The Person I Love [part 1]

Author                  : Viehyun♥

Genre                   : AU, Romance and friendship

Type                      : continue

Rating                   : 13

Cast                       : Kim Nayeong (oc) aka you, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin

Other cast           : leeteuk, Lee Hyukjae (eunhyuk), Park Sinmi (oc), Seohyun (snsd)

cover credit        : the original photo doesn’t belong to me, but I edited it as needed

Disclaimer           : I only own the plot,  do not take it out without permission

SAY NO TO PLAGIAT, AND SAY NO TO BASHING

THIS STORY 100% MY IMAGINATION

Annyeonghaseyo yeorobun…author viehyun kembali dengan ff romance yang gak jelas hehe.. author dapet inspirasi buat ff ini abis nonton beberapa drama korea, dan author satuin ceritanya terus di ubah dengan hanyalan author yang aneh..oke dari pada penasaran baca aja langsung.

Author POV

Kini hanya ada rasa marah dan benci yang menyeruak dihati yeoja itu,  tubuhnya sekarang terpaku di depan gerbang sebuah taman di tengah kota seoul. Air matanya mulai menyeruak keluar menembus benteng pertahanannya selama ini, sudah cukup baginya menahan air mata itu. terlalu lama ia pendam perasaan itu didalam ruang hatinya. Dan hari inilah semua isi hatinya menyeruak keluar, tapi apa yang diperkirakannya selama ini benar-benar terjadi dan  apa yang ditakutkannya selama ini sekarang telah terjadi.

Bayangan punggu namja itu semakin tak terlihat lagi, karena kini mata yeoja itu terlalu dipenuhi genangan air mata yang menghalangi pandangannya. Orang yang berlalu lalang melihatnya dengan berbagai macam tatapan dari  tatapan belas kasihan sampai tatapan sinis. Namun yeoja itu tidak memperdulikannya, kini diotak dan dihatinya hanya terlintas kata-kata yang diucapkan seorang namja lima menit yang lalu. Kata-kata itu terus mengiang di telinganya dan semakin membuat hatinya tercabik. Bukan karena penolakan namja itu tapi ia merasa harga dirinya terlalu diinjak-injak oleh namja itu.Kejadian lima menit lalu yang membuat waktu terasa terhenti  untuk yeoja itu. kejadian yang sekarang membuatnya tampak bodoh dihadapan orang banyak.

flashback

“ada apa denganmu?” tanya yeoja itu saat namja dihadapannya bertingkah aneh dan tidak seperti biasanya.

“jangan dekati aku lagi!” bentak namja itu sambil memandang tajam pada yeoja itu.

“wae? Kenapa kau sekarang keberatan aku dekat denganmu, bukankah kita sudah berteman dari dulu?” tanya yeoja itu tak mengerti.

“aku sudah muak denganmu!” balas namja itu tetap dengan nada sinisnya.

“mwo?  kalau aku salah tolong beritahu apa kesalahanku, jangan seperti ini !” jawab yeoja itu memohon penjelasan.

“kau menyukaikukan?” tanya namja itu tiba-tiba, tatapannya tampak jijik saat mengatakan hal itu pada yeoja dihadapannya

“a…aku-“

“kau menyukaiku, aku tahu itu.” lanjut namja itu sebelum yeoja dihadapannya menjawab.

“nde, aku menyukaimu.” Jawab yeoja itu akhirnya.

“hah, aissh…bagaimana mungkin yeoja sepertimu berani-beraninya menyukaiku, apa kau tidak berkaca? Lihat dirimu!”” tanya namja itu menghina.

Terlihat genangan airmata dikelopak mata yeoja itu sekarang, namun airmata itu masih ditahannya agar tidak jatuh dan memperlihatkan kelemahannya. Tangan yeoja itu mulai mengepal mencengkram kain roknya, berusaha menahan emosinya.

“aku masih menerimamu jika menjadi teman, tapi jika kau berharap lebih dari itu tidak mungkin.” Lanjut namja itu masih dengan nadanya yang menghina.

“wae?” tanya yeoja itu dengan suaranya yang mulai bergetar.

“asal kau tahu, saat kau menjadi temanku aku bahkan tidak melihatmu sebagai yeoja.” Jelas namja itu masih dengan nada angkuh.

