Every Day With SUJU – Part 7 [END]

Title : Every Day With SUJU? (part 7-end)

Tag  :  Super Junior, IU

Genre : Frienship (?)

Rating : All Age?

Author : Rahmi SarangheSUJU

 

Mianhe readers FF ini masih gaje dan semakin ngawur, maklum masih amatiran. Terimakasih kepada Admin yang telah mempublis dan terimakasih juga untuk pembaca yang memang telah sudi membaca (?) Happy Reading.

 

****

‘Aku bahkan tidak sadar masalahnya sebesar ini, jika Kim Jungwoon tidak memberi tahuku dan menyuruhku mengikuti Sungmin ke sini,’ ujar Teuki pelan dengan suara yang tidak dapat di dengar Sungmin. Lalu, dua orang itu berdiam sejenak menahan pikiran dan perasaan mereka yang juga berkecamuk memandang jauh kedepan di mana sungmin sedang meringkuk menguras air matanya. Baru saja Wookie ingin bilang,’aku tak tahan hyung!’ ke Teukie, Teukie mengedikkan dagunya ke arah Sungmin masih tak mengalihkan tatapannya dari sungmin. Wookie juga serta merta kembali memperhatikan Sungmin yang kini mencoba menghapus air matanya dengan lengan bajunya yang panjang.

‘Dia sudah tak menangis lagi, kita tidak akan melihat air matanya, berusahalah tersenyum dan ceria seperti biasanya Wookie. Aku pikir jika ia menyembunyikan air matanya seperti itu, ia hanya tak ingin orang yang melihatnya ikut bersedih dan menangis. Jika semua orang ikut bersedih dan menangis karena dirinya dia akan merasa ternyata masalah yang sedang ia hadapi sangat berat,’dengan tenang seperti seorang leader sejati yang bijaksana (aku meleleh #narsis abis dengan tulisan sendiri#) Teuki menatap wookie dan memberi isyarat dengan anggukan pelan agar wookie membuka pintu dan bersama-sama mereka mendekati Sungmin yang masih terduduk sambil termangu tapi ia tak menangis lagi itu.

‘Wookie-ah, yaaa kau hanya membawa dua botol minuman?’ Teukie sempat melihat Sungmin buru-buru menghapus sisa-sisa air matanya, ketika mereka membuka pintu dan berjalan menghampiri Sungmin.

‘Hyung? Kau yang salah kenapa tidak membawa minumanmu sendiri aku hanya ingin membawakan ini untuk Umin hyung. Kau kan sudah minum banyak di bawah tadi,’ Wookie  berusaha melengkapi sandiwara Teukie, tapi Teuki dan wookie sama-sama menyadari sandiwara Wookie sangat buruk karena suaranya yang bergetar. Wookie merasa ada yang nyangkut di tenggorokannya. ‘Mudah-mudahan sandiwara ini tidak ketahuan, pikir Wookie.

Teukie menatap Sungmin begitu mereka tiba di depan Sungmin, ‘yaaa katanya kau latihan kenapa cuma duduk-duduk saja?’

‘Hyung,’ ujar Sungmin pelan. Sungmin langsung merubah ekspresinya, seperti biasa dengan senyum imut dan cerianya dari senyum itu meluncurlah ‘kekehan’ khas Sungmin nan lembut, gurih, crispi, renyah (halah kayak kerupuk ajha). Tapi mata merah itu tak mampu ia sembunyikan dari Teukie dan Wookie. Wookie melihat itu, kerongkongannya tercekat, ia malah tak senang melihat senyum Sungmin. Kenapa Hyungnya juga harus berjuang memperlihatkan senyum itu?

‘Hyung!’Wookie tak tahan lagi. Wookie ikut berlutut di samping Sungmin, ia meraih leher Sungmin dan menyembunyikan kepalanya di punggung Sungmin. Sungmin kaget dengan reaksi Wookie. Di belakang leher Sungmin Wookie Tak mampu lagi menahan air matanya.

‘Hyung,’ lirihnya serak-serak basah. Wookie sebenarnya kesal pada dirinya sendiri kenapa ikut-ikutan menangis. Hatinya begitu halus sehingga ia sangat mudah menangis.

‘Wae? Wookie-ah Wae? Ghwencana?,’Sungmin masih saja bersandiwara. Teukie hanya bisa terdiam melihat reaksi Wookie yang di luar rencana. Ia tak mampu berkata-kata, dadanya juga sesak…Ia berkacak pinggang menatap dua dongsaengnya itu. Lalu, ia mengalihkan pandangannya ke langit luas yang mulai gelap. Ia menghembuskan nafas yang rasanya kali ini kenapa begitu berat.

