My Mysterious Girl

Author                                    : Alexa Han aka Oriza Mayleni

Cast                                         : Han Yuri, Lee Donghae

Genre                                      : Romance (?), Fantasy

Length                                    : oneshot

Rating                                                 : G

Warning!!!!!!!                         : Super Duper GAJE

Udah baca peringatan diatas kan? FF ini emank bener-bener Gaje *nyadar tapi tetep aja dikirim* *dibuang sayang :p*……yah beginilah tulisan saya….. Jalan cerita ff ini murni dari imajinasiku tapi sedikit terinspirasi dari film secret dan just like heaven (namanya bukan murni). Walaupun terinspirasi dari film tapi ceritanya gak sama” amat kok…Cuma sama dibeberapa adegan. Setelah melewati proses panjang diotakku *halah* akhirnya jadilah ff ini….hehhehehehhehe……makin banyak bacot aja saya…well happy reading lah ^^…..Comment!!!!!!!!!!!!

 

***

Donghae’s POV

Sepertinya tinggal aku sendiri disekolah ini. Sudah hampir jam 9 dan aku masih berkutik dengan piano ini. Besok ada praktek pengambilan nilai…yah sebenarnya setiap hari juga aku bermain music karena aku sekolah disekolah music. Tunggu…..sepertinya ada orang lain juga yang sedang bermain piano. Darimana suara itu?

Akupun mengikuti asal suara yang kudengar.Disini….aku berdiri didepan sebuah ruangan music yang sudah tidak dipakai.Memang ada sebuah piano disini tapi siapa yang mau memainkannya malam-malam begini?Jangan-jangan…………….aishhhh jangan berpikiran macam-macam.Memangnya ada ya hantu bisa memainkan instrument milik Chopin berjudul The Entertainer dengan begini bagus.

Kubuka pintu pelan-pelan….krittttttt….kulihat seorang yeoja duduk, berbaju putih dan berambut panjang.Bulu kudukku jadi merinding.Tubuhku rasanya kaku….aku ingin melangkah pergi tapi tidak bisa. Astaga!!!! Aku menutup mataku saat yeoja tersebut membalikkan wajahnya.

1 menit…..2 menit….3 menit…….

Tidak ada yang terjadi..apa Cuma halusinasiku saja? aku membuka mata perlahan.

“hi!!!!!!!!!!!!!!”

Aku terjatuh karena kaget melihat seorang yeoja tepat didepanku dan tersenyum padaku lalu berkata ‘hi!’.

“kau tidak apa-apa?” yeoja ini….sedang apa dia malam-malam diruangan ini

“a…aku tidak apa-apa”

“aku sudah lama menunggumu” wawwww….dia tersenyum lagi padaku…menungguku? Apa maksudnya? 0_o

“menungguku?” aku bertanya ulang…takut kalau yang tadi hanya pendengaranku yang salah.

Yeoja tersebut mengangguk yakin. Aku menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.

“maksudku…..aku menunggu seseorang membuka pintu ruangan ini” katanya

“apa kau dikunci disini?”

“emmm….sudah 5 hari”

“MWO? O_O”

“terima kasih…kau penyelamatku”

“i..i..iya. ayolah….sudah malam, pasti keluarga mu mencarimu”

Yeoja tersebut mengekor dibelakangku.Siapa namanya ya?

“namamu siapa?”

“Yuri…Han Yuri…. Namamu siapa?”

“Lee Donghae”

“ooooooo………”

“rumahmu dimana? Aku antar…sudah malam. Tidak baik yeoja pulang sendiri malam-malam”

“…………….”

Kenapa dia diam saja?apa jangan-jangan dia kira aku orang jahat?

“kenapa diam saja? aku bukan orang jahat”

“aku tidak bilang begitu”

“lalu kenapa diam saja?”

“masalahnya aku tidak tahu dimana aku tinggal”

aigoo…apa gara-gara terkurung 5 hari dia jadi lupa tempat tinggal….apa dia ini mengalami gangguan mental ya??

“yang benar saja?”

Dia mengangguk mantap.Aku semakin penasaran dia ini sebenarnya kenapa.Aku lapar…sebaiknya nanti saja aku lanjutkan bertanya padanya setelah cacing diperutku berhenti konser.

“ayo…sudah 5 hari terkurung pasti tidak makan kan? Kita makan jajangmyeon”

Aku berjalan menuju tempat parkir.Lalu melajukan mobilku menuju warung jajangmyeon langgananku…tentunya masih dengan yeoja yang baru kekenal tadi.Aku tidak tahu kenapa bisa begitu baik padanya.

Sampai juga…….aku duduk dimeja dekat kaca.

“kau mau makan apa?” tanyaku

“menunya apa saja? bisa aku minta daftar menu?”

“ini warung jajangmyeon jadi hanya ada jajangmyeon…untuk apa meminta daftar menu”

“lalu untuk apa kau menanyakanku mau pesan apa jika hanya ada 1 jenis makanan?” katanya balik bertanya

Astaga….iya juga ya O_O

“lagamu seperti direstoran mewah saja…cihhh” astaga dia sekarang berani mengolokku….ya aku akui yang salah aku tapi setidaknya…….(-____-)

“iya…iya maaf……”

“bibi…aku pesan 2 porsi jajangmyeon…” teriakku pada pemilik warung

“o…ya…..bagaimana bisa kau terkurung diruangan itu?”