“apa salah yeoja sepertiku menyukai seseorang?” tanya yeoja itu dengan suara bergetar menahan emosinya.

“tentu, masalahanya adalah kau seorang Kim Nayeong, ARRASO!” ucap namja itu yang kini sudah mulai membentak yeoja dihadapannya.

“NEO…NEO NAPEUN NAMJA!!” teriak yeoja itu sambil menunjuk kearah wajah namja itu geram.

“napeun namja? Mwoya? Aissh… kau membuang waktuku sekarang, pokoknya kau jangan pernah mendekatiku lagi, apalagi dengan membawa statusmu sebagai temnaku, kau tahu kau menjatuhkan harga pasaranku dimata yeoja-yeoja itu.” ujar namja itu sambil melenggang pergi meninggalkan yeoja itu di belakangnya.

“YAK…LEE SUNGMIN!!” teriak yeoja itu ketika namja yang baru saja menghinanya meninggalkannya tanpa rasa bersalah.

Flashback end

Bayangan kejadaian lima menit lalu itu kembali terlintas difikiranya, kini air matanya telah mengering tapi sangat tampak jelas dimatanya bahwa ia telah menagis hebat.

“hah, apa seburuk itukah aku untuknya?” gumam yeoja itu setelah hatinya mulai kembali tenang.

“apa orang sepertiku tidak boleh mencintai dan dicintai?” tanyanya dalam hati, dan kini airmatanya mulai menyeruak kembali.

“andwe, aku tidak bisa seperti ini.” gerutu yeoja itu sambil menghapus airmatanya kasar.

“namja berengsek itu harus kuberi pelajaran, memangnya sehebat apa dia, sampai bisa menghinaku seperti itu!” ucap yeoja itu seraya bangkit dari duduknya.

“kau bilang aku harus berkaca, seharusnya dia yang berkaca.” Gerutu yeoja itu dengan amarahnya yang masih memuncak.

“AWAS KAU LEE SUNGMIIIIINNNNNNNNN !!!” teriak yeoja itu sambil menendang sebuah batu yang tak jauh dari kakinya.

BUKK

“Aissh..NUGU YAK?” terdengar suara teriakan seorang namja saat yeoja itu berbalik. Tampaknya batu yang ia tendang mengenai seseorang.

Yeoja itu membalikan badannya dan mendapati seorang namja yang memegangi bagian belakang pundaknya yang terkenal lemparan batu.

“cheo…cheoneun joesonghamnida.”  Ucap yeoja itu ketika namja yang kesakitan itu mengetahui siapa yang mencederai pundaknya.

“neo michyeosseo?” tanya namja itu kesal.

“mianhaeyo, aku tidak sengaja.” Jawab yeoja itu dengan membungkuk beberapa kali menunjukan rasa bersalahnya.

“aissh, arasso.” Ujar namja itu sambil berjalan meninggalkan yeoja itu.

Kini yeoja itu tampak bingung kerena namja itu pergi begitu saja, tapi ada rasa syukur karena masalahnya hari ini tidak bertambah. Ketika yeoja itu akan pergi ia melihat sesuatu di tanah tempat  bekas namja tadi berdiri, ada sebuah benda disana, diambilnya benda itu yang ternyata sebuah dompet.

“CO..COGIYO!” teriak yeoja itu sekeras mungkin agar terdengar oleh namja tadi, tapi namja itu baru sajal meninggalkan taman itu dengan sepeda motornya.

“Aissh…kenapa hari ini menyebalkan  sekali!” gerutu yeoja itu mengeluh “baiklah akan ku berikan ke kantor polisi saja.” Lanjutnya memutuskan. Sebelum ia mengembalikan dompet itu kepemiliknya, rasa penasaran menggelitik hatinya sekarang, perlahan ia bukan dompet coklah berbahan kulit itu, tampak beberapa lembar uang didalamnya, tapi rasa penasaran yeoja itu lebih kepada ID card yang ada didalamnya. Dibacanya perlahan biodata namja yang terluka karena ulahnya itu, nama namja itu Cho Kyuhyun usia namja itu 2 tahun lebih tua darinya. Ketika ia akan mengenbalikan ID crad itu ketempatnya ada satu kartu yang menarik perhatiannya, tepatnya kartu tanda mahasiswa. Yeoja itu cukup terkejut ketika melihat namja itu berada dalam satu universitas dan departemen yang sama dengannya yaitu departemen music modern. Tepatnya namja bernama cho kyuhyun itu adalah sanbaenya. Setelah mengetahui hal itu akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk memberikan dompet itu ke kantor polisi dan bermaksud mengembalikannya sendiri saat di kampus nanti.

