My Letter For Super Junior

Author    : GaemFlowers

Rating    : PG15

Length   : oneshoot

Cast        :

•             Oh Min Young or you readers ^^

•             All Suju’s Member

Genre                   : angst, little romance

 

 

Hai, annyeong J namaku Oh Min Young, aku gadis 17 tahun yang masih duduk di bangku menengah atas. Aku seperti layaknya gadis belia lainnya, tapi mungkin ada sedikit perbedaan dari lainnya. Ketika teman seusiaku sudah memiliki kekasih, dan ketika setiap ada waktu luang pasti kebanyakan dari mereka akan memilih keluar rumah ntah bersama teman-teman ataukah kekasih mereka. Tapi sayangnya aku tidak.

Aku tidak memiliki kekasih, jangankan kekasih. Memiliki seseorang yang aku suka saja aku tidak punya, aku juga lebih memilih berdiam diri dirumah dengan sebuah laptop yang menemani kesendirianku. Hal seperti itu sudah lebih dari cukup membuat hidupku jauh lebih berwarna. Apakah kalian juga seperti itu?

Errr … apa kalian mengenal Super Junior? Boy band hebat dari korea selatan? Yang memiliki member banyak? Yang didalamnya ada malaikat yang tak bersayap? Ada juga magnae setan yang tidak hormat kepada semua hyung-hyungya? Ada yang sangat jago memasak? Dan masih banyak lagi. Apa kalian mengenal? Ya, seratus persen aku bisa menebak bahwa kalian sangat amat mengenal mereka. SUPER JUNIOR ^^

Tepat Juni tahun lalu, berawal dari foto seorang namja yang baru beberapa hari aku ketahu namanya adalah Cho Kyuhyun. Dari sanalah perjalananku dimulai untuk bisa menjadi seorang ELF, EverLastingFriend. Aku mulai mencari tahu tentang mereka, dengan segala hal baik atau buruk yang telah menimpa mereka. Mungkin setidaknya aku telah mengetahuinya, aku menangis ketika membaca semua artikel tentang mereka. Dan aku tahu, bahwa benih cinta terhadap mereka telah tumbuh didasar hatiku.

Dengan segala kekuranganku, aku mencoba untuk selalu mendukung mereka. Menyisipkan nama mereka disetiap doaku, menangisi mereka ketika mereka terluka, berbahagia ketika melihat mereka bahagia. Ntahlah, seperti itulah yang terjadi dalam kehidupanku. Seperti orang gila memang, namun aku berbahagia mengetahui kenyataan bahwa setiap waktu yang aku miliki aku sadar bahwa aku semakin mencintai mereka.

Disana, ada seorang namja yang bernama Cho Kyuhyun. Dia adalah biasku, mungkin bisa dikatakan lebih dari bias. Sejak ‘mengenalnya’, hati dan otakku  hanya terpaku padanya, kepada Cho Kyuhyun. Aku merasa bahwa dia benar-benar ada di kehidupan nyataku. Aku mencintainya . . . . .

Disetiap doa yang aku panjatkan, selain kesehatan diriku dan keluargaku. Aku juga selalu menyisipkan nama mereka, agar mereka selalu bahagia, sehat, segala yang terbaik bagi mereka. Aku juga meminta kepada Tuhan, meskipun itu hanya sekali saja seumur hidupku. Aku ingin dipertemukan dengan mereka, mungkin hanya melihat mereka dari kejauhan itu sudah cukup untukku. jikalau itu terlalu serakah, paling tidak pertemukan aku dengan Cho Kyuhyun. Dengan namja yang sudah memenuhi hati dan pikiranku.

Hari ini, masih ditahun 2012 dengan hujan yang mengguyur deras di wilayah Seoul. Dan aku masih terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit dengan jarum infus yang masih menancap di lenganku. Aku mencoba untuk menulis sebuah surat  untuk Super Junior. Yeah, sebuah surat. Aku tidak tahu akankah surat ini sampai pada sang pemiliknya atau malah akan menjadi sia-sia. Aku tidak peduli, aku ingin menumpahkan semua yang aku rasakan disurat ini. Karena mungkin ini hal terakhir yang bisa aku lakukan untuk Super Junior.

