~Promise~

Cast:

~ Cho Kyuhyun

~ Han Minji

Author:

~ SofianiTaengoo

  • Jangan pernah copy atau ambil tulisan ini tanpa ijin aku.. Semua ini asli dan murni bikinan aku. Kalau ada kesamaan konsep cerita, mungkin itu kesalahan yang tidak di sengaja.. Please don’t be a silent reader.. Jangan cuman mau menikmati tanpa mau menghargai..

untuk yang mau lebih kenal bisa follow twitter aku: SofianiTaengoo @ twitter

Happy Reading!! =D

================================================

Ada satu hal yang aku sesali, selama aku hidup di dunia ini..

Kematianmu bagiku adalah sebuah kesalahan besar..

Kepergianmu adalah takdir yang paling aku benci..

Kenyataan bahwa kau tidak lagi berada disampingku, membuatku seakan-akan tidak bisa bernafas..

Tidak lagi melihatmu dalam jarak pandangku membuatku tersiksa..

Penyesalan yang datang juga tambah membuatku terpuruk..

Andai aku bisa jujur padamu dari awal, mungkin takdir kita akan berbeda..

Aku berharap jika kau terlahir kembali, kau..akan kembali kedalam pelukanku..

***

Aku menatap jam ditanganku. Dia sudah terlambat 1 jam. Apa yang dia lakukan?

Aku menatap sekelilingku yang dipenuhi oleh pasangan-pasangan yang juga sedang menikmati keindahan malam kota Seoul, sekaligus mungkin merayakan malam natal.

Kembali aku memeriksa ponselku dan menatap jam di tanganku. Tidak ada kabar sama sekali.

Aku mengetuk-ngetukan jariku cemas. Sudah hampir 2 jam aku menunggu. Tapi bahkan tanda kemunculan namja itu tidak ada. Kemana dia? Apa dia lupa kalau dia punya janji denganku?

“Kyu-ah..kau dimana?” bisikku pelan. Mulai kurasakan butiran salju berjatuhan diwajahku. Ah.. salju sudah turun. Biasanya aku akan sangat bahagia sekali saat saljut turun. Aku menyukai musim dingin. Tapi tidak kali ini.. Tidak saat aku tidak bisa melihat dan menemukan namja itu. Tidak saat aku sudah tidak bisa mendengar suara namja itu lagi..

-Flashback-

“Yak Han Minji! Kenapa kau menggunakan baju tipis seperti itu hah?! Kau mau mati kedinginan?!” tanya seorang namja dibelakangku dengan keras. Aku menatap namja itu kesal dan medekatinya.

“Berisik! Tidak tau apa kalau kau sedang berada di tengah kerumunan orang?!” ujarku sambil membekap mulutnya. Namja itu melepaskan tanganku dan menatapku tajam.

“Kau mau sakit?! Aigo! Kenapa kau mengenakan baju seperti ini?!” tanyanya lagi.

“Aku takut kau tidak menyukai bajuku yang lain. Jadi aku hanya mengenakan kaus dan jeans saja. Tidak masalahkan? Lagipula salju belum turun dan cuaca juga belum terlalu dingin.” ujarku santai. Kyuhyun hanya bisa menatapku sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“Terserah kau sajalah nona keras kepala. Ayo kita pergi.” ujarnya sambil mengulurkan tangannya padaku. Aku terkekeh. Jarang sekali namja ini mengalah. Mungkin ini keajaiban natal. Aku meraih tangannya dan menggenggamnya erat.

***

Cho Kyuhyun.. namja yang saat ini sedang memegang tanganku dengan erat. Aku bertemu dengannya 1 tahun yang lalu saat kelas 3 SMA. Saat itu dengan bodohnya di tengah pelajaran, dia menyalakan kembang api di tengah lapang. Tentu saja dia dimarahi oleh guru dan kepala sekolah. Tapi dia kelihatan tidak peduli. Dia hanya tersenyum puas melihat para guru stress akan sikapnya itu. Dan saat itulah, aku terpikat oleh senyumannya.

