THE KINGDOM chapter 12

Judul                : The Kingdom

Penulis             : Honey Park.

Karakter           : OC, TVXQ ft. Super Junior, Rain, MBLAQ, SNSD, SHiNee, dll.

Pairings            : YunJae, KangTeuk, EunHae, HeeWon, YooSu, dll.

Genre               : Romantic/drama, komedi, gender switch.

Chapter            : Chapter 12: Labor and…War?!

Ringkasan        : Tak seorangpun tahu bagaimana wajah Putri Jaejoong. Bahkan orang tuanya pun belum pernah melihat wajahnya sejak ia tumbuh. Wajah Putri Jaejoong selalu ditutupi, sehingga tak ada seorangpun yang tahu. Dan suatu hari kerajaan tetangga menginginkan pangeran mereka menikah dengan Putri Jaejoong. Bagaimana tanggapang sang pangeran dan Putri Jaejoong atas keputusan orang tua mereka?

Disclaimer       : the story, plot, and OC BELONG to ROYAL COMPANY, that’s mean MY COMPANY!

Anyeong…..

Saya muncul membawa ff yang udah bulukan ini kembali kepermukaan…*halah*

Semoga readers masih inget sama ff ini juga authornya…

karena authornya udah lama ngilang -______-

bagi yg nyari chapter2 awal langsung kesini ne honeystoryland,, author males repost karena ternyata di arsip ga ada -__________- disitu ada semua…

Hehe…

Royal Company presented …

Royal Entertainment production …

The Kingdom

Suasana langit terlihat mendung dikerajaan RainBLAQ. Rain tengah berunding dengan kelima putranya. Jungmi terlihat tengah bermain boneka tak jauh dari tempat ayah dan kakaknya berunding. Rain tengah memberitahukan ke lima putranya bahwa sebuah perang yang tak terelakkan akan segera terjadi dinegara tetangga.

“Joon, kau yang paling mahir bertarung ikut aku ke kerajaan tetangga. Seungho dan G.O berjaga-jaga jika ada hal yang tak diinginkan terjadi disini. Cheondoong dan Mir, seperi biasa kalian harus menjaga Jungmi. Aku…” perkataan Rain terhenti saat ada yang menarik-narik ujung bajunya.

“Ada apa, Mimie?” Tanya Rain dan mendudukkan Jungmi dipangkuannya.

“Papa, aku ngantuk.” Jawab Jungmi sambil mengucek sebelah matanya, tangannya yang lain memeluk sebuah boneka teddy bear.

“Tidurlah. Papa masih harus bicara dengan kakakmu.” Jungmi mengangguk dan menyusupkan wajahnya kedada ayahnya yang hangat.

“Aku tidak mau membahayakan Jungmi kali ini. Kita akan berangkat besok pagi ke Kerajaan Super Shinki. Cheondoong! Mir! Jaga Jungmi dengan baik.”

Cheondoong dan Mir mengangguk.

“Kita lanjutkan nanti. Jungmi harus segera dibaringkan.”

Merekapun bangkit dari tempat duduk mereka dan satu persatu meninggalkan ruangan itu.

——————————–

Sudah beberapa hari ini langit terlihat mendung. Jaejoong dan Yunho sedang duduk-duduk diranjang dikamar mereka. Saat tiba-tiba terdengar petir yang sangat keras.

“Onta!” seru Yunho.

Jaejoong yang mendengar teriakan Yunho kaget bukan main.

“Yunnie, latahnya kerenan dikit dong. Masa onta.” Protes Jaejoong.

“Lah, namanya juga latah boo. Masa mikir kata-kata yang keren dulu. Bukan latah dong namanya.” Kata Yunho.

“Tapi tetep harus keren, Yunnie.” Keukeuh Jaejoong.

“Terserah kau saja, Boo.” Yunho akhirnya mengalah.

Sementara diluar sebuah pohon kelapa hangus kesamber gledek. Beberapa pengawal mencoba memadamkan lidah api yang berkobar hebat dan bergoyang saat angin berhembus. *aduh bahasa gue ancur*. Terlihat Donghae yang tengah memerintahkan para pengawal untuk memasang barikade dipintu gerbang utama istana karena angin berhembus sangat kencang bagai genderang mau perang, Eh, maksudnya berhembus sangat kencang dan menyebabkan pintu gerbang istana yang kokoh bergetar dan sewaktu-waktu dapat menyebabkan gerbang utama lepas dari engselnya.