Dengan sekuat tenaga aku menekan sebuah tombol untuk meminta bantuan. Semenit kemudian datanglah seorang dokter muda cantik yang sudah aku kenal baik. Dia bagai kakak kandungku sendiri.

“ waeyo ? apa ada yang salah?” ucapnya sebegitu masuk kedalam ‘kamarku’.

“ onni, bisakah kau bantu aku untuk duduk dan mengambilkan aku sebuah kertas dan bulpoin?” pintaku.

“ sekeras apapun aku melarang, toh kau tidak akan pernah menurut kan?” jawabnya dengan melakukan hal yang aku pinta.

“ onni, jeongmal khamsahamnida.” Ucapku setelah dia selesai membantuku.

“ apa kau akan menulis lagi? Super Junior? Apa kau sebegitu mengidolakannya?” tanyanya.

Aku hanya membalas dengan sebuah cengiran biasa dan anggukan mantap dilakukan oleh kepalaku.

“ aku akan menyampaikannya pada mereka” ucapnya tiba-tiba kemudian keluar dari kamarku.

“ mwoya? Tanyaku sia-sia.

Hujan masih mengguyur dengan deras, membasahi atap rumah sakit yang sudah menjadi rumah kedua bagiku. Suara kilat juga menyambar dengan keras, seakan semua indera dalam tubuhku mati. Tanpa rasa takut sama sekali, aku melihat kertas yang kini ada dihadapanku. Dengan diatasnya bergambar semua member Super Junior. Aku mengambil sebuah MP3 Player di saku pakaian rumah sakitku, aku mulai memakai earphone dan memilih list lagu Super Junior. Diawali dengan lagu 7 years of love yang dibawakan oleh Cho Kyuhyun, seakan hanyut dalam lagu itu. aku mulai menorehkan tinta hitam di selembar kertas biru itu.

Tidak terasa satu jam sudah berlalu dan surat yang aku tulis telah selasai aku kerjakan. Dengan tulisan yang berantakan, terakhir kalinya aku memandang surat itu dan senyuman tercipta di bibirku. Setelah itu aku memasukkan surat itu kedalam amplop dengan warna senada. Sekali lagi, aku memandang surat itu dan kembali menyisipkan doa kedalamnya. Setelah itu aku memasukkan surat itu kedalam kotak kayu yang sudah aku siapkan dan aku buat sendiri dengan susah payah. Aku meletakkan kotak itu di pinggir bantalku.

Malam telah larut dan hujan seakan tak merasa lelah untuk menumpahkan bebannya, hujan masih mengguyur dengan deras. Sekuat tenaga aku mencoba berbaring dan kemudian aku menutup mata, mengistirahatkan tubuhku dari rasa sakit yang sering aku rasakan. Kanker otak benar-benar menyakiti hidupku.

Aku tidak tahu apa yang terjadi, yang pasti saat ini aku masih memejamkan mata dengan rasa sakit yang luar bisa mendera otak dan sekujur tubuhku. Aku mulai tersenggal, meskipun alat bantu oksigen sudah aku gunakan tapi aku merasa sulit bernafas. Aku merasa seperti tercekik, sakit sekali. Ntah apa yang dilakukan oleh tim medis yang menanganiku, tapi aku mendengar suara tangisan umma dan appa.

Setelah beberapa saat aku berjuang dari rasa sakit itu, kini aku merasa jauh lebih baik. Oksigen masuk dengan lancar dan aku bisa bernafas dengan baik. Tidak lelah, aku mengucapkan syukur dihatiku. Lagi dan lagi aku tidak bisa menikmati pagi hari yang cerah.

“ Tuhan, terima kasih” batinku.