“…..ceritanya sangat panjang”

“ceritakan saja….intinya….” kataku sambil meneguk air putih

***

Astaga naga……sepertinya aku salah duga. Yeoja ini memang manis tapi sepertinya memang dia benar-benar mengalami gangguan mental. Apa barusan dia bilang? Hanya aku yang bisa melihatnya?Dia mendengar suara malaikat?OMO…..aku benar-benar sudah tidak waras bisa seakrab ini mengobrol dengan orang gila.Pantas saja orang-orang melihat kearah ku terus daritadi.

End Donghae’s POV

 

Yuri’s POV

Bosannnnnnnnnn……..sudah 5 hari aku diruangan ini dan namja itu belum juga datang.Untung saja aku tidak merasakan lapar…jika aku masih merasakan lapar, sudah mati mungkin aku.Malam tiba…itu tandanya harapanku bisa keluar dari ruangan ini sudah habis.Namja itu pasti sudah pulang jadi aku harus menunggu besok lagi.

Hufttttt…..main piano saja.emmmm…….lagu apa ya….The Entertainer saja.

Sepertinya ada yang datang. Segera aku menoleh….seorang namja…apa dia namja itu? Aku berjalan kearahnya.Kenapa namja ini menutup matanya? Sudah 3 menit…apa dia tidur ya?

“HI!!!!!!!!!!!!!!!!” kataku saat namja ini membuka matanya…wawww…sepertinya dia kaget

“kau tidak apa-apa?” tanyaku

“a…aku tidak apa-apa” jawabnya….sepertinya namja ini sedikit gugup

“aku sudah lama menunggumu” aku tersenyum lebar lagi padanya

“menungguku?” namja tersebut sepertinya agak kebingungan dengan pernyataanku barusan

“maksudku…..aku menunggu seseorang membuka pintu ruangan ini” jelasku agar dia tidak bingung lagi. Belum saatnya aku menceritakan yang sebenarnya jadi sekarang mencari alasan yang logis adalah ide paling bagus.

“apa kau dikunci disini?”

“emmm….sudah 5 hari” jawabku mantap

“MWO?”

“terima kasih…kau penyelamatku”

“i..i..iya. ayolah….sudah malam, pasti keluarga mu mencarimu”

Aku mengekor dibelakang namja tersebut.Ya ampun dimana ini? Kenapa aku tidak kenal wilayah ini sama sekali? O…ya…kata malaikat itu, aku tinggal di Seoul tapi kenapa aku tidak mengenal tempat ini. Apa ini bukan Seoul?

“namamu siapa?” katanya tiba-tiba

“Yuri…Han Yuri… Namamu siapa?” tanyaku balik

“Lee Donghae”

“ooooooo………”

“rumahmu dimana? Aku antar…sudah malam. Tidak baik yeoja pulang sendiri malam-malam” astaga aku harus jawab apa?

“…………….”

“kenapa diam saja? aku bukan orang jahat”

“aku tidak bilang begitu” apa aku harus cerita sekarang?

“lalu kenapa diam saja?”

“masalahnya aku tidak tahu dimana aku tinggal” astaga aku pasti tampak bodoh sekarang

“yang benar saja?” aku hanya bisa mengangguk

“ayo…sudah 5 hari terkurung pasti tidak makan kan? Kita makan jajangmyeon” waw makan?Apa aku masih perlu makan….kurasa tidak

“kau mau makan apa?” tanyanya saat kami sudah duduk disebuah meja

“menunya apa saja? bisa aku minta daftar menu?”

“ini warung jajangmyeon jadi hanya ada jajangmyeon…untuk apa meminta daftar menu”

“lalu untuk apa kau menanyakanku mau pesan apa jika hanya ada 1 jenis makanan?” aneh juga namja ini, dia menanyaiku mau pesan apa padahal sudah jelas Cuma ada jajangmyeon

“lagamu seperti direstoran mewah saja…cihhh” cibirku

“iya…iya maaf……”

“bibi…aku pesan 2 porsi jajangmyeon…”

“o…ya…..bagaimana bisa kau terkurung diruangan itu?”

“…..ceritanya sangat panjang” jawabku

“ceritakan saja….intinya….”

Aku menceritakan panjang lebar kenapa bisa aku ada diruangan itu.Semua orang yang mendengar ceritaku pasti menganggap aku tidak waras tapi ini benar-benar terjadi.Namja ini sepertinya terkejut, aku tahu dia pasti berpikiran aku kurang waras.

“selesai makan aku antar ke kantor polisi” katanya….apa? kantor polisi? Mau apa?

“kenapa kesana?” aku membulatkan mataku

“kau sepertinya tersesat jadi kantor polisi tempat yang tepat”

“SHIREO!!!!! Aku mau ikut KAU” sengaja aku tekankan kata akhirnya

Namja bernama Donghae ini bengong….aishhhhh dia sepertinya tidak percaya pada yang kuceritakan

“aku tahu kau pasti berpikir aku gila makanya mau membawa ku ke kantor polisi. Iya kan?”

