The Person I Love [part 4]

Author                  : Viehyun♥

Genre                   : AU, Romance and friendship

Type                      : continue

Rating                   : 13

Cast                       : Kim Nayeong (oc) aka you, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin

Other cast           : leeteuk, Lee Hyukjae (eunhyuk), Park Sinmi (oc), Seohyun (snsd)

cover credit        : the original photo doesn’t belong to me, but I edited it as needed

Disclaimer           : I only own the plot,  do not take it out without permission

SAY NO TO PLAGIAT, AND SAY NO TO BASHING

THIS STORY 100% MY IMAGINATION

Ketemu lagi sama author di part 4….. pas nulis ini author punyeng setengah mati loh *alay*. Jadi buat reader yang baik mohon tinggalkan komen yach..biar author tahu apa kekurangan dan kelebihan author. Tapi buat yang udah komen jeongmal gomawo.biar gg tampah penasaran langsung baca aja yach reader.

 Kim Nayeong POV

“hah, bahkan kemarin ia tidak meminta maaf padaku Karena ia langsung meninggalkanku.” Guamku saat aku berjalan memasuki wilayah kampus.

Kulihat dari jauh kyuhyun berjalan menuju kearahku. Tapi ketika kami berpapasan ia hanya berjalan lurus dan tidak menghiraukanku. Ada perasaan aneh lagi yang mencul didiriku, entah apa tapi rasanya sesak saat dia mengacuhkanku seperti itu.

Tunggu! Apa aku menyukainya? Andwe..cholte andwe.

“aissh, mana mungkin aku menyukainya.” Gerutuku saat aku duduk di kursi kayu yang biasa kududuki.

“siapa yang kau sukai?” tanya seseorang tiba-tiba, dan saat kutengok berdiri seorang cho kyuhyun disana.

“omo!” ucapku kaget ketika melihat dia yang berdiri disana.

“kopinya memang sangat dingin kemarin.” Ucap kyuhyun seraya duduk disampingku.

Kopi? Ah, aku baru menyadari kalau kopi itu sudah tidak ada di bangku ini.

“kurasa kau tidak akan datang, kopinya pasti dingin saat kau datang.” Ujar kyuhyun  membacakan kembali memo yang ku temple di cup kopi kemarin dengan nada dibuat-buat.

“aissh..masih untung aku menaruhnya disini.” Ucapku kesal.

“arraso, gomawo.” Jawabnya samil mengacak-caka rambutku.

DEG. Jantungku langsung berdetak lebih cepat  ketika kyuhyun melakukan itu dan tubuhku menjadi membeku dalam sekejab.

“wae?” tanya kyuhyun bingung ketika melihatku yang tegang.

“a..anniyo, aku ke kelas dulu.” Ucapku tergesa-gesa dan segera meninggalkan namja itu.

Author POV

“Ada apa dengannya?” gumam kyuhyun melihat kepergian Nayeong yang sedikit aneh.

DRRRTDRTT. Ponsel kyuhyun bergetar di dalam saku celananya, dirogohnya saku itu agar ia bisa mengangkat telfon itu. ternyata seohyun yang menelfonnya.

“ne, waeyo?” tanya kyuhyun pada seohyun yang ada diujung sana.

“gomawo untuk kemarin.” Ucap seohyun.

“geunchana, lagi pula kau kan temanku.” Jawab kyuhyun lembut.

“em..ada yang ingin ku katakan.” Ujar seohyun dan terdengar nada ragu saat ia mengucapkan kalimat itu.

“apa? Katakana saja.” Pinta kyuhyun.

Sedikit lama seohyun tidak berbicara apa-apa.”neo geunchana?” tanya kyuhyun cemas.

“ne, em…apa… kau mau kembali padaku?” tanya seohyun cepat.

“nde?” tanya kyuhyun terkejut.

“ku akui waktu itu aku terlalu egois karena kau mengalahkanku, padahal dulu aku yang menyuruhmu mengikuti audisi itu, aku sungguh menyesal. Kau tidak mengambil tawaran ke Amerika itu karena aku, dan aku langsung mencampakanku karena aku terlalu marah saat itu. aku benar-benar menyesal tapi apa mungkin sekarang kita memulainya lagi dari awal? a..aku tahu mungkin kau perlu waktu untuk menjawabnya. Tapi sebenarnya selama ini aku masih mencintaimu kyuhyun-a.” ucap Seohyun panjang lebar.

