The Person I Love [part 2]

Author                  : Viehyun♥

Genre                   : AU, Romance and friendship

Type                      : continue

Rating                   : 13

Cast                       : Kim Nayeong (oc) aka you, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin

Other cast           : leeteuk, Lee Hyukjae (eunhyuk), Park Sinmi (oc), Seohyun (snsd)

cover credit        : the original photo doesn’t belong to me, but I edited it as needed

Disclaimer           : I only own the plot,  do not take it out without permission

SAY NO TO PLAGIAT, AND SAY NO TO BASHING

THIS STORY 100% MY IMAGINATION

Anyeong wah udah pada nunggu part 2 nich, dari pda author banyak cincong langsung kita ke TKF aja….

Author POV

“Arraso, jigeum pikkyo!” ucap Nayeong pada orang-orang itu dengan menahan amarahnya.

“aissh, neo.” Ucap kesal yeoja tambun itu dan langsung mendorong Nayeong hingga tersungkur kelantai

“Nayeong-ah geunchana? Yak apa mau kalian!” teriak Sinmi pada gadis-gadis itu.

“sudah kubilang jangan mengusik kami dengan mendekati kyuhyun oppa.” Jawab yeoja bertubuh kurus yang berdiri ditengah sekarang dengan suara yang sedikit dinaikan.

“siapa yang terusik?” tanya seseorang dan Nayeong yakin itu suara namja yang sedang menjadi akar masalah semua kejadian ini.

“kyuhyun oppa!” ucap kaget gadis-gadis itu ketika melihat kyuhyun yang datang.

“bangun!” perintah kyuhyun pada Nayeong yang masih terduduk dilantai.

“oppa!” rengek gadis-gadis itu ketika melihat kyuhyun membantu Nayeong untuk berdiri dengan menarik tangan Yeoja itu.

“apa kalian preman, sampai membuat seseorang seperti ini?” tanya kyuhyun pada gadis-gadis itu yang kini tertunduk lesu.

“hah, kajja.” Ajak kyuhyun pada Nayeong yang masih tidak percaya dengan tindakan kyuhyun padanya.

“lepaskan.” Ucap Nayeong ketika tangannya terus ditarik kyuhyun menjauhi tempat kejadian itu.

“Nayeong-a geunchana?” tanya Sinmi panik yang sedari tadi mengikuti Nayeong dan kyuhyun.

“nan geunchana, tapi kurasa otak namja ini yang kurang baik.” Sindir Nayeong pada kyuhyun yang bersikap aneh padanya tadi.

“jangan kau salah artikan tindakanku tadi, aku hanya tidak ingin ada yang terluka karena namaku.” Ujar kyuhyun tanpa melihat wajah Nayeong yang menatapnya kesal.

“kau kira, kau siapa sampai membuat aku menjadi seperti ini?” tanya Nayeong sedikit kesal dengan tindakan gadis-gadis yang menyebut mereka fans kyuhyun.

“mwo?” ucap kyuhyun bingung karena kini airmata Nayeong mulai mengalir.

“kau pikir siapa dirimu, kenapa semua orang menghina fisikku, wae? Apa kalian kira kalian lebih baik dari diriku, hah?” ucap Nayeong dengan emosi yang sudah tidak dapat ia bendung, karena mengapa akhir-akhir ini semua orang menghina fisiknya.

“Nayeong-a keumanhae.” Bujuk Sinmi menenangkan Nayeong.

“buruk atau tidaknya seseorang tidak terlihat dari fisiknya saja, asal kau tahu fisik itu dapat diubah tapi ini, hati hanya hati yang tidak bisa diubah, dan dari hatilah baik buruk seseorang lebih terlihat jelas.” Ucap kyuhyun yang membuat Nayeong dan Sinmi terpaku.

“hah, lupakan.” Lanjut kyuhyun seraya meninggalkan Nayeong dan sinmi.

