Be Happy, Please? [part 3]

 

By Sugih Miinah Hartika

Main Cast:

Donghae

Yesung

Leeteuk

Genre:

Family, brothership

Next>>>>>>

 

Leeteuk datang saat Donghae sudah tertidur kembali (?).

“bangun pemalas.” Bisiknya di telinga Donghae. Donghae tak bergerak dari tidurnya.

“hey~ tak mau menyapa hyung, huh?” bisiknya lagi agak keras. Mata Donghae bergerak perlahan, “hyung..” ucapnya sedikit terdengar agak pelan.

“annyeong..” sapa Leeteuk, mengusap rambut Donghae.

“aku ingin pulang.” Rajuk Donghae lagi. Leeteuk menatapnya sendu.

“nae, kita akan pulang setelah kau sembuh.” Jawab Leeteuk.

“tempat ini membuatku tambah sakit. Dan.. kubilang lepaskan infusan ini, tanganku pegal.” Rengek Donghae.

“kapan sembuhnya kalau kau terus melawan.” Ucap Leeteuk. Donghae mendengus pelan.

“lalu kapan dokter mengijinkan ku pulang?” tanya Donghae lagi.

“kau belum boleh pulang hari ini. Bagaimana tidak, bahkan kau menolak mereka obati bagaimana bisa sembuh.” Ejek Leeteuk. Donghae mencibir.

“baiklah..” jawab Donghae malas dan pura-pura tak peduli.

“jangan sok kuat!!” ejek Leeteuk lagi. Donghae semakin manyun. Leeteuk kesal!! Bagaimana tidak, Donghae begitu keras kepala. Jarum infus saja sampai beberapa kali terlepas. Merepotkan semua orang.

*

*

*

Donghae tengah tertidur saat itu. tiba-tiba seseorang menyentuh pipinya pelan. mengusap rambut Donghae dan mencium kening Donghae. Donghae yang merasakan sentuhan di wajahnya segera menggenggam tangan yang sedang menyentuhnya tanpa membuka matanya. Ia genggam erat tangan tersebut tanpa ia sadari siapa yang kini tengah ada di depannya. Tangan itu berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan Donghae, “ish, Teuki hyung, sebentar saja! aku ingin begini.” Ujar Donghae sambil terus menggenggam tangan itu dan kembali tertidur dengan nyaman. ia tersenyum menatap Donghae. Sementara itu Leeteuk tertegun di ambang pintu, melihat siapa yang sedang bersama adiknya.

“Sungie..” bisiknya pelan namun masih tertangkap oleh pendengaran Yesung. Yesung melirik ke arah pintu, dan langsung mengangkat telunjuknya ke arah bibirnya, memberi isyarat pada Leeteuk agar tak membangunkan Donghae. Leeteuk mengangguk mengerti.

*

*

*

“kau kemana saja?” tanya Leeteuk saat mereka berdua sudah berada di taman rumah sakit. Yesung terdiam dan menundukkan wajahnya.

“jawab aku..” pinta Leeteuk lembut, “sebenarnya kau kenapa? Kau kemana?” tanya Leeteuk tak sabaran.

“mianhae…” jawab Yesung tak membuat Leeteuk puas. Lagi-lagi Leeteuk hanya bisa bernafas keras, menahan emosi.

“Sungie, dengarkan aku..” pinta Leeteuk sambil menatap Yesung.

“kau tak usah begini. Dia benar-benar sangat menyayangimu. Aku tak tahu alasan kau bersikap seperti ini. Tapi kumohon.. tetaplah berada di sampingnya. Aku tak apa. Kalau bisa tinggallah bersama kami. Setidaknya kau bisa berada di dekatnya.” Tutur Leeteuk, “dan…” lanjutnya namun Yesung segera memotongnya, “aku tak bisa. Hyung kau tahu aku sangat menyayanginya?” Leeteuk mengangguk.

“keputusanku ini lebih baik.” Jawab Yesung.

“baik? Kau ingin Donghae membencimu? Ahh..kau tahu sebenarnya itu tak mungkin.” Ucap Leeteuk frustasi, mencoba meyakinkan Yesung yang sama keras kepalanya seperti Donghae.

