Casamentero Us [2-2]

Nama Author : AlChoi.

Genre : Romance

Category FF : Chapter  Twoshot

Rating :  PG-17

Cast : – Taemin

–          Jee

–          KAi

Other cast

 

******

Author POV

Sudah berapa hari Jee mengurung diri dikamar tidak sekolah dan tidak makan. Aiden oppa sangat khawatir dengan keadaan adik perempuan satu-satunya itu. Jee mudah saja sakit kalau kondisinya tidak stabil apalagi ia punya penyakit maag. Aiden oppa berjalan menuju ke kamar Jee. Membuka pintu kamar Jee dan medapatkan adiknya sedang melamun dibalkon kamarnya.

“Jee, ayok makan” kata Aiden lembut sambil mengelus rambut adik kesayangannya itu. Jee hanya menggeleng.

“oppa..”panggil Jee pelan. Aiden mengambil duduk disamping adiknya itu. ”iya. Kenapa adikku?” kata Aiden sambil memandang wajah adiknya lembut.

“aku pernah bermimpi dan akhir-akhir ini juga bermimpi mimpi yang sama..” Jee menghentikan ceritanya sejenak. Aiden hanya diam mendengar kelanjutan cerita Jee “..dimimpi itu ada anak kecil laki-laki dan perempuan ditaman bermain dan anak kecil yang perempuan memberi kalung dengan anak kecil yang laki-laki dan mimpi Jee ini hampir serupa dengan cerita Taemin semasa kecil dulu” Jee menyudahi ceritanya matanya tetap fokus dengan pemandangan kota Seoul dari balkon apatermentnya.

“dari mana kau tau sama dengan cerita Taemin?” kata Aiden lembut mengelus rambut adeknya lagi.

“taemin pernah cerita dan ada kalungnya juga,oppa” jelas Jee setengah melamun.

“Jee..mau dengar cerita oppa?” kata Aiden penasaran dan halhasil membuat kepala Jee mendongkak ke arah Aiden. Raut wajah Jee membilangkan semoga-cerita-bagus-oppa “baiklah sepertinya kau penasaran… mimpimu dan cerita Taemin itu ada kaitannya. Apalagi masalah kalungnya? Masih ingat tidak dulu oppa membeli kalung untuk kita ber-empat di Paris untuk aku , Minwa, Jee dan Robby?” Aiden menghentikan ceritanya membiarkan Jee untuk berfikir sebentar namun otak Jee sangat lama sekali mengingatnya. Aiden mengeluarkan sebuah kalung dari lehernya mengasih tunjuk pada Jee. Jee sepertinya sudah bisa mengingat kembali. Nampak dari wajahnya agak kaget.

“kalung ini sama seperti Taemin punya! Tunggu.. dulu oppa juga memberikannya padaku seperti ini tapi aku menghilangkannya. Minwa dan Robby juga punya kalung seperti ini! Oppa kan dulu marah karena aku menghilangkan kalung ini” cerewet Jee sambil memegang kalung yang melingkar di leher Aiden tersebut.

Aiden menggeleng “bukan menghilangkannya tapi kau memberikannya ke anak laki-laki kecil yang bernama Taemin waktu kau kecil.  Awalnya aku marah karena aku sengaja membelikannya supaya kita nampak saudara tapi semua seperti takdir. Setahun yang lalu, Taemin datang bersama orang tuanya kemari ingin bertemu dengan umma dan appa untuk masalah perjodohan kalian. Aku nampak Taemin memakai kalung yang aku berikan untuk kau, awalnya kaget aku sudah berpikiran negativ pada Taemin kemarin kalau kau bukan menghilangkannya tapi Taemin mencurinya. Lalu, ia menjelaskan tentang kalung itu diberi seorang gadis waktu dia kecil” jelas Aiden menyelesaikan ceritanya. Jee mencerna cerita Aiden barusan seperti Jee mulai mengingatnya kembali.

“iya aku ingat sekarang ,oppa..” suara Jee pelan setengah senang campur sedih kecewa. “oppa juga bilang padanya kalung itu milikku?” tanya Jee yang masih penasaran. Aiden mengangguk “aku bilang padanya bahwa kalung itu milik adikku Jee . aku membelikkannya untuk aku dan adik-adikku Minwa, Jee dan Robby” jelas Aiden lagi ntah sejak kapan Jee sudah menangis dan Aiden memeluknya.

