Goodbye, Hello! [1/2]

Author                        :Park Yoo An aka Ega Arista

Length             :Twoshoot

Genre              :Romance

Main Cast       :Seohyun – Sehun

Other Cast      :SNSD, EXO-K, Others…

Rating             :PG-13

 

FF Twoshoot pertama saya. Semoga kalian suka. Hehe, sengaja bikin couple yang agak ngawur sebenernya. Hehe, waktu tau klo di Asianfanfics ada FF SeoHun n responnya baik juga, saya coba buat FF dengan pairing SeoHun biar tahu reaksinya gmna… Jangan kepancing sama castnya ya? Baca dulu sampek selesai. OKE? ENJOY IT!! (pernah saya post di blog pribadi saya egaarista.wordpress.com  lalu pernah juga saya post di fanficskpopindo dan smtownfanfiction jadi tidak ada unsur plagiatan ya?)

***

2001

Seorang gadis kecil sedang menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya di taman bermain. Lalu, seorang laki-laki kecil menghampirinya yang sedang menangis dan mencoba untuk menenangkannya.

“Uljimayo. Mengapa kau menangis aggasi?” tanya laki-laki kecil itu.

“Es…hiks…krimku…hiks…jatuh…hiks hiks.” jawab gadis itu dengan sesenggukan dan masih enggan menurunkan kedua tangannya.

“Uljimayo. Nanti beli lagi.” Ujar laki-laki itu mencoba menghiburnya.

“Aku…hiks…tidak…hiks hiks…punya…hiks…uang…hiks hiks hiks…”

“Aigoo… kalau begitu, kita membelinya bersama. Otte?” tawar laki-laki itu.

“Ne?” gadis kecil itu menurunkan tangannya yang tadi sibuk menutupi wajahnya. Kini tampaklah wajah cantik dari gadis kecil itu.

“Omona…” laki-laki itu bergumam. Dia kagum setelah melihat wajah cantik gadis kecil itu yang, seperti dewi.

“Waeyo? Ada yang salah denganku?” tanya gadis kecil itu.

“Aniyo. Gwenchana. Kau cantik sekali.” Ujar laki-laki itu malu-malu. Semburat merah muncul dari pipi kedua anak kecil itu. Keduanya tertunduk malu. Tapi kemudian, si gadis kecil itu menarik tangan laki-laki itu dan langsung mengajaknya membeli es krim.

“Kajja. Kita beli es krim.” ajak gadis kecil itu. Namun sesaat kemudian, gadis itu menghentikkan langkahnya. “Chankam, tapikan aku tidak punya uang.” Raut gadis kecil itu berubah menjadi sedih lagi.

“Tapi aku punya uang. Aku akan membayarkannya.” Kata laki-laki itu sambil tersenyum. Si gadis kecil menatap si laki-laki dengan matanya yang berbinar.

*skip

Setelah membeli es krim, kedua anak kecil itu jungkat jungkit yang ada di taman.

“Kamsahamnidah.” Gadis kecil itu berterimakasih.

“Cheonmanaeyo.”

“Siapa namamu?”

“Namaku Sehun. Oh Sehun. Kau?”

“Seohyun. Seo Joo Hyun.”

Sejak perkenalan itu, Seohyun dan Sehun menjadi sahabat. Keduanya sangat lengket hingga tidak bisa dipisahkan. Bahkan ketika Sehun ingin buang air kecil, Seohyun menungguinya di toilet. Satu lagi, setelah beberapa bulan persahabatan mereka, mereka dengan berani menyatakan perasaan mereka satu sama lain. Sehun menyukai Seohyun. Seohyun menyukai Sehun. Hmmm… anak kecil ini. Wkwkwkwkw xD

 

2004

“Kenapa kau tidak pernah bilang kalau kau 3 tahun lebih muda dariku?” pertanyaan dari Seohyun yang ditujukan untuk Sehun.

“Kukira, aku lebih tua darimu. Ternyata, aku lebih muda.”

“Hmmm… Jadi selama ini salah ya kalau aku memanggilmu ‘Oppa’.”

“Ne. Kalau begitu, mulai sekarang aku harus memanggilmu ‘Noona’”

“Aishh… Aku tidak suka kau memanggilku seperti itu.”

“Wae? Kau kan lebih tua dariku.”

“Begini saja, kita gunakan panggilan akrab? Otte?”

“Panggilan akrab?”

“Ne, kau bisa memanggilku Seo, Hyun-ah, Seororo, atau…” Seohyun menggantungkan katanya.

