{JungMi’s Day} Nae Ori is Sick

YoungMi’s House,

“Eolmana eolmana deo, neoreul.. Ireoke barama bomyeo honja..”

YoungMi melirik iPhone putihnya yang bergetar, ada satu pesan masuk dari Inyoung.

 

From: Nae Onnie ^^

Mi-ah, bisakah kau kesini?

 

YoungMi mengernyit, ada apa? Kemarin dia baru saja bermain ke rumah calon kakak iparnya itu, masa Onnie-nya itu sudah kangen lagi?

 

To: Nae Onnie ^^

Wae? Kau merindukanku, Onnie? Aigoo~ Onnie, aku baru saja ke rumahmu kemarin!

 

From: Nae Onnie ^^

Aish~ Anni! Jungsoo sakit. Namjachingumu itu terlalu workaholic, marahi dia! Sudah tua juga, masih saja sok kuat. Dasar laki-laki!

 

To: Nae Onnie ^^

Mwo? Sakit lagi? Kau bercanda kan, Onnie? Bagaimana keadaannya Onnie? Aku akan segera kesana!

 

Tanpa menunggu balasan, YoungMi beranjak keluar dari kamarnya, mengambil sandal jepit miliknya dan pergi ke rumah Leeteuk yang tidak jauh dari rumahnya. Lebih tepatnya, mereka satu kompleks. Dia hanya perlu berjalan kaki dan melewati beberapa rumah dan.. jajjjaaann~ sampailah dia di rumah namja itu.

YoungMi langsung membuka gerbang cokelat yang kini sudah ada di hadapannya. Rumah itu sudah tidak asing lagi baginya sejak 23 tahun yang lalu. Ya, dia dan Leeteuk adalah teman kecil yang entah kenapa malah saling mencintai dan menjadi sepasang kekasih 3 tahun yang lalu. Dia tidak tahu, dia tidak pernah tahu kenapa ia mencintai sahabat kecilnya sendiri.

“Annyeong, Eomma!” Seorang wanita paruh baya menoleh ketika mendengar suara ceria seorang perempuan. Tentu saja itu YoungMi. Sebuah senyuman terbit di wajah wanita itu.

“Ne~ annyeong. Kau mencari Jungsoo, kan?” tanyanya. YoungMi mengangguk dan langsung bergegas ke atas tanpa permisi. Bukannya tidak sopan, tapi dia sudah terlalu akrab dengan keluarga Leeteuk. Jinye Immo dan Seongmul Samchon yang adalah orang tua Leeteuk sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri sejak kecil. Jadi dia tidak perlu sungkan-sungkan masuk ke rumah mereka.

 

CKLEK!

 

YoungMi melongok ke dalam dan mendapati Inyoung sedang merecoki Leeteuk dengan bubur. YoungMi tersenyum, mengingat kebiasaan Leeteuk yang memang manja jika sedang sakit. Ah, dia jadi punya ide. YoungMi kembali, mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar namja itu. Inyoung dan Leeteuk tidak melihatnya karena mereka duduk menghadap ke arah yang berbeda.

“Eomma, Jungsoo sudah tidak makan berapa hari?” Tanyanya setelah ia turun.

Jinye Eomma tertawa, “Ya~ Kau kira Jungsoo itu apa, hah? Tentu saja dia makan setiap hari. Onniemu sampai frustasi memaksanya. Kau kemana saja 2 hari belakangan ini? Eomma ke rumahmu, tapi tidak melihatmu.” YoungMi memamerkan senyum tiga jarinya, sama seperti kebiasaan saudara kembarnya. *anggep aja kyu ama Mi itu mirip!!! Author maksa!)

“Hehe.. mianhae, Eomma. Aku sibuk, jadi tidak sempat pulang ke rumah. Mungkin kalau Inyoung Onnie tidak memberitahuku bahwa Jungsoo sakit, aku tidak akan pernah tahu.” Ya, Jungsoo benci harus merepotkan YoungMi. Dia tidak ingin YoungMi khawatir dan cemas, dia ingin gadis itu menjalani hari-harinya dengan semangat tanpa harus memikirkan keadaannya.

“Eung? Kau tidak jadi ke atas? Kenapa kau turun lagi?”

“Ah, anni. Tadi aku lihat Jungsoo tidak mau makan, jadi aku ingin membuatkannya Bulgogi.”

“Hah? Andwae, andwae. Nanti dia tambah sakit lagi!” Jinye Eomma melarang YoungMi yang baru saja ingin mengambil daging di kulkas.

