Nostalgia

Author                                    : Alexa Han aka Oriza Mayleni

Cast                                         : Han Yuri, Lee Donghae

Genre                                      : Romance, Sad, Alternative Universe

Length                                    : oneshot

Rating                                                 : PG13

Recommended song              : Ikimono Gakari (Nostalgia) *recommended banget*, SJ (Memories)

Annyong Haseyo!!!!!!!!!! ^^ Halo!!!!! Hola!!!!!! Taraaaaa saya nongol lagi dengan sebuah FF yang yahh readers tahu lah abalnya gak beda jauh dari FF” saya yang lain…..kalimat yang bercetak miring itu flashback, sedangkan yang bercetak tebal itu translatenya lagu Nostalgia. Well…be a good readers (RCL!!!!)…happy reading (^_^) *Jangan lupa denger Nostalgianya Ikimono Gakari…Gak punya? Download dulu :p……kalau bisa bacanya waktu turun hujan, hujan deras angin kencang lebih bagus (?) *author sarap* *ditendang* *nyemplung kali* *kelelep* *mati* *abaikan* *tragis*

 

_______

 

Listen as I talk in this faint voice

I won’t force myself to be strong, but I won’t cry like that anymore either

It hurts that our tracks are gradually diverging

Suddenly, even the sound of rain frightens me, our two umbrellas grow further apart

Nostalgia, memories of when I twinkled innocently with you

***

Donghae’s POV

Malam ini rasanya begitu panjang…apa karena aku merindukanmu?….aku tidak tahu perasaan apa yang sedang kurasakan sekarang….setiap malam terasa panjang tanpamu…….

Hujan yang turun terasa menyejukkan sekaligus menyesakkan bagiku. Sesak rasanya saat aku ingat kenangan kita dulu……

____

“aku tidak mau minum obat…..jauhkan obat-obat itu dariku….” Dari balik pntu ini aku melihatnya memberontak dan melempar obat-obatan itu kelantai

Saat dia berlari keluar, tubuhnya menabrakku…….

“mianhae…..” ujar sambil membungkukkan badan, saat dia hendak pergi, aku memegangi tangannya erat

“apa yang kau lakukan? Lepaskan….cepat lepaskan…” teriaknya

“suster….cepatlah…..” teriakku pada suster-suster yang bertugas menangani Yuri…..

“lepaskan aku….lepaskan!!!!!..” dia terus berteriak dan berontak

“nona Yuri……kau harus kembali….”                                     

Salah seorang suster segera menyuntikkan sesuatu yang kuyakin obat tidur….beberapa detik kemudian Yuri jatuh tak sadarkan diri……..

____

Aku masih ingat wajahmu saat aku memegangi tanganmu dengan erat…..aku tahu kau kesal bukan main padaku tapi aku melakukannya untuk kebaikanmu….mianhae…..

Udara malam ini dingin sekali….apa kau merasakan dinginnya juga? Atau disurga sedang hangat? Titik-titik hujan ini seperti sebuah melodi…melodi yang menyedihkan, melodi yang selalu berhasil membuatku menitikkan airmata karena teringat padamu…..aku tak keberatan kehabisan airmata tapi…..aku tidak mau kau yang berlinang airmata……

____

“nuguseyo?” ujarnya dingin, walaupun wajahnya pucat, dia tetap terlihat manis

“aku? Aku dokter barumu…” kataku dengan senyum

“MWO? Darimana asalmu? Kanada? Belanda? Swiss? Berapa ayahku membayarmu?”

“ckckck….kau tidak sopan sekali, umurmu kan lebih muda dariku……”

Dia memalingkan wajahnya kearah jendela…..rambut hitam panjangnya bergerak tertiup angin…..dia menutup matanya…..

“kenapa kau tidak mau minum obat?” tanyaku

“bosan…..” jawabnya tanpa membuka matanya

“bosan? Tidak mau sembuh?”

“sembuh? Semua orang selalu mengatakan kebohongan yang sama ‘minumlah obatmu jika mau sembuh’ tapi nyatanya keadaan masih sama seperti ini….sejak dulu…….apa dokter tahu betapa aku bosan meminum obat? Aku bahkan merasa makanan pokokku bukan nasi seperti kebanyakan orang tapi obat”

Aku terdiam mendengar perkataannya…….hujan tiba-tiba turun….kuamati gadis ini, senyuman mengembang diwajahnya….

“dokter…kau suka hujan?” tanyanya

“sangat suka……bagaimana denganmu?”

“aku benci hujan……”

“wae?”

“karena orang itu…..dia tidak menepati janjinya…..”

“orang itu? Siapa?”

