Not Human’s Heart [part 1]

Main Cast: Kim Hyo Jin, Cho Kyu Hyun, Kim Soo Hyun dan Super Junior.

Genre: Romance (?) Gaje!

Rating: ALL AGE

Author: Rahmi SarangheSUJU (dengan nama yang sama di FB)

Latar tempat: Indonesia (kayaknya) / Korea (pengennya) Gaje!

 

Pertama-tama terimakasih saya ucapkan kepada Admin apabila FF saya ini dipublis dan kedua terimakasih juga kepada readers yang telah sudi membaca FF saya yang…entahlah apa mau dikata… FF ini sudah pernah dipublis diSJFF2010. Oya, sebelumnya mohon maaf kepada institusi-institusi yang terlibat dalam FF ini tidak ada maksud untuk menjelek-jelekan institusi mana pun, semua Istitusi di sini pada dasarnya baik semua kok, yang gak baik tu oknumnya wakwkwk…Hanya memanfaatkan situasi yang ada…(?) so cekidot aja deh.

 

******

Pagi begitu dingin menusuk tulang…Suara azan (maaf ya aku maunya begini…*maksa ya*) berkumandang bersahut-sahutan disela oleh nyanyian ratusan katak yang seolah-olah tak menginginkan hujan berhenti subuh itu, seolah-olah hujan begitu nikmat sehingga tak ingin melepas curahnya yang telah mengguyur sepanjang malam. Begitu  matahari mulai menyingsing tampaklah sisa-sisa keributan badai dan hujan lebat yang tak henti-hentinya membasahi bumi hingga subuh tadi. Puing-puing dan sampah-sampah berserakan, pohon tumbang, air yang menggenang menggambarkan betapa hebatnya badai mengamuk semalam. Namun, di sisi sisa-sisa amukan badai itu ada daun-daun yang tampak semakin hijau berselimut embun yang mengemilau diterpa sinar mentari yang sedang beranjak meninggi, bunga-bunga semakin anggun berdiri cemerlang sempurna dengan warna-warnanya. Burung-burung meloncat, terbang, berpindah dari ranting yang satu ke ranting yang lain seolah-olah sedang menari bersuka cita menyambut riangnya pagi yang telah ditinggalkan pekat, dingin dan beringasnya badai. Dan di sana, di salah satu sudut langit yang teramat luas ini ada beberapa warna yang melengkung. Ujungnya yang satu tertancap di bumi, lalu membentuk lengkungan di langit dan ujungnya yang lain menancap lagi di bumi bagian lain. Merah kuning, hijau dilatari oleh biru sempurnanya langit…Selalu begitu, dan memang begitu…sehabis badai  akan ada pagi yang cerah ceria dan indah…

‘Ya…tentu saja…sehabis badai ini tentu ada pelangi,’ pikir Hyo Jin meyakinkan dirinya sendiri sembari tersenyum dan mengelus lembut perutnya yang membesar. Hyo Jin menengadahkan kepadala ke langit luas dan memutar kepalanya ke kiri, kanan, depan dan belakang, berusaha memperhatikan kesibukan pagi itu.  ‘Tapi, terkadang tidak ada pelangi,’ pikir Hyo Jin lagi, bimbang. ‘Ada, hanya aku saja yang belum melihatnya, kalaupun tidak ada pelangi…ada matahari yang hangat, ada hijaunya dedaunan, warna-warninya bunga-bunga, langit yang biru…dan semua ini dihadiahkan Tuhan hanya untukku?’ Mendadak Hyo Jin merasa menjadi orang yang spesial, kebahagiaan dan kepuasan membuncah oleh pikirannya sendiri…sebentuk senyum mengembang di wajahnya. Hehe…Ia mulai melangkah dan langkahnya terasa ringan meski badai itu belum beranjak dari hidupnya. Suatu saat pasti…Ia akan temukan pelangi dan cerahnya pagi…

