YOU

CAST

:: Kim Sulli

:: Cho Kyuhyun

:: Kim Heechul

:: Kang Raemi

:: Other SuperJunior’s Member

:: Other SNSD’s Member

 

GENRE

:: Romance

:: Angst

 

WARN

:: Thypo, OOC *maybe, garing, ancur, ETC. If you don’t like this Fanfict, just get out of here ^^

 

DESCLAIMER

:: Super Junior belongs to their Parents, GOD, ELF, FanBase, and absolutely SMENT. But Zhoumi belongs to AUTHOR ^^ *demi kripik Shindong, mianhe readerdheul TT…TT*

 

 

Happy reading gurlsssss ;)

 

::

 

::

 

::

 

 

Seorang yeoja dengan dresscod berwarna merah marun sedang sibuk dengan sebuah kotak berpita merah dihadapannya. Senyuman pun seperti tak ingin pergi dari wajah manisnya. Sesekali dibenahinya lagi pita merah yang terekat pada muka kotak itu walaupun sebenarnya tak ada yang salah pada letak tatanya.

 

Sudah hampir 10 menit yeoja itu memandangi kotak berpita dihadapannya. Bak tak kenal bosan, ia terus saja membenahi pita yang keadaannya benar-benar sudah sempurna dari awal. Kelakuan yeoja itupun akhirnya terhenti saat suara baritone menghentikan kelakuan anehnya.

 

“Yak Suli-ah! Sampai kapan kau akan berdiam diri disitu? Apa kau akan melewatkan acara ulang tahunnya?”

 

“Aishh oppa kau mengganggu saja, aku masih ingin membenahinya. Kau tunggu saja diluar jangan menggangguku”

 

“Apa lagi yang perlu dibenahi nae dongsaeng baboya? Semua sudah terlihat sempurna”

 

“Yak jangan mengataiku babo, aku sama sekali tak babo oppa!”

 

“Hahah nae dongsaeng memang babo! Sudah hentikan kelakuan idiot mu sebelum dia merasa bosan karena kau tak kunjung datang”

 

“Aishh kau kan bisa kembali ke gedung itu dan menjelaskan padanya. Hanya menungguku beberapa saat tak akan membuatnya mati konyol bukan?”

 

“Apa kau rela melihatnya mati konyol karena menunggu dirimu?”

 

Yeoja itu yang dikenal sebagai Sulli pun hanya melongos pelan mendengar ucapan oppanya, Kim Heechul. Bukan ia tak berniat membalas ucapan oppanya, namun ia sadar betapa keras usahanya tidak akan mampu menang dalam adu argumentasi macam ini. Tak lama, masuklah seorang yeoja yang juga memakai dresscod senada dengan Sulli menghampiri namja yang sedari tadi adu argumentasi dengan Sulli. Yeoja itu yang bukan lain adalah kekasih dari Heechul pun mengajak keluar kekasihnya meninggalkan Sulli sebelum perang argumentasi kembali berlanjut.

 

Setelah sepasang kekasih itu keluar, Sulli kembali sibuk dengan kotak yang ternyata adalah sebuah hadiah untuk seseorang. Jangan salah, Sulli adalah yeoja yang bisa dibilang paling beruntung sejagat dunia. Ia mempunyai oppa yang bukan lain adalah member SuperJunior, Kim Heechul. Sementara kekasihnya pun adalah salah seorang namja penghuni SuperJunior, Cho Kyuhyun maknae setannya SuperJunior.

 

“Hem semoga saja Kyuhnie menyukai hadiahnya dan lebih mementingkan aku bukan psp abadinya itu!”

 

Sulli pun mempout bibir plumnya saat mengingat saingan abadinya, PSP. Namun wajah agyeonya tak bertahan lama karena matanya mulai berbinar-binar entah mengapa. Dengan sekali tarikan nafas, ia membuat siluet semangat dan beranjak pergi dari kasurnya sebelum Heechul kembali mengajaknya beragumentasi. Tak lupa ia memapah kado spesial untuk kekasih evilnya yang sedang berulang tahun.

 

::

 

::

 

::

 

Suasana pesta itupun cukup meriah dengan dihadiri beberapa artis SM juga dan semua member SuperJunior pun bergabung dalam pesta tersebut. Si empunya pesta, dengan tuxedo hitamnya menyapa satu persatu tamu yang datang ditemani oleh roomatenya -Sungmin. Sesekali Kyuhyun tampak celingak-celinguk seperti mencari seseorang yang ditunggunya. Tak lama, dua orang yeoja yang menghampit seorang namja pun datang membuat senyum Kyuhyun lepas memandangnya. Ketiga orang itu bukan lain adalah Sulli, Heechul, dan kekasih Heechul -Kang Raemi.

 

Kyuhyun pun menghampiri Sulli yang sedang berdiri didekat meja minuman yang sengaja disusun rapih. Tangan kanannya menggenggam gelas kaca yang terisi minuman berwarna gelap yang dikiranya adalah sebuah cola. Keduanya pun hanya saling memandang dengan senyum yang tak pernah hilang dari keduanya. Bak pertama kali bertemu, perasaan gugup pun menghampiri keduanya. Geram melihat keadaan canggung sepasang kekasih itu, akhirnya Heechul dan Raemi pun menghampiri keduanya.

 

“Sampai kapan kalian akan memandangi satu sama lainnya? Apa kalian berniat hanya ‘memandang’ tak melakukan yang lainnya?” suara baritone Heechul pun sukses membuat Kyuhyun salting

 

“Ne, Chullie benar apa kalian akan berdiam disini dengan senyuman konyol kalian?” lanjut Raemi dengan senyum iblisnya

 

“Aishhh eonni jangan seperti ini”

 

“Hyung, noona jangan menggoda seperti ini. Aku hanya sedang mengagumi wajah cantik saengmu dihadapanku”

 

Blssshhhh, semburat merah terpampang jelas dipipi putih Sulli saat mendengar ucapan atau lebih tepatnya gombalan dari Kyuhyun. Heechul pun dengan baik hatinya menghadiahi Kyuhyun dengan deathglarenya karena berhasil membuat saengnya memerah sempurna.

 

“Chullie ayo kita tinggalkan dua orang ini. Biarkan mereka mengobrol dengan caranya sendiri ne?” ajak Raemi sambil menggandeng tangan Heechul

 

Heechul dan Raemi pun meninggalkan Kyuhyun dan Sulli berduaan saja. Hawa canggung pun sudah menghilang dari sepasang kekasih itu. Dengan tarikan nafas, Kyuhyun menggandeng tangan Sulli lembut menuju tempat dimana semua member berkumpul. Semua member menyambut hangat kedatangan Sulli sebagai ratu malam ini. Kyuhyun pun meninggalkan Sulli dan berjalan kearah Leeteuk dan Sungmin. Sebelumnya, Sulli memang sudah dekat dengan Henry member sub-group SuperJunior-M. Keduanya pun terlihat mengobrol sambil sesekali tertawa karena keduanya dulu pernah sama-sama menempuh sekolah menengah di Canada.