“Ayo cepat pasang barikadenya!” teriak Donghae. Ia merasakan ada sesuatu yang aneh dengan cuaca kali ini. Badai kali ini terlihat sangat ganjil dan tidak jelas. *sebenernya author yg ga jelas*

Donghae melihat langit yang terlihat kelam dan terlihat kilatan-kilatan cahaya dan sekali-kali terlihat petir menyambar bumi. Hujan juga turun dengan sangat lebat dan menyebabkan banyak genangan air dan kolam-kolam istana luber karena air hujan yang turun dengan deras. Donghae sedikit terperanjat saat ada yang membelai lembut pundaknya.

“Hae-ah.” Panggil seseorang dan Donghae menoleh.

“Hyukkie-ah, waeyo?” Tanya Donghae dengan muka begonya.

“Perasaanku tidak enak, Hae.” Jawab Eunhyuk lemas.

“Perasaankan emang bukan makanan kunyuk, mana mungkin enak.” Kata Donghae terus ngemplang kepala Eunhyuk.

“YAH~!” Eunhyuk balas mengemplang kepala Donghae dan akhirnya merekapun saling kemplang-kemplangan.

“STOOOOOOP!” Junsu menyetop kedua orang tuanya.

“WAE?!” teriak EunHae.

“Stop! Kau mencuri hatiku, hatiku~” Junsu nyanyi+goyang ala DP.

“Yah, dia nyanyi.”kata Donghae cengo.

“Su~ jangan goyang disini dong. Ga enak banyak yang liatin.” Yoochun pun menyetop Junsu dari kegiatan goyang bergoyangnya.

“Ih~ Chunnie ganggu aja! Lagi seru juga.” Manyun Junsu.

“Su~ kamu cuma boleh goyang didepan aku doang.” Yoochun memeluk Junsu dari belakang dan mencium pipinya.

“Kalian belum pulang?” Tanya Eunhyuk.

“Gimana mau pulang?! Badai hebat gini, masa mau nekat. Oh, tidak bisa!” jawab Junsu dengan gaya Sule.

“Iya juga sih. Tapi orang tuamu tidak keberatan Yoochun?” Tanya Donghae sambil memeluk Eunhyuk. Eunhyuk lalu bergelayutan pada Donghae kaya kunyuk.

“Umma kaya kunyuk.” Celetuk Junsu.

“Berisik kau dolphin!” Eunhyuk menjulurkan lidahnya.

“Chunnie~ umma~” lapor Junsu.

“Aish~ kalian bisa tidak , tidak bertengkar?” Tanya Donghae kesal.

“DIAM KAU IKAN!” teriak Eunhyuk dan Junsu.

“YAH~!” teriak Donghae.

“Orang tua dan anak sama saja.” Gumam Yoochun.

“Eh, curut! Ape lu kate?” Tanya Donghae dengan gaya si Pitungnya.

“Hehe… ani.” Yoochun nyengir kuda takut dimarahin sama mertuanya.

Pertengkaran keluarga binatangpun *ditabok EunHaeYooSu* akhirnya berhenti saat seorang pengawal melapor.

“Yang Mulia, lapor!” kata pengawal itu sambil hormat.

“Ada apa?” Tanya Donghae. EunYooSu ikutan pelototin si pengawal.

“Kami melihat pergerakan aneh disekitar gerbang luar istana?” lapor pengawal tersebut.

“Terus?” Tanya Eunhyuk.

“Mereka terlihat seperti bayangan tapi berbentuk padat.” Lanjut pengawal itu mengacuhkan perkataan Eunhyuk.

“Terus?” sekarang Junsu yang angkat beban, Eh, angkat suara.

“Kami menyimpulkan bahwa sebenarnya mereka adalah musuh yang menyerang.” Lanjut pengawal itu lagi.

“Terus?” Tanya Donghae.

“Terus, terus, terus, lama-lama nabrak gan.” Yoochun yang menjawab kali ini. Merekapun ngakak setan sebentar. Lalu,

“APA?! MUSUH?!” EunHaeYooSu berteriak membuat si pengawal menutup telinga karena kalo engga bisa budek.

“Kenapa kaga bilang dari tadi?!” teriak Donghae.