Kim Nayeong POV

“buruk atau tidaknya seseorang tidak terlihat dari fisiknya saja, asal kau tahu fisik itu dapat diubah tapi ini, hati hanya hati yang tidak bisa diubah, dan dari hatilah penilaian baik buruk seseorang lebih terlihat jelas.”

“aissh, kenapa ucapan namja itu terus mengiang dikepalaku.” Gerutuku ketika kalimat itu terus terbesit di kepalaku sejak kepulanganku dari kampus.

“ha, lebih baik sekarang aku melihat CD yang diberikan Sinmi.” Ucapku memutuskan dan melangkah mengambil CD-CD itu didalam tasku.

Ku pilih beberapa judul yang menurutku cukup menarik untuk kulihat dan kurasa cocok dengan tema audisi.

“hah, kenapa tidak ada yang menarik perhatianku.” Ucapku ketika semua CD itu telah ku lihat, tapi belum ku temukan lagu yang cocok untukku.

Sudah ada sih beberapa lagu yang cukup bagus untuk kunyanyikan, tapi aku merasa bukan lagunya saja yang harus bagus tapi bagaimna penjiwaan ku terhadap lagu itu, apakah bisa atau tidak kujiwai dan hingga saat ini belum ada lagu yang dapat kujiwai dengan baik.

“hah, michyeosseo!” teriakku seraya mengacak rambutku sendiri.

“bagaimana ini tinggal 2minggu lagi tapi aku belum menemukan lagunya.” Keluhku saat melihat kalender yang terpampang di dinding kamarku.

“cinta sejati? Bahkan aku tidak pernah tahu cinta sejati itu seperti apa, bagaimana aku bisa menjiwai lagu tentang cinta sejati.”

Mataku mulai menerawang keluar jendela dan kenanganku dengan Lee Sungmin kembali terbayang.

Flashback

“oppa, apa kau ingin sesuatu akhir-akhir ini?” tanyaku ketika namja yang kusukai sedang duduk dihadapanku.

“wae?” tanya sungmin sambil tersenyum.

“em, anniyo aku hanya bertanya.” Jawabku malu-malu.

“kalau kau ingin memberi hadiah padaku, beri aku kue ulang tahun saja nanti.” Jawab sungmin menebak apa yang ada difikiranku.

“arraso.” Jawabku mengerti.

“apa kau tahu akan ada audisi tahun ini?” tanya sungmin dengan menatapku lekat.

“ne, bukankah itu bulan depan.” Jawabku sambil balas menatapnya.

“em..aku akan ikut audisi itu, eotte?” ujar sungmin menanyakan pendapatku.

“johayo, oppa pasti menang audisi itu.” jawabku membangkitkan semangat sungmin.

“ah, arrayo aku pasti menang, gomawo.” Ucap sungmin seraya mengacak rambutku sekilas.

Flashback end

“hah, kenapa aku mengingat kejadian itu lagi.” gumamku seraya membaringkan tubuhku diatas kasur.

“chakaman!” ucapku tiba-tiba ketika aku teringat sesuatu.

“bukankah tahun lalu yang memenangkan audisi itu cho kyuhyun.” ucapku tak percaya dengan apa yang baru ku ingat.

“apa tadi ia melihat poster untuk mengikuti audisi itu lagi? eotteoke? Tahun lalu saja suaranya sangat bagus bagaimana dengan sekarang, apa aku bisa mengalahkannya?” ucapku putus asa mengingatrivalku yang sangat berat itu. bila memikirkan sungmin aku masih optimis karena aku yakin suaraku lebih baik darinya tapi cho kyuhyun, kurasa aku tidak bisa menyamakan kemampuanku dengannya.

DRTDRRTTT

Ponselku bergetar hebat diatas meja belajarku. Terpampang nama Sinmi dilayar datar ponsel itu, tak ragu kutekan gambar telfon berwarna hijau untuk segera tersambung.

“nde sinmi-a, waeyo?” tanyaku ketika suara Sinmi sudah terdengar jelas.

