUSSH

“keluar kau!” pekikku kembali saat kulihat sebuah bayangan hitam yang melintas dengan cepat d hadapanku

Hening, tak ada suara apapun kecuali deru nafasku yang memburu. Ku edarkan pandanganku dengan sigap untuk memastikan tak ada siapapun.

“apa dia sudah pergi?” gumamku saat benar-benar tak ada yang menghampiriku.

Ku tenangkan pikiranku sebelum aku melangkah pergi dari tempat itu, tapi tiba-tiba BRUUKK seseorang terjatuh di sampingku,entah apa yang membuatnya terjatuh. orang itu tersungkur ke tanah aku tidak bisa melihat wajahnya namun dapat ku pastikan dia adalah seorang wanita.

“ aku harus kemana?” gumam wanita itu panik seraya bangkit dan berdiri dihadapanku.

“ada apa?” tanyaku ikut panik. Tak ada tanggapan dari wanita itu, dia hanya terus melihat kesekeliling seperti mencari sesuatu.

“kau tak bisa lari dariku?” tiba-tiba seorang mahluk berdiri dihadapan wanita itu.

“apa yang terjadi..non..na!” pekikku terkejut karena kini ada makhluk dengan sayap putih berdiri dihadapan wanita itu, mata makhluk itu bagaikan iblis yang haus darah sehingga tidak cocok dengan sayapnya yang putih besih. Namun kata-kataku terhenti karena saat aku mencoba meraih pundak wanita itu aku tidak bisa menyentuhnya.

“apa yang terjadi denganku, kenapa aku tidak bisa menyentuhnya?” pekikku frustasi. Namun aku lebih terkejut lagi saat makhluk mengerikan itu meraih leher sang wanita dan menyekiknya.

Author POV

Hyora melangkahkan kakinya dengan enggan, tenaga manusianya kini sudah hampir habis. Sesekali wanita itu menghapus peluh yang mulai menetes dari pelipisnya. Eunhyuk yang berjalan disampingnya hanya bisa membujuk wanita itu untuk bersabar karena mereka bertiga sebentar lagi akan sampai di tempat yang mereka tuju. Namun kini kaki wanita itu benar-benar sudah tidak bisa menahan berat badannya hingga Hyora terjatuh ke tumpukan pasir yang ia pijak sebelumnya.

“Hyora-ssi!” pekik eunhyuk yang terkejut melihat Hyora terkulai pingsang dan hal itu membuat siwon yang berjalan di depan langsung berbalik melihat apa yang terjadi belakangnya.

“ada apa?” tanya siwon dengan sedikit berlari menghampiri eunhyuk dan hyora yang sudah ada di pangkuan eunhyuk.

“mungkin dia kelelahan.” Jawab eunhyuk dengan mengibas-ngibaskan kain bajunya untuk menyejukan hyora.

“kita istirahat dulu kalau begitu.” Usul Siwon dengan mengambil Hyora yang ada di pangkuan eunhyuk dan menggendong wanita itu.

>>>

>>>

Kyuhyun terpaku melihat kejadian yang kini terjadi dihadapan matanya. Bagaimana tidak kini mahluk bersayap itu sedang mencengkram leher seorang wanita hingga tubuh wanita itu terangkat keatas.

“a..aku..tti..ti.dak..takut …pa..da..mu!” ucap wanita itu susah payah karena kini tenggorokannya tertekan.

“benarkah? Apa kau kira mereka akan membantumu?” ujar makhluk itu dengan memandang remeh kata-kata wanita itu dan semakin mengencangkan cengkraman tanngannya di leher wanita itu.

“aku..perca…ya.. pada Den..niss.” jawab wanita itu yang sama sekali tidak takut.

Mata Kyuhyun membulat ketika mendengar nama yang diucapkan wanita itu pada mahluk itu. kini di benak Kyuhyun hanya terlintas, apa kejadian ini ada hubungannya dengan dirinya. Namun setelah ia amati dua sosok yang ada dihadapannya, ia benar-benar tak mengenali mereka.

“kau keras kepala juga Tiffani.” Pekik makhluk itu dengan geram dan langsung menghempaskan tubuh wanita itu ke tanah dengan sangat keras, hingga wanita itu meringis kesakitan.

“hhah..hah.hah..asal….kau..tahu..Dennis dengan kawanannya akan segera datang dan membunuhmu.” Ujar wanita itu masih dengan percaya diri meski ia masih terengah-engah menormalkan nafasnya.

“kau..sebelum mereka datang kau sudah menjadi mayat.” Pekik makhluk itu dengan mengayunkan sayapnya kearah wanita itu.