“Tapi kalau dia tidak makan apa-apa, dia tambah sakit, Eomma. Biasanya Appa membebaskanku untuk makan apa saja agar cepat sehat. Bubur itu tidak enak, Eomma! Jebaall~ biarkan dia makan Bulgogi. Ne, ne?” YoungMi memasang wajah imut yang mau tak mau membuat Jinye Eomma mengelus kepala gadis itu. Seorang gadis yang sudah 3 tahun belakangan ini setia mendampingi putranya.

“Hmm.. bagaimana, ya?”

“Ahh.. ayolah, eomma. Kasihan dia tidak makan..” Ujar YoungMi.

Jinye Eomma tertawa, “Ne, ne.. sudah sana.” YoungMi langsung bersemangat dan kembali mengambil daging yang tadi sudah dimasukkan kembali ke kulkas. Jinye hanya menatap YoungMi, sebuah senyuman terbit di wajahnya yang masih anggun. Gadis di hadapannya ini adalah gadis yang tepat. Sejak awal dia tahu bahwa putranya lambat laun akan jatuh cinta pada gadis itu. Dia tahu dan akan selalu tahu.

 

“Kenapa aku bisa mencintainya? Aku tidak tahu. Yang aku tahu adalah, meski aku berjuang keras untuk tidak memikirkannya di sela-sela pekerjaanku, aku tidak akan berjuang untuk melupakannya. Aku mencintai YoungMi karena dia adalah Cho YoungMi. Aku mencintai YoungMi karena dia adalah Youngie-ku. Cinta itu seperti kompas. Selalu menemukan jalan yang benar. Kemanapun kita melangkah, kita akan selalu menemukan arah yang benar. Sama seperti kami Eomma, bagaimanapun kami ingin berpaling, kami akan tetap saling menemukan. Aku bahagia, Eomma. Aku bahagia.”

 

Jinye masih ingat dengan sangat jelas bagaimana ekspresi Leeteuk saat mengatakan hal itu. Matanya berbinar, senyumnya benar-benar tulus, lesung pipinya terbentuk sempurna. Belum pernah dia melihat Leeteuk sebahagia itu. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa anaknya benar-benar serius menjalin hubungan dengan gadis ini, gadis yang tengah meracik Bulgogi di dapurnya.

“Mi-ah, kau mau menginap disini malam ini?” Ujar Jinye Eomma.

Seketika, mata YoungMi melebar. “Jinjjayo? Boleh? Aku tidur dengan siapa?”

Jinye Eomma menatap calon menantunya datar sedatar-datarnya, “Kau ini bagaimana, Mi-ah? Tentu saja dengan Jungsoo. Dengan siapa lagi? Eomma? Andwae, Eomma tidak bisa bermesra-mesraan dengan Appa kalau kau ada. Hahaha.. Oh, atau kau mau tidur dengan Inyoung? Bol―”

“Aniyo! Aku mau tidur dengan Jungsoo. Hehehe.. Geundae, tumben Eomma mengijinkan, biasanya aku dan Jungsoo harus memohon-mohon dulu. Hhh~ Eomma memang yang terbaikkk~!!! Tenang, aku tidak akan berbuat macam-macam!” Ujar YoungMi sambil memeluk Jinye manja. Sedangkan yang dipeluk hanya tertawa kecil.

“Arra, aku ke atas dulu ya, Eomma!” Kata YoungMi sambil mengecup pipi Jinye dengan kilat.

“Haha.. dasar anak kecil.” Jinye geleng-geleng kepala melihat tingkah laku YoungMi yang tak jauh beda dengan Leeteuk. Benar kata orang, semakin lama sebuah pasangan menjalin suatu hubungan, semakin mirip tingkah laku mereka. Astaga, itu benar-benar terjadi.

YoungMi membawa sebuah nampan berisikan Bulgogi dan mangkuk nasi sambil menaikki tangga. Dia tahu, Jungsoo paling suka masakan buatannya. Tak sengaja, matanya melirik ke arah pergelangan tangan kanannya. Disana tergantung sebuah gelang mawar indah pemberian Leeteuk. Mau tak mau, ia tersenyum. Wajahnya tiba-tiba saja memerah, mengingat masa-masa saat mereka baru saja berpacaran. Gelang itu pemberian pertama Leeteuk.

 

CKLEK!

 

Aigoo~ mereka benar-benar tuli, ya? Aku sudah membuka pintu dengan cukup keras tetap saja tidak didengar! Batin YoungMi. Ya, sepasang kakak beradik itu masih saja beradu mulut.

