Every Day With SUJU – Part 3

Title : Every Day With SUJU? (part 3)

Tag  :  Super Junior, IU

Genre : Frienship (?)

Rating : All Age?

Author : Rahmi SarangheSUJU

 

Mianhe readers, lagi-lagi FF gaje dan bagi yang mencari FF yang bermutu saya peringatkan bahwa FF saya ini benar-benar tak bermutu. Semua itu dikarenakan karena authornya gaje wehehe. Lihat saja, sebenarnya pengen bikin nama asli IU tapi gak tau siapa namanya dan tak berniat juga nanya ke om google, sebenarnya bingung mau tokoh yojanya siapa, yang terpikir saat itu cuma IU karena saya suka peran dia di Dream High. So Cekidot…

 

*****

Begitu Sungmin membuka matanya, pemandangan pertama yang ia lihat adalah seorang gadis tertidur dengan posisi aneh. Gadis itu tengah tertidur di ranjang Kyuhyun. Nyenyak sekali. Kepalanya tertekuk sehingga dagunya menempel ke pangkal leher. Rupanya kepala ranjang di belakang gadis itulah yang membuat kepalanya tertahan tetap tertekuk. Tangan kiri gadis itu terkulai jatuh ke bawah hingga menyentuh lantai, sedangkan tangan kanannya terkulai di atas perut. Tubuhnya terlalu menepi, jika bergerak sedikit saja pasti terjatuh.

Matahari sudah naik sepenggalah (?), teriknya tengah menampar-nampar kota seoul dengan ganas. Bisa dilihat dari jendela kamar ini, sebuah kamar dorm yang di tempati oleh member boyband papan atas Korea, Super Junior, tepatnya jendela kamar couple yang biasa dikenal dengan KyuMin. Gorden di samping kiri jendela itu bergerak-gerak seiring arah mata angin yang menandakan udara luar cukup kencang melewati jendela dan memenuhi ruang kamar ini yang membuat suhu kamar tidak sepanas udara di luar.

Gorden itu masih saja bergerak-gerak, pengait-pengaitnya saling bergesekan menimbulkan bunyi yang tidak terlalu berisik tapi cukup menjadi penyebab terbangunnya seorang pemuda yang tadinya berbaring lelah di tempat tidurnya. Sungmin mengalihkan pandangannya ke arah gorden yang bergerak-gerak, tindakan itu membuatnya merasa pusing dan kepalanya semakin berdenyut. Ia akhirnya memutuskan untuk tidak bergerak dan mengalihkan lagi pandangannya ke arah gadis yang terlelap tadi. Ranjang Sungmin dan Kyuhyun memang saling berhadapan sehingga sungmin dapat melihat gadis yang tetap saja tak bergerak dari tidurnya itu dengan jelas. Satu…Dua…Tiga, Sungmin sudah berhitung lebih dari seratus sambil tak henti-hentinya memelototi gadis yang tengah tertidur pulas itu, berharap si gadis segera terbangun. Seorang gadis yang terlelap, gorden yang bergerak-gerak dan sesekali terkembang karena tertiup angin, suara-suara desuan angin, dan kepala yang berdenyut-denyut, adegan macam apa ini? pikir Sungmin. Kenapa tak ia bangunkan saja gadis itu dan mengakiri monolog ini? Bodoh sekali.

Begitu Sungmin akan membuka mulutnya, makhluk bernyawa selain dirinya di kamar itu pun bergerak. ‘Hmmm,’ dan, ‘bruk’, lalu, ‘aw!’ Kemudian,’hehe’. Sungmin terkekeh geli.

Gadis yang terjatuh dan tertuduk di lantai itu bergegas mengusap-ngusap matanya agar dapat melihat lebih jelas pemilik suara yang terkekeh tadi. ‘Ohh, Oppa kau sudah bangun?’ ujarnya sambil berdiri tapi mendadak tubuhnya limbung. Pandangannya mendadak tertutup oleh kunang-kunang yang semakin banyak. Sekarang siapa yang sakit? Tidak, IU tidak sakit, ini hanyalah efek dari tindakan mendadaknya. Mendadak terbangun dari tidurnya dan kemudian mendadak berdiri dari jatuhnya.

