Every Day With SUJU – Part 5

Title : Every Day With SUJU? (part 5)

Tag  :  Super Junior, IU

Genre : Frienship (?)

Rating : All Age?

Author : Rahmi SarangheSUJU

Mianhe readers FF ini masih gaje dan semakin ngawur, maklum masih amatiran. Terimakasih kepada Admin yang telah mempublis dan terimakasih juga untuk pembaca yang memang telah sudi membaca (?) Happy Reading.

 

*****

‘Bos Park, kumohon percayalah padaku. Sekarang izinkan aku pergi ya, ada yang menungguku, mianhe,’ mohon IU pada bos Park sambil membungkuk hendak pergi.

‘Aku belum memberikan persetujuanku nona IU, jadi jangan pergi begitu saja. Jangan sampai aku mengeluarkan jurus-jurus yang biasa aku gunakan untuk memaksa seseorang agar tidak menipuku,’ sekarang IU benar-benar ketakutan mendengar ancaman yang diucapkan dengan penuh penekanan itu.

‘Bos Park,’ IU mulai merajuk. Tatapannya yang memang tidak bisa fokus karena dipengaruhi rasa cemas itu kembali menangkap sosok Sungmin yang mulai melangkah mendekatinya dengan pelan.

‘Omo! Oppa,’ IU mengibas-ngibaskan tangannya pertanda ia tak memperbolehkan Sungmin mendekat. Sungmin menuruti.

‘Bos Park percayalah padaku, aku harus pergi. Kau lihat kan Bos, pemuda yang berdiri di sana, dia sedang menungguku kau harus percaya padaku dan membiarkan aku pergi, aku pasti akan membayar hutangku, tapi tidak sekarang ya?’

‘Aku tidak peduli siapa pemuda itu, bukan urusanku!’ ujar Bos Park tak peduli tapi ia tetap mengikuti arah pandangan IU.

‘Hya…tentu saja bos harus peduli, dia itu artis terkenal dan punya jadwal yang sangat padat, membiarkan dia menunggu seperti itu tentu tidak baik bukan?’

‘Aigoo…Kau coba menipuku lagi, aku tidak peduli. Meskipun kau bilang pemuda itu Sungmin Super Junior, aku tidak akan pernah percaya padamu,’

‘Omo! Bos Park, kenapa kau bisa tahu kalau dia itu Sungmin Oppa? Kau memang memiliki mata yang tajam.’

‘Wuahaha…YA! Berhenti menipuku!’ Bos Park muntab.

‘Kenapa masih menuduhku penipu, Bos Park? Bukankah sudah jelas, benar dia itu Sungmin Oppa. Bos Park gunakan kaca matamu,’ IU meraih kacamata yang tergantung di leher baju Bos Park dan memasangkan benda itu ke mata Bos Park.

Meski kesal setengah mati, Bos Park tetap mematuhi anjuran IU, ia berusaha memfokuskan pandangannya ke sosok yang berdiri di depan mobil putih itu. Tapi, Bos Park masih tak yakin, pandangannya masih buram. Bos Park pun meraih teropong yang tergantung dileher bawahannya, Kim Hil Bong. Begitu Bos Park menurunkan teropong dari matanya, raut wajahnya terlihat berubah menjadi lebih excited.

‘Waa, benarkah yang aku lihat?’ IU mengangguk-angguk. ‘IU-ah, anakku sangat mengidolakan Sungmin. Dan aku mengidolakan Siwon. Bisakah kau menitipkan salamku pada mereka dan mintakan juga tanda tangan mereka,’Bos Park berubah 180o, membuat IU shock setengah hidup.

‘Bos Park, jadi kau percaya padaku? Aku ini bekerja sebagai asisten di asrama Super Junior, mana mungkin aku berdusta padamu. Jadi, hutangku satu minggu lagi ya Bos? Anyeonghaseyo Bos Park. Akan kusampaikan salamku pada mereka semua!’ IU tergesa-gesa menginggalkan Bos Park dan menghampiri Sungmin.