“untuk sekarang sia-sia untuk disesalkan aku dan Taemin sudah berakhir..” kata Jee terisak. Aiden hanya dapat memberikan kelembutan pada adiknya untuk sekarang. “cepat atau lambat masalah ini pasti ada jalan keluarnya. Daripada kau sedih mending kita berdua berkencan saja” kata Aiden mengubah suasana menjadi ceria dan melepas pelukan dari adiknya tersebut.

“boleh,aku belum pernah mencoba berkencan dengan oppaku sendiri” kata Jee mencoba untuk ceria juga.

 

******

Sudah berapa hari ini semenjak kejadian Jee datang kerumahku masalah salah paham itu. Aku menghubungi Jee tapi Jee tidak mengangkat telfonnya. Aku menghubungi rumahnya selalu Aiden  hyung yang mengangkat alasannya Jee lagi pergi, Jee lagi sekolah, blablabla. Aku kesekolahnya sudah 3 hari Jee tidak masuk sekolah alasannya sakit tapi aku tidak yakin dia sakit. Aku bertanya dengan Minwa, Minwa mengindariku dan mogok bicara. Aku bertanya pada Song dia bilang tidak tau apa-apa tapi aku tau dia menyembunyikan sesuatu.

“tuan,ada telfon untukmu” kata ajjumma dari luar kamar. “gomawo ajjuma” teriakku dari dalam kamar. Semoga saja dari Jee dan aku mengangkat telfon disamping tempat tidurku.

“yobohaseyo?” kataku bersemangat

“sepertinya kau bersemangat sekali ya tuan Lee” terdengar suara mengejek disana.

“kau! Sudah puas melihat masalahku sekarang!” Taemin murka mendengar suara siapa yang menelfonnya.

“SANGAT PUAS! Aku hanya memberi pelajaran sedikit padamu” KAi menekan pada kata SANGAT PUAS dan tertawa setan disebrang sana “tenang saja setelah ini aku tidak akan mengganggumu lagi Taemin” . Lalu, aku  menutup telfonnya keras. aku mencari kontak yang bernama Minwa di ponsel dan menekan bebepa nomor di telfon tadi. Kalau aku menelfon lewat handphone Minwa tidak mau mengangkatnya.

“minwa ini aku Taemin… bisa kita bertemu?…. kumohon kali ini jangan seperti ini,Min?…. di tempat biasa tunggu aku 20 menit lagi” aku menutup telfon dan bergegas menuju ketempat Minwa sedang menunggu.

20 menit sesuai janji sekarang aku berada di restaurant pribadi milik keluarga blasteran Korea-Indonesia tersebut. Aku masuk kedalam dan mencari sosok Minwa yang sedang duduk di tengah restaurant. Aku langsung menghampiri Minwa dan duduk didepannya.

“tanpa basa basi ada apa Taemin?” kata Minwa dingin.

“aku tau kenapa kau marah, ini semua Cuma salah paham. Tolong aku,aku ingin bertemu Jee dan menjelaskan semua” kataku mengemis bagaimanapun aku harus bisa melunakkan hati Minwa dulu.

“salah paham katamu? Setelah melihat foto mesra kau dan Sulli? Sunggu tidak dipercaya rupanya kau masih berhubungan dengan gadis tu setelah menyuruh Jee mencoba menjalani hubungan kalian. Bersyukurlah kau karena Jee belum belum melaporkan tingkahmu pada orang tu kami” terukir senyum menyindir disudut bibir Minwa. Benarkah? Jee belum melapor?

“Sulli suka menemuiku untuk kami berhungungan seperti dulu tapi sudah berapa kali aku bilang padanya aku sudah di jodohkan dia tetap saja ngotot. Beberapa hari yang lalu dia datang lagi untuk minta yang terakhir kalinya tapi jawabku tetap sama dan Sulli minta untuk kencan terakhir kalinya aku menurutinya sampai sekarang dia tidak menggannguku lagi. Dia sudah pindah ke Jepang” Jelasku panjang lebar dan Minwa hanya menggapinya masih tidak percaya

“karena Sulli pindah kau kembali ke Jee lagi?” masih nada menyindir keluar dari Minwa lagi. Ayoklah, Minwa kau teman dekatku kenapa kau seperti ini.