“em, seohyun eonnie ingin bertemu denganmu sekarang, apa kau bisa?” tanya Sinmi to the point.

“bisa, dimana memangnya?” balasku bertanya.

“di Café dekat rumahku, kau tahukan?” jawab Sinmi memastikan.

“nde, aku kesana. sepuluh menit lagi aku sampai.” Jawabku seraya menutup telfon dan bergegas menuju tempat yang dikatakan sinmi.

Suasana café itu cukup ramai, beberapa orang berkumpul didepan sebuah panggung kecil yang ada di tengah-tengah café itu. terdengar petikan-petikan gitar dari sana, yang menurutku suara gitar itu sangat menengakan hatiku.

“Nayeong-ah, disini!” terdengar suara Sinmi yang berteriak kerahku, segera kubergegas ketempat sinmi dan Seohyun eonnie sedang duduk.

Langkahku terhenti ketika kulihat wajah orang yang sedang memetik gitar dari celah kerumunan orang yang mengelilingi panggung kecil itu. bukankah itu cho kyuhyun, kalau saja mataku normal. Benar itu dia.

Hah, kenapa aku selalu bertemu dengannya. Keluhku dalam hati sambil melanjutkan langkahku menuju tempat Sinmi dan Seohyun eonni.

“apa kalian sudah lama menunggu?” tanyaku ketika aku sudah duduk disamping Sinmi.

“anniyo, kami belum lama.” Jawab seohyun eonnie lembut.

“ada apa eonnie memanggilku kesini?” tanyaku pada seohyun eonnie.

“em..mianhae Nayeong-a mungkin aku bisa membantumu minggu depan , minggu ini aku ada jadwal harus ke busan.” Ujar seohyun eonnie membuatku terkejut.

“nde?em..arraso nan geunchana, lagi pula aku percaya eonnie bisa merubahku hanya dalam satu minggu saja.” Jawabku setelah berfikir sejenak, ada raut lega diwajah seohyun eonnie ketika aku mengucapkan kalimat tadi.

“jeongmalyo? Ah, taengita.” Ujar seohyun eonnie mengelus dadanya.

“bukankah yang terpenting lagunya, berarti minggu ini kau harus menemukan lagunya.”ujar Sinmi mengingatkanku.

“nde, tapi aku belum menemukan lagu yang cocok untukku.” Ujarku teringat kembali dengan masalahaku.

“ah, mianhae. kalau itu eonnie tidak bisa membantu.” Ucap seohyun eonnie menyesal.

“geunchana eonnie-a, eonni sudah membantuku dalam penampilan kan.” Ucapku menenangkan seohyun eonnie.

“bukan sudah membantu tapi akan membantu.” Ralat seohyun eonnie dengan nada bercanda.

“hahaha, nde arrayo.” Tawaku dan Sinmi bersamaan.

apado amureochi anheun cheok

[bahkan jika itu menyakitkan, berpura-puralah tidak terjadi apapun]

nunmuri heulleodo gamchuneun beop

[bahkan jika air mata jatuh, berusahalah menyembunyikannya]

maeumhan jjok geugose namgyeonoko amuil eopdaneundeusi utneun beop

[menempatkanya disatu sisi hati, dan tersenyumlah seolah tak terjadi apapun]

heeojineun bangbeop

[itulah cara untuk berpisah]

 

maeumi ireoke tto jeomuljyo

[hatiku menjadi redup kembali]

sumanheun miryeondeul tto heomuljyo

[jika terlalu lama aku akan terpuruk]

dasi jiwogagetjyo adeukhaejigetjyo uri seoro ijeogagetjyo

[ mungkin ini akan sulit dihapuskan, mungkin aku akan menjadi lemah, tapi kita pasti akan melupakannya]