“siapa yang tahu hyung? jangankan dia, kaupun bisa saja membenciku suatu saat nanti”

“tapi…”

“jangan bilang padanya bahwa aku menjenguknya hari ini. Juga anggap saja kita tak bertemu hari ini.” Ucap Yesung sambil meninggalkan Leeteuk. Menyisakan kebingungan yang amat sangat bagi Leeteuk.

*

*

*

“Hae ya~ hari ini kau boleh pulang.” Ucap Leeteuk ceria. Donghae yang dari awal memang terus merengek minta pulang, tentu saja sangat sangat sangat kegirangan.

“benarkah? Yuhuuuuu~” katanya seperti anak kecil mendapat permen. Leeteuk terkekeh, “ya… bersiaplah.” Ucapnya sambil mengacak rambut Donghae.

 

 

Donghae menangkap sosok seseorang yang sangat ia rindukan dan bergegas menyusulnya sementara Leeteuk sedang mengurus administrasi di rumah sakit tersebut. Ia terus mengikuti sosok tersebut tanpa sadar dan meninggalkan Leeteuk yang juga tak sadar kalau Donghae meninggalkannya.

“hyung..” panggil Donghae pada sosok yang sedang diikutinya. Ia sangat yakin kalau orang yang sedang dia ikuti adalah Yesung, hyung tersayangnya. Namun orang tersebut tak juga menghentikan langkahnya. Ia malah mempercepat langkahnya membuat Donghae meningkatkan kecepatan jalannya. Namun orang itu semakin jauh dan tak terkejar lagi, membuat Donghae mengurungkan niatnya. ‘mungkin bukan dia’ ujarnya dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba membuang halusinasinya barusan.

“kenapa kau kesini? Aku mencarimu. Ayo kita pulang.” Ajak Leeteuk yang sudah ada dibelakang Donghae, dan merekapun berlalu.

*

*

*

Donghae menuju perjalanan pulang dari sekolahnya saat itu, saat akhirnya ia menemukan sesorang yang sangat ia rindukan. Ia tajamkan penglihatannya, mencoba memastikan bahwa orang di seberang jalan adalah Yesung. Ia tak pernah sama sekali melepaskan pandangannya dari sosok itu. Perlahan Donghae mendekatinya.

“hyung..” panggil Donghae. Benar saja. ‘Yesung hyung’ ujar Donghae dalam hati, merasa senang. Sementara Yesung sendiri hanya bisa terdiam, merutuki dirinya dalam hati karena bisa ditemukan oleh Donghae semudah itu. ‘Sungguh sangat ceroboh!!’ pikirnya.

“hyung, benarkah ini kau?” tanya Donghae menahan tangisnya. Yesung pasrah. Ia mendekati Donghae dan segera memeluk Donghae yang sudah kehilangan kata-kata karena tangisannya sendiri.

“lama tak bertemu, anak cengeng!!” sapa Yesung mencoba senormal mungkin.

 

 

“Sebenarnya kau kemana saja?” tanya Donghae. Pertanyaan yang sudah ada dalam dugaan Yesung.

“aku ada di depanmu.” Jawab Yesung santai.

“ish aku tak bercanda!” seru Donghae merasa kesal.

“kau marah?” tanya Yesung kemudian.

“tentu saja!! aku sangat marah!! Kau menyebalkan tahu!!” teriak Donghae. Namun Yesung sangat yakin itu bukanlah gambaran yang sebenarnya dari hati seorang Lee Donghae. Yesung sangat mengenal Donghaenya.

“kalau begitu bencilah aku.” lagi-lagi Yesung membuat Donghae bingung.

“cukup hyung!! aku tak bisa. Ayo tinggal bersama lagi. Aku tahu kau tak membenciku.” Yesung mengangguk. “dan kau juga tak pernah berniat meninggalkanku.” Sambung Donghae, kali ini Yesung tak menyetujuinya.

“kalaupun aku tak meninggalkanmu, aku yakin suatu saat kita akan benar-benar berpisah.” Tutur Yesung.

“aku tak mau!!” seru Donghae.