 

Tak lama, datanglah beberapa yeoja yang dikenal sebagai member dari girlband SNSD dan F(x) dengan dresscod warna senada dengan Sulli -MerahMarun. Yeoja-yeoja itu langsung menghampiri Kyuhyun yang sedang berbicara dengan Sungmin dan Leeteuk. Mereka memberikan bingkisan kotak yang sudah pasti hadiah untuk Kyuhyun. Seorang yeoja dengan anggunnya menghampiri Kyuhyun setelah semua yeoja yang datang bersamanya sudah selesai urusan dengan Kyuhyun. Tak hentinya yeoja itu memasang senyuman manisnya untuk Kyuhyun.

 

“Oppa, saengil chukkae ne. Semoga kau mendapat apa yang kau inginkan”

 

“Ne gumowo Seohyun-a” jawab Kyuhyun pada yeoja itu yang ternyata adalah Seohyun, maknae SNSD

 

“Oh ya oppa, Sulli eonni mana? Apa dia tak datang di pestamu?”

 

“Oh Sulli itu dia sedang mengobrol dengan Henry” ucap Kyuhyun sambil menunjuk kearah Sulli yang kebetulan tersenyum kepadanya

 

“Oh cantik ya kekasihmu”

 

“Hahaha tentu saja seoh. Aku pergi dulu ya mau menghampiri Sulli sebelum mochi china canada itu merebutnya”

 

Kyuhyun pun menghilang meninggalkan Seohyun, Leeteuk dan Sungmin yang masih terpaku di tempatnya. Dihampirinya Sulli yang masih mengobrol dengan Henry dengan tawa yang menggelegar. Digenggamnya tangan Sulli menjauh dari Henry dengan raut wajah sedikit asam. Jangan salah, maknae SuperJunior itu adalah salah satu namja paling cemburu seantero dorm SuperJunior. Henry yang melihatnya pun hanya senyum-senyum menertawakan kelakuan Kyuhyun.

 

Acara puncaknya pun mulai saat leader Super Junior, Leeteuk mulai memanggil nama maknaenya dari atas altar ruangan itu. Dengan tepuk tangan yang cukup meriah, Kyuhyun pun melangkah menaiki anak tangga menuju altar tersebut. Masuklah dua orang pelayan membawa tiga tumpuk kue tart berasa tiramisu ke hadapan Kyuhyun. Yesung, Sungmin, Ryewook dan Zhoumi turut menyumbangkan suara tinggi mereka menyanyikan sebuah lagu bergenre ulangtahun(?). Lagu pun berhenti terdengar, semua orang yang menghadiri pesta itupun memaksa Kyuhyun cepat memotong kue dihadapannya. Akhirnya tanpa ragu-ragu Kyuhyun memotong kue pertama dengan sebuah make a wish sebagai pembukanya.

 

Suara gaduh pun langsung terdengar ketika Kyuhyun turun dari altar membawa sepiring kue potongan pertama menuju Heechul. Jangan salah, Kyuhyun bukan ingin memberikan potongan kue pertamanya untuk Heechul. Dengan yakin, ia memberikan potongan kue pertama itu untuk seorang yeoja disebelah kanan Heechul yang bukan lain adalah Sulli.

 

“Sarangheyo, jeongmal sarangheyo Kim Sulli”

 

“Kyuh…Kyuhnie… Na do sarangheyo”

 

Kyuhyun pun menyuapi kue tiramisu itu untuk Sulli. Sungmin, Eunhyuk, Ryewook dan Raemi pun tak menyia-nyiakan kejadian langka seperti itu. Keempatnya pun dengan kompak memotret selca sepasang kekasih itu yang sedang saling menyuapi pasangan. Raemi kembali merengkuh di lengan Heechul, membuat mimik se agyeo mungkin dihadapan kekasihnya.

 

“Chullie, aku iri dengan adik iparku itu” ucap Raemi dengan mempoutkan bibirnya yang membuat Heechul menahan tawanya

 

“Tidak perlu iri chagi, sebentar lagi kau kan akan menjadi nyonya Kim. Sementara Sulli akan berubah menjadi nyonya Cho”

 

“Tapi tetap saja aku iri Chullie dengan adik iparku itu. Huh”

 

Heechul pun mengelus kepala kekasihnya yang dalam mode envy pada Sulli. Setelah acara suap-suapan itu, Kyuhyun pun mengajak Sulli berdansa di tengah-tengah ruangan itu. Diiringi permainan biola oleh Henry, suasana romantis sangat tercipta diruangan itu. Heechul pun tak diam, ia juga mengajak Raemi berdansa di tengah ruangan itu. Saat semuanya sedang sibuk berdansa dengan pasangan acaknya, seorang yeoja menatap nanar Sulli dan Kyuhyun yang sedang berdansa bak king dan queen. Seringai iblis pun tercetak jelas di wajah manis nan cantiknya.

 

“Kita lihat Kim Sulli, siapa yang akhirnya akan bersanding dengan Kyuhyun oppa. Cih~”

 

::

 

::

 

::

 

Pagi ini, Kyuhyun terbangun dengan mata terbelangak. Bagaimana tidak, bagian kamarnya sudah dipenuhi dengan banyak kado berserakan dilantai dengan mengenaskan. Di uceknya(?) kedua iris manik coklatnya. Matanya pun terdiam pada satu titik dimana sebuah kotak hadiah berdiri tegap dimeja tak jauh dari kasurnya. Kyuhyun pun melangkah mendekati bingkisan berpita merah yang ada di atas meja itu. Ia membuka perlahan bingkisan tersebut, dan tak lama mimik wajahnya berubah sangat bahagia menghilangkan aura iblisnya. Kyuhyun membaca sebuah kertas berisi kata-kata dari si pemberi hadiah.

 

….Saengil Chukkae Cho Kyuhyun ^^. Semoga di umurmu yang sekarang kau lebih mementingkan diriku, hyungdheulmu, dan fans mu dari pada psp itu >,<. Mianhe, jeongmal mianhe jika kado ku bukanlah kado yang special untukmu. Tapi demi seluruh hatiku, aku membuatnya dengan sepenuh hati walaupun hasilnya aneh. Sudah ah, pokonya sekali lagi Saengil Chukkae my Kyuhnie. Sarangheyo♥

Kim Sulli^^….

