Every Day With SUJU – Part 4

Title : Every Day With SUJU? (part 4)

Tag  :  Super Junior, IU

Genre : Frienship (?)

Rating : All Age?

Author : Rahmi SarangheSUJU

Mianhe readers FF ini masih gaje dan semakin ngawur, maklum masih amatiran. Terimakasih kepada Admin yang telah mempublis dan terimakasih juga untuk pembaca yang memang telah sudi membaca (?) Happy Reading.

*****

Dari keadaan dorm yang sunyi tanpa adanya suara-suara yang biasanya memenuhi segala sudut ruangan dorm sepertinya penghuni dorm ini belum pulang. Sungmin meraih handuknya, yang tersampir di dekat pintu kamar mandi. Baru saja sungmin akan meraih knop pintu kamar mandi, mendadak pintu kamarnya terbuka dan…

       ‘Hyuung,’ suara-suara sekelompok bocah-bocah menghentikan langkahnya.

Yang muncul pertama adalah si ikan teri Eunhyuk dan couplenya, si ikan mokpo Donghae.  Teriakan itu lengkap dengan wajah penuh senyum konyol mereka. Di belakang mereka berjejer  member lain yang  menatap Sungmin sambil tersenyum.

‘Hyung kau sudah baikan? Kami membelikan makanan kesukaanmu,’ Eunhyuk melangkah sambil menyodorkan kantong berisi makanan di tangannya, di susul donghae dan yang lain.

‘Oya, IU mana hyung? Dia bilang mau menjagamu sampai kami pulang…Tapi, waktu kami masuk tadi, pintu dorm terbuka begitu saja,’ujar Eunhyuk heran setelah menyodorkan benda yang tadi berada di tangannya.

‘Oh ya? Jadi, sekarang dia tidak ada di dorm?’ Eunhyuk mengangguk-angguk.

‘Hyaa, mana aku tahu seharian ini aku hanya bisa berbaring saja,’ semua orang yang berada di kamar itu saling menatap, dan penasaran sebanarnya apa yang tengah terjadi.

‘Biar aku yang cari IU, mungkin saja dia keluar sebentar dan lupa mengunci pintu, kau mau mandi, bukan? Sana mandi, kau bau sekali, sehabis mandi baru makan makananmu itu,’ Teuki meraih kantong berisi makanan yang ada di tangan Sungmin dan mendorong Sungmin ke kamar mandi. Ia meletakkan makanan itu di meja di samping ranjang Sungmin dan keluar untuk mencari IU. Member lain mengikuti, keluar menuju kamar masing-masing meninggalkan Sungmin, kecuali Kyuhyun yang memang satu kamar dengan Sungmin.

‘Iya hyung, kau mandi saja, biar aku yang siapkan makanmu,’ tambah Kyuhyun sebelum Sungmin memasuki kamar mandi.

‘Kyuhyun-ah, sejak kapan namamu berubah jadi angel magnae?’ ujar Sungmin yang membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya.

‘Sejak hyungku sakit-sakitan! Kau puas?’ ujar Kyuhyun tajam kembali seperti biasanya. Sungmin terkekeh.

Begitu Kyuhyun sampai di dapur ia mendengar keran air yang berasal dari kamar mandi dan tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka dan muncullah IU di sana. Kemunculan yang tiba-tiba itu membuat Kyuhyun kaget.

‘Ya! Kau membuatku kaget saja, kemana saja kau. Pintu dibiarkan terbuka, dipanggil-panggil tidak menyahut. Kau membuat kami semua khawatir!’ teriak Kyuhyun nyaris membentak-bentak.

‘Oya? Aku tadi…? Oh, tadi itu aku… mengantar Ommanya Sungmin Oppa ke bawah, begitu kembali ke sini perutku terasa sakit, aku langsung ke kamar mandi. Mianhe, aku terburu-buru dan tidak sempat menguncinya, aku pikir aku sudah menutupnya, ternyata belum ya,’ IU nyengir sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.