‘Hyung menangis saja…hyung menangis saja!’ lolong Wookie di belakang Sungmin, ia masih tak melepaskan leher Sungmin (waaa aku menulis ini juga sambil meweeek sendiri lho).   Sungmin hanya terdiam ia juga tak mampu berekting lebih jauh lagi…’Wookie-ah bisiknya pelan.’

Melihat Wookie yang tak berhenti menangis, Sungmin mencoba bersandiwara lagi ‘weee, ada apa dengan mu Wookie?’

`‘Wookie, menjauhkan diri dari Sungmin dengan kesal ia merengut. ‘Hyung! jangan bersandiwara lagi! Kenapa kau sembunyikan tangismu dari kami kau tak menganggap kami saudaramu? Kenapa kau tak mau membagi kesedihanmu?’ Wookie sewot dengan wajah yang basah oleh air mata (aduh wookie kayak gimana ya wajahmu?)

Sungmin kaget mendengar pernyataan Wookie, ‘Waee..siapa yang bersandiwara, siapa yang menangis?’ Lalu Sungmin menyadari sesuatu. Apakah mereka melihatnya tadi? pikirnya. ‘Wookie-ah, aku memang sedang tidak bersandiwara, sekarang aku memang tak ingin menangis…kau tahu kenapa? Wajahmu yang jelek karena menangis itu membuat kesedihanku sirna, rasanya sekarang aku ingin tertawa…haha,’ Sungmin ngakak dengan tawanya yang khas. ‘Hyung!’ tatapan Sungmin beralih ke Teukie yang dari tadi hanya diam berdiri saja di depannya. Melihat raut wajah Teukie yang juga tak kalah menyedihkannya Sungmin sekali lagi merutuki dirinya sendiri, ‘sial, bahkan Hyung Teukie juga? batinnya. ‘Hyung’ Sungmin berusha mengabaikan mata berkaca-kaca Teuki, ‘Kau lihat wajah jeleknya? dia itu laki-laki kenapa dia menangis sejelek itu.’ Sungmin memegangi perutnya sambil ngakak guling-guling. Aksi Sungmin berhasil menghentikan tangis Wookie, yang ada sekarang adalah kekesalan, Wokie mendorong Sungmin. ’Aishhhh’ pekiknya.

‘Kenapa malah kau yang menghiburku Hyung…? Aku benci padamu!’ teriak Wookie lagi

‘Wookie-ah, sudahlah memang benar kau sangat tidak sedap dipandang.’ Teuki akhirnya bersuara setelah lama terdiam.

‘Hyung ceritalah pada kami…’Wookie merengek…Sungmin hanya tersenyum.

‘Hyung…apa terjadi sesuatu pada keluargamu?’ Sungmin geleng-sambil senyum-senyum sok imut.

‘Atau kau lelah dengan pekerjaanmu?’ Sungmin lagi-lagi tersenyum sambil geleng-geleng sok imut untuk kesekian kalinya.

‘Kau diperangi Antis?’ (Waw ELF pada bersiap2 angkat senjata, angkat senjata grak!) lagi-lgi ekspresi yang sama…

‘Weee…’wookie hampir putus asa.

‘Aku tidak apa-apa, Wookie-ah, jangan khawatirkan aku.’

Teuki akhirnya ikut berjongkok di samping dua dongsaengnya, ia menyentuh bahu Sungmin.

‘Sungmin-ah, kau tidak apa-apa jika tak cerita?’ ujar Teuki lagi-lagi bijaksana layaknya seorang pemimpin.

‘Ne! Ghwencana Hyung!’ sungmin mengangguk meyakinkan juga dengan tersenyum imut andalannya.

‘Ghwencana hyung? Jongmal? (aku tak tahu tulisannya kyk gmn) jadi jika kau nanti merasa ingin cerita cari aku ya hyung, kau juga boleh curhat pada Teukie hyung kok, yang penting kau cerita saja,’ ujar Wookie juga tak kalah sok imutnya. Ia seperti anak-anak yang luar biasa cerdas dan lincah sedang berusaha menghibur temannya yang sedang menangis. Teuki malah terkekeh melihat tingkah si ethernal magnae, bukannya malah ikut-ikutan sedih…ckckck.

Cekrek…Pintu kaca itu terbuka lagi…dan muncul lah makhluk mungil nan rupawan dengan gurat khawatir terpajang jelas di sana…

‘Dankoma! Apa kalian semua melihat Dangkomaku?’ Rengek Yesung dengan ekspresi seolah-olah dunia mau kiamat saat itu juga.