 

nae uimieomneun haruga tto jinagagetjyo

[hari ini pasti akan terlewat]

o duldoeomneun urisarang eopdeonirijyo

[cinta seperti kita mungkin tidak akan tejadi lagi]

bogosipda haedo dasin bolsu eopgetjyo

[bahkan jika aku merindukanmu, aku tidak bisa melihatmu lagi]

apado chamayagetjyo

[bahkan jika itu menyakitkan aku akan bertahan]

heeojineun bangbeobijyo

[itulah cara  untuk berpisah]

 

By ; kyuhyun- the way to break up

 

Suara petikan gitar itu berhenti ketika suara si penyanyipun terhenti, tidak kusadari kami terpesona oleh nyayian orang itu, dan dalam sekejap aku lupa bahwa yang bernyanyi adalah cho kyuhyun, namja yang kubenci. Nyanyiannya sungguh mengiris hatiku, dan mungkin jika Sinmi tidak menepuk pundakku aku akan menangis dibuatnya.

“wahh, cho kyuhyun sanbaenim debak.” Ucap Sinmi tanpa memalingkan pandangannya dari kyuhyun, begitupun dengan orang-orang yang ada disini. Dan dapat kulihat beberapa orang dari mereka menangis dibuatnya.

“hah, dia tidak berubah saat bernyanyi.” Ucap Seohyun oennie ditengah-tengah kekagumanku dan Sinmi.

“apa Seohyun eonnie dekat dengan namja itu?” tanyaku saat mendengar apa yang diucapkan seohyun eonnie.

“nde, ah hem..” jawab seohyun eonnie dengan tersenyum sekilas.

-0-

“ah, ayo kita pulang.” Ajak Soehyun eonnie, saat kami sudah menghabiskan minuman yang telah kami pesan.

“nde, kajja.” Jawab ku dan Sinmi seraya bangkit dari duduk dan menuju pintu keluar café ini.

“kau disini?” Ucap kyuhyun saat kami bertemu ditengah perjalanan menuju pintu keluar, dan kurasa pertanyaan itu bukan untukku dan Sinmi.

“nde, tadi ada beberapa urusan.” Jawab seohyun eonnie dengan ramah.

“ah, kau?” jawab kyuhyun dan langsung memiringkan kepalanya saat melihatku yang ada di belakang seohyun eonnie.

“wae? Aku tidak boleh datang kesini.” Ucapku ketus padanya.

“anni, kau hanya mengganggu pemandanganku saja.” Ujar kyuhyun dan langsung melenggang pergi.

“aissh, jongmal.” Ucapku kesal dengan mengepalkan tanganku seperti akan memukul.

Sinmi dan Seohyun eonnie hanya tersenyum melihat tingkahku.

“kalau begitu eonnie pergi dulu, kalian naik biskan?” tanya seohyun eonnie ketika kami sudah di luar café tadi.

“nde, eonnie, gomawo untuk hari ini.” ucap Sinmi sebelum Seohyun eonnie pergi.

“nde,nan khalke.” Ucap Seohyun eonnie pamit.

“hah, kenapa harus bertemu dia lagi.” gumamku saat sudah ada didalam bis.

“siapa? Kyuhyun sanbaenim?” tanya Sinmi penasaran.

“siapa lagi kalau bukan orang itu.” jawabku ketus.

“haha, mungkin kalian berdua jodoh.” Canda Sinmi yang menurutku itu tidak lucu.

“aissh, tidak lucu!” gerutuku. ”ah, chakaman apa kau tahu apa hubungan namja itu dengan seohyun eonnie?” tayaku ketika mengingat keakraban mereka berdua tadi.

“apa kau tidak tahu scandal yang tersebar tahun lalu?” jawab Sinmi balik bertanya.

“apa memangnya?” tanyaku lagi.

“kau ingat tahun lalu siapa yang memenangkan audisi menyanyi? Juara pertamakan kyuhyun sanbaenim, dan kau tahu apa yang membuat cho kyuhyun mengikuti audisi itu, itu karena Seohyun eonnie.” Jelas Sinmi padaku berapi-api.

“wae?” tanyaku kurang mengerti.