‘Mianhe Oppa, urusanku dengan ahjussi itu tidak bisa ditinggalkan. Ayo, Oppa! Kita berangkat,’ IU menaiki sedan putih Sungmin menuju tempat yang telah dijanjikan Ommanya Sungmin. Nyonya Lee meminta IU menemaninya berbelanja pakaian yang akan ia pakai untuk peresmian café Sung Jin besok, dan Sungmin disuruh untuk menjemput IU ke kampusnya. Untung saja mereka memiliki jadwal kosong yang sama sebelum acara peresmian, yaitu hari ini. IU baru saja selesai kuliah dan Sungmin hanya punya satu kegiatan dijadwal malam nanti yaitu mengisi acara di Sukira bersama Ryeowook.

Sebenarnya, IU bingung bila di ajak berbelanja, apa lagi belanja dengan nyonya Lee, IU tidak pernah berbelanja barang-barang mahal.

‘Ajumma, mianhe aku tidak tahu menahu soal pakaian, ajumma salah orang mengajak berbelanja. Kalau begini kan, aku percuma saja diajak,’ hanya kalimat itu yang sering terlontar dari mulut IU ketika Nyonya Lee menanyai pendapat IU soal pakaian. ‘Eh, tapi ini cocok untukmu ajumma, warna ini sedang tren sekarang dan sangat cocok dengan kulit ajumma,’ tambah IU kemudian.

‘Aigoo, lihat itu! Siapa yang dari tadi mengaku tidak tahu menahu? Sekarang malah jadi orang yang paling tahu segalannya,’ Nyonya Lee berdecak dan terkekeh. ‘Nona, aku akan mencoba baju ini,’ tambah Nyonya Lee sambil membawa pakaiannya ke ruang ganti. Sungmin hanya terkekeh dan menggeleng saja memperhatikan dialog kedua wanita itu.

Sementara Nyonya Lee berada di ruang ganti, IU tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat-lihat baju yang terpajang di butik ternama itu. Pakaian-pakaian mahal yang indah.

‘Kau coba saja mana yang paling kau sukai,’ bisik Sungmin tiba-tiba muncul begitu saja di samping IU.

‘Memangnya boleh mencobanya meski kita tidak beli Oppa?’ tanya IU polos.

‘Kenapa tidak dibeli? Kau suka dan mencobanya tentu saja akan dibeli ‘kan?’ Sungmin malah bertanya balik sambil memajukan bibir penuhnya.

‘Oppa, yang benar saja, mana sanggup aku membeli pakaian semahal ini!’ bisik IU ketelinga Sungmin. Sungmin mundur, sedikit kaget karena IU mendadak mendekatinya.

‘Siapa bilang kau yang membelinya, Diajak Omma berarti kau akan dibelikan pakaian itu,’ ujar Sungmin yang juga tak kalah berbisik.

‘Ish, memangnya aku ini gadis manis apaan? Aku bukan gadis yang suka mengharapkan imbalan!’

IU berkeraskepala menolak bahwa pakaian mahal itu tak pantas ia terima dengan cuma-cuma. Tapi, seperti kata Sungmin, Nyonya Lee memang sangat berniat untuk membelikan IU pakaian itu.

Nyonya Lee wanita yang sungguh baik, pikir IU. Padahal ia hanya membantu Nyonya Lee dan Sung Jin dalam mempersiapkan café dua hari yang lalu; sebagai mahasiswi yang kuliah di tata boga, IU memberikan arahan yang cukup berarti untuk keamajuan café Sung Jin, dan sekarang IU membantu Nyonya Lee memilih pakaian, ya, sebenarnya lebih tepat dibilang hanya menemani. Tapi, IU malah dibelikan pakaian yang luar biasa mahal dan indah ini.

Akhirnya IU menerima pakaian itu setelah perdebatan yang cukup alot dan setelah letih berkeliling melihat-lihat ini itu, akhirnya mereka makan siang di sebuah restourant yang juga membuat IU tak dapat menahan ucapannya. ‘Ya Tuhan! Kenapa kita mesti makan di tempat semahal ini?’ IU pun buru-buru membekap mulutnya begitu menyadari Nyonya Lee sedang menertawai dirinya. Oh malu sekali.