Dan benar saja Dorm Suju mendadak bergetar, Yesung sampai berpegangan ke kenop Pintu yang belum ia lepaskan sejak kemunculannya tadi.

Drap!drap drap! Goncangannya semakin keras dan suara-suara gaduh dari bawah sana semakin mendekat. ‘Hyung! hyung… hyung. teriakan demi teriakan semakin terdengar jelas…

‘Hyung!’ Leeteuk, Sungmin, Wookie sekali lagi menoleh ke arah pintu di belakang Yesung dimana sekumpulan namja-namja keren yang dari teriakan mereka bisa saja orang-orang yang mendengar menganggap mereka anak-anak ABG yang masih labil, merengsek keluar dari pintu kecil itu sehingga Yesung yang masih memegang kenop pintu terdorong ke depan dan hampir saja terseruduk dan mengahantam pot bunga di depannya jika kakinya tak kuat menopang tubuh mungilnya yang keren itu.

‘Yaaa!’ Yesung berteriak esmosi setelah kakinya kembali memijak bumi dengan benar. Eunhyuk yang berada di barisan terdepan ABG labil(?) itu kaget sendiri dengan perbuatannya yang nyaris membuat makhluk ganteng berkarisma yang memiliki mata kecil nan seksi di depannya kehilangan ingatan karena benturan jika saja benturan itu tak terelakkan (Perasaaan dari tadi muji2 Jong Woon melulu ya).

‘Ah Hyung. mianhe! mianhe!’ Eunhyuk memohon-mohon untuk dimaafkan tapi tak melepaskan senyum gummynya dari wajah yang selalu ceria itu.

Lalu lelaki kedua muncul dari balik Eunhyuk. Donghae dengan senyum yang tak kalah membuat hati orang meleleh-nya memutar bolamatanya mencari keberadaan seseorang yang telah membuat ia harus berlari melompati tangga hingga kehabisan nafas (Perasaan tu dorm SUJU ada lif deh…hmm, iya biasanya kalo mau kelantai paling atas gk da lif yang da cuma tangga, aku juga pernah tinggal diasrama, tangganya malah tangga darurat. *penting g2 dibahas? readerskan pd pintar semua bs mikir sendiri). Setelah bola matanya menemukan orang yang dicari, masih dalam keadaan ngos-ngosan Donghae mengangkat tangannya yang memegang Dankoma sambil tersenyum sebelum lelaki-lelaki berikutnya muncul di tempat itu dan serempak berteriak ‘hyung’ kecuali Heechul dan Hangeng yang memang terlahir ke bumi ini lebih dulu dari pada Jong Woon alias yesung.

‘Hyung ini dankomamu!’Donghae menyodorkan Dangkoma ketangan Yesung yang langsung merubah ekspresinya menjadi  lega karena sang Dankoma telah kembali ke pangkuan.

‘Kenapa kau mencarinya sampai ke sini? Mana mungkin Dankoma bisa naik ke sini, apa selain aneh kau juga orang yang tidak bisa berpikir rasional?!’ Kyuhyun yang muncul paling belakangan langsung mengeluarkan tanduknya. Ia tersenyum meremehkan sambil melangkah angkuh melewati hyung-hyungnya dan mendekati Teukie, Sungmin dan Wookie yang sedari tadi hanya diam mengawasi berlangsungnya keributan yang bigitu tiba-tiba itu. Kyuhyun disusul Siwon yang menepuk bahu Yesung sambil tersenyum, Kibum yang berjalan kalem sambil menyeruput minuman kalengnya, Kangin yang ikut terkekeh mengejek Yesung sambil berjalan merangkul bahu Kibum dan Shindong yang tak peduli dengan apa pun saat itu kecuali  makanan yang ada di tangannya, meninggalkan Heechul, Hanggeng, Yesung, Donghae dan Eunhyuk yang masih berdebat soal Dankoma.

‘Yaak!’ Heechul yang merasa begitu capek karena baru pulang dari kegiatan wamilnya bareng Kangin malah naik pitam melihat tingkah magnae paling tak sopan sedunia itu. ‘Kau ini, tak bisa kah kau bersikap layaknya seorang magnae?’ Hankyung menyentuh bahu Heechul untuk meredakan emosinya.

Yesung hanya diam saja mendengar keributan itu, hatinnya sudah terlanjur bahagia. Ia tersenyum sambil mengelus-elus tempurung Dankoma. Lalu detik berikutnya Yesung mendongak dan menatap donghae lagi. ‘Dimana kalian menemukannya?’ ujar Yesung masih tak melepaskan senyum di wajahnya.