“hah…mianhae seohyun-a.” jawab kyuhyun menghela nafas.

“apa kau masih marah?” tanya seohyun.

“anniyo, aku sudah melupakan itu  dari lama, tapi…untuk kembali seperti dulu, kurasa tidak mungkin. Lagi pula dulu tidak sepenuhnya salahmu dan  Karena sekarang aku sudah menyukai seseorang.” Jawab kyuhyun dengan nada selembut mungkin agar seohyun tidak salah memahami.

“ah, benarkah? Hem..arraso, apa aku boleh tahu orang beruntung itu?” tanya seohyun saat menyadari ia ditolak.

“kau juga kenal dengan orang itu.” jawab kyuhyun singkat.

-0-

“hah, kenapa ibu selalu menyuruhku ke supermarket selarut ini.” gurutu Nayeong saat  keluar dari sebuah supermarket yang tidak jauh dari rumahnya.

“apa itu?” tanyanya penasaran ketika melihat kerumunan laki-laki yang seperti sedang memukuli seseorang.

“yak, apa yang kalian lakukan!” teriak Nayeong ketika ia menyadari apa yang dilakukan segerombolan namja itu pada seorang namja yang kini tersungkur dijalan.

“aissh…ayo pergi.” Ucap seorang dari gerombolan itu ketika menyadari kedatangan nayeong.

“neo, geunchana?” tanya nayeong pada namja yang wajahnya masih samar.

“nayeong-ah.” Ucap namja itu lesu dan tampak beberapa luka memar dan robek diwajah juga tubuhnya.

“lee sungmin!” pekik Nayeong terkejut ketika melihat namja yang terkulai dihadapannya itu.

“aw, sakit.” Pekik sungmin ketika lukanya sedang diolesi krim oleh Nayeong.

“apa yang telah kau lakukan sampai gerombolan itu berbuat begini padamu?” tanya nayeong dengan nada ketus.

“kurasa mereka salah paham padaku, aw..” jawab sungmin kesakitan.

“sudah selesai, sekarang aku pulang dulu.” Ucap nayeong dingin dan langsung beranjak dari duduknya untuk meninggalkan namja itu.

“tunggu, ada yang ingin aku tanyakan?” ujar sungmin seraya menahan lengan Nayeong.

“apa?” tanya nayeong berbalik dan melepaskan tangan sungmin dengan kasar.

“apa kau masih marah padaku?” tanya sungmin yang bangkit dari duduknya dan berdiri dihadapan Nayeong.

“pendapatmu bagaimana?” jawab nayeong balik bertanya dengan ketus.

“kurasa kau masih marah.” Jawab sungmin tertunduk.

“kau sudah tahu kan, kalau begitu aku pergi.” Jawab Nayeong yang langsung berjalan meninggalkan sungmin.

“aku menyukaimu!” teriak sungmin saat nayeong berada jauh di depannya. Langkah Nayeong terhenti ketika mendengar hal itu. terdengar deru langkah mendekat kearahnya.

“apa kau bisa menyukaiku lagi?” tanya sungmin yang kini berada dibelakang Nayeong.

“ku akui aku salah, dulu aku merasa kau menggangguku karena terus menempel disisiku dan membuat yeoja –yeoja menjauhiku karena mereka berfikir kita sepasang kekasih. Tapi saat kau pergi, aku merasa sangat kehilanganmu, dan aku baru menyadari bahwa  aku mencintaimu.” Jelas sungmin dibelakang Nayeong. Nayeong tidak membalikan tubuhnya sama sekali. Kini airmata Nayeong mulai mengalir keluar, perlahan ia membalikan tubuhnya menghadap Sungmin. Tampak wajah sungmin terkejut ketika melihat airmata Nayeong.

“hah, kenapa orang lain mudah sekali mempermainkan perasaanku seperti ini.” gumam Nayeong dengan air mata yang terus megalir.

“nde?” tanya sungmin tak mengerti dengan gumaman Nayeong.