“kau harus bisa membenciku bila tak ingin menyesal nantinya.” Ucap Yesung lagi.

“tak akan!!” teriak Donghae sambil menutup telinganya.

“kau akan membenciku. Akan..” Yesung menatap Donghae dalam, “pulanglah, mungkin Teuki hyung menunggumu dirumah.” Lanjutnya sambil berlalu hendak meninggalkan Donghae, namun tangan Donghae mencegahnya.

“berikan alasannya… berikan alasan kenapa aku harus membencimu!!” tanya Donghae bergetar bersamaan dengan amarah yang kini tengah meraja dihatinya.

*

*

*

Donghae mengekor Yesung dibelakangnya sementara Yesung terus saja berjalan tanpa menghiraukan Donghae. Merasa tak nyaman Yesung menghentikan langkahnya.

“cukup Hae. Pulang!” perintah Yesung tanpa melirik Donghae dibelakangnya. Ia kembali melanjutkan langkahnya. Namun baru beberapa langkah lagi-lagi ia menghentikan langkahnya, dan kali ini berbalik, menatap Donghae yang terus mengikutinya dari belakang.

“jangan ikuti aku, kumohon..” Ucapnya kini lebih lembut. Donghae terdiam dan mengangkat bahunya tanda tak mempedulikan Yesung. Ia tetap mengikuti Yesung saat yesung kembali berjalan. Tiba-tiba seseorang melewati langkah Donghae. Donghae tak peduli, tentu saja. dia tak penting. Tapi sesaat kemudian, seseorang tak dikenal itu menjadi perhatian mata Donghae setelah tanpa sepengetahuan Yesung orang tersebut mencuri dompet dari dalam tas Yesung.

“Ya.. pencuri!!” sontak Donghae berteriak.

“hyung dia mencuri dompetmu!!” ujar Donghae lagi sambil mengajak Yesung mengejar pencuri tersebut. Mereka berdua berlari secepat mungkin.

“berhenti!!” teriak Yesung. Ia berlari mendahului Donghae. Dia terus mengejar, sedangkan Donghae berada di belakangnya. Hingga tiba-tiba teriakan Donghae menyadarkan Yesung akan bahaya yang ada di depan matanya,

“Hyung AWAS!!” teriak Donghae saat sebuah mobil menghampiri Yesung. Benar.. kini Yesung tepat ada di tengah jalan. Dan

 

Ckiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt….

 

Yesung memejamkan matanya. Merasa kaget dan tak bisa menggerakkan kakinya. Suara decitan rem dari mobil di depannya sangat keras terdengar, tak kalah oleh teriakan Donghae. Tapi setelah beberapa detik berlalu, Yesung tak merasakan sakit apapun. Ia membuka matanya saat seseorang meneriakinya, “ya!! Kau mau mati hah?!!” sopir si mobil ternyata. Yesung bernafas lega, karena ia masih bisa selamat meski dompetnya sudah dibawa jauh oleh sang pencuri. Ia membungkuk tanda meminta maaf. Ia melirik Donghae sekarang dan mencoba tersenyum mengisyaratkan bahwa dirinya baik-baik saja. namun ia tertegun melihat Donghae. Dongsaengnya itu bernafas keras sambil terus menatapnya, agak lama hingga Donghae menyentuh dadanya sambil terus mencoba bernafas cepat. Yesung menangkap sesuatu yang tak beres pada dongsaengnya. Ia menghampiri Donghae. Namun sebelum ia dapat meraih Donghae, Donghae sudah jatuh tak sadarkan diri.

“YA..!!”

*

*

*

Leeteuk meremas kertas di tangannya. Ia mengacak rambutnya frustasi saat mengingat perkataan Dokter yang memeriksa donghae dua hari yang lalu, tepatnya saat akan menjemput Donghae pulang.

“ini hasil tes Dongsaeng anda. Namun biar saya jelaskan sedikit agar anda tidak bingung.”

“…..”

“Ada sedikit kelainan pada jantungnya. Tak apa.. ia akan baik-baik saja selama anda mengawasi perkembangannya. Jangan biarkan dia tertekan, jangan biarkan dia kelelahan, jaga makanannya dan kalau bisa, anda harus membawanya kesini minimal satu bulan sekali. Saya yakin dia anak yang kuat.”