Dan entah bagaimana, tiba-tiba saja dia menyatakan perasaannya padaku. Dan aku, dengan ketololanku hanya bisa berlari menjauh saking gugupnya. Dan keesokan harinya, dia kembali menyatakan perasaannya padaku. Dan saat itu pula aku berusaha mengendalikan diriku, untuk tidak kabur, dan menerima namja itu. Tapi.. sampai sekarang aku sedikit takut. Aku takut  Kyuhyun menganggapku main-main. Aku tidak pernah menyatakan langsung perasaanku. Aku hanya bisa diam apapun yang namja itu lakukan padaku. Dan terkadang, aku takut namja itu akan pergi dan meninggalkanku selamanya..

“Apa yang kau pikirkan?” tanyanya tiba-tiba membuatku terkejut.

“Ani. Kau ingin tau saja.” ujarku acuh. Namja itu berdecak kesal.

“Kau tidak bisa ya bersikap selayaknya yeoja normal yang sedang kencan? Kau selalu saja bersikap seakan-akan kau membenciku? Apa jangan-jangan selama ini, kau tidak pernah menganggapku ada?” tanyanya tiba-tiba menusuk hatiku. Aku terdiam sejenak dan memandangnya. Inilah yang selama ini aku takutkan. Aku pikir, dengan terus selalu mengikuti apa yang namja itu mau, bisa membuat namja itu mengerti bahwa perasaanku sama dengan apa yang dia rasakan. Aku menyukainya.. Tapi aku terlalu pengecut untuk mengatakan semua itu.

Saat itulah kembang api muncul. Aku takjub melihat gemerlap keindahan yang terpantul di mataku. Namja itupun sama-sama menikmati pertunjukan kembang api yang baru saja  dimulai.

“Minji-ah, kau..menganggapku apa selama ini?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Aku tercengang. dan langsung menundukan kepalaku.

“Menurutmu?” tanyaku pelan, dan langsung merasa menyesal telah mengatakan hal bodoh seperti itu.

“Kau tidak pernah mengatakan perasaanmu padaku. Aku merasa, hanya akulah yang menyukaimu dengan tulus. Apa aku bertepuk sebelah tangan?” ujar namja itu sambil berbalik menatapku. Tangannya menyentuh kepalaku dan mengangkat wajahku agar menatapnya.

“Mungkin terdengar egois, tapi aku tidak terlalu memikirkan perasaanmu. Walaupun kau memang tidak menyukaiku tapi.. aku senang kau mau menghabiskan waktu bersamaku sampai saat ini.” ujarnya dengan tersenyum. Senyum kesukaanku.. Senyum ketulusan.

“Kyuhyun-ah..” ujarku menatapnya kabur. Air mataku sudah bertumpuk dimataku. Andai kau tau bahwa aku juga memiliki perasaan yang sama denganmu..Tapi mendengar kau mengatakan kau tidak peduli pada perasaanku, haruskah aku menangis atau bahagia?

Kyuhyun lalu mencium bibirku lembut. Aku bisa merasakan perasaannya mengalir dalam diriku saat ini. Dan aku sangat berharap dia merasakan apa yang aku rasakan selama ini.

“Terimakasih untuk berada disini Han Minji-ah. Terimakasih sudah mau menerimaku apa adanya.” ujarnya dan mendekap tubuhku. Aku bisa merasakan aroma khasnya. Air mataku mengalir turun.

Mengapa begitu sulit untuk jujur terhadap apa yang aku rasakan?

***

“Kau mau bermain menangkap ikan tidak?” tanyaku sambil menunjuk stand tidak jauh dari hadapan kami.

“Boleh saja. Memangnya kau bisa?” tanyanya dengan nada merendahkan.

“Aish! Kau pikir aku yeoja bodoh? Tentu saja aku bisa. Kajja!” ujarku menariknya.

Selama 2 jam, kami menghabiskan waktu untuk menangkap ikan yang ternyata sulit. Namja bodoh itu sama sekali tidak mau membantuku. Dia terus menghinaku dengan mengatakan aku bodoh.