 

“Gumowo chagiya, semua permintaanmu akan aku turuti. Gumowo untuk kado, dan terutama untuk syal dan cinta yang kau berikan untukku. Na do sarangheyo Kim Sulli”

 

Senyum makin melebar saat Kyuhyun selesai membaca bait-bait kata yang ternyata dari Sulli. Diletakkan kembali kertas itu dan diraihnya sebuah barang dari dalam bingkisan itu. Sebuah syal dengan warna putih tulang menjadi hadiah yang paling istimewa bagi Kyuhyun. Cocok sekali dengan musim dingin yang sekarang menghampiri kota seoul. Syal itupun diletakkan Kyuhyun dalam lemarinya dengan sangat rapih. Ia juga menyimpan kotak hadiah beserta pita dan kertas ucapannya di bawah tempat tidurnya. Setelah semua dirasa selesai, Kyuhyun melenggangkan kakinya menuju ruang tengah tanpa berniat menyentuh kado-kado lainnya yang bisa dihitung ada 20an kotak.

 

Kyuhyun duduk di meja makan yang sudah berisi para member dengan senyuman yang tak kunjung pudar. Member lain pun yang melihat tingkah Kyuhyun pun menyeritkan dahinya bingung. Dengan sedikit bersenandung, Kyuhyun meraih secentong(?) nasi dan yang paling membuat member lain tercengang adalah Kyuhyun juga mengambil beberapa sayuran yang ada di atas meja makan itu.

 

“Kyuh, gwaenchana?” tanya Leeteuk heran yang di amini semua member

 

“Tentu hyung, waeyo?”

 

“Jinjja? Apa kau sadar barusan kau mengambil makanan apa?” Sungmin kembali menyakinkan

 

“Oh sayuran? Ne tentu saja, aku ingin mengikuti perintah Sulli yang selama ini aku abaikan”

 

Kyuhyun pun melahap sendok pertama yang berisi penuh sayuran dan nasi. Heechul yang mendengar alasan itu pun tersenyum. Ia bangga mempunyai dongsaeng yang bisa membuat evil maknaenya berubah total.

 

“Huaaa, aku senang Kyuhnie mau makan sayuran. Besok lagi akan aku bikini sayuran ne?” usul Ryewook dengan mata berbinar-binar

 

“Hahaha jangan Wookie, nanti Kyuh bisa mabuk sayuran. Aku yakin dia hanya menjalankan titah Sulli hari ini saja” sembur Donghae tanpa dosa yang memicu tawa dari semua member

 

“Aishhh kau ini ikan bawel! Sudah jangan menghina pewaris tahta Cho group yang kelewat tampan ini”

 

Dengan kompak Donghae, Eunhyuk, Yesung, Heechul, Henry, Kangin membuat siluet muntah menjawab ucapan dramatis Kyuhyun. Sementara Leeteuk, Sungmin, Zhoumi, Ryewook hanya mencoba menahan tawanya sebelum evil maknae mereka ngambek dan tak mau makan sayuran lagi. Di pikiran semua member minus Kyuhyun, Sulli adalah yeoja hebat karena bisa menaklukan iblis macam Kyuhyun untuk sekedar makan makanan sayuran.

 

::

 

::

 

::

 

Sulli yang notabennya adalah yeoja biasa diluar status dongsaeng dan kekasih dari member SuperJunior pun melakukan aktifitasnya seperti biasa. Pagi ini ia berangkat ke universitasnya menggunakan mobil milik Heechul. Bukan Heechul mengijinkannya, namun memang Sulli tak mau dilihat sebagai anak manja yang kemana-mana diantar supir ataupun Heechul. Ia lebih suka kalau orang-orang mengenalnya karena dirinya sendiri bukan karena status yang dimilikinya.

 

Sepanjang lorong universitasnya, Sulli tak henti-hentinya berhenti tersenyum mengingat kejadian semalam. Diperlakukan sebagai ratu, di puja depan banyak orang, di suapi depan oppa dan member lainnya sudah cukup membuat Sulli susah untuk mengapus senyumnya. Sesampainya di fakultas design yang memang adalah fakultasnya, ia segera mencari kursi kosong tempat dimana ia sering duduk mendengarkan ocehan dosennya. Dikeluarkannya ipad putih miliknya dan memasang earphone di telinganya.

 

Beberapa lagu milik SuperJunior pun tertata apik didalam playist medianya. Lagu pertama pun mulai berputar, lagu yang amat teramat ia suka. Lagu yang membuatnya pertama kali jatuh hati dan menjadikannya kekasih namja itu. Lagu Kyuhyun menjadi lagu pertama di awalan playist ipadnya.

 

“Kyuh, mengapa suara mu begitu merdu? Andai saja aku tak mendengarkannya, aku tak mungkin jatuh hati padamu seperti ini”

 

Ditemani beberapa lagu, Sulli mengerjakan tugas dari dosaennya yang harusnya ia kerjakan malam tadi. Namun karena pesta Kyuhyun, Sulli harus mengabaikan tugasnya demi kekasih. Baru setengah halaman kertas itu terisi, pekerjaannya terhenti ketika sebuah cairan kental berwarna merah jatuh mengotori kertas putihnya. Dengan kepala didengakkan, ia merogoh tas cream nya mencari sapu tangan untuk membersihkan cairan merah tersebut.

 

“Aishhh kenapa jadi sering mimisan seperti ini”

 

Sulli mengumpat cairan merah yang keluar dari hidungnya. Setelah membersihkan noda yang mengotori kertas putihnya, Sulli pun beranjak keluar ruangan menuju kamar mandi di dekatnya.

 

::

 

::

 

::

 

Jam kuliah Sulli pun selesai, ia mengendarai audy silvernya cukup kencang menuju tempat syuting pembuat CF member SuperJunior dan beberapa member SNSD. Diparkirinya mobil audy itu di basement sebuah gedung. Sulli pun berjalan santai dengan earphone yang terpasang dikedua telinganya. Tak lupa, kedua tangannya pun memapah dua kantong plastik berwarna putih yang entah berisi apa.

 

“Cut. Semuanya break dulu, kita mula satu jam lagi. Anneyong”

 

“Anneyong seangsongin”

 

Sulli pun masuk kedalam ruangan tempat para member SuperJunior dan beberapa member SNSD setelah mendengar sang sutradara memberikan mereka break. Ia langsung menghampiri Kyuhyun yang sedak duduk santai dengan wajah lelahnya. Belum sampai dihadapan kekasihnya, langkah Sulli pun terhenti saat melihat Seohyun menghampiri Kyuhyun membawakan sebuah kotak yang berisi makanan. Mata Sulli pun terasa panas saat melihat sikap Seohyun dengan manjanya mendekati kekasihnya.

 

Henry yang melihat kedatangan Sulli pun hendak menghampirinya. Namun melihat Sulli yang terpaku tak bergerak, Henry pun mengikuti arah pandangannya. Manik hitamnya menemukan sosok Seohyun yang sedang bergelayut manja pada Kyuhyun yang terlihat cuek menanggapinya. Senyum pun terukir jelas di bibir Henry, lalu ia menghampiri Sulli dan menepuk pundak sahabatnya pelan.