‘IU-ah kau tidak apa-apa?’ Sungmin menunjukkan kekhawatiran begitu melihat IU yang tiba-tiba oleng dengan wajah sedikit mengernyitnya.

‘Ah…tidak apa-apa oppa, hanya karena aku mendadak bangun, hehe,’ujar IU setelah dirinya tak merasakan apa-apa lagi.

‘Aish…Oppa, Bukankah seharusnya aku yang bertanya bagaimana keadaanmu? Ini minum obatnya Oppa,’ IU meraih gelas dan obat yang berada di atas meja di samping ranjang Sungmin dan menyerahkannya ke tangan Sungmin. Sungmin berusaha duduk, menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dan meraih obat yang disodorkan IU. Ia menelan obatnya dalam diam.

‘Oppa aku ambilkan makan untukmu ya,’ IU beranjak keluar dan kembali lagi tidak lama kemudian dengan nampan penuh makanan di atasnya.

‘Oppa, kau bisa makan sendiri kan?’ IU meletakkan meja kecil di atas paha sungmin dan membiarkan pemuda itu memakan makanannya. Syukurlah, meski dalam keadaan sakit nafsu makan Sungmin tetap tidak berkurang.

‘IU-ah, bukankah hari ini kau ada kuliah?’ujar Sungmin di tengah aktivitas makannya.

‘Iya tinggal satu mata kuliah, Oppa. Aku sudah minta izin kok,’ ujar IU yang duduk di tepi ranjang Kyuhyun sambil mengamati Sungmin yang sedang melahap makanannya.

‘Pasti mereka yang menelponmu, ‘kan? Mianhe IU-ah, aku menyebabkan kau tertinggal satu mata kuliah hari ini,’ Sungmin benar-benar merasa tak enak.

‘Tidak apa-apa oppa, ketinggalan satu jam mata kuliah itu belum seberapa, kalau perlu sebagai ELF aku akan mengorbankan seluruh hidupku untuk Oppadeul Super Junior tercinta,’ IU perlahan-lahan mengangkat tangan dan mengepalkannya dengan ekspresi penuh penghayatan.

‘Tcih! Kau memang jago menggombal! Bukankah sama saja masuk atau tidak masuknya kau kuliah hari ini. Dengan tidur layaknya orang mati seperti tadi bagaimana bisa kuliah?’ Sungmin melahap makanan yang memang sisa buatan IU tadi pagi yang dipanaskan lagi.

 

‘Eeey…jangan meremehkan aku Oppa, kalau sudah di kelas selelah apa pun aku tidak akan tertidur, apa lagi kalau mata kuliahnya mata kuliah favoritku dan dosennya dosen favoritku mata ini tidak akan tertidur. Kecuali kalau sudah berdekatan dengan tempat tidur, ah!!’ IU tiba-tiba teringat sesuatu,’mianhe Oppa, tadi aku sudah berusaha untuk tetap terjaga, eh malah ketiduran, kalau memang sudah terbangun lebih dulu kenapa tidak bangunkan aku sih Oppa? Niat hati mau menjaga orang sakit, eh malah akunya ketiduran…hehe mianhe Oppa,’ IU memamerkan gigi-giginya berharap pemuda yang punya bakat menjadi King of Aegyo di dapannya ini memaklumi tingkahnya yang mungkin saja salah (?). (eh bukannya uminie udah jd king of Aegyo yak?)

‘Benar! Kau bersalah, mengabaikan orang sakit yang semanis aku adalah sebuah kesalahan besar! Lain kali kalau masih melakukannya kau akan dipecat jadi ELF,’ Sungmin mendramatisir sambil masih menelan makanannya.

‘Anni, jadi pumkins sih boleh saja aku di pecat, jika itu terjadi aku akan jadi petal, angels, siwones, clouds, jewel, Elfishy dan…’ IU menghitung-hitung dengan jari-jarinya dan mendadak terhenti ketika Sungmin memotong ocehannya dengan nada dikesal-kesalkan.