“sudah terlambat, sekarang bahkan aku sendiri tidak mengerti bagaimana perasaanku. Tapi satu hal yang aku tahu aku tidak akan menyukaimu lagi, sebegitu mudahkah kau melakukan itu padaku? Aku ini apa dimatamu?” jawab nayeong dengan sedikit membentak sungmin diakhir pernyataannya.

“maafkan aku, aku tidak bermaksud mempermainkan perasaanmu, maafkan aku Nayeong-a.” pinta sungmin seraya merengkuh Nayeong dalam pelukannya.

“aku membencimu Lee Sungmin.” Ucap Nayeong lirih dalam pelukan Sungmin.

Tanpa disadari dua orang itu , tampak seorang namja sedang mengamati Nayeong dan Sungmin dari kejauhan. Raut wajah namja itu terlihat sedih dan kecewa dengan apa yang ada dihadapannya saat ini. setelah beberapa menit ia mengamati, namja itu memutuskan untuk pergi dari sana. Kyuhyun memutuskan untuk meninggalkan dua orang itu dan tidak mengganggu mereka.

“apa kau bisa memaafkanku.” Tanya sungmin ketika Nayeong sudah mulai tenang.

“aku sudah memaafkanmu.” Jawab Nayeong tesenyum pada namja yang dulu ia sukai itu.

“apa bisa kita menjadi teman?” tanya sungmin penuh harap.

“tentu.” Jawab Nayeong yang kembali menunjukan senyumnya pada sungmin.

“audisi bagaimana?” tanya sungmin sambil menatap Nayeong.

“akan terus kulanjutkan, lagi pula sekarang tujuanku mengikuti audisi itu tidak ada hubungannya lagi denganmu.” Ujar Nayeong nyakin.

“sekarang? Jadi dulu tujuanmu mengikuti audisi itu ada hubungannya denganku?” jawab sungmin menggoda Nayeong.

“aissh, kau ini.” gerutu nayeong dengan memukul pelan pundak sungmin.

“arraso, tapi pasti aku yang menang.” Ucap sungmin kembali menggoda Nayeong dan bergegas lari menjauhi Nayeong.

“yak, lee sungmin, awas kau!” teriak Nayeong yang mengejar sungmin.

-0-

“kenapa kau lesu seperti itu?” tanya leeteuk pada kyuhyun yang baru saja masuk ke kantornya.

“aku terlambat lagi hyeong.” Jawab kyuhyun lemas.

“maksudmu?” tanya leeteuk tidak mengerti.

“ini kedua kalinya aku terlambat merangkul Nayeong.” Ujar kyuhyun tertunduk.

“apa yang terjadi memangnya?” tanya leeteuk cemas.

“kurasa kini Nayeong kembali bersama Sungmin, sama seperti dulu ketika ia di SMA, ini memang salahku yang hanya bisa mengaguminya dari jauh. Aku memang pengecut.” Ujar kyuhyun frustasi

“tidak sepenuhnya ini salahmu kyuhyun-a.” ujar leeteuk menenangkan dongsaengnya itu.

“dulu aku mengalah pada sungmin, dulu aku memperalat seohyun dan membuatnya sakit hati. Dan sekarang kurasa aku harus menyerah karena Nayeong memang lebih menyukai sungmin dibanding aku.” lanjut kyuhyun putus asa.

“ayolah, ini bukan kyuhyun yang ku kenal. Bukankah kau belum bertanya pada Nayeong tentang perasaannya yang sesungguhnya padamu.” Bujuk leeteuk.

“hem…aku lelah.” Jawab kyuhyun sambil memejamkan matanya.

-0-

“ bukankah audisinya 2 hari lagi?” tanya Sinmi ketika aku duduk disampingnya.

“nde.” Jawab Nayeong bersemangat.

“kenapa kau ceria sekali, apa kau sudah menemukan lagu yang cocok ?” tanya sinmi ketika melihat temannya yang terus tersenyum.

“tentu, apa kau ingin dengar lagu yang ku pilih.” Tawar nayeong sambil menyodorkan mp4nya kearah Sinmi.

“kenapa lagunya seperti ini, bukankah kau bilang kau ingin menunjukan perasaan kekesalanmu pada sungmin/’ tanya sinmi heran setelah ia mendengarkan lagu yang dipilih Nayeong.