“…………” dia tidak menjawab apa-apa

“mungkin susah diterima akal sehat tapi yang kuceritakan ini nyata. Kau tidak percaya? Akan kubuktikan”

End Yuri’s POV

 

Donghae’s POV

Yeoja bernama Yuri ini lalu berdiri dan berjalan menuju sebuah meja. Dia mau apa? Jangan sampai dia berbuat yang aneh-aneh. Sekarang mau apa dia? Kenapa duduk sembarangan disebelah orang.

Astaga….kenapa orang itu diam saja, apa dia tidak melihat Yuri didepannya sedang bergaya aneh. Yuri berjalan kekasir…mau apa lagi dia kali ini? Lagi…..lagi……kenapa kasir itu diam saja?dia tidak lihat ya ada orang didepannya sedang mengibas-ngibaskan tangan. Tidak….Lee Donghae….ini tidak mungkin…pasti Cuma halusinasi.

“sekarang kau percaya? Bukankah suda kubilang Cuma kau yang bisa melihatku?Sudah percaya hah?”

“apa kau han…hantu?” keringat dingin keluar begitu saja

“bukan. Aku manusia….tapi sekarang aku tidak tahu tubuhku dimana. Kata malaikat itu Cuma kau yang bisa membantuku……”

“kenapa harus aku?”

“karena kau bisa mendengar melody yang kumainkan, itu artinya kaulah yang terpilih membantuku”

“lalu aku harus apa?”

“……….”

“hey!!! Katamu aku harus membantumu…aku harus apa?”

“ini dimana?”

“Mokpo…..kenapa?”

“aku tinggal di Seoul tapi tidak tahu dimana. Jadi kau harus menampungku”

“sampai kapan?”

End Donghae’s POV

 

Yuri’s POV

“sampai kapan?” tanyanya

“sampai semua kembali normal” kataku pasrah, aku memang tidak tahu kapan semua ini berakhir

“……….”

Suasana sepi senyap….jujur aku tidak tahu mau bilang apa. Sedangkan dia asik memakan 2 porsi jajangmyeon yang dipesannya.Aku tidak bisa makan jadi dia yang memakan jajangmyeonku.

“aku ke toilet dulu” katanya lalu berdiri

“emmm….” Aku hanya mengangguk

Sudah 15 menit….kemana namja itu?Kenapa ke toilet lama sekali?Apa jangan-jangan dia kabur? Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa tidakkkkkkkkkkkk……

Aku segera berlari ke toilet.Aku masuk tidak ya? Ini kan toilet pria….tapi tidak ada yang bisa melihatku jadi sepertinya tidak apa-apa.

Aku pun masuk lalu melihat Donghae termenung didepan kaca.Sepertinya dia frustasi.

“yak!!! Sedang apa kau disini?”

“a…a..aku hanya mengecek mu” jawabku kikuk, yang benar saja Han Yuri X_x kenapa kau masuk toilet pria

“ini toilet pria….jangan masuk sembarangan” katanya sambil menaikan alisnya…sial…dia pasti mengira aku yeoja genit O_O

“aku hanya memastikan kau tidak kabur atau pingsan. Makanya jangan lama-lama dikamar mandi” kataku lalu buru-buru keluar

Donghae mengikutiku…aishhh aku tidak berani menatapnya…

“hey…hey….aku tidak bermaksud mengatakan kau yeoja genit…” aishhhh…kenapa kalimatnya pas sekali X_X

“sudah seharusnya kau berpikir seperti itu…” kataku ketus

“lalu kenapa kau marah hah? Atau lebih tepatnya ngambek…hohohoho”

“siapa bilang aku ngambek 0_o…..dan berhentilah menoel-noel lenganku” aishhh….wajahku pasti agak memerah sekarang

“baiklah…baiklah…”

“o…ya kenapa kau terlihat frustasi tadi?” tanyaku saat kami sudah duduk kembali

“aku hanya tidak percaya semua ini nyata. Seperti film saja”

“bukankah tidak ada yang tidak mungkin didunia ini”

“kurasa…….berhentilah mengajakku ngobrol. Semua orang pasti mengira aku orang gila daritadi”

“ok…ok….hahahahahah” Jawabku sambil tertawa riang (?)

“sudah malam ayo pulang” ajaknya

End Yuri’s POV

 

Donghae’s POV

Aku tidak punya pilihan lain selain menampungnya dirumahku. Hanya aku yang bisa meihatnya…kenapa aku?Tadinya aku ingin meninggalkannya tapi rasanya tidak tega. Aku ini terlalu cepat kasihan pada orang lain terlebih dia ini yeoja.