“tidak penting. Kenapa dokter suka hujan?”

“karena ada seseorang yang kukenal dan dia sangat suka hujan…..”

Tiba-tiba kulihat dia meneteskan airmata…..

“kenapa?”

Dia hanya menggeleng….

“aku akan minum obatku…sekarang aku mau istirahat…..”

“baiklah….aku tinggal dulu…jika butuh sesuatu, panggil saja….”

Aku melangkah pergi meninggalkannya…..ada perasaan sakit menderaku…..dia membenci hujan? Apa karenaku? Mianhaeyo……

***

 

Hey, don’t say anything more, my tears fall onto my trembling hands

I think I can forget you; I want to chase after your familiar back

I can no longer even believe the excuses that flow out, carried by my tears

I’ll lock away my true feelings in my heart before our tomorrow disappears

I was truly upset, an ordinary love was enough for me

 

***

 

Sinar matahari masuk melalui jendela kamarku….kubuka mata perlahan….perih…..sepertinya mataku bengkak karena terus-terusan menangis tadi malam…aku cengeng? Yahh aku tak perduli orang akan menilaiku apa…hanya menangis yang bisa kulakukan saat merindukannya walaupun aku tahu tangisan tak akan mengembalikannya kesisiku…….

Sebuah pesan masuk ke telepon genggamku…

“oppa…..jangan lupa janji kita nanti jam 2 siang. Ok…^^”

Aku tersenyum tapi ada rasa sedih dan bersalah yang tiba-tiba menyelinap…aku merasa telah menghianatinya….tapi kurasa inilah keinginannya……

____

“dokter…berapa lama lagi aku hidup?” tanyanya saat aku menyuntikkan obat

“masih lama……….” Jujur aku bingung mau menjawab apa….

“apa cukup lama sampai aku membahagiakan orang tuaku, menikah, punya anak??”

“sampai kau akan beruban dengan suamimu juga bisa…..” jawabku sambil tersenyum

“benarkah? Ani….kau hanya menghiburku…..”

“asal kau mau berjuang, pasti bisa…….sudah, sekarang jam makan….kau harus habiskan semuanya…..”

“…………….”

“aku permisi……”

 

***

Aku berlari segera saat suster memberitahukan kalau Yuri memuntahkan semua makanannya dan yang lebih parah, dia juga mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya.

Sekarang Yuri sudah istirahat, wajah dan bibirnya pucat. Aku bisa merasakan sakitnya….sakit sampai kau merasa tidak ingin hidup lagi……..tapi aku yakin gadis yang sedang tidur seperti malaikat didepanku ini adalah gadis yang kuat.

“Donghae…………” seseorang memanggilku dan ternyata paman Jinwoon appa Yuri.

“paman……..”

“bisa kita bicara sebentar………”

“tentu….silahkan keruanganku….”

 

***

“sampai kapan kau akan menyembunyikan identitasmu darinya?”

“aku juga tidak tahu sampai kapan……….” Jawabku

“kau tahu? Yuri menunggumu daridulu…….pasti dia senang saat kau sudah kembali….”

“…….”

“baiklah……..kau pasti punya alasan tertentu melakukannya……kalau begitu paman kembali dulu kekamar Yuri…….”

Aku hanya mengangguk……walaupun paman Jinwoon bukan orang tua kandung Yuri, aku bisa melihat betapa dia sangat menyayangi Yuri. Cairan bening keluar dari mataku begitu saja…..sampai kapan aku mau bersembunyi darinya? Sampai kapan aku mampu pura-pura tak mengenalnya? Sampai kapan aku mampu menyembunyikan rasa rinduku padanya?

_____

“oppa……….” Teriak seorang yeoja dari sebrang sana….dia melambai-lambaikan tangannya kearahku

Dia menggandeng lenganku segera setelah aku menghampirinya.

“kau sudah menemukan tempat yang cocok?” tanyaku

“hmmm…aku diberitahu temanku kalau gaun pengantin disana indah-indah……” jawabnya dengan senyum sumringah

“kalau begitu ayo…………”

***

“otte?”

“cantik……….” Jawabku

“hanya cantik?” dia mengerucutkan bibirnya…….aku jadi teringat pada Yuri, aku tahu aku tidak boleh begini tapi apa boleh buat kalau kenangan itu tiba-tiba muncul dipikiranku setiap aku melihat mata wanita yang sedang mencoba gaun didepanku ini…..

“oppa….oppa…” panggilnya

“eo…..”

“kau sakit? Kenapa tiba-tiba melamun?”

“ani……..aku hanya kagum melihat malaikat ada didepanku sekarang…..”