“hentikan !” pekik kyuhyun dan seseorang dibelakangnya yang membuat gerakan makhluk itu terhenti. Namun kyuhyun yakin bukan karena teriakannya mahluk itu diam, tapi karena orang yang berteriak di belakangnya.

“Dennis.” Ucap wanita itu bahagia.

Kyuhyun langsung membalikkan tubuhnya, dan benar orang yang berdiri di belakangnya adalah Dennis namun penampilannya sedikit berbeda dengan Dennis yang di temuinya kemarin di kediaman Jordan.

“hentikan semua ini Aiden.” Ucap Dennis tampa memperdulikan kyuhyun yang mengamatinya dengan tidak percaya.

“hah, kau pikir kau siapa menyuruhku menghentikan ini semua?” tanya mahluk itu yang ternyata bernama Aiden.

“karena aku kakakmu.” Jawab Dennis yang membuat Aiden terkesiap sejenak.

“kakak? Sejak kapan? Kau itu hanya mahluk sok baik yang menawarkan perlindungan padaku.” Ucap Aiden mencibir.

“Kumohon hentikan semuanya, aku sudah bilang padamu bukan kalau mereka itu jahat, jadi tolong lepaskan perjanjianmu dengan para Anggel itu.” pinta Dennis memelas, tampak kesedihan dan kemarahan bercampur aduk dibalik sorot matanya.

“kurasa kalianlah yang jahat, raja Casey lah yang baik padaku karena kaumnya para Anggellah aku selamat dari maut.” Ujar Aiden geram, namun ada butiran bening yang mulai menggenang di kelopak matanya saat ini.

“Casey? Bukankah itu nama lain Heechul?” gumam Kyuhyun tak percaya.

“kalau itu keputusanmu baiklah.” Ucap Dennis yang mulai mengembangkan sayapnya.

“kyuhyun..kyuhyun..bangun!!” seseorang menepuk-nepuk pipi kyuhyun pelan, membangunkan kyuhyun dari pingsannya.

“a..apa..yang..ter..jadi?” tanya kyuhyun susah payah bertanya pada Nathan yang kini sedang memangkunya.

“kau sadar, kyuhyun sadar!” ucap Nathan memberitahu Jordan dan Joshua yang duduk di sampingnya.

“kyuhyun, kau baik-baik saja?’ tanya Jordan dan langsung mendekat kearah kyuhyun yang masih terkulai lemah.

“syukurlah kau sadar, kurasa air itu memang bekerja.” Ujar Joshua lega melihat orang yang harus ia lindungi sudah terjaga kembali.

“dimana kita?” tanya kyuhyun saat melihat sekitarnya yang sangat gelap dan hanya api unggun yang berada ditengah yang menerangi mereka.

“kita di bukit Massif de la chartreuse, bukit sesudah hutan terlarang itu.” jawab Nathan menjelaskan.

“Bagaimana kita bisa disini?” tanya kyuhyun yang masih setengah sadar.

“kau tiba-tiba pingsan saat kita di dalam hutan terlarang tadi, jordan menggendongmu sampai ditempat ini, berhubung hari sudah gelap kita beristirahat terlebih dahulu dan menunggu kesadaranmu. Lagi pula kondisi fisik kamipun sudah sangat lelah.” Jelas Joshua pada kyuhyun yang kini terduduk disampingnya.

Pikiran kyuhyun kini melayang pada kejadian yang menimpanya sebelumnya, kini ia berfikir bahwa semua kejadian itu apa hanya mimpi saja, tapi itu benar-benar nyata untuknya. Kyuhyun mulai menatap Joshua untuk menanyakan hal apa yang baru terjadi padanya namun kyuhyun masih sangat ragu, ia takut itu hanya bunga tidur dan bukan hal penting yang harus diributkan.

>>>

>>>

“hyora..kau baik-baik saja?” suara cempreng itu membangunkan hyora dari pingsannya yang sudah cukup lama. Perlahan wanita itu membuka matanya untuk memastikan siapa yang bertanya padanya itu.

“apa yang kau lakukan?” bentak Hyora ketika terkejut melihat wajah Eunhyuk yang begitu dekat dengan wajahnya.

“jangan membuat Hyora pingsan lagi dengan tingkahmu itu.” ujar Siwon kesal seraya menjauhkan Eunhyuk.

“maaf, aku hanya terlalu senang Hyora sudah sadar kembali.” Ujar Eunhyuk lesu karena ia merasa bersalah.

“hah..lagi pula aku juga salah, sikapku tadi terlalu berlebihan, jangan marahi Eunhyuk lagi.” Pinta Hyora pada Siwon setelah melihat Eunhyuk yang duduk lesu disampingnya.

