SUDDENLY MARRIED!!!! – Part 2

Title    :           Suddenly Married‼-Part 2

Author:          Uchikyasha

Maincast:       Lee Sungmin, Shin Yoonji

Supportcast:  Hye Chan

Rating :           PG-15

Genre :           Romantic comedy, Love, Chapters/Parts

PS       :           Selamat membaca dan semoga terhibur. Cerita ini pernah dikirim waktu lomba di blog Spesial Shin. Tapi, ini lebih lengkap dari sebelumnya.

 

Yoonji POV

Kenapa sih susah sekali membujuk eomma untuk memakan sesendok bubur??? Kenapa dia tiba-tiba menjadi seperti anak kecil? Aigoo… kepalaku pusing karena semalaman tidak tidur. Tapi, pasti Sungmin lebih mengantuk. Dia pulang jam 6 pagi tadi, sebelum wartawan mengetahui keberadaannya. Sungmin, mianhaeyo…

“Eomma! Hanya sesendok. Aku mohon…” aku harus sampai mengatupkan kedua tanganku, memohon agar dia mau makan. Dia memalingkan wajah ke samping. Aku berjalan ke arah dia berpaling. Itu artinya aku harus memutar tempat tidur. Begitu aku sampai kea rah di mana dia berpaling, dia kembali memalingkan wajah k earah sebaliknya. Begitu terus hingga beberapa kali. Aku benar-benar tidak sabar lagi. aku meloncat ke atas tempat tidur. Duduk tepat di hadapannya.

“Baiklah, aku menyerah.” Ujarnya dan membuka mulut. Kenapa tidak dari tadi sih? Sebentar lagi sendok itu akan masuk ke mulutnya, eomma mulai bertingkah lagi. kali ini dia menutup mulut dengan kedua tangannya. Aku melengos, sendok itu kembali ke dalam mangkok.

“Eomma ya! sebenarnya apa yang eomma inginkan??” seruku mendengus kesal. Eomma menurunkan tangannya dan mulai membuat sebuah kesepakatan.

“Aku mau makan, asal kau berjanji padaku.”

“Janji apa?” kataku sedikit gusar. Baiklah, aku ikuti permainan eomma.

“Berjanjilah, kau akan mengikuti semua perkataan Sungmin.”

“Mwoya? Yak! Kenapa tida-tiba aku harus-”

“Katakan saja kau akan berjanji mengikuti semua perkataan Sungmin dan eomma akan menghabiskan bubur ini, dan bubur-bubur yang lain. Eo?”  potong eomma.

Aku menaikkan satu alisku, mencium suatu konspirasi terselubung diantara mereka berdua. Sepertinya, ada suatu hubungan bilateral antara mereka berdua yang tidak aku ketahui.

“Kalau kau tidak mau berjanji, jangan harap eomma akan menghabiskan makanan itu.” Eomma melipat tangan di depan dada dan memasang tampang “jangan mencobaku” nya itu. Aku mendengus kesal. Baiklah, aku iyakan saja.

“Ara! Aku janji akan mendengarkan semua perintah Sungmin, sekalipun dia menyuruhku untuk terjun ke jurang!” ujarku kesal. Pasti ini semua perintah Sungmin.

“Baiklah, kau sudah berjanji. Dengan begini eomma bisa tenang.” Ujarnya dan tersenyum, kemudian memelukku beberapa saat. Setelah itu, dia segera mengambil mangkok yang ada dipangkuanku dan menghabiskannya dengan lahap. Aku mengerutkan kening, heran. Kenapa, perasaanku mengatakan eomma akan pergi jauh? Ani, dia tidak akan pergi ke mana-mana dan akan selalu sehat seperti anak babi. Ya, seterusnya akan seperti itu.

**

Sungmin POV

Aku kembali menginjakkan kakiku di rumah sakit X ini lagi. Hampir dua hari ajhumma dirawat dan dia sudah membaik. Besok, kudengar dia sudah bisa pulang. Pasti Yoonji sangat senang.