‘Aku lupa Hyung, tadi aku yang mengeluarkan Dangkoma dari tempatnya tapi lupa memasukkannya kembali,’ ujar Eunhyuk dengan tanpa merasa bersalah.

‘Yaaak!’ barulah ranah emosi Yesung yang bernama marah beriak-riak ke permukaan (apasih? gaje!), bukan karena betapa pusing ia mencari Dankoma tadi, bukan karena betapa khawatirnya ia tadi, tapi karena wajah tanpa dosa si monyet didepannya ini marahnya kemudian jadi bergejolak.

Melihat Yesung yang mulai marah-marah Eunhyuk buru-buru sadar diri dan meminta maaf, ‘Ah Hyung, biasanya kan aku yang mengeluarkan Dangkoma dari tempatnya kalau sudah tiba waktunya makan. Salahkan si IU tuh yang selalu meminta bantuanku kalau mau memberi makan Dangkoma. Itu sudah jadi kebiasaan Hyung…aku selalu lupa kalau dia sudah tidak berkerja dengan kita lagi…’

‘Bilang saja kau rindu padanya Hyung…’teriak Kyuhyun sadis dari seberang dimana semua orang sudah berkumpul. Mereka semua kecuali Eunhyuk, Donghae dan Yesung, sudah berdiri rapi menatap langit luas dengan menumpukan tubuh mereka ke dinding pembatas lantai atas setinggi dada itu. Sungguh pemandangan yang indah, langit senja yang berwarna jingga menjadi latar di mana sepuluh namja tampan dan keren berdiri berdampingan menapilkan punggung-punggung mereka.

‘Hyung lihat itu indah ya…’ seru Wookie ke Siwon yang sudah berdiri di sampingnya.

‘Whoa…aku jarang sekali melihat ini,’ balas gestur prince itu takjub.

‘Ya, aku memang merindukan gadis tawon itu, wae? Kenapa kalo aku merindukannya? Ada apa denganmu kalau aku sangat-sangat merindukannya? Huh?’ Eunhyuk terpancing dengan ucapan Kyuhyun, memang ia merindukan gadis itu kok, yang lain juga merasakan hal yang sama, pikir Eunhyuk.

‘Yaaah bagaimana kabar IU sekarang ya,’ ujar wookie yang tadinya masih sibuk memandangi langit indah tiba-tiba menundukkan kepalanya begitu ia mendengar nama IU di sebut-sebut. Ia memandang ke bawah di mana mobil-mobil yang berlalu lalang di jalanan terlihat kecil. ‘Aku juga merindukannya,’ tambah Wookie kelabu, yang lain mengangguk-angguk setuju, bahwa mereka juga merindukan gadis itu kecuali seseorang yang hanya memandangi sejumput awan jingga berarak di atas mereka. Rindu… dari sekian banyak orang di sini entah kenapa hanya dirinya yang menyetujui kata itu hanya di dalam hati saja.

 

*****

‘Ne, Omma?’ Sungmin terbangun pagi-pagi sekali karena Hpnya tak henti-hentinya menjerit-menjerit. Teman sekamarnya ikut terbangun karena mendengar kebisingan itu. Masih dalam keadaan terbaring dan mata yang berat Kyu meraih PSPnya, ia memainkan benda itu di balik selimut, ia masih malas untuk bangun.

‘Sungmin-ah? Sudah bangun?’ Terdengar suara hawatir seorang wanita di sebarang sana.

‘Ne omma, ada apa Omma?’ Sungmin agak mengerang, ia mendengarkan Ommanya sambil tiduran lagi, kepalanya agak puyeng. Kyu mendengarkan dialog antara ibu dan anak itu di balik selimut.

‘Sungmin-ah kau kenapa? Kau sakit anakku??’ Omma terdengar tambah khawatir.

‘Anni, Omma, aku hanya bangun tidur.’

‘Sungguh kau tidak apa-apa?’

‘Ne.’

‘Sungmin-ah…kau sudah bertemu IU?’ ah kan itu lagi? Jerit Sungmin di dalam hati. Ia harus bilang apa pada Ommanya?!

‘Ommaaaa…’ Sungmin merengek (sok imut #pokoknya bayangkan pas Sungmin paling Imut#).

‘Kau sudah bertemu IU, lalu apa yang terjadi, hah?’ Omma tak sabaran.

‘Omma…kepalaku sakit.’

‘Hya, Sungmin-ah jangan mengalihkan pembicaraan, kau sudah bertemu IU?’ ulang Omma lagi, mendesak Sungmin.

