MWO???!! – Part 2

Author                       : Whindalee

Cast                            : All Member Super Junior

Support Cast            :

–   Kim Nana (OC)

–    Park Hye Jae (OC)

Genre                        : Brothership, Family, Comedy, Tragedy, & Friendship.

Length                       : Continue

Rating                        : PG-13

 

Sebelumnya..

“Kajja kita makan….! Mianhae sudah membuat kalian menunggu!”, sahut Eunhyuk sambil duduk ditempat biasanya.

Karena aku ingin terus berusaha agar Heechul hyung bisa memaafkanku, akupun mencoba menyapanya, “Hyung..! Wae? Tumben sekali kalian terlambat sarapan pagi! Tidak biasanya seperti ini, hyung?”. Namun aku sudah mengira kalau Heechul hyung pasti tidak akan menghiraukan perkataanku. Hyungku itu hanya membalas dengan tatapan dingin padaku, dari matanya juga masih tersirat rasa kebencian yang mendalam. Hyungku yang lainnya melihatku dengan rasa kasihan.

 

Selanjutnya…

 

Heechul Pov

 

“Aish… Kenapa dia begitu sok baik padaku? Kau tahu, aku sudah muak jika hanya melihatmu! Tak perlu kau berbicara padaku!”, ucapku dalam hati. Karena pertanyaan Kyuhyun tidak ku jawab, maka Eunhyuk yang menjawabnya untukku.

“Oh.. Tadi aku sedang mencari buku kuliahku, lalu Chullie hyung membantuku mencari buku itu! Mian..!”, jelas Eunhyuk sambil mengunyah makanan dimulutnya. Seketika aku melihat kekecewaan diwajah Kyuhyun karena yang menjawab pertanyaannya bukan aku.

“Memangnya kau cari buku apa, hyung?”, tanya Donghae.

“Buku hukumku.. Warnanya merah! Apa kau lihat, hae? Karena aku belum menemukannya!”, jelas Eunhyuk sambil melirik Donghae serius.

“Apa bukunya tebal, hyung?”

“Ne……”

“OMO.. Sepertinya itu buku yang kemarin malam kupakai untuk memukul nyamuk, hyung! Setelah itu bukunya kutaruh diatas lemari pakaian, karena kupikir buku itu sudah tidak dipakai! Mianhae hyung…! Mian!”, jelas Donghae panjang lebar.

“MWO???!!! Aish, kau ini! Aku sudah mencari kemana-mana , ternyata kau yang menyembunyikannya!”, sahut Eunhyuk terkejut dan berhenti makan sebentar.

“He.. he.. he… Mian hyung!”, jawab Dongahe sambil mengaruk-garuk kepalanya.

“Ne, gwenchana hae! Lain kali jangan seenaknya menggunakan barang milik orang lain! Arra!”, ucap Eunhyuk yg kembali melanjutkan aktivitas makannya.

“Ne.. hyung!”, sahut Donghae yang merasa bersalah.

“Sudah lanjutkan makannya! Yang penting bukunya sudah ketemu bukan?”, ucapku menyudahi permasalahan.

“Ne…”, sahut Eunhyuk dan Donghae serempak.

 

Baru aku ingin memasukan makanan kemulutku, tiba-tiba pandanganku tertuju pada jam yang menempel di dinding. Aku terkejut bukan main saat melihat jam tersebut sudah menunjukan pukul 08.30 a.m.

“OMO!!!! Aku bisa terlambat ini! Bukankah pagi ini kita ada rapat dengan para pemegang saham, Jungsoo?”, ucapku setengah berteriak pada Leeteuk hyung. Lalu dengan cepat akupun melahap makananku. Aku tahu semuanya menatapku heran karena kelakuanku ini.

“Hyung.. Makannya pelan-pelan nanti hyung bisa tersedak?”, ucap Kyuhyun lembut padaku.

“Untuk apa kau perduli padaku?”, gumamku sendiri.

“Ini hyung.. Makanlah daging asap ini! Kuperhatikan hyung jadi agak kurus sekarang!”, ucap Kyuhyun sambil menaruh daging asap itu kemangkuk nasi ku.

“Andwe..!!! Jangan pernah kau berbuat baik padaku! Aku muak dengan tingkah lakumu!”, bentakku padanya. Akhirnya emosi yang dari tadi ku tahan meledak juga, kulihat dongsaengku itu menahan air matanya, yang lain juga menatap kami secara bergantian. Sebenarnya aku tidak tega saat melihatnya ingin menangis, tapi rasa benciku ini belum bisa memaafkannya.

