Just You!!

Author  : yanemGyu

Cast        :

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Kim Eunhae (OC)

Park Hyunmi (OC)

Song Jira (OC)

Genre  :  Romance

PS        :  Kalau bisa baca FF ini sambil dengerin laguna Sistar- Saying I Love You. Pasti lebih kerasa. maaf ya kalau banyak typo dimana-mana, sayakan juga manusia, jadi saat nulis kurang hati-hati.Ya udah gak usah banyak bacot, langsung aja baca..

Happy reading.. ^_^

Jarang orang dapat mengerti arti mencintai yang sesungguhnya.

Bukan duduk diam untuk menunggu pernyataan cinta. Dan bukan pula bertindak posesif untuk memiliki. Mengejar namun tetap menjaga sikap. Bukankah seperti itu ?

Cinta itu tindakan, bukan hanya perkataan. Tidak cukup dengan kalimat “ aku mencintaimu” untuk membuktikan rasa cinta. Dan bukan pula dengan merubah sifat asli untuk meraih cinta itu. Kesabaran. Yah, hanya dengan kesabaran. Bukankah mencintai itu penantian? Karena mencintai itu sederhana. Tanpa banyak penuh tanda Tanya.

 

 

 

Eunhae POV

Aku sedang berada di kursi penonton sekarang. Menyaksikan dia. Orang yang sangat ku cintai sedang bernyanyi dengan sura merdunya dan dia sukses membuat para penonton terpana dan tidak terkecuali diriku. Dengan penampilannya yang memukau dia mampu menyihir para penonton tanpa berhenti menatapnya. Dia adalah Lee Donghae.siapa yang tidak mengenalnya dia korea saat ini. Penyanyi muda yang tampan dan berbakat bernyanyi dan  memiliki potensi menyihir para penggemarnya di saat dia bernyanyi. Dan hal itu membuatnya sangat disukai terutama di kalangan wanita.

Dia, Lee Donghae itu adalah namjachinguku. Aku tidak mengerti  mengapa pada akhirnya dia dapat “melihatku” dan memintaku menjadi yeojanya. Padahal sudah banyak cara yang ku lakukan untuk menarik perhatiannya. Namun tidak pernah berhasil membuatnya menatapku. Lalu ak sangat terkejut hingga akhirnya aku mendapatkan penantian terindah dalam hidupku.

***

Flash back

Hari ini adalah hari kelulusanku. Yah, tidak terasa sudah 3 tahun aku berada di sekolah ini. Sebagian besar teman-temanku sibuk berfoto-foto bersama, tapi sangat berbeda dengan yang aku lakukan. Aku malah sibuk memotret wajah tampan milik seseorang yang selama ini menyita sebagian besar pikiranku. Namanya Lee Donghae. Aku menyukainya sejak pertama kali melihatnya. Saat itu ketika pertama kali kami masuk SMA Kyunghae ini. Dia satu grup denganku saat MOS dulu dan  entah karena apa kami pernah terjebak berdua di dalam kelas saat sekolah telah sepi. Dia, Lee Donghae itu tidak mengambil kesempatan seperti pria-pria lainnya saat berdua dengan seorang wanita dalam satu ruangan. Dia malah menenangkanku disaat aku mulai menangis karena pintu tidak kunjung terbuka dan haripun mulai gelap. Dan aku pun tidak tahu mangapa hanya dengan kat-kata singkatnya saja sukses membuatku terpana dan aku rasa aku mulai terpesona pada sikapnya.

“ jangan menangis, ada aku. “ ucapnya datar saat itu. Aku merinding sendiri mendengarnya. Dan entah ada setan apa aku malah memeluknya erat dan sedetik kemudian air mataku menetes dengan bebasnya membasahi pipiku. Dan hari itu ku nobatkan sebagai hari paling bahagia bagiku karena saat itu aku sadar bahwa aku mulai mencintainya.

Hari-hari berikutnya berlalu. Aku tidak sekelas dengannya. Dan apa hanya perasaanku saja, Donghae terlihat menjauh dariku. Apa dia melupakanku.? Aku pernah berpapasan dengannya, lalu menyapanya. Namun dia hanya tersenyum singkat lalu berjalan santai meninggalkanku. Saat itu aku sadar. Apa yang terjadi saat kami terkunci itu tidak ada arti apa-apanya baginya? Apakah perasaan ini hanya aku saja yang rasa?.