“ku mohon Minwa percayalah padaku. Aku mencintai Jee bukan karena perjodohan, aku mencintainya tulus” kataku tulus kata-kata itu keluar dari mulutku begitu saja. Minwa terdiam sejenak.

“baiklah, datang nanti malam jam 7 kerumah” kata Minwa sebelum ia beranjak pergi dari meja.

*****

“oppa pergi dulu ya adikku sayang” pamit Aiden oppa sambil mencium keningku. Pakaian oppa rapi sekali , pasti mau ketemu orang special.

“oppa mau kemana? Oppa tega sekali meninggalkan aku sendiri” kataku ngambek.

“masa oppa harus mengabiskan waktu bersamamu terus? Kita kan sudah berkencan tadi siang, oppakan juga punya pacar” kata Aiden oppa santai dan menuju kearah pintu apartement. Aku mengikuti Aiden oppa dari belakang.

“benarkah? Kenapa oppa tidak cerita padaku? Kapan-kapan oppa harus mengenalkan pacar oppa ke Jee ya” kataku senang. Akhirnya Aiden oppa yang dingin oppa terhadap cewek selain aku akhirnya bisa juga memiliki pacar.

“aku takut kau tidak suka makanya oppa tidak kenalkan. Oke,kapan-kapan oppa kenalkan ke kau dan umma appa juga. Aku pergi dulu ya” kata Aiden oppa senang mungkin karena dia mau ketemu orang yang special mungkin. Sebelum Aiden oppa menutup pintu ia melambaikan tangan ke aku. Aku membalasnya sedikit geli lihat Aiden oppa ketawa girang sendiri.

Baru 5 menit Aiden oppa keluar suara bel apartement bunyi. Dasar oppaku itu pasti dia meninggalkan barangnya lagi. Aku membuka pintu lagi dan mendapat seseorang namja tinggi yang membelakangi pintu.

“maaf.. mau cari siapa?” kataku supaya orang itu membalikan badannya.

“mau cari Jee. Apakah ada?” katanya lagi masih posisi yang sama.

“aku sendiri. Tuan, bisakan kau membalikan badanmu?” kataku ragu-ragu. Bagaimanapun mana enak berbicara dibelakangin begini. Lalu, namja ini membalikan badannya dan betapa terkejutnya orang yang dirindukan beberapa hari ni ada didepannya.

“Taemin..”suaraku pelan namaun tetap terdengar oleh taemin

“Jee..” panggil taemin. Aku masih diam, ia menatap aku-merindukan-mu dan ia memelukku dalam. Aku masih diam di tempat.

“Jee,maafkan aku. Maafkan aku” suara Taemin terisak. Dia masih memelukku, pelukannya sangat kuat, aku tidak bisa bernafas

“Taem, aku tidak bisa benafas… lepaskan duluu” aku berusaha bicara karena pelukana Taemin makin kuat. Taemin melepaskankan pelukannya “maaf..”

“masuklah dulu” kataku mempersilahkan Taemin masuk. Aku dan taemin menuju keruang keluarga dan duduk di sofa depan tv. Kami hanya diam sekitar 15 menit.

“ada apa?” tanyaku memecahkan keheningan. Pedih rasanya mengingat foto-foto yang didapatkan beberapa hari yang lalu.

“maaf” kata itu keluar dari mulutnya lagi.

“hanya itu yang bisa kau ucapkan selama apa yang kau lakukan padaku?!!” emosiku tak tertahankan keluar begitu saja. Taemin bodoh cuma itu yang bisa di ucapkannya? Selama apa yang dilakukannya padaku. “kau tidak datang pada malam itu karena perempuan dalam foto itu jugakan?!” teriakku lagi. Taemin hanya diam memandangi Jee.

“Jee kau salah paham.. aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa. Oke, dulu kami ada hubungan Sulli pacarku dulu tapi setelah aku dijodohkan aku meninggalkannya dan memilih perjodohan” jelas laki-laki didepanku ini. Namun aku tetap tidak puas dengan jawabannya.

“oh, namanya Sulli. Jadi kau memilihku karena perjodohan bukan karena kau mencintaiku” kali ini aku memelankan suaraku. Sungguh sakit, rupanya dia berselingkuh dengan mantan pacarnya dulu. Mataku mulai berair tapi aku harus tahan.