Ketika dalam perjalanan pulang Nyonya Lee sepertinya sudah sangat kelelahan sampai ia tertidur di jok belakang.

‘Oppa,’ ujar IU tiba-tiba, ada kegugupan dari suaranya. Sudah lama sebenarnya ia ingin menanyakan ini, tapi selalu ia tak berani. Berbicara dengan Sungmin Oppa entah kenapa rasanya tidak sesantai ketika ia berbicara dengan Eunhyuk atau Oppadeul yang lain.

‘Hmm?’ Tanya Sungmin dengan tatapan yang masih lurus ke jalanan.

‘Pernahkah Oppa merasa bosan dengan kehidupan oppa? Kesibukan oppa dan semua kegiatan yang sudah ditentukan untuk seharian penuh itu. Apakah kau pernah berada dipuncak kejenuhan oppa?’ IU memiringkan kepalanya menatap Sungmin lekat-lekat.

‘Hyaa, kau sudah seperti wartawan saja IU-ah, pertanyaanmu berat sekali. Tentu saja rasa itu ada. Setiap manusia pasti pernah merasakan itu. Tidak terkecuali artis seperti kami. Aku sering dilanda perasaan bosan, dan terkadang ingin melarikan diri dari ini semua. Tapi itu tidak mungkin, satu-satunya cara adalah aku akan usahakan agar rasa bosan itu tidak mengusaiku dengan melakukan sesuatu yang bisa membuat aku senang, melakukan kegiatan yang aku sukai. Aku akan buat hidupku senyaman mungkin. Sama saja ketika kau menyetrika, jika kau bosan dengan pekerjaan itu, lakukanlah sambil menonton televisi, yang penting hasil pekerjaanmu tetap bagus. Ya kan?’

Sungmin melirik IU sekilas, tersenyum dan kembali memusatkan perhatiannya pada jalanan yang mulai gelap.

‘Hmm…Oppa ketika kau berkeinginan ingin lari saat itu, atau sesaat ingin menghilang dari dunia keartisamu, apa yang kau pikirkan saat itu?’

‘Aku berfikir….mmm, pasti aku tak bisa membayangkan akan seperti apa aku jika keluar dari Super Junior, atau dunia keartisan ini. Aku hanya akan berusaha mensyukuri apa yang telah kudapatkan hari ini, menjadi diriku sendiri dan tidak ingin berkeinginan jadi seseorang,’

‘Oppa aku bingung,’ IU menggaruk-garuk lehernya yang tidak gatal.

‘Haha…Maksudku, jika aku yang adalah member Super Junior, boy band papan atas Korea yang mendunia ini tiba-tiba berfikiran, sepertinya bagus jika aku jadi orang biasa, bukan artis maksud ku, pastinya seseorang yang seperti kau IU, gadis biasa dengan kehidupan yang juga biasa,’

IU melirik Sungmin dan memanyunkan bibirnya.

Sungmin terkekeh dan melanjutkan perkataaannya,’dan ketika aku sudah berada pada posisimu, aku yang menjadi orang biasa itu apabila suatu ketika bertemu dengan artis yang sangat populer selevel member-member Super Junior, atau bisa juga karena disebabkan oleh kehidupan biasaku yang sangat buruk, mungkin aku juga akan berfikiran ingin seperti artis Kupikir banyak orang di luar sana yang juga ingin seperti diriku. Tapi, tentu itu tak kan pernah bisa, aku adalah aku dan mereka adalah mereka. Jadi, kenapa aku harus menyia-nyiakan hidupku yang sangat berharga ini dengan selalu berkeluh kesah, karena tidak semua orang bisa menjadi sepertiku. Aku harus menikmati setiap hidupku. H2N; Hadapi, Hayati dan Nikmati,’ ujar sungmin lembut sambil terkekeh lagi. Sebuah kekehan yang sangat gurih dan renyah (?).