“masalahku dan sungmin sudah selesai, jadi ku pilih lagu ini untuk orang lain.” Jawab Nayeong menjelaskan.

“benarkah kau sudah berbaikan dengan sungmin? Lalu siapa orang yang kau maksud di lagu ini?” tanya sinmi berturut-turut.

“kau akan tahu dihari audisi nanti.” Jawab Nayeong penuh misteri.

-0-

Hari ini adalah hari yang sudah ditunggu semua mahasiswa dan mahasiswi di kyunghee universitas ini, apalagi kalau bukan hari audisini dimana hari ini adalah gerbang untuk menuju kesuksesan di dunia hiburan korea dan dunia.

“apa bajuku berlebihan?” tanya Nayeong sambil mengangkat sedikit bajunya pada Sinmi.

“tidak, kau cantik memakai itu.” jawab sinmi memuji Nayeong yang memakai baju berwarna biru  muda yang merupakan baju pilihan kyuhyun waktu itu.

“gomawo.” Jawab Nayeong malu-malu.

“kyuhyun sanbaenim!” teriak Sinmi ketika melihat kyuhyun berjalan di depannya dan nayeong. Namun namja itu tidak menengok kearahnya dan malah berjalan lurus meninggalkan mereka.

“ada apa dengannya? Apa kau bertengkar dengannya?” tanya sinmi pada nayeong yang terus memperhatikan kepergian kyuhyun yang semakin jauh.

“entahlah, aku hanya berharap dia mendengarkanku saat bernyanyi nanti.” Ucap Nayeong lesu.

“Nayeong-ah!” teriak seseorang dibelakang Sinmi dan Nayeong.

“sungmin, wae?” tanya nayeong ketika melihat ternyata sungmin yang memanggilnya.

“apa kau siap untuk audisi nanti?” tanya sungmin ketika ia sudah berdiri dihadapan Nayeong.

“tentu dan aku pasti mengalahkanmu.” Ucap Nayeong menggoda sungmin.

“kita lihat saja nanti, hehe.” Jawab sungmin bercanda dan disangbung dengan tawanya. Sinmi dan Nayeong pun ikut tertawa bersama.

-0-

“Peserta nomor 215” ucap seseorang dari pengeras suara.

“ayo berjuang Nayeong.” Dukung Sinmi padanya.

“ayo, Fighting!” ucap sungmin sebelum Nayeong menaiki panggung.

“apa judul lagunya?” tanya MC pada Nayeong yang telah berdiri di atas panggung.

“lagu dari suzy, too much tears.” Jawab Nayeong.

“ini adalah lagu untuk seseorang yang telah menemaniku dalam keterpurukanku, meski aku tahu mungkin dia tidak menyadarinya.” Ucap nayeong sebelum ia bernyanyi

Nan gasiga mannayo geureso sangcoga mana

[aku memiliki banyak duri, oleh karena itu ada banyak luka]

Iron narana julsu innayo

[apakah kau masih bisa memelukku seperti?]

Gidegosipo geudeye pum aneso

[aku ingin berdoa agar dapat berada di dalam pelukanmu]

Borigo boryotdon naye sarangeul dasihanbon mitgosipo

[aku ingin percaya sekali lagi pada cintaku yang telah terbuang]

Nunmuri mannaso sarange gobi manaso

[aku banyak menangis sehingga sangat takut pada cinta]

Geuder ape dugo han goreumno motga

[aku bahkan tidak dapat maju selangkah darimu]

Jongmal hal saranghandamnyon dallyowa nareur anajwoyo

[jika kau benar-benar mencintaiku, berlarilah dan peluk aku]

Nan bolsuoljyo nunmuri manaso

[aku tidak dapat melihatmu karena banyaknys tangisanku]

Barami buro wayo nan salmyosi nuneul gamatjyo

[angin berhembus, aku menutup mata dengan diam-diam]

Geudehyanggi neukkyojineunde

[aku merasakan keharumamu]

Odie so innayo nareul bogo innayo

[dimanakah kau berada? Apakah kau melihatku?]

