Every Day With SUJU – Part 2

Title : Every Day With SUJU? (part 2)

Tag  :  Super Junior, IU

Genre : Frienship (?)

Rating : All Age?

Length : (maaf admin aku gak ngerti yang ni)

Author : Rahmi SarangheSUJU

Anyong, Onniedeul, chingudeul, dongsaengdeul author gaje datang lagi…mudah-mudahan aku diterima sebagai seseorang yang pernah membuatkan FF tergaje dalam hidup readers semuanya…hhaha apa sih…yaaah…sudahlah kalau begitu…kembali aku pasrahkan FF ini kepada readers semua….Kamsamnida ^-^.

‘IU-aaaaaah,’ layaknya anak kecil, Eunhyuk berlarian dari kamarnya ke arah pintu seakan sudah hafal betul jadwal kedatangan IU, ia meneriakkan nama IU dari kamar hingga ke depan pintu yang sedang ia buka.

‘IU-ah, dimana kau meletakkan jaket Yesung Hyung kemaren? Dia marah-marah padaku karena aku belum mengembalikannya,’ todong Eunhyuk begitu wajah IU muncul dibalik pintu. IU mengangkat sebelah alisnya, memanyunkan bibirnya sekian senti dan memandang Eunhyuk dengan tatapan seolah-olah ia kesal karena bukannya disambut dengan senyum-senyum mempesona 13 bintang kelas dunia, ia malah disuguhi tontonan gratis bagaimana keautisan seorang ikan teri yang bernama Eunhyuk ini, sungguh hyper aktif. IU mengabaikan Eunhyuk, membuka sepatunya dan bergegas ke dalam. EunHyuk tentu saja tak terima diabaikan.’Hyaaa, IU-ah,’rengek Eunhyuk sambil meletakkan tangannya di atas kedua bahu IU dari belakang, mengikuti kemana saja gadis itu akan melangkah.

‘Hya..Hyung, ah tidak, Oppa saja, aku ditertawai orang gara-gara aku memanggil kalian hyung,’ Eunhyuk terkekeh kecil mendengar IU mengungkapkan kelabilannya. Ditertawai sedikit saja sudah berubah haluan begitu. ‘Oppa, siapa suruh kau tidak menghiraukanku? Tadi malam, sebelum aku pulang bukankah sudah aku beritahukan kepadamu?’

‘Jinja?’ Eunhyuk memiringkan kepalanya ke arah IU, kedua tangannya masih bertumpu di bahu IU.

‘Ishh, makanya kalau orang bicara didengarkan,’IU melatakkan tasnya di atas meja dan menyingkirkan tangan Eunhyuk dari bahunya. ‘Oppa, memangnya tadi malam sendirian di kamarmu kau sedang menonton filem yadong ya sampai-sampai tak mendengar aku berteriak?’

‘Hya, kenapa kau bicara sekejam itu? Apa citra yadong benar-benar sudah tak bisa dihapus dari diriku? Itu semua tidak benar, kau tidak bisa melihat mana yang benar dan yang tidak benar, memang kau tidak bisa melihat? Itu semua hanyalah soal pencitraan, pembentukan karakter! Salah satu penyebab banyaknya penggemar SUJU adalah karena karakter setiap member-membernya, makanya dari awal sengaja dibentuk karakter semacam itu, itu strategi dagang, tau tidak? Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, kau pernah dengar? Makanya fans harus mengenal kami dengan cara membeberkan semua kebiasaan dan kepribadian kami! Walaupun tidak semuanya betul,’ bela Eunhyuk panjang lebar ia sampai lupa untuk menarik nafas.

‘Wahaha,’ IU malah tertawa geli melihat tampang tak terima Eunhyuk, sampai-sampai bibir seksi Eunhyuk maju mundur maju mundur begitu, kan lucu.

‘Ish…’secepat kilat IU segera tersadar dari tawanya, ia lupa waktunya tak banyak. ‘Sudahlah Oppa, kau sudah menyita hidupku sebanyak 5 menit, jaket Yesung Oppa ada di lemari. Oppa cari saja di sana,’ujarnya sambil melangkah ke arah dapur. Ia harus bergegas jika tidak ingin telat masuk kuliah.