“mwo??? Ckckckck….kau memang perayu ulung…..kalau begitu aku mau gaun yang ini saja”

“baiklah kalau kau suka……….”

Kim Jiyoung…..itulah nama wanita yang sedang bersamaku sekarang. dia tunanganku dan 1 minggu lagi kami akan menikah.

_____

Aku terkejut saat tidak mendapati Yuri dikamarnya….dimana dia? Diluar sedang hujan…..

“suster Park….dimana Yuri?”

“maaf dokter..kami juga sedang mencarinya….”

“bagaimana kalian ini? Menjaga 1 orang saja tidak bisa……….”

Aku segera berkeliling RS tapi dia tidak ada diruang manapun. Ya Tuhan….kumohon jangan sampai ada hal buruk terjadi padanya….aku memutuskan mencarinya ditaman belakang RS. dan ternyata dia disini……….

“Han Yuri…………”

Dia menoleh….bisa kulihat dia sedang menangis…………

“ada apa? Ayo masuk….kau bisa sakit…”

Dia menggelengkan kepalanya…….

“dokter…aku takut………”

“takut apa?…..”

“setiap malam aku takut…..aku takut memejamkan mataku..aku takut tidak akan bisa bangun lagi besok pagi…….”

Hatiku terasa sangat perih…apa yang bisa kulakukan sekarang? tanpa aba-aba apapun tubuhku mulai mendekat padanya..aku memeluknya erat……….

“aku sangat merindukan seseorang……..aku takut Tuhan memanggilku sebelum aku bertemu dengannya…”

“aku yakin kau pasti bisa bertemu dengannya…..”

 

_____

“oppa…..hujan…..” Jiyoung berseru senang saat rintik hujan mulai membasahi seoul

“mana sarung tanganmu?”

“sarung tangan?…..heheh…aku lupa bawa….”

“ck….kau ini….” Aku memukul kepalanya pelan

“bukankah ada yang lebih hangat dari sarung tangan? Aku lebih suka yang itu…..”

“apa?” kataku tak mengerti

“tanganmu…..”

Aku hanya tersenyum lalu menggandeng tangannya yang mulai dingin karena cuaca.

“aku antar pulang sekarang……”

_____

“apa yang kau lakukan?” tanyaku pada Yuri yang sedang asik dengan pena dan notebooknya

“membuat daftar kegiatan…..”

“kegiatan? Kegiatan apa?”

“rahasia…………tidak boleh ada yang tahu…..”

“baiklah…aku mengerti…..”

“………..dokter…aku boleh minta sesuatu?”

“apa?”

“ijinkan aku keluar RS selama 1 minggu saja….aku mau dirawat dirumah….”

“MWO?…ani..tidak bisa…..”

“kau tidak kasihan padaku?” dia memasang wajah memelas yang sangat menggemaskan

“tapi itu berbahaya…..aku tidak bisa memberikan ijin…..”

“ayolah dokter 1 minggu saja……..jika kau tidak memberiku ijin, aku akan menghantui mu…”

“menghantui aku? Memangnya kau hantu?”

“sekarang bukan..tapi nanti jika aku mati aku akan menghantuimu karena tidak mengijinkanku bersama keluargaku selama 1 minggu saja…….”

Aku berpikir sejenak…..disatu sisi aku ingin dia bahagia dengan lepas sebentar dari tempat ini tapi disisi lain aku takut terjadi hal darurat padanya.

“dokter….aku tadi sedang membuat daftar hal yang ingin kulakukan dengan ayah dan ibuku…..jebal……hanya 1 minggu, setelah itu aku tidak akan meminta keluar dari RS lagi dan aku janji tidak akan menyusahkan suster-suster lagi….”

“baiklah………..”

“jeongmal gomabseumnida…….”

 

End Donghae’s POV

Author’s POV

Yuri melompat keatas tempat tidurnya lalu berteriak kegirangan………

“tempat tidurku…aku rindu padamu…..”

“tidak rindu pada eomma?”

“eomma…..tentu saja aku rindu padamu……” Yuri memeluk ibunya dengan erat

“eomma…..aku mencium masakan enak…..”

“tentu saja….eomma membuat sup kimchi kesukaan mu….ayo kita turun makan….”

Yuri mengangguk…..

***

“appa…eomma…aku punya sesuatu yang akan kusampaikan……” ujar Yuri saat mereka selesai makan

“apa itu?” ujar appanya

“aku sudah membuat daftar yang akan kulakukan selama seminggu ini…akan kubacakan….”