“Noona~ aku sudah bilang, aku tidak ingin makan. Bubur itu benar-benar membuatku muak. Lagipula aku tidak apa-apa. Hanya kelelahan saja. Jeongmal gwenchana.” Ujar Leeteuk.

“Gwenchana mwoya? Kau itu sakit, Jungsoo! Jangan membantah, cepat makan. Aaaa~” Inyoung baru saja akan memasukkan bubur itu ke bibir Jungsoo ketika YoungMi masuk.

“Onnie, biar aku saja yang mengurusnya.”

Mereka terlonjak kaget melihat YoungMi tiba-tiba sudah ada dirumah mereka.

“Omo~ akhirnya kau datang juga! Aku frustasi mengurusnya, Mi-ah! Aku keluar dulu.” Ujar Inyoung setelah meletakkan bubur itu di meja kecil di samping tempat tidur Leeteuk. YoungMi berjalan pelan, kemudian duduk di kasur setelah meletakkan nampan yang dibawanya tadi di meja.

Leeteuk masih menampilkan wajah terkejutnya, “Youngie~ ada apa kau kemari? Bukankah kau sedang sibuk?” Ujar Leeteuk serak.

“Anni. Aku tidak sibuk. Kau kenapa? Mimisan lagi?” Tanya YoungMi sambil meraba kening Leeteuk. Panas, batinnya. Leeteuk menggeleng, menggenggam tangan gadis itu dan meletakkannya di atas pipi kanannya.

YoungMi menatap Leeteuk dengan tatapan pasrah, kapan laki-laki ini akan berhenti membuatnya cemas setengah mati? Kenapa tidak dirinya saja yang sakit? Kenapa harus selalu Leeteuk, Leeteuk, dan Leeteuk?

“Ini yang kau sebut tidak apa-apa? Badanmu panas. Kau harus ke dokter.” YoungMi sekali lagi meraba kening Leeteuk, memastikan bahwa suhu badan laki-laki itu tetap stabil.

“Aku tidak apa-apa, sayang. Hanya kelelahan saja, nanti pasti sembuh.” Ujar Leeteuk menenangkan YoungMi.

“Ne, nanti. Nantinya itu kapan-kapan.” YoungMi menghela nafas melihat sudut bibir Leeteuk tertarik sedikit, “Arra~ tapi kau harus makan sekarang. Aku sudah membuatkan Bulgogi untukmu. Kau mau makan, kan? Ah, ani. Kau harus makan!”

Tiba-tiba saja Leeteuk bangkit dan melihat ke arah nampan yang tadi dibawa YoungMi dengan mata berbinar. “Gomawo, jagi. Aku sangat lapar. Ah, akhirnya aku melihat makanan lagi!” Mendengar perkataan Leeteuk, YoungMi tertawa. Sisi humor namja itu bahkan tidak hilang walaupun dirinya sedang sakit sekalipun. Aneh-aneh saja.

“Memangnya dari kemarin kau melihat apa? Itu bukan makanan namanya?”

“Aaahhh~ Youngie, buburnya tidak enak. Kau kan, tahu sendiri aku benci dengan bubur.”

Beberapa menit kemudian, yang terdengar hanyalah gurauan-gurauan romantis dan suara tawa sepasang kekasih. Leeteuk berkata, “Aku sudah kenyang..”

YoungMi lagi-lagi menghela nafas, “Kau ini benar-benar seperti bayi kalau sakit!” YoungMi mengelus kepala Leeteuk dengan gemas kemudian mengecupnya ringan. Sedangkan Leeteuk hanya terkekeh kecil. Sebenarnya dia tidak tega melihat YoungMi harus sibuk meladeninya di tengah-tengah kesibukannya. Tapi, percuma saja jika Leeteuk melarang YoungMi, gadis itu akan tetap bersikeras untuk merawatnya. Lagipula sudah 3 hari ini mereka tidak bertemu, Leeteuk merindukan keberadaan gadis itu. Leeteuk merindukan aroma gadis itu, merindukan sentuhan gadis itu, merindukan sikap manja gadis itu. 3 hari tidak bertemu rasanya seperti 3 abad.

YoungMi pergi ke dapur dan mencuci piring-piring bekas Leeteuk. Ia mencuci tangannya dan langsung kembali ke kamar Leeteuk dengan cepat. Dilihatnya Leeteuk sedang meringkuk di bawah selimut.