Nega wonhae geudereul wonhae

[aku menginginkanmu, aku mengharapkanmu]

Nunmuri nomchyoso sarange gobi nomchyoso

[air mataku banyak mengalir, sehingga ketaktanku pada cintapun berlebih]

Geuder ape dugo ara boji mothe

[aku bahkan tiak dapat mengetahui dirimu yang berada di depanku]

Jongmal nal saranghandamyon dallyowa nare or anajwoyo

[jika kau benar-benar mencintaiku, berlarilah dan peluk aku]

Nan bolsupjyo nunmuri manaso

[aku tidak dapat melihatmu karena banyaknya tangisanku]

Geode soneuro ne nunmul dakkajwoyo

[kau menghapus air mataku dengan tanganmu]

 

Riuh penonton bertepuk tangan ketika Nayeong mengakhiri nyanyiannya, terlihat penonton sangat tersentuh dengan lagu yang dibawakan Nayeong, namun pandangan yeoja itu hanya terpaku pada namja yang duduk di baris kedua dari depan. Bukan Nayeong saja yang menatap namja itu tapi kyuhyun juga menatap Nayeong yang tersenyum kearahnya.

“baiklah, wah penampilan nona kim Nayeong tadi sangat mengejutkan, airmataku pun sampai jatuh, haha!” ucap MC ketika Nayeong turun dari panggung.

“oke, selanjutnya peserta nomor 216, mungkin kalian sudah tidak asing lagi, karena peserta yang satu ini juga sering bernyanyi di café-café, kalau begitu kita sambut saja Cho Kyuhyun!” lanjut MC itu memanggil peserta selanjutnya.

“kyuhyun-ssi, apa judul lagu yang akan dibawakan?” tanya MC itu ketika kyuhyun sudah berdiri diatas panggung.

“kwill- love is punishment.” Jawab kyuhyun.

“apa lagu ini juga akan disampaikan untuk seseorang seperti yang dilakukan peserta sebelumnya tadi?” tanya mc itu antusias.

“ne.” jawab kyuhyun singkat yang disambut riuh penonton. Namun mata kyuhyun hanya melihat kearah nayoeng yang telah duduk disamping Sinmi.

“oke, kalau begitu kita sambut cho kyuhyun dengan lagu Love is punishment.” Pekik MC itu saat music sudah dimulai.

Sarangeun haengbogira mitgo isseoneunde

[saya percaya bahwa cinta adalah kebahagian, namun]

Malmotaneun sarangeun haneuri jun beorilppuniya

[Ketidak mampuan mengucapkan kata cinta adalah surge yang hanya memberikan hukuman saja]

Neoman saranghamyeon mami jeoryeoseo

[aku hanya mencintaimu, bila mencintaimu hatiku sangat sakit]

Nunmulman humchimyeo saraganikka

[hidup ini hanya ada airmata yang membuat luka]

Kkumeseo sarangeul halkka

[akankah aku mencintaimu dalam mimpi]

Ulgo tto uldaga jichyeoseo

[menangis dan menangis hingga sangat lelah]

Jami deureo bojiman

[hingga tertidur]

Kkaego namyeon haruga neul ttokgateunde

[bangun dan kepanpun hari tetap kembali seperti itu]

Neol Saranghae ireoke saranghago isseo

[seperti ini aku mencintaimu]

Niga eomneun goseseo nammollae sarangeul malhaebwa

[bila kau tidak ada, aku mencoba mengatakan cinta]

Hoksi niga deutgo daranalkkabwa

[Mungkin saja kau mendengar dan kau akan lari dariku]

Amudo moreuge saranghajanha

[apapun membodohkanku bahwa aku mencintai]

 

“wah luar biasa, luar biasa cho kyuhyun-ssi.” Ucap MC saat semua penonton kembali riuh karena terkagum-kagum dengan penampilan kyuhyun.

Nayeong menghapus airmatanya yang mengalir ketika mendengar nyanyian kyuhyun yang sangat menyentuhnya, entah lagu itu disampaikan untuknya atau orang lain tapi Nayeong tetap merasa nyanyian kyuhyun sangat mengenai hatinya.

“kau hebat sekali tadi.” Ucap sungmin ketika audisi telah berakhir.

“kau juga.” Jawab sungmin sambil menunjukan kedua jempolnya.

“gomawo, aku pergi dulu. Nanti kita bertemu saat pengumuman pemenangnya keluar, hehe.” Ucap sungmin sebelum ia yang berlari meninggalkan Nayeong.