“menurut gossip yang beredar, cho kyuhyun mengikuti audisi itu untuk membuktikan rasa cintanya pada seohyun eonnie, tapi meskipun kyuhyun sanbaenim menang akhir ceritanya tidak baik.” Jelas Sinmi dengan wajah yang sedih.

“memang apa yang terjadi?”tanyaku menjadi penasaran dengan cerita Sinmi.

“bukankah kau tahu pemenang audisi ini akan diorbitkan oleh kampus, dan waktu itu yang akan mengorbitkannya bukan kampus tapi sebuah perusahaan rekaman music terkenal, dan kau tahu mau kemana ia diorbitkan?” tanya Sinmi semakin membuatku penasaran dan langsung disambut gelengan kepalaku dengan cepat.

“ke A-ME-RI-KA, dan kau tahu yang dilakukan kyuhyun, dia langsung menolaknya. Menurut kabar kyuhyun sanbae melakukan itu karena tidak ingin berpisah dengan Seohyun eonnie. Tapi kau tahu apa yang diterima kyuhyun sanbae?” ucap Sinmi semakin membuatku penasaran.

“aissh, langsung saja kau ceritakan jangan membuatku semakin penasaran.” Gerutuku kerena cara bercerita Sinmi yang menyebalkan.

“Seohyun eonnie menolaknya setelah kyuhyun sanbae juga menolak tawaran  ke Amerika itu.” jelas Sinmi akhirnya.

“wae?” tanyaku tak mengerti.

“entahlah, tapi kudengar karena Seohyun eonnie tidak menerima kemenangan Kyuhyun sanbae dan kekalahannya diaudisi itu.” jelas Sinmi masih berapi-api.

“kurasa Seohyun eonnie bukan tipe seperti itu.” ucapku berargumen tak setuju.

“entahlah, tapi semenjak kejadian itu kyuhyun dan seohyun eonnie menjadi tidak akrab dan semakin jauh, dan kau tahu aku sangat terkejut ketika tadi melihat kyuhyun sanbae menegur seohyun eonnie, karena hal itu adalah kejadian pertama mereka bertegur sapa setelah scandal tahun lalu. wah..ini akan menjadi cerita besar dikampus.” Ujar Sinmi bersemangat.

“yak, sejak kapan kau menjadi penggosip seperti ini, tampilanmu saja yang tomboy tapi bibirmu masih seperti yeoja.” Ujarku sedikit kesal.

“aissh, aku kan hanya bercanda, dan aku memang yeoja Kim Nayeong-ssi.” Jawab Sinmi kesal, dan meledek kearahku.

“hehe, mian.” Ucapku merasa bersalah.

Author POV

“kau sudah selesai?” tanya seorang namja ketika kyuhyun telah membereskan gitarnya.

“nde hyeong, akukan hanya bekerja sampai jam 9.” Jawab kyuhyun dengan menggantungkan earphone kelehernya.

“keuargamu punya coffee shop tapi kenapa kau bekerja disini?” tanya namja itu ketika kyuhyun masih membenahi dirinya.

“kau sendiri hyeong kau punya café tapi kau sering berkunjung ke coffee shopku.” Jawab kyuhyun balas memberi pertanyaan pada namja yang dipanggilnya hyeong itu.

“aissh, kau itu selalu membalikan pertanyaanku.” Jawab namja itu kesal.

“aku pulan dulu hyeong.” Ucap kyuhyun ketika semuanya sudah selesai ia rapikan.

“hati-hati.” Ucap namja itu sebelum kyuhyun itu pergi.

“nde Leeteuk hyeong.” Ujar kyuhyun seraya meninggalkan café itu.