“hari pertama aku mau berbelanja dengan eomma dan membuat kimchi………hari ke2 aku akan pergi kesalon bersama eomma….hari ke3 aku mau kita sama-sama menonton musical lalu pergi makan sepuasnya……hari ke4 aku mau pergi mengunjungi ayah dan ibuku……hari ke5 aku mau menghabiskan waktu dirumah bersama kalian saja…..hari ke6 aku mau kepanti asuhan dan menyumbangkan barang-barangku….dan hari terakhir, aku mau ke Mokpo mengunjungi panti asuhanku yang dulu……bagaimana? Aku boleh melakukan semua itu bukan?”

“…..tentu saja…eomma dan appa akan menemanimu 1 minggu ini……”

“gomaewo appa…eomma…”

“kalau begitu naiklah…..isirahat…besok petualangan akan dimulai….” Appanya mengelus rambut Yuri

“ok….selamat malam appa….eomma….”

 

1st Day

“aku sudah siap……..” ujar Yuri

“sarung tangan?”

“sudah…”

“mantel tebal….”

“sudah…..”

“kalau begitu ayo kita pergi….”

@Supermarket

Yuri dan eommanya berbelanja ria…biasanya yang bertugas berbelanja adalah pembantu mereka tapi kali ini beralih karena permintaan Yuri.

@Home

“eomma….ayo coba…aaaa…”

“hmmm….mashita….kimchi buatan uri Yuri memang sangat enak…..”

Kringgggg,……….telepon rumah keluarga Han berbunyi…..

“eomma angkat telepon dulu….”

Yuri mengangguk lalu melanjutkan kegiatannya membuat kimchi……

“yeoboseyo…..aaa Donghae….ada apa?”

“bagaimana keadaan Yuri bibi?”

“Yuri baik-baik saja…jangan khawatir….”

“jarhanda………..maaf mengganggumu bibi….jika butuh sesuatu, silahkan telepon aku…”

“Donghae….kau sedang sibuk?”

“anio bibi…ada apa?”

“datanglah kerumah…kita makan malam sama-sama……”

“tapi…..”

“sudah jangan menolak….datang saja….kami menunggumu jam 8 nanti….”

Titttttt………

“nugu?” tanya Yuri

“dokter Lee…….”

“aaa….ada apa dokter menelepon?”

“hanya menanyakan keadaanmu….eomma mengundangnya makan malam bersama kita?”

“eh?….”

“bukankah dokter Lee tampan? Yuri tidak tertarik padanya?”

“eomma….sejak kapan eomma jadi suka bercanda begini?…….”

Eomma Yuri hanya tersenyum…..

 

***

“terima kasih sudah mengundangku…….” Ujar Donghae

“jangan sungkan……ayo silahkan nikmati makanannya….” Jawab eomma Yuri

“ne…..”

 

2nd Day

“wahhh…eomma neomu yeppeoyo…” Yuri mengacungkan jempolnya setelah eommanya selesai menata rambut disalon….eommanya hanya tersenyum

“ayo..Yuri mau kemana lagi?”

“mmm…kita makan ice cream..”

“baiklah..ayo….”

 

***

“aku senang sekali hari ini…..menghirup udara segar dan bersenang-senang seharian dengan eomma….” Yuri memeluk eommanya

“….eomma…apa kita bisa seperti ini lagi lain waktu?” batin Yuri, cairan bening keluar dari matanya…

“kenapa menangis?” tanya eommanya

“anio….kalau begitu aku naik dulu……”

 

3th Day

“drama musicalnya bagus sekali…..” ujar Yuri

“tapi appa lihat tadi Yuri menangis….apakah sangat sedih?”

“ani….aku menangis karena kagum…appa eomma ayo kita mampir kesitu, aku mau membelikan baju untuk kalian…” Yuri menarik lengan appa dan eommanya

Yuri memilih-milih beberapa pakaian untuk appa dan eommanya……

“apa appa suka yang ini?” ujar Yuri sambil menunjukkan sepasang jas

“apapun yang Yuri pilih, appa suka…..”             

“baiklah….kalau begitu yang ini saja….dan untuk eomma yang ini….bajunya sangat serasi….”

4th Day

“appa…eomma….aku senang karena sebentar lagi bisa bertemu kalian……”

“tapi…..kenapa aku jadi sedikit takut, aku takut akan membuat orang-orang disekitarku berlinang air mata…….”

Yuri meletakkan bunga lily yang dibawanya ke tempat peristirahatan appa dan eommanya. Yuri mengeratkan mantelnya….

“Yuri….kita harus pulang, sepertinya hujan akan turun…..” ajak appanya

Yuri mengangguk……….