Lalu aku naik tingkat kelas. Saat kelas dua itu Donghae menjadi Ketua OSIS di sekolah. Dia memang murid yang pintar dan juga dia sangat tampan, semenjak saat itu banyak yeoja-yeoja yang mulai mendekatinya. Tapi beruntungnya aku menjadi sekretaris OSIS, jadi aku bisa melihatnya lebih sering dan mengawasi setiap prilakunya. Yah, walaupun aku bukan siapa-siapanya tapi aku hanya ingin melihatnya. Melihat apa yang dia lakukan setiap hari. Kadang aku sering senyum-senyum sendiri melihat tingkahnya yang lucu. Kadang juga  aku malah memilih melihatnya dari pada mendengarkan pengarahannya saat rapat OSIS berlangsung. Apa aku sudah gila? Mungkin.

Again, today I looked up into the sky aimlessly
I tried to draw your face slowly
Your lips, your eyes are so lovely today
I tell myself that I need to forget you
I keep telling myself that
I can’t see you anymore
But you’re the only one for me
It can’t be anyone else
Will you now accept my heart?

Should I tell you that I love you?
Do you know how I feel when I look at you everyday?
If you stay by my side, I don’t want anything else
Will you just please stay by my side?
Should I try to run to you?
I want to know the way you feel about me
That’s the only thing I need
I can’t imagine a day without you
Will you accept the way I feel about you?

I try to remember everything that you did to me in the past
Do you know how I feel when I look at you everyday?
If you stay by me side, I don’t want anything else
Will you just please stay by my side and protect me?

The cold looks you always give me
And the way you talk to me
Don’t matter to me anymore
Will you tell me how you feel about me?
Love you…

I love you, I love you more than anyone else in this world
If you give in to this love, I won’t expect anything else
You’re just enough for me
Should I find the courage to confess to you?
I need to know how you feel about me right now
I don’t desire anything else
I can’t live one day without you
I only love one person,
You…..

 

Aku melanjutkan aktivitasku. Membidikkan kameraku ke arahnya. Puas? Yah setidaknya aku mendapatkan sedikit hadiah kelulusan yang luar biasa bagiku. Walaupun dia tidak bisa ku milikinya seutuhnya. Dia, akan tersimpan rapat di dalam hatiku. Aku mulai dapat mengerti jelas perasaanku ini sia-sia saat aku kelas tingkat 3. saat aku melihatnya bersama Song Ji Ra, teman sekelasku. Memang Song Jira itu cantik, wanita yang berbakat dan juga pintar. Dia selalu juara di kelas dan bukannya aku tidak pintar hanya saja dia selalu berada diatasku di setiap mata pelajaran. Lalu kecantikannya? Jangan di tanya, mungkin setiap namja di sekolah ini pasti akan berpendapat sama denganku. Gayanya yang anggun, lalu tingkahnya yang selalu ramah pada setiap orang, benar-benar ciri wanita idaman. Aku rela melepaskan Donghae bila dia benar-benar jatuh cinta pada  Jira. Walaupun hatiku selalu sakit bila melihat Donghae masuk ke kelasku dan berbicara panjang lebar padanya, tapi setidaknya aku selalu melihat dia bahagia. Itu sudah cukup bagiku. Bukankah mencintai itu seperti itu? Kau akan bahagia bila melihat orang yang kau cintai itu bahagia. Cinta itu sederhanakan?. Tapi mengapa aku tidak rela. Masih sedikit berharap dia dapat melihatku dan mengerti perasaanku. Apa tidak bisa? Jawabannya tidak. Karena semenjak itu aku memutuskan untuk melupakannya. Melupakan nama Lee Donghae dari otakku.

Lalu setelah hari itu berakhir tepatnya seminggu setelahnya, kami mengadakan perpisahan OSIS, yaitu berkemah di dekat kaki gunung Namsan.. Saat itu aku sangat dilema, bila aku pergi maka aku pasti akan bertemu dengannya, tapi aku juga tidak mungkin tidak pergi, aku juga anggota OSIS dan jabatanku sebagai sekretaris memang sangat dibutuhkan disana. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi, aku berfikir perpisahan OSIS ini akan juga menjadi perpisahan perasaanku juga padanya.

Acara perpisahan itu berjalan dengan lancar, namun tidak saat malamnya.

“ baiklah, semuanya sudah berkumpulkan? “ Tanya salah seorang Pembina OSIS kami.

“ Neeee!!!!” sorak para siswa-siswi lainnya. Aku duduk di sebelah Jira, yah dia juga anggota OSIS, dia ketua di bagian Seni. Lagi pula dia juga teman sekelasku satu-satunya yang ada di acara ini, jadi mau tidak mau aku harus duduk di sebelahnya.

“ Oke, malam ini salah sorang teman kita akan menghibur kita semua. Dia akan bernyanyi dan menampilkan penampilannya yang pertama untuk kita semua. Langsung saja kita sambut Lee Dongahe, ketua OSIS kita. “ ucap Pembina itu lagi dan disambut dengan tepukan meriah dari teman-temanku semua.