Aku menambah kecepatan mobil ku karena sudah jam 10 lewat…pasti eomma ku sudah menunggu kepulanganku….malam ini siap-siap sakit kepala lagi (-_____-)

“jangan pernah berpikir kabur dariku” wawww….dia bisa baca pikiran ya? Tatapannya tajam sekali

“siapa bilang aku akan meninggalkanmu?” aku mencoba santai

“aku hanya memperingatkanmu jangan pernah berpikir seperti itu. Lagipula aku kan tidak minta makan jadi tidak akan merepotkanmu…..dan aku juga tidak bisa dilihat orang lain jadi kau tidak akan dapat masalah jika membawaku pulang kerumahmu”

“Aishhhhh…….jangan memasang wajah seperti itu. Aku jadi terlihat seperti pria hidung belang yang meninggalkan seorang yeoja setelah mengambil keuntungan dari yeoja tersebut”

“tampangmu tidak seperti itu. Aku tahu kau pasti namja baik-baik” pujinya

Sampai juga dirumah….Yuri mengekor dibelakang ku.Tinggggg….lampu ruang utama menyela tiba-tiba.

“hey Lee Donghae….darimana saja kau?” aku beruntung yang berjaga malam ini adalah Donghwa hyung

“aku ketiduran disekolah. Eomma mana?”

“eomma sudah tidur. Kau berhutang padaku malam ini” ujar Donghwa hyung lalu ngeloyor kekamarnya

“ayo….” Aku memberikan kode pada Yuri untuk mengikutiku

“ini kamarmu ya? Waaa ada piano juga….boleh aku memainkannya?” katanya dengan senyum sumringah

“ini sudah MALAM Yuri…..” aku sengaja menekankan kata ‘malam’

Sekarang dia manyun…..baiklah aku kalah……

“mainkanlah tapi jangan lama-lama” kataku pasrah lalu disambut seyuman riang darinya

Aku masuk kamar mandi untuk mandi tentu saja.dari sini aku bisa mendengar permainan pianonya yang sangat manis? Sepertinya dia penggemar Chopin.

Segarrrrrrrrrr……aku keluar dengan memakai piama putih.Kulihat Yuri tertidur sambil duduk didepan piano.Hohoohoho…ternyata hantu atau apalah dia terserah, bisa tidur juga.Aku mengangkatnya ke kasur lalu aku tidur disofa.

***

Sinar matahari pagi menyilaukan mataku.Siapa yang membuka horden pagi-pagi begini.

“eomma….bisakah aku tidur sebentar lagi? Jebal….” Kataku sambil menarik selimut hingga menutup wajahku

“aku bukan eommamu, aku YURI….ayo bangun….bangun….bangun….” aishhhhh…..jangan menggoyang-goyang tubuhku seperti itu…aku bisa jatuh…..debukkkkkkkkkkkk….tuhkan kubilang juga apa

(-__________-)

“sakit tahu……..” kataku sambil memegang kepala ku yang terbentur meja

“makanya bangun….kau tidak takut terlambat ya? Lihat sudah jam berapa”

Aku membuka mataku dengan terpaksa….

“OMOOOOOOOOOOOOO……..KENAPA TIDAK MEMBANGUNKANKU DARITADI?” teriakku

‘bukannya kau bilang tidak mau dibangunkan eomma’ terdengar suara eommaku dari luar

Aigoo….Yuri sekarang tertawa bahagia.Eomma…aku bukan bicara denganmu.Aku ngeloyor kekamar mandi. Aishhhh…aku lupa handuk, jika aku memakai baju lagi pasti akan memakan waktu. Aku minta tolong Yuri saja.

“HEYYY….AMBILKAN AKU HANDUK!!!” teriakku dari kamar mandi

“LEE DONGHAE sejak kapan kau tidak sopan pada eomma mu?”

Omo….eomma ada dikamarku….pasti eomma salah paham lagi.

“mian eomma…aku kira Donghwa hyung…..”  matilah aku

15 menit kemudian aku sudah siap.Tentu saja karena aku pakai jurus kilat.

“HAHHHHHAHHAHAHHAHA…..” aishhhh….dia senang sekali melihatku menderita

“puas kau melihatku seperti orang bodoh?” kataku sambil mengambil tas lalu siap-siap turun

“kurasa…..” jawabnya enteng lalu keluar kamar duluan

“eomma aku tidak sarapan karena hampir terlambat. Aku pergi dulu” kataku sambil mencium eommaku

“bawa ini” eomma memberikan bekal padaku

“gomaewo eomma…”

Aku berjalan keluar dapur diikuti Yuri.Setelah kurasa tidak ada orang, saatnya bicara dengan yeoja ini.

“ikut kesekolah atau tidak?”

“untuk apa aku ikut kesekolah?” aduhhhh….salah kaprah lagi…kali ini kakak iparku yang menyahut…..Hani noona.

Kulihat Yuri menggeleng.Yakin dia mau diam dirumah saja.aku memberikan kode supaya dia mengikuti ku keluar.

”jangan berbuat aneh-aneh…..aku tidak ingin seisi rumah ini ketakutan karena ulahmu”

“ne…..”

“jika lapar ambillah makanan dikulkas…tapi lihat situasi…aku tidak ingin eomma atau Hani noona pingsan melihat makanan terbang”

“ne…..”

“o..ya..jangan bermain piano saat aku tidak ada….eomma dan Hani noona akan mengira kamar ku berhantu”

“ne…….”

“tidak adakah jawaban lain selain’ne…’?”

Dia hanya menggeleng.