 

*****

‘Anyong…’ sapa gadis yg berdiri di sebelah IU gugup. Gadis itu tampak berbeda…selain penampilannya yang berbeda, ekspresi wajahnya juga berbeda…ada gurat ‘ketidakpercayaan dengan apa yang tengah ia lihat’ tergambar diwajahnya

Semua member Super Junior yang sedang berkumpul untuk sarapan menoleh dan menghentikan semua tindakan yang sedang berlangsung.

‘Anyeong…’ balas mereka sambil menatap gadis asing yang berada disamping IU. Tidak lama kemudian tatapan-tatapan itu beralih ke arah IU untuk meminta penjelasan.  Siwon yang baru muncul langsung menuangkan jus jeruk ke gelas dengan malas-malasan, menoleh sesaat sebelum meneguk minumannya, tapi setelah menegak habis jus buahnya ia kembali menoleh dan ekspresinya langsung berubah, tidak menyangka ternyata ada gadis asing memasuki dorm mereka. Ryeowook yang berebut sereal dengan evil maknae Kyuhyun akhirnya memutuskan mengiklaskan sereal terakhir itu demi melihat kedatangan dua yoja cantik. Si evil tersenyum devil  penuh kemenangan mengabaikan suara yoja yang baru saja memberi salam. Shindong dan Sungmin yang lebih awal memulai sarapan sepertinya akan meyelesaikan suapan terakhirnya. Shindong terdiam sesaat menyaksikan yoja yang tengah menjadi pusat gravitasi itu. Namun, setelah tetes terakhir, serealnya ludes dan ia membalas salam dengan masih tak mengalihkan tatapannya dari si pemberi salam dan tidak lama kemudian Shindong berdiri. Ia membuka lemari dan mengeluarkan kotak sereal yang ia sembunyikan beberapa hari yang lalu. Kotak sereal itu masih utuh, belum dibuka sama sekali. Ryeowook dan si Evil Magnae melongo, saling bertatapan, kemudian, menatap sereal  itu dengan penuh minat. Yesung masih sedang mengunyah pelan sambil tersenyum ramah dengan tatapan tajamnya. Kangin sedang menghentikan tangan Yesung yang akan melahap sereal dengan maksud mengalihkan sendok Yesung yang berisi penuh sereal ke mulutnya, namun tindakan itu ia urungkan juga karena alasan yang sama; ada dua yoja cantik yang datang pagi-pagi buta. Donghae tidak ada (mungkin sedang mandi, atau masih tidur) Eunhyuk, Heechul, Hangeng, Ki Bum juga belum ikut bergabung.

‘Ooo…Siapa yoja cantik di samping kamu itu, IU-ah?’ celetuk Teuki histeris sambil meletakkan kembali susu cair yang baru saja akan ia tuang ke sereal, Teuki melangkah pelan menghampiri dua yoja cantik itu sambil merapikan rambutnya yang agak berantakan karena baru bangun tidur. Ia mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan diri (padahal semua orang udah kenal), ‘leeteuk imnida.’

‘Ningrum imnida,’ balas Ningrum semakin gugup.(ya iyalah berdiri sedekat ini dengan Super Junior? Ow  gk kuku)

‘Ne…Dia ningrum,  adik kelasku di kampus,’ Ningrum manggut-manggut ayu khas Indonesia menyetujui penjelasan IU.

‘Ningrum mau menolongku bekerja karena aku besok akan ujian…Mianhe, aku tidak membicarakan ini terlebih dahulu. Ini mendadak, boleh kah aku mengajak Ningrum ke sini selama seminggu ini?’ jelas Iu panjang lebar dengan gaya khasnya, ceria dan lincah, namun tak dapat menyembunyikan rasa tak enaknya.

‘Waa…Kamu teman yang baik Ningrum-ah…’ seru shindong sambil mengunyah serealnya, rambutnya tak kalah acak-acakan.

‘Oh anni! Aku menolong IU onnie karena ada maksud tersembunyi, sebenarnya aku ingin bertemu dengan bintang KPOP idolaku…Aku adalah ELF dari Indonesia yang menimba ilmu di negeri ini,’ ujar Ningrum dengan bahasa Korea yang fasih sambil menunduk malu-malu.

