The Person I Love [part 3]

Author                  : Viehyun♥

Genre                   : AU, Romance and friendship

Type                      : continue

Rating                   : 13

Cast                       : Kim Nayeong (oc) aka you, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin

Other cast           : leeteuk, Lee Hyukjae (eunhyuk), Park Sinmi (oc), Seohyun (snsd)

cover credit        : the original photo doesn’t belong to me, but I edited it as needed

Disclaimer           : I only own the plot,  do not take it out without permission

SAY NO TO PLAGIAT, AND SAY NO TO BASHING

THIS STORY 100% MY IMAGINATION

Annyeong chingu tersayang yang udah nungguin lanjutan ff ini, author sangat berterimakasih loh buat yang nunggu-nunggu ff ini…. tapi janngan lupa komen yach hehe *tetep*

 Kim Nayeong POV

“pakai !” perintah kyuhyun sambil menyodorkan helm putih kearahku.

“ige bwoya?” tanyaku kesal dengan tingkahnya yang mengejutkanku.

“pakai dan naik!” perintahnya lagi dengan memakaikan helm putih itu paksa ke kepalaku.

“kita mau kemana?” tanyaku saat aku sudah duduk dibelakangnya.

“kau akan tahu nanti.” Jawabnya datar dan langsung menyalakan mesin motornya.

Kami melesat pergi meninggalkan kampus, dapat kulihat orang-orang melihatku heran, mana mungki mereka biasa-biasa saja ketika melihat namja yang paling dingin dan anti wanita itu tiba-tiba memboncengku dimotornya.

Fikiranku melayang sekarang pada amplop yang ku terima tadi malam, apa kyuhyun yang mengirimkannya? Karena aku baru ingat saat kejadian itu dia juga ada disana dan kalau adikku mengatakan namja tampan yang mengantarkannya mungkin itu bisa kyuhyun karena tidak ku pungkiri  kyuhyun memang tampan. Aissh…kenapa aku bisa berfikir sampai kesitu.anniyo..anniyo Kim Nayeong, seorang Cho Kyuhyun tidak mungkin menyukainya, mungkin sekarang dihatinya masih ada Seohyun eonnie, lagi pula sekarang aku harus konsentrasi untuk balas dendam pada Sungmin dan pada Audisi yang tinggal 10 hari lagi.

“sampai kapan kau disitu, ayo turun.” Ucap kyuhyun menyadarkanku dari lamuanan ketika kami sudah berhenti disuatu tempat.

“salon!” pekikku ketika melihat tempat apa yang ada dihadapanku.

“kau tahu, mataku sudah sangat terganggu dengan pemandangan buruk yang kau hadirkan, jadi aku sangat gatal untuk mengubahmu, cepat masuk!” perintahnya dengan mendorong tubuhku menuju pintu salon itu.

“tolong ubah dia sebagus mungkin.” perintah kyuhyun pada pelayan salon setelah kami masuk kesalaon itu.

Pelayan itu membawa ku ke sebuah ruangan dan meninggalkan kyuhyun diruang tunggu.

“namja aneh.” Gumamku saat meninggalkan kyuhyun dibelakangku.

“agashi, apa tadi pacarmu?” tanya seorang pelayan yang sedang mencuci rambut.

“nde, anniyo, bagaimana bisa.” Ucapku segera ditambah gelengan kepalaku untuk menyakinkan pelayan itu.

“dia sungguh tampan, syukurlah kalau bukan pacar agashi.” Ucap pelayan itu yang membuatku kesal karena seakan akan aku memang tidak pantas jika memiliki pacar yang tampan.

-0-

Mataku sungguh berat sekarang setelah tadi wajah dan tubuhku dirawat sekarang tinggal rambutku yang diubah. Entah sudah berapa lama aku ditempat ini, dan entah sebosan apa kyuhyun menungguku.

Ah, chakaman. Apa dia masih menungguku? Tanyaku dalam hati ketika aku menoleh keruang tunggu ternyata namja itu masih disana dengan memainkan ponselnya.

“agashi, kalau tuan itu bukan pacarmu, lalu siapa? Kenapa dia mau menunggumu selama ini?” tanya pelayan itu lagi setelah sekian lama ia bungkam.

“chingu.” Jawabku spontan. Mwo chingu? Kenapa aku bisa memberi jawaban seperti itu.

“ah, chingu. Arraso.” Ucap pelayan itu percaya. Tapi baguslah pelayan itu tidak akan bertanya lagi padaku.

“agashi…agashi.” Suara lembut itu membangunkanku dari tidurku yang cukup nyenyak.

“nde?” tanyaku masih bingung.

“sudah selesai.” Ujar pelayan itu sambil membuka kain yang ada ditubuhku.