“kalau begitu aku pergi”

“cepat pulang ya……” Yuri melambaikan tangan padaku

“ne yeobo….suami mu ini akan cepat pulang…ahhahahahahha” kataku

“cisshhhhh……O_O”

End Donghae’s POV

 

Yuri’s POV

Bosannnnn…kapan si Donghae itu pulang.Eomma dan noonanya sedang belanja.Aku ingin kesekolahnya tapi tidak tahu jalan.Huaaaaaaa….aku kesepian….apa aku menelponnya saja ya?

‘yeoboseyo….’

“hey,,,kapan kau pulang aku bosan setengah mati” kataku, kenapa aku seperti anak kecil

‘siapa suruh kau tidak mau ikut kesekolah denganku hah?’

“………….”

‘tunggulah….satu jam lagi aku akan pulang’

“………….”

‘heyyyy,,,kau dengar Yuri? Han yuri……..’

Tittttttttttttttt….aku menutup telpon. Aku keluar saja mencari udara segar. Kenapa pintu ini harus dikunci?(-__________-) me-nye-bal-kan dan mem-bo-san-kan.

Jam 2 siang….katanya si Lee Dong itu akan pulang sejam lagi…seharusnya jam 1.30 dia sudah ada disini….dasar pembohong……

“aku pulang…”

Nah itu dia…awas kau Lee Dong…..

“ini sudah lewat 30 menit dari janjimu….” Kataku setengah berteriak

“aigoooo……mian….tadi ada pelajaran tambahan….jangan marah lagi”

Aku ngeloyor meninggalkannya….

“heyyy…aku kan sudah minta maaf….aku belikan ice cream ya?” aishhh…kebiasaannya muncul lagi. Menoel-noel lenganku

“shireo….”

“lalu kau mau apa?…katamu kau bosan….bagaimana kalau kita jalan-jalan? Kita kepantai”

Baiklah aku menyerah…sepertinya aku memang tidak bisa lama-lama marah padanya.Wajah polosnya itu selalu membuatku tidak tega.Aku mengangguk pelan.

15 menit kemudian dia keluar kamar.Pakai kemeja dan jaket saja lama sekali.

***

Huaaaaaaaaa….pantaiiiiiiiiiiiiii….walaupun harinya sedang dingin dan banyak angin, aku tetap suka.Aku segera berlari kebibir pantai dan melepas sepatuku.

“hey…hey…hey…kau bisa masuk angin…..” Donghae menarikku, omo sekarang dia memegang tanganku

“pakai ini…..” dia memberikan jaketnya padaku….uwoowwww hangat….

“sudah datang kesini jika tidak main air tidak seru…”

“kalau Cuma main air, dirumah juga bisa” aishhhh….itu berbeda LEE DONGHAE (=_=)

Krekkkk….aduhhhh telapak kakiku terkoyak…..perihhhhhh T_T aku menangis sejadi-jadinya (?)

“hey hati-hati…..”

“sakitttttttt…..TT_TT. Aku tidak bisa jalan….”

“ayo naik……”

Uwoooowwwww dia mau menggendongku? Baiklah jika kau memaksa :P

“apa aku tidak berat?” tanyaku

“menurutmu? Hey…pegangan yang benar..aku bisa jatuh…”

Aishhhh…terpaksa aku melingkarkan tanganku dilehernya.

“apa seenak itu memelukku hah? Hohohoho”

Pletakkkkkk…rasakan kau Lee Donghae…..

“jangan memukulku….kau itu berat…”

“hyaaaaa…LEE DONGHAE apa katamu?” satu jitakan lagi mendarat dikepalanya

“aku hanya bercanda…..badanmu ini ringan…mungkin karena selama jadi hantu kau tidak makan”

“aku bukan HANTU. Diamlah LEE DONGHAE….dan percepat langkahmu….darahnya makin banyak keluar”

“berapa umurmu?”

“17….”

“panggil aku ‘oppa’……..” astaga kenapa dia harus teriak

“untuk apa?” aku balas teriak ditelinganya

“umur ku 18…..jadi jangan seenaknya memanggilku ‘DONGHAE’”

“S-H-I-R-E-O……LEE DONGHAE….LEE DONGHAE…..” aku mengeja kata-kata tersebut tepat ditelinganya

“aish…..”

OMO……Donghae menoleh kan wajahnya lalu bibir kami tidak sengaja bersentuhan….HUAAAAAAAA…LEE DONG!!!!! Tanggung jawab kauuuuuuuuuuuuuu…..

End Yuri’s POV

 

3 minggu kemudian……

Donghae’s POV

Sudah 3 minggu ini aku bersamanya….sudah terbiasa melihatnya dan mendengar suaranya.Kadang dia ikut kesekolah bersamaku….sudah mendekati hari kelulusan.Aku sibuk belajar lalu sibuk latihan dengan orkestraku.Aku harus latihan setiap hari…kehadiranku sangat penting karena aku pemain piano utama. Ada satu hal yang sangat aku takutkan….aku takut Yuri menghilang tiba-tiba lalu apa jadinya aku nanti.