“hem, namja itu.” ucap nayeong tersenyum geli melihat tingkah sungmin yang tak terbanyang olehnya hari audisi ini akan seperti ini kondisi hubungannya dengan sungmin.

Saat Nayeong berbalik, ia memergoki kyuhyun yang sedang melihatnya dari kejauhan tapi saat kyuhyun menyadari Nayeong sadar dipandangi olehnya ia segera meninggalkan tempat itu.

“kyuhyun-ssi, cho kyuhyun!” teriak Nayeong ketika melihat kyuhyun yang bergegas pergi.

“ ada apa denganmu?” tanya Nayeong ketika ia berhasil mengejar kyuhyun.

“aku baik-baik saja.” Jawab kyuhyun dingin tanpa melihat kearah Nayeong.

“kenapa kau menjauhiku akhir-akhir ini?” tanya Nayeong seraya mengejar pandangan kyuhyun yang terus berpaling darinya.

“itu hanya perasaanmu saja.” Jawab kyuhyun yang langsung meninggalkan Nayeong.

“apa aku melakukan kesalahan?” tanya Nayeong pada dirinya sendiri.

-0-

“eonnie!” teriak Nayeong ketika ia melihat seohyun yang berjalan menggunakan tongkat di halam kampus.

“nayeong-a, bagaimana audisinya?” tanya Seohyun dengan berbinar-binar.

“cukup lancar, hehe.” Jawab Nayeong antusias.

“untunglah.., kapan pengumumannya?” tanya Seohyun tak kalah antusias.

“dua minggu lagi, tapi aku sudah tidak sabar eonnie.” Jawab Nayeong sumeringah.

“ah, kyuhyun!” teriak Seohyun ketika melihat kyuhyun yang mengendarai motornya.

“kenapa dia seperti itu?” lanjut Seohyun saat melihat kyuhyun yang acuh dan tidak menghentikan motornya.

“entahlah akhir-akhir ini kyuhyun menjadi seperti itu.” ucap Nayeong lesu.

“apa kau bertenglar dengannya?” tanya Seohyun cemas.

“nde? Mollayo, mungkin aku berbuat salah padanya.” Jawab Nayeong tidak yakin.

“tenanglah hubunganmu dengan kyuhyun pasti membaik, aku tahu kalau kyuhyun mencintai seseorang dia tidak akn semudah itu melepaskannya.” Ujar seohyun yang membuat kening Nayeong berkerut.

“mencintai seseorang?” tanya nayeong tidak mengerti dengan ucapan seohyun.

“apa kyuhyun belum bilang kalau dia menyukaimu?” tanya seohyun terkejut melihat ekspresi nayeong yang tidak tahu apa-apa.

“nde?” pekik Nayeong tak percaya.

“saat dulu aku mengajaknya kembali padaku dia menolak dan mengatakan dia sudah mempunyai yeoja yang ia sukai, dan yeoja itu kau Kim Nayeong, apa kau tidak tahu?” jelas seohyun membuat mata Nayeong membulat tak percaya dan kaget.

“ah, mianhae kyuhyun-ah aku membocorkan rahasiamu.” Lanjut Seohyun sambil menutup mulutnya saat menyadari bahwa Nayeong memang tidak tahu apa-apa tengtang perasaan kyuhyun padanya.

“arraso eonnie, aku pergi dulu. Gomawo sudah memberitahuku.” Ucap Nayeong setelah beberapa detik ia mencerna kalimat yang diucapkan Seohyun.

“kau mau kemana?” teriak Seohyun saat melihat Nayeong lari meninggalkannya.

“menemui kyuhyun.” jawab Nayeong dari kejauhan.

Kim Nayeong POV

“pergi kemana dia?” gumamku setelah kudatangi dari rumah, coffee shop keluarganya dan sekarang disini di café tepanya bekerja, tapi dia tidak ada dimanapun.

“apa ku telfon, tapi apa dia mau mengangkatnya?” guamku sedikit putus asa.

“tapi coba saja dulu.” Ucapku seraya mengambil ponselku yang ada ditas. Beberapa kali ku telfon tapi tak ada yang mengangkat juga hingga akhirnya telfon ketigaku dia angkat.

“ada apa?” tanya kyuhyun ketus padaku.