Author POV

“hah, kenapa lama sekali, mungkin kau terlalu….” Kata-kata kyuhyun terhenti ketika ia melihat yeoja yang ditunggunya baru saja selesai melakukan perawatan.

Mata kyuhyun mulai mengamati dari ujung rambut sampai ke ujung kaki yeoja itu, masih diingatnya yeoja itu 2 jam yang lalu. Rambut kusutnya yang panjang terurai sepinggang dan kini telah dipotong sampai dibawah bahu yeoja itu, kulitnya yang kusam kini cerah dan satu hal yang membuatnya lebih terkagum, kerena yeoja itu kini tersenyum kearahnya.

“eotteo? Nan yeppo?” tanya Nayeong ketika ia sudah berdiri dihadapan kyuhyun.

Kyuhyun mengedipkan matanya dan membalikan tubuhnya membelakangi yeoja itu.

“hah, percuma aku membawamu kesini, tidak ada perubahan yang signifikan.” Ucap kyuhyun berbohong pada yeoja itu.

“aissh, seharusnya kau memujiku sedikit.” Ucap Nayeong kesal.

“mungkin hal yang harus kau ubah lagi adalah ini.” ucap kyuhyun setelah berada di dekat motornya.

“baju?” tanya nayeong memastikan ucapan kyuhyun.

“nde.” Ucap kyuhyun sambil menyerahkan helm kearah Nayeong. Dan Nayeong tahu maksud kyuhyun menyerahkan helm itu kerahnya.

Nayeong langsung memakai helm itu dan menaiki motor kyuhyun. tak lama kyuhyun menyalakan mesin motor itu dan pergi menuju tempat tujuan selanjutnya.

“bagaimana dengan ini?” tanya nayeong sambil menunjukan sebuah baju kearah kyuhyun, baju itu adalah baju kelima yang ditolak oleh kyuhyun.

“ha, apa seleramu hanya pada barang seperti itu?” tanya kyuhyun kesal.

“aku hanya tidak ingin membobol dompetmu saja.” Jawab Nayeong kesal.

“siapa bilang aku akan membayar semuanya” Jawab kyuhyun sinis.

“lalu?” tanya Nayeong memastikan.

“setelah ini aku akan mengirim tagihannya kerumahmu.” Jawab kyuhyun ketus.

“bagaimana bisa? kau tidak tahu rumahkukan.” Jawab Nayeng menantang.

“kata siapa? Tidak ada yang tidak aku ketahui ingat itu Nayeong-si.” Jawab kyuhyun bangga sambil menunjukkan pesan singkat yang ada diponselnya dan dapat dilihat dengan jelas disana tertulis alamat Nayeong, nomor telfon rumah dan ponsel Nayoeng, dan paling mengejutkan pesan itu dikirim oleh Sinmi.

“kapan kau menanyakan itu?” tanya Nayeong geram.

“saat menunggumu di salon.” Jawab kyuhyun penuh kemenangan.

“aissh..tabunganku bisa habis kalau begini.” Gerutu Nayeong menyadari kegagalannya dan kebodohannya yang tidak menyadari hal ini dari awal.

“sudah, cepat pakai ini dan tunjukan padaku.” Suruh kyuhyun dengan memberikan setumpuk baju yang ia pilihkan untuk Nayeong.

“eotte?” tanya nayeong setelah ia memakai baju pilihan kyuhyun yang berwarna merah marun.

Kyuhyun hanya menggeleng dan menjulurkan tangannya menyuruh Nayeong untuk berganti pakaian  dengan baju lainnya. Beberapa kali nayeong keluar masuk ruang ganti dan baru 2 baju yang dirasa kyuhyun cocok untuk Nayeong sedangkan sisa baju masih ada 10 lagi.

“hah, apa namja itu gila. Mengganti baju memang mudah tapi kalau sesering ini, aku bisa mati.” Keluh nayeong ketika ia mengganti bajunya kembali karena kyuhyun tidak suka.

“kalau ini?” tanya Nayeong malas, karena bibirnya sudah berbusa mengatakan kata-kata itu.

“em, warnanya cocok untukmu, tapi model bajunya tidak cocok, ganti!” perintah kyuhyun untuk kesekian kalinya. Nayeong hanya menghela nafas dan kembali masuk kedalam box ruang ganti itu.

“ini yang terakhir.” Ucap nayeong ketika ia sudah memakai baju berwarna pich dan rok putih yang cukup pendek.

“em..oke.” jawab kyuhyun setelah berfikir sejenak.

“hah, selesai juga.” Ucap nayeong ketika membawa baju-baju yang disetujui kyuhyun ke kasir.

“berapa semuanya?” tanya Nayeong seraya mengeluarkan dompetnya dari tas.

“semuanya 565.000 won.” Ucap pelayan itu setelah menjumlahkan semuanya.

