SUDDENLY MARRIED!!!! – Part 1

Judul : Suddenly Married

Nama Author : Uchikyasha

Genre : Romantic, Love, 15+

Length : One Shoot maybe?

Main Cast: Lee Sungmin, Shin Yoonji.

Other Cast: Suju member, orang tua Sungmin, Yoonji eomma, Hye Chan.

Disclaimer : This is totally my idea. So, don’t copast like piece a cake, OK??? In this story, Sungmin 24 years old, and have a crush for 4 year with Shin Yoonji. Dan mian, kalau alurnya terlalu cepat. Hehehe

Contact Address : 085253202094 ;FB-Bae Anie; email: baeren_anie@yahoo.com

 

Sungmin POV

Aku terkejut dan segera bangun dari tidurku saat mendengarkan keributan hapeku yang bergetar di atas meja nakas. Aku melirik jam dinding, pukul 02:00 dini hari. Jantungku berdebar kencang. Napasku memburu. Selalu, akan ada kabar buruk jika ada telpon di tengah malam. Aku melirik nama yang tertera di layar. Tidak, ini dari Yoonji. Ini pertama kalinya dia menelponku di atas jam 10-yang merupakan jam tidurnya-.

“Yoboseyo,” seruku dengan suara sedikit bergetar, ketakutan.

“Min-min,” suaranya terdengar parau. Aku menarik napas dalam, dan kembali menghembuskannya perlahan. Ini, akan mencegahku menjadi orang gila!

“Ji-ji, waegeure?” ujarku setenang mungkin, padahal aku ingin sekali menanyakan rentetan pertanyaan.

“Aku sekarang di rumah sakit X. Eomma tiba-tiba saja terkena serangan jantung dan sekarang dia ada di gawat darurat.” Suaranya terdengar kembali normal. Tapi, kenapa aku semakin khawatir? Tanpa pikir panjang, aku segera menyambar mantelku, menarik kunci mobil yang tergantung dan berlari ke parkiran. Aku tidak menggubris lagi panggilan Eunhyuk dan Kyuhyun yang ada di ruang TV. Aku segera melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Aku kembali mencoba menghubungi Yoonji. Sial! Hapenya tidak aktif! Aku semakin gila rasanya. Namun, aku sedikit tenang saat aku sampai dan kakiku sudah menginjak lantai rumah sakit. Aku segera berlari mencari di mana ruang gawat darurat. Aku harus berlari melewati lorong yang rasanya sangat panjang ini. Aku berhenti sebentar, mengambil napas sebelum berbelok ke ruangan. Begitu aku kembali mendapatkan udaraku, aku segera berbelok dan mendapati Yoonji sibuk mondar-mandir di depan ruangan.

“Ji-ji!” seruku dan berjalan cepat ke arahnya. Dia tersentak kaget sesaat, namun segera memelukku. Saat itu juga, dia menangis di dadaku.

“Min-min, eommaku..” isaknya dan menarik mantelku, menyembunyikan wajahnya yang tengah menangis. Aku mengelus punggungnya, mencoba menenangkannya.

“Semuanya pasti baik-baik saja.” ujarku pelan. Semoga saja benar.

Hampir jam 4 pagi. Namun belum ada tanda-tanda dokter akan keluar dari ruang sialan itu dan mengatakan semuanya dapat teratasi. Yoonji yang lelah menangis, sudah tertidur sambil memelukku. Kepalanya bersandar didadaku. Sementara, aku menyandarkan kepalaku ditembok, sambil memeluk Yoonji. Mantel yang aku kenakan, sudah kugunakan untuk menyelimuti Yoonji. Cukup dingin disini, karena aku hanya memakai piyama dan sandal rumah berbentuk Minnie Mouse. Aku menutup mata sebentar, karena kepalaku sangat pening. Suara pintu yang terdengar seperti sedang terbuka, membuatku membuka mata, dan menegakkan kepala. Seorang ajhussi, yang memakai jas putih-yang aku asumsikan sebagai dokter- keluar bersama beberapa orang yang juga memakai warna jas yang sama. Dia tersenyum padaku dan berjalan menuju ke arah kami. Aku meletakkan jari telunjukku diantara dua alis Yoonji. Seketika, yeoja itu terbangun dan menggeliat, kemudian mendongakkan kepalanya untuk menatapku.