-0-

“mwo? Lalu apa yang kau lakukan ?” tanya Sin MI pada Na Yeong yang telah menceritakan tragedy yang dialaminya kemarin dengan namja bernama lee sungmin.

“aku tidak melakukan apapun.” Jawab Na Yeong menunduk.

“yak… neo babo? Bagaimana bisa kau diam saat harga dirimu itu dinjak-injak!” ujar Sinmi geram pada sahabatnya itu.

“saat itu aku tidak bisa berfikir dengan baik, jadi aku hanya membiarkannya. Tapi…” kata-kata Nayeong terhenti ketika ia melihat sosok yang hampir seharian ini ia cari di kampus.

“akan kulanjutkan nanti.” Ucap Nayeong yang langsung meninggalkan Sinmi pergi.

“aissh..anak itu.” gerutu Sinmi ketika ia ditinggalkan Nayeong begitu saja.

“Chogiyo!” teriak Nayeong pada namja yang cukup jauh berjalan didepannya.

Namja itu berbalik dan melihat kedatangan Nayeong.

“ige..” ucap Nayeong sambil merogoh benda yang akan diberikannya pada namja itu.

“jika kau ingin memberiku kado atau menyatakan perasaanmu padaku, lupakan saja!” ucap namja itu sinis dan meninggalkan Nayeong di belakangnya.

“mwo?” ucap Nayeong saat mendengar apa yang dikatakan namja itu padanya.

Nayeong berlari mengejar namja itu dan menahan lengan namja itu agar berhenti berjalan.

“aku hanya ingin memberikan ini!” ucap Nayeong sinis sambil menaruh dompet berwarna coklat itu ditangan namja itu dengan paksa.

“ah, iya isi dompet itu tidak kusentuh sama sekali, jadi jangan khawatir.” Lanjut Nayeong sebelum ia melangkah pergi.

Namja bernama cho kyuhyun itu terpaku melihat kepergian Nayeong dan ia memandangi dompetnya yang ada ditangannya sekarang.

“nugu?” gumam Kyuhyun sambil memandang punggung yeoja yang baru saja menyerahkan dompetnya kembali.

Kim Nayeong POV

“Hah, baegopa.” Gumamku saat jam kuliah benar-benar telah berakhir.

“yak Kim Na Yeong, kenapa tadi kau meninggalkanku?” tanya Sinmi ketika aku baru saja keluar dari kelas.

“mianhae Sinmi-a tadi ada hal mendadak yang harus ku selesaikan.” Jawabku menyesal padanya.

“arraso, tapi selesaikan ceritamu.” Jawab Sinmi dengan senyum menyebalkannya.

“aissh.”ucapku singkat setelah Sinmi menggandeng tanganku menuju bukit belakang kampus, tempat dimana aku sering beristirahat dengan Sinmi dari aktifitas kampus yang melelahkan.

“lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Sinmi ketika kami sudah duduk disebuah kursi kayu.

“tentu saja balas dendam, mana mungkin aku membiarkan laki-laki bernama LEE SUNG-MIN itu  menginjak-injak harga diriku.” Jawabku berkoar-koar seperti sedang memprofokasi seseorang.

“caranya?” tanya Sinmi yang membuatku berhenti sejenak untuk berfikir.

“aku akan mempermalukannya dalam kompetisi menyanyi nanti.” Jawabku bangga.

“maksudmu?” tanya Sinmi kembali dengan keningnya yang berkerut.

“bukankah dulu aku pernah bercerita padamu kalau Lee sungmin itu terobsesi  memenangkan kompetisi menyanyi yang akan dilakukan 2 minggu mendatang, dan aku sekarang akan membuatnya gagal dalam kompetisi  itu.” ucapku menjelaskan.

“tapi bagaimana caranya, lagi pula waktunya hanya tinggal 2minggu lagi?” tanya Sinmi kembali.”kau tidak akan menggunakan cara curangkan?” lanjutnya.