“nde? Jongmalyo.” Ujar Nayeong terkejut dengan apa yang diucapkan penjaga kasir itu. Nayeong memandang kyuhyun yang berdiri di sampingnya dengan memelas.

“arraso, aku yang bayar.” Ucap kyuhyun menyadari pandangan Nayeong.

“ini.” ucap kyuhyun menyerahkan beberapa lembar uang pada kasir itu.

“gamsahamnida.” Ucap sepasang pelayan ketika mereka membukakan pintu toko mempersilahkan kyuhyun dan Nayeong keluar dari toko itu.

“hah jongmal, haruskah aku membayar ini semua, 565000 won hanya untuk baju saja.” Gerutu Nayeong ketika ia sudah sampai di depan rumahnya.

“kalau kau tidak punya uang, kau bisa membayar dengan mencicilnya padaku.” Tawar kyuhyun serius.

“aissh, oke aku baru ada ini.” jawab Nayeong sambil memberikan beberapa lembar uang pada Kyuhyun.

“berarti sisanya 327.200 won.” Ujar kyuhyun setelah menghitung uang yang diberikan Nayeong padanya.

“aissh.” Jawab Nayeong kesal karena tingkah kyuhyun yang seakan meledeknya.

“kalau begitu aku pulang dulu, pakelah baju-baju itu besok dan tunggu tanggapan semua orang kau pasti tidak akan menyesal telah dibantu olehku.” Ujar kyuhyun sombong sebelum ia pergi dari depan rumah Nayeong.

“aissh, KHA!” bentak Nayeong kesal menyuruh kyuhyun segera pergi.

Kyuhyun hanya tersenyum sekilas dan langsung pergi meninggalkan Nayeong.

“oppa.” Ujar Nari yang baru saja keluar dari gerbang rumah besar itu.

“nde?” tanya Nayeong pada adiknya itu karena ia kurang mendengar jelas apa yang dikatakan adiknya.

“anniyo, eonnie cepat masuk.” Ajak Nari sambil menarik lengan kakaknya masuk kedalam rumah.

“waeyo?” tanya Nayeong penasaran karena adiknya sangat bersemangat membawanya masuk kerumah.

“ada sungmin oppa.” Ucap Nari saat masuk dan hal itu membuat Nayeong menjadi malas, apalagi setelah melihat namja itu sudah duduk di sofa ruang tamunya.

“sedang apa kau disini?” tanya Nayeong ketus.

Sungmin langsung berdiri saat melihat kehadiran Nayeong, pandangannya langsung mengamati Nayeong dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bahkan namja itu hampir lupa untuk berkedip ketika melihat perubahan Nayeong yang luar biasa.

“yak, apa yang kau mau?” tanya nayeong kesal karena sungmin tak kunjung menjawab pertanyaannya.

“ah, aku hanya meminta barangku yang ada pada dirimu.” Jawab sungmin saat tersadar.

“hah, jongmal..arraso tunggu disini.” Jawab Nayeong kesal saat mendengar tujuan sungmin yang datang jauh-jauh kerumahnya.

Diseretnya belanjaan yang cukup merepotkan untuknya itu ke kamarnya yang ada dilantai dua. Sesampainya disana Nayeong mulai mencari barang apa saja yang ada hubungannya dengan namja bernama sungmin itu, dilihatnya beberapa keping CD music kesukaan sungmin dan beberapa buku komposisi instrument music yang dibuat sungmin. Dibawanya barang-barang itu dan bergegas menuju ruang tamunya agar ia bisa cepat-cepat mengusir namja itu dari rumahnya.

“hanya ini.” ucap Nayeong sambil memberikan barang-barang itu pada sungmin.

“dengan siapa tadi kau pulang ?” tanya sungmin ketika ia mengambil barang-barang miliknya dari tangan Nayeong.

“bukan urusanmu, cepat keluar.” Jawab nayeong ketus tanpa melihat kearah namja itu.

“arraso!” balas  sungmin ketus dan segera keluar dari rumah itu.

-0-

“hah, mengapa dia bisa berubah seperti itu.” gumam sungmin ketika ia telah sampai diumahnya. Fikirannya kembali melayang membayangkan Nayeong yang berpenampilan baru, timbul dibenaknya bahwa ia menyesal memperolok yeoja itu karena ternyata Nayeong tak seburuk yang ia kira. setelah ia berubah. Sekilas kenangannya dengan Nayeong terlintas difikirannya.

Flashback

“Nayeong-ah cepat bantu aku!” teriak sungmin dari dalam kamarnya.

“waeyo?” tanya Nayeong ketika ia sudah sampai di dalam kamar sungmin.

“tolong ambilkan paku.” Pinta sungmin yang sedang memasang beberapa foto dikamar barunya itu.