 

5th Day

 

“Yuri……sudah jangan melakukannya….kau harus istirahat…”

“eomma…biarkan aku melakukannya, aku ingin melakukan ini daridulu….” Yuri kembali merebut pemotong rumput yang dibawa eommanya

“eomma tahu tapi daritadi kau sudah melakukan banyak pekerjaan, sudah cukup……”

“tanggung….biarkan aku mengerjakan semuanya. Sekarang eomma masuk dan santai-santai saja….OK”

Selesai membersihkan rumah dan kamarnya, Yuri memasukkan semua barangnya kedalam kardus untuk disumbangkan kepanti asuhan.

“kenapa semua barangnya dimasukkan? Sudah tidak suka?”

“aku masih suka, tapi aku tidak akan memakainya lagi jadi kusumbangkan saja…..”

“Yuri…..”

“eomma….kenapa menangis? Jangan menangis, aku masih disini……”

6th Day

Yuri sedang sibuk bermain bersama anak-anak dipanti asuhan…..sekarang dia sedang bermain piano untuk anak-anak itu……

Tepuk tangan meriah menghiasi ruangan music itu……Yuri tersenyum kearah anak-anak polos itu….

“terima kasih karena mau datang kesini….” Ujar pengurus panti

“sama-sama….kalau begitu saya permisi…..”      

“adik-adik….sampai jumpa….” Yuri melambaikan tangannya pada anak-anak dipanti tersebut….

Yuri memegangi kepalanya dengan erat…..darah keluar dari hidungnya dan bisa ditebak kalau dia pingsan seketika……

 

End Author’s POV

Donghae’s POV

“Donghae……..” bibi kembali memanggilku saat aku sampai diambang pintu

“iya bibi…….”

“ini…….” Bibi menyodorkan sebuah buku harian padaku

“ini?…”

“itu milik Yuri…….dulu Yuri berpesan untuk memberikan padamu saat kau menemukan pasangan hidup…dan bibi yakin sekarang waktu yang tepat”

“kalau begitu saya permisi bibi….”

“iya…hati-hati dijalan………”

***

Dibuku harian Yuri tidak terlalu banyak catatan….hanya beberapa foto yang tertempel…….

“hari ini aku memasak bersama eomma…..dulu aku sering melakukannya tapi setelah divonis menderita leukemia, aku jadi dilarang bekerja……kembali kedapur sangat menyenangkan….eomma mengundang dokter Lee juga..aku benar-benar pasien parah, sampai sekarang aku hanya tahu marganya….dokter Lee hanya lebih tua 2 tahun dariku….seharusnya aku memanggilnya ‘oppa’ agar lebih akrab…hahahahahahah…..”

Kenapa harus malu memanggilku seperti itu? Aku malah suka mendengarnya…..

“drama musical yang kutonton barusan bagus sekali…..aku sedikit sedih, sedih karena aku rindu berada dipanggung seperti itu lagi….apa aku bisa disebut pianis walaupun hanya pernah mengiringi pertunjukkan music dan musical sebanyak 4 kali?…..mollayo…….
aku benar-benar berada ditingkat kesedihan, melihat appa dan eomma yang semakin berumur, aku merasa bersalah karena akan meninggalkan mereka…..appa…eomma…mianhaeyo…aku belum jadi anak yang berguna untuk kalian, aku ingin selalu disisi kalian tapi aku tidak mampu…..”

Aku semakin tak sanggup membuka halaman berikutnya…..dari halaman ini saja terlihat jelas tinta-tinta yang agak luntur, pasti Yuri menulisnya sambil menangis.

“aku senang bermain piano untuk adik-adik itu….dulu juga aku seperti mereka…..aku tahu yang mereka rasakan…..
seharusnya aku masih ada dirumah sekarang tapi penyakit ini membuatku harus mendekam di RS lagi….besok adalah hari terakhir, aku benar-benar tidak mau melewatkannya…..
Tuhan…..tolong, bawa dia besok…..aku ingin melihatnya sekali saja…..”

Titik-titik yang tidak lain airmataku mulai membasahi lembar ini buku harian ini…….

___

“dokter Lee…jebal….ijinkan aku keluar RS…..sebentar saja……”

“tidak bisa….kau harus tetap disini…..”

“tapi aku…..”

“ikuti saja kata-kataku…..keadaanmu sekarang tidak memungkinkan kau untuk keluar”

“tapi aku masih punya waktu sehari…..dokter tidak boleh melanggar janji……”

“apa yang sebenarnya mau kau lakukan? Kenapa tidak bisa diam dan mulai menghawatirkan dirimu…..”