“Anyeong ajhumma.” Sapaku begitu membuka pintu. Oh, ada Hye Chan, sahabat karib Yoonji saat sekolah dulu.

“Anyeong Sungmin.” Seru Ajhumma bersemangat. Tidak lupa aku juga menyapa Hye Chan.

“Hye Chan apa kabar?” sapaku ramah pada yeoja berambut coklat itu, yang duduk disebrang tempat tidur ajhumma.

“Baik Sungmin-ssi. Lama tidak berjumpa.” Ujarnya dan tersenyum ramah.

“Ajhumma, bagaimana keadaanmu?” aku beralih ke ajhumma. Wajahnya tak sepucat kemarin.

“Sangat baik Sungmin, bahkan aku rasa aku bisa bekerja di kedai hari ini.” ujarnya.

“Istirahatlah yang banyak ajhumma. Kau tidak perlu memikirkan kedai saat ini.”

“Baiklah kalau kau bilang seperti itu.”

“Keunde, dimana Yoonji?” ujarku menyadari tidak hadirnya Yoonji di ruangan ini.

“Oh, dia sedang keluar beli makanan.” Jawab Hye Chan. Aku mengangguk sebentar, kemudian mengutarakan maksudku datang ke sini pada ajhumma.

“Ajhumma, sebenarnya, aku datang ke sini untuk menjemput Yoonji. Aku, mau mengajaknya ke suatu tempat.”

“Pergilah. Aku tidak apa-apa.” jawab ajhumma dan tersenyum sumringah.

“Biar aku saja yang menjaga ajhumma, Sungmin-ssi. Kalian pergi saja.” kata Hye Chan, sangat membantuku. Aku mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Kemudian, pintu terbuka dan muncul Yoonji dengan kantong plastik di tangan kanannya.

**

Yoonji POV

Aku melirik Sungmin yang menyetir sangat serius. Dia kelihatan sangat tegang. Sebenarnya dia mau membawaku ke mana sampai-sampai menjemputku ke rumah sakit, kemudian mengharuskanku  pulang ke rumah dan memakai baju terbaikku?

“Berhenti menatapku seperti itu. Aku tahu, aku memang tampan,” kelakarnya dan tersenyum padaku. Aku mencibir pelan. Memang sih, dia sangat tampan jika berbalut jas hitam seperti ini. mengingatkan ku pada Agen FBI.

“Sebenarnya kau mau membawaku ke mana? Kalau cuman ke taman bermain aku tidak perlu ganti baju kan?” tebakku asal.

“Pabo. Mana mungkin aku mengajakmu ke taman bermain mengenakan setelan seresmi ini?” serunya sedikit kesal ku rasa. Iya juga sih? Kenapa akhir-akhir ini aku jadi tulalit ya?

“Lalu kau mengajakku ke mana? Menerima penghargaan? Aku tidak mau ikut!” Aku benar-benar malas jika diajak ke acara semacam itu. Dia pasti akan sibuk dengan kalangan sosialita kelas atasnya, dan aku pasti akan berdiri di sudut seperti sebuah batu di jalan yang tidak pernah dihiraukan oleh para pejalan kaki.

“Aniyo. Turunlah, kita sudah sampai.” Ujarnya dan turun dari mobil dan berjalan dahulu ke pintu gerbang rumahku. Dengan malas aku juga ikut turun dan mengikutinya dari belakang. Begitu sampai di dalam rumah, dia segera menyuruhku masuk ke kamar dan berganti pakaian, sementara dia mengambil minuman di kulkas. Di dalam kamar, aku menatap baju-baju di dalam lemariku. Baju terbaikku? Aku mengambil kemeja kotak-kotak dan celana jeans. Setelah selesai memakainya dan menyisir sebentar rambutku, aku segera keluar sebelum Sungmin menjadi cerewet.