“Yak! Begitu saja kau tidak bisa! Kau yang mengajakku kesini tapi kenapa kau kalah dengan mudah begitu?” ujarnya dengan nada menghina dan pandangannya yang menyebalkan. Aku mendelik menatapnya dan terus mencoba. Tapi ternyata tetap tidak berhasil. Dan akibatnya selama perjalanan pulang namja itu tidak berhenti menghinaku.

“Yak Cho Kyuhyun! Kau hanya terus menghinaku tapi tidak membantuku sama sekali!” ujarku kesal. Kyuhyun masih saja tertawa sambil memegangi perutnya.

“Hahahahaha aku pikir kau ahlinya sehingga aku tidak perlu membantumu. Ternyata.. hahahahahaha”

“Aish! berhenti tertawa dengan mulut lebar seperti itu! Kau manusia menyebalkan!” ujarku sambil mendahuluinya pergi.

“Yak! begitu saja kau marah. Aish!” ujarnya sambil mengejarku. Aku tidak menjawab dan hanya memasang wajah sebal. Namja ini begitu bodoh. Siapa yang tidak marah ditertawakan seperti ini?!

Selama beberapa saat suasana menjadi hening. Namja itu berhenti tertawa dan menjadi diam. Mungkin dia sedang menyesal telah menertawakanku dengan puas seperti tadi.

Lalu tiba-tiba aku merasakan butiran lembut menyentuh tanganku. Salju. Salju turun dengan derasnya membuatku yang tidak mengenakan jaket menjadi kedinginan setengah mati.

“Apa yang aku katakan? Udara sudah dingin dan kau malah mengenakan baju tipis begitu.” ujar Kyuhyun. Aku menatapnya kesal. Aish! Bisa tidak disaat seperti ini dia berhenti mengomel.

“Ayo duduk disana. Saljunya terlalu deras. Kau bisa sakit nanti.” ujarnya menarikku ke salah satu bangku dekat taman. Aku menggosok-gosok tanganku yang mulai memucat karena kedinginan. Kalau tau begini lebih baik aku memakai baju tebalku saja. Lalu aku merasakan pundakku menghangat. Namja itu memasangkan mantelnya padaku dan mendekapku untuk dekat dengannya.

“Aku tidak ingin kau sakit.” ujarnya pelan.

“Tapi nanti kau yang akan sakit.” ujarku.

“Tidak masalah.” jawabnya. Aku bisa merasakan jantungku berdegup kencang dan darahku mengalir deras. Aku sudah tidak merasakan dingin di tubuhku, tapi kehangatan yang diberikan namja itu sudah benar-benar menyebar dalam tubuhku.

“Kau gadis yang baik.”

“Mwo?” tanyaku kaget. Aku tidak salah dengarkan?

“Kalau aku pergi kau pasti akan mendapatkan laki-laki yang lebih baik.”

“Yak! Kau mengatakan apa Cho Kyuhyun? Kau mau meninggalkanku?” tanyaku heran.

“Aku tidak mungkin meninggalkanmu dengan sengaja. Maksudku, mungkin saja tiba-tiba aku mati dan harus meninggalkanmu.” jawabnya membuat jantungku kembali berdetak cepat.

“maksudmu kau akan mati sebentar lagi?” tanyaku iseng. Tapi namja itu tidak menjawab.

“Berjanjilah bahwa ditahun-tahun berikutnya kita akan bertemu lagi di malam natal. Kita akan melihat kembang api dan bermain tangkap ikan seperti tadi.. Janji?” ujarnya sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

“Janji.” ujarku menautkan jari kelingkingku. Kyuhyun tersenyum.

“Minji-ah..”

“Ne?”

“Gomawo…”

-Flashback end-

***

Air mataku mengalir deras. Disaat bersamaan, kembang api mulai bermunculan di langit. Aku menutup mataku dan terisak. Aku teringat akan pertanyaan ajusshi yang tadi menjaga stand ikan, kepadaku..

“Agasshi mau bermain ikan lagi?” tanya seorang pria tua kepadaku.

“Mwo?”

“Agasshi adalah yeoja yang sama yang datang tahun lalukan? Yang terus saja gagal menangkap ikan-kan? Ngomong-ngomong, kemana namja yang bersama agasshi waktu dulu? Dia tidak ikut?” tanya ajusshi itu. Aku terdiam sejenak dan tersenyum getir.

