Be Happy, Please? [part 2]

By Sugih Miinah Hartika

Main Cast: Donghae, yesung and leeteuk

Other cast

Genre: Brothership

.

.

.

 

NEXT >>>>>>>>

 

Hingga detik ini, Donghae masih saja menangis. Menangisi sesuatu yang hilang dari hidupnya. Menangisi sesuatu yang kini tak nampak lagi di pandangan matanya.  Semua terasa begitu cepat. Tak terasa meski sudah berganti hari, bahkan bulan Donghae masih saja selalu mengingatnya.

Bulir-bulir air mata mulai turun dari matanya, bahkan saat ini Donghae menangis dalam tidurnya. Leeteuk mendesah hawatir sambil memandangi Donghae yang bergerak gelisah di kasurnya. Perlahan Leeteuk mengusap kening Donghae, membuatnya membuka matanya perlahan.

“hyung..” ucap Donghae parau.

“kau bermimpi buruk lagi, hmm?” tanya Leeteuk. Donghae mengangguk kecil. “ingin kutemani tidur lagi? Ini masih dini hari.” tanya Leeteuk lagi, dan Donghae kembali mengangguk kecil.

Leeteuk POV

Seperti biasa, inilah rutinitasku, menemaninya tidur. sejak dua bulan yang lalu, ia memutuskan tinggal bersamaku, yang sebenarnya adalah hyung kandungnya sendiri. Namun sepertinya ia tak nyaman tinggal denganku dan selalu bermimpi buruk, mungkin ia memimpikan Yesung. Bagaimanapun, selama 15 tahun terakhir ia tinggal bersama Yesung, tak mudah melepas status Yesung sebagai hyung di hatinya. Itu wajar saja.

*Flashback

“baiklah bila itu yang kau mau. Katakan… katakan kemana aku harus pergi? Ke tempat hyung ku? Siapa? SIAPA HYUNGKU?!!!” kudengar teriakan Donghae di balik pintu.

“kau memang harus tahu.” Ucap Yesung, “Leeteuk hyung itu hyung kandungmu.” Lanjutnya membuatku sedikit terkejut. Sejak kapan dia tahu kalau aku ini adalah hyung kandung Donghae? Aku selalu mencoba merahasiakannya sendiri. Dan berniat akan segera pergi meninggalkan mereka, karena kurasa Donghae sudah hidup bahagia bersama Yesung. “huh? Kau bercanda hyung?” ucap Donghae. Aku mulai gelisah, takut bila Donghae akan membenciku setelah ini.

“arti hyung bagiku adalah seseorang yang selalu menemaniku setiap saat. Dan itu adalah dirimu!! Aku tak punya hyung yang lain!!” teriak Donghae lagi.

“Donghae, dia hyungmu!!” ucap Yesung tegas.

“anii!!” jerit Donghae.

“Dia. Hyung. Mu. Donghae ya!! Kau harus kembali padanya.”

“apa.. apa kau benar-benar tak menginginkanku tinggal disini lagi?” tanya Donghae sedikit pelan.

“ya.” Ucap Yesung singkat. Dan yang selanjutnya terdengar adalah isakan Donghae. Aku segera masuk dan menghampiri  mereka berdua.

“Teuki hyung..” sapa yesung agak terkejut.

“maaf aku mendengar semuanya. Sejak kapan kau tahu itu Sungie?” tanyaku langsung.

“jadi itu benar kan?.” jawabnya santai, membuat lidahku kelu, Donghae memang adikku.

“kau tak perlu memaksanya tinggal denganku Sungie. Dia tak akan mau.” Kataku sambil beralih menatap Donghae, “kau boleh membenciku Hae.” Lanjutku.

“anii..” ucapnya langsung. “aku tak membencimu.” Katanya sambil mengusap matanya yang basah. “sebentar aku bereskan barang-barangku dulu. Aku ikut pulang denganmu hari ini juga.” Ucapnya sambil berlalu menuju kamarnya. Aku dan Yesung saling bertukar pandang.

“jaga dia untukku hyung.” ucap Yesung sambil tersenyum tulus.

*End of Flashback

Memang benar Donghae ikut denganku. Tapi hatinya tak pernah. Meskipun dia tak pernah menunjukkan sikap buruk padaku, dan selalu bersikap seperti biasanya, tapi dia akan selalu menangis dalam tidurnya. Dan terkadang menyebut nama Yesung di sela tidurnya. Ini membuatku sedikit frustasi.

Normal POV

Pagi hari tiba. Donghae sedang memakan sarapannya bersama Leeteuk.

“jangan terburu-buru, ini belum siang Hae. Habiskan sarapanmu dengan benar.” Ucap Leeteuk tersenyum melihat makan Donghae yang sedikit terburu-buru. Bahkan selai di rotinya menetes pada seragam sekolahnya.

“aigoo~ kau ceroboh.” Tegur Leeteuk memberi tissue pada Donghae. Donghae hanya memamerkan deretan giginya tanpa wajah berdosa.