“aku mencintai dari dulu! Asal kau tau aku mencarimu dari dulu semenjak kau memberi kalung ini-“ Taemin mengeluarkan kalung dari baju kemejanya “-aku bersyukur dengan perjodohan ini dan meninggalkan Sulli demi kau!” kali ini bukan aku yang emosi , Taemin juga mengeluarkan emosinya. Aku diam. rasa sakit di perutku datang lagi, tolong jangan sekarang tunggu masalah ini selesai.

“selamat Lee Taemin karena kau berhasil memainkan hatiku. Kau telah berhasil membuat aku mencintaimu!! Kau pasti senangkan karena aku menyatakannya deluan? Pasti kau merasa senangkan?” kataku masih keras dengan ke egoisan. Kali ini aku tidak bisa menahan sakit diperutku sekarang. Aku perlu obat. Aku membalikan badanku menuju dapur dan semua gelap.

 

*****

TAEMIN POV

 

Aku membawa Jee ke kamarnya, Ia tiba-tiba pingsan. Mungkin akhir-akhir ini dia tak mengontrol makannya udah jelas dia punya penyakit maag. Aku menatapnya terus, wajah yang aku rindukan beberapa hari ini ,wanita beberapa saat lalu marah padaku. Sekarang tertidur lemas didepanku. Aku menyuruh bibi yang bekerja disini membuatkan bubur untuk Jee.

“Taem..” kata-kata itu yang pertama keluar dari mulutnya Jee baru sadar.

“Jee, aku disini” kataku masih menggenggam tangannya. Dia tersenyum, senyum yang aku rindukan beberapa hari ini.

“Aiden oppa dan Minwa sudah pulang?” seperti suara bisikan tapi masih terdengar jelas di telingaku. Jee berusaha duduk, aku pun membantunya

“aku sudah menghubungi mereka tapi aku melarang mereka pulang. Biar Aiden dan Minwa menikmati kencan mereka” jawabku tersenyum melihat Jee mengangguk seperti anak kecil.

“oya,sudah berapa hari tidak makan nona? Aku suapkan bubur ya, buka mulutmu” suruhku dan Jee menurutinya membuka mulutnya seperti anak kecil. Aku ketawa melihatnya.

“keonampah kehtawao?” katanya tidak jelas padahal dia masih mengunyah nasi di mulutnya.

“wajahmu cantik sekali makanya aku ketawa” kataku bohong sebenarnya aku tawa karena tingkahnya. Tapi wajahnya memang cantik juga sih. Wajah Jee tiba-tiba merah karena malu.

“jangan menggodaku!”katanya pura-pura ngambek padahal aku tau dia menutupi saltingnya. Aku mendekati ke tubuh Jee. Jee agak terkejut.

“mau.. apa kau?” kata Jee tiba-tiba grogi. Aku kerjain aja sekalian.

“mau membersihkan bubur disudut bibirmu saja” kataku sambil membersihkan sisa bubur di bibirnya, aku menahan tawa melihat ekspresi grogi campur kecewa di wajah Jee. Aku melanjutkan tugasku yang tertunda tadi menyuapi Jee lagi, ia menurut lagi tapi ekspresi kecewa masih ada diwajahnya. Kiraku Jee tidak suka aku ‘gitu’kan aku tetap diam dan masih menyuapi Jee. Sepertinya pekerlahian tadi Jee sudah lupa.

“aku masih ingat perkelahian tadi tapi aku tidak mau perpanjang lagi. Aku maafkan kesalahanmu dan kau jangan buat aku kecewa yang kedua kalinya. Ingat jangan selingkuh dengan siapapun!” kata Jee santai. Waow! Sepertinya anak ini bisa baca pikiran orang ya. Aku hanya mengangguk dan memberika air dan obat padanya. Dia mengambilnya dan meminumnya tanpa disuruh. Meletakkan kembali di meja disamping tempat tidurnya setelah selesai.

Aku terdiam dan Jee juga, Jee menundukan kepalanya. Aku mendekati tubuhku ke tubuh Jee dan mendongkakkan kepalanya. Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya , menyentuh bibir mungilnya. Jee menutup matanya. Aku sedikit melumat bibir bawahnya.