“ah, dan tolong pasang hordengnya nanti.” Lanjut sungmin sebelum Nayeong pergi.

“apa hordenganya dipasang seperti ini?” tanya Nayeong ketika baru satu hordeng ia pasang.

“oke, yang satu lagi di sebelah situ.” Pinta sungmin selagi ia merapikan beberapa buku dirak.

Nayeong turun dari kursi dan memindahkan kursi itu kesisi yang diinginkan sungmin untuk memasang hordeng, tapi ketika ia menaiki kursi itu tubuhnya oleng dan BRUK. Tubuh Nayeong jatuh tapi tertahan oleh Sungmin yang reflek menangkap gadis itu.

Wajah Nayeong langsung memerah dan tampak canggung karena kini posisinya Nayeong berada diatas tubuh sungmin, jarak antara wajah merekapun sangat dekat hingga sungmin bisa merasakan hembusan nafas Nayeong begitupun sebaliknya. Tanpa disadari detak jantung sungmin semakin kencang dan wajahnya menjadi panas.

“ah, mianhae.” Ucap Nayeong seraya bangkit dari posisinya. Diikuti sungmin yang bangkit dan berdiri disampingnya. Keduanya  terdiam sejanak untuk beberapa saat, tampak rasa canggung diantara kedua.

Flashback end

Sungmin terlihat tersenyum ketika mengingat hal itu, tangannya memegang dadanya yang ia rasa kembali berdegup kencang.

“hah.” Lenguh sungmin dan mulai memejamkan matanya.

-0-

“Sinmi-ah!” teriak Nayeong ketika melihat sahabatnya itu berdiri di depan kelasnya. Sinmi hanya menengok karena merasa namanya dipanggil namun tak ada respon dari Sinmi saat Nayeong mulai mendekatinya.

“nugu?” tanya Sinmi ketika Nayeong berdiri di hadapannya.

“yak, naneun Kim Nayeong.” Jawab Nayeong kesal.

“kim Nayeong? Jeongmalyo?” ucap Sinmi tak percaya. Ia memutar-mutar tubuh Nayeong agar ia bisa melihat penampilan baru sahabatnya itu dari berbagai sisi.

“apa Seohyun eonnie sudah merubahmu?” tanya Sinmi takjub tanpa melepaskan matanya dari Nayeong yang sudah berubah 180 derajat.

“bukan, bukan seohyun eonnie yang merubahku.” Jawab Nayeong sedikit ragu.

“lalu siapa?” tanya Sinmi penasaran dan bersemangat.

“em..ehem.cho..cho..kyu….” ucap Nayeong samar-samar.

“yak, yang jelas.” Ujar Sinmi kesal karena Nayeong tidak kunjung memberitahunya.

“aku.” ucap kyuhyun yang baru saja datang mengejutkan sinmi dan Nayeong.

“kyuhyun sanbae?” ucap Sinmi tak percaya.

“nde, ceoneun.” Ujar kyuhyun mempertegas.

Sinmi hanya melihat pada Nayeong dan kyuhyun secara bergantian untuk meminta kejelasan.

“nde, dia yang membantuku.”  Jawab Nayeong akhirnya setelah ia menimbang-nimbang.

“oh, jeo..jeongmalyo?” ucap Sinmi masih tak percaya.

“tapi kau masih punya hutang padaku.” Bisik Kyuhyun pada Nayeong yang berdiri disampingnya, nayeong sedikit bergidik ketika kyuhyun berbisik ketelinganya itu. dan hal yang paling penting saat ini adalah kini semua mata mengarah pada kyuhyun dan Nayeong karena tingkah kyuhyun tadi.

“jangan dekat-dekat, nanti fansmu akan membunuhku.” Ujar nayeong sambil mendorong tubuh kyuhyun menjauh darinya.

“tenanglah.” Ucap kyuhyun yang semakin membuat Nayeong semakin merinding.

“oke, nan khalke.” Lanjut kyuhyun berpamitan untuk mesuk kelas.

Nayeong hanya memandang namja itu sekilas dan kembali menghadap Sinmi yang masih terpaku dengan keakraban Nayeong dan kyuhyun.

“bagaimana bisa kyuhyun yang merubahmu?” tanya Sinmi ketika kyuhyun sudah jauh.

“hem..entahlah kemarin tiba-tiba ia mengajakku ke salon dan butik.” Jawab Nayeong sejujurnya.

“wah debak, neo Kim Nayeong-ssi kau bisa merubah namja dingin itu menjadi seperti itu ckckck.” ucap Sinmi  takjub membuat Nayeong mengerutkan keningnya.

“bwoya?” balas Nayeong meminta sahabatnya berbicara lebih jelas lagi.