 

“Hampirilah kekasihmu sebelum Seohyun menggodanya lebih jauh” bisik Henry tepat ditelinga kanan Sulli yang membuat Sulli bergidik merinding

 

“Aishh kau mochi mengagetkan aku saja. Aniyo, aku tak mau mengganggunya”

 

“Aishh berhentilah memanggilku mochi seperti hyungdheul ku yang lain. Sudah kajja, aku harus memaksamu sepertinya”

 

“Ahh andwe Henry babo!!”

 

Tanpa mendengar penolakan Sulli, Henry dengan paksa mendorong pundak Sulli mendekat ke arah Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat kedatangan kekasih nya dengan cara didorong pun mengerutkan dahinya. Sementara Seohyun, wajahnya mulai asam dengan kedatangan Sulli yang sepertinya menjadi saingan untuknya.

 

“Chagi kenapa mochi itu mendorongmu? Sejak kapan kau datang?” tanya Kyuhyun yang sukses membuat Henry mempout bibirnya

 

“Sulli sepertinya datang 10 menit yang lalu ge, mian aku mendorong paksa soalnya dia tak mau menghampirimu karena melihat Seohyun di dekatmu” jawab Henry yang langsung mendapatkan deathglare dari Sulli

 

“Benarkah itu chagi?” Sulli pun mengangguk. “Ah mianhe jangan marah aku dan Seohyun tak ada apa-apa. Jangan marah kepadaku ne?” lanjut Kyuhyun yang dibalas anggukan lagi oleh Sulli

 

“Seoh, sepertinya kita harus pergi meninggalkan Sulli dan Kyuhyun-ge berdua saja”

 

Henry dengan paksa menarik Seohyun menjauh dari Sulli dan Kyuhyun. Seohyun geram tangannya ditarik paksa, namun ia tak bisa marah begitu saja karena image calm maknaenya bisa runtuh begitu saja. Tinggalah Sulli dan Kyuhyun yang sekarang duduk berhadapan. Mata Kyuhyun kembali terhenti saat menatap dua kantong plastik putih besar di saping Sulli.

 

“Chagi, apa isi plastik itu?”

 

“Eh ini? Ini makan siang untuk kalian aku membawakannya setelah pulang kuliah tadi. Panggil hyungdheul mu dan member SNSD lainnya. Ajak mereka makan bersama ne?”

 

“Kau serius ingin aku mengajak mereka ‘semua’?”

 

“Ne kyuhnie, panggil saja mereka semua. Aku sudah membawakannya. Jika masih sisa berikan pada crew juga ne?”

 

“Ne, sebentar kau tunggu disini aku akan memanggil mereka semua”

 

SULLI PoV-

 

“Ne, sebentar kau tunggu disini aku akan memanggil mereka semua”

 

Kyuhyun mengecup sekilas keningku yang sukses membuatku bulsying. Oke ini bukan pertama kalinya ia mengecup kening ini, namun ini didepan banyak orang dan itu cukup membuatku bulsying. Kulihat punggungnya yang sudah menjauh dariku, tak pernah menyangka aku akan menjadi kekasih seorang namja seperti Kyuhyun.

 

Belum selesai aku memandangi punggungnya, cairan merah laknat ini kembali terjun bebas menodai celana putih yang aku kenakan. Lagi-lagi aku mendongakkan kepalaku dan merogoh tas mencari tisu ataupun sapu tangan. Sial, sapu tangan tadi kan sudah kotor dan aku buang. Namun tiba-tiba ada sebuah tangan yang mengulurkan hem sepertinya sebuah sapu tangan tepat dihadapanku. Tanpa memandang orang itu, langsung aku raih saputangan itu dan membersihkan noda yang tertinggal di hidungku. Setelah cairan merah laknat itu hilang dari hidungku, betapa terkejutnya aku melihat namja dihadapanku menatapku tajam.

 

AUTHOR PoV-

 

“Op…oppa” Sulli pun tergagap saat mengetahui siapa namja dihadapannya sekarang

 

“Kau berhutang cerita padaku sejak kapan kau seperti ini” jawab namja dihadapannya yang ternyata adalah Heechul

 

“Keutdae oppa-”

 

Ucapan Sulli pun terhenti saat matanya menatap siluet Kyuhyun berjalan kearahnya. Heechul yang mengerti arah pandangan dongsaengnya pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih.

 

“Chagi ayo kita makan dulu, aku sudah mengajak yang lainnya” ajak Kyuhyun lembut pada Sulli sesampainya dihadapan kekasihnya

 

“Yak maknae iblis! Mengapa hanya Sulli yang kau ajak? Kenapa aku tidak?”

 

“Aishh hyung, iya iya mianhe. Ayo hyungku makan dulu yang lain sudah menunggu”

 

Setelah mebucapkan ajakan yang terdengar memaksa itupun, Kyuhyun langsung bersiluet muntah sementara Sulli dengan tangannya menutup mulutnya agar tawanya tak meledak. Heechul pun hanya menghadiahkan deathglare gratis pada calon adik iparnya. Ketiganya pun berjalan menuju kerumunan orang yang kelaparan. Kyuhyun dan Heechul berjalan di depan Sulli dengan membawa masing-masing satu kantong plastik.

 

::

 

::

 

::

 

“Kyuh tolong hantarkan Sulli ke rumahku ne? Aku masih ada pemotretan dan beberapa lusa aku baru kembali”

 

“Memangnya ada apa hyung? Tumben kau menyuruhku mengantarnya? Lamanya, bagus aku bisa bermesraan dengan Sulli”

 

“Tidak usah banyak tanya maknae setan! Cepat antarkan Sulli sebelum kau ku hapus dari daftar calon adik iparku. Kau berani menyentuhnya akan ku patahkan lehermu CHO KYUHYUN!”

 

“Yak hyung! Apa-apaan kau ini, aku kan hanya bertanya. Hahaha mianhe hyung! Dimana Sulli?”

 

“Dia tertidur diruang make up”

 

KYUHYUN PoV-

 

“Dia tertidur diruang make up”

 

Mendengar jawaban dari raja kegelapan itu, aku langsung pergi menuju ruang make-up. Tak biasanya Heechul hyung menyuruhku mengantar Sulli walaupun aku ingin sekali. Tapi peduli setan dengan semua itu, yang jelas aku bisa mengantarnya hari ini *evil smirk. Kulihat tubuhnya tergeletak di sofa yang ada di ruangan make-up itu. Sungguh cantik dongsaeng raja kegelapan itu. Tapi tunggu, itu…..bukannya itu noda darah dicelana putihnya?

 

Ku dekati tubuh Sulli yang masih terpejam. Ku pandangi dengan seksama noda darah yang ada di celananya. Wajahnya juga pucat, apa yang terjadi dengannya? Apa ia sakit? Pikiranku pun berubah menjadi sangat buruk, tanpa pikir panjang lagi ku angkat tubuh Sulli ala bridal style menuju mobilnya yang terparkir di basement.