‘Waaah, Indonesia?’ seru semua member, menunjukkan rasa takjub mereka, histeris dan ekspresif dengan wajah-wajah bangun tidur.

‘Meskipun ELF, hari ini aku akan berusaha profesional dengan pekerjaanku,’ ujar Ningrum sambil menganggukkan kepalanya pelan.

‘Woooa…Orang Indonesia ternyata sangat jujur ya,’ goda  Shindong.

Semuanya terkekeh. Ningrum tersenyum malu-malu, namun kegugupannya perlahan-lahan mencair.

‘Aigooo, tidak hanya baik, dia juga jujur dan profesional ya,’ celetuk Sungmin dengan gaya imutnya. Ningrum senyum-senyum lagi.

‘Hya… Jangan memujinya terus menerus…Lihatlah dia jadi malu. Tidak hanya baik hati, jujur, dan profesional dia juga pemalu?’ ledek leetuk lagi.

‘Yaa…! Kemanhee…! Kajja, Ningrum-ah kita mulai bekerja,’ IU meraih tangan Ningrum dan menariknya menuju pencucian piring yang piring kotornya sangat menumpuk_sambil merenggut.

Para pria-pria tampan itu terkekeh karena merasa telah berhasil menggoda yoja nan cantik jelita di pagi buta.

‘Ningrum-ah, kamu mencuci piring dan membersihkan meja ini aku akan menyapu, ya?’ ujar IU sambil menunjukkan cara bagaimana mencuci piring di dorm SUJU. Baru saja IU akan meraih sapu dan Ningrum akan menyabuni piring pertama, sebuah teriakan membekukan keributan.

‘YAA! DONGHAE-Sii! Apa yang kau lakukan?!’

Tidak lama kemudian seorang pemuda dengan tertawa terbahak-bahak berlarian dari arah sumber suara. Pemuda yang berlarian itu buru-buru bersembunyi di belakang  teukie.

‘Wae!? Wae!?’ Leeteuk antusias ingin tahu, ekspresinya menunjukkan ia gembira dan tidak sabar ingin menyaksikan kelucuan apa yang akan terjadi. Dan seorang pemuda lagi mengejar pemuda yang pertama sambil berteriak-teriak, ‘ya! Donghae-ah!’

Begitu pemuda kedua -yang rupanya adalah Eunhyuk- menampakkan mukanya, semua orang yang berada diruang makan itu sontak tertawa. Wajah Eunhyuk penuh dengan coretan-coretan spidol berwarna hitam.

Shindong yang mulutnya penuh makanan nyeletuk sambil ngakak memegangi perutnya (gimana bentuknya coba? apa gak muncrat tuh makanan?), ‘yaaa dengan wajah begitu kau memang pantas dijuluki monkey huaaa’. Tawanya diikuti yang lain, Sungmin tertawa imut dengan kekehan yang gurih banget didengar (kayak gmn ya…pasti kebayang deh kita semuakan udah kenal gimana tertawanya umin oppa), Yesung tersenyum sedikit sambil mengunyah sereal dengan tatapan tajamnya yang juga tersenyum. Kangin juga ikut tertawa, seperti biasa matanya menghilang. Siwon tersenyum kucing, Kyuhun tertawa evil.  Eunhyuk yang mukanya amburadul tambah kacau karena kesal. Bola mata Eunhyuk mengelilingi ruang makan dan berhenti ketika ia menangkap ujung piyama berwarna biru menyembul di belakang Teuki. Teuki terkekeh tenang, sementara Donghae semakin mengecilkan diri bersembunyi di belakangnya.