“kureomyeon anni jana, mana mungkin aku memakai cara kotor, aku akan mengalahkannya di kompetisi itu, mengalahkannya dengan kemampuanku, tahun lalu aku tidak ikut kompetisi itu karena dia, tapi sekarang aku tidak akan mengalah darinya” Ujarku bersemangat mengatakan rencanaku.

“apa bisa, dalam kompetisi itu bukan suara saja yang dinilai tapi alat music apa yang bisa kau mainkan, meski aku tahu kemampuanmu bermusik memang sangat luar biasa tapi kau juga harus…..” kalimat Sinmi terhenti, dia melihat kearahku dengan intens dari ujung rambut hingga kaki.

“wae?” tanyaku ketus karena aku tahu yang ada di otaknya sekarang.

“kau tidak cantik dan menarik.” Ucap seseorang yang muncul dari belakang kami.

“OMO, CHO KYUHYUN sanbaenim, kenapa kau disitu?” Ucap Sinmi terkejut ketika melihat namja yang muncul dibelakangnya.

“neo!” ucapku menunjuk kearahnya.

“sebelumnya gomawo sudah mengembalikan dompetku, tapi aku benarkan dengan ucapanku mengenai kriteria yang tidak kau penuhi untuk kompetisi itu?” ujar namja bernama kyuhyun itu bangga, tapi disambut anggukan oleh Sinmi yang membuatku menjadi kesal.

“seburuk itukah wajahku dimata kalian?” tanyaku dengan menahan emosiku yang sebenarnya sudah cukup memuncak, lagi pula siapa yang akan tidak tersinggung jika ia dikatakan tidak cantik oleh beberapa orang akhir – akhir ini.

“em….sebenarnya kau tidak terlalu buruk hanya saja kau kurang menata cara berpakaian dan lihatlah wajahmu yang tidak ada riasan sama sekali itu.” Jelas namja bernama kyuhyun itu setelah mengamati wajah dan penampilanku.

“n..nde kyuhyun sanbaenim benar, kau sedikit tidak terawat tepatnya.” Lanjut Sinmi.

“mwo? Hah..Jincha.” Ucapku tak percaya dengan pernyataan kedua orang itu.

“sejujurnya kau tidak buruk tapi jika kau ingin mengikuti kompetisis itu kau harus bisa bersaing dengan mereka, baik suara, bakat dan penampilan.” Lanjut Sinmi dengan gaya seperti seorang penasehat.

“Hoah…waktu istirahatku sudah selesai, kalau begitu selamat menyelesaikan  rencana kalian.” Ucap kyuhyun setelah ia menguap dan pergi meninggalkan aku dan Sinmi begitu saja.

mungkinkah tadi dia tidur disini?apa dia mendengar semua pembicaraanku dengan Sinmi?

“yak bagaimana sekarang?” tanya Sinmi ketika aku mulai melamun.

“ne, ah kugon..em….bagaimana kalau kau mengubah penampilanku, eotte?” usulku pada Sinmi.

“mwo, apa kau tidak lihat? Kalau aku bisa berdandan sudah dari dulu aku mengubahmu, penampilan ku saja seperti ini, aissh…” Ucap Sinmi kesal karena aku tampak meledeknya. Sebenarnya aku tidak bermaksud tapi aku hanya lupa kalau Sinmi adalah yeoja tomboi.

“lalu siapa yang harus kuandalkan, teman wanitaku hanya kau saja Sinmi-a?” tanyaku putus asa.

“em..bagaimana kalau kita meminta bantuan pada kakak kelas kita?” usul Sinmi padaku.

“nugu?”

-0-

“Seohyun eonie, jeballyo.” Ucap Sinmi memohon pada sanbae yang diusulkannya untuk membantuku.

“em…eotteokaji?” gumam Seohyun eonie sambil mengamatiku.

“apa sesulit itu mengubahku?” tanyaku lesu.

“a..anniyo, hajiman neunde em..kapan batas waktunya?” tanya Seohyun eonnie padaku.

“em mungkin 2 minggu dari sekarang, karena audisi dimulai dua minggu lagi.” jawabku menerangkan.

“ah, arraso.” Jawab Seohyun eonnie setuju.

“omo, jeongmalyo? Neomu gamsahamnida eonnie-a.” ucapku dan Sinmi bersamaan.