 

AUTHOR PoV-

 

Siang ini Kyuhyun memang free dari pekerjaannya. Semangat bermain dengan ‘istri’ abadinya tiba-tiba menghilang begitu saja. Hari ini ia juga tak ada niat untuk menjahili hyungdheulnya yang lain. Ia hanya duduk di balkon dorm nya memandang kota Seoul yang terpampang jelas. Pikirannya masih melayang dengan keadaan semalam.

 

‘Wajahnya begitu pucat, tubuhnya pun cukup panas, dan noda darah itu…. Aishhh!!’

 

Perang batin di hati Kyuhyun pun tak bisa dielaknya lagi. Ingin rasanya ia menepis segala pikiran buruk tentang kekasihnya, namun entah iblis mana yang sedang menguasai pikirannya. Tanpa aba-aba, Kyuhyun sedikit berlari menuju kamarnya meraih jaket dan kunci mobil di meja nakasnya. Tanpa permisi pada Kangin, Yesung dan Hanggeng yang berada diruang tamu, Kyuhyun melesat pergi entah kemana dengan mobilnya.

 

Langkah kaki Kyuhyun makin cepat menerobos pandangan berbinar-binar serta suara histeris beberapa yeoja di dekatnya. Tanpa menggunakan penyamaran sedikitpun dan hanya bergantung pada kacamata hitamnya, Kyuhyun nekat mendatangi sebuah universitas untuk mencari seseorang yang mangacaukan pikirannya. Langkahnya terhenti saat melihat seorang yeoja yang amat ia kenal masuk kedalam kamar mandi sambil menutupi daerah hidung dan sekitar mulutnya. Kyuhyun pun mendekat memastikan benar bukan yeoja yang barusan dilihatnya adalah orang yang ia cari.

 

“Sial! Ini kamar mandi wanita, aku tak bisa masuk begitu saja”

 

Umpat Kyuhyun saat menyadari tempat itu haram baginya untuk dimasuki. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menunggu yeoja itu keluar tepat dikursi depan kamar mandi wanita. Setelah menunggu lebih dari 5 menit dengan suara histeris yeoja-yeoja hiperactiv tadi, orang yang dimaksut Kyuhyun pun keluar dari kamar mandi itu.

 

“Chagiya…” ucap Kyuhyun sambil menahan tangan yeoja itu

 

“Kyuhnie, waeyo? Kenapa kau berada disini eoh?”

 

“Itu tidak penting chagi! Bisakah kau ambil tas mu dan pergi denganku sebelum para yeoja itu mengambil selca kita dan menyebarkannya pada netizen?” titah Kyuhyun dengan nada cukup dingin

 

“Ne Kyuh, chakkaman”

 

::

 

::

 

::

 

Seorang yeoja dengan tubuh idealnya berlari kecil menghampiri dua namja china yang berjalan membelaKanginya. Dengan nafas terengah-engah, yeoja itu bisa menyusul dua namja china di depannya. Kedua namja itupun kaget mengetahui maknae SNSD mengejar mereka sampai terengah-engah.

 

“Seoh, gwaenchana? Tenangkan nafasmu” titah namja tinggi berambut merah aka Zhoumi

 

“Ne sudah oppa. Henry oppa, bisa aku bicara denganmu sebentar?”

 

“Eoh denganku saja? Zhoumi-ge bagaimana?”

 

“Mianhe, aku hanya butuh dirimu. Zhoumi oppa, tak apakan aku meminjam Henry oppa?” pinta Seohyun dengan puppyeyes nya yang sukses membuat Zhoumi menahan tawanya

 

“Oh okay ambil saja Henry” “Mochi, aku tunggu di mobil ne? Cepatlah kembali jika urusanmu dengan Seohyun selesai”

 

“Gumowo Zhoumi oppa”

 

Zhoumi pun pergi menuju mobil mereka, sementara Seohyun dan Henry berjalan menuju kafe yang terletak didalam gedung SMENT. Dengan dua cangkir teh hangat, keduanya pun memulai mengakhiri keheningan yang melanda. Seohyun meraih cangkir tersebuh, dan di seruputnya pelan cangkir yang masih mengeluarkan asap.

 

“Seoh langsung saja, apa yang ingin kau katakan padaku? Zhoumi-ge sudah menunggu”

 

“Ah mianhe oppa, apa kau sudah lama kenal dengan Kim Sulli eonni? Aku dengar kau adalah teman lama Sulli eonni” jawab Seohyun setelah menyeruput teh hangatnya

 

‘Benar dugaanku’ batin Henry

 

“Oh iya aku sudah lama mengenalnya karena awalnya aku bersekolah dengannya sewaktu di Canada. Waeyo seoh?”

 

“Langsung saja, apa kau menyukainya oppa?”

 

‘Ck! Pertanyaan nista macam apa ini? OhGod, sadarkan maknae yang terkenal ‘calm’ dihadapanku ini’ batin Henry kembali

 

“Hahah pertanyaan konyol macam apa ini Seoh? Tentu saja aku menyukainya sebagai teman. Aku hanya menganggapnya teman tak lebih dari itu”

 

Raut kekecewaan pun terpampang jelas diwajah cantik Seohyun. Henry yang menyadari arti mimik wajah Seohyun pun menyeringai puas karena berhasil telak membuat maknae SNSD itu kecewa. Diseruputnya teh dicangkir yang sudah mulai dingin sebelum berpamitan pada Seohyun dan menyusul Zhoumi yang menunggunya di mobil mereka.

 

::

 

::

 

::

 

“Kau bisa jelaskan padaku chagiya apa yang terjadi denganmu?”

 

“Hem it..itu…”

 

“Marhebwa, katakan yang sejujurnya aku tak ingin kau menutupinya lagi”

 

“Gwaenchanaya Kyuhnie. Aku hanya kelelahan biasa kau tak perlu cemas seperti ini”

 

“Kau berbohong chagi, aku tau kau tak baik-baik saja”

 

“Terserah padamu Kyuh kalau kau tak mempercayaiku”

 

Sulli mengalihkan pandangannya pada sungai Han yang berada di depannya. Ia malas beradu argumentasi dengan Kyuhyun. Ia tau Kyuhyun tak berbeda jauh dengan oppa nya -Heechul dalam hal adu argumentasi macam ini. Kyuhyun hanya bisa mendengus kesal jika Sulli sudah seperti ini. Salahnya yang tak bisa jauh memaksa Sulli dalam adu argumen macam ini.