“Oke, tapi syukurlah kau sadar, kami sangat khawatir padamu.” Jawab Siwon dan tersenyum kearah Hyora, Hyora mengerutkan keningnya ketika mendengar kata kami. Wanita itu segera mengedarkan pandangannya kesemua arah, mata wanita itu membulat ketika ia menyadari dirinya sekarang telah berada di sebuah istana dengan nuansa chainis dengan beberapa dayang yang berdiri di setiap sudut ruangan ini.

“apa ia sudah sadar?” tanya seseorang yang baru saja masuk keruangan dimana Hyora, Siwon dan Eunhyuk sekarang.

“Tuan.” Ucap Eunhyuk seraya bangkit dari duduknya dan langsung membungkukan tubuhnya ketika melihat pria yang dipanggil Eunhyuk Tuan itu, begitupun dengan Siwon.

“selamat datang di rumahku.” Ucap pria itu dengan ramah pada Hyora.

Hyora hanya tersenyum dengan penyambutan kedatangannya, ia masih cukup bingung dengan situasi yang terjadi sekarang. Sebenarnya siapa pria yang berdiri dihadapannya sekarang ini, sampai Eunhyuk dan Siwon begitu hormat padanya.

“ah… maaf mungkin kau masih bingung karena aku belum memperkenalkan diriku, perkenalkan aku Zaumi pemilik castil kecil ini.” ujar pria itu saat melihat Hyora yang ke bingungan.

“benar dia adalah tuan Zaumi, pemilik kastil ini dan termasuk penguasa daerah utara china ini, dia dalah teman dari Dennis yang kita cari.” Jelas Siwon seraya menepuk bahu Zaumi dengan hangat.

“bisa saja kau memperkenalkanku seperti itu, kekuasaanku masih tidak seberapa.” Ujar Zaumi merendahkan diri.

“sudah sangat lama kita tidak bertemu.” Kini eunhyuk yang mulai berbicara dan mulai memeluk Zaumi.

“tapi kau masih sama Spencer. padahal kita tidak bertemu dalam 100 tahun lebih.” Gurau Zaumi yang membalas dekapan Eunhyuk. Hyora begitu tersentuh dengan kedekatan mereka, dapat dirasakan Hyora bahwa ini semua benar-benar persahabatan yang abadi.

“kalau kalian sudah selesai, dan nona muda ini sudah lebih sehat. Turunlah kita makan bersama, aku sudah menyiapkan beberapa makanan sederhana untuk kalian.” Lanjut Zaumi saat aktifitasnya dengan Eunhyuk selesai dan langsung menuju pintu keluar.

“baiklah kami akan turun.” Jawab Siwon.

“apa kondisimu sudah lebih baik?” tanya siwon pada Hyora sesaat Zaumi telah meninggalkan ruangan itu.

“iya, kurasa aku sudah membaik.” Jawab Hyora dengan menganggukan kepalanya.

“kalau begitu kita turun kebawah sekarang.” Ucap Eunhyuk girang setelah mendengar jawaban Hyora dan langsung disambut tawa Siwon dan Hyora yang menyadari bahwa eunhyuk memang sudah lapar.

>>>

>>>

“tempat apa ini?” tanya Kyuhyun saat melihat sebuah lubang gua yang besar telah ada di hadapannya.

“kita sudah sampai.” Ujar Nathan bahagia.

“gua ini tempat tujuan kita?” tanya Kyuhyun bingung saat mendengar ucapan Nathan.

“kalian disini?” tiba-tiba terdengar suara seseorang dibelakang mereka berempat.

“Mathew!” ujar Joshua dengan berhambur menghampiri pria tinggi besar yang sedang membawa seekor domba di tangannya. Joshua merangkul sekejap pria yang di panggilnya Mathew itu dengan hangat.

“ku kira kalian akan sampai besok.” Ucap Mathew tak percaya seraya menatap kearah empat orang yang sedang berdiri di mulut Gua yang tepatnya adalah rumahnya.

“Jordan ikut, sehingga perjalanan kami lebih cepat dengan bantuannyaa.” Jawab Nathan yang sekilas menatap Jordan.

“wah, kurasa ini akan semakin menyenangkan.” Ucap Mathew yang baru menyadari kehadiran Jordan.

“ah, apa ini pria yang di ceritakan Dennis padaku?” tanya Mathew seraya menatap kyuhyun yang berdiri disamping Nathan.

“iya dia orangnya.” Jawab Jordan mengiyakan.

“kalau tidak salah namamu di bumi adalah kyuhyun?” tanya Mathew yang kini menatap kyuhyun intens.

Kyuhyun hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Mathew.

“ah, tapi aku lebih suka namamu di dunia ini, aku panggil kau Marcus saja oke?” ujar Mathew yang disambut kebingungan Kyuhyun.