 

*****

IU menghempaskan badannya di kursi kantin. Biasanya meskipun lelah, setidaknya IU masih bisa menggerakkan seluruh tubuhnya. Tapi sekarang rasanya seluruh persendiannya hendak copot. Beberapa hari yang lalu adik IU menelpon, mengabarkan bahwa sang adik hendak masuk sekolah menengah atas. Dan dibutuhkan biaya yang cukup besar untuk biaya pendaftarannya. Sementara IU juga membutuhkan biaya untuk membayar SPP semester barunya. Bagaimana caranya IU bisa mendapatkan uang itu? Sementara gajinya hanya cukup untuk membiayai kuliah, uang kontrakan dan biaya hidupnya sehari-hari dan selebihnya memang selalu ia kirimkan untuk keluarganya di kampung halaman, tapi tidak dalam jumlah banyak seperti yang ia butuhkan sekarang. Meminjam ke Hyung Menejer, itu tidak mungkin. Hyung Menejer sudah begitu sering membantunya.

Sebuah tepukan di bahu IU, membuat ia terbangun dan menoleh ke arah orang yang baru saja menepuk bahunya.

‘Masih belum menemukan solusinya?’ IU mengangguk serya memanyunkan mulutnya.

‘Ck, IU-ah mianhe…aku tak bisa berbuat apa-apa untuk membantumu,’ gadis yang baru saja duduk di samping IU menunjukkan rasa penyesalannya karena tidak bisa membantu.

‘Tidak apa apa, kau sudah bersedia mendengarkan keluh kesahku saja itu sangat luar biasa bagiku. Yu Na-ah! Kau yang terbaik! hehe,’ IU mengacungkan ibu jarinya sambil tersenyum.

‘Masalah apa chingu?’seorang gadis yang baru pertama kali di temui IU tiba-tiba sudah berada di antara mereka. IU memang tidak memperhatikan sekelilingnya, bahkan ia tidak sadar gadis itu sudah berada bersama mereka semenjak kedatangannya bersama Yu Na, hanya IU saja yang tidak perhatian karena begitu terfokus pada masalahnya.

Yu Na melihat tanda tanya di wajah IU dan buru-buru menjawab, ‘dia Chaerin, park Chaerin. Kami baru saling berkenalan di pustaka tadi. Padahal kita sering sekelas di kelas Bahasa Inggris ya?’ ujar Yu Na yang di sambut anggukan oleh Chaerin.

‘Ne’

‘Jurusan apa, Chaerin? Oh, IU imnida,’ IU sampai lupa memperkenalkan diri karena rasa kagetnya belum hilang.

‘Aku Jurusan Seni. Na Ra-sii, sedang ada masalah rupanya? Bolehkah aku tahu?’ ujar Chaerin dengan nada bercanda.

‘Oh…Bukan masalah yang berarti kok, hanya masalah keuangan,’ IU mencibir dan terkekeh menertawai dirinya sendiri.

‘Benarkah? Hm kebetulan, aku punya teman yang omnya pasti bisa membantumu. Jangan khawatir, omnya temanku itu bukan rentenir, tapi pekerjaannya memang begitu, memberikan pinjaman kepada siapa saja yang membutuhkan uang,’

‘Hyaaa, benarkah Chaerin-ah, ya Tuhan…aku beruntung sekali bisa bertemu denganmu hari ini. Di mana aku bisa menemui Omnya temanmu itu Chaerin-ah?’

 

*****

IU POV

‘IU-ah. IU-ah. Hey, bangun!’ sepertinya ada seorang pangeran yang menginginkan aku bangun. Kalau memang betul, ayo bangunkan aku dengan ciumanmu. Aku kan putri salju yang hanya akan bangun pabila dikecup seorang pangeran.

‘IU-ah!’ sekarang sang pangeran menggoyang-goyang tubuhku. Bukannya aku tak mau bangun, tapi mataku ini benar-benar berat sekali, sepertinya memang aku harus di kecup dulu.

‘Biarkan saja hyung, dia sepertinya lelah sekali,’ ya benar aku memang sangat lelah sekarang.

‘Hya, bangun babo! Masakanmu gosong!’ kuakui suara yang satu ini sangat sukses tak hanya membuat mataku terbuka, tubuhku pun reflek berdiri. Seorang namja tampan dengan evil smirknya berdiri tepat di hadapanku dan kuyakini suara yang terakhir tadi adalah milik namja ini.

‘Oppa,’ rajukku setelah sadar tidak ada yang gosong.

‘Kenapa kau masih di sini?’ tanya Kyuhyun Oppa, kulihat Teukie Oppa dan Sungmin Oppa juga memandangiku sambil terkekeh seolah-olah aku adalah makhluk paling terlucu saat ini.