 

Hembusan angin makin terasa kencang. Tubuh mungil Sulli pun mulai bergetar, wajahnya pun makin memucat seiring malam menerjang. Dengan sigap, Kyuhyun melepaskan jaket yang ia kenakan dan memakaikannya pada Sulli. Dipeluknya tubuh mungil kekasihnya dari belaKang, menyalurkan kehangatan yang cukup membuat Sulli merasa acuh dengan hembusan angin tersebut.

 

“Sulli, sarangheyo. Jeongmal sarangheyo” bisik Kyuhyun di telinga Sulli tanpa melonggarkan pelukannya

 

“Na do Kyuhnie, sarangheyo”

 

“Kau mau kan menikah denganku? Dan mengabaikan ucapan oppa sarap mu untuk menikahi namja lain?”

 

Sulli terkekeh mendengar ucapan yang menurutnya konyol dari seorang Cho Kyuhyun. Bukan Kyuhyun jika mengatakan suatu kalimat penuh dengan pronaun melaw.

 

“Ck! Baboya, buat apa aku menikah dengan namja lain selama kau masih bisa mencintaiku? Kyuh kau bilang IQ mu tertinggi ke 2 setelah kibum oppa, taunya? Ckck”

 

“Yak jangan mengejekku chagiya! Kau ini kan bel-”

 

“-Omona.. Chagi wajahmu pucat lagi dan suhu tubuhmu naik lagi, gwaenchana?”

 

Sontak Kyuhyun kaget saat mendapati wajah Sulli yang memucat dengan suhu tubuh yang mulai meninggi. Walaupun dari awal hembusan angin itu mengencang membuat wajah Sulli pucat, namun karena Kyuhyun bukan namja perasa ia baru menyadarinya sekarang. Senyum simpul Sulli pun tercetak, mengutarakan aku-baik-baik-saja-kyuh. Kyuhyun mengerti dengan senyum tersebut, tapi sayang pikiran rasional Kyuhyun tak dapat begitu saja percaya dengan senyum tersebut.

 

“Kajja kita pulang, malam ini kau menginap di dorm saja dirumah kau sendirian. Heechul hyung baru kembali esok”

 

“Tapi Kyuh-”

 

“Tak ada tapi-tapian KIM SULLI! Ikuti perintahku kali ini saja, jebal” titah Kyuhyun dengan tatapan tajamnya yang membuat Sulli harus mengiyakan perintahnya.

 

::

 

::

 

::

 

Seohyun terduduk lemas di kursi sofa dormnya. Semangat hidupnya telah hilang setelah cara nista satu-satunya tak berhasil direncanakannya. Beberapa kali, ia memijat-mijat dahinya memikirkan cara apa lagi yang akan ia gunakan. Tak lama, matanya menemukan sosok Sooyoung yang berada di ruang makan. Bak ada bohlam lampu diatas kepalanya yang menyala, ia pun menghampiri Sooyoung dengan seringai liciknya.

 

“Eonni, bantu aku ne?” pinta Seohyun manja sambil bergelayut di lengan kanan Sooyoung

 

“Eh, waeyo Seoh? Tumben sekali kau bersikap manja seperti ini?” Sooyoung pun kaget dengan kelakuan maknaenya yang terkenal dewasa

 

“Eonni masih dekat dengan Sungmin oppa kan?”

 

“Eh iya, waeyo? Jangan meminta hal yang aneh-aneh ya” Sooyoung memperingatkan Seohyun karena melihat gelagat aneh dari maknaenya

 

“Aishh bantu aku ne, aku menyukai Kyuhyun oppa. Eonni tolong kerja sama dengan Sungmin oppa untuk membantuku. Jebal eonni, aku sangat menyukainya” rengek Seohyun

 

“Mwo? Seohyun-a, mianhe aku tak bisa janji. Kau tau bukan Kyuhyun oppa sudah bersama dengan Sulli eonni. Aku tak mau merusak hubungan mereka”

 

“Eonni jahat!”

 

Seohyun pun marah pada Sooyoung yang tak mau membantunya. Dengan hentakan kaki yang cukup keras, Seohyun berjalan menuju kamarnya meninggalkan Sooyoung yang geleng-geleng kepala melihat kelakuan maknaenya yang terbilang over. Tak lama, Sooyoung pun kembali menuju kamarnya mengistirahatkan pikirannya.

 

::

 

::

 

::

 

“Sulli buka pintunya, sarapanmu datang”

 

“,,,,,,,,”

 

“Sulli-a, jangan kebo seperti oppamu. Irona, oppa sudah membawakan nasi goreng buatan wookie kesukaanmu”

 

“,,,,,,,,”

 

“Sulli”

 

“,,,,,,,”

 

Leeteuk yang membawakan senampan sarapan untuk Sulli pun mulai bingung karena tak ada jawaban sama sekali. Ia meletakkan nampan berisi makanan itu disebuah meja tak jauh darinya. Leeteuk mencoba memutar knop pintu, namun sial pintu itu terkunci dari dalam.

 

“Hyung sedang apa? Kau tak sedang berpikiran kriminal bukan?” tiba-tiba suara baritone Donghae terdengar

 

“Aishh andwe! Sulli tak bangun-bangun, perasaan ku tak enak hae. Bisa tolong ambilkan kunci cadangan di dapur?”

 

“Eh? Ne hyung chakkaman”

 

Donghae pun berlari menuju dapur untuk mencari kunci cadangan yang Leeteuk maksut. Sementara Leeteuk masih mengetuk pintu kamar Sulli membujuk si empunya kamar untuk membukakan pintunya. Tak lama Donghae pun kembali dengan serenceng(?) kunci yang tersusun menjadi satu. CEKLEK~ pintu kamar Sulli pun berhasil terbuka. Betapa tercengangnya Donghae dan Leeteuk ketika mendapati tubuh Sulli tergeletak mengenaskan di lantai kamarnya dengan darah yang tercecer disekitarnya.

 

“Sulli, irona!! Jebal irona!” Leeteuk pun panik dan segera mengguncangkan tubuh Sulli

 

“Hyung banyak darah” Donghae bergidik ngeri melihat banyak darah

 

“Hae cepat panggil Sungmin, Henry atau siapapun yang ada didorm! Bantu aku membawanya kerumah sakit!”

 

“Ne hyung aku akan memanggilnya”

 

::

 

::

 

::

 

Seorang namja berparas cantik berlari terengah-engah ketika mendapat kabar dongsaengnya masuk rumah sakit. Dengan ditemani kekasihnya, namja itu berlari menghampiri empat orang namja yang menunggu di depan sebuah ruangan dengan raut wajah cemas. Raemi terus menggenggam tangan Heechul memberikan ketenangan walaupun itu sangat susah.

 

“Teuki hyung, bagaimana keadaan Sulli eoh?!” tanya Heechul kepada Leeteuk

 

“Mwolla, dokter belum keluar dari UGD. Tunggulah dan tengankan dirimu Chullie”

 

“Aniyo hyung mana mungkin aku bisa tenang sekarang! Kyuhnie mana? Kenapa belum terlihat?”