Ia tidak akan bisa berkilah jika Ommanya sudah ngotot seperti ini. Sungmin menyingkirkan selimutnya lalu duduk dengan handphone masih di telinga. ‘Ne Omma.’

‘Apa yang terjadi?’

‘Aku bertemu di restoran tempat dia bekerja, memasan makanan, setelah makan aku pulang…itu saja Omma,’ Sungmin menjawab dengan datar.

‘Sungmin-aaah?’ meskipun Omma mulai tak sabar menghadapi tingkah anaknya yang luar biasa babo ini, Omma berusaha tetap bersikap lembut. ‘Jangan bohongi Omma, Sung  Jin menelpon Omma, kau tiba-tiba datang ke Cafenya? Kau buat keributan di sana?’

‘Sungjin? awas kau!’ batin Sungmin kesal. Sungmin teringat kejadian di Café Sung Jin. Sung Jin memarahinya karena ia tak sengaja menumpahkan minuman. ‘Hyung!’ Sung Jin menatap Sungmin yang sedang mengisi gelas siap saji dengan capucino, gelas plastik itu telah penuh dan bahkan isinya telah tumpah, tapi mata Sungmin tidak pada gelas berisi capucino itu, tatapannya kosong.

‘Hyung!’ untuk kedua kalinya, panggilan Sung Jin tidak ia dengarkan. Sung Jin pusing dengan keanehan Hyungnya, ia menghampiri Sungmin dan menghentingan tindakan bodohnya.        ‘Hyung Waeee? Ada apa denganmu?’

‘Dengan linglung Sungmin menoleh ke arah Sung Jin yang memasang tampang kesal sekaligus khawatir. ‘Wae?’ tanya Sungmin balik yang membuat Sung Jin tambah kesal campur khawatir.

Yaaa…Hal begini pun kau kadukan ke Omma? awas kau Sung Jin,’ Sungmin menyumpahi adiknya di dalam hati, sementara Ommanya masih menjerit-jerit diseberang sana.

Ia coba berdiri tapi puyeng menyergaapnya. Sungmin sedikit terhuyung.

‘Omo! Anakku, kau tidak apa-apa? Apa perlu omma ke tempat mu? Ya sudah kau tidur lagi saja…Omma akan ke dormmu,’ ujar Omma panik setelah mendengar keluhan puyeng Sungmin.

‘Omma ta…’ baru saja Sungmin akan berkata Ommanya tak perlu datang ke dorm, Omma sudah memutuskan hubungan jarak jauh mereka. Omma ‘kan sibuk sekali, kenapa harus datang ke sini? Aku hanya agak pusing sedikit Omma bisa sepanik itu, pikir Sungmin.

Sungmin menguatkan dirinya untuk ke dapur, sepagi ini ia akan mencari makanan berharap sakit kepala ini hanya karena masuk angin dan makanan biasanya bisa sedikit mengurangi masuk angin. Sebelum  memutar gagang pintu, Sungmin menoleh  ke belakang demi melihat dongsaengnya yang masih meringkuk dibalik selimut. Aman, pikir Sungmin. Sungmin menutup pintu kamar di belakangnya, sementara seorang namja yang tadinya sibuk dengan PSP, kini mulai menyingkirkan selimut sambil tersenyum evil…’Hyung! kau ketahuan…’bisik namja itu penuh kemenangan.

 

*****

‘Ne! Ne!…Oh…Ne, woooa…Kau sehebat itu sekarang?’ antusias  teuki ke telpon genggam yang ada di telinganya. Ia baru saja keluar dari lift dan akan memasuki asramanya, lantai 11. Ia memencet-mencet paswordnya, membuka pintu lalu masuk. Ia langsung menuju ruang tamu dan melihat semua member sudah berkumpul, hanya tinggal menunggu kedatangan sang leader pertemuan kali ini baru bisa dimulai. Semua orang menatap Teukie yang baru saja datang. Kyuhyun yang sedang asik dengan PSPnya melirik sekilas, detik kemudian ia kembali terbenam dalam dunianya itu. Sungmin, Wookie, dan Shindong yang lesehan di lantai sedang asik memakan sesuatu, mereka juga melihat Teukie sekilas. Wookie nyeletuk dengan mulut yang penuh makanan,’Hyung, kau lama sekali.’ Yesung duduk di samping shindong dan bersandar di shofa kepalanya terkulai lemah disana, kelihatan ia lelah sekali, seharian ini ia berada di H & G. Kibum, Hechul sedang di kamar, Hangeng dan Kangin, sedang menoton televisi sambil makan ramen.  Donghae tertidur pulas di atas sofa, mulutnya menganga. Siwon tidur-tiduran. Eunhyuk membawa segelas air dari dapur, ia meminumnya sambil menatap Teukie yang baru datang, tatapannya seolah-olah menggambarkan suara hatinya, ‘sudah membuat orang menunggu, masih juga asik menelpon.’