 

Author POV

‘Aku hanya mengisi waktu, hmmm… Oh Tuhan! Waktuku tinggal 5 menit lagi,’ IU menatap jam di dinding lalu mulai bergerak cepat mempersiapkan dirinya untuk berangkat. Ia harus bekerja lagi, untuk membayar hutang. Pekerjaan tambahan yang dimulai pukul tujuh tiga puluh malam hingga pukul dua belas malam.

IU bergegas merapikan buku-buku dan alat tulisnya dan memasukkan benda-benda itu ke dalam tas. Karena saking terburu-burunya, IU sampai lupa ada beberapa pasang mata yang masih menatapnya.

IU menatap ketiga pasang mata itu dengan maksud hendak berpamitan, tapi yang IU temukan malah tampang-tampang orang yang menunggu penjelasan.

‘Oh mianhe Oppadeul, aku terburu-buru, makan malam sudah aku siapkan. Aku masih di sini karena jarak tempat kerjaku dekat dari sini, kalau harus pulang dulu kejauhan bolak baliknya. Jadi, kuhabiskan waktuku di sini menunggu sampai masuk jam kerjaku sambil menyelesaikan tugas kuliah. Tapi, seperti yang Oppadeul lihat, bukannya menyelesaikan tugasku, aku malah ketiduran, hehe,’ IU mengangkat tangannya dan meraih kerah jas semi formal Kyuhyun dan mengibas-ngibaskan tangannya di sana, seolah-olah sedang menyingkirkan debu.

‘Oppa, tidak ada yang marah kan jika aku ketiduran di sini?’ tanya IU kemudian.

Kyuhyun memutar bola matanya, membalas tatapan konyol IU yang seperti tatapan seorang dokter mata yang sedang memeriksa kedalaman mata pasiennya. Retina, pupil, lensa; masih utuh (?).

‘Ya! Bocah, jangan kebanyakan gaya. Pergi sana, cepat!’ Kyuhyun mengibaskan tangannya, tanda mengusir, lalu pergi begitu saja.

Setelah berpamitan dengan Sungmin yang terduduk lemah di sofa, benar-benar lelah sepertinya dan berpamitan pada Tukie yang akan beranjak ke kamarnya, IU pun berangkat.

 

*****

Entah bagaimana cara IU hidup, tapi dia tetap bisa bertahan di tengah-tengah rutinitasnya yang sangat padat. Orang yang hanya melihat sepintas lalu mungkin beranggapan IU terlalu naif. Sesungguhnya, di dunia ini apa yang diinginkan oleh seorang anak manusia sehingga harus mati-matian begitu? Kenapa harus sebegitu kerasnya terhadap diri sendiri?

Justru dari sanalah IU bisa hidup, jika tak berjuang sekeras mungkin ia tak akan mendapatkan kebahagiaan. Kebahagiaan ketika keluarganya dapat terbantu oleh hasil kerjanya yang tak seberapa, kebahagiaan ketika ia berdiri di atas kaki sendiri dan mewujudkan impiannya suatu hari kelak.

‘IU-ah dengarkan baik-baik, jika kau mengidolakan Super Junior, entah kenapa aku malah mengidolakanmu,’ ujar Euhyuk di suatu siang yang mendung. Super Junior hari ini libur dari segala aktivitasnya dan kebetulan cuaca di luar sedang mendung membuat mereka malas untuk beranjak dari dorm, kecuali Yesung yang sudah berada di H & G, dan Siwon yang sedang berkumpul dengan keluarga tercinta di istina megahnya.

‘Kenapa begitu?’ tanya IU sambil melipat pakaian yang sedang di setrikanya. Eunhyuk berdiri di samping IU dengan bertopang dagu pada tangannya. Kedua sikunya ia tumpukan ke meja dimana IU sedang menyetrika.

‘Kau rajin sekali, kami sudah minta hyung menejer mencarikan orang untuk membantumu di sini, tapi kau malah ngotot ingin mengerjakannya sendiri. Apa kau tidak kelelahan?’ tampak sekali raut wajah khawatir di wajah Eunhyuk.