“kau tahu selain Seohyun eonnie tidak ada lagi yeoja yang dekat dengannya, dan sekarang lihat seorang cho kyuhyun mau repot-repot mengubah itik buruk rupa menjadi angsa. Bukankah itu keajaiban.” Ujar Sinmi antusias, tapi berbeda dengan ekspresi nayeong yang terlihat tersinggung.

“mwo, itik buruk rupa?aissh…” ucap Nayeong sambil meninggalkan temannyanya itu kesal.

“yak Kim Nayeong, mianhae…!” teriak Sinmi yang berusaha mengejar Nayeong.

Kim Nayeong POV

Menyebalkan sekali, kenapa Sinmi bisa berbicara sekejam itu padaku. Hah…sudahlah sebaiknya aku keperpustakaan mencari referensi lagu. Perpus cukup sepi dan hanya beberapa orang yang sedang duduk membaca beberapa buku dan ada juga yang sedang asik mendengarkan lagu, ku selusuri rak-rak yang penuh dengan cd-cd music,  siapa tahu ada lagu yang cocok dengan ku. Langkahku terhenti ketika seseorang tiba-tiba memasang earphone ditelingaku, dengan reflek aku menengok kebelakang dan memergoki kyuhyun yang ada disana. Terdengar alunan lagu ballad dari earphone itu, rasanya aku terhanyut dalam lagu itu, dan kurasa lagu itu memang menggambarkan diriku saat itu.

Joheun ibyeoriran geo, gyeolgug sesangeun eobneun iriran geol

[jika aku tahu itu, aku akan menangis sekencang-kencangnya]

Aratdmyeon geuddae charari da ureodulgeol

[Saat ini aku pasti akan siap untuk berpisah denganmu]

Geuddae imi naraneun geon negen kkeutieotdaneun geon

[Menyenangkan bila berfikir bisa berakhir seperti itu]

Naman mollaseotdeon iyagi

[namun cerita itu hanya aku yang tidak tau]

Sarangeun aniotdeora

[jadi hal itu bukan cinta]

Nae gyeote meomuldeon siganieosseul ppun

[Itu hanya perasaanku saja]

Ijeya eoryempusi argeotman gata

[Sekarang samar-samar aku mulai mengerti]

Wae neon mianhaesseoyaman haetneunji

[Kenapa kau hanya bisa meminta maaf padaku]

By : IU- The Strory Only I Didn’t Know

Sejenak aku lupa dimana dan bersama siapa aku sekarang, airmataku mulai menggenang dikelopak mataku dan kurasa sekarang aku menangis. Tiba-tiba ada sebuah tangan hangat yang menghapus lembut airmataku perlahan. Kyuhyun tersenyum getir saat melihatku, entah mengapa aku bukannya ingin marah padanya tapi sungguh hatiku sangat sakit ketika mendengar lagu itu. kepalaku tertunduk dan kyuhyun mulai membuka earphone itu dari telingaku.

“uljima, kau jelek saat menangis.” Ucapnya padaku seraya mengangkat daguku agar aku menatapnya.

“uljima.” Ucapnya lagi dengan lembut karena tangisanku belum berhenti.

Author POV

Nayeong menyandarkan tubuhnya dibangku kayu dimana ia sering melamun dengan Sinmi di tempat itu. tapi kini yang disampingnya bukan Sinmi tapi Cho kyuhyun.

“lagu yang kuberikan padamu, sangat cocokkan untukmu?” ujar kyuhyun karena sejak kedatangan mereka ditempat itu belum ada obrolan sama sekali.

Nayeong hanya mengangguk pelan tanpa melihat kearah kyuhyun, pandangannya lurus menatap lapangan luas yang ada dihadapannya.

“hah, aku memang terlalu jenius.” Gumam kyuhyun menyombongkan diri, tapi karena kalimat itu Nayeongakhirnya menatap namja itu dan membuat gadis itu tersenyum kesal.

“ku kira kau sudah berubah tapi tidak.” Ucap Nayeong meledek kyuhyun.

“cho kyuhyun tetaplah cho kyuhyun, jadi aku tidak akan berubah.” Jawab kyuhyun dengan nada masih menyombongkan diri.

“em, apa boleh ku pakai lagu itu saat audisi?” tanya Nayeong ragu-ragu.

“tentu, tapi berarti hutangmu bertambah 10.000 won.” Jawab kyuhyun bercanda sehingga membuat Nayeong memukul pelan bahunya.

“kau memang tidak akan berubah.” Ujar Nayeong seraya bangkit dari duduknya.

“kau mau kemana?” tanya kyuhyun ketika melihat Nayeong yang bangkit dari duduknya.

“menjauhimu, aku tidak tahan dekat denganmu meski lima menit.” Ucap Nayeong sinis.

“jangan pergi.” Ujar kyuhyun tiba-tiba sambil menahan lengan Nayeong yang baru beranjak satu langkah.