‘Ne, IU-ah, kudengar kau sudah punya pacar, benarkah itu? Hahaha.’

Seseorang yang tadinya sedang asik melahap ramennya sekarang mematung, Kyu berhenti sejenak dari PSPnya ia melirik lelaki yang mematung itu. Yesung juga reflek melirik Sungmin dengan mata tajam terkejutnya yang coba ia sembunyikan, lalu ia memandang Teukie dengan raut wajah yang seolah-olah mengatakan, ‘apa-apaan kau?’

Wookie yang duduk di samping Sungmin berhenti mengunyah ramen. Shindong malah semakin bersemangat melahap ramennya.

‘Hya…Jangan coba-coba berbohong padaku! Kau mau kuhajar, hah!?’ ujar Teukie nyaris membentak, seraya dengan sangat tidak sopannya Teukie sengaja merebut ramen Sungmin yang kelihatan mendadak tidak berselera lagi.

‘Bagaimana mungkin namja setampan dan lebih imut dari pada Sungmin itu bukan namjachingumu?’

‘Uhuk!’ Sungmin tersedak, EunHyuk menyodorkan minumannya. Wookie menepuk-nepuk punggung Sungmin.

Teuki tetap saja cuek bebek.

Teet… Terdengar sebuah nada yang berasal tombol handphon yang dipencet oleh jari-jari Teukie. Terdengarlah suara seorang yoja dari seberang sana.

‘Oppa, kau tidak percaya padaku? Dia bukan pacarku. Aku tidak punya perasaan itu untuk jadi pacarnya?’ IU terdengar memohon untuk dipercayai.

‘Jadi, sekarang kau punya perasaan itu untuk seseorang yang bukan dia? Siapa namja itu? Katakan padaku! Sruuut,’ ujarnya ambil menyeruput ramen yang tadinya milik Sungmin.

‘Ah…..Oppa, kenapa kau begini? Apakah ini pertanyaan untuk seseorang yang kau rindukan? Bukankah tadi kau bilang Oppa rindu padaku?’

‘Hehe…’ Teuki terkekeh memperlihatkan lesung pipitnya yang mungil,’ne…ne, aku tahu kau tak akan berani berbohong padaku. Jika memang benar kau tak berbohong, kunjungilah oppa-oppamu ini. Jangan terlalu sibuk, sempatkanlah untuk berkunjung ke sini, ara?’

Tet…Teuki menutup teleponnya setelah beberapa saat mendengarkan IU berkata dan memberi salam untuk menutup telepon.

‘Pemuda itu bukan pacarnya, ara?’ teriaknya kepada Sungmin, yang langsung kaget kenapa sang leader berkata hanya kepada dirinya. Kyu terkekeh evil lagi.

‘Dia tidak punya kekasih, ara?’ ulang teuki dengan penuh penekanan kepada mata-mata yang menatapnya. Beberapa di antara mereka menjadi bingung, apakah ada hubungannya antara berpacarannya IU dengan pertemuan kali ini? Sebab, beberapa di antara mereka tidak tahu persoalan yang sebenarnya. Yesung yang tertawa sampai mata tajamnya menyipit tahu betul maksud Teuki. Begitu juga dengan Wookie yang hanya bernafas lega sembari melirik Sungmin yang raut wajahnya sekarang menurut Wookie berkemungkinan menggambarkan dua hal, kelegaan karena tau pujaan hatinya tidak sedang menjalin hubungan dengan namja manapun, atau kebahagiaan karena menyadari betapa perhatiannya orang-orang ini kepadanya. Agenda pertemuan pun dimulai dengan kelegaan beberapa orang (apa maksudnya?)

 

****

‘Hyung kita mau ke mana?’ ujar seorang namja pirang sambil membetulkan kacamata hitamnya. Entah kanapa mobil ini terasa begitu sempit sekarang. Namja yang dipanggil hyung melirik dongsaengnya sekilas lewat kaca mobil yang ada di depannya. ‘Lihat saja kemana mobil ini membawamu,’ujarnya lalu kembali fokus ke kemudi dan jalanan panjang yang ditempuhnya. Siwon sedang berada di China bersama Donghae untuk suting drama terbaru mereka. Kangin dan Heechul di radio milik pemerintah setempat, Ki Bum juga masih dilokasi suting dan akan pulang telat. Shindong mengisi MC di salah satu stasion televisi yang ditayangkan langsung malam ini.

