Casamentero Us [1-2]

Nama Author : AlChoi.

Genre : Romance

Category FF : Chapter  Twoshot

Rating :  PG-17

Cast : – Taemin

–          Jee

–          KAi

Other cast

 

Sudah berapa kali aku mendesah memikirkan kejadian beberapa hari yang lalu. Kini aku sudah ada disini. Korea. Kupandai kaeadaan kota seoul pada sore hari dari aparterment elite yang aku tinggal bersama oppa dan saudara kembarku. Indah. Tapi aku merindukan negara ku dilahirkan dan dibesarkan. Kenangan yang banyak aku alami disana. Indonesia. Aku merindukan teman , sahabat dan .dia. seseorang aku suka…

“Jee, waktunya makan hyung dan aku akan menunggu dibawah?” Panggil saudara kembarku dari luar kamar.

“Deluanlah,aku akan menyusul nanti min..”. Dan terdengar suara mendesah dan langkah kaki menjauh dari pintu. Aku tinggal bersama oppa dan sauadara kembarku disini. Orang tuaku dan adikku masih di Indonesia menunggu adekku tamat dari JHS, padahal aku juga akan taman tahun ini dari SHS juga namun aku dipaksa pindah dan melanjutkan sekolah disini .

Ini semua karna perjodohan sialan ini. Ini akibat hanya memiliki anak perempuan satu orang dan aku korbannya. Apa karna aku tidak pernah pacaran jadi orang tuaku harus menyuruhku mengikuti kemauannya?. Air mata pertama keluar kembali, sungguh seperti cerita dulu terulang kembali tapi dalam versi modern.

“Jee, adekku. Tolong jangan menangis lagi..” Kata oppaku sambil merangkul dari samping.

“Tapi aiden oppa mereka dengan cepat membuat sahabatku disana benci dengan ku karna aku pindah, kami sudah berjanji anak tamat dan kuliah. sekarang itu mimpi. Aku benci hidup sekarang..” Isakku di dada aiden oppa atau biasanya orang dikorea memanggilnya donghae. Cuma orang-orang terdekat yang memanggilnya Aiden.

“Sudahlah Jee.. Oppa juga udah berusaha tapi kau taukan umma tidak suka pendiriannya dibantah. Ayoklah, sini pasti kau punya banyak teman juga nanti aku dengar-dengar pergaulanmu cepat di Indonesia” kata oppaku bangga yang masih merangkulku lembut. Aku hanya mengangguk.

“Haa sayang sekali ya sudah seminggu disini tapi kau belum keliling, besok kau sudah masuk sekolah” ngambek oppaku sambil melepaskan pelukan dan memandangku kesal.

Aku hanya cekikikan kecil melihat mimik wajah aiden oppa seperti itu “kapan-kapankan bisa,oppa. Lagian kau sibuk dengan bisnis-bisnismu itu”.

“Sudah jangan dibahas lagi. Nanti kalau ada waktu kita jalan oke? Sebentar lagi Minwa dan pacarnya akan mengajakmu jalan-jalan. Ayok siap siap,Jee” dorong oppaku ke arah lemari.

“minwa masih playboy,oppa?” tanyaku malas. Aku tau sekali sifat saudara kembarku yang satu itu. Aiden oppa menggeleng “sudah tidak,ayo cepat siap-siap!”

“Iya, Aiden cerewet sana-sana keluar…” Usirku dan halhasil wajah Aiden oppa langsung merengut. Dasar babyface.
**********

 

“Jee, kau suka baju ini ? Biar kita couple mau ya?” Celoteh pacar saudara kembarku. Aku hanya menganggung bingung.

“Aduh,song. Jee mana suka baju seperti itu kau taukan seleranya.. modis” jawab Minwa menyindirku. Dasar Minwa buat malu aku tidak segitu kali.

“Yak! Song aku suka kok, jangan dengarkan Minwa iri melihat kita karna baju kita couple” sindirku balik kena kau Minwa. Minwa hanya gerutu ngak jelas. Haaa aku senang sekarang Minwa ngak playboy kayak dulu semenjak ada Song.

“Ha? Benarkah? Baguslah. Kali ini biar aku yang belikan,Jee” aku hanya mengangguk.