“keunde, bagaimana kalau kita mulai lusa saja make over-nya?” tanya Seohyun eonnie padaku.

“nde.” Jawabku setuju.

“arraso, kalau begitu eonnie tinggal dulu, eonnie ada kelas.” Ucap Seohyun eonnie berpamitan.

“nde gamsahamnida eonnie.” Ucapku dan Sinmi sebelum Seohyun eonnie benar-benar pergi.

“oke, masalah penampilan selesai, sekarang bagaimana dengan persiapan lagu dan instrumennya?” tanya Sinmi ketika suasana diantara kami menjadi hening setelah kepergian Seohyun eonnie 3 menit yang lalu dari coffee shop ini.

“em, aku sudah melihat beberapa referensi tapi belum ada yang cocok untuk tema audisi pertama ini.” jawabku sambil membuka buku catatanku.

“bukankah tema audisi itu ‘true love’ ?” ucap Sinmi memastikan.

“nde, tapi aku masih bingung, true love, cinta sejati..em…” gumamku sambil berfikir sejenak.

“cinta sejati, bukankah bisa diartikan dengan cinta antar sahabat, anak dan orang tua atau sepasang kekasih.” Ucap Sinmi berspekulasi.

“benar, menurutmu sebaiknya aku pilih lagu yang seperti apa, agar menciptakan arti dari cinta sejati yang sesungguhnya?” ucapku balik bertanya pada Sinmi.

“mollayo hah..” ucap Sinmi dengan sedikit mendesah.

“ah, aku baru ingat..sebenarnya apa hubunganmu dengan kyuhyun sanbaenim?” tanya Sinmi tiba-tiba.

“nde? Em..kami tidak ada hubungan apa-apa.” Jawabku sambil meminum cappuccino pesananku.

“tapi ku lihat waktu itu kau memberikan sesuatu, apa kau memberi hadiah padanya?” ujar Sinmi yang membuatku hampir tersedak.

“bagaimana bisa, bukankah kau tahu aku baru saja ditolak oleh Lee sungmin babo itu.” jawabku geram.

“em…siapa tahu kau ingin membuat sungmin cemburu.” Balas Sinmi sedikit bersalah.

“aku tidak ingin menggunakan cara seperti itu untuk membalas dendam, lagi pula dia tidak suka padaku bagaimana bisa dia cemburu.” Jawabku pada Sinmi.

“ah, lalu apa yang kau berikan?” tanya Sinmi masih penasaran dengan apa yang terjadi antara aku dan namja bernama kyuhyun itu.

“aku menemukan dompetnya ditaman waktu itu, jadi tadi aku mengembalikannya.” Jelasku padanya agar tidak ada kesalahpaham.

“oh… tapi kusarankan jangan terlalu dekat dengan kyuhyun sanbaenim.” Tiba-tiba Sinmi memperingatkanku dengan wajah yang serius.

“wae?” tanyaku heran melihat wajahnya yang tiba-tiba serius itu.

“apa kau tidak tahu, kyuhyun sanbaenim itu memiliki banyak sekali fans dan jika fansnya mengetahui kau mendekatinya kau bisa mati dibunuh mereka.” Jelas Sinmi padaku, ada raut ngeri tampak diwajahnya.

“namja seperti itu banyak memiliki fans, yang benar saja? Namja dingin dan menyebalkan seperti itu.” jawabku ketus menanggapi peringatan Sinmi.

“aissh, kau ini.” jawab Sinmi kesal melihat tanggapanku.

“arrayo, aku tidak akan mendekati namja itu, lagi pula waktu itu hanya kebetulan.” Jawabku menenangkan Sinmi.

“sudah sore, kau pulang duluan saja, bukankah besok kau ada ujian?” lanjutku pada Sinmi yang sedang asikk meminum coffeenya.

“neo, keunchana? Kalau aku tinggal?” tanya Sinmi sambil menatapku yang masih frustasi.

“nde, nan keunchana, pulanglah duluan, aku masih ingin memikirkan lagu yang akan ku bawakan nanti, kha.” Ujarku menyuruhnya segera pergi dan istirahat.

“arasso, nan khalke.” Jawabnya sambil merapikan letak tasnya dan pergi meninggalkanku.