‘Yaaa! Wookie-ah, kau menginjang kakiku!’ Hangeng mendorong Wookie yang duduk terjepit di antara dia dan sipirang Eunhyuk. Wookie semakin terjepit.

‘Ah…Hyung aku tidak sengaja,’ jerit Wookie di tengah keterjepitannya.

‘Kim Jong Woon-sii, aku ini dongsaengmu, harusnya kau yang memelukku,’ Kyu berusaha mendorong Yesung yang duduk menempel di atas pahanya. Yesung memutar kepalanya ke belakang sambil melayangkan tangan kanannya dan mendarat di kepala si evil magnae paling tak sopan se dunia itu.

‘Kau mau aku semakin kecil, jika aku yang memeluk tubuh panjangmu itu?’ Yesung esmosi.

‘Hyung, sakiit,’ Kyu mengusap-ngusap bagian kepalanya yang benjol karena dijitak Yesung.

‘Ah…Hyung, PSP-ku jatuh…’ Kyu menjerit begitu menyadari PSP-nya terlepas dari genggaman. Refleks ia mendorong Yesung demi dapat menjangkau si PSP yang berada tak jauh dari kakinya. Gubrak!!! Yesung tersungkur ke depan, kepalanya menghantam bangku depan.      ‘Ya! Apa yang kau lakukan?’ Yesung meraung sambil mengelus-elus kepalanya.

‘Oh PSPku,’ sungut Kyu tak mau tau akan nasib Yesung yang baru saja ia dorong.

‘Hyung, kau tak apa-apa?’ Wookie yang terjepit antara Hangeng dan Eunhyuk berusaha membantu Yesung dengan wajah khawatir seorang ibu (?). Eunhyuk dan Hangeng malah tertawa menyaksikan adegan Yesung yang terperosok ke depan yang diakibatkan oleh dongsaengnya sendiri.

Sungmin yang duduk di bangku depan memutar tubuhnya ke belakang untuk menyaksikan kegaduhan itu, sementara Teukie masih berkonsentrasi dengan jalanan yang sedang mereka lintasi. Sambil memegangi kepalanya, Yesung mencoba bangkit dan menghenyakkan lagi pantatnya di paha Kyuhyun. Setelah pantat itu mendarat di paha kyuhyun, Yesung dengan kesal kembali melayangkan ribuan jitakan ke kepala Kyuhun.

‘A…AAAA, Hyung hentikan sakiiiit,’ jerit Kyuhyun tanpa melepaskan PSPnya. Tak rela melihat belahan jiwanya menjadi korban KDRT Yesung, Sungmin mencoba menghentikan, ‘Hyung, kemanhe!’ Yesung terus saja menjitaki Kyu ia tak memperdulikan Sungmin. Melihat Yesung tak menggubrisnya, Sungmin meraih kerah baju Yesung dari belakang dan menariknya hingga untuk kedua kalinya kepala Yesung menghantam bangku depan dan ia pun terjerambab lagi.

‘Ahh…!!!’ Yesung meraung lagi dan bergegas bangkit. ‘Kau!’ dengan penuh esmosi Yesung mengulurkan tangannya ke depan untuk meraih Sungmin yang menjauh dari cengkraman tangan mungilnya.

‘Hyung…kalian berisik sekali,’ Hangeng yang mulai mengantuk tapi tak bisa tidur karena begitu gaduhnya isi mobil itu, memperbaiki posisi duduknya dengan gusar dan dongkol.

Lama-lama, Eunhyuk tidak tahan melihat pantat Yesung yang seksi, mendadak ia merasa kakinya gatal sekali ingin menendang pantat yang lagi nungging itu.

Gubrak!!! Lagi-lagi Yesung terjerembab ke depan, kali ini ulah Eunhyuk. ‘Yaaak!!’ Aum Yesung untuk kesekian kalinya. Sungmin tertawa puas sambil tetap berada pada jarak jauh antara dirinya dengan Yesung, Eunhyuk tertawa sambil takut-takut senang, Wookie antara geli dan khawatir, Teuki fokus pada Jalan, Kyuhun sibuk dengan PSPnya, Hangeng sudah berada di alam mimpi. ‘Nasi gorengku,’ igau Hangeng. Yesung bangkit lagi untuk menjambaki rambut pirang eunhyuk. (haduh kapan berakhirnya sih ni?)