“Saya sudah mengatakannya dari tadi, yang mulia. Tapi yang mulia malah terus-terusan aja.” Bela sang pengawal.

“Kalau begitu cepat suruh semua prajurit siaga satu!” perintah Donghae sementara EunYooSu kocar-kacir ga karuan.

Sementara disekitar gerbang istana sedang super sibuk, YunJae masih enak-enakan bermesraan dikamar. Mereka sedang bermain cing ciripit dan terlihat Jaejoong menjitak kepala Yunho dengan keras.

“Ya~ boo, jangan keras-keras. Sakit tau!” protes Yunho.

“Iiih, Yunnie. Boo mukulnya pelan kok.” Kilah Jaejoong.

“Tapi sakit boo.” Kata Yunho sambil mengusap-usap kepalanya.

“Mana yang sakit Yunnie?” Tanya Jaejoong dan meraih kepala Yunho.

“Ini, yang ini.” Yunho mengarahkan tangan Jaejoong kekeningnya.

“Wah, benjol Yunnie kepalanya.” Kata Jaejoong polos.

“MWO?!” teriak Yunho.

“Berisik Yunnie. Kepala Yunnie ga benjol kok, cuma bentol.” Koreksi Jaejoong.

“Kau mengagetkanku. Kukira benar kepalaku benjol, ternyata bentol dipukul kau boo.” Kata Yunho lega.

“Iiih, Yunnie kok gitu sih.” Jaejoong memalingkan wajahnya dan tak menghiraukan Yunho.

Yunho mencolek-colek pinggang gendut Jaejoong dan memanggil-manggil dengan genit.

“Boojae… Bojaejoongie…” Yunho mengedip-ngedipkan matanya kaya orang kelilipan.

Jaejoong tak menghiraukan Yunho dan menyingkirkan tangan Yunho yang mencolek-colek dirinya.

“Iiih, diem Yunnie. Boojae lagi ngambek.” Kata Jaejoong.

Yunho terus mencolek-colek pinggang Jaejoong hingga akhirnya Jaejoong menyerah dan tertawa kecil karena merasa geli. Yunho terus menggoda Jejoong hingga terdengar sebuah dentuman keras dan terlihat cahaya menyinari istana. Yunjae yang sedang mesra-mesraan kaget dan segera menghentikan kegiatan mereka.

Jaejoong yang sedang memegang bantal segera loncat kepangkuan Yunho dan memeluk leher Yunho dengan erat. Yunho terlihat setengah idup karena tercekik.

“Boo, aku tidak bisa bernapas.” Kata Yunho tersengal.

“Maaf, Yunnie. Boo kaget. Baby juga kaget dan takut.” Jaejoong melonggarkan pelukannya.

“Ngemeng-ngemeng yang barusan apa ya?” Tanya Yunho sambil menggaruk kepalanya.

“Mana boo tau. Boo juga kaget.” Jaejoong turun dari pangkuan Yunho dan berjalan menuju jendela. Jaejoong terkesiap dan menoleh kearah Yunho. “Yunnie, pohon kepala diluar kesamber geledek.”

“Pohon kelapa boo, bukan pohon kepala. Lagian udah biasa pohon kelapa kesamber geledek.” Kata Yunho santai.

“Tapi didepan ramai sekali, Yunnie. Kita tidak ikut bergabung? Sepertinya ada pesta.” Kata Jaejoong dengan muka oon. *dihajar Jae*

“Hujan badai topan menghadang begini pesta. Kaya orang gila bin stress aja.” Yunho menghampiri Jaejoong. “Iya bener. Rame amat diluar, amat aja kaga rame.” Lanjut Yunho lalu memeluk Jaejoong dari belakang.

“Pohon kepalanya kebakaran, bisa dipake buat barbeque tuh.” Yunho mengangguk setuju.

————————–

Sementara dihalaman istana, pintu gerbang nan kokoh dan kuat tengah digedor dengan kuat dari luar yang kayanya orang edan dari hutan sebelah *author mulai konslet bahasanya*. Para pengawal tengah kocar-kacir dibawah perintah Donghae.

“Cepat pasang barikade sebanyak mungkin! Orang gila diluar ingin masuk!”

“Emang iya yang diluar gila?” Tanya Yoochun.