Seorang namja gaje, eit salah!…Seorang namja dengan diam-diam dan penuh misteri tengah menatap Hyo Jin dari sebuah mobil sport putih yang terparkir tidak jauh dari café di mana Hyo Jin baru saja memasukinya. Namja itu melepas kaca mata hitamnya (bayangkan buka kaca matanya pake adegan slow motion ya) dan tampaklah di sana sepasang mata yang menyiratkan kebencian akut dan tidak lama kemudian sebuah senyum evil pun mendarat dibibirnya (halah gimana pula kok senyum mendarat sih? haish).

‘Hyo Jin…’ bisiknya yang entah kepada siapa.

 

Flashback

 

Seorang pemuda menatap bibir dan wajah merona di depannya tanpa berkedip. Sesuatu di dalam diri pemuda itu bergejolak. Singa buas yang tadinya tidur sekarang terjaga dan mulai meronta-ronta ingin melepaskan diri. Wajah merona di depannya terhuyung karena pengaruh alkohol. Akal licik si pemuda telah membuat gadis polos ini dikuasai minuman keras. Kesadaran gadis itu mulai hilang, ia menceracau di luar kendalinya. Gadis yang selama hidupnya tidak pernah mengenal minuman keras sekarang begitu mudah mabuk hanya dengan beberapa gelas minuman keras yang ia kira minuman sejenis cola yang menyengat dikerongkongan. Hyo Jin menatap si pemuda dengan tatapannya yang tak lagi fokus.

‘Permainan sudah bisa dimulai ha…ha,’ kata salah seorang teman pemuda itu yang sebelumnya terlihat seperti pria baik-baik sekarang mulai memperlihatkan taringnya. Si pemuda tersenyum sinis tanpa mengalihkan perhatiannya dari Hyo Jin. Salah seorang dari mereka mulai mengisap ganja, yang lain berciuman dengan pasangannya seperti dua ekor binatang yang sedang kawin, yang lainnya lagi berkali-kali menenggak minuman keras sambil terbahak-bahak melihat mainan yang sedang berada di tangan si pemuda dan yang terakhir sedang menyiapkan handycam untuk merekam adegan yang akan berlangsung, adegan panas seorang lelaki yang tak dikenal dengan seorang gadis remaja belasan tahun.

‘Melihatku seperti itu? ingin aku mati? he he..he  hiiii hiks,’ Hyo Jin dengan tubuh mabuknya berbisik ke telinga si pemuda yang menatapnya dengan setengah tatapan tajam seorang pembunuh dan setengahnya lagi adalah tatapan seorang laki-laki yang sedang dikuasai nafsu birahi. Segala kecantikan gadis belia yang ada pada diri Hyo Jin melambungkan imajinasi kelaki-lakian pemuda itu. ‘Bunuh saja..hihi hiks..,’ bisik Hyo jin lagi.

‘ups..biar biar aku yang bunuh diriku…aku akan kembalikan apa saja yang telah diambil ayahku hiks…aku akan…’

Harimau itu pun terbebas dari sarangnya, mengaum sejadi-jadinya, ia menerjang mangsanya yang tidak berdaya. Si pemuda telah menelan Hyo Jin bulat-bulat. Ketika perbuatan tak bermoral itu sedang berlangsung semua yang ada di ruangan itu menyaksikan sambil berseru penuh kemenangan.