‘Itu bukan rajin namanya, tapi serakah!’ Kyuhyun menyela tiba-tiba ketika ia melewati Enhyuk dan IU, hendak ke dapur mengambil minum. Mulut  Kyuhyun memang tajam, tapi dia tidak akan melakukan itu pada sembarang orang. Kyuhyun tahu, IU adalah tipe orang yang tidak akan mempan dengan katajaman mulut Kyuhyun.

‘Tentu saja aku ngotot ingin mengerjakan semua pekerjakan ini Oppa, aku memang mengaharapkan bayaran ekstra itu, khekee,’ ujar IU tak tahu malu.

‘Tapi, segigih apa pun kau bekerja kenapa kau tak kunjung kaya?’ Eunhyuk bertanya dengan polosnya.

‘Oppa,’ bisik IU tiba-tiba dan ikut-ikutan menyamakan posisi dengan Eunhyuk, menumpukan kedua sikunya ke meja dan menopang dagunya dengan kedua telapak  tangannya.

‘Hya, Oppa kau mau menuduhku sebagai gadis yang tidak masuk akal bukan?’

Eunhyuk memutar bola mata, tapi ia tak diberi kesempatan untuk bicara.

‘Salahkan dirimu Oppa, kenapa aku sampai begini,’ sekarang Eunhyuk membesarkan bola mata.

‘Kenapa bisa begitu?’ tanyanya.

‘Karena aku mengidolakanmu dan Oppadeul yang workaholic itu. Bukankah seorang idola akan memberikan inspirasi kepada penggemarnya? Kau lupa ya waktu itu kau ‘kan pernah berbicara di sebuah majalah, aku saja masih ingat, “ketika aku tumbuh, keluargaku tidak kaya, aku bersumpah bahwa aku akan melunasi utang keluarga dan membuat orangtuaku bahagia saat aku debut.. pemikiran itu berubah menjadi rasa tanggung jawab”. Oppa, kata-katamu melecut semangatku. Kita sama Oppa. Kita sama-sama mempunyai kekuatan dari semua itu untuk melakukan semuanya dengan usaha terbaik kita. Aku yakin Oppa bisa, tentu saja aku juga bisa.’

‘Jinja? Hya, ternyata aku ini benar-benar idola sejati ya, idola yang tidak hanya disukai tetapi juga menginspirasi,’ Eunhyuk memamerkan gummy smile-nya masih dengan posisi yang sama.

‘Pokoknya kalian semua adalah inspirasiku, bahkan Jong Woon Oppa membuatku meneteskan air mata ketika membaca kata-katanya di majalah itu, “Namun, ketika aku kelas 2 di sekolah menengah atas, Ibuku bersikeras bahwa ‘anakku bisa menyanyikan lagu jauh lebih baik dari penyanyi aslinya,’ lalu Ia sendiri yang memutuskan untuk mendaftarkanku ke audisi SME, Ia lebih memikirkanku lebih dari aku memikirkan diriku sendiri, ‘kan? Tetapi karenanya, aku dapat menyanyikan sebuah lagu di depan kalian sekarang. Jadi, aku begitu menghargai betapa besarnya Ia peduli padaku”, IU menirukan perkataan Jong Woon yang ia baca beberapa waktu yang lalu di majalah ANAN. ‘Apa lagi pas ingat sebelum debutnya Yesung Oppa. Semua teman Yesung Oppa yang sama-sama menjadi trinee dengannya sudah pada debut semua, sementara dia belum juga debut, dan itu membuat Ommanya Yesung Oppa menangis. Tapi, kesedihan Ommnya Yesung Oppa bukannya membutnya menyerah, malah Yesung Oppa tambah semangat, hiks,’ IU tak bisa menahan emosinya, entah benar-benar sedang manangis atau bukan, yang jelas ia sedang sibuk menghapus air matanya sekarang. ‘Kisah yang sangat Inspiratif bukan?’ tambah IU.

‘Iya, tapi kisahku yang jauh lebih inspiratif dan mengharukan bukan?’ ujar Eunhyuk tak terima, ia ingin pujian IU ditujukan hanya untuk dirinya seorang. Namun, Eunhyuk mulai ikut-ikutan mengusap matanya yang tak berair.

‘Ho-‘oh,’ IU mengiyakan dengan polosnya sambil masih terisak.

‘Ya! Apa-apaan kalian?’ Kyuhyun yang baru saja kembali dari dapur dan melewati mereka memukul pantat dua orang korban drama tersebut.