Ku pandangi orang-orang yang tampak lalu lalang dari balik kaca besar coffee shop ini. banyak sekali ekspresi yang kudapat dari mereka, ada yang tertawa riang, lelah, bahkan murung . Hem…lagu apa yang harus kunyanyikan nanti?

Tok tok tok

Seseorang mengetuk kaca besar yang ada dihadapanku, seketika aku sadar dari lamunanku dan menyadari siapa orang itu, ia berjalan memasuki coffee shop ini dan duduk di kursi yang ada dihadapanku.

“sedang apa kau disini?” tanya kyuhyun saat ia sudah benar-benar duduk dihadapanku.

“apa alasanku harus menjawab pertanyaanmu.” Jawabku ketus sambil meminum cappoccino milikku.

“hem…kalau rencana balas dendammu bagaimana?” lanjut namja itu sambil menatapku intens.

“nde?” tanyaku terkejut, apa namja itu juga tahu rencana balas dendamku, kukira tadi siang ia tidak mendengarnya.

“bagaimana kau tahu hal itu?” tanyaku memastikan.

“bagaimana aku tidak tahu, kau menceritakan hal itu saat di taman dengan suara yang keras, dan lagi pula aku juga tahu kejadian saat di taman kemarin lusa, kejadian kau dengan lee sungmin.” Ujarnya menjelaskan.

“mwo? Neo arrayo?” tanyaku tak percaya dengan apa yang diucapkan namja itu.

Ia hanya mengangguk mengiyakan pertanyaanku, namun pandangannya tetap dingin dan tidak berekspresi. Aissh, ekspresinya itu membuatku kesal, tadi dia begitu antusias tapi sekarang dia seakan tidak peduli.

“ehem..kalau kau pria seharusnya kau tidak membocorkannya pada orang lain terutama pada lee sungmin.” Ucapku bermaksud mengancamnya.

“untuk apa aku membocorkannya.” Jawabnya datar.

“em..bagus kalau begitu, ehem…ngomong – ngomong sedang apa kau disini?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“ini coffee shop milik keluargaku, apa aku tidak boleh di dalam sini?” ujarnya seraya bangkit dari duduknya.

“mwo?” ucapku terkejut

“kyuhyun-a kau disini?” tiba-tiba seorang ajuma datang dan kurasa itu ibu kyuhyun.

“aku baru datang omma.” Jawab kyuhyun pada ajuma yang ternyata memang ibunya.

“ah, apa kau teman kyuhyun?” tanya ajuma padaku. Aku sedikit bingung menjawabnya, karena aku dan kyuhyun baru bertemu beberapa hari  dan apakah itu sudah bisa dibilang teman.

“nde eomma, nae chingu.” Jawab kyuhyun tiba-tiba.

“anyeonghaseo, cheoneun Kim Nayeong imnida.” Ucapku memperkenalkaan diri dengan sedikit membungkukan badan.

“ah, kalau begitu kalian mengobrollah, ajuma pergi keluar dulu.” Jawab kyuhyun omma seraya tersenyum padaku dan melangkah pergi.

“ah, kurasa sudah larut, aku pulang dulu.” Ucapku setelah beberapa menit kami terdiam.

“arraso.” Jawabnya dingin dan meninggalkanku ke bagian dalam coffee shop.

“aissh..” gerutuku saat melihat tingkah menyebalkan namja itu.

Author POV

Yeoja itu tampak merapikan roknya yang sedikit kusut sebelum ia keluar dari Coffee shop. Namun tampak seorang namja yang memperhatikannya dibalik pintu kantor coffee shop itu, tepatnya dia adalah cho kyuhyun. ada seulas senyum ketika ia melihat yeoja bernama Nayeong itu. entah apa arti dari senyuman itu.

“kau disini?” tanya seorang pria ketika ia menyadari kyuhyun diruangan itu.

“ah, hyeong. Ne, aku ingin mengambil sesuatu.” Jawab kyuhyun ketika namja dihadapnnya sedikit heran dengan kedatangan kyuhyun yang tidak biasanya mau datang ke coffee shop milik keluarganya sendiri.

“ah, kalau begitu aku keluar dulu.” Ucap namja yang dipanggil hyeong itu.