“neo eodiya?” tanyaku langsung padanya.

“bukan urusanmu.” Jawabnya dan terdengar seperti telfon akan ditutup.

“chaka..chakaman!” ucapku sebelum dia menutup telfonnya.

“kau mau apa?” bentak kyuhyun padaku.

“aku hanya ingin menanyak sesuatu padamu, tapi kalau kau tidak mau ya sudah.” Ujarku seraya menutup telfon duluan.

“aissh, namja babo.” Ucapku sambil menyeriangai licik.

“taksi!” teriakku ketika melihat taksi melintas didepanku.

Dia kira aku bodoh tidak tahu dia dimana, kurasa dia ada di bukit dibelakang bandara. Karena dimana lagi ada suara bergemuruh mesin pesawat selain dibandara. Tapi dia pasti tidak akan pergi jauh masuk ke bandara kan. Fikirku dalam hati mengingat apa yang kudengar saat menelfonnya tadi.

“disini saja pak.” Ucapku pada supir taksi ketika kami sampai.

Dimana dia? Aku berusaha mengedarkan pandanganku kepenjuru bukit ini takpi belum bisa kulihat Namja bernama cho kyuhyun itu.

“yak, kenapa kau tidak mau bertemu denganku?” tanyaku saat aku menemukan namja itu meski jarakku masih jauh darinya yang sedang berdiri dan menyandar pada motornya yang ada di samping pagar pembatas pacu landasan dengan bukit kecil ini.

“kenapa kau bisa disini?” tanya namja itu kaget dan bingung.

“ku rasa aku punya hubungan batin denganmu.” Ucapku menggodanya.  Sambil mendekalinya dan ikut menyadar di motornya.

“mwo?” ucapnya tak percaya dengan ucapanku.

“bukankah kau tadi ingin menanyakan sesuatu padaku.” Lanjut kyuhyun yang kembali menatap pace landasan yang ada dihadapnnya.

“ku kira kau tidak tertarik.” Jawabku memicu rasa penasarannya.

“aissh..cepat katakan, kalau tidak aku tidak akan menjawab pertanyaanmu lagi.” jawabnya kesal.

“arraso-arraso em…apa yang dikatakan seohyun eonnie benar tentang kau menyukaiku?” tanyaku yang membuatnya menatapku terkejut.

“aissh, yeoja itu…” keluhnya mendengar pertanyaanku.

“ayo jawab, Benar atau tidak?” pintaku tak sabar.

“ne, aku menyukaimu.” Ucap kyuhyun yang kini menatap kearahku dan dapat kulihat kesungguhannya dari manic matanya yang menatapku.

“Oh, joha harago?kau bilang kau menyukaiku?” ucapku tak percaya.

“ne,ne,ne Nayeong-si” ucapnya menginyakan berulang kali.

“omo, jadi lagu itu benar untukku, aku baru tahu namja sepertimu punya masalah seperti itu, hehe.” Jawabku menggodanya.

“aissh, sekarang harusnya kau jawab, kau juga menyukaiku atau tidak?” pintanya kesal ketika melihat tingkahku yang terus menggodanya.

“ne, aku juga menyukaimu.” Jawabnya serius sekarang.

“hem…saranghaeyo.” Ucapnya sambil memelukku.

-0-

“apa kita menyembunyikan hubungan ini saja?” tanyaku pada kyuhyun yang menjemputku di depan rumah untuk pergi ke kampus bersama.

“kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya kyuhyun curiga.

“em..karena kurasa nanti fansmu akan membunuhku jika mereka tahu kita berpacaran.” Jelasku ngeri karena aku membayangkan bagaimana nanti keadaanku jika semua fans kyuhyun tahu.

“ka nada aku, mereka tida akan melakukan apapun padamu, tenanglah.” Ujar kyuhyun menenangkanku.

“ayo naik!” lanjutnya sambil menepuk kursi kosong motornya.

“arraso, nan midoyo.” Jawabku seraya naik motornya.

“pegang yang erat, aku tidaj mau kau jatuh.” Pintanya ketika aku sudah duduk di belakangnya.

“aissh, lama sekali.” Lanjutnya yang masih berfikir dan ia langsung menarik tannganku hingga aku memeluknya dari belakang.