“Mianhae.. Kyu!”, batinku.

“Aku sudah tidak berselera! Kau sudah merusak nafsu makanku , kyu!!”, ucapku sambil mununjuknya.

“Mian hyung! Jeongmal mianhae!”.

 

Air mata akhirnya menetes dari sudut mata kirinya. Aku sungguh tidak tega melihatnya seperti itu, ingin rasanya mengakhiri semua ini dan memeluknya. Tapi aku belum bisa…..

“Air matamu tak akan membuatku luluh! Arra?!!!! Sudahlah aku pergi sekarang! Hyung kau mau ikut denganku?”, kataku mengalihkan pembicaraan ke Leeteuk hyung.

“Ne… Lagipula aku sedang malas bawa mobil sendiri!”

Kamipun bergegas masuk kemobilku menuju perusahaan appa.

 

Donghae Pov

 

Donghae imnida! ^^..  Aku  adalah anak ke-8 dari 11 bersaudara, keluargaku merupakan keluarga yang besar. Leeteuk hyung dan Heechul hyung ditugaskan appa untuk mengurus perusahaannya yang ada di Seoul. Yesung hyung, Kangin hyung, Shindong hyung, dan Sungmin hyung membuka café keluarga yang letaknya tidak jauh dari perusahaan appa. Sedangkan aku, hyukkie hyung, wonnie, wookie, dan kyunnie si dongsaeng evil masih disibukan dengan kegiatan kuliah.

 

Aku dan yang lainnya kuliah di universitas yang cukup ternama yaitu di Seoul National University. Tapi jangan salah kami membayar biaya kuliah kami sendiri, karena kami tidak mau bergantung pada harta milik appa. Setiap pulang kuliah kami kerja sambilan di café keluarga milik hyungdeulku.

 

Sarapan pagi ini tidak begitu menyenangkan bagiku. Lagi-lagi Heechul hyung marah pada Kyuhyun. Sudah 3 tahun mereka tidak saling bicara, mereka selalu bersikap dingin satu sama lain, karena ada kejadian yang menurutku itu lucu. Aku jadi ingat wajah Nonaa Kim Nana yang sedang marah saat itu. Heheheh….

 

Setelah kami selesai sarapan dan membantu wookie membersihkan ruang makan, tak lama Kangin hyung mendapat telepon dari seseorang. Entah siapa itu!?

“Yeoboseyo…! Oh hyung! Mwo? Ne.. Tapi aku tidak bisa mengantarnya hyung, karena aku harus ke café! Aku minta tolong pada yang lain saja ya hyung? Mian, hyung! Ne.. Cheonmaneyo..!”, Kangin hyung pun mengakhri pembicaraan  dengan wajah yang binggung.

“Siapa yang telepon hyung? Sepertinya itu penting?!”, tanyaku.

“Ne…  Chullie hyung barusan telepon, katanya file perusahaan yang akan dipakainya untuk rapat pagi ini tertinggal dikamarnya karena tadi dia terburu-buru! Oh y hae, ottokhe kalau kau yang mengantarkan filenya?”, tanya Kangin Hyung padaku. Baru aku mau menjawab pertanyaan Kangin hyung, tapi sudah dijawab duluan oleh Kyuhyun si dongsaeng evil.

“Biar aku saja hyung! Lagipula aku tidak ada kelas pagi ini, hyung!”, jelas Kyuhyun.

“Jinjja?! Y sudah.. Hyung minta tolong ya, saeng! Gomawo!”, sahut Kangin hyung senang.

“Ne… Cheonmaneyo hyung!!”

Kulihat wajah Kyuhyun penuh semangat untuk mengantar file milik Heechul hyung. Tapi karena aku menghawatirkan Kyuhyun, akupun berniat menemaninya ke perusahaan appa. Yang entah kenapa perasaan ku tiba-tiba jadi tidak enak.

“Saeng, hyung ikut ya? Hyung khawatir dengan mu, kyu!”, ucapku.

“Hyung… Aku kan cuma mau ke perusahaan appa! Aku bukan mau ke hutan lebat yang tidak ada jalan keluarnya hyung! Jadi hyung tenang saja..!”, sahutnya sambil menaruh kedua tangannya dipinggang.

“Ne.. Tapi hyung tetap mau ikut! Arra?!”