‘Oppa! kenapa memukul pantatku juga?’ IU mengusap-usap pantatnya yang baru saja di tabok Kyuhyun.

‘Wae? Kenapa aku tak boleh memukul pantatmu? Ini jalan umum, siapa saja boleh lewat sini. Ini bukan tempat untuk ajang kontes pantat seksi! Ara!?’ Kyuhyun geram tak beralasan.

‘Ish…’ tangan Eunhyuk gatal sekali ingin menjitak kepala Kyuhyun tapi ia kalah cepat, Kyuhyun berkelit dan berhasil menghindari jitakan Eunhyuk.

 

*****

‘Oppa, saranghe! saranghe! saranhe!’ gadis yang baru saja mengucapkan kata-kata sakral itu melonjak-lonjak di setiap kata yang ia ucapkan. Membuat Eunhyuk yang baru saja pulang dan menemukan seorang gadis yang seperti cacing kepanasan menyambutnya begitu pintu terbuka, ternganga.

Seseorang yang memang sudah berada sejak siang di dorm karena tidak ada aktivitas lagi, tersedak dan terbatuk-batuk di sudut ruang tamu dorm. Teukie yang sedang menikmati teh esnya tidak tersedak dan menoleh kepada pemuda yang tengah tersedak ramen yang sedang ia lahap. Teukie menyodorkan teh es-nya agar pemuda itu sembuh dari batuk-batuknya.

‘Aish…minggir!’ Kyuhyun yang muncul di belakang Eunhyuk meletakkan telunjuknya tepat di jidat IU yang tidak lagi seperti cacing kepanasan dan sekarang berganti ekspresi layaknya orang yang sedang mendapatkan durian runtuh. Sumringah. Akibat dorongan telunjuk Kyuhyun, IU pun terdorong ke belakang, membiarkan Kyuhyun melewatinya dan masuk ke dalam.

Eunhyuk malah mematung dan tidak beranjak dari depan pintu. Ia juga ikut-ikutan sumringah.

Setelah membiarkan Kyuhyun lewat, IU kembali memusatkan perhatiannya pada Eunhyuk.

‘Oppa, aku semakin jatuh cinta padamu!’ pernyataan IU yang terakhir ini mengembalikkan kesadaran Eunhyuk. Ia mulai melangkah, tidak berdiri di depan pintu lagi. IU mengikuti Eunhyuk, berjalan di sampingnya.

‘Sungguh?’ ujar Eunhyuk sumringah dengan Gummy smile yang biasa menghiasi wajah eksotisnya (?).

‘Ne! Kau tau, tadi temanku yang punya gummy smile sepertimu bercerita panjang lebar padaku. Kemaren lusa, dia menonton variety show-mu Oppa, dan sangat excited gara-gara itu,’ IU berjalan di samping Euhyuk dan ikut duduk ketika Eunhyuk duduk. Tapi sebuah jitakan menghentikannya. Pletak!!

‘Aw!’ IU menoleh pada pemuda yang yang ada di sampingnya. Dan sebuah pelototan milik Kim Hechul menyambut tatapan IU.

‘Jangan sok berbahasa Inggris di sini, kau pikir kami semua akan mengerti?’ sembur lady Hee Hee galak.

‘Ish, Oppa!! Maksudku, sehabis  Min Ji menonton Eunhyuk Oppa di variety show itu. Min Ji berubah Oppa,’ IU kembali menatap Eunhyuk. ‘Awalnya, Min Ji adalah gadis yang selalu minder. Dia juga punya Gummy smile, Oppa. Tapi, dia selalu tidak percaya diri dengan itu, bahkan berniat akan operasi plastik. Tapi, setelah dia yang memang ELF mendengar Oppa bangga dengan Gummy smile-nya Oppa, Min Ji seolah-olah mendapat kekuatan. Dia sekarang jadi sangat luar biasa PD,’ IU meninggikan kepalan tangannya dan melayang-layangkannya di udara, pertanda ia sangat bersemangat.

‘Oya? Baguslah kalau begitu,’ ujar Eunhyuk rada kecewa, ia sempat mengira pernyataan cinta IU adalah nyata.