‘Wooo…Kau akhirnya mengaku kalah berdebat denganku IU-sii? Harusnya kau sudah mengetahui ini dari awal bertarung dengan seorang Lee Hyuk Jae akan mendatangkan petaka bagi yang memulainya,’Eunhyuk berkata lirih, disertai penekanan di setiap suku katanya. Seolah-olah orang akan merinding mendengar suara itu, aish babo. Sambil melangkah bermaksud mengambil jaket Yesung, Eunhyuk menepuk dadanya, gerakan yang sama persis dengan gerakan ketika ia sedang bersenandung Superman bersama rekan-rekannya.

IU masih sempat meneriaki Eunhyuk, ‘kau lebay betul Oppa,ckck,’ sebelum ia mendekati pintu dapur. Begitu IU melangkahkan kakinya di ambang pintu, IU dikejutkan dengan pemandangan yang tidak asing lagi; Ryeowok sedang memasak!

‘Oppa,’ jerit IU lebih kepada meneriakkan rasa risih dan tidak enaknya. ‘Ini kan pekerjaanku Oppa, kenapa kau yang melakukannya?’Ujarnya sambil mendorong Wookie dan mengambil alih peralatan dapur yang tadinya dipegang oleh Wookie.

‘Ck! Gadis yang tidak punya sopan santun, baru datang bukannya memberi salam malah mendorong orang seenaknya,’ bisik Wookie sambil menyipitkan matanya dan menatap IU dari sudut mata itu.

‘Kita tidak dalam suasana yang kondusif untuk saling memberi salam Oppa,’Ujar IU dengan mimik serius sambil melanjutkan aktivitas yang tanpa izin sudah dimulai oleh wookie.

‘Bahasa apaan itu? Kondusif kepalamu!’Sebuah jitakan pun dengan indahnya mendarat di kepala IU.

‘Aw! Appo! kenapa Oppa melakukan ini padaku?’ ujar IU tak terima sambil membasuh beras dekat air keran. ‘Ara! ara, araseo, aku paham betul Oppa sangat hobi memasak, aku tahu ini tidak ada sangkut pautnya dengan strategi dagang yang baru saja dikatakan Eunhyuk Oppa, tapi jangan seenaknya menyabotase pekerjaan orang begitu. Kau bisa kuadukan ke komnasham, Oppa,’ ancam IU dengan air muka yang benar-benar diserius-seriuskan.

‘Ish…ish…ish (kayak upin dan ipin) Kau ini! Strategi dagang, sabotase, komnasham apaan lagi itu? Kau memang gadis yang tidak tahu terimakasih, sudah untung aku membantumu. Bukannya berterimakasih malah marah-marah. Aku hanya penasaran bagaimana rasanya jika aku yang memasak bumbu-bumbu yang sudah kau siapkan tadi malam itu,’ Wookie mengaduk-aduk panci besar yang berisi makanan yang entah apa lah namanya, yang pasti makanan berkuah, yang sedang mendidih, sementara IU sedang menyalakan kompor untuk menggoreng sesuatu.

‘Ya jelas saja rasanya akan enak Oppa, kan aku yang menyiapkan bumbu-bumbunya,’

‘Tidak akan sama jika aku yang menyelesaikannya, rasanya pasti akan jauh lebih enak.’

‘Bagaimana pula bisa begitu,’kata IU yang sedang asik dengan penggorengannya.

‘Tentu saja, karena aku punya resep rahasia, keringat dan kuku-kuku tanganku yang indah ini,’ Ujar Wookie sambil tersenyum ayu dan memamerkan jari-jarinya.

IU yang tadinya hanya fokus pada penggorengan sontak menoleh dan menatap Wookie dengan ekspresi jijik. ‘Yaks Oppa! Kau jorok sekali. Seumur hidup aku tidak akan pernah memakan masakanmu lagi.’

‘Huahahaha….’ melihat ekspresi IU membuat Wookie tertawa terpingkal-pingkal. ‘Kau percaya? huahaha…’sambung Wookie disela-sela tawanya, ia memegangi perutnya yang sakit karena tawa.