“ah, chakaman hyeong, em…apa kau tahu tentang kompetisi yang dilakukan dikampus?” tanya kyuhyun sebelum namja itu meninggalkan ruangan.

“nde? Kau mau mengikuti audisi.” Jawab namja itu dengan sedikit heran.

“anniyo, ttesso, lupakan saja, aku pergi duluan.” Balas kyuhyun sambil melangkah keluar meninggalkan ruangan itu dengan mengambil sebuah kamera yang ada diatas meja.

“aissh, anak itu.”  gerutu namja itu ketika kyuhyun meninggalkannya

-0-

“hari rabu jam 10 pagi.” Gumam kyuhyun ketika melihat poster yang terpampang dihadapannya.

“kau akan ikut audisi?” tanya seseorang tiba-tiba dibelakang kyuhyun.

“omo.” Ujar kyuhyun terkejut melihat temannya eunhyuk yang telah berdiri dibelakangnya.

“wah, apa kau ingin mengikuti audisi ini lagi, karena siapa sekarang?” ucap eunhyuk tanpa mengalihkan pandangannya pada poster yang ada dihadapan kyuhyun.

“anniyo, siapa bilang aku akan ikut audisi.” Jawab kyuhyun mengelak.

“arraso, cho kyuhyun-ssi.” Jawab eunhyuk dengan nada sedikit mengejek karena tak percaya dengan ucapan kyuhyun.

“ayo ke kelas.” Ajak kyuhyun pada eunhyuk yang masih tersenyum mengejeknya.

“kau disini.” Ucap kyuhyun ketika melihat yeoja yang sejak kemarin selalu ia lihat disekitarnya.

“tentu saja, aku juga kuliah disinikan.” Jawab yeoja itu kesal.

“annyeonghaseyo.” Ucap eunhyuk diantara suasana dingin kyuhyun dan yeoja itu.

“ah, bukankah kau eunhyuk sanbaenim.” Ujar yeoja itu sumeringah.

“ne, waeyo?” tanya eunhyuk penasaran ketika melihat wajah bahagia yeoja itu.

“cheoneun Kim Nayeong imnida, , aku fansmu.” Ujar Nayeong semakin semangat mengenalkan diri.

“jinchayo? Wah gomawoyo Nayeong-ssi.” Jawab Eunhyuk takjub.

“cih, menjijikan.” Ucap kyuhyun dan berlenggang pergi meninggalkan tempat eunhyuk dan Nayeong.

“dance sanbaenim sangat keren, neomu debak.” Puji Nayeong tanpa memperdulikan kepergian kyuhyun.

“neomu gomawo, ah..aku ada kelas, nanti kita lanjutkan mengobrolnya oke.” Ucap eunhyuk saat melihat kyuhyun yang semakin jauh.

“nde.” Jawab Nayeong menginyakan.

“yak, kyuhyun-ah tunggu aku.” teriak eunhyuk sebelum kyuhyun semakin berjalan jauh.

“apa kau marah aku memiliki fans, bukankah fansmu sudah banyak.” Ucap eunhyuk ketika ia sudah bisa berjalan sejajar dengan kyuhyun.

“nde? Neo michyeosseo?.” Jawab kyuhyun tak setuju.

“nan arra, sejak kapan kau menunjukan ekspresi seperti ini padaku, kau suka gadis itu?” tanya eunhyuk menggoda kyuhyun.

“sepertinya kau harus kerumah sakit, otakmu sudah rusak.” Balas kyuhyun menghina eunhyuk.

“aissh..kau!” jawab eunhyuk kesal.

-0-

“apa ini?” tanya Nayeong ketika melihat beberapa CD film yang diberikan Sinmi padanya.

“em, mungkin kau akan mendapat lagu yang bagus dari soundtrack film-film ini.” jawab Sinmi menjelaskan.

“ah, kau benar juga, gomawoyo sinmi-a.” ucap Nayeong berterimakasih pada sahabatnya itu yang telah memberikan saran ditengah kemelut kebingungannya memilih lagu.

“ah, iya apa seohyun eonni sudah menghubungimu lagi?” tanya Sinmi ketika Nayeong sedang mengamati cover CD film yang diberikan Sinmi.

“nde, em….belum.” jawab Nayeong sedikit berfikir, dan langsung menggelengkan kepalanya.