Sebelum Eunhyuk menyambar Donghae, Heechul muncul dengan wajah cantiknya meski bangun tidur, (kecantikan seseorang dapat dinilai ketika bangun tidur, jika tetap cantik berarti kata cantik memang pantas untuknya hehe dapat ilmu dari mana?) namun matanya mengatakan lain, ia nguap-nguap masih mengantuk. Dengan malas-malasan campur kesal, Heechul menggaruk perutnya yang tidak gatal dan merengek, ‘yaaa kenapa kalian berisik sekali?’                         Di belakang Heechul, menyembul Hangeng yang juga dengan wajah bangun tidur, rambut awut-awutan, menggosok-gosok kepalanya sambil mengernyit, mengerang ‘arghhh kenapa kepalaku sakit?’ (hihi kangen banget ma hanchul couple) Yang terakhir muncul adalah (hayo siapa?) Ki Bum, Ki Bum malah sudah rapi jali dan wangi. Rupanya bangun tidur dia terus mandi dan tidak lupa menggosok gigi. Melihat Ki Bum selesai mandi, Sungmin beranjak dari tempat duduknya. Ia menuju kamar mandi sesampai dikamar mandi ia mulai membersihkan dan merapikan ruangan itu. Pekerjaan ini biasanya dilakukan IU. Menggosok setiap sudut kamar, merapikan pakaian kotor dan memasukkannya ke kantong besar untuk dibawa ke laundry ternyata tidak sesulit yang Sungmin bayangkan selama ini.

EunHyuk mendapatkan Donghae. Ia merenggut kerah piyama Donghae. ‘A~a~’ jerit Donghae dengan irama yang indah. (coba ingat filem Attack On the Pin Up Boys, di akhir filem sehabis nyanyi dan joged bersama yang ada Leeteuknya, si Fishy kejepit Teukie, trus dia teriak-teriak ‘aaa’ gitu…imut deh…haha gak penting bgt) .

‘Ya! Donghae-sii, apa yang kau lakukan? Aku akan membalasmu!’ bentak Eunhyuk ke kuping Hae, sangar.

‘Yaaa…Sudahlah, ada gadis-gadis cantik di sini, kalian masih saja bertingah seperti anak-anak. Anak-anakku apa kalian tidak malu pada dua yoja cantik itu?’ Teuki berusaha menengahi sambil mengedikkan dagunya ke arah Ningrum yang sedang mencuci piring. Mendengar ‘dua yoja’ disebut-sebut, EunHae reflek menoleh ke arah tatapan teuki. Benar, ada gadis cantik asing di sana. Gadis itu menoleh sesaat lalu tersenyum sambil menganggukkan kepala. Melihat senyum manis Ningrum yang menyihir, Hae dan Eunhyuk mematung, memajang tampang oon mereka. Secara otomatis Hyuk melepaskan Donghae. Hae merapikan diri dan dalam waktu yang bersamaan couple yang biasa dikenal EunHae itu mengangguk, serta  memberi salam, mendadak berubah jadi sok imut, ‘anyonghaseo.’

Hanchul dan Kibum menyusul, ‘anyong…,’sapa mereka. ‘Nugu?’ celetuk Heechul dengan tampang melongo nan cantiknya.

Ningrum meletakkan piring-piringnya, lalu membalas salam namja-namja tampan itu? Setelah berkenalan, Ningrum melanjutkan pekerjaannya. Sementara itu semua member kembali keaktivitas mereka masing-, ada yang mandi, ada yang membersihkan kamar mereka, dan ada juga yang bersiap-siap akan berangkat untuk menjalankan jadwal yang padat seharian penuh. IU sedang mengelap kaca, merapikan setiap ruangan. Ningrum belum juga selesai mencuci piring ketika Sungmin mendekatinya. Sungmin membantu Ningrum mengelap piring-piring yang sudah dicuci. Ningrum mencegahnya, tapi Sungmin bersikeras ingin membantu dengan alasan ingin mengobrol mengenai Indonesia. Yey!! Jarang-jarang ketemu orang Indonesi, kataanya.

‘Ningrum-ah, kenapa kau memilih jurusan tata boga di Korea?’ Sungmin mengawali pembicaraan sembari mengelap piring yag telah di cuci Ningrum di sebelahnya.