“wae irae?” tanya Nayeong kaget.

“diam disini lima menit lagi, nanti hutangmu akan ku kurangi 5000 won.” Jawab kyuhyun sambil menepuk- nepuk kursi kayu yang ada disampingnya.

“nde? Arraso, tapi kau harus mengurangi 10.000won.” ucap Nayeong dengan sedikit ragu setelah berfikir mungkin hutangnya pada namja itu akan berkurang jika ia patuh.

“oke.” Jawab kyuhyun singkat.

“ah, mana ponselmu?” tanya kyuhyun lagi.

“kau mau apa?” tanya Nayeong kesal.

“sudah berikan.” Ucap kyuhyun seraya merebut ponsel Nayeong dan segera menekan nekan layar ponsel itu seperti menulis sesuatu.

“itu nomor ponselku, jika nanti aku menghubungimu kau harus menjawab.” Jelas kyuhyun sambil mengembalikan ponsel itu pada nayeong.

“kenapa seperti itu?” tanya Nayeong bingung.

“aku tidak terlalu membutuhkan uang, jadi untuk membayar hutangmu kau bisa melayaniku, atau dengan kata lain kau menjadi budakku.” Ucap kyuhyun dengan raut serius.

“mwo, aigoo…” ujar Nayeong tanpa bisa mengatakan apapun lagi, karena diakuinya mungkin ia tidak bisa membayar hutangnya dengan cepat.

Kini di otak Nayeong hanya terlintas bahwa namja dihadapannya ini sudah tidak waras. Bagaimana bisa namja dingin dan menyebalkan ini meminta dirinya untuk duduk bersama lebih lama. Kalau otaknya tidak rusak maka mungkin saat ini kyuhyun sedang kerasukan arwah yang ada di lapangan ini.

Nayeong duduk dengan canggung disamping kyuhyun, sejak ia ditarik duduk kembali oleh kyuhyun keduanya tidak berbicara sama sekali. Sekali-kali Nayeong melirik kyuhyun yang ada disampingnya dengan ragu, dan terlihat kyuhyun hanya memejamkan matanya sambil bersender ke kursi yang ia duduki. Sesekali Nayeong menghembuskan nafasnya pelan untuk menghilangkan rasa canggungnya.

“apa kau risih duduk denganku?” tanya Kyuhyun tiba-tiba ketika Nayeong sedang melamun.

“nde ? an..anniyo.” jawab Nayeong dengan cepat. Namun diikuti pula gerakan kyuhyun yang langsung menggeser duduknya lebih dekat dengan nayeong, mungkin tidak ada jarak antara mereka sekarang, karena dapat dirasakan nayeong bahwa lengannya bergesekkan dengan lengan kyuhyun.

“yak, ada apa denganmu?” ucap Nayeong kaget seraya bangkit dari duduknya.

“duduklah!” ucap kyuhyun sambil memaksa Nayeong duduk kembali

“akan ku kurangi 5000won lagi.” ucap kyuhyun yang langasung menyandarkan kepalanya dipundak Nayeong.

Tubuh Nayeong menjadi membeku dalam sekejap, namun beberapa detik kemudian ia sadar dengan keadaannya saat ini. dapat dirasakannya jantungnya berdegup kencang. Rasanya ia ingin sekali menyingkirkan kepala kyuhyun dari pundaknya tapi saat ia melirik kyuhyun, namja itu sedang memejamkan matanya.

“jangan memandangiku terus aku tidak bisa tidur.” Ujar kyuhyun tiba-tiba dengan mata yang masih tertutup. Mendengar hal itu Nayeong langsung mengalihkan pandangannya.

“nyaman sekali, rasanya aku ingin seperti ini terus.” Gumam kyuhyun pelan namun gumamam itu masih bisa di dengarkan Nayeong sehingga mata yeoja itu membulat kaget. Nayeong hanya berfikir pa telinganya baik-baik saja atau tidak.

“jangan bergerak, aku lelah..aku ingin beristirahat.” Ujar kyuhyun ketika Nayeong menggeser tubuhnya bermaksud untuk menjauh dari kyuhyun tapi tidak jadi.

Kyuhyun semakin terlelap sedangkan Nayeong menjadi mematung. Namun semakin lama Nayeong mulai nyaman dengan situasi ini. difikarannya sekarang ia juga merasa lelah seperti kyuhyun. entah apa pengertian lelah untuk kyuhyun, tapi untuk Nayeong fisik, hati dan batinnyalah yang  ia rasa sudah sangat lelah sekarang.

“tidurmu nyenyak?” tanya Nayeong saat kyuhyun mulai terbangun dan bangkit dari posisinya.

“cukup.” Jawab kyuhyun singkat. Nayeong hanya memutarkan bola matanya sejenak karena melihat tingkah kyuhyun yang seolah-olah tidak terjadi sesuatu.