“ah, begitu. Oh iya ku dengar Sungmin adalah pendaftar pertama audisi itu.” ucap Sinmi menceritakan informasi yang baru ia dapat tadi pagi.

“jeongmal, wah namja itu benar-benar ingin mengikuti audisi ini.” jawab Nayeong serius.

“tenang kau pasti lolos audisi itu, memangnya mendaftar pertama akan mempengaruhi hasil audisi.” Ucap Sinmi membuat Nayeong kembali berapi-api untuk mengalahkan Namja itu.

“benar, aku pasti bisa mengalahkannya, kalau begitu kajja aku ingin melihat isi Cd-cd ini.” ajak Nayeong pada Sinmi.

“nde.” Jawab Sinmi semangat dan ikut bangkit dari duduknya.

BRUK.

“aissh, apa kau selalu ingin membuat tubuhku sakit?” gerutu kyuhyun ketika semua CD yang dibawa Nayeong jatuh menimpa kakinya.

“salah siapa kau berdiri disana.” Ucap Nayeong tidak mau disalahkan.

“mwo? Apa kau tidak lihat kau yang membawa terlalu banyak barang ditanganmu, hingga tidak melihat ada orang didepanmu” Jawab kyuhyun tidak ingin kalah.

“sudahlah, kalian jangan ribut disini.” Ucap Sinmi ketika ia menyadari semua orang sudah melihat kearah mereka bertiga, tepatnya para yeoja yang dirasa Sinmi adalah fans kyuhyun.

“pikkyo, aissh..cepat minggir.” Ucap Nayeong ketika kyuhyun tetap berdiri dihadapannya setelah ia mengambil kembali CD yang semula berserekan.

Kyuhyun hanya melirik gadis itu sekilas dan ia langsung berjalan meninggalkan Nayeong tanpa mengucakan sepatah katapun.

“aissh, namja itu.” gerutu Nayeong ketika melihat tingkah laku pria yang menabraknya itu.

“chakaman, neo nugu?” tiba-tiba beberapa yeoja berkumpul dihadapan Nayeong dan Sinmi yang semula akan meninggalkan tempat itu.

“nde?” tanya Nayeong tidak mengerti.

“berani sekali kau mendekati Kyuhyun oppa, dengan cara kuno seperti itu!” ujar seorang yeoja yang tepat berdiri dihadapan Nayeong.

“mwo? Asal kau tahu aku tidak mendekati namja itu, jangan asal bicara oke!” jawab Nayeong memperingati.

“ kalau kau berani mengganggu kyuhyun oppa, kau akan habis!” kini yeoja yang sedikit tambun yang berbicara.

“kau tahu kau tidak pantas bersanding dengan kyuhyun oppa, apa kau tidak punya kaca dirumahmu?” kini gadis bertubuh kurus yang mulai menghardik Nayeong.

“Arraso, jigeum pikkyo!” ucap Nayeong pada orang-orang itu dengan menahan amarahnya.

“aissh, neo.” Ucap kesal yeoja tambun itu dan langsung mendorong Nayeong hingga tersungkur kelantai

“Nayeong-ah geunchana? Yak apa mau kalian!” teriak Sinmi pada gadis-gadis itu.

“sudah kubilang jangan mengusik kami dengan mendekati kyuhyun oppa.” Jawab yeoja bertubuh kurus yang berdiri ditengah sekarang dengan suara yang sedikit dinaikan.

“siapa yang terusik?” tanya seseorang dari belakang Nayeong dan sinmi.

To Be Continue

Gimana penasarankah dengan part selanjutnya? Oke tunggu part dua….author usahain dengan cepat biar reader gg nunggu lama..gomawo buat yang udah baca.

5 thoughts on “The Person I Love [part 1]

  1. Ceritanya lumayan lah bgs… Tp kurang panjang.
    Kyuhyun tersenyum liat Nayeong di cafe milliknya, jgn2 dy dh mulai tertarik ya..
    Aku dukung loch klo Nayeong bls dendam, buat lee sungmin cemburu klo cinta itu ga pandanh fisik benarkan hehehe.
    Dtunggu ya next partnya

  2. Kyuhyun sepertinya sdh mulai tertarik sama nayeong tp cuma dia belum mengakuinua .
    Buktinya di senyum2 sendiri waktu ngeliat nayeong dr cafenya

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s