“oya ngomong-ngomong sudah berapa lama kau bersama Minwa?” Tanyaku pada song. Song nampak berpikir dengang tangannya di dagu dan pipinya di gembungi. Lucu sekali. “sudah hampir 1 tahun awalnya aku tidak suka karena dia playboy tapi cara dia yang tidak terduka yang membuatku ya…begitulah” jelas Song malu-malu.

“jinja?! Minwa biasa paling lama 2 minggu pacaran setelah itu cari lagi” kataku tidak percaya dengar penjelasan Song.

 

“LEE TAEMIN!!!” Teriak Minwa sambil memanggil yang bernama taemin ke arah kami. Aku dan Song langsung melihat kearah yang dipanggil Minwa. Tunggu… Tunggu.. Lee Taemin? Seperti pernah mendengar ? Dimana ya ? Lee Tae…? Oh TIDAK! Jangan bilang dia….

“Hai, Minwa” sapanya pada orang didepannya . “Kau bersama siapa kesini? Mana Song?” senyumnya manis tapi menyiksa.

“Iya ,dia lagi dikasir bersama Jee. Oya, sebentar… Jee kemarilah!” teriak kecil nyuruhku kesana. “ayok,kesana Jee” dorong Song kecil jadi aku agak maju sedikit. Aku masih di tempat memandang Taemin dingin “aku tidak mau!” jawabku tegas

“song,sifatmu!” Minwa membelalakkan matanya dan menarik tanganku kasar. Taemin tetap tersenyum sok manis padahal aku sudah menatapnya dingin.

“Lee Taemin..” Sambil menjalurkan tangannya.

“Jee..” Jawabku dingin tidak membalas tangannya.

“Jee, sifatmu tolong” kata minwa menahan amarah padaku.

“Cukup! Aku mau pulang!” Kataku agak berteriak beberapa pengunjung melihat kami bertiga. Aku langsung pergi dari sana. Muak.

“Maafkan Jee. Sebenarnya dia tak seperti itu, taem” kata Minwa yang masih terdengar olehku sebelum aku pergi dari sana.

********

Aku menghempaskan tubuhku di kasur yang lumayan besar. Pemandangan diatasku banyak bintang-bintang yang menyinari pasti Aiden oppa yang buat, haaa Aiden oppa memang cocok dijuluki oppa terhebat! . Kejadian tadi lewat di pikiranku lagi berarti itu yang namanya Taemin? Calon tunanganku? Ganteng memang tapi aku tidak yakin dia tidak memiliki pacaran. Kenapa dia tidak menolak perjodohan ? Aku dengar dari Minwa seperti itu. Aduh,Jee! Apa yang kau pikirkan? Sudahlah. Aku mau tidur saja.

“Kau kenapa menangis?” Tanya seorang anak perempuan kecil pada seorang anak laki-laki yang menangis.

 “Aku kehilangan noonaku” jawab anak laki-laki. “Hei, laki-laki itu tak boleh cengeng ayok main sama ku. Oya, aku punya lollipop 2 untukmu satu” kata anak perempuan dengan manis.

Anak laki-laki menerimanya dan tersenyum kembali. Mereka bermain bersama sampai menemui noona anak laki-laki itu. “Itu noonaku” tunjuk anak laki-laki dan mau belari ke arah noonanya.

“Tunggu! Ini untukmu. Kita pasti ketemu lagi” kata anak perempuan memberi kalungnya dan anak laki-laki mengangguk “tunggu aku ya” dan langsung lari ke arah orang ditunjuknya tadi.

Aku terbangun. Hanya mimpi….

***********

 

“Jee,maap aku tidak bisa mengantarmu. Ada mata kuliah jadi aku buru buru daaa!!!” Kata Minwa tergesah-gesah sambil mengambil roti cepat.

“Jee!!” Teriak Minwa dan berbalik lagi . “Wae?” Kataku fokus makan. “Sebagai gantinya tadi aku sudah menelfon taemin untuk mengantarmu dan jangan lupa minta maaf pada dia!!” Lalu berlari kencang keluar.

“MWO??!” Ini benar-benar shock, apa? Katanya apa? Taemin mengantarku !. “Oppa?! Oppa saja yang mengantarku!”

“Maap sayangku, oppa ada janji dengan klien.. Kau dengan taemin saja . Ara?” Kata aiden oppa lembut.

“Tapi aku tidak meyukainya opaa” kataku agak melunak menunduk melihat rok sekolahku. Pasti cara ini Aiden oppa bisa merubah pikiran.