“Ne, hyung! Kajja kita pergi sekarang! Kita tidak boleh terlambat mengantarkan filenya kan hyung?”, ajaknya penuh semangat.

 

Akupun bergegas ke kamar Heechul hyung mengambil file yang dimaksud Kangin hyung. Setelah mendapatkan file itu aku dan Kyuhyun berlari menuju mobil yang akan kukendarai, Kyuhyun pun duduk disampingku. Didalam mobil kuperhatikan wajah Kyuhyun yang senang sedang melihat pemandangan diluar jendela mobil. Aku merasa kasihan padanya, kenapa dongsaeng sepertimu harus mendapat perlakuan seperti itu dari Heechul hyung. Apa sebegitu bencinya Heechul hyung padamu, kyu…?

“Semoga ini akan segera berakhir…”, ucapku pelan.

“Mwo? Hyung bilang apa tadi?”, tanya Kyuhyun yang ternyata mendengar apa yang kukatakan tadi.

“Aniyo.. Saeng!”, jawabku berbohong.

“Hyung aneh!”, celetuknya.

“Hyaa.. Siapa yang aneh? Jangan sembarang bicara, kyu?”, tanyaku kesal.

“Siapa lagi hyung! Dimobil ini hanya ada kita berdua, hyung… Dan tentunya itu bukan aku!”, sambil tersenyum evil.

“Ish.. Kau ini!”, ucapku sambil memajukan bibirku sedikit.

“Ha… Ha… Ha… Hyung, kau tahu tanpa hyung majukan bibirmu kau memang sudah jelek!”, katanya sambil mencubit bibirku.

“Aish, appo… Kyu! Asal kau tahu saja hyungmu ini digilai banyak yeoja! Arra? Oh y kau tidak mau kan di rumah ada 2 hyung yang marah padamu?!”, sindirku. Aku melihat wajah Kyuhyun yang berubah cepat menjadi panik.

“Andwe, hyung! Jebal.. Akukan hanya bercanda, hyung! Mianhae…”. Melihat ekspresinya yang berubah dengan cepat begitu, akupun tertawa lepas.

“Hahahahahaha…. Kau memang mudah ditipu, saeng!”, kataku sambil mengacak-acak rambutnya.

“Kya.. Hyung rambutku sudah tidak rapi lagi nih!”, ucapnya sedikit kesal.

Tanpa kami sadari, kami sudah hampir sampai di perusahaan appa. Saat hendak masuk perusahaan, kami melihat Heechul hyung ada di depan perusahaan sambil berjabat tangan dengan orang-orang yang tidak kami kenal. Aku punya firasat buruk tentang ini….

 

Kyuhyun Pov

Saat tiba di depan perusahaaan appa, aku melihat Heechul hyung bersama orang-orang yang tak kukenal.

“Apa mereka pemegang saham yang dimaksud Heechul hyung tadi? Apa kita sudah terlambat, hyung? Omo.. Chullie hyung pasti akan marah lagi padaku dan akan semakin membenciku! Ottokhe, hyung??”, kataku dengan panik. Lalu Donghae hyungpun menenangkanku sambil menepuk-nepuk pundakku.

“Tenang, kyu. Semuanya pasti baik-baik saja! Coba kau lihat, Chullie hyung terlihat baik-baik saja kan?!”

“Ne… Hyung!”, jawabku lemas.

Tiba-tiba aku merasa akan ada hal yang buruk menimpa hyungku itu. Dan benar saja, saat kulihat petugas kebersihan gedung yang sedang membersihkan kaca terpeleset di dalam gondola, hingga gondola itu mengenai AC dan akan terjatuh tepat di atas Heechul hyung. Karena panik, aku langsung berlari kearah Heechul hyung yang hanya berdiri mematung.

“HYUUUUUNNNGGGG…..!!!!”, akupun mendorong tubuh Heechul hyung hingga kepala kami berdua membentur lantai keramik. Pandanganku semakin kabur, tapi aku masih sempat melihat Heechul hyung yang sudah tidak sadarkan diri dan mendengar Donghae hyung berteriak memanggil kami.

“KYU… CHULLIE HYUNG!!”

Akhirnya semua menjadi gelap.

 

Heechul Pov

Kubuka mataku perlahan yang sebenarnya masih sangat berat untuk dibuka. Kulihat ruangan ini, sekelilingnya putih. Aku tahu pasti saat ini aku berada di rumah sakit. Kulihat Yesung, Ryewook, Donghae, Leeteuk hyung, dan Eunhyuk menatapku dengan khawatir.