MWO?? Ucapku dalam hati. Dia.. Lee Donghae itu bisa bernyanyi?. Dan aku langsung mendapatkan jawaban atas pertanyaanku sendiri saat dia mulai bernyanyi. Gila, kurasa dia itu gila. Ah ani, aku gila. Mengapa suaranya bisa sebagus itu?? Mengapa dia bisa bernyanyi sebaik itu? Lee Donghae, apa kau mau merubah keputusanku untuk melupakanmu? Kalau begini perasaanku menjadi tambah besar padamu.

You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything

Apa ini hanya perasaanku saja? Mengapa dia bernyanyi sambil melihat ke arahku? Apa dia sudah mulai melihatku?. Lalu fikiran itu segera hilang saat aku melihat senyum manis Jira yang berada di sebelahku. Saat itu juga hatiku merasa sangat sakit. Dia bernyanyi untuk Jira? batinku. Dia meihat Jira, bukan aku. Tidak terasa air mataku jatuh dan aku berlari pergi meninggalkan mereka semua dan tidak menghiraukan panggilan teman-temanku.

Saat itu untuk kesekian kalinya dia telah membuat aku menangis. Aku menagis sekuat-kuatnya di dekat pohon besar di samping tendaku. Aku meluapkan semua perasaanku saat itu. Rasa kesalku. Rasa marah, dan juga rasa cintaku yang terlalu besar padanya. Aku tidak mengerti mengapa dia setega itu mebuat hatiku naik turun kepadanya secara bersamaan.. Apa aku wanita yang seburuk itu? Apa tidak bisa dia melihatku sekali saja, dan tersenyum bahagia untukku. Hanya untukku bukan wanita lain. Tidak biasakah dia membalas cintaku ini. ah ani, ini bukan salahnya Ini semua salahku karena memiliki perasaan bodoh seperti ini. Oke sudah cukup semua.

Tiba-tiba aku merasa ada yang menyentuh pundakku. Lalu cepat-cepat ku hapus air mataku dan berbalik menolehnya.

“k..kaa..kauu?” ucapku terbata-bata dan shok melihat orang tersebut.

“Gwencanayo?” Tanya nya sedikit khawatir padaku. “ tadi aku melihatmu berlari sendiri dan” dia menggantungkan kalimatnya “ dan kalau tidak salah apa kau sedang menangis?” ucapnya sambil meneliti wajahku dan menghapus sisa-sisa air mata di pipiku. Aigooo, mengapa seperti ini. Tangannya. Sentuhannya. Mengapa selembut ini. Tuhan tolong aku. Jeritku dalam hati.

“aa.. aaniaa, tadi aku hanya kelilipan karena kemasukan debu” ucapku cepat. Alasan seperti apa itu, tapi aku tidak tahu lagi harus menjawab apa. Aku tidak ingin dia curiga dan tidak ingin pula mendapatkan perrtanyaa-pertanyaan yang dapat membuatku mengatakan, semua ini karenamu bodoh.

“ Geureyo? Arrasso, kalau begitu aku tidak aku tidak akan bertanya lagi” ujarnya.

Selamat, ucapku dalam hati

“ mmmm,, Eunhae shii, bisakah kau menemaniku sebentar disini?” ucapnya singkat namun sukses membuatku tergelonjak kaget.

“ne?” ucapku tak percaya.

“ aku hanya ingin disini untuk beberapa saat lagi, dan…” dia mengantungkan kalimatnya lalu menatapku “ aku ingin kau menemaniku, apa kau mau? “tanyanya lagi.

jujur saat itu perasaanku campur aduk. Senang, sedih dan rasa khawatirpun menjadi satu. Disana aku mencoba untuk terakhir kalinya berusaha mendekatinya. Untuk yang terakhir kali berusaha membuatnya melihatku, Namun sia-sia. di tengah pembicaraanku dengan Donghae, Jira datang dan membawa Donghae pergi. Sakit? Jangan ditanya. Kalian tidak akan mengerti bagaimana sakit dan hancurnya perasaanku saat itu. Dia yang ku kira saat itu sudah mulai bisa menganggapku, tapi semua itu hanya harapan belaka.