Lagi-lagi aku pulang malam…persiapan pesta kelulusan benar-benar menyita waktuku. Yuri sudah tidur….senang sekali melihatnya tidur karena dia tidak akan cerewet lagi. Tapi aku lebih suka mendengarnya ngomel padaku.

“kau sudah pulang?” katanya tiba-tiba membuka mata

“ne…..maaf aku tidak jadi mengajakmu jalan-jalan…”

“gwenchana……”

“emmmm….aku mau mengatakan sesuatu…” kataku lalu duduk disebelahnya

“apa? Jangan bilang kau mau menyuruhku membuatkan makanan lagi untukmu….”

“hehehehe….tentu tidak, aku tidak mau Hani noona pingsan lagi”

Ya…aku pernah menyuruhnya membuatkanku makanan saat aku pulang malam dan sedang lapar luar biasa tapi Eomma, Donghwa hyung dan istrinya sedang berkunjung ke Busan.Ehhh…tiba-tiba Hani noona pulang dan aku melihatnya pingsan karena melihat panci beterbangan sendiri.Setelah Hani noona sadar, aku bilang kalau yang memasak adalah aku.Mungkin karena lelah selama perjalanan dari Busan, matanya agak sedikit gangguan.

“jadi mau bilang apa?”

Sekarang jantungku serasa ingin melompat keluar.Haruskah aku mengatakannya?

“saranghae……” kataku cepat

“MWO?” sepertinya dia terkejut

“SA-RA-NG-HAE……”

“…….”

Aduh kenapa dia malah menangis…apa dia terharu?

“aigoo…kenapa malah menangis? Tidak mau pacaran denganku juga tidak apa-apa” aku mengusap air matanya

“bukan itu………” tangisannya makin keras, untung Cuma aku yang bisa mendengar suaranya…sekarang dia memelukku. Baru kali ini dia memelukku duluan…..aku balas memeluknya

“apa kau terkejut mendengar aku mengatakan itu?”

“anio….”

“lalu ada apa? Apa kau terharu ya?” aku berusaha menggodanya agar dia berhenti menangis tapi lagi dan lagi sebuah jitakan mendarat mulus dikepalaku

“BABO!!!!!!!!!!!!”

“sudah malam jangan teriak terus” aku menutup telinga ku “tidurlah lagi….kita lanjut besok”

“lanjut apa? Lanjut menjitak kepalamu?”

“aishhhh…bukan itu. Besok kita lanjut romantis-romantisan lagi…HAHHAHAHAHAH”

End Donghae’s POV

 

Yuri’s POV

Huaaaaaaaa….kenapa mengatakan kalimat itu? Aku suka kau mengatakannya tapi tahukah kau aku akan menghilang jika kau ucapkan kalimat yang satu itu? Kau tidak takut kehilanganku ya Lee Donghae?

Aku menangis sejadi-jadinya.Apa sekarang aku akan menghilang? Atau besok?Atau lusa? Aku tidak tahu tapi aku benar-benar ingin tetap bersamanya….

End Yuri’s POV

 

26 November  2011

Donghae’s POV

Kenapa dia tidak mengamuk lagi ya? Tumben sekali…apa dia sudah lelah membangunkanku setiap pagi. Kubuka mata ku perlahan….seperti biasa badanku pegal-pegal karena tidur disofa.Kemana dia?Kok sudah tidak ada?

Aku turun kebawah tapi diruang utama dia tidak ada.Didapur juga tidak….dikamar mandi juga tidak….disemua tempat tidak ada….kemana dia???????? Aku duduk lemas dibangku taman belakang.

“kau mencari siapa Lee Donghae?” teriak hyungku dari balkon kamarnya

“tidak cari siapa-siapa…” kataku lemah, lalu berjalan masuk.

Seharian ini aku mencarinya kesemua tempat yang pernah kami kunjungi…bahkan aku juga mencarinya ketempat yang belum pernah kami kunjungi.Tapi tidak ada sedikitpun jejaknya……aku depersi berat….kemana yeoja itu…..kenapa dia muncul tiba-tiba lalu masuk kedalam hatiku tiba-tiba dan sekarang pergi tiba-tiba juga.Lelahhhhhh…..bukan tubuhku tapi hatiku…..air mata keluar begitu saja.yang kutakutkan benar-benar terjadi…….

Donghae’s POV

 

4 Bulan kemudian……

Author’s POV

Sudah 4 bulan berjalan setelah Yuri menghilang.Donghae belum bisa melupakan yeoja yang membuat hidupnya berwarna selama beberapa minggu.Terlalu singkat rasanya untuk jatuh hati pada seseorang hanya dalam 3 minggu lebih tapi Donghae tidak perduli seberapa cepat perasaanya muncul.Melupakan tidak semudah mencintai…itulah yang dirasakan Donghae.Donghae pernah berpikir ingin ke Seoul mencari Yuri tapi dia tidak tahu mau cari dimana?Seoul tidak kecil.Sekarang yang harus dia lakukan adalah terbiasa tidak ada Yuri yang membangunkannya dipagi hari, tidak ada lagi seorang yeoja bernama Yuri di hari-harinya.Donghae berusaha meyakinkan dirinya bahwa Yuri hanyalah bagian dari imajinasinya….imajinasi yang terlalu indah.