‘Stop! Bukannya sembuh aku malah tambah sakit gara-gara ocehanmu itu,’ Sungmin memanyunkan bibir seksinya, lucu dan imut.

‘Hehe Oppa kau mulai khawatir satu pumkinsmu mengundurkan diri?’ IU terkekeh geli, ia menyenderkan punggungnya di kepala ranjang Kyuhyun dengan rileks. IU benar-benar lupa kalau tadi, sebelum tertidur ia sempat merasa tak enak dengan pikirannya sendiri bahwa tidak bagus seorang perempuan dengan seorang laki-laki berduaan dalam satu kamar.

Sungmin lebih memilih diam dan memutuskan untuk menghabiskan sisa makanannya tanpa berkata apa-apa lagi yang membuat IU berpikir kalau Sungmin pasti sedang kesal karena diledek seperti itu.

Selama aksi berdiam sejenak itu, IU terus-terusan tersenyum gaje. Mulai gila sepertinya memang ada yang lucu? Sebelum akhirnya ia berkata lagi,’wahaha Oppa, rasanya hari ini kisah hidupku seperti sebuah fiksi yang dibuat oleh fans, tokoh tokoh yang ada dalam fiksi itu biasanya adalah idola mereka. Nah, kisahku, hmmm.’ IU mulai mengoceh lagi dengan mata menerawang lengkap dengan senyum gajenya. ‘Dimulai dengan sakitnya seorang member Super Junior yang dikenal banyak orang sebagai King Of Aegyo. Lalu, seorang gadis cantik, manis, dan penuh semangat merawat member ini, lalu mereka saling jatuh cinta, dan lalu, dunia pun akhirnya digemparkan oleh berita seorang member boyband papan atas Korea yang mendunia dan melegenda telah jatuh cinta kepada pembantunya. Wuahahaha,’ IU terbahak-bahak sendiri dengan pemikirannya. ‘Fanfiction atau FF seperti ini banyak sekali oppa (salah satunya FF ini) dan bahkan bisa jadi FF of the Week kalau diposting di SJFF2010, apa lagi yang tokohnya Kyuhyun Oppa, Donghae Oppa, atau Siwon Oppa .’ Lalu, IU mendadak berhenti tertawa,’ah dan entah kenapa oppa, FF yang Maint Castnya dirimu sangat sedikit komentatornya.’

Sungmin menatap IU yang terbahak-bahak dengan ekspresi datarnya, ia menatap IU dengan menyipitkan mata dan mengangkat bibir atasnya, meringis sambil bergumam, ’ish…Sungguh selucu itukah?’

IU bersikukuh mempertahankan tawanya. Namun…Ting Tong jeritan bel pintu dorm berhasil menginterupsi aksi girang IU. IU segera bangkit untuk membuka pintu dan sangat terkejut begitu melihat siapa yang sekarang ada di hadapannya.

‘Oh Anyeonghaseo nyonya Lee,’ sapanya sambil membukuk ringan. Dia memang telah mengenal wanita ini karena begitu seringnya nyonya Lee datang untuk mengunjungi putranya.

‘IU-ah bagaimana keadaan anakku?’ ujar wanita paruh baya itu tenang namun kekhawatiran tak dapat disembunyikan dari nadanya yang bergetar. Tanpa dipersilahkan, nyonya Lee melangkah masuk yang kemudian diikuti oleh IU menuju kamar Sungmin, putra pertamanya yang lumayan tampan itu. Kenapa lumayan tampan? Karena, kata manis dan imut menggemaskanlah yang lebih cocok menggambarkan bagaimana seorang Lee Sungmin.

Begitu memasuki kamar Sungmin dan melihat putranya yang terlihat lemah dan pucat, nyonya Lee langsung menghambur dan mendekap Sungmin dengan kesedihan dan kekhawatiran yang tak dapat ia tutup-tutupi lagi.

‘Sungmin-ah,’ nyonya Lee melepaskan pelukannya dan duduk di tepi ranjang di samping Sungmin.