It doesn’t matter if I’m lonely

Whenever I thing of you

A smile, spread across my face

It doesn’t matter if I tired whenever you are happy

My heart, is filled with love

***

Acara kelulusanpun berlanjut hingga malam hari. Acara yang mungkin biasa terkenal dengan istilah Prom Night. Pesta perpisahan yang berlangsung tidak mengenal waktu ini di hadiri oleh semua murid tingkat 3. tadi siang sudah cukup banyak foto yang ku ambil diam-diam darinya. Oya, tadi juga aku sempat menyelipkan surat untuk untuknya. Mungkin dengan surat itu aku bisa menyampaikan segala perasaanku padanya, tapi aku tidak memberitahukan namaku. Aku hanya memberikan inisialku saja. Aku hanya terlalu malu untuk melakukan hal itu.Perasaan sedikit lega menjejal dihatiku karena  telah melakukan semua ini , setidaknya walaupun tidak memiliki raganya aku dapat menyimpan perasaan ini sendiri.

Aku sedikit tersenyum melihatnya masuk dari arah pintu besar aula sekolah. Ada yang aneh. Tidak ada Jira bersamanya. Biasanya di acara-acara seperti ini bukankah setiap orang akan membawa pasangan mereka. Seperti yang kulihat di tengah-tengah ruangan, banyak pasangan-pasangan yang berdansa bahagia. Tapi dia, apakah dia mau melewatkan malam ini tanpa kekasihnya? Ah, molla. Peduli apa aku pada mereka. Mereka saja tidak tahu perasaanku.

Tadi aku sempat berfikir untuk tidak datang ke acara ini, tapi setelah di fikir-fikir ada untungnya juga untukku, aku bisa melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Aku telah berjanji dalam hatiku. Setelah acara ini selesai maka nama Lee Dongahaepun akan selesai juga dalam ingatanku.

“ Eunhae-a” sapa seseorang

“ Eo? Annyeong Hyunmi-a, kau datang sendiri? Kyuhyun mana? “ Tanya ku pada sahabatku ini.

Namanya Park Hyunmi. Dia sahabat terdekatku, dan pastinya dia tau segala hal tentangku. Terutama perasaanku pada Donghae. Kadang aku merasa Hyumni lebih baruntung dariku. Dia tidak pernah mengejar Kyuhyun ataupun berbicara mengenai namja itu, tapi dia dengan mudahnya dapat menarik perhatian Kyuhyun dengan tingkah aneh yang sering dilakukannya. Dan akhirya dia berhasil berpacaran dengan Kyuhyun. Dan yang lebih membuatku iri lagi adalah cara Kyuhyun menyatakan cintanya pada Hyunmi. Aku tidak ingin menceritakannya, hal itu hanya akan membuatku sakit hati saja. Tapi kadang aku pernah berfikir, Apa semua namja seperti itu, menyukai gadis yang aneh. Tapi aku tidak bisa seperti itu, aku tidak bisa secuek itu terhadap perasaanku sendiri.ottokeh?

“ entahlah, sepertinya tadi aku melihatnya, tapi dia tiba-tiba menghilang, seperti setan saja dia itu” jawabnya acuh sambil celingak-celinguk.

“ cih, gaya kau saja yang tidak peduli padanya, lalu mengapa kau mencarinya ha? Dasar kau!” cibirku padanya.

“ apa maksudmu, sudahlah urus saja urusanmu dengan Lee Dongahaemu itu” kilahnya. Cih, dia selalu saja seperti itu, selalu mencari topik lain bila aku sudah berbicara menyangkut Cho Kyuhyun. Apa dia semalu itu bila mengakui perasaannya sendiri. Entahlah, sahabatku satu ini memang aneh.

“ eh, itu Donghae Eunhae-a” ucapnya sambil menunjuk ke arah Donghae berada.

“ ya, aku tahu” kataku singkat.

“ wae? Tumben sekali kau berekspresi seperti itu, apalagi ini meyangkut namja idamanmu itu”  Tanya sambil menatapku

“ berhenti menyebut namanya lagi “  ucapku datar

“ Mwo? Yak, weagure? Kenapa kau aneh sekali malam ini” Tanyanya lagi dan mamasang tampang penuh minat menunggu jawabanku.

“ Hyunmi-a, mulai sekarang aku akan menghapus nama Lee Dongahe dari fikiran dan hatiku.” Ucapku menerawang. Dan sekilas aku melihat Donghae sedang tertawa bahagia bersama teman-temannya di sudut ruangan. Yah, ini lebih baik. Tak ada hal yang dapat ku lakukan lagikan selain ini?

“ MWO?? JINJAYO??” tanyanya tak percaya dan dengan suaranya yang cukup memekakkan telinga itu.

Astaga.. sampai kapan sahabatku ini akan seperti ini terus? Benar-benar teman yang aneh. Aku selalu bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat Kyuhyun jatuh cinta pada gadis anaeh seperti dia. Apa kekuatan cinta? Tapi aku rasa cintaku pada Donghae juga sangat besar, mengapa aku tidak mendapatkan kesempatan untuk seperti mereka.