Kyuhyun menyusuri jalanan seoul dengan sepeda motornya, bukannya menuju rumahnya ia malah menuju sebuah taman kecil di tengah kota Seoul. Suara mesin motornya terhenti ketika apa yang dicarinya sudah ada di taman itu. diambilnya kamera kesayangannya dari tas, dan segera mengambil beberapa gambar, terlihat senyuman diwajahnya ketika melihat hasil potrettannya yang cukup memuaskan. Dimasukannya kembali kamera itu dan ia nyalakan kembali mesin motornya dan pergi meninggalkan taman itu.

-0-

“eonnie darimana?” tanya seorang anak kecil ketika Nayeong baru saja memasuki pintu rumahnya.

“eonnie habis bertemu teman Nari-a.” jawab Nayeong lembut sambil mencubi pelan pipi adik perempuannya itu.

“eonnie, ini ada kiriman untuk eonnie.” Ucap Nari saat Nayeong baru saja melepas sepatunya.

“ige bwoya?” tanya nayeong sambil meraih amplop  yang dipegang oleh Nari.

Dibukanya amplop itu dan dilihatnya isi dari amplop itu, ternyata ada beberapa lembar foto didalamnya. Dan difoto itu ada dirinya yang sedang terduduk dibangku taman. Dahi Nayeong sedikit mengerut ketika ia mengamati foto-foto itu.

“bukankah ini ketika aku ditolak Sungmin.” Gumam Nayeong sepelan menungkin.

Dibolak-baliknya amplop itu tapi tak ada nama pengirimnya.

“em..Nari-a siapa yang mengantarkan ini?” tanya Nayeng pada adiknya yang masih berdiri didepannya.

“oppa.” Jawab Nari singkat.

“oppa? Oppa siapa?” tanya Nayeong bingung.

“oppa tampan.” Jawab Nari malu-malu.

“aissh, kau ini. Nari mengenalnya?” tanya Nayeong lembut.

“anniyo, tapi oppa itu memang sangat tampan eonnie.” Jawab Nari polos.

“hem..kau ini, masuklah nanti eonnie menyusul.” Ucap Nayeong sambil memasukan kembali foto-foto itu kedalam amplop. Tapi gerakannya terhenti ketika melihat sebuah tulisan di salah satu belakang sebuah foto.

jangan menangis, kau lebih cantik jika tersenyum

Nayeong mengerutkan keningnya ketika melihat tulisan berwarna biru itu. rasa penasarannya semakin memuncak. Siapa yang meperhatikanya sepeti ini?

Kim Nayeong POV

Ku edarkan pandanganku kesekeliling kampus untuk melihat apa namja menyebalkan itu ada atau tidak. Hah, dan untungnya namja bernama cho kyuhyun itu tidak ada karena hari ini aku tidak ingin melihatnya. Aku berencana untuk mendaftar audisi hari ini, karena kurasa hari inilah waktunya, meski lagu yang sesuai dengan tema audisi belum aku dapat.

“dimana sinmi?” gumamku ketika aku belum melihat sahabatku yang satu itu.

“yak, babo yeoja sedang apa kau disini?” tanya seseorang dibelakangku.

“aissh, yak cho kyu…” kata-kataku terhenti ketika tebakanku salah tentang namja yang menghinaku itu.

“lee sungmin.” Ucapku ketika laki-laki itu yang berdiri dihadapanku.

“apa kau mau mendaftar untuk audisi? Heh, kau masih ingin mendekatiku rupanya. Wah, cukup menarik.” Ucap sungmin menyombongkan diri dan tampak jelas ia meremehkanku.

“jangan terlalu percaya diri Lee Sungmin-si, siapa yang mau mendekati namja pengecut sepertimu.’ Ucapku tidak kalah meremehkanya.

“mwo? Berani sekali kau menghinaku, ah…benar, apa kau sudah membeli cermin ?” jawab sungmin dengan sedikit kesal dan berlanjut menghinaku kembali dengan mengingatkanku pada kejadian itu.

“itu bukan urusanmu.” Ucapku sinis.

“kalau kau ingin mengalahkanku, perbaiki dulu penampilanmu ini, menjijikan.” Ucap Sungmin sambil mengangkat rambutku yang tergerai dan menjatuhkannya dengan jijik.