“Saeng, ottokhe? Apa masih ada yang sakit?!”, kata Leeteuk hyung yang terlihat sangat menghawatirkanku.

“Jungsoo-ah. Aku baik-baik saja!”

“Mwo? Panggil aku hyung, Kyu! Hanya Chullie yang boleh memanggilku seperti itu! Arra?”

“Aish… Jungsoo-ah! Aku Heechul! Kenapa kau memanggilku dengan nama orang yang kubenci?”

“Sepertinya karena kejadian tadi kau jadi begini!”, ucap Leeteuk hyung sambil memegang keningku.

“Ne.. Kyu kau beristirahat saja lagi! Aku akan membeli jajangmyun untukmu! Wookie-ah kamu temani aku ya?!”, ucap Eunhyuk padaku.

“Kyu.. Sepertinya kau harus banyak istirahat! Kau agak aneh saat ini!”, ucap Ryewook sambil melirik tajam padaku yang penuh arti.

“Aku ikut…!”, teriak Donghae sambil berlari menyusul Eunhyuk dan Ryewook. Mereka pun pergi meninggalkan kami berdua di kamar.

“Kyuhyun, karena kau sudah sadar akan hyung panggilkan uisa dulu ya! Kau istrahat saja dulu dan jangan pergi kemana-mana!”. Tatapan Leeteuk hyung kearahku begitu menakutkan, dia seperti akan membunuhku dalam satu tusukan. He…He..He… Tapi aku masih heran kenapa mereka memanggilku Kyuhyun.

“Sebenarnya yang sakit itu aku atau mereka sich?!”, gumamku sendiri. “Hah.. Sudahlah untuk apa aku memikirkan hal seperti itu?! Lebih baik aku ke kamar mandi membasuh wajahku.. Sekarang wajahku pasti berantakan!”, ucapku asal.

Saat di kamar mandi aku membasuh wajahku dan bercermin, namun aku terkejut bukan main.

“AAAAAAAAAAAA…..!!! Aniyo… Ini tidak mungkin! Ada apa dengan wajahku? Kenapa bisa berubah menjadi wajah orang yang sedang kubenci?”, teriakku sambil menepuk-nepuk pipiku. Lalu akupun merebahkan tubuhku ditempat tidur dan memejamkan mataku sesaat.

“Semoga ini hanya mimpi….. Hanya mimpi!”, ucapku penuh harapan. Tak lama aku membuka mata kembali sambil menuju kamar mandi. Dan…..

“Aaaaaa…. Kenapa tidak berubah?! Ottokhe? Sebenarnya apa yang terjadi? Apa karna kecelakaan itu? Ini benar-benar tidak masuk akal!”, gumamku sendiri sambil berpikir. Karena tidak percaya hal ini, akupun bergegas menuju kamar Kyuhyun dirawat. Saat mencari kamar Kyuhyun akupun bertemu dengan ganhosa dan menanyakan dimana Kyuhyun berada.

“Mian… boleh ku tahu dimana Kyuhyun dirawat?”

“Kyuhyun… Dia ada dikamar yang baru saja kau kunjungi, Tuan!”, jawab ganhosa itu. Oh y aku lupa kalau saat ini aku ada ditubuh Kyuhyun, batinku.

“Oh.. Mianhae! Maksudku Heechul, anda tahu?”, tanyaku lagi.

“Owh.. Heechul.. Ne, chakkamman.. Akan ku cek dulu!”

1 menit… 2 menit…

“Aish.. Kenapa lama sekali!”, omelku dalam hati.

“Ini dia.. Tuan Heechul! Dia ada di kamar Gang Sam A!”

“Gamsahamnida..!”, ucapku sambil berlari. Aku segera mencari kamar kamar yang disebutkan ganhosa tadi.

“Gang Sam A… Gang Sam A… Gang Sam A…!”. Aku sudah tidak memperdulikan nafasku yang terputus-putus ini, karena aku lebih kalut kenapa aku bisa ada didalam tubuh Kyuhyun.

“Ah… Ini dia!”

Ketika hendak memegang knop pintu, pintu itu sudah terbuka sendiri. Dan……

“AAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHH…………!!!!!!!!!!!!!!”

 

 

 

 

 

Tbc

Please comment & Like…

Gomawo ^^! God Bless U!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s