MWO???!! – Part 4

Author                       : Whindalee

Cast                            : All Member Super Junior

Support Cast            :

–   Kim Nana (OC)

–    Park Hye Jae (OC)

Genre                        : Brothership, Family, Comedy, Tragedy, & Friendship.

Length                       : Continue

Rating                        : PG-13

Untuk part ini ku kasih penjelasan y.. Biar gak binggung!!! ^^

Heechul (Kyuhyun)                        : Tubuhnya Heechul, Jiwanya Kyuhyun

Kyuhyun (Heechul)                        : Tubuhnya Kyuhyun, Jiwanya Heechul

Atau yang lebih gampangnya lagi baca aja yang ada didalam tanda kurung yang diluar kurung gak perlu dibaca…

Happy Reading……

 

Sebelumnya…

 

“Gwenchanna..! Chullie, Kyuhyun, sebaiknya kalian ikut aku keruangan Uisa Hankyung untuk diperiksa. Aku takut terjadi hal yang buruk pada kalian dan kurasa otak kalian agak bermasalah atau bisa jadi gegar otak!”, ucapku asal.

“…….”, Kyuhyun hanya diam.

“Mwo? Aish, hyung! Kau ini berlebihan sekali! Kami baik-baik saja, hanya…..”, umpat Heechul yang terputus.

“Hanya apa Chullie? Katakan padaku?”, tanyaku penasaran.

“Ehm….. Aniyo! Tak apa –apa hyung!”, jawabnya singkat. Tapi aku tahu sebenarnya dia menyembunyikan sesuatu dariku.

“Palli..! Uisa Hankyung pasti sudah menunggu kalian dari tadi!”, ucapku.

Lalu kami menuju ruangan Uisa Hankyung.

Selanjutnya…

 

Author Pov

 

Kyuhyun dan Heechulpun menjalani pemeriksaan secara detail, mulai dari pemeriksaan aktivitas gelombang otak, mengukur aliran darah ke otak, hingga pemeriksaan saraf-saraf motorik yang ada pada otak.

Pemeriksaan itu berjalan selama 4 jam dan membuat mereka sangat kelelahan. Saat Uisa Hankyung dan ganhosa meninggalkan mereka berdua diruang pemeriksaan, Kyuhyun (Heechul) pun membuka pembicaraan.

“Ah… Kenapa pemeriksaan ini begitu rumit?! Aku sudah lelah!!”

“Tenang hyung sebentar lagi juga akan selesai!”, ucap Heechul (Kyuhyun) sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur.

“Ini semua gara-gara kau, Kyuhyun…?! Andai saja file itu tidak lupa kubawa dan bukan kau yang mengantarnya! Pasti tidak akan jadi begini!”

“Ish… Hyung! Kalau aku tak ada disana mungkin hyung tinggal nama sekarang!”, sahut Heechul (Kyuhyun) asal.

“HYAAA.. Kau berharap aku mati? Tapi, memang aku lebih baik mati daripada harus ada didalam tubuh yang menyebalkan ini! Ah y, bukankah tadi sudah kuucapkan persyaratan kita tadi di taman? Jangan panggil aku hyung! Arra?!”, tegas Kyuhyun (Heechul) dengan wajah yang serius dan kedua tangan yang disilangkan didepan dada.

“Kita hanya berdua disini hyung! Tak akan ada orang yang tahu!”, ucap Heechul (Kyuhyun) dengan tatapan memelas dan mata berbinar-binar.

Karena Kyuhyun (Heechul) tidak tahan melihat Heechul (Kyuhyun) seperti itu, buru-buru dia mengalihkan pandangannya ke  langit-langit.

“Aku rasa aku tak akan tahan jika harus begini terus! Ne, baiklah kau boleh memanggilku hyung jika keadaannya memungkinkan!”, ucap Kyuhyun (Heechul) yang akhirnya menyerah.

“Gomawo.. Hyung!”, sahut Heechul (Kyuhyun) dengan gembira sambil menghampiri Kyuhyun (Heechul) untuk memeluknya.

“Andwe!! Jangan harap kau bisa memelukku!”, kata Kyuhyun (Heechul) sambil mengerak-gerakan jari telunjuknya tanda tak sejutu.

Seketika wajah Heechul (Kyuhyun) berubah menjadi kecewa dan kembali ketempatnya semula dengan menundukan kepala. Setelah pemeriksaan selesai, mereka semua berkumpul diruangan Uisa Hankyung dengan wajah penuh harapan dan khawatir untuk mengetahui hasil tes Kyuhyun & Heechul.