“Jinja yo? Aku tidak yakin? Nanti kau pasti deluan yang menyukainya karena sesuatu. Lihatlah..” kata Aiden oppa santai. Tapi otak aku masih mencerna kata kata Aiden oppa. Suara klakson mobil membuarkan lamunanku.

“Jee, calon sudah datang. Cepat pergi” kata Aiden oppa mengejek dan aku pergi sambil mengentak ngetakkan kakiku.

Di jalan kami berdua hanya diam dan tidak ada satupun mau berbicara. Aku tidak ambil pusing. Aku baru ingat Taemin setahun lebih tua dari aku dan Minwa. Minwa sudah kuliah sekarang karna waktu SHS dia mengambil ekselerasi. Sedangkan aku masih SHS kelas 3.

“Nanti jangan pulang sendiri ya tunggu aku, aku kuliah disamping sekolahmu…” Kata taemin memecahkan kesunyian. Aku hanya mengangguk dan ngak sengaja aku memandang kalung yang dipakainya.

“Kenapa melihatku seperti itu? Aku gan-”

“…Kalungmu!” Kataku cepat memotong kata-katanya tadi.

“Oh,ini?” Sambil mengeluarkan kalungnya. “Seseorang anak waktu kecil aku kehilangan noona ditaman hiburan. Saat berpisah dia memberikan aku ini dan aku sudah bertemu dengan noonaku” ceritanya panjang lebar dan aku cuma menjawab cuma mengangguk.

Sepertinya aku familiar dengan ceritanya . Tapi aku dengar dimana ya ? apa cerita taemin pernah dikirim ke drama? Seperti film film saja. Ha? Mirip mimpiku kemarin. Apa hubungannya cerita taemin dan mimpi kemarin malam?

“Sudah sampai” kata taemin membuarkan lamunku.

“Oh iya terima kasih” kataku kembali dingin. Lalu keluar dari mobil taemin .
********

Lumayan juga sekolah disini temannya lumayan baik. Kiraku kayak di artikel internet orang korea sangat meremehkan orang indonesia, ternyata gosip. Aku mendapatkan kelas 12-3 . Beberapa orang disini melihatku agak lain dan beberapa dari mereka menanyakan ‘kau mirip Minwa atau kau saudara kembarnya Minwa?~’ . Apa mantan playboy itu terlalu terkenel disini? Ckck.

“Jeeeeee!!!!” Teriak seseorang dan aku mencari sumber suara “Song?” Aku agak terkejut, dia sekolah disini? Kukira dia sudah kuliah.

“Hei! kau kelas berapa ? Aku kelas 12-3” Kata Song cerewet. Aku masih tampang masih bingung.

“Aku 12-3,song” jawabku sambil tersenyum.

“Kajja! Aku antar kekelas. Pas sekali tempat duduk disampingku kosong” kata Song sambil menarikku ke kelas.

 

********

Seseorang gadis berjalan di koridor kami dalam tampang bingung bentuk wajahnya tidak seperti orang korea biasanya. Anak blasteran Korea-Asia Tenggara. Tunggu…Tunggu… mirip wajah seseorang. Mirip Lee Minwa.

“siapa wanita itu?” tanya seseorang pada orang yang disampingnya memiliki rambut berwarna hitam dan rapi itu.

“sauadara kembar Minwa namanya Jee, pindahan dari Indonesia. Seperti kau tau blasteran Korea-Indonesia” jelas yang si rambut hitam itu.

“hanya itu ?” tanya si rambut hitam ke coklatan yang merasa belum puas dengan jawaban temannya tadi.

“yang aku dengar lagi katanya dia calon tunangannya LeeTaemin” jawab si rambut hitam ragu-ragu . seperti di duganya temannya langsung berekspesi licik.

“permainan bagus, Se Hun” dengan wajah liciknya. Se Hun tersenyum yang dengan terpaksa.

 
********
Suasana kantin sekolah cukup ramai. Banyak orang berbondong-bondong masuk dari pintu kantin. Dan murid wanita disana heboh saat seseorang yang baru masuk dari pintu kantin. Aku penasaran dan melihat siapa yang baru saja yang membuat heboh. Mukanya familiar.

“Namanya KAi..” Kata Song langsung.

“KAi?” Ulangku. Sambil melanjutkan makanku

“Iya, anak populer setelah taemin. Karena kau tau wajahnya hampir mirip bukan memang mirip. Anak Presiden Korea” jelas Song sedikit tentang KAi

“Jinja? Anak Presiden? Waow! Aku sudah tebak sifatnya. Sebutkan ,song!” Kataku langsung bersemangat karena ini seperti permainan.