“Donghae-ah….tidak kuliah?” Tanya Hani pada adik iparnya yang sering uring-uringan beberapa bulan terakhir

“tidak…..noona mau kemana hujan-hujan begini?”

“bertemu dengan teman lama. Dia baru pindah ke Mokpo dan aku janji berbelanja dengannya hari ini tapi cuaca benar-benar tidak merestui rencanaku. Mau kubatalkan tapi dia sudah menunggu sejak 15 menit lalu…apa boleh buat?”

“mau ku antar?”

“tidak perlu. Istirahatlah…kau sibuk terus dengan kuliahmu dan sepertinya kurang istirahat. Aku naik bus saja”

“noona kan sedang hamil? Hujan-hujan harus jalan kehalte, noona bisa masuk angin dan hasilnya hyungku itu bisa kebakaran jenggot”

“hahahahaa…..benar juga…tapi apa benar tidak merepotkan?”

“tentu tidak. Sekalian aku mencari udara segar”

Donghae segera  melajukan mobilnya menuju café tempat teman Hani menunggu. Sampai juga…

“Donghae-ah…ikut aku kedalam ya? Kita minum dulu…..”

“tidak usah noona. Aku tunggu dimobil saja”

“aigooooo jangan begitu…kau jadi terlihat seperti supir”

“hahhahhaa…tidak mungkin….aku terlalu tampan untuk jadi supir…hohohoho”

“aishhh….turuti saja perintahku…ayo ikut”

“baiklah…baiklah….”

Hani mengedarkan pandangan segera setelah masuk café yang dimaksud.Tidak perlu waktu lama Hani melihat sahabat lamanya duduk sendiri dipojok.

“ayo…temanku disana” ajak Hani

“ne…” Donghae sibuk membalas pesan dari temannya

“Park Hani!!!!!!!Aku merindukanmu….sekarang sudah jadi Lee Hani ya?” Yooeun dan Hani berpelukan

“ehh…ini adik iparku” ujar Hani

“annyeong haseyo…Lee Donghae Imnida bangapseumnida” Donghae membungkukkan badannya pada Yooeun

“Han Yooeun imnida….” Yooeun tersenyum pada Donghae “ayo duduk…” Yooeun mempersilahkan Hani dan Donghae duduk

“sendiri saja? mana suamimu?” Tanya Hani pada Yooeun

“aku bersama adikku.suamiku masih ada urusan diSeoul. Besok baru bisa ke Mokpo…..nah itu adikku” Yooeun menunjuk seorang yeoja yang berjalan kearah mereka.Otomatis Hani dan Donghae berbalik.

“uhukkkk…uhukk….” Donghae yang sedang minum tiba-tiba keselek

“ya!!! Minum pelan-pelan” Hani memberikan tisu pada adik iparnya tersebut

“perkenalkan ini adikku…..” ujar Yooeun saat adiknya sudah kembali duduk dibangkunya

“Han Yuri Imnida…Bangapseumnida…” Yuri membungkukkan badan kearah Hani dan Donghae.Donghae membeku melihat yeoja bernama Yuri ini.

“Donghae…jangan nervous begitu” Goda Hani dan disambut senyuman dari Yooeun dan Yuri

“bagus sekali sudah sembuh……” Hani memegang tangan Yuri

“ne…..seperti keajaiban” Yuri tersenyum manis….Donghae masih mematung

“hujannya sudah reda…bagaimana kalau kita pergi sekarang” ajak Hani

Yooeun dan Hani berjalan didepan sedangkan Yuri dan Donghae mengekor dibelakang. Donghae memberanikan diri membuka mulut….

“kau sakit apa?”

“aku?….kecelakaan saat perjalanan mau ke Mokpo. Aku koma hampir 6 bulan lebih dan keluargaku menunda kepindahan kami ke Mokpo”

“koma 6 bulan?” Donghae tidak percaya dengan apa yang didengarnya,,,apa yang selama ini bersamanya Cuma roh Yuri saja lalu saat dia sadar, dia akan lupa semua.

“keluargaku sempat putus asa. Tapi tanggal 26 november waktu itu benar-benar keajaiban untukku dan keluargaku”

‘26 November? Itu tanggal saat dia menghilang’ ujar Donghae dalam hati

“kenapa diam saja?” Yuri menatap Donghae heran

“eh…tidak apa-apa. Kau suka main piano?”

“iya…darimana kau tahu?”

“hanya menebak….lusa akan ada acara music di kampusku. Datanglah…aku akan bermain piano tunggal….”

“benarkah? baiklah aku akan datang”

End Author’s POV

 

Donghae’s POV

Aku bertemu lagi dengannya…kali ini benar-benar nyata.Mendengar penjelasannya, aku sempat berpikir saat dia koma, rohnya melayang kemana-mana lalu bertemu denganku.Terdengar seperti lelucon dan film sekali memang tapi aku tidak perduli lagi dengan itu.Yang terpenting adalah sekarang aku bisa melihatnya dalam bentuk yang nyata. Dia sama sekali tidak berubah…masih suka pantai, suka menjitak kepalaku dan masih tidak mau memanggilku oppa. Akan kumulai lagi semua dari awal.