Melihat Kyuhyun dan hyungdeulnya seperti itu Uisa Hankyungpun berkata,

“Tidak bisa wajah kalian lebih tenang? Kalau wajah kalian seperti itu aku jadi takut membacakan hasil tes ini!”

“Apa otak Kyuhyun dan Heechul benar-benar bermasalah uisa? Tolong jelaskan pada kami… Ottokhe?”, sahut Leeteuk dengan panik, wajah dongsaengdeulnya juga tidak kalah panik.

“Aniyo…. Kyuhyun & Heechul baik-baik saja! Hasil tes menunjukan tidak adanya sedikitpun kerusakaan di otak mereka! Kyuhyun dan Heechul bisa pulang sore ini, tapi selama satu minggu saya harap kalian rajin mengganti balutan perban itu!”, ucap Uisa Hankyung sambil menunjuk-nujuk kepalanya sendiri.

“Owh… Gamsahamnida uisa! Baiklah kami permisi dulu!”, sahut Leeteuk dengan wajah yang lega.

“Ne, cheonmaneyo!”

Merekapun meninggalkan ruangan Uisa Hankyung yang kini menjadi sepi.

Donghae, Siwon, Kangin, Ryewook, dan Yesung membantu Heechul (Kyuhyun) berkemas dikamar yang tadi dia dirawat, dan sisanya membantu Kyuhyun (Heechul). Merekapun kembali kerumah dengan mobil yang Yesung dan Siwon bawa.

 

Yesung Pov

Saat ku kendarai mobil, terkadang aku melirik dongsaengku itu lewat kaca mobil depan dan kuperhatikan kalau dia jadi lebih pendiam dari sebelumnya.

“Saeng, kenapa kau tidak menyentuh Ipod atau PSPmu yang ada di Eeteuk hyung? Biasanya benda itu tidak pernah lepas darimu?”, tanyaku penasaran karena tidak biasanya dia begitu, jika ada waktu luan sedikitpun dia pasti main starcraft kesukaannya. Namun pertanyaanku sepertinya tidak didengar Kyuhyun.

“Kyu…..”

“…………”, Kyuhyun masih saja diam.

“Kyu…..!”, panggilku lagi. Tapi dia masih saja diam.

“YYYYAAAA…!!!! Kyuhyun, apa kau tidak dengar aku memanggilmu?”, teriakku di dalam mobil sambil menengok kebelakang sebentar melihatnya. Kali ini yang terkejut bukan hanya Kyuhyun tapi Leeteuk hyung dan dongsaengku yang lain juga ikut terkejut.

“YA PABO! Apa-apaan kau Jongwoon  berteriak seperti itu? Kau membuatku kaget!”, kata Leeteuk hyung dengan kesal dan mendaratkan jitakan kekepalaku dengan mudah karna dia duduk disampingku.

“Aish… Apayo hyung!”, sahutku sambil mengelus-elus kepalaku yang agak sakit karena jitakan Leeteuk hyung.

“Ne, mian! Aku tidak sengaja! Aku hanya reflex, Jongwoon-ah!”, tambah Leeteuk hyung yang merasa menyesal.

“Gwenchanna hyung! Aku tahu itu…”

“Lalu kenapa kau berteriak seperti tadi?”, tanya Leeteuk hyung lagi.

“Ne… Hyung aku baru saja mau tidur! Tapi suaramu itu membangunkanku lagi!”, ucap Eunhyuk yang merasa terganggu dengan teriakan tadi.

“Mian saeng!”

“Hyung, coba kau perhatikan dongsaeng evil kita itu! Apa kau merasa ada yang aneh padanya?”, ucapku sepelan mungkin pada Leeteuk hyung, agar Kyuhyun tidak mendengar pembicaraan kita.

“Ne.. Aku juga sudah merasa aneh saat masih di rumah sakit!”, jawabnya ikutan pelan.

“Aku sudah memanggilnya 3x tapi dia tidak mendengarkanku, hyung! Lalu disaat seperti ini biasanya dia asik bermain PSP! Apa itu hal biasa?”, sambungku dengan mengeluarkan suara yang hampir tidak terdengar.

Lalu Leeteuk hyungpun memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun, dan mungkin karena Kyuhyun sadar kalau dirinya sedang diperhatikan oleh Leeteuk hyung, ia pun berkata,

“Hyung!! Apa yang kau lihat? Apa kau masih menghawatirkanku?  Aku baik-baik saja hyung!”

“Ah… Aniyo!!”, jawab Leeteuk hyung yang kemudian melirik kearahku.