“ini tidak mungkin. Dia baik-baik saja kemarin. Sungguh dokter..”

“ya.. hal ini biasa terjadi. Apa salah satu orang tua anda punya penyakit seperti ini sebelumnya?”

“Eomma..” Leeteuk menghelas nafas sambil memandangi poto ibunya. Benar.. ibunya meninggal karena penyakit jantung. Dan kini terjadi pada Donghae? Satu-satunya anggota keluarganya yang tersisa. Leeteuk menangis dalam diam…

*

*

*

Leeteuk tergesa-gesa menuju rumah sakit saat tahu apa yang terjadi pada Donghae hari ini. Dan yang membuatnya terkejut adalah Yesunglah yang memberitahu bahwa Donghae masuk rumah sakit.

 

 

Leeteuk tak dapat menyembunyikan wajah cemasnya meski di depan Yesung saat melihat Donghae terbaring lemah. Bahkan sekarang harus menggunakan masker oksigen.

“hyung..” sapa Yesung. Wajahnya bahkan lebih kusut dari Leeteuk.

“kita bicara di luar.” pinta Leeteuk dingin, dan Yesung patuh.

 

 

 

“hyung, bisa kau jelaskan Donghae sakit apa?” tanya Yesung mendahului membuat Leeteuk berdecak, tanda ia kesal pada seseorang yang ada di depannya saat ini.

“seharusnya aku yang bertanya. Apa yang terjadi hari ini? Dan.. kenapa kau ada bersamanya? Bukankah kau bilang padaku kalau kau tak ingin menemui kami lagi?” tanya Leeteuk ketus. Yesung diam.

“aku tak menyalahkanmu atas apa yang menimpanya sekarang. Tapi kumohon.. kumohon jangan sakiti dia Sungie. Jangan biarkan dia sakit lebih dari ini. Bila kau ingin kembali maka kembalilah. Bila tidak, maka jangan pernah mendekati kami lagi. Jangan buat kami bingung. Aku tahu selama ini kau terus mengawasi Donghae dari kejauhan. Lantas kenapa kau tidak benar-benar pergi saja?” ucap Leeteuk panjang lebar. Dan Yesung kembali terdiam.

“sekarang bila ku tanya.. apa kau akan terus disini?”

“tidak.”

“kalau begitu pergilah dari kehidupan Donghae! Jangan terus membayanginya.”

“ahh.. aku tak tahu hyung.”

“aku sudah tahu ini jawabanmu. Sekarang pergilah. Donghae tak membutuhkanmu.” Ujar Leeteuk dingin. Yesung hanya diam saat Leeteuk masuk ke dalam ruang rawat Donghae. Ia menunduk dan setetes air mata jatuh menetes di pipinya…

*

*

*

Donghae membuka matanya dan mendapati Leeteuk berada di sampingnya. Memandangnya sambil tersenyum.

“annyeong..” sapa Leeteuk pelan. Donghae mengerjapkan matanya. Ia kesulitan bicara karena masker oksigennya.

“tak apa. Semua baik-baik saja. Beristirahatlah. Hyung akan menjagamu, ne?” dan Donghae kembali menutup matanya. Ia terlihat sangat kelelahan. Leeteuk menggenggam tangannya.

 

 

Beberapa jam kemudian Donghae sudah membaik. “hyung.. jawab aku.” Tanya Donghae sedikit tak sabar karena Leeteuk tak juga tak menjawab pertanyaan yang dari tadi ia lontarkan.

“apa Hae? Aku tak tahu.” Jawab Leeteuk mencoba mengelak.

“aku sangat ingat kemarin aku bertemu Yesung hyung.” ungkap Donghae.

“aku tak tahu. Saat aku kesini aku tak menemukannya.” Jawab Leeteuk sekenanya.

“kau bohong!!”

“sungguh..” Leeteuk mencoba meyakinkan Donghae bahwa dirinya tak pernah bertemu Yesung. Dan sesudahnya Donghae mengerucutkan bibirnya. Leeteuk tersenyum miris, dan mengucapkan kata maaf berulang-ulang dalam hatinya.