‘Hyaaa…Aku kira ada berita besar apa, kau berlebihan!’ Kyuhyun melempar bantal yang sedari tadi dipegangnya ke arah IU, lalu beranjak ke kamarnya. Teukie hanya terkekeh kebapakan (?) menertawai tingkah bocah-bocahnya (?). Sungmin yang duduk di samping Teuki tak berselera lagi melajutkan melahap ramennya. Kerongkongannya terasa perih karena sempat tersedak ramen yang disebabkan oleh alasan yang tak jelas.

‘Oppa saranghe!’ kali ini IU mengucapkannya dengan serius yang membuat seseorang yang tadinya tersedak, tersedak lagi untuk kedua kalinya hanya saja bukan lagi karena ramen, kali ini tersedak karena teh es yang sedang ditenggaknya.

Semua mata tertuju lagi kepada IU.

‘Selalu-lah seperti ini Oppa! Menjadi idola yang menginspirasi semua orang! Lakukanlah semua hal yang terbaik, bukan untuk siapa pun, tapi justru semuanya hanya akan kembali padamu. Terutama cinta ELF, kau pantas mendapatkannya,’ ujar IU benar-benar diserius-seriuskan, layaknya tokoh utama yang sedang menyatakan cintanya dalam sebuah drama. Setiap ucapannya selalu didramatisir.

Eunhyuk sampai tak bisa berkata-kata, wajahnya semakin cerah saja.

‘cinta! cinta! Jangan terlalu sering mengatakan satu kata itu. Kau mau membuat seseorang mati jantungan di sini?’ Teukie memukulkan kain lap yang baru saja di ambilnya ke arah IU, dan menyerahkan kain lap itu ke tangan Sungmin yang baju di bagian dadanya basah karena semburan teh es.

‘Waeee? Kenapa aku tak boleh mengucapkannya Oppa? Oppa tau, begitu aku mengucapkan kata-kata itu rasanya seluruh rongga dadaku yang tadinya hampa mendadak dipenuhi oleh cinta. Aku merasa jadi gadis yang penuh cinta. Oh, betapa indahnya hidup yang selalu dipenuhi cinta. Makanya, Oppa sering-seringlah mengatakannya!’

Eunhyuk yang masih duduk di samping IU, terkekeh takjub dengan gadis ajaib ini. Kim Heechul masih bertahan dengan pelototan andalannya, hanya saja sekarang segaris senyum menghiasi bibirnya.

‘Cha! Oppa,’ IU merapikan kemeja Eunhyuk, yang membuat Eunhyuk mengangkat sebelah alisnya, seolah-olah ingin bertanya apa yang sebenarnya sedang dilakukan IU.

‘Sudah ya, hanya itu saja. Aku mesti melanjutkan pekerjaanku. Bai  Oppa,’ IU bangkit dan meninggalkan semua orang yang masih belum pulih betul dari serangan kecengoan.

 

****

IU sekarang seperti seorang buronan, sudah beberapa kali ia mengendap-endap, melangkah, berpindah dari satu tempat persembunyian ke persembunyian lain. Hanya untuk menghindari rentenir! Sebenarnya, tidak bisa juga di bilang rentenir, soalnya renternir tidak ada yang sebaik dua orang pria itu. Bos Park Kang Su (anggap saja begitu ya) dan anak buahnya, Kim Hil Bong. Ini semua salah IU, sampai-sampai mereka harus mencari IU sampai ke kampus. Soalnya, jatah bayar hutang ke Bos Park, IU kirimkan ke Ommanya untuk membeli obat-obatan Appa yang mendadak saja sakit. Jadi, ia bolong bayar hutang bulan ini.

‘Ya! Ya! IU-ah! Mau kemana kau!? Sampai kapan kau akan kabur dariku, oh?’ IU mendadak berhenti begitu sebuah teriakan muncul dari seseorang yang berada tepat di belakangnya.

‘Jangan lari! Kita bicarakan baik-baik, Oke?’ bujuk Bos Park.

Dengan pikiran bahwa Bos Park benar, bahwa mereka harus membicarakan masalahnya dengan baik-baik, IU berbalik menghadap Bos Park.

‘Kenapa kau selalu menghindariku akhir-akhir ini, hah? Kau bersalah padaku sehingga kau mesti lari dariku?’