 

“Tenang ge, Kyuhyun-ge sedang dalam perjalanan” jawab Henry dengan raut wajah cemas

 

“Tenangkan dirimu Chullie” Raemi mengeratkan genggaman tanganya pada Heechul yang mulai kesal

 

Heechul mengangguk mengiyakan titah kekasihnya, Raemi. Keenam orang itupun dengan was-was menunggu dokter segera keluar dari ruang UGD. 15 menit kemudian, Kyuhyun terlihat terengah-engah menghampiri keenam orang tersebut dengan raut wajah tak kalah cemas. Leeteuk, Donghae dan Sungmin segera menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun meminta penjelasan pada ketiga hyungnya, dan Leeteuk pun mulai menjelaskannya. Dirasa cukup, Kyuhyun menghampiri Heechul yang masih tertunduk disebelah Raemi dan Henry.

 

“Hyung marhebwa! Sejak kapan Sulli seperti ini?”

 

“Mollayo Kyuh! Aku baru tau dia mimisan dua hari lalu saat aku menyuruhmu mengantarnya. Ia tak pernah mengatakannya padaku”

 

Kyuhyun pun frustasi mendengar jawaban menggantung dari Heechul. Tubuhnya pun melemas, ia juga mengacak-acak rambutnya. Tak lama, seorang ahjussi berpakaian putih lengkap ditemani dua orang yeoja yang berpakaian senada keluar dari ruang UGD. Sontak saja, keenam orang itu mengerubungi ahjussi itu yang ternyata adalah dokter.

 

::

 

::

 

::

 

‘Nona didalam mengidap kanker darah stadium lanjut’

 

‘Nona didalam mengidap kanker darah stadium lanjut’

 

‘Nona didalam mengidap kanker darah stadium lanjut’

 

‘Nona didalam mengidap kanker darah stadium lanjut’

 

“Arghhhhh!!!”

 

Ucapan dokter tadi sukses membuat Kyuhyun frustasi. Ucapan yang terasa laknat untuk Kyuhyun dan lima orang lainnya terus terngiang dikepalanya. Fakta yang membuat seorang Cho Kyuhyun jatuh terpuruk. Beberapa kali tembok tak berdosa di sampingnya menjadi bulan-bulanan kekesalannya. Tak aneh jika tembok putih itu ternodai oleh cairan berwarna merah yang tertinggal di tembok itu.

 

Dua orang namja lainnya sibuk menenangkan Kyuhyun dari sisi kanan dan kirinya. Sungmin terus mengelus pundak saeng kesayangannya, sementara Leeteuk hanya diam melihat Kyuhyun yang dalam mode kalut seperti ini. Sementara di dalam ruangan, Heechul, Raemi dan Henry sedang menunggu Sulli membuka matanya. Bagi Heechul, berita itu tak kalah menyakitkan karena Sulli lah satu-satunya keluarga yang ia punya (read : dekat). Heechul mengutuk dirinya sendiri, karena dua hari lalu saat memergoki Sulli mimisan ia malah pergi menjalankan jobnya bukan malah mementingkan saengnya.

 

“Gege, noona. Kalian beristirahatlah, kalian juga butuh makan biar aku, Kyuhyun-ge, Teuki-ge dan Sungmin-ge yang menjaga Sulli”

 

“Ne kabarkan kami jika Sulli sudah sadar. Kami pergi dulu”

 

“Ne noona”

 

Raemi pun menggandeng tangan Heechul yang terlihat berat meninggalkan Sulli yang masih terpejam. Tak lama Kyuhyun masuk bersama Sungmin dan Leeteuk menemui Henry yang duduk di sofa ruangan itu. Henry menghampiri Leeteuk dan Sungmin yang berdiri disebelah tempat tidur Sulli dan mengajak keduanya meninggalkan Kyuhyun dan Sulli berdua saja.

 

Sementara itu ditempat lain…

 

“Seoh kau tau, kekasih Kyuhyun oppa masuk UGD tadi pagi” ucap yeoja bernama Jessica pada Seohyun dihadapannya

 

“Mwo?! Jinjjaryo eonni?”

 

“Ne, makanya syuting hari ini harus di cancel karena Henry oppa berada di rumah sakit”

 

“Memangnya Sulli eonni sakit apa? Kenapa harus sampai membuat Henry oppa mengcancel syutingnya”

 

“Mollayo Seoh, yang kudengan Sulli tak sadarkan diri tadi pagi”

 

Seharusnya, berita ini akan membuat setiap orang merasa sedih atau bersikap bela sungkawa. Namun tidak untuk Seohyun yang diam-diam mensyukuri apa yang terjadi pada Sulli. Seringai iblis pun tercetak jelas pada yeoja itu sebelum menyeruput teh hangat dihadapannya.

 

::

 

::

 

::

 

3 hari pun berlalu, tapi keadaan Sulli tak kunjung membaik. Dengan sabarnya, Kyuhyun dan Heechul mengunjungi Sulli setiap harinya. Member lainnya juga menyempatkan waktunya sekedar mendatangi Sulli yang mereka semua anggap sudah seperti dongsaengnya. Malam ini, seperti biasa Kyuhyun akan menemani Sulli dirumah sakit. Ia mempercepat jalannya menuju parkiran mobil, namun baru sampai lobi gedung SMENT langkahnya terhenti saat seorang yeoja menghampirinya.

 

“Oppa, kau mau kemana? Bisa aku ikut denganmu?” tanya Seohyun dengan wajah memelas

 

“Kerumah sakit, kau ingin ikut? Kajja ikut saja tapi jangan mengganggu ne?”

 

“Aish tentu saja aku tak akan mengganggu. Naik mobilmu atau mobilku?”

 

“Mobilku saja, kajja. Sulli pasti sudah menungguku”

 

Seohyun pun mengekor jelas di belaKang punggung Kyuhyun. Entah apa yang sedang dipikirkan yeoja itu, senyuman iblisnya pun tiba-tiba tercetak lagi di bibir tipisnya. Sesampainya diruangan Sulli, Kyuhyun sudah melihat Zhoumi, dan Heechul yang menemani Sulli. Senyum lemas pun dilemparkan Sulli menyambut kekasihnya yang datang. Namun senyum itu tak bertahan lama saat Sulli menyadari keberadaan Seohyun yang menyeringai meremehkan.

 

“Chagi, bagaimana keadaan mu? Sudah baikan? Kau ingin apa biar aku carikan ne?”