Akhirnya Teuki tak tahan lagi, kegaduhan mereka telah mengganggu konsentrasinya. ‘Kemanhe,’ Ucapnya letih, seolah ia telah penat dengan semua tingkah polah bocah-bocah nakal yang mengelilingi hidupnya ini (?). Karena tak ada satu pun dari makhluk-makhluk itu menggubris teriakannya, Teukie benar-benar memusatkan perhatiannya ke belakang dan berteriak sekencang mungkin,’DIAM!’

Detik kemudian… ‘hyung awas!’ teriak Sungmin yang disusul oleh…

Ckiiiit, jeritan mobil yang di rem mendadak memekakkan telinga,‘HWAAA,’ teriakan semua member pun, kecuali Hengeng yang masih dalam mimpi indahnya – meningkahi.

Duk!!! Kepala Yesung menghantam bangku depan untuk kesekian kalinya. Tapi sekarang semua mata tidak tertuju padanya, justru pada pohon besar yang berada tepat di depan mobil mereka, pohon besar yang nyaris saja tertabrak.

Huff,  mereka tak henti-hentinya menghela nafas lega, bahkan ketika sudah duduk-duduk melepas lelah di sebuah restauran besar yang di rekomendasikan Teukie, ketegangan itu masih terasa.

Seseorang datang menghampiri mereka yang tengah berleha-leha melepas lelah. Setelah berdehem, seseorang tadi bertanya dengan tersenyum,’mau pesan apa tuan-tuan?’

Semua orang langsung excited dan memusatkan perhatian ke arah pemilik suara yang sangat familiar di telinga mereka.

‘Waaaaa…..IU-ah’ mereka berlarian, berhamburan kepelukan IU kecuali Teukie yang hanya tersenyum memandangi bocah-bocahnya dan Sungmin yng hanya duduk diam tanpa ada ekspresi yang dapat terbaca di sana.

 

Suasana restoran masih sepi karena terbilang masih pagi. Belum ada pengunjung yang datang, dan Super Junior dengan bebasnya berkeliaran di restoran tanpa ada gangguan dari penggemar yang fanatik.

Mereka mengikuti IU ke dapur restoran dan mengamati apa saja kegiatan yang akan dilakukan IU. IU sedang menyiapkan menu-menu yang akan disajikan kepada pengunjung, sesekali IU juga mengarahkan bawahannya untuk menyiap menu-menu itu. Semua member hanya ternganga-nganga takjub dengan kehebatan IU. Ternyata IU adalah koki yang paling di andalkan di restoran ini.

 

****

‘Oppa! Jus Tomat!’ IU menghampiri Sungmin yang sedang memperhatikan member lain yang berlarian ke sana kemari di taman restoran (?). Sungmin jelas kaget dengan teguran mendadak dari gadis yang sekarang sedang tersenyum padanya. Ia meraih jus tomat yang tengah di sodorkan IU.

Beberapa menit telah berlalu dalam diam sejak sekumpulan bocah-bocah yang kelewat autis itu berlarian dan sekarang terkapar di atas rumputan taman. Jus tomat pun telah dihabiskan separo. Dan akhirnya Sungmin pun menghela nafas dalam seraya memindahkan fokus perhatiannya dari sekumpulan bocah ke wajah gadis yang masih betah duduk di sampingnya.

‘Ayo kita menikah,’ ujar Sungmin tiba-tiba yang membuat IU otomatis memalingkan wajah dari taman restoran ke wajah pemuda yang tengah menatapnya dengan serius.

‘Oppa…’

‘Ayo kita menikah,’ ulang Sungmin agar gadis di depannya ini tidak lagi menatapnya dengan tatapan tak percaya itu lagi.

‘Jangan bicara apa-apa lagi. Kita telah banyak membuang waktu. Tidakkah kau merasa hidup kita seperti sebuah drama yang telah memakan episod-episod yang cukup banyak hanya untuk sampai pada happy ending atau malah sad ending? Ayo kita kita sudahi episod drama kita dan kita akhiri dengan happy ending. Menikahlah denganku,’ ucap Sungmin tegas tanpa keraguan.

Mata IU mulai berkaca, namun ada senyum bahagia terulas dibibirnya.

‘Hmm,’ ujarnya sambil mengangguk.

 

THE END.

Sangat diharapkan kritik dan sarannya

4 thoughts on “Every Day With SUJU – Part 7 [END]

  1. SUKA. Aku baru. Pendatang. Aku menikmati membacannya, perkata. Ini seru. Sungguh. Keren. Seru. Ending nya daebak. Ngebayangin sungmin yg bicara sprti itu.. Bnr2 cocok rasanya. Karakter penokohan nya kurasa sangat pas. Ga lebay. Karakter mreka. Sangat sesuai. Author nya. Hebat. *salam

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s