‘Hehe, Bos, bukan begitu. Aku hanya malu bertemu denganmu karena aku tak sanggup membayar hutangku sekarang,’ IU berusaha tersenyum, namun tak bisa dipungkiri ia cukup takut berhadapan dengan kedua pria ini. IU sendirian, jika ia diculik di sini tidak ada yang tahu. Bodoh sekali kenapa ia tidak minta di antar Yu Na saja sampai depan. Tapi, jika ia di antar Yu Na, persembunyian IU bisa ketahuan, walau kenyataannya sekarang sudah ketahuan.

‘Aigoo, malu? Jadi, bertindak seperti orang yang lari dari tanggung jawab seperti ini tidak merasa membuatmu malu?’ Bos Park memamerkan evil smirknya yang membuat bulu kuduk IU merinding. Aish…kenapa ia sampai terlibat dengan orang seperti Bos Park. Jujur, ia bukan ingin lari dari hutang, ia hanya takut dengan Bos Park.

‘Mi…mianhe Bos Park, bukan maksudku lari, aku hanya takut bertemu Bos Park. Bukankah aku sudah mengirimkan sms, meminta kepada Bos Park agar pembayaran hutangku ditangguhkan.’

Mereka sudah berada di depan kampus sekarang, sehingga orang-orang yang berada di sekitar itu melirik penasaran kepada mereka bertiga, seolah-olah mempertanyakan apa yang akan dilakukan kedua pria bertampang angker itu kepada IU.

‘Sms? Kau mencoba membohongiku? Aku tidak menerima sms apa pun darimu!’

‘Be-benar Bos Park, aku mengirimnya ke nomormu,’ujar IU gugup, bagaimana caranya ia lepas dari orang-orang ini? Sementara, telpon genggamnya sudah bergetar-getar di dalam tas. Itu pasti Sungmin oppa yang sudah lama menunggunya di parkiran mobil.

‘Ah, sudahlah aku tak peduli lagi dengan sms itu. Sekarang, kita sudah bertemu ayo bayar hutangmu.’

‘Aku tak punya uangnya sekarang, Bos Park. Berilah aku waktu satu minggu lagi, ya?’

‘Satu minggu lagi? Bisakah kau dipercaya? Hya…IU-ah, sebenarnya aku percaya padamu, tapi melihat kau sembunyi-sembunyi seperti tadi membuat kepercayaanku kepadamu luntur.’

Mereka sudah berada lebih dekat ke parkiran mobil, dengan fikiran yang terbagi antara takut pada Bos Park dengan perasaan tak enak karena telah membiarkan Sungmin menunggu, IU melirik sekilas ke arah deretan mobil-mobil yang berada di parkiran yang letaknya tidak jauh dari halaman fakultas. Dan tepat saat itu, seorang namja dengan jas hitam semi formalnya lengkap dengan syal tebal yang melingkar dileher dan topi hitam yang bertengger dikepalanya sedang mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan melambai-lambaikannya dengan sekuat tenaga ke arah IU.

IU mengabaikan pemuda itu sejenak dan kembali memusatkan perhatiannya kepada Bos Park.

‘Mianhe Bos Park, sudah kubilang aku tak bermaksud sembunyi darimu, aku ini kan teman keponakanmu juga Bos Park, bagaimana bisa aku menipu paman temanku? percayalah padaku,’ IU menoleh lagi ke arah Sungmin dan melihat pemuda itu masih sibuk melambai-lambai padanya seolah IU masih belum melihat keberadaannya. IU membalas lambaian Sungmin sejenak, meski masih dalam perasaan sedikit-sedikit kahawatir karena masalahnya belum selesai.

Sungmin melihat ada yang berbeda dari IU yang tidak membalas lambaianya dengan ceria seperti sifat yang selalu ia tunjukkan pada semua orang. Dan Sungmin pun melihat dua orang pria yang sedang berbicara dengan IU, siapa mereka? Sungmin mengamati dengan seksama.

 

TBC

Mohon kritikan dan sarannya. saya akui, FF ini benar-benar jauh dari kata bagus…hiks.

2 thoughts on “Every Day With SUJU – Part 4

  1. Ffx lucu..smph ngakak badai bcx…bwtq ff bgus tu yg alurx srius,sad,n menguras kolam air mata…naaa kl ini emang tmsuk ff gaje..tp jstr tu keunikanx..jd ttp smangat y thor!!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s