“baiklah, itu keputusanmu.” Jawab Kyuhyun akhirnya.

*dari sini kyuhyun di panggil Marcus yah reader*

“apa kau tidak akan menawarkan kami untuk masuk?” goda Jordan ketika mereka tetap mengobrol di bibir gua.

“hahaha..tentu saja ayo masuk.” Ajak Mathew akhirnya.

“kebetulan sekali kalian datang ketika aku membawa makan malam.” Ucap Mathew ketika telah di dalam gua. Apa yang di pikirkan Marcus sebelumnya tentang isi dari gua itu ternyata salah karena setelah memasuki bibir gua isi gua itu bukan seperti gua biasa, di dalamnya seperti sebuah istana dengan pernak pernik khas Skotlandia barat. Dan jika Marcus tidak melihat luar dari bangunan ini adalah mulut gua mungkin Marcus akan menyangkan ia berada di sebuah kastil besar.

“apa aku boleh bertanya padamu?” bisik Marcus saat ia duduk disamping Nathan.

“apa katakanlah!” jawa Nathan yang menatap aneh dengan volume suara Marcus.

“sebenarnya makhluk apa Mathew itu?” tanya Marcus yang sejak tadi sangat penasaran dengan indentitas Mathew.

“ah itu, em..dia seorang puca” jawab Nathan singkat.

“puca? Makhluk apa itu, dia seperti manusia.” Tanya Marcus kembali ketika rasa penasarannya belum terpuaskan.

“puca adalah makhluk khas Skotlandia barat, mathew memang tampak seperti manusia karena saat ini ia tidak dalam keadaan terdesak atau perlu berubah wujud. Namun sebenarnya kaum Puca seperti Mathew mereka bisa berubah menjadi beberapa jenis hewan misalnya kuda, goblin, atau anjing. Kaum Puca sebenarnya sangatlah bisa diandalkan karena mereka memiliki sifat yang dapat memberikan nasihat baik, maka dari itu Dennis percaya pada Mathew karena diantara Puca lainnya hanya Mathew yang nasihatnya selalu tepat dan bijaksana.” Jelas Nathan yang diakhiri saat makhluk yan mereka bicarakan menghampiri.

“apa kalian tidak lapar, makanan sudah siap.” Ucap Mathew seraya menunjuk meja makan yang telah penuh dengan hidangan.

“Kami lapar ayo.” Ucap Nathan sambil mengajak Marcus yang masih duduk.

“wah banyak sekali makanannya.” Ucap Marcus spontan saat melihat hidangan yang berjajar di meja makan.

“haha, kau ini. ayo makan nanti dingin.” Ujar Mathew saat melihat keterkejutan Marcus.

PRANG

Tiba-tiba saja gelas yang di pegang oleh Joshua jatuh dan membuat empat oang lainnya memandang Joshua kaget.

“ada apa?” tanya Nathan panik, karena ia tahu jika Joshua seperti itu berarti ada sesuatu yang terjadi pada Dennis.

“mereka…mereka menyerang kastil.” Ucap Joshua panik.

“siapa?” tanya Marcus yang terkejut.

To Be Continue

Gimana nih part 8 ini? wah sebelumnya author minta maaf sekali lagi yah karena lamanya ngirim ff part8 ini yang ngebuat reader jadi pada nunggu lama tapi makasih banyak yang udah nunggu lanjutan dai ff ini, neomu neomu Gamsahamnida, kalau gitu jangan lupa komen yah dan gak bosen-bosen nunggu karya author yang selanjutnya.^^

4 thoughts on “Me is Genoid [The Adventure part 8]

  1. udah lama nggak buka blog ini..
    ada ff fantasy!!! mau.. hehee, mian ya aku ini baru baca pertama kali..
    so, harus baca crta yg sblmnya nih.. kkkkkk
    aku yg pertama kan? #bangga tingkat dewadewi

  2. Boleh jujur??
    aku cinta bangt ama FF ini..
    sring bolak balik sini atau Google cuma buat cari FF ini

    tapi satu, Updetnya suka klamaan…
    ini kalau g salah FF lama, tapiamp sekarang g rnah kelar dan bahkan baru part 8..
    aku tadi sampe buka library dan baca dari awal tentang FF ini..
    lupa soalnya ceritanya^^v
    He3x^^b
    mian, tapi sumpah! aku suka FF ini, berharap FF ini g terlalu lama di updet…^^v
    Fighting!!^^b

  3. hmm.. ia mind lama banget nunggu part 8 ini..
    tp ngg’ papa krn ceritanya makin seru…
    kpn mind kelnjutn ceritnya? udah ngak sabr, tp jangn lama2 ya mind…:)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s