Begitu aku keluar dan menemuinya, dia sepertinya sangat terkejut, sampai-sampai minuman yang ada dalam mulutnya tersembur keluar. Dia terbatuk sebentar sebelum membentakku.

“Yak! Ada apa dengan bajumu??” bentaknya dan menatapku dari atas, sampai ke bawah, kemudian ke atas lagi.

“Memangnya ada yang salah? Ini baju terbaikku.” Jawabku dan menunjukkan kemejaku. Sungmin berdecak kemudian menarikku paksa ke dalam kamarku lagi. Dia segera membuka lemariku dan mencari sesuatu. Kemudian, dia meletakkan sebuah gaun terusan berwarna putih dan blazer berwarna biru tua. Aku menatap heran kedua baju itu dan Sungmin bergantian.

“Pakailah. Berdandanlah sedikit. Aku tunggu diluar.” Ujarnya serius. aku sebenarnya ingin membantah. Tapi, aku ingat janjiku pada eomma agar selalu menuruti Sungmin. Tapi…

“Tunggu apa lagi? Cepat ganti bajumu!” seruan Sungmin membuyarkan lamunanku. Aku menatapnya tajam.

“Aku tidak akan ganti baju selama kau masih ada disini.” Kataku dan melipat tangan di depan dada.

“Memangnya kenapa? Kalau kita sudah menikah, kau pasti tidak akan kubiarkan memakai baju, apalagi… di atas ranjang.” M-M-MWO??? A-apa dia bilang?‼

Belum sempat aku menjitak kepalanya, dia sudah kabur duluan. Sial kau Lee Sungmin‼! Dia berhasil membuat wajahku panas! Otaknya sudah terjangkit virus yadong Eunhyuk dan Shindong‼ Andwae… :’(

**

Sungmin POV

Mobilku terparkir di luar gerbang yang selama 4 tahun tidak pernah kulihat. Aku melirik Yoonji. Dia seperti takjub melihat gerbang rumah yang besar. Yah, dia memang harus takjub. Rumah ini dibangun dengan biaya yang tidak sedikit.

“Apa kita mengunjungi istana raja?” tukasnya polos masih sibuk mengamati gerbang. Aku tersenyum dan segera turun dari mobil dan membuka pintu untuknya. Aku mengulurkan tanganku membantunya turun dari mobil.

“Ini, adalah rumahku.” Kataku menjawab pertanyaannya tadi. Dia mengerutkan alisnya bingung.

“Maksudmu, kau sudah membeli rumah? Kau sudah keluar dari dorm? Pasti kau menghabiskan banyak uang membeli rumah semewah ini.” gumamnya dan masih sibuk mengamati rumah itu.

“Aniyo. Maksudku, ini rumah kedua orangtuaku.”

Wajah Yoonji berubah tegang seketika.

“Ru-ru-rumah orang tuamu???” serunya tidak percaya. Aku mengangguk mantap. Kemudian, dia terlihat senang.

“Jadi kau sudah berbaikan dengan appamu, Min-min?” tukasnya girang. Aku menggeleng pelan. Senyumnya menghilang, dan dia kembali heran.

“Aku ingin orang tuaku mengenal calon istriku,” jawabku dan tersenyum. Giliran Yoonji yang panik. Sangat panik ku rasa.

“Mwo? Ke-kenapa begitu tiba-tiba?? Aku kan belum siap! Kenapa juga kau tidak mengatakan dari awal! Aku kan bisa mempersiapkan diriku lebih baik. Aigo… untung saja aku tidak jadi memakai kemeja dan jeans tadi.” Keluhnya dan berkaca pada spion, mencoba melihat make-upnya. Aku menarik pundaknya, agar dia hanya melihat wajahku.

“Aku yakin, mereka akan suka padamu apa adanya.” Ujarku lembut dan mengecup keningnya, agar yeoja itu berhenti menjadi panik.