“belikan aku kopi.” Pinta kyuhyun pada Nayeong tiba-tiba.

“mwo? Sirroyo.” Jawab Nayeong tegas.

“aissh, palli nanti kukurangi lagi hutangmu 5000 won, cepat.” Ucap kyuhyun memakai taktiknya lagi.

“arraso, kau tunggu disini.” Jawab Nayeong mengalah dan segara bangkit dari duduknya untuk menuju Coffee shop terdekat.

Setelah kepergian Nayeong tiba-tiba ponsel kyuhyun bergetar, tertulis sebuah nama dilayar ponselnya. Tepatnya tertulis nama Seohyun disana. kyuhyun langsung mengangkat telfon itu.

“yeobuseyo?” ucap kyuhyun ketika telfon itu tersambung.

“apa kau kenal pemilik ponsel ini?” tanya seseorang panik dari ujung sana dan kyuhyun yakin itu bukan suara Seohyun.

“ne, ada apa ?” tanya kyuhyun terbawa panik.

“dia mengalami kecelakan, apa kau bisa kesini? Kami tidak tahu nomor siapa lagi yang bisa kami hubungi, hanya nomor anda yang terhubung.” Ujar orang yang ada disebrang sana dengan tergesa-gesa.

“arraso,aku segera kesana.” Jawab kyuhyun cepat dan langsung berlari menuju motornya yang diparkir. Tampak raut cemas dan  takut diwajah kyuhyun. namja itu mengendari motornya dengan kecepatan penuh, agar segera sampai di tempat yang diucapkan orang yang menelfonnya tadi.

 Kim Nayeong POV

“dimana dia?” ucapku ketika melhat tidak ada siapapun di kursi kayu itu.

“aissh, apa dia mengerjaiku.” Lanjutku sambil terduduk di kursi kayu itu. kulihat ponselku dan sialnya ponselku mati, sehingga aku tidak bisa menghubungi namja itu.

“kemana dia, apa aku tunggu dulu.” Ucapku sambil melihat jam tanganku yang menunjukan pukul 4 sore.

“hah, kopinya sudah dingin.” Gumamku saat kurasakan gelas kopi yang kugenggam sudah dingin, kulirik lagi jam tanganku dan kini sudah jam 5 sore lebih.

“hah, apa dia benar-benar mengerjaiku? Arraso, aku pulang saja.” Putusku dan segera pergi meninggalkan tempat itu, setelah ku taruh kopi pesanan kyuhyun dikursi itu dan ku beri memo disana.

-0-

Ponselku berdering ketika aku baru saja selesai mandi, kulihat dilayar itu ada nama Sinmi disana.

“ada apa sinmi-a?” tanyaku saat ku angkat telfon itu.

“seohyun eonnie kecelakaan.” Ujar Sinmi diujung sana

“mwo, dimana eonnie sekarang?” tanyaku terkejut.

“menurut info yang ku dapat eonnie di rawah di rumah sakit seoul, apa kau ingin kesana denganku?” tanya sinmi padaku.

“arraso, kalau begitu kita bertemu di halte bis saja.” Usulku padanya.

“arraso.” Balas sinmi dan langsung mematikan telfon.

Ku pakai mantelku kerena cuaca cukup dingin diluar sana, tanpa menunggu lama aku sudah berada di halte bis dimana aku dan sinmi akan bertemu.sekitar 10 menit aku menunggu barulah Sinmi datang.

“apa kau menunggu lama?” tanya Sinmi padaku.

“anniyo, ayo bisnya sudah datang.” Ajakku saat kulihat bisnya datang.

“ku dengar eonnie kecelakaan saat akan pergi ke Busan, mobilnya menabrak pembatas jalan.’ Jelas Sinmi saat kami didalam bis.

“lalu apa eonnie baik-baik saja?” tanyaku sedikit cemas.

“kudengar tulang kakinya retak.” Jawab Sinmi murung.

-0-

“ apa benar ruanganya di lantai ini?” tanyaku ketika aku dan sinmi tidak kunjung menemukan ruang rawat seohyun eonnie.

“kurasa itu.” ujar Sinmi sambil menunjuk pintu ruangan yang ada diujung lorong ini. kulihar seseorang terduduk lesu didepan ruang itu. dan kurasa orang itu taka sing untukku.

“kyuhyun sanbaenim.” Ucap Sinmi ketika kami mendekati orang yang terduduk itu.

“ah, kalian kesini?” tanya kyuhyun padaku dan Sinmi dengan lesu. Dapat kulihat dengan jelas ia seperti lelah dan dapat kuduga sebelumnya dia sangat cemas dan panik.

“kenapa sanbae diluar?” tanya Sinmi pada kyuhyun.

“seohyun sedang diperiksa.” Jawab kyuhyun singkat.