“Mungkin dia hanya ingin istirahat, saeng! Karena tadi dia menjalani pemeriksaan yang cukup lama! Semoga dia baik-baik saja!”, ucap Leeteuk hyung padaku dengan suara yang sangat pelan menyamai bisikan.

“Ne, hyung. Semoga saja!”, sambungku singkat sambil tetap berkonsentrasi membawa mobil.

Tapi dihatiku ini merasakan ada yang aneh dengan sikap Kyuhyun dan Heechul hyung. “Ah… Sudahlah! Mungkin ini hanya perasaanku saja!”, batinku.

 

Setelah sampai di rumah dan memarkirkan mobilku, Kyuhyun, Eunhyuk, Leeteuk hyung, Kangin, dan Donghae keluar dari mobil yang kubawa tadi. Tak lama kemudian mobil yang Siwon bawa pun datang, kulihat mereka berhamburan keluar mobil dengan wajah yang lelah.

“Ahhhhh… Aku akan kekamarku sekarang juga dan melanjutkan permainanku! Hyung mana Ipod dan PSPku?”, ucap Heechul pada Leeteuk hyung yang membuat kami menengok kearahnya.

“Mwo? Permainan? Memangnya kau suka bermain game juga Chullie?”, jawab Leeteuk hyung heran.

“Ish.. Hyung! Akukan sudah suka bermain game sejak kelas 3 sekolah dasar!”, sahutnya yang membuat kami tambah terkejut.

“Andwe! Sebaiknya kau istirahat!”, ucap Leeteuk hyung dengan wajah khawatir.

“Aish… Kau pelit sekali hyung!”, sambung Heechul kesal.

Lalu kamipun masuk ke rumah, saat diruang tamu Sungmin bertanya padaku,

“Hyung apa kau tidak merasa aneh dengan Heechul hyung dan Kyuhyun? Waktu di mobil Siwon, entah kenapa Heechul hyung merenggek menanyakan PSP milik Kyuhyun seperti anak kecil…”

“Mwo? Ternyata memang benar, sepertinya ada yang tidak beres dengan mereka!”, ucapku asal sambil melirik kearah Heechul hyung dan Kyuhyun.

Lagi-lagi aku dikejutkan oleh mereka, kulihat Kyuhyun akan masuk ke kamar Heechul hyung. Dan Chullie hyung yang akan naik ke lantai atas.

“WAE?! Kyuhyun itu kamar Chullie hyung dan Chullie hyung kenapa kau malah naik ke lantai atas?”, tanyaku menghampiri mereka.

Saat mendengar pertanyaanku, wajah mereka tiba-tiba menjadi gugup seperti ada rahasia yang lama dipendam dan akhirnya terbongkar.

“Oh… A…. Ahh.. Aku hanya ingin kekamar mandi lantai atas!”, jawab Heechul terbata-bata.

“Mwo? Bukankah dilantai satu juga ada kamar mandi hyung? Untuk apa ke lantai atas!”, tanyaku lagi dengan alis mata kanan yang naik karena aku heran melihat hyungku yang satu ini.

“Ah…. Hyung! Kau ini banyak bertanya sekali! Memangnya aku tidak boleh menggunakan kamar mandi yang ada di atas?”, jawabnya kesal.

“Gwenchanna! Tapi…!”, tiba-tiba ucapanku terputus karena aku baru sadar yang diucapkan Heechul hyung padaku.

“HYUNG??!!! Kenapa dia panggil aku hyung? Ah, mungkin aku salah dengar…”, ucapku dalam hati.

“Ya, terserah padamu saja, hyung!”, lanjutku pada Heechul hyung.

Lalu dia pun kembali melangkahkan kakinya ke lantai atas tanpa menghiraukan perkataanku.

“He…. He…. He…. Sepertinya aku juga sudah salah masuk kamar!”, kata Kyuhyun sambil lari terbirit-birit ke lantai atas.

Aku, hyung, dan dongsaengdeulku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah mereka berdua.

“Mereka benar-benar aneh!”, ucap Ryewook mewakili perasaan kami semua saat ini. Kamipun masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat, namun ada juga yang masih bertahan di ruang keluarga untuk menonton TV.

 

Heechul (Kyuhyun) Pov

 

“Aish… Dasar pabo! Kenapa aku bisa lupa begini?”, gumamku sendiri dengan kesal menuju kamarku. Saat kuberniat mengambil PSPku yang satu lagi di lemari baju, tiba-tiba pintu terbuka..