Aku terbangun karena secercah cahaya menelusup ke retina mataku. Sedikit mengerang, tanganku mencari-cari kotak yang berisi suratku untuk Super Junior. Tapi nihil, aku tidak menemukan. Pagi ini aku merasa jauh lebih baik, jadi tidak terlalu sulit untukku bangun dan menekan tombol bantuan. Beberapa menit kemudian munculah seorang perawat yang biasa membantuku untuk makan.

“ dimana Hyuk Ra onni?” tanyaku.

“ kemarin setelah menanganimu yang sedang anfal, beliau buru-buru pulang dan izin cuti sehari. Jadi hari ini beliau tidak ada di rumah sakit.” Jelasnya.

“ jinjjayoo?” tanyaku memastikan.

Perawat itu hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia keluar dan membiarkan aku sendiri. Oh iya, orang tuaku tidak bisa selalu menemaniku di rumah sakit karena mereka harus mencari uang untuk pengobantanku yang tidak murah. Mereka harus banting tulang untuk mencari uang dengan harapan aku bisa sembuh. Tapi aku tidak yakin bahwa aku akan sembuh.

“ dimana kotak surat itu?” tanyaku pada diriku sendiri.

Hari ini aku melewati hariku dengan baik, penyakit itu tidak menghampiriku. Aku masih terbaring di atas ranjang rumah sakit, samar-sama aku mendengar titik-titik hujan menghantam atap rumah sakit. Lagi-lagi hujan turun dengan deras. Dingin dengan cepat menyergap tubuhku dan aku mulai menutup mataku.

Aku membuka mata karena sebuah tangan menggoyang-goyangkan tubuhku.

“ Hyuk Ra onni?” tanyaku dengan serak.

“ hari ini aku sudah memeriksa kondisimu, dan hasilnya keadaanmu cukup stabil hari ini. Onni juga sudah meminta izin kepada orang tuamu untuk membawamu ke sebuah tempat dan mereka mengijinkan. Sekarang kau akan dibantu untuk membersihkan diri dan berdandan. Jadi bersiaplah.” Ucap Hyuk Ra onni setelah itu meninggalkan aku dengan seorang perawat.

Setelah kurang dari satu jam aku mempersiapkan diri, dengan menggunakan celana jeans biru dipadu dengan kemeja kotak-kotak putih dan pink yang ditutupi dengan sebuah jaket coklat dan dibagian kepalaku yang ditutup dengan topi rajutan yang menutupi bagian kepalaku yang botak, aku dibawa keluar rumah sakit hanya bersama HyukRa onni. Ah iya, sneakers juga tidak lupa aku gunakan.

“ apa kau bahagia?” tanyanya ketika mobil yang membawa kami sudah meninggalkan lokasi rumah sakit.

“ ya, aku sangat bahagia onni.” Jawabku dengan senang.

“ wae?” tanyanya.

“ onni, ini pertama kalinya aku keluar rumah sakit setelah 6 bulan aku mendekam di rumah sakit. Aku keluar dan melihat betapa luas dan indahnya Seoul. Aku juga senang karena aku bisa berpakaian yang sesuai dengan keseharianku. Aku merasa bahwa aku seperti gadis 17 tahun lainnya.” Jawabku antusias.

“ itu terlihat sekali di raut wajahmu”

aku tidak membalas ucapannya, aku sibuk dengan pikiranku sendiri.

“ kau tahu onni, seandainya aku bisa melihat Super Junior sekarang, mungkin jika hari ini aku mati. Aku akan  mati dengan perasaan yang lega dan membahagiakan. Tapi jika bertemu mereka semua terlalu serakah, cukup aku melihat Kyuhyun saja itu sudah membuatku mati dengan bahagia.”

“ bersabarlah.” Ucapnya singkat.

Setalah beberapa menit perjalanan, mobil berhenti di sebuah gedung yang besar. Banyak orang yang berlalu lalang didepannya.

“ onni, ini dimana?” tanyaku.