“Ga tau juga. Tapi kayanya sih iya.” Jawab Donghae sambil garuk-garuk ketek.

“Oh…” Yoochun manggut-manggut bego.

“Yang Mulia, serangan juga datang dari pintu belakang istana!” lapor salah seorang prajurit.

“Kirim pasukan dan barikade pintu belakang dan semua pintu keluar istana! Yoochun, panggilkan Yunho!” perintah Donghae.

Tak ada jawaban yang diharapkan Donghae. Donghae menoleh dan mendapati kalau Yoochun sudah menghilang dari tempatnya.

“Dasar curut sialan! Kabur dia!” umpat Donghae. “Kupanggil Yunho sendiri saja.”

Donghae dengan tergesa-gesa masuk kedalam istana dan berpapasan dengan Ryeowook yang tengah bergalau ria di koridor.

“Ryeowook, bisakah kau panggilkan Yunho! Aku masih harus mengurus para pengawal karena serangan dadakan ini!” perintah Donghae dan dijawab dengan anggukan ragu Ryeowook.

“Kalo gitu sana cepetan! Suruh Yunho amankan Jaejoong dulu!”

“Ba-baik, yang-yang mulia.” Ryeowook menjawab dengan tergagap-gagap kaya Azis gagap.

Dengan galau Ryeowook pun melangkah menuju kamar YunJae. Ia tengah berjalan dengan santai saat seekor kecoak lewat dengan santainya depan Ryeowook. Ryeowook yang tengah santai langsung histeris dan berlari kocar-kacir masuk kamar YunJae. Ia naik keatas tempat tidur YunJae dan nyungsep diantara bantal-bantal yang bau jigong. #plak

YunJae yang melihatnya melongo ampe ngeces-ngeces liat kelakuan Ryeowook.

“Ryeowook-ah, kau kenapa?” Tanya Yunho saat sudah sadar dari keterkejutannya.

Ryeowook nongol dengan muka takutnya yang aneh bin ajaib.

“Tadi saya ketemu kecoak, pangeran. Saya kaget bukan main dan langsung tancap gas menyelamatkan diri kesini.” Jawab Ryeowook sambil ngos-ngosan.

“Kenapa sembunyi disini?” Tanya Jaejoong sambil ngelap ilernya. (plak!! dihajar jaema)

“Yang Mulia memanggil pangeran karena diluar sedang terjadi serangan dadakan. Beliau bilang, sebelum anda menemuinya, anda harus mengamankan Putri Jaejoong terlebih dahulu.” Ryeowook turun ngesot kelantai.

“Siapa yang nyerang ditengah badai menghadang begini? Kaya orang gila aje!” kata Yunho mencak-mencak.

“Saya tidak tahu, pangeran.” Jawab Ryeowook sambil ngumpet dibalik selimut.

“Boo, aku harus mengamankanmu dikamar umma. Ayo.”

Yunho menarik Jaejoong keluar dari kamar dan membawanya kekamar sebelah yang merupakan kamar Eunhyuk.

“Umma! Aku mau menitipkan Jaejoong disini! Appa memanggilku.” Teriak Yunho sambil menerobos masuk kedalam kamar Eunhyuk.

Yunho melihat sekitar dan mendapati ummanya tengah memeluk tiang tempat tidur kaya kunyuk kedinginan.

“Umma lagi ngapain?” Tanya Yunho.

“Umma sedang berkamuflase.” Jawab Eunhyuk dengan sebelah mata tertutup.

“Hee~??” YunJae melongo.

“Ya sudah kalo begitu aku titip Jaejoong disini, aku mau menemui appa.” Kata Yunho lalu mengecup kening Jaejoong.

Jaejoong menatap kepergian Yunho dan berjalan menghampiri Eunhyuk. Ia duduk diranjang dan menghela napas panjang.

—————————-

Donghae tengah berteriak-teriak ditengah hujan saat seorang prajurit menghampirinya dan melaporkan sesuatu.

“Yang Mulia, ternyata yang dipintu belakang istana bukanlah musuh. Itu rombongan dari kerajaan RainBLAQ.”

“Dimana mereka sekarang?” Tanya Donghae.

“Mereka tengah bersiap-siap, Yang Mulia.”