“Sifatnya bertolak belakang dari taemin, KAi agak angkuh dan suka-” kalimat Song gantung

“Suka apa?” Tanyaku penasaran.

“-suka melihat musuh menderita. Berhati-hatilah dengannya Jee” kata Song memperingati. Hei! Kenapa aku terlibat?

“Kenapa aku?” Tanyaku bingung.

“Dia musuh Taemin,Jee. Sepertinya KAi juga menyukaimu” kata Song sambil mulutnya menyuruh ke arah Song suruh tadi. KAi melihatku dan aku hanya tersenyum simpul.

*******

 

Bel sekolah telah berbunyi anak anak pada keluar sekolah dengan semangat. Aku dan Song berjalan santai menuju gerbang , disitu sudah ada Minwa. Sudahku tebak dia pasti mau menjemput Song bukan aku. Dasar saudara kembar kurang di harap.

“Kau pergilah deluan, jangan membuat saudaraku menunggu ” sambil mendorong Song dan pura pura ngambek . Song mendadaiku dan berlari ke arah Minwa. Minwa membuat aba-aba arah ibu jarinya menunjuk ke belakang dan pergi melesat bersama Song dengan motornya.

Aku melihat kearah yang ditunjuk Minwa tadi. Taemin? Berpelukan bersama siapa? Aku diam memperhatikan mereka. Wanita itu menangis. Lalu,wanita itu pergi sambil melambaikan tangan kearah Taemin dan Taemin membalasnya. Aku berjalan kearah Taemin yang belum tau keberaanku disana.

“Kenapa pacarmu tidak pulang bersama kita?” Katanya dingin

“Jee! Sudah pulang? Ayok,masuk!” Kata Taemin sedikit terkejut . Aku menuruti dan masuk kemobil.

“Kenapa pacarmu menangis?” Tanyaku masih penasaran masih dengan nada dingin. Taemin sedang mengendarai mobilnya.

“Bukan pacarku kok, dia bilang menyukaiku tapi aku bilang aku sudah memiliki calon tunangan” kata taemin tersenyum dan memandang ke arahku.

“Kalau kau memiliki pacar tak papa kok, itu bukan urusanku” jawabku tetap dingin.

“Bisakan kau tidak dingin denganku?” Tanya Taemin sedikit memohon

“Karena kau bencana bagiku” jawabku datar

“Sebutkan,nona?” Tanya Taemin tidak suka jawaban Jee

“gara-gara kau sekarang aku ada disini dan perjodohan sialan ini!” jelasku dengan amarah. Taemin hanya diam dan fokus pada jalan yang depannya. Dan mereka kembali diam.

*******

“Yobohaseyo?”

“Hello Lee Taemin. How are you my Twins?” Suara tertawa setan disebrang sana.

“Mau apa kau?” Amarah Taemin saat suara siapa yang menelfon. Setan keparat.

“Hai! Aku tidak boleh menelfon ? Aku merindukanmu~” tawa setannya terdengar lagi.

“Orang gila! Aku tau maksud kau! Jangan ganggu Jee-ku!!!!” Peringatan kayaknya tidak bisa membuatnya mundur.

“Jee-mu? Hei! Dia masih calon belum apa-apa!” menggertakkan giginya geram

“Aku tidak tinggal diam KAi!” Ancam Taemin

“Show time boy!” Ketawa itu kembali terdengar sebelum telfon itu mati

******

 
Aku putuskan untuk jalan jalan malam ini sendiri. Awalnya Minwa mau ikut tapi aku ingin sendiri saja. Ya aku keliling dekat dekat apatermerntku saja takut aku tersesat agak lupa-lupa jalan diseoul karna sudah 5 tahun tidak kesini. Disini cukup ramai banyak orang jalan-jalan bersama pasangannya maupun keluarga . Cuaca cukup bagus juga karena masuk musim semi. Aku berjalan dengan suasa hati yang mulai gembira.

“Jee!!” Panggil seseorang dan berlari kearahku.

“Taemin? Darimana-” kalimatku terpotong, Taemin memelukku. Kenapa dia ? “Lepaskan aku Taemin” berontakku tapi tenaganya lebih kuat. Dia makin mendekap pelukannya . Tapi kenapa diriku aman saat dia memelukku? padahal beberapa hari yang lalu kami berkelahi. Aduh, jangan gila Jee!!