“ sst .. nanti kau pasti akan merasa senang.” Ucapnya seraya keluar dari dalam mobil.

Aku melihat Hyukra onni mengeluarkan sebuah kursi roda dari dalam mobil. Setelah itu dia membukakan pintu untukku.

“ onni, bolehkah aku menggunakan kakiku sendiri? Aku tidak ingin menggunakan barang itu.” pintaku.

Hyukra onni hanya mampu menghela nafas panjang dan mengangguk. Dengan perlahan aku mulai menurunkan kakiku dan melangkahkan kaki. Tanganku di genggam erat oleh hyukra onni. Setelah memasuki gedung, hyukra onni membawaku ke sebuah tempat dimana disana ada 2 orang yang sepertinya mereka adalah pembawa acara tv.

Belum sempat aku bertanya, Hyukra onni sudah menyuruhku untuk maju dan melangkah ke tempat itu. aku tidak tahu caranya tapi sekarang aku sudah menemukan diriku telah duduk di sebuah kursi menghadap beberapa kamera. Disampingku juga ada 2 pembawa acara itu.

“ annyeonghaesyo Min Young~~ssi” ucap salah satu pembawa acara itu.

“ annyeonghaseyo” jawabku.

“ Min Young~ssi, kau tahu kenapa kau diundang ke acara ini?” tanya salah satu dari mereka.

“ aku tidak tahu.” Jawabku jujur. Tapi mereka berdua tertawa dan itu membuatku bingung.

“ kau tidak tahu? Ya ya, tapi kau pasti kenal Super Junior kan?” tanyanya.

Hah? Super Junior? Apa itu? apa semacam obat-obatan? Tapi aku familiar dengan kedua kata itu, aku mencoba menginggat-inggat dan itu membuat kepalaku sakit. Baru saja aku akan menjawab bahwa aku tidak tahu tapi salah satu pembawa acara itu menyela dan mengatakan sesuatu yang membuatku semakin bingung. Mataku mencari-cari Hyukra onni, dan aku melihatnya hanya menunjukkan kedua ibu jarinya dan mengatakan ‘ gwenchana’ kepadaku.

Sedetik kemudian datanglah segerombolan namja yang memasuki tempat acara dimulai. Mereka menempatkan diri mereka di posisi masing-masing, dengan keadaan yang masih berdiri mereka mengatakan sesuatu tapi ntahlah, aku tidak bisa mendengar dengan jelas. Lalu mereka membungkuk dan kemudian duduk di kursi yang telah disediakan.

Aku melihat segerombolan namja itu satu persatu, mereka tampan dan senyumannya sangat menawan. Lalu ntahlah, mataku terhenti di namja yang tidak sebegitu(?) tampan seperti lainnya. Tapi aku merasa aku punya sesuatu terhadapnya. Mata kami bertemu, dan dia tersenyum dengan sangat baik. Sedangkan aku hanya bisa diam tidak tahu harus berekspresi seperti apa.

“ Min Young~ssi, apa kau benar-benar terpesona dengan magnae Super Junior?” tanya salah satu pembawa acara.

“ nde? “ tanyaku bingung.

Sedangkan semuanya tertawa melihat aku yang seperti orang bodoh tidak tahu apa-apa. Aku juga melihat bahwa namja itu juga tertawa. Ya Tuhan, kenapa tiba-tiba jantungku berdetak cepat sekali? Aku terus memperhatikan namja itu. sampai aku mendengar salah satu dari gerombolan namja itu membaca sebuah surat yang kini ada di hadapannya dan itu menghentikan aktifitasku.

Dear Super Junior

Annyeonghaseyo oppadeul? Bagaimana hari-hari kalian? Sebenarnya aku ingin sekali menyapa kalian dengan lebih baik, tapi aku harus cepat-cepat. Aku ini ELF dari satu tahun yang lalu, ntahlah. Aku tidak peduli bahwasanya aku tidak pantas disebut ELF tau tidak, tapi sungguh aku mencintai kalian dan mendukung kalian sampai sekarang. Aku selalu berdoa untuk kalian dan aku yakin Tuhan pasti akan mendengarkan dan mengabulkan doaku.

Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian, karena telah menemani hidupku. Membuat hidupku jauh lebih berwarna meskipun kalian tidak menyadari itu. saat menulis surat ini, aku ditemani dengan suara hujan yang menghantan atap rumah sakit dan ditemani juga oleh suara-suara kalian. Ini sangat menyenangkan.

Kalian tahu oppa, Selama satu tahun menjadi ELF itu tidak mudah. Banyak artikel yang yang membuatku tertekan dan tidak pantas disebut sebagai ELF. Rasanya hatiku sakit sekali. Tapi aku menginggat bahwa aku mencintai dan mendukung kalian, tidak peduli orang lain menganggapku ELF atau tidak yang terpenting aku selalu menekankan bahwa aku ada untuk kalian.

Menjadi ELF terkadang menyenangkan juga melelahkan. Tapi lebih banyak merasakan kesenangan. Hatiku juga naik turun kepada kalian, tapi pada akhirnya aku tahu bahwa aku semakin mencintai kalian. Kenyataan itu sangat menyenangkan untukku.

Oppadeul, mungkin surat ini adalah hal terakhir yang bisa aku berikan untuk kalian. Setelah ini mungkin aku tidak bisa lagi mendukung dan menemani kalian. Karena Tuhan sangat sayang kepadaku dan cepat-cepat ingin bertemu denganku. Maafkan aku karena aku harus meninggalkan kalian.

Oppadeul, kalian harus ingat bahwsanya hidup itu seperti roda berputar. Kadang berada diatas, kadang juga berada dibawah. Maka dari itu kalian harus menyiapkan diri, tapi kalian tidak perlu takut karena ELF akan selalu berada disisi kalian. Aku percaya itu ..

Aku ingin sekali bertemu kalian, tapi sepertinya keadaan tidak mendukung. Dan aku takut bahwa nantinya jika aku bertemu kalian, aku tidak lagi mengenal siapa kalian. Itu pasti akan sangat menyedihkan…

Terakhir, ini special untuk Cho Kyuhyun … oppa, terima kasih karena sudah memenuhi hati dan otakku. Aku mencintaimu, meskipun aku masih berumur 17 tahun tapi aku tahu apa yang aku rasakan ini adalah rasa cinta. Aku akan membawa cinta ini sampai kapanpun sampai nyawa sudah tidak ada lagi di ragaku.

Untuk semua oppadeul, terus belajar dan berjuang keras serta tidak pantang menyerah .. kalian akan menjadi lebih hebat dan akan menguasai dunia dengan cinta kasih kalian ..

With love

Oh Min Young ^^

 

Itu suratku untuk Super Junior? Aku hanya bisa diam dan air mata yang terus mengalir deras. Aku melihat LeeTeuk, Donghae dan Eunhyuk oppa juga menangis. Hari ini aku bertemu Super Junior?  Okey, Super Junior? Benarkah? Dihadapanku adalah Super Junior? Apa ini mimpi? Atau aku sudah mati dan dipertemukan oleh Tuhan di dunia yang jauh lebih baik dari sebelumnya?

“ oppadeul ..” ucapku lirih tapi semuanya mampu mendengar ucapanku.

Mereka semua menatapku, super Junior melihatku. Aku ingin sekali mengucapkan kata-kata, tapi rasanya itu sulit sekali. Tapi berbagai pertayaan terlintas diotakku, banyak hal terjadi diluar pikiranku.

“ leeteuk oppa, donghae oppa, eunhyuk oppa,kangin oppa, ryeowook oppa, sungmin oppa, siwon oppa, yesung oppa, shindong oppa, kyuhyun ..” aku melihat satu-persatu wajah mereka.

Tiba-tiba sebuah suara menyadarkanku ..