Aku benar-benar tidak tahu kenapa bisa bersuara keras padanya……kulihat matanya mulai berkaca-kaca…

“tolong…aku benar-benar tidak tahu akan hidup sampai kapan….selagi aku masih bisa….”

Yuri terisak dan tak melanjutkan kalimatnya….hatiku perih…..

“mian aku tidak bermaksud membentakmu….”

“……….”

“baiklah…tapi jam 6 nanti kau harus sudah disini…..”

“jinjja? Aku boleh pergi? Jeongmal gomabseumnida……”

“Dokter Lee…kenapa kau begitu baik padaku?…apa jangan-jangan kau menyukaiku?”

“Mwo?….”

“hahaha…aku hanya bercanda…Dokter Lee, kau sebenarnya tampan dan baik tapi sayang..aku Cuma menyukai 1 namja daridulu…..dan semoga hari ini aku bisa bertemu dengannya….”

Yuri ingin ke Panti Asuhan kami dulu di Mokpo…Mungkin ini saatnya aku memberitahukan yang sebenarnya padanya.

End Donghae’s POV

Author’s POV

7th Day (Last Day)

Yuri menelusuri jalan setapak yang dipenuhi daun-daun kering……hawa dingin menyeruak….taman bermain yang dilewatinya sepi, tidak ada terlihat seorang anakpun yang bermain..tentu saja, karena panti asuhan tersebut telah pindah.

Yuri memegang erat gagang payung ditangannya saat angin datang…..sekarang sampailah dia disebuah bangunan besar yang sudah tak terpakai….panti asuhan tempatnya dan Donghae bertemu.

Yuri memejamkan mata mengingat kenangan-kenangan masa kecil yang sempat dihabiskannya dengan Donghae dulu….cairan bening mengalir begitu saja….

Hp nya tiba-tiba berdering….

“yeoboseyo appa…..”

“kau sudah sampai?”

“ne…”

“apa lihat di TV, Mokpo akhir-akhir ini sering hujan…jangan lupa pakai mentel mu…ara?”

“ne appa…jangan khawatir….titip salam untuk eomma…”

“iya…kalau begitu appa tutup dulu….”

Tittttttttt……….

 

***

 

The illusion that surrounded me as a child disappears into the sky

I can’t turn back the hands of the clock that keep moving coldly

The thread of love I shook off now contricts my hesitant form, making me sad

I’ll overcome the affection, throw away the sadness and find a new me

I can no longer see you in the wonderful future that will eventually come

 

***

Yuri berjalan kearah taman belakang….

“ternyata masih ada……” Yuri meraba tiang sebuah ayunan yang mulai usang…Yuri menyingkirkan daun-daun kering diayunan tersebut kemudian duduk sambil memandang langit yang kehitaman…

“Oppa….kau dimana?….apa kau tidak merindukanku dan tidak ingin bertemu denganku sama sekali?”

“…kau pembohong….tapi aku begitu bodoh karena tidak tahu bagaimana cara untuk membencimu….”

“Yuri…..”

Yuri menolehkan kepalanya saat sebuah suara memanggilnya…..

“dokter….sedang apa kau disini?”

“bertemu denganmu….”

“appaku yang menyuruhmu?”

“ani……boleh aku duduk disebelahmu?”

“tentu….” Yuri menggeser badannya….

“dulu……ada seorang yeoja yang kerjaannya duduk disini, dia tidak berminat sedikitpun ikut bermain dengan yang lain…hanya duduk disini sambil mengamati orang-orang yang bermain gembira didepannya…..”

Hati Yuri berdesir….

“….nugu?..” ujar Yuri sedikit parau

“yeoja yang sangat kusukai….tapi kurasa sekarang dia sangat membenciku karena aku tidak menepati janji untuk kembali padanya…..aku bodoh sekali….”

Yuri berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan meninggalkan Donghae……

“kau mau kemana?” Donghae menahan tangan Yuri

“kenapa kau tidak bilang?….kenapa berpura-pura jadi orang lain?”

“kenapa kau tidak tanya nama lengkapku? Kau hanya memanggilku ‘dokter Lee’ tanpa tahu nama lengkapku…”

“Mworago? Jadi maksudmu ini salahku?….lucu sekali…..” Yuri melepaskan tanganya dari genggaman Donghae

“ara..ara..mianhae…..aku hanya takut kau akan mengusirku pergi saat kau tahu siapa aku sebenarnya…”

Yuri terus berjalan lurus tak memperdulikan Donghae dibelakangnya……

“aku tahu kau pasti marah besar karena aku tidak menepati janji…tidak bisakah kau memaafkanku?”