“Dia…sudah tiada. Namja itu..sudah meninggal satu tahun yang lalu.”

Benar.. Cho Kyuhyunku.. sudah meninggal satu tahun yang lalu tepat saat kami pulang dari kencan kami. Dia kecelakaan karena menyelamatkanku yang hampir ditabrak truk. Dia meninggal beberapa jam setelah kami berjanji untuk saling bertemu di malam natal hari ini.

Aku sangat menyesal.. Ada banyak sekali hal yang ingin aku katakan sebelum dia pergi,,

“Hari ini.. aku memenuhi janjiku padamu. Aku datang untuk menyaksikan pesta kembang api lagi.. Kali ini aku mengenakan baju tebal Kyu, jadi kau tidak usah takut aku akan sakit..  Aku juga pergi ke stand ikan dan kau tau.. Aku berhasil. Kau pasti akan mati kutu saat melihatku tadi.. haha..” ujarku pelan sambil terisak.

“Aku merindukanmu Kyu. Amat sangat merindukanmu.. Kau bahkan pergi sebelum aku mengatakan semua yang belum kukatakan padamu.. Bahkan aku belum jujur terhadap perasaanku… Tapi, kenapa kau menyelamatkanku? Kenapa kau biarkan aku hidup dan tersiksa karena kau sudah tiada.. Kenapa kau tidak menepati janjimu Kyu?”

Lalu saat itulah aku kembali merasakan butiran lembut menyentuh kepalaku. Aku menatap keatas dan terbelalak.

Bersamaan dengan turunnya salju, aku melihat Kyuhyun berada dihadapanku. Dia tersenyum dan menyentuh pipiku dengan tangannya yang hangat.

“Aku tau. Aku tau bahwa kau juga memiliki perasaan yang sama denganku. Maaf, aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk bertemu denganmu ditahun-tahun berikutnya. Maaf aku juga sudah membuatmu menderita dengan kepergianku..” ujarnya lalu mencium bibirku lembut. Ini asli.. Dia Kyuhyun yang asli.. Kehangatannya tidak pernah berubah walaupun satu tahun telah berlalu.

“Percayalah bahwa aku tidak pernah menyesal telah menyelamatkanmu. Aku sangat senang bahwa aku meninggal demi orang yang aku cintai. Hal itu telah membuat hidupku lebih berarti,”

“Berjanjilah padaku bahwa kau akan tetap bahagia. Jangan terus menyesali kepergianku Han Minji. Aku pernah bilang padamu bahwa kau gadis yang baik.. Aku yakin kau bisa mendapatkan namja yang baik juga.” ujarnya lagi sambil mengelus rambutku.

“Terimakasih untuk selalu mencintaiku selama ini. Dan.. aku juga selalu merindukanmu diatas sana.. Selamat tinggal Minji-ah”

Bersamaan dengan kata perpisahan itu, salju semakin turun dengan deras. Aku terdiam di tempatku. Merasakan kehangatan namja itu..

Kyuhyun-ah..

Terimakasih untuk menepati janjimu di tahun ini..

Aku, tidak akan pernah menangis lagi..

Aku akan berjuang untuk bisa kembali bangkit..

Terimakasih untuk memberikanku cintamu yang hangat..

Aku sangat bersyukur aku pernah bertemu denganmu..

Terimakasih sudah menempatkanku dihatimu..

Semoga kau tenang diatas sana Cho Kyuhyun..

Aku disini akan selalu mendo’akanmu..

============================================

aneh ? Jelek ? Mian >,< ide ini muncul tiba-tiba setelah aku baca komik sedih TT.TT

apapun pokonya aku tunggu kritik dan saran kalian =D

11 thoughts on “~Promise~

  1. Sedih banget ceritanya.. Kyu oppa nya meninggal.. Minji sabar ya.. kenangan yg begitu indah antara Minji dan Kyu oppa

  2. Hiks hiks hiks
    Sedih thor T.T
    Tanggung jawab thor tissue di rumah habis nih gara gara baca ff nya
    Author : siapa suruh baca

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s