“Dimana Kangin dan istrinya ya? Kok dari tadi kaga nongol-nongol.” Tanya Donghae pada dirinya sendiri. *author lupa tuh keluarga aneh pada kemana*

Donghae menemui Rain yang tengah mengenakan perlatan perangnya. Rain dan pasukannya terlihat memakai pakaian ninja berwarna hitam. Donghae terlihat takjub saat melihatnya.

“Yang Mulia.” Sapa Rain.

“Waw, semua pasukanmu ninja?” Tanya Donghae.

“Betul. Mereka semua ninja terlatih.” Jawab Rain.

“Mana putramu yang lain dan putrimu?” Tanya Donghae saat hanya melihat Joon.

“Mereka ada di istanaku. Sepertinya serangan sudah datang, bagaimana persiapan pasukan anda yang mulia?” Tanya Rain pada Donghae

“Aku sudah menyiapkan pasukanku di depan pintu gerbang utama istana. Musuh sedah berusaha menjebol gerbang utama.” Jelas Donghae.

“Ya, aku melihatnya saat sampai. Mereka pasukan bayangan dari dunia bawah. Tidak ada trik khusus untuk membunuh mereka, namun jika kita berhadapan dengan pasukan hitam kita harus memenggal kepalanya.” Jelas Rain.

Donghae hanya mengangguk-angguk.

“Aku dan pasukanku akan berpencar disekeliling istana. Pasukan hayangan bisa muncul dimana saja.” Lanjut Rain.

“Baiklah, aku akan kembali ke gerbang utama.”

Pasukan Rain segera membubarkan diri dan Donghae segera kembali ngesot ke gerbang utama.

Sementara itu Yunho dengan bingung berjalan menuju kekerumunan prajurit yang sedang berteriak-teriak tidak karuan di depan gerbang utama. Barikade paling ampuh terpasang dipintu gerbang yang kokoh nan megah itu semakin membuatn Yunho bingung. Ia pun segera bertanya pada prajurit terdekat.

“Kenapa gerbangnya dibarikade?” Tanya Yunho.

“Ada yang mencoba masuk, pangeran. Yang Mulia Raja memerintahkan kami untuk membarikade pintu gerbang.”

“Lalu appa mana?” Tanya Yunho lagi.

“Sedang menemui Raja Rain di pintu belakang.”

Tiba-tiba saja Donghae muncul dibelakang Yunho, membuat jantung Yunho jungkir balik tujuh keliling (?).

“Appa!! Kau mengagetkanku. Appa tahu, appa seperti hantu.” Yunho memegangi dadanya.

“Kau sudah disini? Baguslah. Cepat susun strategi untuk melawan musuh diluar!” perintah Donghae.

“Appa memanggilku hanya untuk itu?” Tanya Yunho sambil nunjuk lubang idungnya.

“Emang kenapa kalo iya? Kita cepat atau lambat harus melawan musuh gila yang sedang menggebrak gerbang istana kita.” Kata Donghae sambil ngupil.

“Kukira ada apa. Sebaiknya kita bersiap saja menghadapi mereka, karena mereka sudah mulai berhasil menerobos masuk.” Kata Yunho santai.

“Oh, baiklah kalo begitu.” Donghae kentut lalu sadar. “APA?! MUSUH SUDAH MULAI MENEROBOS MASUK?!” teriak Donghae.

“Makanya ku bilang siap-siap.” Yunho mengeluarkan pedang dari sarangnya, eh sangkarnya dan merekapun mulai bergulat (?) satu sama lain.

Semua prajurit melawan makhluk berwarna hitam mirip alien dan tingginya melebihi 2 meter. Rain dan Joon tengah bertarung melawan makhluk itu dengan lincah. Sementara Donghae terlihat keren saat bertarung. Kalo Yunho jangan ditanya, kalo ada cewe liat pasti langsung klepek-klepek kaya ikan kelelep (?).

Namun tiba-tiba semua dikejutkan dengan suara teriakan histeris.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!”

~TBC

Kyahahahahahaha…..

Setelah sekian lama author bertapa untuk menemukan kelanjutan ceritanya,, akhirnya The Kingdom chapter 12 dirilis juga…

Kangen kaga nie readers,, hehe…

Nie kayanya saya bakal diprotes karena pendek,, nyantei aja ya…

Author mau garap akhirnye…

Tapi ngemeng2,, kenapa author jadi betawi begini ya??

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s