“ Aigoo Hyunmi-a, bisakah kau menurunkan volume suaramu? Aku ini belum tuli. Jadi kau tidak perlu berteriak seperti itu kepadaku. Aissh, menyebalkan sekali kau itu” ucapku marah padanya, tapi tetap aku masih bisa mengontrol suaraku hingga tidak membuat yang lainnya melirikku dan Hyunmi.

“ Hehe, mianhae, tapi salahmu juga. Mengapa kau memberikan berita yang sangat mengejutkan untukku. Apa kau sedang sakit?” tanyanya sambil meraba-raba keningku. “ suhu badanmu normal-normal saja, “ lanjutnya lagi.

“ aku baik-baik saja. Aku serius dengan ucapanku.” Ucapku mantap.

“ dusta. Aku yakin sebentar lagi kau pasti akan berubah fikiran. Aku sudah lama mengenalmu, kau selalu saja mengatakan hal itu jika sedang sakit hati padanya, lalu setelah kau tersenyum bahagia kau malah berkata sebaliknya dan memuja-mujanya. Yak, Kim Eunhae, aku sangat mengenalmu tau” ucapnya lalu menyentil kepalaku.

“ yak!! appo” rintihku.

Lalu pertengkaran kecilku berhenti saat ku lihat seseorang naik ke atas panggung aula dan mengambil mic lalu berbicara.

“ Teman-teman semua, maaf mengganggu sebentar,” ucapnya. Dia. Apa yang dilakukannya di atas sana?

“ Aku disini ingin mengungkapkan sesuatu hal kepada seseorang yang sangat spesial bagiku “ lanjutnya lagi

Deg,

Jantunggu terasa mau berhenti saat dia mengatakan hal itu. Orang yang special? Siapa?

“ Dia berada disini. Dan aku yakin dia pasti sedang mendengarku saat ini.”

Tuhan, tolong aku. Aku rasanya mau pingsan di tempat ini. Tapi sepertinya Hyunmi tahu tentang tingkahku saat ini, karena dia segera menegang pundakku seakan dia dapat mengerti fikiranku.

“ Kim Eunhae shii, ini untukmu” ucapnya datar namun dapat membuatku mati berdiri di tempat.

Ha?? Dia mengatakan apa? Dan langsung saja musik berbunyi setelah dia mengatakan hal itu.

Wherever I am, I think of you
Whatever I do, I think of you
Your scent blows over to me
Whenever I thoughtlessly walk and meet you
My mouth hardens

No one no one no one knows these words
Day by day by day I can’t say these words

I love you I love you
More than anyone I know
The person I’m always missing
That person is you
But these sad whispers can only be heard by you
If I love you and love you more

With each passing look
With each passing touch
My slow heart jumps to a start
When you do not look at me
When you don’t talk to me
My heart becomes heavy

But still but still but still I laugh
And then and then tears come

I love you I love you
More than anyone I know
The person I’m always missing
That person is you
But these sad whispers can only be heard by you
If I love you and love you more

The day when you come to know my heart
Then I wonder if you will say you love me too

I will wait just a little more until you will come to me
The person that is always lonely
That person is me
Though I am standing behind you today
I wonder if I will stand next to you tomorrow

If I love you and love you more

“ Kim Eunhae, apa kau disini? “ ucapnya setelah menyelesaikan lagunya.

Aku masih setengah sadar mendengar suaranya karena masih terpana dengan lagunya dan suara merdunya. Astaga, apa ini mimpi? Kalau iya, tolong Tuhan, jangan bangunkan aku sekarang.

“ Dia ada disini”  teriak suara cempreng sesorang dengan kerasnya. Dan ku rasa yang mengatakan itu adalah.. lalu aku mengalihkan pandanganku ke arah sebelahku. Dan ku dapati Hyunmi sedang melihatku dengan tampang aygionya dan dua jari membentuk tanda Peace.

Aigoo, ku pecat saja dia itu menjadi sahabatku. Mengapa malah berteriak seperti itu. Alhasil semua orang melihat ke arahku dan tidak terkecuali Donghae yang beada di atas panggung sana. Mati aku! Ucapku dalam hati.

Lalu kulihat Donghae turun dari panggung dan berjalan ke arahku. Dan kulihat Hyunmi sudah melarikan diri dan berdiri di sebelah Kyuhyun dengan senyum bangganya. Awas kau Park Hyunmi, rutukku dalam hati

Aku merasa tegang di tempat. Dia sudah semakin dekat denganku. Oh tuhan, bagaimana ini. Semua orang diam. Hening. hanya langkah kaki pria itu yang berbunyi. Dan di tambah dengan suara detak jantungku yang tidak karuan. Dia semakin dekat dan tidak butuh waktu yang lama dia sudah berada di hadapanku. Aku tidak berani menatapnya. Sungguh akau merasa sangat malu dan sangat tidak tahu harus bagaimana saat ini. Lalu dia meraih tanganku sehingga aku mendongak menatapnya. Ottokeh? Mengapa dia bisa setampan ini bila di lihat dari dekat seperti ini?