“Ya….! Ottokhe? Aku takut mereka bertambah curiga karna sikap kita tadi!”, ucap Heechul hyung yang tiba-tiba masuk kekamarku membuatku kaget dan menjatuhkan PSP ku.

“KYAAA!! PSP KU!!!”, teriakku dengan menaikkan suara sampai 17 oktaf karena aku melihat PSP ku yang sudah berantakan.

“Hyung, kau harus ganti!”, ucapku sambil melirik tajam ke Heechul hyung.

“Mwo? PSP mu pecah seperti itu bukan karenaku, itu karena kecerobohanmu sendiri! Arra?”, jawab Heechul hyung dengan kesal.

“Ne, memang bukan hyung yang menjatuhkannya! Tapi karna aku kaget hyung masuk kekamarku tiba-tiba dan berteriak seperti tadi! Hyung harus ganti PSP ku! Aku tidak mau tahu!”, ucapku tidak mau kalah.

“Siapa bilang ini kamarmu? Sementara, kamar ini milikku KYUHYUN! Apa kau lupa?”, ucap Heechul hyung sambil menaruh tangannya dipinggang.

“Ah… Iya hyung aku lupa! He… He… Mianhae!”, jawabku dengan wajah menahan malu.

“Kamarmu itu di bawah bersama Leeteuk hyung, Kyuhyun!”, tambahnya.

“Ne.. Lalu bagaimana dengan PSP ku?”, tanyaku lagi.

“Arraso… Akan ku ganti PSP mu, tapi setelah keadaan kembali normal!”

“Maksud hyung?”, tanyaku tak mengerti.

“Ne.. Setelah kita kembali ketubuh yang sebenarnya!”, jawabnya dengan santai.

“Mwo?? Aish hyung, aku bisa mati kalau tidak bermain game!”, ucapku memelas.

“Andwe… Tadi sewaktu di ruang keluarga aku menguping pembicaraan Yesung dan Sungmin kalau kau merengek menanyakan dimana PSP mu! Dengan kelakuan bodohmu itu, semua bisa jadi berantakan, Kyuhyun!”

“Jinjja?!! Ah, aku lupa hyung kalau aku sekarang ada di dalam tubuhmu!”, jawabku sambil menepuk keningku sendiri.

“Ini pasti membuat mereka semakin curiga hyung!”, ucapku menebak.

“Aku lelah bicara denganmu, Kyuhyun daritadi aku sudah bilang begitukan!”, jawab Heechul hyung dengan menggeleng-gelengkan kepalanya karena kesal.

“Sudah, bersikaplah wajar agar mereka tidak curiga pada kita!”, sambungnya lagi.

“Ne… Hyung!”, jawabku singkat.

 

Saat aku ingin keluar dari kamar, tiba-tiba Heechul hyung menarik tanganku dan membisikan sesuatu padaku. Akupun terkejut dengan perkataan hyungku itu, “Kyuhyun, kumohon padamu saat di perusahaan bersikaplah seperti biasa! Jangan kau buat malu aku di depan sekretarisku, Park Hye Jae! Arra!”, ucapnya dengan serius.

Sebenarnya aku ingin menanyakan kenapa hyungku itu begitu perhatian pada sekretarisnya. Tapi setelah aku berpikir, hyungku itu pasti tidak akan memberitahukan alasannya, maka aku mengurungkan niatku ini.

“Sudah keluar kau dari kamar sementaraku ini!”, kata Heechul hyung yang membuyarkan lamunanku. Kemudian dia pun mendorongku dari kamarku sendiri.

“Ish…! Inikan kamarku! Kenapa aku yang diusir?”,batinku kesal.

Akupun turun kelantai bawah menuju kamar Leeteuk hyung untuk beristirahat sebentar.

 

Kyuhyun (Heechul) Pov

 

“Sudah keluar kau dari kamar sementaraku ini!”, kataku sambil mendorong Kyuhyun keluar kamar. Kulihat wajahnya begitu kesal padaku. Akupun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

“Uh.. Untung dia tidak menanyakan alasan dengan perkataan yang tadi kubisikan!”, batinku.

Sebenarnya aku melihat mimik wajahnya yang sedikit terkejut dan penasaran. Ku kira dia akan bertanya, tapi perkiraanku salah. Ya.. Sebenarnya aku sedang melakukan pendekatan dengan yeoja yang ada diperusahaan appa. Namanya Park Hye Jae.