“Tolong jangan pergi sendiri lagi!!” Bentaknya, matanya berair. Terasa air matanya mengenai kulit leherku. Kenapa dia?

“Kau kenapa taemin?” Tanyaku lembut. Pasti dia ada masalah. Dia hanya menggeleng dan melepaskan pelukkannya dan menatapku dalam.

“Jangan pergi sendiri lagi. Ara? Aku mencemaskanmu,Jee” pintanya kepadaku . Aku hanya mengangguk. Kenapa dia sangat mencemaskanku? Padahal kami baru kenal karena berjodohan dan bertemu beberapa kali.

“Jee, aku tau kau tidak suka perjodohan ini dan tidak menyukaiku tapi bisakah kita mencoba untuk menjalani?”. Aku diam. Ada betulnya juga kata taemin “baiklah kita coba,team”

 

***********

 

“apa yang ingin kau lakukan pada Taemin,KAi?” tanya seorang namja yang berambut warna hitam.

“hanya ingin memberi pelajaran sedikit ke Taemin” jawab yang bernama Kai itu enteng.

“kau masih kesal karena dulu Sulli lebih memilih Taemin dari pada kau?” tanya Se Hun malas melihat sifat sahabatnya yang satu ini cuma ingin kemauannya sendiri yang mau dituruti. KAi kembali tersenyum licik lagi “lebih dari itu-“ KAi terdiam sejenak dan So Hun  juga terdiam menunggu kelanjutan cerita yang di juluki tuan muda itu. “-Sulli sudah memilihnya dan aku ikhlas tapi kau tau apa? Taemin dengan blak blakkan meninggalkan Sulli karena memilih tunangannya sampai sekarang Sulli masih sedih dan aku ingin balas dendam SEDIKIT padanya” dengan menekan kata SEDIKIT dan meneguk kembali bir yang didepannya cepat.

“baiklah tanpa basa basi apa yang harus aku lakukan?” sahut Se Hun pasrah dia bakal tau KAi akan minta bantuan dia. “baiklah, kemari kau” Se Hun mendekatkan dirinya dan KAi membisikan sesuatu.

“kapan aku bisa mulai?”

 

***********

Sudah hampir 5 bulan Taemin dan Jee menjalani hubungan mereka. Ya, tanpa Jee sadari dia mulai menyukai Taemin. Jee tak mau mengakuinya dia selalu bilang hanya terbawa perasaan seandai Aiden oppa, Minwa dan Song menanyai menyangkut tentang itu.

“kenapa senyum-senyum sendiri? Pasti lagi mikirin taemin kan?” tebak Aiden oppa dan sukses membuat membuat aku malu di tambah pasangan di depanku cekikikan kompak.

“tidak kok!” kataku cepat. “salting” suara bisikan Aiden oppa dengan nada meledek tapi masih bisa terdengar.

“akui ngak!” kata Minwa paksa setengah meledek sambil garfunya mengarah ke depan wajahku.

“Min, turuni garfumu tidak sopan” sahut song sambil mengarahkan tangan Minwa ke piring lagi.

“tidak, kemarin ada film lucu makanya masih terbayang sampai sekarang” kataku asal menutup salting sendiri. Aduh kenapa dengan aku.

“mana taemin? Katanya kau mau pergi dengannya?” tanya Song mengalihkan pembicaraan.

“tidak tau, mungkin sebentar lagi..” jawabku asal sebenarnya aku cemas biasanya taemin ontime tapi ini udah lewat setengah jam dia tidak menampakkan batang hidungnya.

 

******

 

Wanita dipelukanku ini sudah beberapa hari ini datang kehadapanku. Aku jadi merasa bersalah padanya seandainya takdir berkata lain pasti aku sudah memilih Sulli. Aku membalas pelukannya.

“maafkan aku,Sulli. Ini semua salahku” kataku cuma itu yang bisa aku katakan setiap bertemunya. Tiba-tiba Sulli melepaskan pelukannya dan memuluk dada Taemin kuat. Taemin menangkap tangan tangan Sulli dan memandangi Sulli dalam. “aku tidak bisa  melakukan apa-apa” suara Taemin datar dan memluk Sulli kembali.

“Taem, bisa aku minta untuk terakhir kalinya?” tanya Sulli didekap Taemin. Taemin mengangguk “apa?”