“tidak  bisa….karena kau, setiap malam aku menangis..aku berharap besok pagi masih bisa bernafas agar aku bisa bertemu denganmu…” Yuri terisak sambil menundukkan kepalanya

Donghae melepas payung yang sedari tadi digenggamnya lalu mendekap Yuri erat…..

“jeongmal mianhaeyo……….”

“tahukah kau…aku tidak akan lama lagi….” Yuri masih terisak dalam peluka Donghae

Donghae melepaskan pelukannya lalu menyeka airmata Yuri…..

“maaf karena aku..kau membuang airmatamu…membuat matamu bengkak dan terasa perih, membuat hatimu cemas dan merasakan ketakutan……” tangan Donghae menelusuri wajah Yuri….

Donghae mengecup pipi Yuri…..lalu mengelusnya perlahan…..kini ciuman Donghae mendarat dibibir Yuri. Lama dan dalam………

“Saranghae…..”

 

***

Donghae merasakan tenggorokannya kering….nafasnya tercekat……hujan mulai jatuh membasahi tubuhnya……

“kau pasti kedinginan disana…..” batin Donghae…tangannya menelusuri gundukan tanah yang masih baru itu….

Airnatanya bercampur dengan hujan….Donghae memegangi dadanya…

“rasanya sangat perih…….disini….”

“entah bagaimana aku nanti…….”

Sebuah payung tiba-tiba melindungi Donghae dari guyuran hujan…..

“Donghae…sampai kapan kau mau disini?….”

“………..”

“ada yang mau bertemu denganmu…..” sambung orang tersebut yang tidak lain adalah teman Donghae sesama Dokter

“nugu?………….”

“Kim Jiyoung…orang yang menerima donor mata Yuri…….”

End Author’s POV

Donghae’s POV

Aku membuka lembar berikutnya………lembar terakhir………

“…aku rasa waktuku akan tiba, semua sudah kulakukan…..aku juga bertemu dengannya …dengan Donghae…..Oppa terima kasih karena dulu kau menjagaku, karena kau aku merasakan cinta….sebenarnya aku masih ingin menghabiskan banyak hari denganmu tapi aku tidak bisa……

Appa eomma…. Terima kasih karena telah merawatku, menyayangiku, selalu ada untuk ku…maaf karena  membuat kalian lelah harus mengurus aku yang lemah ini….tidak ada yang bisa kukatakan selain terima kasih………aku mencintai kalian semua…..semoga dikehidupan mendatang aku dipertemukan dengan kalian lagi….”

Lembar ini penuh dengan bercak darah…..sepertinya malam itu Yuri menulis buku harian ini…malam terakhir sebelum dia pergi untuk selamanya….

Kututup buku harian ini perlahan…..kuhembuskan nafas panjang….aku tahu tak seharusnya aku mengingat seorang yeoja disaat besok aku akan menikah dengan yeoja lain…….

Tapi biarlah malam ini untuk terakhir kalinya aku mengenangnya sebelum aku melupakannya……Yuri-ah Mianhae……

***

I’ll lock away my true feelings in my heart so that I can get through tomorrow alone

I’ll overcome the affection, throw away the sadness and find a new me

I can no longer see you in the wonderful future that will eventually come

I’ll lock away my true feelings in my heart so that I can find a shining tomorrow

I’ll lock away my true feelings in my heart before our tomorrow disappears

***

“Kim Jiyoung…bersediakah kau menjadi istri Lee Donghae..menemaninya dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan?”

“aku bersedia….”

“Lee Donghae…bersediakah kau menjadi suami Kim Jiyoung…..menemaninya dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan?”

“aku bersedia……”

Tepuk tangan memenuhi gereja ini setelah aku dan Jiyoung mengucapkan janji……aku dan Jiyoung membalikkan tubuh menghadap semua undangan sambil memasang sebuah senyuman……

Entah ini khayalanku atau memang dia ada disitu…..Yuri, aku melihatnya berdiri didepan pintu gereja sambil tersenyum kearahku…..apakah itu caranya mengucapkan selamat tinggal padaku?

Senyumannya tulus…beberapa detik kemudian sosok berbaju putih tersebut menghilang bersama dengan turunnya hujan diluar sana……..

__END__

­­__EPILOG­__

“Yuri…ini teman-teman barumu………..”

Yuri masih enggan mengangkat kepalanya…..

“aku mau pulang……..” Yuri mulai menangis lagi

“Yuri sayang….mulai sekarang kau akan tinggal bersama kami, appa dan eomma mu menitipkanmu pada kami karena sekarang mereka ada di surga…”

“shireo…aku mau bertemu eomma dan appaku…” Yuri terisak…….

Suster memeluknya lalu mengantarnya kekamar tidur….