“ min young~ssi, apa kau bahagia karena bisa bertemu dengan idolamu?” tanya salah satu host.

“ ini seperti mimpi, aku pikir aku sudah berada di surga tapi ternyata ini benar-benar nyata. Aku tidak tahu harus seperti apa ..” ucapku berantakan karena aku sedikit kehilangan fokus.

“ dan mengenai embel-embel oppa yang tidak kau ucapkan pada si magnae?” tanyanya lagi.

“  aku hanya tidak suka memanggilnya oppa, dia terlihat seperti teman seusiaku. Tapi terkadang dia juga terlihat sangat dewasa, jadi aku memanggilnya tanpa embel-embel oppa.” Jelasku dan itu membuat semuanya tertawa.

Ntah kenapa aku merasakan sakit yang luar biasa di kepalaku. Aku tidak ingin jika penyakit brengsek ini kambuh disaat seperti ini? Aku mohon Tuhan . . . sakit yang aku rasakan semakin menjadi-jadi, aku mengenggam erat kemejaku. Setetas darah berhasil keluar dari hidungku, dan itu semakin membuatku takut. Kemudian semuanya terasa ringan dan gelap.

Aku bangun dan kemudian dengan perlahan membuka mata, aku melihat banyak namja yang kini tengah mengelilingiku yang terbaring di ranjang rumah sakit.

“ super junior” ucapku dan kemudian aku merasakan sebuah lengkungan tercipta di sudut bibirku.

Mereka semua tersenyum melihatku, sungmin oppa mengenggam tanganku, lee teuk oppa menyentuh kepalaku. Rasa hangat dengan cepat aku rasakan. Aku juga melihat namja itu, ya… kyuhyun. Dia hanya diam sembari melihatku.

“ gwenchana ?” tanya kangin oppa.

Aku hanya mampu menganggukan kepalaku dengan perlahan. Lalu mereka kembali tersenyum satu sama lain.

“ apa kau sebegitu mengidolakan kami?” tanya kyuhyun.

Awalnya aku sedikit kaget dengan ucapannya yang sedikit tidak peduli dengan keadaanku.

“ apa aku mengidolakan kalian? Kurasa iya. Aku mencintai kalian, tidak peduli orang mengatakan aku seorang amatir. Aku selalu mendukung setiap langkah yang kalian ambil, meskipun terkadang keputusan itu membuatku terluka. Ketika Aku menangis, aku bahagia, aku terpuruk, hal ketiga yang selalu aku ingat adalah kalian setelah aku menginggat Tuhan dan kedua orang tuaku. Aku hanya merasa, bahwa hidupku lebih berwarna dengan kehadiran kalian.”

Kyuhyun hanya diam, tidak merespon ucapanku. Sedangkan yang lain mengucapkan terima kasih padaku dan mereka terseyum (lagi) dengan hangat kepadaku. Jam menunjukkan pukul 8 pagi ketika aku membuka mata dan menemukan mereka yang aku cintai, tapi sekarang sudah menunjukkan jam 10 pagi. Mereka mulai pamit, satu persatu pergi meninggalkan ‘kamarku’. Aku sendirian, aku sepi dan mulai menutup mata.

(lagi dan lagi) aku masih bisa membuka mata, aku menemukan diriku berada di sebuah mobil dengan pemandangan sungai han yang sangat indah. Ini sudah malam hari, tapi aku tidak tahu jam pastinya. Lalu aku menoleh dan menemukan namja itu. Cho Kyuhyun.

“ aku tahu kau pasti memiliki banyak pertanyaan untukku, tapi sayangnya kau harus menyimpan pertanyaan itu karena aku tidak ingin mendengar.”

Suara hembusan panjangnya terdengar nyaman ditelingaku. Wangi tubuhnya membuatku bergidik.

“ terima kasih karena kau sudah mencintaiku dan mendukungku.” Ucapnya tiba-tiba dan aku hanya tersenyum untuk menanggapinya.