“kau tahu penampilanku bisa ku ubah, tapi asal kau tahu dalam audisi ini bukan penampilan saja tapi suarapun harus baik. Apa kau lupa tahun lalu kau ditolak karena apa? Sebaiknya kau yang mengubah suaramu.” Jawabku balas menghina namja babo itu.

“apa kalian bisa tenang sedikit, kalian sungguh berisik.” Tiba-tiba seseorang menyela diantara pertengkaran ku dan sungmin.

“kau, hah kanapa hari ini aku harus tetap bertemu denganmu.” Gerutuku ketika melihat siapa yang berbicara.

“kalian tidak perlu bertengkar seperti ini, sudah jelas aku yang akan menang kembali tahun ini.” ujar kyuhyun dengan nyakin dan sombong.

“cihh.” Ucapku bersamaan dengan sungmin.

“wah, ku kira kalian bermusuhan tapi kalian kompak juga.” Ledek Kyuhyun padaku dan sungmin.

“hah, lihat saja nanti aku pasti mengalahkan kalian berdua.” Ucap Sungmin sambil meninggalkanku dan kyuhyun.

“kau tidak pergi juga?” tanya kyuhyun sambil menatap kearahku.

“apa kau tidak lihat, aku sedang mendaftar audisi.” Ucapku kesal sambil menunjukan formulir yang ku pegang.

“ah, berarti kita sama.” Jawab kyuhyun sambil menunjukan formulirnya padaku juga.

Hah, hari ini akan melelahkan. Ucapku dalam hati.

“nomor urutmu 215.” Ucap seorang panitia dari audisi ini ketika aku sudah menyerahkan semua data dan formulirku.

“ah, kyuhyun-ssi kau ikut lagi audisi ini?” tanya paman itu ketika aku mundur kebelakang.

“nde ajjushi.” Jawab kyuhyun ramah pada paman itu.

“nomor urutmu 216, aku tunggu dihari audisi nanti.” Ucap ajjushi itu sambil memberikan sebuah kertas bertuliskan nomor 216.

“kenapa kau belum pergi?” tanya kyuhyun ketika menangkap basah aku yang memperhatikannya sedari tadi.

“sekarang aku akan pergi.” Jawabku kesal.

“chakamyo.” Ucap kyuhyun tiba-tiba dan mencengkram pergelangan tanganku.

“bwo..bwoya!” ucapku ketus dan berusaha melepaskan tangannya, tapi sia-sia.

“hah, meski terpaksa aku harus melakukan ini, ikut aku.” ucapnya yang membuatku tak mengerti. Tapi ada satu hal yang kumengerti sekarang. Mungkin dia ingin membunuhku karena kini yeoja-yeoja yang melihatku dan kyuhyun sudah menatapku dengan tatapan membunuh dan bisa kulihat sekumpulan yeoja yang mendorongku dulu berada diantara orang-orang yang menatapku sinis.

“pakai !” perintah kyuhyun sambil menyodorkan hlem putih kearahku.

“ige bwoya?” tanyaku kesal dengan tingkahnya yang mengejutkanku.

“pakai dan naik!” perintahnya lagi dengan memakaikan hlem putih itu paksa ke kepalaku.

“kita mau kemana?” tanyaku saat sudah duduk dibelakangnya.

“kau akan tahu nanti.” Jawabnya datar dan langsung menyalakan mesin motornya.

To be continue

Penasaran? Penasaran? *PD tingkat dewa* tunggu part 3 nya yach cingu…kalau bisa saran dan kritik sangat di tunggu bisa dicurahkan di kolom komentar yach hehehe…sampai ketemu lagi di part selanjutnya.

5 thoughts on “The Person I Love [part 2]

  1. Lucu liat adiknya nayeong bilang kalau yng ngasih foto itu ‘oppa tampan’ hahahah .
    Anak kecil aja tau kalau kyuhyun tampan *.*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s