“hyung, aku tak usah dijemput ya hari ini?” pinta Donghae disela makannya.

“selesaikan dulu sarapanmu baru bicara.” Jawab Leeteuk. Donghae segera menelan makanan dimulutnya dan kembali berbicara, “boleh ya hyung?” tanyanya lagi sedikit merengek.

“memangnya kenapa?” tanya Leeteuk akhirnya.

“tak apa. Aku hanya tak ingin selalu merepotkanmu.” Ucap Donghae.

“sampai kapan kau mau bersikap segan padaku, hmm? Aku hyungmu.” Ucap Leeteuk. Senyumnya hilang seketika membuat Donghae sedikit kikuk.

“itu.. bukan begitu hyung. sebenarnya…”

“kau ingin menemui Yesung?” tanya Leeteuk. Tepat sekali. Memang benar hari ini Donghae berencana menemui Yesung. Ia benar-benar merindukan hyungnya itu.

“sebenarnya.. aku memang ingin menemuinya.” Ucap Donghae menunduk.

“aku tak akan marah. Kenapa kau tak bilang saja? aku bukan pacarmu yang akan marah karena kau akan bertemu dengan pacarmu yang lain. Kau boleh masih menganggap Yesung sebagai hyungmu. Sungguh. Itu tak jadi masalah. Hanya saja, bisakah kau juga mulai menganggapku sebagai hyungmu?” tutur Leeteuk.

“aku akan berusaha.” Jawab Donghae singkat dan sedikit pelan. Leeteuk mendesah kecewa.

“ya. Aku juga tak bisa memaksamu.”

Donghae benar-benar meminta pulang sendiri. Leeteuk mengijinkannya, ia juga tahu Donghae akan pergi menemui Yesung ke apartemennya. Dia sudah bilang itu bukan masalah kan?!

“benarkah apartemen ini sudah benar-benar kosong?” tanya Donghae pada seseorang yang dulunya juga tetangganya.

“ya. Yesung sudah pindah sejak dua bulan yang lalu.”

Donghae menunduk lesu. ‘kau benar-benar membuangku hyung,’ ucapnya sambil berlalu. dia benar-benar lelah dengan semuanya. Hidupnya baik-baik saja bila Yesung ada di dekatnya. Sekarang Yesung tak ada. Bagaimana bisa ia menjalani hidupnya? Hyung tersayangnya telah membuangnya. Setidaknya itu yang ia pikirkan.

Donghae sampai dirumahnya dengan keadaan kusut. Leeteuk menyapanya sedikit hawatir. Tatapan Donghae begitu kosong.

“kau sangat terlambat.” Sapa Leeteuk mencoba menyapa Donghae. Donghae meliriknya, menatap Leeteuk dan tersenyum kecil. “mianhae.” Ucapnya pelan sambil berlalu.

Leeteuk menarik tas Donghae, “katakan sesuatu baru masuk kamar.”

“aku lelah hyung, bisakah nanti saja?” tutur Donghae.

“kau pikir hanya kau yang merindukan Yesung? Aku juga. Ceritakan padaku.”
tanya Leeteuk.

“cerita apa? Bahkan aku tak bertemu dengannya.” Jawab Donghae tambah murung. Leeteuk mengerti tentang Yesung yang benar-benar akan pergi dari kehidupan Donghae meski tak tahu alasannya apa.

“dia benar-benar tak ingin bertemu denganku lagi. Hyung yang jahat. Aku benci padanya. Bahkan aku tak tahu alasan kenapa dia pergi. Bodoh..” racau Donghae. Leeteuk memeluknya.

“sudahlah.. jangan menangis, ne? Hyung akan mencarinya nanti.” Ucap Leeteuk mencoba menenangkan.

“tak usah. Aku tak ingin bertemu dengannya lagi.” Leeteuk tertegun.

Leeteuk POV

Yesung benar-benar hilang. Aku sudah mencarinya kemana-mana, tapi dia benar-benar seakan hilang dari permukaan bumi *lebay*. ‘kau dimana Sungie? Donghae membutuhkanmu.’

Sejak tahu Yesung pergi dari apartementnya, Donghae sering jatuh sakit. ‘Sebegitu berartinyakah Yesung bagimu Hae?’

Sekarang aku sedang dalam perjalanan pulang, dari tadi pagi aku mencoba mencari Yesung tapi hasilnya nihil. Kulajukan mobilku agak cepat. Donghae sendiri dirumah. Namun tiba-tiba bunyi klakson memekakan telingaku. Dan sorot lampu begitu menyilaukan datang mendekat, dan… Brakkkk…

 

Donghae POV

Kenapa Teuki hyung belum pulang. Ini sudah sangat malam. Kubuka pintu kamarku dan bermaksud pergi menuju ruang tamu karena telfon berdering. Namun apalah daya, tubuhku lemas sekali. Aku kan sedang sakit! Ku langkahkan kakiku perlahan. Tega sekali Teuki hyung pulang sampai selarut ini. Ugh.. dan perasaanku sedikit tidak enak.