“ kau tidak perlu berterima kasih untuk itu, aku tidak membutuhkannya. Kyuhyun~ssi, banyak sekali yang ingin aku katakana kepadamu. Hanya saja aku tidak tahu harus memulainya dari mana.”

“ kenapa kau memanggil aku seperti itu? tidak bisakah kau memanggilku oppa?” pintanya.

Aku hanya diam tak mau menanggapi. Lalu aku menempatkan diriku senyaman mungkin dan mengambil nafas dalam-dalam.

“ kyu, pertama kali aku tahu dirimu. Saat itu kau sangat kacau sekali, sakit waktu di Thailand yang ditemani oleh sungmin oppa dan satu orang yang aku lupa siapa. Lalu aku membaca artikel tentang kecelakaanmu tahun 2007 yang hampir merenggut nyawamu, dan masih banyak artikel yang aku baca. Ntahlah, setelah membaca beberapa artikel itu aku sangat down, aku tidak nafsu makan selama seminggu. Pikiranku selalu ada padamu, aku bersedih untukmu.” Aku mengambil nafas dalam-dalam.

“ setelah itu aku mencari tahu tentang dirimu, berkat itu aku mengenal super junior. Hidupku berubah setelah mengenal kalian, bahagia, menangis, terluka aku selalu menginggat kalian. Aku mencintai kalian, aku merasakan kalian hidup di sekitarku. sungguh, aku mencintai super junior.  Mengenai seorang Cho Kyuhyun, aku tidak bisa berkata apa-apa. Terlalu sulit untuk diungkapkan kyu.” Dia hanya diam saja mendengar ucapanku.

“ kyu, aku mencintaimu. Aku mendukung setiap langkah yang kau ambil di masa depan. Aku akan selalu melihatmu bersama Tuhan yang memberkatimu.” Belum selesai aku mengucapkan kalimatku.

Dia memelukku, memelukku sangat erat. Benar, Cho Kyuhyun Super Junior memelukku. Setelah beberapa saat dia memelukku, dia melepaskannya lalu menatapku dalam. Tangannya mencengkeram lenganku. Perlahan dia mendekatkan kepalanya ke arahku, dia menempelkan bibirnya di keningku. Lalu turun ke mata dan terakhir dia menempelkan bibirnya di bibirku. Hatiku seakan meloncat ketika dia mulai menggerakkan bibirnya. Dia menciumku dengan dalam dan aku hanya bisa menikmatinya.

Kurang lebih 15 menit kami berciuman lalu dia melepaskannya kemudian menempatkan tubuhku untuk bersandar di tubuhnya.

“ jeongmal khamsahamnida” ucapnya tulus.

“ kyu, kau tahu. Aku sangat lelah jika hidup seperti ini terus menerus. Aku ingin istirahat, aku ingin menutup mata dan tidak membukanya lagi. Aku ingin bertemu Tuhan, maukah kau mengantarkanku? Hanya mengantar, aku tidak akan pernah mengajakmu selain Tuhan yang memerintahkanku.”

“ iya, aku akan mengantarkamu, sekarang tidurlah dan tutup matamu dengan tenang. Aku disini bersamamu untuk menunggu Tuhan, aku akan menjagamu sebelum Tuhan yang akan menjagamu dengan sempurna. Istirahatlah, tutup matamu. Saranghaeyo Oh Min Young~ii”

Itulah kalimat terakhir yang aku dengar. Setelah itu aku menutup mata dengan tenang, aku merasakan bahwa Tuhan sudah menjemputku. Tuhan sudah menghilangkan beban yang aku rasakan.

 kyu, jeongmal khamsahamnida sudah memberiku kenangan  terbaik dalam hidupku. Aku akan menyimpan untuk selama-lamanya. Terima kasih, hiduplah dengan sehat dan untuk terakhirnya… aku sangat mencintaimu. Sungguh-sungguh mencintaimu …

end

5 thoughts on “My Letter For Super Junior

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s