Yuri’s POV

Selama aku koma, tubuhku diam tak bergerak sedikitpun tapi aku merasa seperti pernah melakukan petualangan.Hari ini aku bertemu seorang namja yang entah kenapa saat bersamanya aku merasa sangat senang, aku baru kenal dia hari ini tapi hatiku merasa sudah akrab dengannya. Tak tahulah….mungkin aku pernah bertemu dengannya dikehidupan sebelumnya….

-END-

Epilog

Yuri’s POV

Kubuka mataku perlahan….putih….semua pemandanganku putih.Dimana aku?

“sudah bangun rupanya”

Suara siapa itu…aku mencoba mencari asal suara tersebut tapi tidak ada seorangpun disini.

“nuguseyo?” kataku

“tidak perlu tahu aku siapa. Lihat saja kedepan”

Tiba-tiba muncul 4 gambar didepanku.Lebih tepatnya 4 tempat yang berbeda.

“pilih salah satu!” kata suara asing itu lagi

“MWO?Kenapa aku harus memilih?ini dimana?” kepalaku benar-benar pusing, tidak ada yang kuingat, bahkan nama ku sendiri pun aku tidak tahu. Sekarang aku disuruh memilih, apa maksudnya?

“pilih saja. pilihanmu adalah takdirmu”

Aku memperhatikan dengan sesama 4 tempat itu.Tempat pertama sepertinya RS, aishhh aku benci tempat itu.Tempat ke 2 lebih menyeramkan….sepertinya makam…tempat ke 3 entahlah seperti sebuah kamar tapi kosong dan sepi.Tempat ke 4 seperti ruangan tua dan terdapat sebuah piano disitu.Tentu saja yang terlihat paling baik adalah tempat ke 4.

“aku memilih itu”

Tiba-tiba gelap……..

Aishhh…kepalaku pusing, kubuka mataku perlahan.Ini dimana lagi?Ini….ruangan yang aku pilih…benar ini tempatnya.

“ini pilihanmu” suara asing itu lagi

“lalu kau mau aku berbuat apa?”

“akan ada seorang namja yang menolongmu. Hanya dia yang bisa melihatmu”

“MWO? Maksudmu aku hantu begitu?” kataku bingung

“bukan. Kau hanya roh yang berusaha kembali ketubuhmu”

“jika memang begitu, kenapa membawaku kesini? Kenapa tidak membawaku ketubuhku saja?”

“bukankah ini pilihanmu. Jika kau memilih RS, mungkin kau sudah kembali ketubuhmu”

“jadi sekarang aku tidak bisa kembali ketubuhku?”

“tentu bisa. Lewat namja yang akan menolongmu….”

“bagaimana caranya?”

“jika dia mengucapkan ‘I Love You’ maka kau akan segera kembali ketubuhmu”

“MWO? Bagaimana jika dia tidak suka padaku..lagipula siapa yang mau dengan roh gentayangan hah?” aku sedikit kesal….’I Love You?’ aishhhh sok inggris sekali dia

“mainkanlah piano itu. Dia akan datang saat mendengar melody yang keluar dari piano itu”

“tunggu……namaku siapa? Aku ini siapa?”

“namamu Han Yuri…..kau tinggal di Seoul”

Suara tersebut menghilang, dia hanya memberi tahu nama dan kota aku tinggal. Yang benar saja X_x

 

26 November 2011

Kubuka mataku perlahan….aku melihat wajah eommaku yang sangat cemas..begitu juga dengan appa dan eonni ku. Kenapa aku di RS?

Setelah dokter memeriksa keadaanku, Eonni ku bercerita bahwa kecelakaan yang terjadi saat kami hendak pindah ke Mokpo 6 bulan lalu membuatku koma selama 6 bulan lamanya. Dan sekarang tanggal 26 november aku sadar dari komaku, seharusnya senang yang kurasakan tapi kenapa ada rasa sakit dan sedih dihatiku? Aku juga tak tahu kenapa.

END Epilog

 

Gaje kah?Abalkah?Atau kurang dapat feelnya? Maklum lah saya masih amatir :p. gomaewo bertubi-tubi buat yang udah baca,.mian kalau banyak banyak penyusunan kalimat yang kurang enak dibaca. well…aku harap banyak yang senang setelah baca ni ff….. *menghilang*

5 thoughts on “My Mysterious Girl

  1. seru..
    Tapi kisah cinta Yuri n Donghae kurang panjang yg kurang konflik, jd feel’a rada g dpt…
    Bikin sequel dnk,, pgn tau hbgn Yuri n Donghae setelah’a kaya apa..
    Oce.. Oce..

    Jia Jung

  2. Em bagus sebenarx critax. Tpy syang feelx kurang dapet.
    Mungkin akan lebih hidup klo konflik dan alurx diperbaiki.
    Trimakasih, SEMANGAT!!

  3. kayanya cerita ini seharusnya dibuat chapter. soalnya jadi gantung kalo one shot aja, terkesan buru-buru. tapi, ini udah bagus kok. soalnya gak rumit untuk dimengerti, jadi inti ceritanya nyampe ke reader. keep it up :D

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s