‘Ya! Sedang apa kalian? Kalian tau ini masih pagi? Ayam tetangga pun belum bangun, kalian sudah bikin keributan,’ tanpa diduga-duga Teukie sudah berada di sekitar mereka dengan hanya mengenakan handuk putih yang menutupi bagian bawah tubuhnya, ia mengibaskan-ngibaskan rambutnya yang basah dengan handuk kecil agar rambut itu segera kering.

Detik berikutnya, seiring tampak jelasnya pemandangan yang indah itu, sebuah lengkingan pun memenuhi seluruh ruangan dorm.

‘Waaaaa,’ IU menutupi matanya. ‘Apa-apaan kau Oppa, lekas pakai bajumu!’ jerit IU sambil membuka sedikit jari-jarinya agar dapat melihat teukie dan melemparkan sendok yang yang sebelumnya sudah ada di tangannya ke arah teukie. Teukie sukses berkelit dari lemparan IU.

‘Waeee?’ ujarnya sok polos, kemudian ia mendekati IU, menumpukan sikunya di lemari kecil penyimpan makanan di sampingnya dan mengibaskan rambut basahnya kebelakang dengan tangannya yang lain.

‘Wae? Kau merasakan sesuatu?’ ujarnya sambil memasang tampang menggoda. Tapi dimata IU tampang itu malah terlihat seperti tampang bujang lapuk yang kebelet pengen kawin.  IU akhirnya menyerah.

‘Ah..sudahlah Oppa, kau lebih mirip cacing kepanasan jika begitu,’ujarnya terkekeh dan melanjutkan kembali pekerjaannya. Wookie ikut terkekeh ditahan-tahan, antara geli dan takut dimarahi Teukie.

‘Ya! apa kau bilang? ish…’ raung Teukie tak terima dikatai cacing kepanasan.

Namun sebelum perdebatan itu berlanjut, tanpa diminta aura kegelapan tiba-tiba menaungi mereka. Benar saja, sang Dark Maker Kyuhyun (ngarang) yang baru saja terbangun ikut nimbrung dengan tampang awut-awutan bangun tidurnya. Sebelah tangan yang berda di balik piyama biru berlengan panjang itu sedang sibuk menggaruk perutnya yang memang tidak gatal. Sebelum Kyuhyun menguap lebar-lebar dan duduk di salah satu kursi meja makan itu, ia sempat berteriak, ‘Hya Ahjussi, ingat umurmu, gadis mana yang sudi digoda oleh pria tua sepertimu!’

‘Ya! ya! ya!’ Teukie esmosi, dengan langkah cepat ia mengitari meja makan dan menghampiri Kyuhyun yang duduk dengan santainya, seolah-olah belum sadar dengan bahaya yang akan mengancam keselamatannya. Kyuhyun tersentak begitu menyadari Teukie sudah berada di depannya.

Plak!plak, ribuan geplakan sukses mendarat dikepala Kyuhyun.

‘Apa kau bilang? Ahjussi heh?’

‘Hya Hyung! Kau mau membunuhku?’ Kyuhyun berusaha menghindar.

‘Setidaknya aku jauh lebih mendingan, walaupun umurku sudah tua tapi wajahku masih imut dan manis. Nah kau? Umur memang muda, tap kau punya tampang tua! Aigoo, Kyuhyun-ah siapa sangka kehidupanmu yang begitu keras bisa membuatmu tampak tua seperti ini. Dan lagi, Uri magnae harus menghilangkan kebiasaan tidak suka makan sayurnya kalau mau awet muda sepertiku,’ gantian Teukie yang menggoda si evil magnae sambil menepuk-nepuk pelan kepala Kyuhyun.  Kyuhyun berusaha menangkis tangan Teukie.

‘Ya!ya!ya! kalian belum bersiap-siap? Cih, jika begini kelakuan leader dan magnaenya, aku bisa jamin super junior tidak akan bertahan lama,’ teriakan judes induk semangnya Evil di Super Junior ini sukses membuat dua orang autis itu terdiam. Mereka serentak menatap Heechul yang sudah rapi jali bersiap-siap akan berangkat menjalankan tugas negara disusul Kangin yang juga sudah rapi di belakangnya.