“malam ini kita berkencan. Bagaimana? Besok akukan sudah tidak ada di korea lagi” kata perempuan memiliki tubuh kecil seperti barbie itu tiba-tiba ceria dan melepaskan pelukannya.

“baiklah, aku punya 2 tiket bioskop. Kajja!” sambil mengeluarkan tiket dari saku mantelnya dan menarik gadis mungil itu ke mobilnya. Tak ada salahnya jugakan Jee belum bisa menerimaku, aku bisa kencan bersama Sulli batin taemin

Tanpa mereka sadari di tempat lain ada orang yang mengawasi mereka dan memphoto mereka.

 

******

Dasar Taemin aku dari tadi tunggu menunggunya dia tidak datang-datang. Awas saja kalau aku ketemu dia besok aku pasti maki-maki dia. Aku lihat jam di samping tempat tidurku, sudah menunjukkan jam 11 malam. Dan… kenapa ponselnya tidak aktif? Kemana dia? Sudahlah besok saja aku ke tempatnya. Mungkin dia sakit. Aku beranjak dari tempat tidurku menuju kamar yang terletak di depan kamarku. Aku buka pintu kamar Minwa dan mencari sosok Minwa yang terdapat dibalkon sedang melamun dia sana.

“Minwa, kenapa belum tidur?” aku duduk di samping Minwa dan memandang wajah saudara kembarku yang sepertinya ada masalah. “kau ada masalah dengan Song?” namun Minwa hanya menggeleng. “ jadi?” tanyaku penasaran kalau tidak Song lalu apa?

“tidak ada aku hanya lelah” minwa beranjak dari duduknya dan langsung berbaring ditempat tidur. Aku pun melangkah keluar dari kamar minwa “good night Minwa”

 

Minwa POV

Bagaimana aku menjelaskan ke Jee. Aku nampak dengan mata kepalaku sendiri. Taemin dan Sulli kemarin jalan berdua lagi sudah 2 kali mereka terpergok. Atau jangan-jangan Taemin tidak jadi datang hari ini karena…

“Minwa,kenapa belum tidur?” suara Jee. Aku masih fokus memandang ke depan. “kau ada masalah dengan Song?” tanyanya lagi. Aku hanya menggeleng pelan. “jadi?” lanjutnya lagi yang masih belum puas karena belum dapat jawaban dari ku. “tidak ada aku hanya lelah” jawaban itu yang bisa aku jawab. Aku beranjak dari kursi dan langsung berbaring di tempat tidurku. Langkah kaki Jee menuju arah pintu.

“good night Minwa” ucapan terakhir Jee sebelum menutup pintu kamar.

“good night too my little Jee…. seandainya aku bisa menjelaskan maafkan aku Jee. Kau lebih bagus tau sendiri” aku berbicara sendiri dan memandangi sosok wanita yang baru saja keluar.

 

******

Terdapat dua orang namja yang sedang asik menikmati minuman yang terdapat di mini bar milik KAi. Salah satu namja itu sibuk dengan hasil foto yang baru saja diberi oleh namja didepannya. Terukir wajah bahagia yang bernama KAi itu.

“kerja bagus Se Hun besok pagi kau kirim lewat paket ke alamat nona Jee itu” terukir senyum licik di bibir KAi bahwa rencananya akan berjalan lancar .

“baiklah, mana alamatnya? biar aku tulis sekarang besok tinggal kirim saja” Se Hun sudah siap dengan pulpennya dan KAi memberi kertas kecil yang berisi alamat. Lalu , Se Hun tanpa babibu sudah menulis alamat di atas kertas paket.

“sebagai gantinya besok aku akan mentraktir kau minum..” kata KAi lalu dia meneguk minuman di gelasnya lagi.

 

*****

Pagi yang cerah. Cocok untuk camping rencananya hari ini mau camping karena weeken dan cuaca cukup bagus Aiden oppa mengajak camping ya walaupun kami belum mastiin dimana campingnya sih. Sekarang aku lagi packing barang yang perlu dibawa.

 

“Jee, ada paket untukmu!” teriak Aiden oppa dari bawah. Aku bergegas ke bawah dan meninggalkan pekerjaanku tadi.

“dari siapa, oppa?” tanyaku yang sudah berada di ruang tamu.