“Dokter sudah keluar dari ruangan,” ujarku diikuti tatapannya pada dokter yang sudah tersenyum di depan kami. Yoonji segera bangkit dan menghampiri dokter dengan wajah panik dan was-wasnya. Dia sangat khawatir akan eommanya. Yeoja itu sangat menyayangi ibunya.

“Uri eomma eottokeyo? Eottokeyo?” lirihnya sambil menahan tangis.

“Gwenchanayo. Dia sudah siuman. Kau bisa melihatnya di dalam.” Ujar dokter. Yoonji segera berlari ke dalam. Aku membungkuk sebentar pada dokter dan ikut masuk ke dalam.

“Eomma…” dia kembali menangis, sambil memeluk ajhumma. Ajhumma memukul kepalanya. Yoonji tersentak, dan kembali berdiri tegak. Kalau dia bisa memukul Yoonji sekeras itu, sudah pasti ajhumma sudah kembali sehat.

“Uljima!” serunya. “Kau menangis seakan-akan eommamu ini sudah mati. Ya, aku masih hidup! Arrasso?! Menangislah dipemakamanku nanti!” ujar ajhumma diikuti Yoonji yang segera menyeka air mata dengan lengan mantelku, namun masih terisak. Aku yang sedari tadi berdiri di dekat pintu, berjalan mendekati ranjang ajhumma. Dia sepertinya terkejut melihatku masih dalam balutan piyama. Aku membungkuk dan tersenyum.

“Pasti Yoonji yang merepotkanmu,” ujar ajhumma. Aku menggeleng pelan.

“Aniyo ajhumma. Aku yang mau datang ke sini.” Jawabku. “Ajhumma, jangan terlalu lelah bekerja. Istirahatlah.”

“Ku rasa kau yang harus beristirahat Sungmin. Kantung matamu saja terlihat lebih besar dari punyaku.” Ujar Ajhumma dan tersenyum. Aku menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal. Kenapa jadi ajhumma yang menasehatiku? Tapi, dia benar. Aku terlalu bekerja keras belakangan ini. Aku melirik Yoonji sebentar. Dia mencoba menahan tawanya. Begini lebih baik, daripada melihatnya menangis. “Kau harus tetap sehat. Karena, kau yang harus menggantikanku menjaga yeoja aneh ini.”

“Ya eomma! Apa maksud eomma menyuruh Sungmin untuk menjagaku? Apa eomma sudah bosan menjagaku?” sengit Yoonji dan sepertinya mau menangis lagi. Yeoja ini memang akan menjadi sangat sensitive jika ada hal buruk yang menimpa eommanya.

“Kau kira aku kura-kura yang bisa berumur sampai 100 tahun? Aku bisa meninggal kapan saja. Bersyukurlah masih ada namja yang mau menjagamu dan tahan dengan sifat aneh serta wajah standarmu itu.” jawab ajhumma ringan dan membuat Yoonji kesal. Dia berlari keluar. Aku hendak mengejarnya, namun ajhumma menahanku.

“Biarkan saja dia Sungmin. Dia memang harus menerima kenyataan kalau aku tidak bisa terus bersamanya.” Lirih ajhumma dengan pandangan kosong ke depan. “Semuanya salahku. Aku membuatnya sangat bergantung padaku.” lanjutnya. Kemudian, dia menatapku, dengan tatapan memohon.

“Maukah kau melakukan sesuatu untukku  Sungmin? Ku rasa, waktuku tidak banyak.” Ujarnya. Nada ucapannya terdengar sedih. Seakan, ajhumma akan pergi ke tempat yang jauh.

“Ajhumma, jangan berkata seperti itu. Ajhumma pasti segera sembuh.” Jawabku mencoba menenangkannya.

“Na molla Sungmin. Jadi, apa kau mau melakukan sesuatu untukku?” ulang ajhumma lagi, semakin memohon.  Aku menggenggam salah satu tangan ajhumma dan mengangguk mantap. Apa pun itu, akan aku lakukan.

TBC

 

4 thoughts on “SUDDENLY MARRIED!!!! – Part 1

  1. keren banget author ff nya.. Cute banget Sungmin oppa nya, akhirnya Yoonji dan SUngmin oppa bersatu dalam ikatan pernikahan dan sepertinya hal tsb meluluhkan hati SUngmin appa.. So sad Yoonji mom’s meninggal.. Really like this ff

  2. daebak thor.keren gara2 yoonji sungmin ma appanya jdi agak baikan.tapi sdih jga bru 2hri menikah sdah ditinggal eommanya.

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s