‘Aish, kau menyumpahi Super Junior seperti itu!? Jika itu terjadi akan kupastikan orang yang pertama hancur di antara kita adalah kau!’ seru Kyuhyun tak terima.

‘ya!…evil! Sudahlah, jangan kurang ajar, seperti apa pun dia, dia tetap hyungmu jaga mulutmu itu! Bangunkan hyung-hyungmu dan segeralah bersiap-siap jangan sampai kita terlambat,’ sikap Teukie mendadak berubah  layaknya seorang leader yang bijaksana.

‘Hyuung, aku belum puas bermain denganmu!’ rengek Kyuhyun namun dengan malas-malasan ia tetap beranjak dari kursinya.

‘Apa maksudmu dengan ‘seperti apa pun dia’?’ Heechul jelas tak terima.

‘Ah sudahlah, melanjutkan dialog tak penting ini hanya akan membuat reader semakin bosan dengan FF abal-abal ini, lebih baik aku berpakaian saja, kalian pastinya tidak akan tega jika aku masuk angin, righ?’ ujar Teuki semakin ngawur. Heechul melongo memandang Teuki yang akhirnya menghilang di balik pintu kamarnya, Hechul kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Kangin yang sudah duduk manis bersiap-siap akan menyantap sarapan paginya yang sudah disiapkan IU sejak subuh buta. Beraktifitas tiada henti-hentinya dari pagi hingga sore tiba, tidak akan cukup hanya dengan sarapan sepotong roti.

‘Ayo Oppa kita makan,’ seru IU sambil menghidangkan masakan terakhirnya. Heechul dan Kangin memulai sarapannya lebih dulu dari pada member lain.

‘IU-ah kau tidak ikut sarapan? Mau kemana?’ ujar Kangin begitu melihat IU yang langsung beranjak pergi setelah meletakkan makanan yang baru saja selesai di masaknya diatas meja.

‘Eh…iya Oppa, aku selesaikan pekerjaanku dulu, Oppa berdua makan saja dulu,’ jawab Hyo Jin sambil membersihkan peralatan memasak dan piring-piring kotor yang memenuhi washtafel.

Wookie mencomot makanan dan juga beranjak dari meja makan itu setelah berkata, ‘Aku nanti saja makannya, kalian kan harus berangkat lebih dulu. Makan saja dualuan.’ Kangin dan Heechul saling pandang, tidak ada yang menanyai dia kan, pikir mereka masing-masing.

*****

‘Kyuhyun-ah, Sungmin mana?’ tanya Teukie saat mereka sudah berkumpul semua untuk sarapan.

‘Tadi sudah bangun, tapi begitu aku selesai mandi kulihat dia tidur lagi,’jawab Kyuhyun santai sambil mengunyah sarapannya.

‘Dan kau biarkan dia tidur? ini sudah jam berapa, kau mau kita semua telat,’ teriak Teukie seraya bangkit dari duduknya.

‘Dia kelihatan lelah hyung aku jadi tidak tega membangunkannya,’ balas Kyuhyun tidak terima.

‘Ah! Oppa biar aku saja yang membangunkan, Oppa lanjutkan saja makannya,’IU sudah selesai dengan kegiatan bersih-bersihnya dan menawarkan diri untuk membangunkan sungmin. Begitu ia sampai di depan kamar Sungmin dan baru saja akan mengetuk pintunya, pintu itu terbuka lebih dulu.

‘Ne, Omma aku tidak apa-apa,’ ujarnya pada telephon genggam yang ada di telinganya. Sungmin menatap IU dan mengangguk pelan pada IU yang ada di depannya sebelum ia menutup kamar dan melangkah ke ruang makan bergabung bersama rekan-rekannya yang lain.

‘Uhuk! Uhuk, Omma, nan ghwencana, ini hanya batuk-batuk biasa sebentar lagi juga sembuh,’ ujar Sungmin sambil terbatuk-batuk, suaranya berubah jadi jauh lebih seksi (?).