“Atau apa?” tanya Sehun yang penasaran dengan kelanjutannya.

“Eumm… er.. Seobaby.” Sedetik setelah itu, pipi tembem Seohyun berubah menjadi merah merona.

“Oo… Arraseo. Kalau begitu kau panggil aku Sehun-ah saja.”

“OK OK.”

 

 

2005

Seohyun dan Sehun sedang duduk berhadapan di kursi bundar kecil taman milik Seohyun.

“Otte. Aku tidak bisa menolaknya.” Ujar Seohyun sembari menundukkan wajahnya. Dari suaranya terlihat sekali kalau dirinya sedang sedih.

“Itu hakmu. Kau boleh menolak atau menerimanya.” Ujar Sehun dengan nada datar. Posisinya sama dengan Seohyun, menundukkan kepalanya menatap lurus kea rah meja putih yang kosong.

“Aku…Aku mau saja menerima tawaran itu Sehun-ah.” Seohyun menelungkupkan kepalanya.

“Jika itu pilihanmu…” Sehun mengangkat wajahnya sebelum meneruskan. “aku akan mendukungnya.” Sehun tersenyum sambil melihat Seohyun. Walau yang terlihat sekarang adalah rambut Seohyun yang hitam panjang itu.

“Ne.” Seohyun menengadahkan kepalanya. Tampak wajah dewinya yang sekarang basah. Sehun tahu itu. Air mata.

“Ne. Aku mendukungmu.” Sehun mengusap lembut pipi Seohyun yang basah sehabis air bening itu keluar dari mata gadis itu.

“Gomawo Sehun-ah.” Seohyun tersenyum. Walau masih ada perasaan sedih di hatinya. Bagaimana tidak? Kalau dia menerima tawarannya sebagai trainee di SM Entertainment, berarti sama saja dia harus berpisah dari Sehun, tetapi di sisi lain, kemungkinan untuk menjadi K-Star seperti impiannya bisa terwujud. Namun jika dia menolak tawaran itu, impiannya mungkin akan sirna. Tetapi sisi lainnya, dia tidak akan terpisah dari Sehun juga keluarganya.

“Gwenchana. Aku akan menunggumu.” Sehun mengelus rambut Seohyun.

 

KEBERANGKATAN SEOHYUN KE SM ENT.

“Doakan aku Umma, Appa?” Seohyun memeluk kedua orangtuanya secara bergantian. Matanya yang sayu membuktikan bahwa gadis itu tidak tidur semalam karena sibuk memikirkan hari ini.

“Jaga baik-baik dirimu. Arraseo?” kata Mrs. Seo.

“Ne Umma.”

“Ingat, putriku harus selalu menjaga kesehatan dan patuh pada sunbaemu.”

“…” Seohyun mengangguk.

“Semoga kau bisa meraih impianmu Joohyunnie…” kata Mr. Seo.

“Ne Appa.”

“Baiklah, naiklah sekarang. Supir sudah menunggumu.” Suruh Mr. Seo.

Seohyun kemudian memeluk kedua orangtuanya lagi sebelum memutuskan untuk naik ke mobil pribadi keluarganya yang saat itu disupiri oleh Ok Ahjussi. Kedua orangtuanya tidak ikut mengantarkan putri semata wayangnya itu ke gedung SM Entertainment. Karena, jika mereka ikut, mereka takut kalau kalau Seohyun berubah pikiran dan memilih pulang kerumah yang akan berakibat semua impiannya sirna begitu saja.

 

DI MOBIL.

“Ahjussi, bisa kita berhenti ke taman dulu?” tanya Seohyun di jok depan mobil.

“Ne? Untuk apa Nona?” tanya Ok Ahjussi *Taecyeon maksudnya #hahahaha xD #PLAK!*

“Aku mengucapkan selamat tinggal pada sahabatku. Boleh kan?”

“Tentu saja.”

Sesampainya di taman, Seohyun cepat-cepat turun dari mobilnya dan menuju kursi yang biasa ia tempati bersama Sehun. Namun, rupanya Sehun tidak ada. Seohyun menyapu pandangannya di setiap taman. Dia agak kesulitan karena saat itu taman sedang ramai dengan anak-anak TK yang bermain. Setelah beberapa waktu, Seohyun menangkap sosok Sehun sedang duduk di dekat danau taman, tempat yang agak sepi dan tertutupi oleh pepohonan, sambil memegang sesuatu di tangannya. Ekspresinya terlihat sedih dan murung.