Dua minggu kemudian terdengar kabar sebuah Sekolah Menengah Atas digemparkan oleh video mesum salah seorang siswanya dengan laki-laki tak dikenal. Video itu begitu cepat menyebar dari satu handphone ke handphone yang lain. Menyebar dari mulut ke mulut. Begitu cepat menyebar memenuhi halaman pertama hampir semua surat kabar, menjadi berita terpanas sepanjang minggu di media cetak maupun di media elektronik. Meskipun vidio itu telah diblokir dengan segala upaya oleh pihak yang berwenang karena telah meresahkan masyarakat akan dampak negatif yang ditimbulkannya, berita mengenai gadis tersebut tetap saja masih hangat dibicarakan. Mengapa berita tersebut begitu menggemparkan? Karena gadis itu bukanlah gadis biasa, ia adalah putri seorang pejabat penting. Ia adalah putri seorang jaksa yang menangani kasus-kasus besar yang berhubungan dengan masa depan negeri korea-korea-an (ngasal!). Semenjak tersebarnya vidio mesum tersebut, gadis yang duduk di bangku kelas tiga SMA itu tidak pernah lagi terlihat di sekolahnya. Rumah bercat kuning itu tertutup rapat, tidak terlihat aktivitas penghuninya yang keluar masuk, seolah-olah tidak berpenghuni. Dan sang ayah yang wajahnya selama ini menghiasi media massa, akhir-akhir ini terlihat berusha menghindari para pemburu berita.

Beberapa minggu kemudian terdengar lagi kabar dari rumah yang tertutup rapat itu yang memberitakan kebusukan sang jaksa yang selama ini dikenal baik oleh masyarakat ternyata telah menerima suap atas tertuduhnya ketua lembaga pemberantas korupsi sebagai dalang sebuah pembunuhan. Pantas saja tuduhan itu terasa tidak masuk akal dengan bukti yang juga sangat lemah, pikir rakyat yang selalu mengikuti perkembangan kasus sang ketua lembaga pemberantas korupsi. Sebagian besar berita mengenai kasus ini sungguh membingungkan masyarakat. Setelah masyarakat dibingungkan oleh berita yang bergalau tersebut, dua hari kemudian masyarakat digemparkan lagi dengan berita kematian sang jaksa yang mendadak karena serangan jantung. Rumah yang tertutup rapat itu pun semakin sunyi. Wartawan dan penduduk sekitar rumah itu tak melihat siapa pun keluar masuk.

Sebuah ambulan tengah berdiri di depan pagar rumah berwarna kuning ketika seorang gadis belasan tahun terpaku menatap ibunya yang meronta-ronta dibawa paksa oleh lima orang berpakaian serba putih, seragam perawat rumah sakit jiwa. Tidak banyak yang bisa dilakukan gadis itu. Tulangnya terasa akan copot satu persatu hanya sekedar untuk mengucapkan selamat tinggal kepada ibunya. Ibunya telah kalah, telah jatuh karena beban berat yang datang menghantam begitu tiba-tiba. Ia tak boleh seperti ibunya. Ia harus kuat. Sekarang ia tak memiliki apa pun lagi, hanya kekuatan itulah yang tak boleh ia lepaskan. Hanya kekuatan itulah harta berharganya saat ini. Bahkan rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh baginya telah disita oleh negara sebagai denda atas kejahatan ayahnya yang telah menerima sogokan dan sekaligus memfitnah sang ketua lembaga pemberantas korupsi.

Sepasang mata penuh misteri mengamati gadis itu dengan senyum puasnya.

 

Flashback End

 

Terimakasih telah sudi membaca, sangat diharapkan kritik dan sarannya.

 

5 thoughts on “Not Human’s Heart [part 1]

  1. wow.. Ff ini kata2nya keren bgt..
    Puitis…
    Tapi masih bgg sm tu co?? Sp ya??
    Jd Hyojin di perkosa trus sekarang dia hamil??
    Kasihan bgt si…
    Mdh2an da co yg mau nerima dia apaadanya..

    Jia Jung

  2. Waktu baca judul ff ini, kirain genre fantasi, ternyata bukan. :D
    Ide ceritanya menarik, pilihan katanya keren.
    Cerita yang tragis. Tapi tetep berharap happy ending
    “…sehabis badai akan ada pagi yang cerah ceria dan indah…”
    Overall FF ini Keren abiz ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s