***

“kenapa tidak ikut bermain dengan temanmu?” tanya seorang suster

Yuri hanya menggeleng…..suster tersebut mengelus kepala Yuri lalu meninggalkannya

Beberapa menit kemudian datang seseorang menghampiri Yuri…..

“kau mau ini?” ujar namja kecil tersebut sambil menyodorkan sebuah lollipop

Yuri menggeleng…….lalu mengalihkan pandangan……

“lihat turun hujan…….kau tahu apa artinya?”

“tidak….” Jawab Yuri singkat

“artinya orang-orang yang sudah pergi akan turun kebumi untuk melihat apakah orang yang mereka sayangi hidup dengan baik….”

“jinjja? Apa eomma dan appaku juga?”

“eomma dan appamu….?”

“mereka sudah pergi karena kecelakaan itu……”

“tentu saja……makadari itu jangan sedih lagi………..kau harus tersenyum agar eomma dan appamu tidak khawatir disurga sana…….”

Yuri mengangguk lalu tersenyum……..

“aku Lee Donghae……umurku 10 tahun…..namamu siapa?”

“namaku Han Yuri…umurku 8 tahun…”

“oppa..apa eomma dan appamu juga ada disurga?”

“ani…..mereka menitipkan aku disini, kata mereka ada urusan mendadak jadi aku dititipkan disini…tapi sampai sekarang mereka tidak menjemputku….”

“kau beruntung karena setidaknya orang tuamu masih ada…..”

“jangan sedih lagi….mulai sekarang aku akan menjagamu…..” Ujar Donghae dengan senyuman tulusnya

***

2 Years later….

“aku janji akan kembali kesini lagi…….”

“kau tidak bohong kan?”

“tentu…….ini untukmu…..” Donghae memasangkan bracelet silvernya pada Yuri

“Donghae……ayo cepat, kita harus pergi….” Teriak appa Donghae

“tunggu aku…..” ujar Donghae

Yuri mengangguk…..

“sampai jumpa…….”

***

“suster…aku tidak mau….aku tidak mau….”

“tapi Yuri….kau bisa hidup lebih baik, mereka orang yang baik, percayalah pada suster……”

“aku tahu….tapi Donghae oppa belum datang, jika aku pergi sekarang, aku tidak akan bertemu dengannya………..”

“suster janji…jika Donghae datang, suster akan memberikan alamat rumah mu padanya……”

Yuri akhirnya mau ikut orang tua angkatnya…….

Yuri dan orang tua barunya tinggal di Seoul……..

***

@Donghae’s Home

“appa…..kenapa kita harus ke Kanada?”

“appa punya usaha baru disana..kita semua harus pindah……”

“kalau begitu ijinkan aku ke Mokpo…..”

“Mokpo? Mau apa?”

“aku mau bertemu seseorang…………..”

“baiklah…besok appa akan mengantarmu……..”

***

“Yuri sudah diasuh…….”

“Mwo? Siapa? Dimana?” Ujar Donghae tak percaya

“ini alamat rumahnya……”

***

Sampailah Donghae didepan sebuah rumah……Donghae memencet bel berkali-kali….seorang bibi keluar……

“Maaf…….benarkah ini rumah keluarga Han Jinwoon?”

“Han Jinwoon?……..”

“ne……….”

“owh…..iya benar, aku membeli rumah Ini pada keluarga Han…..”

“membeli?”

“iya…..mereka menjualnya lalu pindah….”

“apa bibi tahu mereka pindah kemana?”

“mereka pindah ke Jepang….alamatnya pastinya aku tidak tahu……”

“kalau begitu terima kasih, maaf mengganggu…..”

Donghae menghela nafas panjang……..dia tidak tahu lagi harus bagaimana…..2 hari lagi dia akan pindah ke Kanada…..mengelilingi Jepang dalam 2 hari? Itu sangat mustahil…….

__END EPILOG__

 

Huaaaaaaaaa  FF apa ini?????…..gimana? gimana? Gimana? Udah pasti abal seperti buatan saya yang lain *DIES*……semoga gak bingung ama pola pengetikan saya…..makasih buat yang nyempatin diri baca FF amatir ini…..sampai jumpa dengan FF saya yang lain yang pastinya beti alias beda-beda tipis kadar gajenya :p …..soalnya saya ini SMK jurusan TKJ (Teknik Kurang Jelas) *ditabok kepala sekolah* jadi maklum aja kalau FFnya juga ikutan gaje….HUAHHAHAH….makin ngawur aja…….well Don’t forget comment comment comment comment comment….anyyong!!!!!!!!!!!

3 thoughts on “Nostalgia

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s