‘Omma,’ ujar Sungmin kaget melihat ke datangan Ommanya. ‘Kenapa Omma bisa ada di sini? Siapa yang memberi tahu Omma?’ tambah Sungmin. Ia tahu Ommanya ini wanita yang super duper sibuk.

‘Ish…kenapa kau bertanya seperti itu? Apakah sekarang ini penting siapa yang memberitahuku?’ Nyonya Lee agak sedikit kesal dengan sambutan tidak baik putranya. Detik kemudian ekspresi nyonya Lee pun berubah ketika mengamati wajah putranya itu, seperti seorang ibu-ibu yang sedang mematut-matut barang yang akan di belinya dengan teliti. Mata, hidung, telinga, pipi dan mulut, masih utuh, pikir Ommanya Sungmin (apa-apaan itu?). Nyonya Lee membelai kepala anaknya lembut,’Sungminie, bagaimana? Sudah agak baikan? Apa yang kau rasakan sekarang?’ ujar Omma, air matanya sudah mulai berkaca-kaca.

‘Aku tidak apa-apa Omma, hanya kelelahan saja,’ Sungmin berusaha menghibur Ommanya agar tidak terlalu khawatir. Namun, memang dasar seorang wanita dan terlebih jiwa keibuannya terpanggil membuat kekhawatiran omma Sungmin belum juga mereda. Nyonya Lee bersikeras ingin membawa Sungmin ke rumah sakit dan baru menyerah setelah IU yang datang membawakan segelas air mineral untuk Nyonya Lee menjelaskan kalau Sungmin sudah di periksa oleh dokter pribadi Super Junior. Dan dokter itu mengatakan kalau Sungmin hanya perlu istirahat dan meminum obatnya dengan teratur hingga ia benar-benar sembuh. Tapi, bukannya membiarkan anaknya istirahat Nyonya Lee malah menceramahi Sungmin panjang lebar, agar putra kesayangannya itu jangan sampai terlalu keras bekerja, dan dalam keadaan sesibuk apa pun kesehatan haruslah tetap diperhatikan. Dan ketika IU hendak keluar untuk memberikan ruang privasi antara dua orang ibu dan anak itu, Nyonya Lee malah menahan IU dan membuat gadis itu tarpakasa duduk lagi ikut dengan pembicaraan di antara mereka. Nyonya Lee berbicara panjang lebar yang di mulai dari permintaannya kepada IU untuk bisa membantunya mengingatkan Sungmin agar tidak melupakan kesehatan meski sesibuk apa pun. Nyonya Lee juga berpesan agar IU sering-sering membuatkan jus tomat untuk Sungmin untuk penambah darah. IU tentu saja hanya bisa menyanggupi tanpa tahu harus berbicara apa lagi. Nyonya Lee lalu berbicara panjang lebar bagaimana Sungmin waktu kecil sambil tertawa-tawa yang membuat Sungmin jengkel campur malu setengah hidup. Tentu saja karena Sungmin menganggap masa kecilnya itu terlalu memalukan untuk diceritakan pada semua orang. Dan akhirnya, Nyonya Lee menanyai bagaimana dengan kehidupan IU. Nyonya Lee sempat terkejut tidak menyangka ternyata gadis seceria IU dan luar biasa lincah serta enerjik sepertinya ternyata mempunyai jalan hidup yang memang tidak sederhana. Nyonya Lee baru bisa berhenti ketika dilihatnya Sungmin mulai terkantuk-kantuk dalam keadaan duduk dan bersandar di kepala ranjangnya. Yang benar saja Nyonya Lee, baru saja dia mengatakan ingin anaknya bisa beristirahat dengan cukup, malah dia sendiri yang membuat putranya tidak bisa beristirahat karena ocehannya yang panjangnya minta ampun.

Didekatinya Sungmin yang terkantuk-kantuk dalam duduknya. Kepala putranya itu tertekuk dan sesekali terjatuh dan buru-buru bangkit lagi. Begitu terus sampai membuat nyonya Lee tersenyum melihat tingkah anaknya itu.