“ Kau. Akhirnya aku tahu juga perasaanmu padaku selama ini. Mianhae, karena membuatmu menunggu terlalu lama dan juga membuatmu banyak bersedih karenaku” ucapnya sambil masih menatapku.

“ aa..aapa maksudmu?” tanyaku ragu-ragu. Mati aku!, apa dia sudah tahu perasaanku. Tapi mana mungkin, ak tidak memberitahukan ini pada siapapun selain Hyunmi, tapi aku rasa sahabatku itu tidak akan sebodoh itu mengumbar berita-berita tentangku apa lagi langsung kepda orangnya. Atau, OMO, apa mungkin..?

“ igo, kau tahu karena surat ini aku berhasil meyakinkan hatiku padamu.” Katanya datar sambil menunjukkan suratku padaku.

“ tapi surat itu..”

“ Tidak tertera namamu?” potongnya.

“ Ne?” jawabku bingung.

“ Apa kau lupa bahwa kau itu pernah menjadi Sekretarisku? Kau tahu setiap laporanmu itu selalu kau cantumkan inisialmu. K.E. aku selalu tahu inisial itu hanya milikmu”  upapnya panjang lebar dan sukses membutku melongo mendengar penjelasannya.

“ Eunhae-a, kau jadi milikku saja, bagaimana?”

Flash back End

***

Penampilannya berakhir beberapa menit yang lalu dan kini aku sedang berjalan melewati koridor gedung ini untuk pulang. Namun tiba-tiba saja Handphoneku berbunyi.

“ Yeobseo..”  upaku cepat setelah membuka flip handponeku

“….

“ ne? “ jawabku tak percaya

“….”

“ tapi tidak bisa begitu, aku membawa mobilku kesini”

“….”

“ aahh, arrasso, baiklah” ucapku setengah kesal lalu menutup telfon dengan cepat.

Apa maksudnya ? Lee Dongahae itu, kenapa dia seenaknya saja menyuruh-nyuruhku. Hari ini Jira pulang dai Paris dan Dongahae mangajakku membeli hadiah untuknya. Oya, mengenai Song Jira, ternyata dia  adalah sepupunya Dongahae. Aku sempat terkejut saat Dongahae menjelaskan mengenai Jira padaku. Jadi saat pesta kelulusan itu Jira tidak datang karena dia sibuk mengurus melanjutkan Sekolahnya ke perguruan tinggi di Paris. Dia mengambil jurusan Bisnis Modelling. Yah jurusan yang sangat tepat untuknya. Mengingat bahwa dia sangat suka berdandan dan selalu bisa menjaga penampilannya.

Aku berlari secepat yang ku bisa menuju parkiran. Setelah aku melihat mobil yang ku yakin adalah milik Donghae, lalu aku membuka pintu dan masuk kedalamnya.

Belum sempat aku mengambil nafas tiba-tiba saja dia sudah memarahiku

“ yak, mengapa kau lama sekali. Aku mati kepanasan disini.”

“ salahmu sendiri. Mengapa kau menyuruhku cepat-cepat menemuimu. Kau fikir aku bisa berlari cepat dengan sepatu tinggi seperti ini. Aisshh, kau itu menyebalkan sekali” ucapku balik memarahinya.

“ hmm, apa kau sudah makan siang? “ ujarnya mengalihkan pembicaraan.

“ belum, “ jawabku cepat

“ kalau begitu kita makan dulu” ucapnya sambil menyalakan mesin mobil lalu melajukan mobilnya. aneh. Mengapa aku merasa ada yang aneh darinya. Memang biasanya dia selalu mengalah bila berdebat denganku. Tapi sepertinya dia menyembunyikan sesuatu.

***

Bukankah tadi dia mengajakku makan siang? Apa maksudnaya makan panas-panas begini di atas gdung. Oke, dia memamg membawaku ke sebuah restoran. Tapi dia malah menyuruhku naik duluan ke atas. Aku sempat ingin bertanya. Keatas mana? Tapi dia seperti tahu jalan fikiranku dia malah berkata padaku.

“ Sudahlah jangan membantahku” ucapnya singkat.  bukannya aku takut dengan ucapannya itu, tapi aku melihat dari raut wajahnya bahwa aku harus mengikuti perintahnya. Ya sudah disinilah aku sekarang, menunggunya. Lama sekali. Hampir saja aku merasa mati kepanasan berada di gedung ini, tapi derap langkah kaki seseorang mengalihkan perhatianku.