“pantasan saja kita tidak boleh pulang rupanya. Ckckck” seperti suara Minwa. aku dan Jee langsung menjauh dan melihat ke arah pintu sudah ada Minwa yang bersandar di dinding , Song cekikikan ngak jelas , Aiden hyung menggeleng dan NaRi-onni ala juteknya. Aku dan Jee malu karena terpergok. Apalagi Jee langsung menundukkan wajahnya.

“coba umma appa tau pasti bukan tunangan lagi jadi pernikahan langsung” canda Aiden hyung. Dan mereka ber-empat langsung cikikikan mengejek. Sialan Aiden hyung padahal aku udah bantuin dia.

“yak! Minwa Aiden oppa jangan kasih tau umma appa” rengek Jee seperti anak kecil.

“oppa cuma bercanda sayang, kami keluar dulu ya. Lanjutkan apa yang belum selesai” ledek Aiden hyung dan menyuruh ber tiga lagi ikut keluar. Setelah mereka keluar aku dan Jee hanya diam kejadian tadi.

“asal kau tau taem… ini first kiss ku.. makanya aku penasaran” jelas Jee malu-malu

“asal kau tau juga. Ini two kissku setelah Sulli” candaku. Padahal ini juga First kiss ku sewaktu pacaran dengan Sulli sebatas kiss pipi dan kening tapi tidak untuk Jee ini tidak dapat di kontrol.

“YAK! TAEMIN!”

 

THE END

 

Back Story

 

Setelah aku dari tempat Minwa. Aiden hyung tiba-tiba menelfon menyuruhku ke hotel milik keluarga mereka, mungkin Minwa yang menelfon Aiden hyung dan mencerikankan masalah barusan pada hyung-nya. Sahabatku satu itu memang baik walau ia masih marah denganku. Akhirnya aku sampai di depan hotel berbintang lima ini dan masuk menuju kelantai atas masuk tanpa basa basi ke kantor Aiden hyung.

“Taemin sudah datang” sapa Aiden hyung sambil mempersilahkan Taemin duduk. “aku baru juga sampai, tadi aku mengajak kencan adekku sendiri” kat Aiden hyung santai.

“hey! Hyung tidak minta izin denganku di calon istriku tau” ujarku kesal masa dia kencan dengan adiknya sendiri kenapa tidak dengan wanita lain saja.

“tanpa restuku kalian tak akan menikah nanti, dia adik kandungku ingat?” kata Aiden hyung tetap santai. Akhirnya aku diam saja dari pada kelahi masalah sepele.

“kau mau baikkan dengan Jee? Tapi ada satu syarat” kata Aiden hyung sambil menyodorkan minum padaku

“aku sudah tau kalau minta pertolonganmu harus ada imbalannya hyung” kataku malas. Ini pasti ada hubungan dengan sepepuku yang jutek itu.

“aku ingin kencan dengan sepupumu yang jutek itu. Bisa di atur nanti malam, calon adik iparku?” kata Aiden hyung enteng. Aku sudah tebak apa yang dia minta, seleranya aneh suka sama cewek yang jutek.

“iya baiklah” jawabku malas.

“oya, Minwa juga minta dia mau kencan dengan Song malam ini biasa kau tau dengan ala gratis”

Ya tuhan mereka berdua ini terus memporoti aku tapi demi Jee aku lakukan walaupun saudaranya sendiri yang poroti aku. Padahal kekayaan orang ini berlimpah dan tidak ada kurangnya, mungkin ini cobaan untuk medapatkan Jee. Dasar Minwa juga terlibat ada udang dibalik batu

“iya calon kakak iparku” jawabku geram. Terukir senyum khas Aiden bukan senyumnya sedikit setan sekarang.

 

 

 

Hallo~ mencoba buat FF lagi. Sudah lama ngak ngetik-ngetik, lagian aku juga rindu dengan WonderFanfic udah lama ngak ngetik-ngetik disini. Sebenarnya Alchoi Cuma nama samaran. Kalau mau kenal lebih dekat follow aja ya @queentaar .

Aku mohon saran dan kritiknya. Jangan silent reader please. Satu comment menjadi satu kebahagiaan untuk saya.

 

muchas gracias ! ({})

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s