Sungguh jantungku hampir melompat dari tempatnya, dapat kurasakan wajahku memanas dan jika ada yang melihat wajahku sekarang pasti wajahku sudah semerah tomat.

“ayo” ucap kyuhyun saat kami sudah sampai dikampus dan ia menjulurkan tangannya padaku.

“apa?” tanyaku tak mengerti dengan tingkahnya.

“ini.” jawabnya sambil menggenggam tanganku dan menggandenngnya.

“yak, bagaimana kalau ada yang melihat.” Ucapku panik.

“itulah tujuanku.” Jawabnya sambil tersenyum jahil.

“aissh, mati aku.” gumamku ketika ia menarikku untuk berjalan sejajar dengannya.

Benar saja kini aku dan kyuhyun menjadi pusat perhatian dan kalian tahu yang paling mengerikan adalah tatapan para yeoja yang menatapku dengan tajam seperti ingin memakanku.

“tenanglah, aku disampingmu.” Ucap kyuhyun ketika kami masih berjalan, kurasa dia meraskan ketakutanku.

“kalau begitu kau masuk kelas duluan.” Pintanya saat kami sudah sampai di depan kelasku.

“ne, gomawo.” Ucapku sebelum masuk ke dalam kelas. Dia hanya tersenyum melihat kepergianku.

-0-

“fuh, kenapa aku tegang sekali.” Gumamku saat turun dari motor kyuhyun.

“tenanglah, kalau kau tidak menang, kau tetap pemenang untukku.” Ucap kyuhyun menenangkanku.

“aissh, kau itu..meski awalnya aku berniat membalas dendam pada sungmin tapi sekarang aku benar-benar ingin menang agar aku bisa pergi ke Amerika dan menjadi penyanyi terkenal.” Ucapku menjelaskan keteganganku.

“ne, Kim Nayeong cerewet.” Jawab kyuhyun mengalah.

Kami berjalan bersamaan menuju ruang pengumuman pemenang audisi dua minggu lalu. Aku sungguh tegang sekarang.

“Nayeong-a!” panggil Sinmi yang sudah ada diruangan itu.

“bagaimana ?” tanya Nayeong panik.

“entahlah, aku juga tegang.” Jawab Sinmi sambil menggenggam tanganku. Dan dapat kurasakan tanganya yang dingin karena tegang.

“baiklah, pa kalian sudah siapa mendengar siapa pemenangnya!” ucap MC yang baru saja menaiki panggung dengan semangat.

“NE…!!!” jawab para penonton yang merupakan anggota audisi juga.

“oke nama pemenang angkan muncul dilayar besar ini, jadi bersiaplah dalam hitungan ketiga.” Pekik MC itu membakar suasana.

“oke  han (satu)………du (dua)….. s……sen(tiga)…!” teriak MC itu dan semua yang menonton.

Dilayar itu terlihat sedang mengocok berbagai nama dengan cepat.

“oke kita bilang STOP bersama-sama agar kita tahu pemenangnya!” suruh MC itu pada semua penontop.

“STOP…!!!” pekik semua penonton kompak.

“itu..bukankah itu nama…!” pekik Sinmi takjub.

To be continue

Kalau dalam kontes sekarang kita udah di grand final nih chingu… deg degan gak nunggu part selanjutnya? Deg degan aja yah hehe *maksa*. Buat saran dengerin dech lagu-lagu yang ada di ff ini bikin mengiris hati loh. Jangan lupa komen yach *author g bosen ngingetin* 

8 thoughts on “The Person I Love [part 4]

  1. jadiaaaaaaaaan!!!!!!!!
    tp kug nentuin pemenangnya sm kyk undian gto??
    tp tetep pnasaran sp yg menang…
    lanjoooooot!!!!

  2. Gag nyangka kyuhyun sama nayeong jadiannya cepet banget ,
    Terus kyuhyun waktu ditanya nayeong gag pakai malu2 kucing lg .
    Bener2 cool deh kyuhyun kalau gitu :)

  3. Deg2an siapa yg menang.. Kayaknya pas wkt audisi Neyoung dan Kyu oppa nyanyinya menghayati sekali.. Cie yg sdh jadian Neyoung n kyu oppa.. Semoga awet terus.. Saatnya baca part 5

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s