Hye Jae adalah orang terdekat yang kumiliki selain keluarga ini. Aku sudah memendam perasaan ini selama 2 tahun. Tapi aku masih tidak berani mengungkapkan perasaanku ini. Aku berpikir, apa aku pantas menjadi namja chingunya? Karena masih banyak namja lain yang lebih baik dariku.

Hye Jae juga tidak pernah menujukan tanda-tanda kalau dia suka padaku, sikapnya itu yang membuatku jadi tambah pesimis untuk menunjukan perasaanku. Tapi aku yakin pilihanku kali ini tidak salah. Park Hye Jae sangat berbeda dengan Kim Nana. Hye Jae adalah yeoja yang ramah, baik hati, dan tidak pernah melihat orang dari statusnya.

Sampai sekarang ada satu kalimat yang selalu teringat olehku.

“Heechul-ssi, selama kau bisa membuat orang-orang disekitarmu bahagia dan tertawa! Bebanmu yang ada disini pasti hilang…!”, ucapnya dulu sambil menujuk kedadaku.

Ketika dekat dengannya jantungku selalu berdegup kencang, mataku hanya ingin melihat dirinya. Dan sebenarnya perlahan-lahan aku akan mulai memaafkan Kyuhyun, karena aku akan segera menemukan pengganti Kim Nana.

Tiba-tiba ada ide cemerlang terbesit dipikiranku, langsung kulangkahkan kakiku keluar kamar.

Saat aku ingin menemui Kyuhyun, ada suara yang memanggilku…

“Kyu.. Kajja kita makan dulu!”, ucap Ryewook padaku.

“Ne, Wookie hyung!”

Sebenarnya sampai saat ini aku masih risih ketika aku dipanggil Kyuhyun dan harus memanggil mereka hyung.

“Ah… Ini pasti akan menjadi perjalanan yang panjang!”, gumamku sendiri.

Tiba diruang makan, kulihat semua sudah berkumpul kecuali eomma yang sedang ada urusan di Jepang bersama appa. Untung ada Ryewook yang bisa menggantikan memasak selama eomma tidak ada.

“Kebetulan aku sudah sangat lapar! Kajja!”, tanpa basa-basi akupun menyantap makanan itu dengan lahap.

Tapi Leeteuk hyung dan dongsaengdeulku melihat dengan heran. Kyuhyun juga menatapku seakan memberi aba-aba padaku. Matanya melirik secara bergantian kearah mangkuk nasi yang kupegang dan lauk yang kuambil. Aku masih tidak mengerti, sampai Siwon mengatakan,

“Kyunnie, wae? Tumben sekali kau makan itu?!”, tanyanya sambil menujuk kemangkuk berisi sayuran.

“Aish.. Pabo!! Aku lupa kalau Kyuhyun tidak suka sayuran… Ottokhe? Apa yang harus kukatakan pada mereka?”, batinku sambil berpikir.

“A… A… A… Aku hanya ingin mencoba saja, sayuran itu rasanya bagaimana! Apa tidak boleh?”, jawabku gugup.

“Ani.. Aku hanya heran saja kenapa tiba-tiba kau makan sayuran! Padahal kau kan sangat tidak suka sayuran, Kyu!”, jelas Siwon.

“……….”, aku hanya diam, karena binggung harus berkata apa lagi.

“Chullie, kau juga tumben sekali tidak menyentuh sayuran ini! Bukankah ini salah satu sayuran kesukaanmu?”, tanya Leeteuk hyung pada sosokku yang didalamnya Kyuhyun.

“Oh… Ne… Aku sedang tidak berselera, hyung!”, elaknya dengan cepat.

Kulihat wajah Ryewook berubah menjadi kecewa, mungkin karena takut menyinggung perasaan Ryewook, Kyuhyunpun langsung berkata,

“Aku tidak makan ini bukan karena rasanya tidak enak Wookie-ah! Tapi karena aku memang sedang tidak berselera untuk makan! Mian… Wookie!”

“Ne, gwenchanna hyung!”, jawab Ryewook sambil tersenyum.

Aku merasa Kyuhyun semakin pintar berakting menjadi diriku dan kuyakin ideku pasti akan berjalan mulus kalau dia seperti ini. “Kenapa dia tidak jadi actor saja?!!”, batinku sambil tersenyum bahagia.

Setelah selesai makanpun aku segera memberi aba-aba pada Kyuhyun untuk mengikutiku kearah luar rumah. Diapun mengerti maksudku dan mengikutiku, yang lain tidak memperhatikan kami karena mereka sibuk merapikan ruangan makan.

 

 

 

 

 

Tbc

Please comment & like ^^

Gomawo…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s