“ah, orang tua seohyun eonnie mana?” tanya sinmi lagi karena mungkin ia merasa terlalu sepi di tempat itu sekarang padahal seohyun onnie telah kecelakaan.

“tadi, ajjushi dan ajuma pulang dulu untuk mengambil pakaian dan beberapa barang seohyun, karena dokter bilang seohyun harus rawat inap.” Jelas kyuhyun pada sinmi.

Aku hanya terpaku melihatnya yang tampak kusut itu, tak pernah kulihat namja dingin ini seperti ini. apa mungkin kyuhyun masih mencintai seohyun eonnie? Aissh..lalu kenapa kalau iya, apa hubungannya dan apa ruginya aku.

“ah, apa kalian kerabat seohyun?” tanya dokter yang baru saja keluar dari ruang rawat seohyun eonnie.

“anniyo, kami temannya.” Jawab kyuhyun cepat.

“ah, em..keadaannya cukup membaik, hanya pasien sedikit trauma saja. Kalau kalian mau menjenguk silahkan tapi jangan terlalu rebut.” Jelas dokter itu mempersilahkan kami masuk.

Kulihat raut lega diwajah kyuhyun, dan ia segera menghambur masuk ketika dokter mempersilahkan kami.

“kyuhyun-a.” ucap seohyun eonnie ketika kami masuk. Seohyun eonnie langsung memeluk kyuhyun dengan erat.

“aku takut.” Ucap seohyun eonnie dengan gemetar, dapat kurasakan bahwa ia masih ketakuan.

“tenanglah, kau baik-baik saja, ada aku disini.” Balas kyuhyun dengan lembut. Aku terpaku melihat adegan itu. rasanya aku merasa seperti orang asing disini karena mereka seperti tidak merasa ada aku dan Sinmi disini.

“tenanglah, ada sinmi dan Nayeong yang datang menjengukmu.” Ucap kyuhyun sambil melepaskan pelukan seohyun eonnie perlahan dan melirik aku dan sinmi yang berdiri dibelakangnya.

“ah, sinmi nayeong-a…aku senang kalian datang.” Ujar seohyun eonnie sambil menghapus airmatanya.

“ne eonnie, untung saja eonnie tidak kenapa-kenapa.” ucapku seraya mendekati seohyun onnie yang terduduk diranjang.

“apa kaki eonnie tidak apa-apa?” tanya sinmi ketika melihat kaki seohyun eonnie yang diperban.

“dokter bilang hanya retak saja.” Jawab seohyun eonnie sambil teersenyum kearahku dan sinmi.

“untunglah.” Jawab Sinmi lega.

-0-

“kami pulang dulu eonnie.” Pamitku pada Seohyun eonnie.

“ne, gomawo sudah datang kesini.” Jawab seohyun eonnie.

“ne” ucapku sebelum aku keluar. Entah mengapa aku merasa tidak nyaman saat melihat kyuhyun dan seohyun eonnie sedekat itu. rasanya ada yang sesak didadadku. Dan aku tak tahu hal itu mengapa terjadi padaku.

“hah, sudahlah.” Guamku sambil meneruskan langkahku menyusuri lorong rumah sakit.

“ne?” ucap sinmi padaku, kurasa dia mendengar gumamanku.

“anniyo, kajja nanti kita tertinggal bis.” Ujarku menarik lengannya.

-0-

“hah, bahkan kemarin ia tidak meminta maaf padaku Karena ia langsung meninggalkanku.” Guamku saat aku berjalan memasuki wilayah kampus.

Kulihat dari jauh kyuhyun berjalan menuju kearahku. Tapi ketika kami berpapasan ia hanya berjalan lurus dan tidak menghiraukanku. Ada perasaan aneh lagi yang mencul didiriku, entah apa tapi rasanya sesak saat dia mengacuhkanku seperti itu.

Tunggu! Apa aku menyukainya? Andwe..cholte andwe.

To be continue

Ceritanya seru gak nih? Harus jujurloh hehe….mian yach kalau masih ada typo atau sesuatu gitu di ff ini. biar author tahu komen yach…gomawo^^

8 thoughts on “The Person I Love [part 3]

  1. aigoo..
    Kyu plin plan nih, sbnr’a Kyu sk sm sp si??
    Kan kshn kalo bikin Nayeong’a ngarep..
    Trus skrg Minnie jg mau balik lg gitu ke Nayeong??
    Hadeh,, cinta segi 4..
    Oce deh, ditunggu part selanjut’a..
    Fighting!!

    Jia Jung

  2. Ciyee2 nayeong udah mulai sedikit cemburu kyuhyun deket2 lg sama seohyun .
    Makadari itu nayeong .
    Dirimu harus berjuang untuk mendapatkan kyuhyun :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s