‘Aish bocah ini! Kalau mengantuk kenapa tidak tidur saja?’ ujar nyonya Lee sambil menangkap kepala anaknya dan menyenderkan kepala itu diperutnya.

‘Hmm, Omma?’ lirih Sungmin di sela-sela kantuknya, matanya masih setengah terpejam dan setengah terbuka. Ia berusaha mendongak untuk menatap Ommanya tapi segera ditahan nyonya Lee dalam dekapannya. Nyonya Lee mengusap-usap kepala putranya lembut.

‘Kau akan selalu seperti ini? Selalu memaksakan diri seperti ini?’

Dengan mata yang terpejam, Sungmin melingkarkan tangannya di pinggang Nyonya Lee.

‘Tentu saja Omma, aku kan merindukan Omma. Jarang-jarang Omma bisa ke sini, masa’ sekali kalinya Omma ke sini aku malah tidur,’ kepala Sungmin bergerak-gerak di perut Ommanya mencari posisi yang paling nyaman.

‘Omma juga merindukanmu…’

‘Kalau begitu aku sering-sering saja sakit seperti ini agar Omma bisa sering-sering ke sini,’ ujar Sungmin manja.

‘Aigoo, Omma bisa mati serangan jantung karena ulahmu itu,  terlalu seringnya omma mendengar kau sakit berpengaruh buruk bagi jantung Omma,’ nyonya Lee menoyor kepala Sungmin.

Sungmin membuka matanya dan tersenyum, jarang-jarang ia bisa bermanja dengan Ommanya karena selain kesibukan yang membuat mereka tidak bisa seakrab ini, ia juga bukan tipikal anak yang manja.

‘Sudahlah, ayo berbaring sana, tidurlah Omma mau pulang.’

Sungmin mengikuti dan membiarkan Nyonya Lee menyelimuti dirinya. Dan tidak lama kemudian Sungmin pun sudah berada dalam mimpi indahnya.

 

*****

Ketika terbangun, langit sudah mulai gelap. Sungmin menyipitkan matanya untuk melihat keadaan sore itu melewati jendela kamarnya. Masih ada semburat matahari di luar sana, berwarna jingga. Sungmin menggerakkan tubuhnya berusaha bangkit. Tidur seharian membuat badannya terasa lengket-lengket dan berbau. Ia berusaha bangkit bermaksud untuk mandi. Tubuhnya sudah lumayan baikan sekarang, yang jelas kepala yang berdenyut tadi sudah mulai mereda.

Memang, terkadang di saat sakit manusia baru akan menyadari betapa luar biasanya nikmat sehat. Di saat sakit inilah mereka akan merasakan betapa berharganya sehat sehingga mereka akan lebih menghargai hidup agar terhindar dari segala macam penyakit (sok dalem ye?).

Dari keadaan dorm yang sunyi tanpa adanya suara-suara yang biasanya memenuhi segala sudut ruangan dorm sepertinya penghuni dorm ini belum pulang. Sungmin meraih handuknya, yang tersampir di dekat pintu kamar mandi. Baru saja sungmin akan meraih knop pintu kamar mandi, mendadak pintu kamarnya terbuka dan…

‘Hyuung,’ suara-suara sekelompok bocah-bocah menghentikan langkahnya.

Yang muncul pertama adalah si ikan teri Eunhyuk dan couplenya, si ikan mokpo Donghae.  Teriakan itu lengkap dengan wajah penuh senyum konyol mereka. Di belakang mereka berjejer  member lain yang  menatap Sungmin sambil tersenyum.

‘Hyung kau sudah baikan? Kami membelikan makanan kesukaanmu,’ Eunhyuk melangkah sambil menyodorkan kantong berisi makanan di tangannya, di susul donghae dan yang lain.

‘Oya, IU mana hyung? Dia bilang mau menjagamu sampai kami pulang…Tapi, waktu kami masuk tadi, pintu dorm terbuka begitu saja,’ujar Eunhyuk heran setelah menyodorkan benda yang tadi berada di tangannya.

 

TBC

Ya…seperti biasa gaje lagi, ditunggu kritik dan sarannya.

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s