Kenapa dia? Tadi dia tidak sampai seperti itu. Batin Youngmi heran.

“Soo, kau kenapa?” Tanyanya khawatir.

“Youngie~ch-ch-chuwo.. ssshhh..” Leeteuk mengeratkan pelukannya pada selimut putihnya.

“Hah? Kau kenapa, Soo? Gwenchana?” YoungMi panik, ia naik ke atas tempat tidur Leeteuk dan duduk bersila sambil memeriksa keadaan namja itu. Suhu tubuhnya masih tetap panas! Omo~ dia harus bagaimana sekarang? Eung..

“Soo.. mau kupeluk?” Tanya YoungMi, ia merentangkan tangannya lebar-lebar. Leeteuk mendongak dan mengangguk pelan, wajahnya pucat. YoungMi pun langsung berbaring dan menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua. YoungMi menyurukkan Leeteuk ke lehernya, ia bisa merasakan kulit Leeteuk yang panas membara menyentuh kulitnya. YoungMi mengerang, “Omo~ Soo, suhu tubuhmu hampir sama dengan Jacob Black!” Leeteuk tertawa kecil, ia mengeratkan pelukannya pada YoungMi, menghirup nafas di leher yeojanya.

“Youngie, temani aku.” Pinta Leeteuk. Youngmi mengelus punggung Leeteuk sayang. Ya, dia mencintai namja ini. Mencintai namja ini tanpa alasan yang jelas, tanpa alasan yang masuk akal. Yang dia tahu adalah.. namja yang berada di pelukannya ini sudah berhasil membuatnya hidup.

“Arasseo, aku akan menemanimu.. sampai besok.” Ujar YoungMi, membuat Leeteuk mendongak dan menatap YoungMi heran. “Mworago?”

“Aku akan menginap malam ini. Puas?” YoungMi memutar bola matanya, pasti Leeteuk akan kegirangan setelah ini.

“Hah?! Jinjjayo?! Eomma mengijinkan?! Ya, Youngie-ya, kau bercanda?!” Tanya Leeteuk bertubi-tubi. Dia tidak menyangka bahwa Eommanya mengijinkan YoungMi untuk tidur bersamanya karena biasanya, Leeteuklah yang harus memohon-mohon. Ini aneh, tapi biarlah.

“Ne, jinjja. Arra~ cepat tidur.” YoungMi kembali mengusap-usap punggung Leeteuk.

Mereka terdiam lama, YoungMi bahkan mengira Leeteuk sudah terlelap saking lelahnya. Tapi, ternyata dia salah, “Youngie..”

“Hmm?”

“Gomawo.”

“Untuk?”

“Untuk menjadi pendamping hidupku selama 3 tahun ini. Aku tidak akan melepasmu, kecuali kau yang melepasku. Tapi, mianhae, sepertinya itu tidak akan terjadi. Karena dengan menerima cintaku waktu itu, kau sudah menjadi tawananku seumur hidup.” Leeteuk tiba-tiba saja melepaskan pelukan YoungMi dan bertukar posisi, kini Leeteuk menyurukkan kepala YoungMi di dadanya, memenjarakan gadis itu dalam pelukannya.

YoungMi tertawa di dada Leeteuk, “Menurutmu, apakah pilihanku sudah tepat?” Leeteuk mengernyit, tidak mengerti apa yang dibicarakan gadisnya. “Apakah pilihanku untuk menerimamu itu sudah tepat?”

Leeteuk tersenyum, dia mengerti. “Aku tidak tahu apakah itu tepat untukmu atau tidak. Tapi, aku yakin itu tepat untuk diriku sendiri. Jadi, jangan lari dariku, sayang. Arasseo?”

“Ne, arasseo.” YoungMi tersenyum kecil. Kapan laki-laki ini akan berhenti membuatnya bahagia? Ia berharap, tidak akan pernah. Mereka memang ditakdirkan untuk bersama-sama. Sedetik, semenit, sejam, sehari, seminggu, sebulan, setahun, sedekade, seabad, bahkan selama-lamanya.

***

            Sinar matahari menembus gorden kamar Leeteuk, membuat sepasang kekasih itu menggeliat di tidurnya. “Soo.. pagi.”

Leeteuk yang sudah bangun menjawab, “Hmm.. pagi.”

“Kau sudah sembuh?” Tanya YoungMi, mengecek suhu tubuh Leeteuk. Kulit laki-laki itu memang tidak panas di kulitnya, tapi YoungMi tetap saja mengeceknya untuk memastikan bahwa Leeteuk benar-benar sembuh.