Seohyun menghampiri Sehun. Lalu menepuk bahu sahabat sekaligus first lovenya itu.

“Sehun-ah…” kata Seohyun pelan.

Sehun lalu berdiri dan menatap Seohyun. Seohyun menundukkan wajahnya.

“Aku ingin berpamit padamu Sehun-ah.”

“Ne. Semoga kau berhasil.” Kata Sehun sambil mengelus kepala Seohyun.

“Sehun-ah, ada yang ingin kau sampaikan?” tanya Seohyun. Kini Seohyun menatap kedua manik Sehun.

“Aku ingin kau focus disana. Jangan nakal. Jangan bandel. Dan jangan cengeng lagi. Kau harus berlatih dengan baik disana. Agar kau bisa meraih impianmu. Arraseo?”

“…” Seohyun mengangguk. Matanya kini berair.

“Kau harus menjaga kesehatanmu. Aku tidak ingin kau sakit. Aku ingin kau tetap sehat dan terus berlatih.”

“Eummm. Seobaby, kau tidak boleh dekat-dekat dengan er…” Sehun ragu untuk melanjutkan.

“Mwoya Oppa?”

“Jangan dekat-dekat dengan namja lain.” Mendengar itu, raut wajah Seohyun menjadi cerah. “Jangan melirik namja lain.” Perlahan sebuah senyuman mengembang dari bibir Seohyun. “Kau harus jaga jarak dengan mereka.” Seohyun merasa agak senang dengan perkataan satu namja itu. “Karena kau hanya bisa melihatku. Bukan namja lain.” Seohyun makin mengembangkan senyumannya. Ingin rasanya dia berteriak sangking bahagia. Sedangkan Sehun? Namja itu salah tingkah dan tertunduk malu.

“Arraseo. Kalau begitu kau juga tidak boleh dekat-dekat dengan yeoja lain. Karena hanya aku yang berhak menjadi yeoja pertama di matamu. Aku sudah merebut tempat nomer 2 di hatimu, setelah nomor 1 yang ditempati Ummamu, sejak aku masih berupa benih cinta berwarna kuning *Ya! Author yadong nih! #PLAK*!” Seohyun bicara dengan nada semangat. Sehun yang mendengarnya hanya bengong. Namun, sedetik kemudian, dia tersenyum lebar walau bibirnya kecil dan tipis. Keduanya tersenyum karena malu.

“Hyun-ah…”

“Wae Sehun-ah?” Seohyun mendongakkan kepalanya menatap Sehun. Walau Sehun lebih muda darinya, tetapi Sehun lebih tinggi sekitar beberapa cm darinya.

“Aku ingin kita bersungguh-sungguh dengan janji kita.” Kata Sehun sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam saku hoodienya : dua buah cincin yang dilapisi manik-manik kecil berwarna merah putih.

“Aku menghabiskan waktu 1 minggu untuk membuat cincin ini. Bagaimana?” tanya Sehun sambil menunjukkan kedua cincin itu.

“Yeppuda.” Seohyun berbinar menatap kedua cincin manis itu.

“Aku membeli cincin yang polos. Lalu aku merekatkan (?) manik-manik kecil ini di cincin.”

Benar! Cincin itu memang hanya cincin polos. Tapi rupanya, Sehun menempelkan manik-manik kecil itu di bagian luar cincin.

Sehun meraih tangan kiri Seohyun. Dipasangkannya cincin itu di jari manis kiri Seohyun. Kemudian, memasangkan pasangan dari cincin Seohyun kejari manis kiri Sehun.

Perlahan tapi pasti, Seohyun mendekatkan dirinya ke arah Sehun. Seohyun berjinjit ke arahnya dan,

CHU Seohyun mengecup lembut pipi kanan Sehun. Sehun hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya saking kagetnya. Sedangkan Seohyun menikmatinya sambil memejamkan kedua matanya.

“Aku berangkat ya Oppa.” Kata Seohyun setelah selesai mencium pipi namja manis itu. Sehun masih belum percaya dirinya baru saja dikecup manis oleh sahabatnya, yeoja yang menjadi yeoja nomor 2 setelah nomor 1 adalah ibunya.

 

TO BE CONTINUED

 

KYA! Otte chingu? Suka sama couplenya gak? Hmmm… author cuman mau mendongkrak aja couple SeoHun

One thought on “Goodbye, Hello! [1/2]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s