‘Hehe,’ ningrum terkekeh malu-malu memikirkan jawaban yang akan diucapkannya.          ‘Alasan yang sepele Oppa, karena aku sering nonton drama Korea, dari sana aku berfikir orang Korea memperkenalkan makanan tradisionalnya lewat drama, aku jadi mengenal makanan makanan tradisional Korea karena begitu seringnya di tampilkan di sebagain besar drama Korea, bahkan ada movie dan drama korea yang bertemakan makanan tradisionalnya. Karenanya aku juga berkeinginan untuk memperkenalkan makanan tradisional dan kebudayaan negeriku seperti itu, lewat drama atau apa pun itu. Jadi, kenapa aku memilih belajar di Korea, tentu saja bukan karena makanan tradisionalnya, tapi aku tertarik dengan bagaimana mereka memperkenalkan makanan tradisional dan kebudayaan mereka ke seluruh dunia, dan satu lagi…aku memilih kuliah di sini tentu saja dengan harapan agar aku bisa bertemu dengan Oppadeul Super Junior,’ jelas Ningrum panjang lebar dengan bisikan di kalimat terakhirnya.

‘Waaa…kau hebat Ningrum-ah,’ puji Sungmin takjub.

‘Ah biasa saja Oppa,’ balas Ningrum rendah hati.

‘Mudah-mudahan kau…’

‘OMO!!!’kalimat Sungmin terpotong oleh sebuah teriakan yang membuat Sungmin dan Ningrum sontak menoleh ke arah sumber suara.

‘Kenapa sepatu-sepatu ini sudah rapi? Aku bahkan belum menyentuhnya,’seru IU kaget sambil memelototi sepatu-sepatu itu satu persatu.

‘Ada apa?’ Teukie datang tiba-tiba begitu mendengar suara berisik IU.

‘Nih Oppa, kenapa sepatu-sepatu ini bisa serapi ini sebelum kusentuh?’ ujar IU bingung sambil menunjuk-nunjuk barisan sepatu dan sendal yang sudah tersusun rapi.

‘Ya ampun IU, kukira ada apa, kau ini mengagetkan seisi dorm,’ ujar Heechul yang sudah bersiap-siap akan berangkat untuk menjalankan serangkaian aktivitas wamilnya bareng Kangin (di sini mereka wamil bareng di bagian pelayanan masyarakat ya?)

‘Tuh, si Sungmin yang merapikannya tanyakan saja padanya,’ timpal Kangin yang muncul di belakang Heecul sambil membetulkan letak tas punggungnya yang padat.

Semua mata tertuju pada Sungmin, menunggu jawaban. Yang ditanya malah tergagap sembari mengedikkan kepalanya kekiri dengan imutnya, ’aaa… Kenapa sepatu saja bisa menjadikan semua orang heboh begini…?’ Sungmin menggosok-gosok tengkuknya yang tidak gatal, menyembunyikan kegugupannya.

‘Haaa! Kau mencurigakan sungmin-ah,’ ujar Heechul yang sudah ada di samping Sungmin sambil memegang bahu Sungmin yang langsung mematung.

‘Hah?’ Sungmin benar-banar gugup.

’Aku tahu, kau ingin menarik perhatian Ningrum bukan? Sungmin-ah, kau suka pada Ningrum?’ tanya Heechul blak-blak-an pada Sungmin yang mulai terlihat bingung untuk menjelaskan kesalahpahaman ini.

 

******

Uhuk! Uhuk! IU tersedak Jajangmyon ketika menonton sebuah tayangan televisi. Bukan canelnya yang bermasalah, bukan pula program acaranya yang membuat IU tersedak.

‘Sungmin-sii, benarkah itu?’ presenter mengulangi. Kamera pun menyorot wajah-wajah seluruh member yang didera shock sesaat, saling pandang dan detik kemudian langsung terbahak-bahak. Eunhyuk yang paling keras. Kemudian, kamera menyorot orang yang sedang ditanyai oleh presenter. Dan, melihat wajah yang masih tersenyum itu, entah kenapa IU merasa lega tak beralasan. Yang benar saja, mana mungkin seorang pembantu seperti dirinyanya digosipkan berusaha mendekati Sungmin Super Junior hanya karena alasan yang sangat dramatis, yakninya hanya untuk membayar hutang.

 

TBC

Sangat diharapkan kritik dan sarannya

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s