IU memiringkan kepalanya menatap punggung Sungmin yang berlalu. Apa dia sakit, mukanya pucat sekali dan suaranya serak begitu, pikir IU khawatir.

Semua mata tertuju kepada Sungmin yang datang dengan suara serak dan wajah pucatnya. Setelah Sungmin menutup telponnya, Wookie langsung melontarkan pertanyaan, ‘Hyung, kau tidak apa-apa?’

Sungmin bersikeras mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa meski semua orang mengkhawatirkannya. Semua orang mengkhawatirkan Sungmin dan berusaha keras memikirkan agar Sungmin dibebastugaskan dari jadwalnya yang padat hari ini, namun, Sungmin tetap saja bersikeras menyatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Dan akhirnya semua orang menyerah dengan kekeraskepalaannya.

*****

‘IU-ah, kau di mana?’ desak pemuda yang ada di seberang telpon.

‘Di kampus Oppa, ada apa?’ jawab IU gugup, ia jadi mendadak diserang perasaan cemas tanpa alasan karena mendadak ditelpon dan dengan nada sipenelpon seperti ini.

‘IU-ah, kau bisa ke dorm sekarang? Sungmin jatuh sakit, saat ini kami sedang melanjutkan suting dan Hyung menejer sedang sibuk juga, tidak ada yang bisa menjaganya,’ujar sang leader di Super Junior itu.

‘Baiklah Oppa, aku segera datang.’

‘Mianhe IU-ah kuliahmu jadi terganggu,’

‘Tidak apa-apa Oppa, tinggal satu mata kuliah lagi, aku bisa minta izin kok, bagaimana keadaan Sungmin Oppa sekarang Oppa?’ dengan Handphone masih di telinganya IU bergegas ke ruang dosen untuk meminta izin agar diperbolehkan tidak mengikuti kuliah hari ini.

‘Dia hanya kelelahan dan anemianya kambuh, kau tolong jaga dia sampai kami pulang ya,’ titah sang pemimpin untuk kesekian kalinya, suaranya masih menyiratkan kekhawatiran dan penyesalan karena tidak bisa menjaga dongsaengnya yang imut itu. Mau bagaimana lagi, kehidupan harus tetap berjalan. Kehidupan yang besar juga menuntut pengorbanan yang juga tak kalah besar. Lebay memang, tapi itulah kehidupan (mulai stress).

*****

IU menyelimuti Sungmin yang tertidur pulas dengan wajah pucatnya. Ia sempat panik karena jika memang Sungmin sakit, kenapa begitu IU meraba jidat Sungmin ia tak merasakan suhu tubuh yang panas. Lalu ia teringat ucapan Teukie saat di telephone tadi. Sungmin tidak demam ia hanya kelelahan dan anemianya kambuh. IU hanya perlu memberi Sungmin obat saat Sungmin terbangun nanti.

‘Ah, Oppa kau akan terlihat jauh lebih manis jika wajahmu tak sepucat ini. Kenapa masih memaksakan diri jika sudah kelelahan begitu sih?’ ujar IU sambil memperbaiki selimut Sungmin yang terlelap. Imut sekali tidurnya, jika sekarang perasaan IU tidak diliputi perasaan khawatir karena Sungmin belum juga kunjung terbangun, IU pasti sudah mencubit pipi Sungmin karena gemas.

Lalu ia teringat sesuatu, ini adalah pertama kalinya IU berdua saja dengan seorang namja dalam satu kamar. Jika Sungmin Oppa terbangun nanti, ia akan merasa tidak enak. IU lalu membuka pintu kamar lebar-lebar, dan duduk di tepi ranjang milik Kyuhyun sambil memandangi Sungmin yang masih tak bergerak dari tidurnya. Sampai Sungmin Oppa terbangun saja, memberi dia obat dan aku akan keluar dari kamar ini, tidak masalahkan seperti itu? pikir IU sejenak.

******

Begitu Sungmin membuka matanya, pemandangan pertama yang ia lihat adalah seorang gadis yang tertidur dengan posisi aneh.

TBC.

Wahaha benar-benar author dan FF yang gaje ya…TBCnya aja Gaje begini…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s