Setelah sedikit bersusah payah, akhirnya aku berhasil menggapai telfon yang tak hentinya berbunyi itu. “yoboseyo… ne.. saya adiknya. MWORAGO?!!”

‘Teuki hyung kecelakaan? Oh Tuhan!! Tidak. Jangan lagi kau ambil seseorang yang berharga dalam hidupku!!’

Bergegas kutuju rumah sakit. Sesampainya disana aku bertemu Teuki hyung dengan  tangan diperban. Benarkah itu dia? Dia baik-baik saja? syukurlah….

“Hae..” sapanya langsung menghampiriku. “kenapa kau kesini? Kau sedang sakit!” ucapnya. Sebenarnya siapa yang sakit sekarang. Dia itu bodoh..

Aku tak dapat berkata apapun. Jujur saja, sekarang aku masih sedikit shock. Jantungku masih berdetak sangat cepat. Mengerti dengan keadaanku, ia langsung memelukku.

“gwaenchana,,hyung tak apa. Jangan menangis.” Ucapnya membuatku malah lebih terisak.

“aku hawatir. Hyung bodoh..” ucapku susah payah.

“nae.. hyung memang bodoh.” Jawabnya. Benar-benar dia ini.

“kau bahkan tak memakai jaket. Ingin sakitmu tambah parah, huh?” tanyanya setelah melepas pelukannya.

“aku tak ingat apapun saat tahu kau kecelakaan dan langsung kesini.” Jawabku perlahan sambil menutup mataku, pandanganku mulai terasa berputar-putar. Kurasakan tangan teuki hyung menyentuh keningku, “gwaenchana?” tanyanya. Aku mencoba mengangguk dan membuka mataku, namun semua terasa semakin berputar-putar.

“hyung..” panggilku dan semua berubah menjadi gelap…

Normal POV

“Ya..ya.. Lee Donghae!!” Leeteuk memekik saat tubuh Donghae oleng dan ambruk didepannya. Ia menahan Donghae dengan satu tangannya dan berteriak meminta bantuan. ‘untung masih di rumah sakit.’ Ucapnya dalam hati.

Akhirnya Donghae dirawat. Sudah 5 hari ini memang Donghae demam. Namun Leeteuk tak berhasil membujuknya untuk dirawat dirumah sakit. Karena itulah ia sangat-sangat ingin menemui Yesung. Hanya Yesung yang dapat membujuknya.

Leeteuk mengusap kening adiknya penuh sayang. Wajah Donghae membuat hatinya mencelos. Begitu pucatnya..

“ternyata kecelakaanku ini ada untungnya juga.” Ujarnya sambil melihat tangannya yang diperban.

“kenapa kau bicara begitu?” jawab seseorang tiba-tiba. Donghae. Dia sudah bangun rupanya.

“eh? Kau bangun?” tanyanya tersenyum.

“kenapa kau bilang begitu?” tanya Donghae lagi sedikit menuntut.

“karena akhirnya kau mau dirawat juga.” Jawab Leeteuk terkekeh.

“itu tidak lucu!! Kau tak tahu betapa hawatirnya aku hyung!!” jawab Donghae sedikit emosi. Tapi Leeteuk menanggapinya dengan senyum tulus atau terharu mungkin? Karena baru merasa mendapat perhatian dari dongsaengnya setelah sekian lama.

“kau hawatir?” tanyanya.

“tentu saja!!” teriak Donghae lagi.

“aku senang.”

“…”

“aku merasa punya dongsaeng sekarang.” Ujar Leeteuk sambil memeluk Donghae. Donghae tak dapat berkata apapun lagi. Ia merasa bersalah. Tentu saja.

“hyung, siapa yang bilang mau dirawat? Aku mau pulang.” Rengek Donghae.

“tidak. Dokter belum mengijinkan.” Jawab Leeteuk.

“ish. Aku tak mau dirawat. Aku tak mau diinfus. Lihat!! Tanganku pegal!!” jerit Donghae.

“ya!! Jangan ditarik. Nanti berdarah!!” Leeteuk panik melihat Donghae meronta ingin pulang.

“aku mau pulang!!”

“baiklah.. kita tunggu besok okay?”

“ugh.. hyung menyebalkan.” Ucap Donghae akhirnya menurut. Leeteuk tersenyum. Setidaknya Donghae lebih baik sekarang..

To Be Co…

 

 

3 thoughts on “Be Happy, Please? [part 2]

  1. Hyyaaaa .. !!!
    apa yg trjdi kpda Seungie .. ?? Smpai bgtu tga mmbuat Hae skit mmkirkan dia ..

    Kra* Seungie kmna ya, apkah dya mrndukan Hae jga sma sprti Hae yg mrndukan dya .. Lalu apkah Seungie msh bsa brsma Hae slama.a wlaupun bkan Hyung kndung.a ?? #plak, bhsa.a kya author aja #author uda ambil gas elpiji 12kg daan siap* mlayang mngenai kpala ku .. ↖(^ω^)↗

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s