“Tapi, bagaimana dengan appamu? Apa dia akan menemuimu? Lebih tepatnya apa dia juga mau menemuiku? Bagaimana kalau dia tidak suka padaku karena aku hanya yeoja biasa yang berjualan jajangmyeon? Lalu, apa eommamu juga akan menerimaku mengingat aku bukanlah gadis anggun yang berasal dari keturunan yang berada?” gumamnya dan tertunduk. Aku mengangkat dagunya, membuatnya kembali menatapku.

“Asalkan bersama, semuanya akan baik-baik saja.”

**

Author POV

Sungmin eomma menangis terharu di dada Sungmin. Yoonji hanya diam, tidak tahu harus berbuat apa.  Lebih tepatnya bingung. Sungmin tersenyum, mencoba memberitahukan pada yeoja itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yoonji membalas senyum Sungmin, seakan mengatakan dia mengerti.

“Eomma, jeongmal uljima.” Ujar Sungmin pelan sambil membelai lembut punggung sang ibu.

“Sungmin, akhirnya kau pulang…” isak ibunya dan memperat pelukannya.

“Aigoo eomma. Kita baru bertemu seminggu yang lalu di dorm. Apa eomma sangat merindukan anakmu yang manis ini?” kelakar Sungmin, namun tidak berhasil membuat ibunya berhenti menangis.

“Tapi, ini pertama kalinya eomma bertemu denganmu di rumah kita, setelah 4 tahun. Eomma, selalu menantikan momen seperti ini, di mana eomma membuka pintu, dan mendapatimu tengah tersenyum pada eomma.” Isak Sungmin eomma.

“Jeongmal mianhaeyo eomma. Aku ingin sekali pulang. Tapi kalau appa tidak pernah menerima kehadiranku di sini, aku tidak tenang tinggal di sini eomma.”

“Mari kita bicarakan baik-baik dengan appamu. Pasti dia akan mengerti.”

Sungmin menghela napas pelan, mendorong lembut pundak ibunya, untuk menatap wajahnya. Sungmin menyeka air mata ibunya dan berkata “Eomma, apa eomma tidak malu menangis di depan calon menantu eomma?” tukasnya mengalihkan topik dengan segera.

Sang ibu berpaling ke samping dan menatap Yoonji yang sedikit panik dan segera membungkuk, memperkenalkan dirinya yang sedari tadi kehadirannya belum disadari Sungmin eomma.

“A-anyeong haseyo ajhumma. Jeo-jeonun, Shin Yoonji imnida. Senang bertemu dengan ajhumma.” Seru Yoonji sedikit terbata-bata. Memang Sungmin sering menceritakan sang ibu, tapi bertemu secara langsung, membuat Yoonji takjub. Sang ibu, seperti Sungmin versi yeoja. Mata, bibir, susunan gigi, dan bibir tipis mereka sangat mirip. Sekarang Yoonji tahu, darimana Sungmin mendapatkan senyum aegyonya.

“Oh, anyeong haseyo Yoonji. Sungmin sering sekali cerita tentang dirimu. Kau, sangat cantik,” ujar sang eomma dan mendekati Yoonji, kemudian menggenggam kedua tangan yeoja itu. Yoonji mengangguk dan tersenyum. Dalam hatinya, dia berpikir ini awal yang sangat baik.

**

TBC

Hahahaha, sekarang gak lupa kasih kata TBC gak kayak Part 1. Gimana ceritanya? Tolong dikomen ya untuk cerita selanjutnya yang lebih baik.. Hem, kalau ada yang berminat untuk buat gambar ilustrasinya, kirim aja email ke baeren_anie@yahoo.com

Soalnya, diriku ini tidaklah pandai dalam edit-mengedit gambar. Terima Kasih sudah membaca… :D

One thought on “SUDDENLY MARRIED!!!! – Part 2

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s