 

“Kyuhnie gwaenchana, aku tak ingin apa-apa. Seohyun, apa kabar?” sapa Sulli dengan senyuman

 

“Baik, bagaimana kondisimu? Mianhe aku datang bersama oppa”

 

“Ne gwaenchana. Gumowo sudah mau datang menjengukku. Semuanya bisa tinggalkan aku dengan Seohyun sebentar? Aku ingin bicara empat mata dengannya” pinta Sulli yang membuat Heechul, Henry dan Kyuhyun heran

 

Semua namja itupun keluar dari ruangan Sulli mengiyakan permintaannya. Tinggallah Sulli dan Seohyun dalam ruangan serba putih itu. Susah payah Sulli bangun dan menyenderkan tubuhnya pada tembok sebelum ia tersenyum pada Seohyun.

 

“Kenapa eonni ingin berbicara denganku?”

 

“Oh tenang saja seoh aku tak akan memakan mu bulat-bulat, jangan menatapku horor seperti itu” sebuah senyuman manis melayang lagi dari bibir Sulli

 

“Lalu apa yang eonni ingin bicarakan denganku?”

 

Sulli pun mendekatkan dirinya pada Seohyun. Diraihnya kedua tangan Seohyun yang suskses membuat si empunya tangan membelakkan matanya.

 

“Berjanjilah padaku, jika suatu hari aku pergi jagalah Kyuhnie untukku ne?”

 

“Eon…ni maksut mu ap…apa?” Seohyun tergagap sungguh karena sebuah kalimat meluncur indah dari bibir Sulli

 

“Jangan kaget seperti itu Seoh, aku tau kau mencintai kyuhnie bukan? Jagalah ia, jebal”

 

Senyum tulus walaupun menyakitkan pun terukir jelas di bibir Sulli. Dalam hatinya, ia menangis mengetahui kondisinya yang tak akan bisa menemani Kyuhyun lebih lama. Tak ada yang mengetahui isi hati seorang Kim Sulli sekarang, betapa hancurnya ia harus merelakan namja yang teramat ia cinta untuk yeoja lain. Namun ia tak mau egois, meninggalkan Kyuhyun sendirian dengan kesedihan yang menyelimutinya.

 

“Ne eonni, aku akan menjaga oppa. Gumowo, jeongmal gumowo”

 

Seohyun pun memeluk tubuh ringkih Sulli, ia menangis. Sebuah tangisan bercampur aduk ia tumpahkan di alas pundak Sulli. Dengan lembut, Sulli menepuk punggung Seohyun. Sejujurnya ia tak sekuat sekarang, namun ia tak mau pergi dengan tangisa yang dilihat orang lain.

 

‘Gumowo eonni jeongmal eonni, mianhe sempat berbuat jahat denganmu’ batin Seohyun masih dengan tangisan yang semakin sesegukan.

 

::

 

::

 

::

 

Hujan cukup deras membasahi kota seoul pagi ini. Langit begitu kelam, angin pun berhembus cukup kencang cukup membuat beberapa orang di dalam ruangan tak berhenti menangis. Seorang namja dengan surai coklat ikalnya bersimpuh lemas dihadapan sebuah kotak putih bertabur lily putih. Air matanya tak kunjung berhenti menatap sosok kaku didalam kotak putih tersebut. Racauan-racaun aneh pun meluncur bebas dari bibir tebal namja itu.

 

Namja itu adalah Kyuhyun, lebih tepatnya Cho Kyuhyun. Kyuhyun sudah bersimpuh didepan kotak itu hampir setengah jam. Ia tak henti-hentinya mengumpat tuhan yang tega mengambil yeoja yang paling ia cintai dimuka bumi ini. Sosok kaku didalam kotak yang bukan lain adalah peti ialah Kim Sulli, kekasih Kyuhyun.

 

“Kyuh sudah ikhlaskan Sulli, ia sudah bahagia di alam sana” suara tenor milik Zhoumi pun terdengar

 

“Sulit ge, aku sangat mencintainya. Hiks, aku belum rela ia meninggalkan ku secepat ini”

 

“Jika kau seperti ini, ia akan sedih di alamnya kyuh. Ikhlaskan Sulli, ini yang terbaik untuknya dari tuhan”

 

“,,,,,,,,”

 

Kyuhyun diam, mengabaikan nasehat Zhoumi. Zhoumi pun melenggang pergi menuju Henry, Heechul, Leeteuk, Sungmin dan beberapa orang lainnya yang masih terisak. Dilepasnya syal putih tulang yang menggantung di lehernya, hadiah terakhir dari Sulli beberapa bulan lalu saat hari kelahirannya. Dikalungkannya syal itu tepat dileher putih Sulli yang sudah terbungkus cantik gaun berwarna putih susu.

 

“Kau sungguh cantik chagiya, tenanglah dan tunggu aku disana suatu saat nanti. I love you more than you know. You’re the best ever I had, Kim Sulli”

 

::

 

::

 

::

 

Peti putih beserta jasad Sulli pun sudah terkubur rapih di dalam tanah suatu pemakaman keluarga. Pemakaman indah yang berada di atas sebuah bukit yang mempunyai harga tinggi. Satu persatu orang yang mengantar Sulli keperistirahatan terakhirnya meninggalkan bukit itu. Hanya tinggal beberapa namja dan dua orang yeoja yang masih setia menunggu disana.

 

Rasa kehilangan Kyuhyun teramat mendalam membuatnya mengabaikan hujan yang turun makin kencang. Seohyun, salah satu yeoja yang berada disana menghampiri tubuh lemas Kyuhyun dan memayunginya dengan payung hitam yang ia genggam. Kyuhyun menoleh kearah Seohyun, tatapannya sangat tajam namun berubah menjadi teduh.

 

“Oppa kita pulang, kasian oppadheul yang lain dan Raemi eonni yang sudah menggigil. Biarkan Sulli beristirahat dengan tenang”

 

Seohyun pun memapah Kyuhyun bangkit setelah Kyuhyun menganggukkan kepalanya tanda setuju. Dengan rangkulan dari Leeteuk dan Sungmin, Kyuhyun pun meninggalkan liang lahat tempat cinta pertamanya dikuburkan. Setelah siluet Kyuhyun dan lainnya menghilang, sesosok yeoja cantik mengenakan gaun putih terang tersenyum dari balik pohon yang tak jauh dari liang lahat Sulli.

 

“Kyuhyun gumowo telah memberikan ku kebahagiaan. Jagalah oppa ku, dan bahagiakan Seohyun yang mencintaimu. Sarangheyo, Cho Kyuhyun”

 

Senyuman manis pun terukir jelas di bibir yeoja itu sebelum akhirnya menghilang diikuti dengan tubuhnya yang mulai tak terlihat. Hujan menuntun yeoja itu, menuntun menuju peristirahatan terakhirnya di pelukan Tuhan meninggalkan semuanya yang ada didunia. Termaksut cinta abadinya……

::

 

::

 

::

 

::

 

::

 

ENDS~

Gumowo buat yang udah baca, mianhe kalo kepanjangan dan alurnya tak seperti yang diinginkan. RCL please ^^

3 thoughts on “YOU

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s