*

*

*

Donghae menatap layar TV dengan bosan. Dulu ia pernah dirawat beberapa hari di tempat yang sama. Ia sungguh sangat tak betah. Sekarang bahkan sudah lebih dari seminggu ia dirawat. Bedanya kali ini ia tak berontak. Ia sangat sadar akan kondisinya. Leeteuk sudah menjelaskan padanya dengan sangat jelas.

 

“kau harus berjanji akan selalu menuruti hyung. ini demi kebaikanmu. Dan satu hal.. kau harus kuat demi aku ataupun Yesungmu.”

 

Perlahan Donghae menyentuh dadanya. Ia menutup matanya sambil merasakan detak jantungnya. “kapan jantung ini berhenti berdetak.” Ucapnya sambil tersenyum tapi menyiratkan rasa sakit.

 

Tiba-tiba seseorang datang, membuat Donghae melonjak kegirangan.

“hyung..kau datang.” Sambut Donghae membuatnya tersenyum.

“kemana saja? aku tahu kau pasti akan datang.” Ujar Donghae lagi.

“ya. Aku datang Hae. Apa sekarang sudah baikan?” tanyannya mendekati Donghae. Donghae mengangguk.

“pembohong!! Aku sudah tahu kau sakit. Teuki hyung kemana?”

“hari ini dia bilang akan terlambat kemari. Lembur di kantornya mungkin.” Jawab Donghae. Dan mereka berdua kembali terdiam, merasa sedikit canggung. Tiba-tiba Yesung memulai pembicaraan, “waktu itu, aku minta maaf.” Katanya mulai menggenggam tangan Donghae. Donghae tersenyum. “tak apa. Aku akan baik-baik saja selama kau di dekatku.” Ujar Donghae membuat Yesung sedikit kikuk.

“kau tak akan pergi lagi kan hyung?”

“…..”

“hyung..” Yesung tak menjawab, donghae mulai murung.

“sebaiknya kau beristirahat.” Elak yesung.

*

*

*

Leeteuk kehilangan moodnya saat datang menemui Donghae dan menemukan Yesung disana. Untunglah Donghae sedang tertidur. Ia menarik paksa Yesung untuk keluar.

“kenapa kau menemuinya lagi?!!” tanya Leeteuk perlahan namun penuh dengan penekanan.

“aku mencemaskannya.” Jawab Yesung ragu.

“mwo?!! Tidakkah kau mengerti Sungie?” tanya Leeteuk semakin emosi.

“untuk apa kau kembali bila akan meninggalkannya lagi? Kau brengsek!” Leeteuk mulai lepas kendali.

“aku.. menyayanginya hyung. aku mencemaskannya. Aku tahu aku salah.” Racau Yesung.

“aku benar-benar tak mengerti..” tutur Leeteuk

“kau akan mengerti nanti.”

“kapan? Aku tak mengerti bila kau tidak menjelaskan. Jelaskan Sungie!! Jelaskan!!” teriak leeteuk akhirnya meluapkan semua amarahnya.

“aku memang tak pantas berada di samping kalian hyung. itu saja.” jawab Yesung akhirnya.

“siapa yang bilang seperti itu huh?”

“tak ada siapapun. Tapi keadaan.” Jawab Yesung.

“kau terlalu berbelit Sungie.”

“tentu saja. karena aku…” jawab Yesung tergantung.

“aku..” ucap Yesung kembali tertahan. Leeteuk mulai tak sabar.

“AKU APA?!!”

To Be Co…

 

 

 

3 thoughts on “Be Happy, Please? [part 3]

  1. baru sj baca part1 stlah part ini.daebak thor! sy mrasakan btul btapa takutny hae dtinggal yesung,dn air mata ni lgsg mrebak,mmbanjir…lanjut thor!

  2. Daebak…..
    Sngguh mengharukan ternya Donghae tdk dpt jauh dri Yesung dan yesung pun sma tdk dapat jauh dri Donghae….
    Tp mngpa Yesung tdk tinggal bersma Leetuk dan Donghae saja??
    Lanjuttttttttt critanya…..
    Fighting
    \(^_^)/

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s