Bunyi musik mengalun merdu. Dan tiba-tiba saja Donghae masuk diantara kerumunan orang-orang yang memainkan alat musik, lalu dia bernyanyi. Astaga.. apa lagi yang mau dilakukannya padaku..

Love oh baby my girl
Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon
Naui shinbu shini jushin suhnmul
Haengbokhangayo geudaeui ggaman nunesuh nunmuri heureujyo
Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido
Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo

Geudaereul saranghandaneun mal pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh
Would you marry me? Nuhl saranghago akkimyuh saragago shipuh

Geudaega jami deul ddaemada nae pare jaewuhjugo shipuh
Would you marry me? Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge ,Nuhl saranghaneun guhl
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh
Nuhreul jikyuhjulge ,My love

Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup
Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre
I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh
Saranghaneun naui gongju Stay with me

Wooriga naireul muhguhdo wooseumyuh saragago shipuh
Would you marry me? Naui modeun nareul hamgge haejullae?

Himdeulgo uhryuhwuhdo ,Neul naega isseulgge
Woori hamggehaneun manheun nal dongan ,Maeil gamsahalge ,My love

Orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan
Nae sone bitnaneun banjireul badajwuh
Oneulgwa gateun maeumeuro jigeumui yaksok giuhkhalge
Would you marry me?

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge , Nuhl saranghaneun guhl
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh , nuhreul jikyuhjulge

Himdeulgo uhryuhwuhdo , Neul naega isseulgge
Woori hamggehaneun manheun nal dongan  Maeil gamsahalge My love

Naega geudae ege deuril guhseun sarangbakke uhbjyo
Geujuh geuppuninguhl bojalguhtuhbjyo
Suhtulluhboigo manhi bujokhaedo naui sarang
Naui geudae jikyuhjulgeyo
Hangajiman yaksokhaejullae? Museunil issuhdo
Woori suhro saranghagiro geuppuniya

Nawa gyuhrhonhaejullae?

Glek!!, Dia menghentikan lagunya sambil berlutut menunjukkan sebuah cincin berlian padaku. Tuhan, apa ini mimpi. Dia, Lee Dongahae. Orang yang selama ini ku cintai. Yang satu-satu selalu berada di hatiku. Yang menyita seluruh perhatianku hanya untukknya. Walaupun dulu aku sempat berfikir untuk melupakannya karena dia selalu tidak bisa menatapku, sekarang dia berada di hadapanku dan ingin melamarku?

Apa ini bener terjadi. Maksudku, aku sekarang mamang sedang terbangunkan? Tuhan tolong, ottokeh?

“ Aku ingin mengatakan hal yang belum pernah kau tahu selama ini “ ucapkan tiba-tiba, sehingga membuatku mengalihkan fikiranku dan metapnya.

“ Kim Eunhae, kau harus tahu bahwa aku sudah sejak lama menyukaimu, semenjak kita terkurung berdua di dalam kelas waktu kita masih SMA dulu, kau tahu jantungku terasa berdebar hebat saat kau memelukku dan menangis di pelukanku.” Dia menghentikan sebentar ucapannya lalu melanjutkannya lagi

“ lalu aku  tidak bisa mendekatimu karena kebodohanku menjadi seorang namja. Aku takut kau tidak memiliki perasaan yang sama padaku. Aku takut kau akan menolakku dan nanti akan membenciku. Asal kau tahu, aku namja yang tidak pernah menyatakan cinta sebelumnya, kau ingat saat aku menyatakan cinta dulu padamu, aku hanya bias mengungkapkannya lewat lagu yang kunyanyikan.” Dia menghentika kalimatnya lagi lalu menatapku.

Ha? Dia belum pernah menyatakan cinta sebelumnya? Jadi, apakah aku gadis pertama yang menjadi yeojachingunya?. Lalu apa dia bilang tadi? Dia menyukaiku sejak saat itu. Bodohnya aku. Eh, dia yang babo, mengapa dia tidak bisa membaca tingkahku sejak itu padanya.

“ Dan aku berani menyatakan cintaku padamu karena aku merasa yakin terhadap perasaanmu padaku. Melalui suratmu itu. Mungkin bila surat rahasiamu itu tidak kau berikan padaku, aku juga tidak tahu sampai kapan rasaku ini akan tersimpan selalu di hatiku. Dan akhirnya aku tahu segalanya. Perasaanmu padaku. Dan betapa sakitnya kau karena diriku. Mianhae, karena membuatmu menunggu lama seperti itu. Mianhae, karena banyak membuatmu menangis karenaku. Kau.. aku hanya ingin mengatakan.. sarangahae Eunhae-a”

Dia mengahentikan kalimatnya dengan raut wajah nya yang tampak menyesal dan sedih.aku hanya terpana dan merasa mati berdiri mendengar setiap kalimatnya. Kalimat yang di ucapkannya seperti nyanyian lagu yang mengalun di telingaku.