“tidak tau,tidak ada alamatnya” kata Aiden oppa santai. Aku membuka paket tersebut karena penasaran. Aku tidak percaya yang aku lihat.. beberapa foto Taemin dan seorang cewek sedang bermesraan. Tanpa terasa air mataku jatuh.

“ada apa Jee? Kenapa menangis?” kata Aiden oppa terkejut melihat aku menangis dan pandangannya ke arah yang aku pegang. Aiden oppa menariknya dan melihatnya sendiri, wajah Aiden oppa sama dengankku sama-sama shock.

“kenapa menangis Jee?” tiba-tiba Minwa datang. Dan heran melihat aku menangis, Aiden oppa hanya diam melihat foto-foto yang dipegangnya. Sepertinya Minwa juga sudah mengerti kenapa Jee menangis karena foto-foto yang di pegang Aiden oppa. Ia hanya diam.

“antarkan aku tempat taemin!” teriakku masih tetap menangis dan mencengkram bahu Minwa. Minwa hanya diam dan memandangi Aiden oppa. Aiden oppa mengangguk dan memberikan foto-foto tadi ke Jee kembali. Jee menarik Minwa keluar apaterment menuju parkiran apaterment selama di perjalan Jee hanya diam dan Minwa sesekali memandangi wajah Jee.

Baru kali ini aku melihat Jee seperti ini, dulu dia pernah juga menyukai cowok dan akhirnya Jee pindah ke sini dia tidak pernah sefrustasi seperti ini, aku tau Jee telah mencintai Taemin batin Minwa yang masih fokus mengendarai mobil hyundainya.

“aku akan menghentikan perjodohan ini..” kata Jee datar matanya fokus ke arah depan. Minwa hanya diam kalau dia ngomong pasti akan ada perkelahian tanpa ujung apalagi sekarang hati Jee tidak bisa di ajak kompromi. Minwa menghentikan mobilnya di sebuah rumah yang cukup besar yang hanya tinggal seorang namja dan beberapa pembantu disana. Tanpa babibu Jee keluar mobil dan berlari kepagar rumah. Security rumah langsung membukakan pintu tanpa banyak tanya. Jee langsung masuk dan berjalan cepat ke arah pintu utama dan menggedornya kencang. Sedangkan Minwa hanya di mobil dan melihat dari jauh aksi saudara kembarnya itu.

“eh, nona Jee mau cari-“ sapa seorang ajjumma yang membukan pintu tadi.

“panggilkan Taemin sekarang!” kata Jee menggertakan giginya geram menahan amarah dari tadi.

“baiklah nona, silahkan masuk. Akan aku panggilkan Tuan muda” kata ajjumma masih lembut dan tersenyum mempersilahkan orang yang bernama Jee masuk.

“aku disini saja” kata Jee kembali datar. Ajjumma hanya membungkukkan badan dan berbalik kearah belakang untuk memanggil Taemin. Beberapa saat kemudian Taemin datang dengan senyum khasnya. Itu yang Jee suka dari Taemin tapi tidak untuk sekarang.

“ayok masuk Jee” kata Taemin sambil mempersilahkan masuk. Jee hanya diam dan menyerahkan foto yang ada ditangannya, tahan Jee tahan! Jangan menangis sekarang. Taemin mengambil foto di tangan Jee dan menatap Jee heran. Lalu, Temin fokus dengan foto-foto yang ditangannya dan memandang Jee shock.

“aku bisa jelaskan” taemin mandang Jee takut dan mencengkram bahu Jee.

“tidak perlu…aku mau perjodohan ini dibatalkan biar kau bahagia dengan wanita itu” kata Jee masih datar. Tanpa terasa air mata Jee sudah mengalir di pipi putihnya.

“tidak..tidak..aku tidak mau Jee. Sudah lama aku menunggu dan sekarang kau mau melepas begitu saja?” sahut Taemin yang tidak percaya mendengar perkataan barusan yang diucapkan wanita yang didepannya. Jee melepaskan tangan Taemin lembut yang berada di bahunya.

“selamat tinggal” Jee tersenyum dipaksa dan melangkah pergi dari rumah yang lumayan besar itu. Taemin masih mematung dan mencerna kejadian beberapa saat tadi. Saat dia dasar dan mengejar Jee. Wanita itu sudah tidak ada.

“ini pasti perbuatan KAi!!” teriak Taemin menendang pagar rumahnya sepenuh tenaga.

 

To be continued

3 thoughts on “Casamentero Us [1-2]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s