“Ne, sudah.” Jawab Leeteuk pelan. Leeteuk merapikan anak rambut YoungMi yang berantakan. “Neomu yeppeo.”

“Haha.. kenapa sekarang kau pintar menggombal, Park Jungsoo?” Tanya YoungMi sambil tertawa. “Dasar Soobo..”

“Anniii~ neon jeongmal yeppeo-yo. Geottjimal aniya. Kau benar-benar cantik ketika bangun tidur.” Leeteuk mencium rambut YoungMi lembut, “Rambutmu benar-benar wangi setelah bangun tidur.”

“Jinjja? Hehehe..” YoungMi terkikik geli.

Leeteuk melirik ke arah jam yang tergantung di dindingnya, “Ya~ ini sudah jam 9, sayang. Bukankah kau ada rehearsal jam 11 nanti?” Kata Leeteuk, membuat YoungMi ikut-ikutan melihat jam.

“Mmm.. arasseo. Aku rindu padamuuu~ Tapi, aku harus pulang. Hhhh..” YoungMi mengeratkan pelukannya pada Leeteuk, menghirup aroma laki-laki itu sebanyak mungkin.

“Hahaha.. bogoshipo. Tidak bertemu 3 hari membuatku hampir mati, eo?” Leeteuk mencium kening YoungMi lama, menempelkan bibirnya disana.

“Aku tahu.” Kata YoungMi berbisik sambil mengecup leher Leeteuk. Leeteuk menggeliat pelan.

Laki-laki itu mendesis, “Cho YoungMi, jangan menggodaku.” YoungMi terkekeh pelan mendengar ucapan Leeteuk.

“Lalu kau mau aku bagaimana?” Tanya YoungMi, berniat mengerjai Leeteuk.

“Begini..” Tepat sedetik setelah Leeteuk berbicara, YoungMi merasakan tengkuknya diraih oleh sebuah tangan hangat dan menariknya mendekat. Ia merasakan sesuatu yang basah menyapu permukaan bibirnya dengan perlahan. YoungMi membalas ciuman Leeteuk sama pelannya. Rasanya begitu memabukkan, terselip kerinduan yang sangat besar disana. Bahkan orang yang melihatnya pun dapat merasakan cinta yang sangat besar diantara mereka berdua.

YoungMi membiarkan Leeteuk melanjutkan eksplorasinya di bibir YoungMi. Lidah Leeteuk menjelajahi rongga mulut YoungMi dengan sangat lihai, mengecap rasa gadisnya. Sekitar beberapa menit kemudian, saat paru-paru mereka mulai berontak meminta oksigen, barulah Leeteuk mengakhiri ciuman itu. Nafas mereka tersenggal-senggal.

Tiba-tiba saja wajah YoungMi memerah. Selalu saja seperti ini! Rutuknya dalam hati. Entah kenapa, setiap kali Leeteuk menciumnya, wajahnya memerah menahan malu. Apa yang terjadi pada dirinya, ia tidak tahu apapun. Padahal mereka sudah 3 tahun bersama, dan berapa kali mereka berciuman tidak bisa dihitung dengan jari. Tapi, YoungMi tetap saja malu-malu pada Leeteuk.

“Omo~ Youngie, kau itu kenapa, sih? Ini bukan ciuman pertama kita, tapi kenapa kau selalu memerah begitu? Aigoo~ kyeopta!” Leeteuk merengkuh pipi YoungMi dan memberikan ciuman kilat di bibir mungil gadis itu.

“Aishh~ sudahlah, Soo. Jangan menggodaku lagi!” Kata YoungMi sembari memukul lengan Leeteuk pelan. Ia menelungkupkan badannya dan menolak memandang Leeteuk karena ia tahu, wajahnya akan semakin panas jika ia terus menerus menatap laki-laki itu.

“Eiyy, kau kenapa, Youngie? Hahahahaha..” Ujar Leeteuk semakin gencar menjahili YoungMi.

“Ya~ diam kau, Park Jungsoo!”

“Aish~ kau semakin cantik kalau marah!” Leeteuk tertawa terbahak-bahak.

“Aaahh, Soobo jelek!”

“Eiiyy.. Youngiee~”

“Shikkeuro!”

5 thoughts on “{JungMi’s Day} Nae Ori is Sick

  1. waa.. youngie unnie, saudara kembar ny kyuppa yaa.. syang kyuppa ga bisa muncul.. hehe couple ini mesra terus iih. wkwk jd iri ><

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s