“ Eunhae-a , Nawa gyuhrhonhaejullae?” ucapnya lagi.

Tanpa menunggu waktu yang lama lagi aku langsung menjawabnya.

“ I do..” jawabku mantap. Lalu dia menyapitkan cincin itu di jari manisku. Lalu bangkit berdiri dan memelukku.

Hangat. Nyaman. Itulah yang kurasa saat berada di pelukannya. Pelukannya masih sama, masih saja selalu menenangkanku.

Akhirnya. Akhirnya. Semuanya tidak sia-sia. Aku sedikit melepaskan pelukanku lalu menatapnya

“ Dongahae-a, Sarangahae, dulu, sekarang atau sampat kapanpun hanya kaulah satu-satunya namja yang kucintai”

Epilog^_^

Flash back

Donghae POV

Malam ini hari terakhirku melihatnya. Mungkin setelah acara malam ini selesai, aku tidak akan pernah bertemu dan melihatnya lagi. Aku duduk di atas tempat tidurku lalu meraih tas yang ada di sebelahku. Aku ingin mengambil beberapa hal di dalamnya. Namun kegiatanku terhenti saat aku menemukan amplop berwarna biru yang berada di dalam tasku.

“ Amplop apa ini” gumamku sendiri. Lalu segera aku buka amplop itu dan membacanya.

       Aku tidak tahu setan apa yang membuatku memberanikan diri untuk membuat surat ini untukmu. Tapi aku juga tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk memberitahukan perasaanku ini padamu. Kau. Aku juga tidak mengerti mengapa harus kau yang selalu berada di benakku. Sudah banyak cara yang ku lalukan untuk mendekatimu. Tapi , tidak ada dari sekian cara yang ku lakukan berhasil untuk membuatmu melihatku. Aku menulis surat ini bukan untuk membuatmu menerimaku. Aku hanya ingin melepaskan bebanku. Aku hanya ingin mengatakan satu kalimat pendek untukmu. Kalimat itu yang selalu tersimpan dalam hatiku. Kalimat yang kadang membuatku bangkit tersenyum dan kadang pula membuatku terjatuh dan berduka. Kau. Bisakah kau menebak kata itu? Tahukah kau betapa sakitnya aku memendam perasaan ini padamu?. Tapi aku tidak pernah menyalahkanmu. Kau tidak bersalah disini. Akulah yang salah karena telah memendam perasaan ini. Tapi untuk kali ini, izinkan aku untuk mengatakan hal ini. Dan setelah itu aku akan berhenti meihatmu lagi dan membuang perasaan ini jauh-jauh. Lee Dongahae-shii, aku mencintaimu..

K.E

Aku melihat dengan jelas inisial pengirim surat itu. K.E, sepertinya aku tahu ini milik siapa. Lalu segera aku mengambil berkas-berkas OSIS yang masih ku simpan rapi di meja belajarku.

Sama. Teriakku dalam hati. Gadis itu, dia selalu membuat inisialnya di setiap laporan yang di berikannya untukku. Babo! Ucapku sambil tersenyum.

Baiklah malam ini akan kupastikan dia tidak akan bisa lari dariku.

END  

Huaaaaa. Gimana-gima??? Kerasa gak romacena. ? Terus sedihnya kerasa gakk?. Huaaa, ini FF pertama oneshot aku. Lumayan panjang si,16 page.

FF ini emang terinspirasi dari lagu Sistar, saying I love. Terus nulisnya sambil dengerin lagunya Kyuhyun biar bisa dapat Fellnya. Giman-gimana? Jangan lupa komen yaa!! Udah ah, terlalu panjang kat-kata gue. Ayuk capcus di komen atuh #hek? Bhsa apa itu?

9 thoughts on “Just You!!

  1. Aq bingung mau bilang apa soal nya feel-nya dapat bgt,,benar daebak deh ini fanfict,,thor bikin lagi ya fanfict tentang couple ini,,genre nya romance dan ada kayak skinship gitu ya thor*request*,,keep writing

  2. Mian thor, aku agak gak ngerti bagian epilognya doang T_T. Tapi selebihnya daebak banget ngena banget sambil denger lagunya thor!! Kapan-kapan bikin yang lain lagi dong tentang kelanjutan ff ini thor hehehe

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s